cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 46 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2016)" : 46 Documents clear
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif T-P-S (Think-Pair-Share) terhadap Kemampuan Berbicara dan Menulis Narasi pada Siswa Penutur Asing di Kelas VII SMP Lentera Kasih. ., Ni Putu Desy Damayanthi; ., PROF.DR. I NENGAH SUANDI, M.Hum; ., PROF.DR. I WAYAN RASNA, MPd.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) pengaruh model pembelajaran kooperatif T-P-S (Think- Pair-Share) terhadap kemampuan berbicara bahasa Indonesia siswa penutur asing kelas VII SMP Lentera Kasih, (2) pengaruh model pembelajaran kooperatif T-P-S (Think- Pair-Share) terhadap kemampuan menulis narasi siswa penutur asing kelas VII SMP Lentera Kasih, dan (3) pengaruh model pembelajaran kooperatif T-P-S (Think- Pair-Share) terhadap kemampuan berbicara dan menulis narasi siswa penutur asing kelas VII SMP Lentera Kasih. Rancangan penelitian ini adalah quasi eksperimen, desain penelitiannya adalah One Group Only Pree-Posttest Design. Subjek penelitian yakni seluruh siswa kelas VII SMP Lentera Kasih, jumlah 15 siswa dengan menggunakan teknik intake group. Anggota populasi mendapatkan perlakuan sama yakni pretest dan posttest. Data keterampilan berbicara dikumpulkan dengan metode tes berbicara, data kemampuan menulis narasi diperoleh melalui metode tes. Penelitian ini menggunakan teknik analisis statistik MANOVA. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif T-P-S (Think-Pair-Share) terhadap kemampuan berbicara bahasa Indonesia siswa penutur asing kelas VII SMP Lentera Kasih, (2) terdapat pengaruh pembelajaran kooperatif T-P-S (Think-Pair-Share) terhadap kemampuan menulis narasi siswa penutur asing kelas VII SMP Lentera Kasih, dan (3) terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif T-P-S (Think-Pair-Share) terhadap kemampuan berbicara dan menulis narasi siswa penutur asing kelas VII SMP Lentera Kasih. Kata Kunci : model pembelajaran kooperatif, berbicara, menulis narasi This study aims to describe (1) the influence of cooperative learning model T-P-S (Think- Pair-Share) on the ability to speak in Indonesian language for foreign students in grade VII of SMP Lentera Kasih, (2) the influence of cooperative learning model T-P-S (Think- Pair-Share) on the ability to write narrative paragraphs for foreign students in grade VII of SMP Lentera Kasih, and (3) the influence of cooperative learning model T-P-S (Think- Pair-Share) on the ability to speak and write a narrative for foreign students in grade VII of SMP Lentera Kasih. The design of this study is a quasi-experimental design, the study was using the Only One Group Pree-posttest design. The subjects of this experiment are all students in grade VII of SMP Lentera Kasih, the number of the subjects are 15 students selected by using a technique called intake group. Members of the subjects received the same treatment which are pretest and posttest. The speaking data has been collected by the method of speaking skills tests and the writing data were obtained through the narrative writing skills test. This study uses statistical analysis techniques of MANOVA. The results are (1) there is an influence of cooperative learning model T-P-S (Think-Pair-Share) on the ability to speak Indonesian language foreign students in grade VII of SMP Lentera Kasih, (2) there is a significant influence of cooperative learning T-P-S (Think-Pair-Share) on the ability to write narrative paragraphs for foreign students in grade VII of SMP Lentera Kasih, and (3) there is an influence of cooperative learning model T-P-S (Think-Pair-Share) on the ability to speak and write a narrative writing for foreign students in grade VII of SMP Lentera Kasih.keyword : models cooperative learning, speaking, write narrative
Pengaruh Penggunaan Media Gambar Ditinjau dari Tipe Kepribadian Ekstrovert dan Introvert terhadap Kemampuan Mengemukakan Gagasan secara Lisan Siswa Kelas V SD di Gugus 5 Sukawati ., NI KADEK SRI WEDARI; ., PROF. DR. I NENGAH MARTHA, M.Pd; ., PROF. DR. I MADE SUTAMA, M.Pd.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh penggunaan media gambar terhadap kemampuan mengemukakan gagasan secara lisan, (2) mengetahui pengaruh interaksi antara penggunaan media gambar dan tipe kepribadian terhadap kemampuan mengemukakan gagasan secara lisan, (3) mengetahui pengaruh penggunaan media gambar terhadap kemampuan mengemukakan gagasan secara lisan siswa yang memiliki tipe kepribadian ekstrovert, dan (4) mengetahui pengaruh penggunaan media gambar terhadap kemampuan mengemukakan gagasan secara lisan siswa yang memiliki tipe kepribadian introvert. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD di Gugus 5 Sukawati yang memiliki tipe kepribadian ekstrovert dan introvert. Objek penelitian ini adalah kemampuan siswa mengemukakan gagasan secara lisan. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui kuesioner tipe kepribadian dan tes berbicara. Pengujian hipotesis dilakukan dengan Anava dua jalur melalui uji F dan Uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh penggunaan media gambar terhadap kemampuan mengemukakan gagasan secara lisan, (2) terdapat pengaruh interaksi antara penggunaan media gambar dan tipe kepribadian terhadap kemampuan mengemukakan gagasan secara lisan siswa; (3) terdapat pengaruh penggunaan media gambar terhadap kemampuan mengemukakan gagasan secara lisan siswa yang memiliki kepribadian ekstrovert, dan (4) terdapat pengaruh penggunaan media gambar terhadap kemampuan mengemukakan gagasan secara lisan siswa yang memiliki kepribadian introvert. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan, bahwa penggunaan media gambar memiliki pengaruh terhadap kemampuan mengemukakan gagasan secara lisan, baik pada siswa dengan kepribadian ekstrovert maupun introvert. Oleh karena itu dalam proses pembelajaran berbicara, penggunaan media gambar tepat digunakan sebagai media pembelajaran. Selain itu, guru juga perlu mempertimbangkan atau memperhatikan tipe kepribadian yang dimiliki oleh siswa.Kata Kunci : media gambar, tipe kepribadian, gagasan This study aims to (1) know the imfluence of the usage of picture media toward the ability to express some ideas orally, (2) to know the interaction effect between the usage of picture media and personality type toward the ability to express some ideas orally, (3) to know the effect of the usage of picture media toward the ability to express some ideas orally to the students that have extrovert personality, and (4) to know the effect of the usage of picture media toward the ability to express some ideas orally to the students that have introvert personality. The subjects in this study were the students of grade V in elementary school in Cluster 5 Sukawati who have extrovert and introvert personalities. The object of this study is the ability of the students to present ideas orally. The data was collected through questionnaire of personality type and a speaking test. Hypothesis testing was done by two ways of Anava through the F test and Tukey test. The results showed that (1) there are significant influence of picture media usage ability to express ideas orally, (2) there is an interaction effect between the usage of picture media and personality type on the ability of the students when present ideas orally, (3) there are significant picture media usage toward the ability to express the ideas from the students who have the extrovert personality, and (4) there are significant picture media usage toward the ability to express the ideas from the students who have the introvert personality. Based on these findings it can be concluded that the usage of picture media have an influence on the ability to express ideas orally, both in students with extrovert and introvert personalities. Therefore, in the process of learning to speak, the usage of picture media was right to use as a medium of learning. In addition, teachers also need to consider or pay attention to the type of personality that is owned by the students. keyword : picture media, type of personality, idea
CITRA GURU DALAM FILM INDONESIA BERDASARKAN TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA ., NI WAYAN SUKMA ADNYANINGSIH; ., PROF. DR. I MADE SUTAMA, M.Pd.; ., PROF.DR. I NENGAH SUANDI, M.Hum
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) jalinan unsur intrinsik film dalam merepresentasikan citra guru, (2) kondisi kejiwaan guru yang direpresentasikan dalam film ditinjau dari teori psikoanalisis Sigmun Freud, (3) kondisi kejiwaan guru yang direpresentasikan dalam film ditinjau dari teori holistik-dinamis Abraham Maslow, dan (4) citra guru yang direpresentasikan dalam film berkaitan dengan empat kompetensi guru. Subjek penelitian ialah film Indonesia. Sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling. Film yang sesuai dengan tujuan penelitian adalah film Laskar Pelangi, Semesta Mendukung, dan Serdadu Kumbang. Objek penelitian adalah citra guru. Data dikumpulkan dengan metode dokumentasi menggunakan kartu data. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan verivikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) jalinan unsur intrinsik film memperlihatkan totalitas kemaknaan yang padu dalam merepresentasikan citra guru; (2) kondisi kejiwaan guru ditinjau dari teori psikoanalisis menunjukkan tiga temuan: pertama, tokoh guru cenderung sehat secara psikologis, id dan superego terintegrasi dalam ego dan beroperasi harmonis; kedua, guru kerap mengalami kecemasan realistis karena peka terhadap permasalahan siswa; ketiga, guru cenderung menggunakan mekanisme pertahanan sublimasi, mengalihkan emosi dengan melakukan tindakan yang bersifat konstruktif; (3) kondisi kejiwaan guru ditinjau dari teori holistik-dinamis adalah individu yang mampu memenuhi kebutuhan fisiologis, keamanan, cinta dan keberadaan, penghargaan, hingga mencapai kebutuhan aktualisasi diri; (4) citra guru dalam film Indonesia terkait empat kompetensi guru adalah guru yang memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Berdasarkan temuan yang diperoleh, peneliti menyarankan kepada sutradara agar mempertahankan kreativitas dalam membuat film yang mengadaptasi masalah sosial bangsa seperti masalah pendidikan yang memuat citra guru.Kata Kunci : Citra guru, film, psikologi sastra The aims of this research are to describe (1) the intrinsic elements interrelation of films in representing teachers' image, (2) the psychiatric condition of teachers represented in films, which is observed from psychoanalysis theory of Sigmun Freud, (3) the psychiatric condition of teachers represented in film which is observed from the holistic-dynamic theory of Abraham Maslow, and (4) teachers' image which is represented in the film related with four competencies of teachers. The subject of this research are Indonesian films. The samples are determined by purposive sampling techniques, the films which are appropriate with the aims of the research are: the Laskar Pelangi, Semesta Mendukung, and Serdadu Kumbang films. The object of this research are the teachers' images. The data are collected by documentation methods using data cards. The data analysis is done by three steps, which are: data reduction, data presentation, and data verification. The result of this research shows: (1) the intrinsic element interrelation films show the solid totality of significance in representing teachers? images; (2) the psychiatric condition of teachers seen from the psychoanalysis theory shows three important findings: first, the teachers figure tend to be healthy psychologically, id and superego are integrated into the ego and operate in harmony; second, teachers often experience a realistic anxiety because they are sensitive to their students' problems; third, teachers tend to use a defense mechanisms of sublimation, diverting emotion by doing a constructive action; (3) teachers' psychological condition viewed from the holistic-dynamic theory is that individual is able to fulfil their psychological, safety, love, and esteem to become self actualization; (4) the teachers? image in Indonesian films relate with four teacher competence, they are: teachers who have pedagogical, personality, social, and professional competency. Based on the findings, the researcher suggest the film directors to keep their creativities in making film which adapting social problems of this country, such as education problems and teachers.keyword : teachers' images, film, psychology literature
THE EFFECT OF TASK-BASED LANGUAGE TEACHING AND ENGLISH GRAMMAR MASTERY ON THE WRITING COMPETENCY OF THE THIRD SEMESTER STUDENTS OF ENGLISH EDUCATION STUDY PROGRAM OF UNMAS DENPASAR ., I PUTU YOGA BAWANTARA; ., PROF. DR. NI NYOMAN PADMADEWI, M.A.; ., PROF. DR. I NYM. ADI JAYA PUTRA, M.A.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada pengaruh pengajaran bahasa berbasis tugas dan penguasaan tata bahasa inggris (grammar mastery) siswa terhadap kompetensi menulis siswa semester ketiga program pendidikan bahasa inggris UNMAS Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan hanya pendistribusian post test kepada kelompok eksperimen dan kontrol untuk mendapatkan hasil kompetensi menulis siswa setelah pengajaran dilakukan dengan desain faktorial 2 x 2. Populasi dari penelitian ini adalah mahasiswa semester ketiga 'dari bahasa Inggris Program Studi Pendidikan UNMAS Denpasar terdiri dari 135 siswa di mana 52 siswa dipilih sebagai sampel melalui Intact Group Random Sampling. Data penelitian dikumpulkan melalui tes penguasaan tata bahasa (grammar mastery test) dan uji tertulis dan dianalisis dengan menggunakan ANOVA Dua Arah dan uji Tukey dibantu oleh SPSS 22,0. Temuan penelitian menunjukkan bahwa, pertama, siswa yang diperlakukan dengan penerapan Pengajaran Bahasa berbasis tugas mendapat skor yang lebih baik didalam kompetensi menulis dari pada mereka yang diperlakukan dengan penerapan strategi pembelajaran konvensional; Kedua, tidak ada efek interaksional antara pengajaran bahasa berbasis task dan penguasaan tata bahasa (grammar mastery) siswa atas kompetensi menulis siswa yang dimana temuan menunjukkan bahwa hipotesis H0 nol diterima karena hasil perhitungan skor nilai probabilitas yang lebih tinggi dari 0.05. Dari data output diketahui bahwa nilai probabilitas adalah 0.758, yang lebih tinggi dari 0.05. itu berarti bahwa tidak ada interaksi antara strategi pembelajaran bahasa berbasis tugas dan penguasaan tata bahasa (grammar mastery) siswa atas kompetensi menulis siswa. Namun bertentangan dengan pengujian hipotesis kedua, bahwa siswa yang diajarkan dengan menggunakan pengajaran bahasa berbasis tugas memiliki kompetensi menulis yang seharusnya lebih baik daripada mereka yang diperlakukan dengan strategi mengajar konvensional. itu bisa dilihat dari pernyataan hipotesis pertama dan hasil uji Tukey yang diberikan kepada masing-masing variabel di mana tes menunjukkan hasil yang signifikan yang dibuktikan dengan skor nilai probabilitas adalah 0.00 dan itu lebih rendah dari 0.05 Selain itu, dapat disimpulkan juga bahwa, siswa yang diperlakukan dengan penerapan pengajaran bahasa berbasis tugas memiliki kemampuan menulis lebih baik daripada mereka yang diperlakukan oleh strategi mengajar konvensional. Namun, jika strategi ini dilaksanakan atau diterapkan dengan mempertimbangkan penguasaan tata bahasa (grammar mastery) mereka, hasil antara pelaksanaan pengajaran bahasa berbasis tugas dan strategi pembelajaran konvensional tidak memberikan hasil yang signifikan pada kompetensi menulis siswa.Kata Kunci : pengajaran bahasa berbasis tugas, kemampuan menulis, penguasaan tata bahasa (grammar mastery), jurusan bahasa Inggris Program Studi Pendidikan UNMAS Denpasar. This study was an experimental study aimed at finding out the effect of task-based language teaching and students? English grammar mastery on the students? writing competency. Post test was administered to the experimental and control groups to obtain the result of students? writing competency after treatment was done with 2 x 2 factorial design. The population of the study was the third semester students of English Education Study Program of UNMAS Denpasar consisted of 135 students where 52 students were chosen as the sample through intact group random sampling technique. The data of the research were collected through a grammar mastery test and writing test and were analyzed by using Two-Way ANOVA and Tukey test assisted by SPSS 22.0. The research findings showed that: (1) the students who were treated by task-based language teaching got better score in writing competency than those who were treated by conventional teaching strategy and (2) there was no interactional effect between task-based language teaching and grammar mastery upon the students? writing competency where the findings showed that the null hypotesis H0 was accepted becuase of the calculation of probability value score was higher than 0.05. From the data output it was known that the probability value was 0.758, which was higher than 0.05. It means that there was no interaction between task-based language teaching strategy and students? grammar mastery upon students? writing competency. However in contrast with the second hypothesis testing, that the students who were taught by using task-based language teaching had better writing competency than those who were treated by conventional teaching strategy. It could be seen from the statement of the first hypothesis and the result of the Tukey test which was administered to each variable in which the test showed a significant result which was proved by the probability value score of task-based language teaching strategy was 0.00 which was lower than 0.05 Furthermore, it could be concluded that, the students who were treated by using task-based language teaching had better writing competency than those who were treated by using conventional teaching strategy. However, if the strategy was implemented by considering the students? grammar mastery, the result between the implementation of task based language teaching and the conventional teaching strategy gave no significant result on students? writing competency.keyword : Task-based Language Teaching Strategy, Writing Competency, English Grammar Mastery, English Education Study Program of UNMAS Denpasar, Conventional Teaching Strategy
AN ANALYSIS OF CONVERSATIONAL MAXIMS IN CLASSROOM CONVERSATION AT SMP GANESHA DENPASAR ., PUTU DARSANA PUTRA; ., PROF. DR. PUTU KERTI NITIASIH, M.A.; ., DR. ASRIL MARDJOHAN, MA.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini difokuskan untuk menganalisa, menggambarkan dan menjelaskan macam ? macam pematuhan dan pelanggaran maksim dari Grice dan seberapa sopan dan tidak sopan yang ditunjukan dalam interaksi kelas yang dihasilkan oleh siswa. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas 9 dari SMP Ganesha Denpasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif sebagai model penelitian. Data diambil melalui observasi dan dianalisa menggunakan teori Prinsip Kerjasama dari Paul Grice (1975). Penelitian ini hanya fokus menganalisa ujaran siswa saat mereka berbicara dengan guru. Penelitian menunjukan bahwa siswa mematuhi sebagian besar Prinsip Kerjasama, yaitu, maksim kuantitas, maksim kualitas dan maksim hubungan dalam bagian tertentu di dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini juga menemukan pelanggaran dari semua maksim yang dihasilkan oleh siswa di ruang kelas. Selanjutnya, juga ditemukan siswa mematuhi maksim (65,3%) lebih banyak daripada pelanggarannya (34,7%) dalam interaksi kelas. Penelitian ini juga menunjukan siswa menunjukan kesopanan dalam interaksinya dengan guru. Kebanyakan siswa dianggap menunjukan kesopanan negatif, terutama dalam pemberian rasa hormat. Dalam hal ini siswa menggunakan kata penghormatan ?Mr.? di dalam ujarannya untuk menunjukan rasa hormat dan kesopanan mereka kepada guru sebagai orang yang lebih tua yang harus dihormati di sekolah.Kata Kunci : Maksim percakapan, pematuhan maksim, pelanggaran maksim, karakter, kesopanan. This study focused on analyzing, describing and explaining the types of observance and non-observance of Grice?s maxim and characters represented in classroom interaction in view of politeness and impoliteness. This study only focused on analyzing the students? utterances when they talked with the teacher. This study used descriptive qualitative method as research design. The subjects were the ninth grade students in SMP Ganesha Denpasar. The data collected through observation and analyzed by using Paul Grice?s (1975) Cooperative Principle. The study showed that students observe maxims of quantity, quality and relevance when they answer and asked question or giving opinion. The study found the violation of all Grice?s maxim produced by students. In this case, the student give less or more information, wrong information or lack of evidence, irrelevant, unclear and ambiguous meaning.Furthermore, it was found the students obeyed maxim (65.3%) is more than the violation (34.7%). The study also showed that when the students indicated to obey conversational maxim, they represent honesty, confident, curiosity and responsibility and showing politeness. The students considered to show Negative Politeness, in giving deference by using the honorifics word ?Mr.? in their utterance to show their respect and politeness to the teacher.keyword : Conversational maxims, obeying maxims, violating maxims, characters represented, politeness.
AN ANALYSIS ON TEACHERS' STRATEGIES AND ROLES IN TEACHING PHONICS IN REGENTS KINDERGARTEN SCHOOL ., NI KETUT AYU SUPUTRI; ., DR. LUH PUTU ARTINI, M.A.; ., DRS. I WAYAN SUARNAJAYA, M.A., P.hD
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan strategi mengajar yang digunakan oleh guru, peran yang dimainkan oleh guru dan kesulitan yang dialami oleh guru ketika mengajar phonics. Phonics merupakan mata pelajaran yang mengajarkan anak-anak di usia dini konsep membaca dan menulis melalui bunyi yang dihasilkan dari setiap huruf dan menghubungkan setiap bunyi pada huruf-huruf yang terdapat dalam satu kata. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi peserta dan dokumentasi. Instrumen pengumpulan data adalah foto, observasi daftar centang dan wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif naratif menerapkan model Miles dan Huberman. Kegiatan analisis data berupa reduksi data, pemaparan data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi guru dalam mengajar phonics di PAUD Regents School sesuai dengan strategi mengajar yang dipaparkan oleh Fletcher (2009), terdapat beberapa strategi mengajar tambahan yang digunakan dalam mengajar phonics yang tidak dituliskan di dalam theory. Hasil penelitian tentang peran guru juga menunjukan bahwa guru memiliki kebiasaan dalam melakukan perannya yang juga ditunjukan melalui bahasa. Temuan penelitian ini dapat diambil sebagai acuan dalam mengajar membaca dan menulis melalui pengajaran phonics di sekolah pada umumnya atau TK pada khususnya.Kata Kunci : pengajaran phonics, strategi guru, peran guru, kesulitan guru This research aimed at describing the teachers? strategies and roles in teaching phonics in PAUD Regents School Bali. Phonics is a subject which teaches children the concept of reading and writing through sounds produced by the letters and letter sound correspondences in a word. Techniques for collecting the data were participant observation, and documentation. The instruments of the data collection were photo, checklist observation, and interview guide. The data were analyzed using the descriptive narrative analysis technique applying Miles and Huberman?s model. The activities of data analysis were data reduction, data display, and conclusion drawing or verification. The results of this research showed that the teachers? strategies in teaching phonics in PAUD Regents School were suitable with the strategies recommended by Fletcher (2009). The researcher also found some strategies used by K1 teachers which were not stated in the theory. Moreover, the result of the teachers? roles observation showed that teachers showed some behaviors and language expression in doing the roles. The findings of this research can be taken as a reference in enabling the children to read and write through phonics teaching in public school in general or in Kindergarten in particular.keyword : phonics teaching, teachers? strategies, teachers? roles, teachers? difficulties
DEVELOPING PROBLEM-BASED INSTRUCTIONAL MATERIALS WITH CHARACTER INSERTION ACCORDING TO CURRICULUM 2013 FOR GRADE EIGHT OF JUNIOR HIGH SCHOOL ., NI MADE DITA SINTADEWI; ., DR. LUH PUTU ARTINI, M.A.; ., Dr. DEWA PUTU RAMENDRA, S.Pd.,M.Pd
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan materi pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengajar Bahasa Inggris menggunakan pembelajaran berbasis masalah berdasarkan kurikulum 2013 untuk siswa SMP kelas 8, menggambarkan bagaimana nilai-nilai karakter dimasukkan ke dalam pembelajaran berbasis masalah berdasarkan kurikulum 2013 untuk siswa SMP kelas 8, dan menggambarkan kualitas dari materi pembelajaran yang dikembangkan. Subyek dari penelitian ini adalah para siswa dan guru kelas 8 SMP Negeri 1 Singaraja. Penelitian ini menerapkan desain penelitian dan pengembangan yang berdasarkan teori Sugiyono (2011). Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dari penelitian ini adalah checklist, kuisioner, studi dokumen yang dianalisa secara deskriptif. Materi pembelajaran terdiri dari masalah-masalah yang diimplementasi melalui kegiatan mengobservasi, menanya, mengeksplorasi, mengasosiasikan, mengkomunikasikan. Materi pembelajaran juga mengandung karakter yang disisipkan melalui aktivitas pembelajaran yang dilaksanakan dalam proses belajar-mengajar berdasarkan metode pembelajaran berbasis masalah. Kualitas dari materi yang dikembangkan dapat dikategorikan sangat tinggi, karena nilai rata-rata yang diperoleh dari penguji ahli yaitu 4.22 ( ? 4.05). Maka dari itu, materi pembelajaran ini dapat digunakan sebagai contoh untuk melaksanakan pembelajaran berbasis masaah dengan menyisipkan karakter di SMP.Kata Kunci : Kurikulum 2013, Pembelajaran Berbasis Masalah, Karakter Pendidikan This study aimed at developing materials which could be used for teaching English using Problem-Based Learning according to Curriculum 2013 for grade eight of Junior High School, describing how Problem-Based Learning instructional materials provide for character insertion according to Curriculum 2013 for grade eight of Junior High School, and describing the quality of the developed materials. The subjects of this study were students and English teachers of grade eight in SMP Negeri 1 Singaraja. This study applied research and development design proposed by Sugiyono (2011). The instruments used to collect the data of this study were checklist, questionnaire, and document study which were analyzed descriptively. The developed materials consist of problems which were implemented through the activities of observing, questioning, exploring, associating, and communicating. The developed materials also provide for character insertion through learning activities which are conducted in teaching-learning process based on Problem-Based Learning Method. The quality of the developed materials can be categorized as excellent, since the main score obtained from the expert judges is 4.22 ( ? 4.05). Therefore, these instructional materials can be treated as a sample model for implementing Problem-Based Learning with character insertion in Junior High School.keyword : Curriculum 2013, Problem-Based Learning, Character Education
DEVELOPING RESEARCH AND DEVELOPMENT OF ENGLISH FOR SPECIFIC PURPOSES: SPECIFIC REFERENCE OF ENGLISH FOR SECRETARY ., I MADE SUTA WIJANA GIRI; ., DR. LUH PUTU ARTINI, M.A.; ., PROF. DR. NI NYOMAN PADMADEWI, M.A.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah Penelitian dan Pengembangan, karena itu berfokus pada perancangan dan pengembangan bahasa Inggris untuk materi kursus khusus untuk Sekretaris di Bali. Ada dua tujuan dari penelitian ini: (1) Untuk mengetahui bahan ajar yang perlu dikembangkan untuk sekretaris dalam meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka; (2) Untuk mengetahui kualitas materi ESP yang dikembangkan sebagai bahan ajar untuk sekretaris. Dalam membuat buku ini peneliti menggunakan model yang diusulkan oleh Sugiyono (2009). Kemudian dari hasil observasi, wawancara, dan kuesioner, peneliti membuat draft buku dengan terdiri dari 8 unit.kedelapan unit tersebut yaitu; (1) Ucapan Salam, (2) Menemukan orang, (3) Masyarakat di tempat kerja, (4) Berurusan dengan angka, (5) Mengambil dan Memberi pesan, (6) Menerima Pengunjung, (7) Form, Amplop, dan Surat, ( 8) Keterampilan membaca. Format yang ditetapkan pada setiap unit di buat sama dengan organisasi bahan dengan set gambar, grafik, audio dan proyek. Masing-masing unit memiliki fokus yang berbeda untuk meningkatkan masing-masing keterampilan berbahasa. Dalam setiap unit, ada juga informasi tambahan yang disediakan untuk memperluas pengetahuan topik tertentu. Kualitas buku ini dianalisa melalui kuesioner dari para ahli dan siswa. Evaluasi buku ini didasarkan pada model evaluasi Hutchinson dan Waters (1987) tentang buku ESP. Hasil dari kuesioner menunjukkan kualitas yang bagus dari buku ini, karena hanya ada sedikit revisi dari para ahli dan mendapat umpan balik yang positif oleh siswa. Kata Kunci : ESP, materi pengembangan, sekretaris This study is a Research and Developmentsince it focuses on designing and developing course material for English for Secretaries in Bali. Two purposes of this study are : (1) to find out the instructional materials need to be developed for secretaries in improving their English ability; (2) to find out the quality of the developed of ESP material for secretary. In designing this material, the researcher used the model proposed by Sugiyono (2009). From the result of observation, interview, and questionnaire, the researcher made draft of material in the form of a book which consists of 8 units : (1) Greeting, (2) Locating People, (3) People at Work, (4) Dealing with Numbers, (5) Taking and Giving Message, (6) Receiving Visitors, (7) Form, Envelopes, and Letter, (8) Reading Skill. The format was set on each unit to maintain the material organization with set of pictures, graphics, audio and projects. Each unit has different focus to enhance each of the language skills. In each of the unit, there is also additional information provided to broaden the knowledge of particular topic. The quality of the course book was driven from questionnaire from expert judges and prospective students. The evaluation of the course book was based on Hutchinson and Waters (1987) on ESP book evaluation. The questionnaire resulted to a high quality of the course book because there were only minor revisions from the experts and there were some positive feedbacks by the prospective students. keyword : ESP, material development, secretaries.
Eka Juniani, Ni Putu (2016). The Effect of Think Pair Share Technique on the Students’ Achievement Motivation and Writing Competency of the Seventh Grade Students of SMP N 2 Kuta Selatan ., NI PUTU EKA JUNIANI; ., DR. NI MADE RATMININGSIH, M.A.; ., DR. LUH PUTU ARTINI, M.A.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed at: (a) finding out whether or not there is a significant effect of Think Pair Share Technique on the students? achievement motivation, (b) finding out whether or not there is a significant effect of Think Pair Share Technique on the students? writing competency, (c) finding out whether or not there is a simultaneous significant effect of Think Pair Share Technique on the students? achievement motivation and writing competency. This study was an experimental study which use Post-test only control group design. The population of the study was 10 classes of which consisted of 380 students and four classes were selected as the sample of the study which consisted of 152 students. The data of the study was analyzed by using one-way ANOVA and MANOVA. The result of the data showed that there is a significant effect of Think Pair Share Technique on the students? achievement motivation, there is a significant effect of Think Pair Share Technique on the students? writing competency, and there is a simultaneous significant effect of Think Pair Share Technique on the students? achievement motivation and writing competency.Kata Kunci : Think Pair Share Technique (TPS), Achievement Motivation, Writing Competency Penelitian ini bertujuan untuk: (a) mencari tahu pengaruh teknik Think Pair Share terhadap motivasi belajar siswa, (b) mencari tahu pengaruh teknik Think Pair Share terhadap kemampuan menulis siswa,, (c) mencari tahu pengaruh teknik Think Pair Share terhadap motivasi belajar siswa dan kemampuan menulis siswa. Penelitian ini adalah penelitian experimen yang hanya menggunakan desain Post-test only control group. Populasi penelitian ini yaitu 10 kelas yang terdiri dari 380 orang murid dan 4 kelas di pilih sebagai sampel yang terdiri dari 152 murid. Data dari penelitian ini di analisis dengan menggunakan one-way ANOVA dan MANOVA. Hasil dari data yang telah di dapat menunjukkan bahwa terdapat pengaruh teknik Think Pair Share terhadap motivasi belajar siswa, terdapat pengaruh teknik Think Pair Share terhadap kemampuan menulis siswa, dan terdapat pengaruh teknik Think Pair Share terhadap motivasi belajar siswa dan kemampuan menulis siswa.keyword : Teknik Think Pair Share (TPS), Motivasi belajar, Kemampuan menulis
Tajuk Rencana Bertemakan Politik dalam Surat Kabar Bali Post (Sebuah Kajian Analisis Wacana Kritis Teun A. van Djik) ., I Gusti Ngurah Risma Junaedi; ., PROF.DR. I NYOMAN SUDIANA, M.Pd.; ., PROF. DR. I MADE SUTAMA, M.Pd.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis (1) tajuk rencana bertemakan politik dalam surat kabar Bali Post ditinjau dari dimensi teks, (2) tajuk rencana bertemakan politik dalam surat kabar Bali Post ditinjau dari dimensi kognisi sosial, dan (3) tajuk rencana bertemakan politik dalam surat kabar Bali Post ditinjau dari konteks sosial. Subjek dalam penelitian ini adalah surat kabar Bali Post, sedangkan objek dalam penelitian ini adalah tajuk rencana bertemakan politik. Data penelitian dikumpulkan dengan metode dokumentasi dan wawancara. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa, (1) tajuk rencana bertemakan politik dalam surat kabar Bali Post ditinjau dari dimensi teks didominasi oleh sistematika penulisan (pendahuluan (masalah), isi (analisis masalah) dan penutup (solusi)), elemen detail dan kata ganti, (2) tajuk rencana bertemakan politik dalam surat kabar Bali Post ditinjau dari dimensi kognisi sosial memperlihatkan bahwa, penulis/redaksi memang memiliki pengetahuan yang bagus mengenai politik, sikap netral dalam tulisan dan kenyataan juga telah ditunjukan, tetapi penulis/redaksi belum berani melakukan suatu gebrakan atas isu yang berkembang di masyarakat dan masih sebatas melihat suatu peristiwa/informasi dari satu sisi, yakni instansi yang terkait atau berwenang, (3) tajuk rencana bertemakan politik dalam surat kabar Bali Post ditinjau dari konteks sosial menunjukan bahwa Bali Post memiliki citra yang baik di mata masyarakat pembaca dalam penyampaian peristiwa melalui tajuk rencana, tidak adanya tanggapan masyarakat yang menyatakan bahwa tajuk rencana di Bali Post mengandung praktik kekuasaan kenetralan Bali Post juga terlihat dari beberapa media lain yang juga mengangkat topik yang sama dan di hari yang sama. Oleh karena itu, disarankan kepada redaksi surat kabar Bali Post agar mempertahankan netralitas dalam menampilkan sebuah tajuk rencana, mempertahankan kekonsistenan dalam hal sistematika tulisan (supra struktur) dan lebih berani menggali data terselubung dari suatu peristiwa/tokoh.Kata Kunci : Bali Post, tajuk rencana, politik, analisis wacana kritis. This study was a descriptive qualitative study which aimed to describe and analyze (1) Editorialwith politic theme in Bali Post reviewed from text demention, (2) Editorial with politic theme in Bali Post reviewed from cognition social demention, (3) Editorial with politic theme in Bali Post reviewed from social context. The subject of this study was Daily Newspaper, Bali Post, meanwhile the object was its Editorial with Politic Theme. The data were obtained through documentation and interview method. The obtained data then were analyzed using descriptive qualitative analysis method. Based on findings and discussion, it could be concluded that, (1) editorial with politic theme in Bali Post reviewed from text dimension was dominated by text structure ( opening of the case), content (case analysis), and closing ( solution) details and substitution words, (2) editorial with politic theme in Bali Post reviewed from cognitive Social dimension showed that, the writer/editor was truly had good competence about politics, neutral side in his writing, and the facts he wrote about, however he was not brave enough to do changes towards the issues spreading up in society. He still sat himself in one side about the issues or information, that is government side, (3) editorial with politic theme in Bali Post reviewed from social context showed that Bali post had good reputation among its readers proofed by how they told the issues through Editorial of Bali post. There was no comment from society who stated that Editorial of Bali post containing of authority practice. The neutrality of was also identified from other media which wrote the same issues in the same time. So, it was suggested to editors of Daily Neswpaper Bali Post to still keep steadly the neutrality in writing an editorial, keep consistency in writing structure (supra structure, and more brave to search valid data from couted issues or special persons.keyword : Bali Post, Editorial, politics,critical text analysis.