cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 358 Documents
The Effect of STAD Method upon The Eleventh Grade Students’ Reading Comprehension Based on Self Esteem at SMAN 1 Kediri Tabanan in Academic Year 2013/2014. ., I NYOMAN SWARA MERTA ADI; ., PROF. DR. NI NYOMAN PADMADEWI, M.A.; ., DR. NI MADE RATMININGSIH, M.A.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 4, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memiliki tiga tujuan, (1) Untuk mengetahui pengaruh STAD terhadap pemahaman bacaan siswa, (2) Untuk mengetahui perbedaan signifikan dari pengaruh metode STAD dan konvensional terhadap pemahaman membaca pada siswa yang tingkat evaluasi dirinya diatas rata-rata, (3) Untuk mengetahui perbedaan signifikan dari pengaruh metode STAD dan konvensional terhadap pemahaman membaca pada siswa yang tingkat evaluasi dirinya dibawah rata-rata. Terdapat 7 kelas XI yang menjadi populasi dalam penelitian ini, dengan menggunakan metode sampling acak, dua kelas dipilih sebagai sampel dari penelitian, dua kelas tersebut dibagi menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pada kelas eksperimen, siswa diajar dengan menggunakan metode STAD, sedangkan pada kelas kontrol, siswa diajar dengan metode bukan STAD. Terdapat 38 siswa pada masing masing kelas. Untuk memperoleh data, peneliti menggunakan tests pemahaman membaca yang diberikan pada akhir sesi mengajar, dan kuesioner harga diri yang diberikan pada pertemuan pertama. Dalam penelitian ini terdapat dua metode statistik yang digunakan, yaitu deskriptif dan statistik inferensial. Dalam statistik infrensial, Anova satu jalur digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dari hasil membandingkan nilai pemahaman membaca siswa di kelas STAD dan kelas konvensional. Anova satu jalur juga digunakan untuk mengalisis nilai pemahaman membaca siswa berdasarkan tingkat evaluasi diri mereka. Sebagai hasil dari penelitian ini, ditemukan; pertama, terdapat pengaruh signifikan STAD terhadap pemahaman membaca siswa, kedua, terdapat perbedaan signifikan dari pengaruh metode STAD dan metode konvensional terhadap pemahaman membaca pada siswa yang tingkat evaluasi dirinya diatas rata-rata, ketiga terdapat perbedaan signifikan dari pengaruh metode STAD dan metode konvensional terhadap pemahaman membaca pada siswa yang tingkat evaluasi dirinya dibawah rata-rata.Kata Kunci : Divisi Prestasi Tim Siswa (DPTS), harga diri, pemahaman membaca. This research had three purposes, the first was to find out the effect of STAD on the students? reading comprehension, the second was to find out the significant difference of the effect of STAD method and conventional method on eleventh grade students? reading comprehension within above-average self esteem students and the third was to find out the significant difference of the effect of STAD method and conventional method on eleventh grade students? reading comprehension within below-average self esteem students. There were 7 classes of the eleventh grade who became the population, by using intact group random sampling, two classes were chosen as the samples of the investigation and those two classes were divided into experimental class and control class. In experimental class, students were taught by using STAD method, in control class students were taught by using conventional method. There were 38 students in each class. The instruments which were used to collect the data were reading comprehension test which was administered at the end of teaching sessions and self esteem questionnaire which was administered on the first meeting. Students? self esteem scores were measured by using Revised Janis and field scales, the measurement?s result was used to classify students into above average self esteem students and below average self esteem students. In this research there were two statistical methods were applied. Those were descriptive and inferential statistics. In inferential statistic one way Anova was used to analyze the data. As the result of the research, it was found that; first, there was significant effect of STAD on students? reading comprehension, second, there was significant difference of the effect of STAD method and conventional method on students? reading comprehension within above-average self esteem students, third, there was significant difference of the effect of STAD method and conventional method on students? reading comprehension within below-average self esteem students.keyword : Students Team Achievement Divison (STAD), self esteem, reading comprehension, conventional method.
PEMOSISIAN DAN PENCITRAAN AKTOR DALAM WACANA BERITA KEKERASAN TERHADAP GURU DI INDONESIA DALAM SURAT KABAR KOMPAS DAN TEMPO Dhanayasa, Ni Luh Gede
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.887 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan dan menganalisis pemosisian aktor dalam pemberitaan kekerasan terhadap guru di Indonesia dalam surat kabar Kompas dan Tempo dan (2) mendeskripsikan dan menganalisis  pencitraan aktor dalam pemberitaan kekerasan terhadap guru di Indonesia dalam surat kabar Kompas dan Tempo. Penelitian dengan rancangan penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan berita-berita kekerasan terhadap guru di Indonesia dalam surat kabar Kompas dan Tempo sebagai subjek penelitian. Lingkup penelitian ini hanya pada berita surat kabar Kompas dan Tempo yang memuat berita- berita kekerasan terhadap guru di Indonesia dalam surat kabar Kompas dan Tempo sejak Februari hingga Maret 2018. Sementara itu, objek penelitian ini adalah pemosisian dan pencintraan aktor dalam pemberitaan kekerasan terhadap guru di Indonesia dalam surat kabar Kompas dan Tempo. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi dengan teknik baca-catat. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif mengikuti teknik analisis Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pemosisian aktor pada berita yang dianalisis menggunakan strategi eksklusi nominalisasi yang ditemukan sebanyak 9 (1%). Pengguaan strategi inklusi, dari 7 strategi yang ada ditemukan sebanyak lima strategi yang digunakan yakni 9 (24.3%) abstraksi, 12 (32.4%) kategorisasi, 7 (18.9%) identifikasi, 8 (21.6%) determinasi, dan 1 (2.7%) asimilasi. Tujuh orang aktor yang ditemukan di dalam berita semuanya dicitrakan positif atau tidak ada yang dicitrakan negatif meskipun aktor yang berstatus sebagai tersangka penganiayaan sekalipun.
PEMBELAJARAN SASTRA BERORIENTASI PENDIDIKAN KARAKTER SESUAI KURIKULUM 2013 DI KELAS VIII SMP TAWAKKAL ., IKA FEBRITA SARI; ., PROF.DR. I NENGAH SUANDI, M.Hum; ., PROF.DR. I NYOMAN SUDIANA, M.Pd.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan perencanaan pembelajaran sastra berorientasi pendidikan karakter di kelas VIII SMP Tawakkal, (2) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran sastra berorientasi pendidikan karakter di kelas VIII SMP Tawakkal, dan (3) mendeskripsikan evaluasi pembelajaran sastra berorientasi pendidikan karakter di kelas VIII SMP Tawakkal. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia dan siswa kelas VIII SMP Tawakkal. Objek Penelitian ini adalah pembelajaran sastra yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran sastra berorientasi pendidikan karakter sesuai Kurikulum 2013 di kelas VIII SMP Tawakkal. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian ini bagian perencanaan dan pelaksanaan sebagian besar terkandung adanya pendidikan karakter. Bagian evaluasi hanya pada bagian penilaian sikap. Pada perencanaan pertama dan kedua 70% terkandung adanya pendidikan karakter dan 30% tidak terkandung adanya pendidikan karakter. Pada pelaksanaan di antaranya bagian pertama 73,3% terkandung adanya pendidikan karakter dan 26,7% tidak terkandung adanya pendidikan karakter. Terakhir pada evaluasi 33,3% mengandung adanya pendidikan karakter dan 66,7% tidak mengandung adanya pendidikan karakter. Pendidikan karakter yang tampak pada pembelajaran ini di antaranya adalah religius, santun, peduli, dan percaya diri, rasa ingin tahu, mandiri, kreatif, tanggung jawab, dan bersahabat/ komunikatif.Kata Kunci : perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, pendidikan karakter This study aims to (1) describe the learning plan literature oriented character education in class VIII SMP Tawakkal, (2) describe the implementation of learning literature oriented character education in class VIII SMP Tawakkal, and (3) describe the evaluation of learning literature oriented character education in class VIII SMP Tawakkal. This research uses descriptive qualitative research design. The subjects were Indonesian teachers and students of class VIII SMP Tawakkal. The object of this research is the study of literature that includes planning, implementation, and evaluation of learning-oriented literature appropriate character education curriculum in class VIII SMP 2013 Tawakkal. This research uses methods used are observation, documentation, and interviews. The results of this study planning and execution largely contained their character education. Part evaluations only on the attitude measures. In planning the first and the second 70% contained their character education and 30% are not contained their character education. On the implementation of which the first part contained the 73.3% and 26.7% of character education is not contained their character education. Recently Reviewed evaluation 33.3% contain their character education and 66.7% did not contain any character education. Education characters that appear on learning of them are religious, polite, caring, and confident, curiosity, independence, creativity, responsibility, and friends or communicative.keyword : planning, implementation, evaluation, character education
THE EFFECT OF ‘GIST’ AND LEARNING STYLE TOWARD READING COMPREHENSION OF GRADE XI STUDENTS AT SMA DWIJENDRA BUALU IN ACADEMIC YEAR 2011/2012 PUSPAYANI S. PUTRI, AYU DIAN
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.645 KB)

Abstract

ABSTRACT Dian Puspayani S.Putri, Ayu, 2012, The Effect of Gist and Learning Style on Reading Comprehension of Grade XI Students at SMA Dwijendra Bualu in Academic Year 2011/2012, Post Graduate Program, Ganesha University of Education. This master thesis has been revised and approved by: Advisor 1. Prof. Dr. I Ketut Seken, M.A., Advisor 2. Prof. Dr. Nyoman Padmadewi, M.A. Key words: GIST, learning style, reading comprehension, conventional reading technique This study concerned with experimental research which investigated whether or not there is any effect of Generating Interaction between Schemata and Text (GIST) and learning style on reading comprehension, and to investigate the relationship between the use of GIST, conventional reading technique and learning style. This study was carried out in SMA Dwijendra Bualu on grade XI students through a 2X4 true-experimental research design where the participants were homogenously The students in experimental group were taught using GIST while the students in control group were taught using conventional reading technique.  Each group consisted of students with visual, aural, read-write, kinesthetic learning style. Therefore, there were eight groups altogether; students who were taught using GIST with visual learning style, students who were taught using conventional reading technique with visual learning style, students who were taught using GIST with aural learning style, students who were taught using conventional reading technique aural learning style. students who were taught using GIST with read-write learning style, students who were taught using conventional reading technique with read-write learning style, students who were taught using GIST with kinesthetic learning style, and students who were taught using conventional reading technique kinesthetic learning style. Post-tests were administered to all groups after the twelfth meeting. A two-way ANOVA test indicated that the experimental group students who were taught using GIST outperformed the group of students who were taught using the conventional reading technique.  However, two-way ANOVA test could not answered the significance of average data in this 2x4 factorial design. Therefore,  it was needed to use post-hoc or multiple comparison test to show the interaction from each cell of the data in this study.
Model Pembelajaran Berbasis Masalah dalam Mata Pelajaran Bahasa Indonesia pada Siswa Kelas XI UPW SMK Wira Harapan Tegal Jaya, Dalung ., NI MADE DWI ARYASTINI; ., PROF.DR. I NENGAH SUANDI, M.Hum; ., PROF.DR. IDA BAGUS PUTRAYASA, M.Pd
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 4, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) perencanaan pembelajaran berbasis masalah dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia pada siswa kelas XI UPW SMK Wira Harapan, (2) pelaksanaan pembelajaran berbasis masalah dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia pada siswa kelas XI UPW SMK Wira Harapan, dan (3) penilaian pembelajaran berbasis masalah dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia pada siswa kelas XI UPW SMK Wira Harapan. Rancangan penelitiannya adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah seorang guru Bahasa Indonesia dan siswa kelas XI UPW SMK Wira Harapan berjumlah 40 orang. Objek penelitian ini adalah model pembelajaran berbasis masalah, khususnya perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian pembelajaran. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi dan observasi. Data dianalisis melalui langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan. Hasil penelitian menunjukkan (1) perencanaan pembelajaran berbasis masalah dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia sudah disusun secara sistematis dan terorganisasi dengan baik sesuai dengan pedoman perencanaan pembelajaran, (2) pelaksanaan pembelajaran mengikuti sintak model pembelajaran berbasis masalah yaitu penyampaian konsep dasar, pendefinisian masalah, pembelajaran mandiri, pertukaran pengetahuan, serta penilaian dan ciri pembelajaran menggunakan model pembelajaran berbasis masalah adalah adanya pemberian masalah kepada siswa kemudian masalah tersebut dihubungkan dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, (3) penilaian pembelajaran dilakukan pada tiga aspek, yaitu aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan dan pengolahan nilainya dilakukan dengan mencari nilai akhir pada setiap aspek kemudian dikonversikan untuk mendapatkan predikat. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran terlaksana dengan baik serta sesuai dengan model pembelajaran berbasis masalah dan Kurikulum 2013.Kata Kunci : PBM, perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran This study aimed at describing (1) the planning of problem-based learning in Indonesian lesson in class XI UPW student of SMK Wira Harapan, (2) the implementation of problem-based learning in Indonesian lesson in class XI UPW student of SMK Wira Harapan, and (3) the problem-based learning assessment in Indonesian lesson in class XI UPW student of SMK Wira Harapan. This study was designed in the form of descriptive qualitative research. The subjects of the study were an Indonesian teacher and 40 students of XI UPW at SMK Wira Harapan. The object of the study was a model of problem-based learning, especially lesson plan, activity, and assessment. The data were collected by using documentation method and classroom observation. The data were analyzed by using the steps of data reduction, data presentation, and inference. The results showed that (1) planning problem-based learning in subjects Indonesian already arranged in a systematic and well organized in accordance with the guidelines for instructional planning, (2) the implementation of learning follow the syntax problem-based learning models: the basic concept, defining the problem, independent learning, exchange of knowledge, also the assessment and learning characteristics of problem-based learning model was the grant of a problem to the students and then the problems associated with knowledge and skills in Indonesian subject, (3) the assessment of learning was done in three aspects, namely the attitude, knowledge, and skills and processing the value was done by looking at every aspect of the final value then converted to obtain the predicate. Based on these results it can be concluded that the planning, implementation, and assessment of learning were performing well and appropriate with the model of problem-based learning and the Curriculum 2013.keyword : PBL, lesson plan, activity, and assessment of learning
KORELASI PENGUASAAN KALIMAT EFEKTIF DAN PERSEPSI SISWA TERHADAP CARA MENGAJAR GURU DENGAN KEMAMPUAN MENGEMBANGKAN PARAGRAF PADA SISWA KELAS XI SMA N 1 SIKUR ., SYAMSUL WATHONI; ., Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Korelasi Penguasaan Kalimat Efektif dan Persepsi Siswa terhadap Cara Mengajar Guru dengan Kemampuan Mengembangkan Paragraf. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan tes dan kuesioner. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik statistik regresi dan korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penguasaan kalimat efektif diperoleh sebesar 18.73 dengan simpangan baku sebesar 1.743, dikatakan baik. (2) persepsi siswa terhadap cara mengajar guru, diperoleh sebesar 92,30, dengan simpangan baku sebesar 13.030, hasil ini menunjukkan cukup. (3) kemampuan mengembangkan paragraf diperoleh sebesar 72,88 dengan simpangan baku sebesar 9,961, hasil ini menunjukkan baik. (4) pengaruh penguasaan kalimat efektif dan persepsi siswa terhadap cara mengajar guru secara bersama-sama terhadap kemampuan mengembangkan paragraf terdapat korelasi yang signifikan dengan koefisien determinasi Ry(i,2,3)2 = (0,261)2 = 0,068 atau 6,8%. Berdasarkan analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa ada korelasi yang signifikan penguasaan kalimat efektif, dan persepsi siswa terhadap cara mengajar guru dengan kemampuan mengambangkan paragraf siswa kelas XI SMAN 1 Sikur. Kabupaten Lombok Timur Provinsi, Nusa Tenggara Barat.Kata Kunci : Penguasaan Kalimat Epektif, Persepsi Siswa, Cara Mengajar Guru, Kemampuan Mengembangkan Paragraf This research aims at investigating the correlation between the mastery of effective sentence and studentsâ?? perception on the way of teacher teaching and the ability of developing paragraph. The data were collected by using tests and questionnaire. The data were analyzed using regression and correlation statistic technique. The result of the research shows that: (1) the mean score of the mastery of effective sentence is 18.73 with the standard deviation of 1.743, which is considered as good, (2) the mean score of 92,30 with the standard deviation of 13.030, which is considered as adequate, (3) the mean score of the ability of developing paragraph is 72.88 with the standard deviation of 9,961 which is considered as good, (4) there is a correlation of the mastery of effective sentence and studentsâ?? perception on the way of teacher teaching simultaneously on the ability of developing paragraph with determination coefficient Ry(1,2,3)2 = (0.261)2 = 0.068 or 6.8%. based on those analysis, it can be concluded that there is a significant correlation between the mastery of effective sentence and studentsâ?? perception on the way of teacher teaching and the ability of developing paragraph of eleventh grade students of SMAN 1 Sikur, East Lombok regency, Nusa tenggara Barat.keyword : the mastery of effective sentence, studentsâ?? perception, the way of teacher teaching, the ability of developing paragraph
Analisis Framing Pemberitaan Kaum Migran dalam Surat Kabar Jawa Pos dan Kompas serta Efeknya bagi Pembaca ., TITAN RATIH BESTARI; ., PROF.DR. I NENGAH SUANDI, M.Hum; ., PROF. DR. I MADE SUTAMA, M.Pd.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 6, No 1 (2017):
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan framing pemberitaan kaum migran dalam surat kabar Jawa Pos dan Kompas dan (2) mendeskripsikan efek framing bagi pembaca surat kabar tersebut. Subjek penelitian ini menggunakan berita seputar kaum migran yang dimuat Jawa Pos dan Kompas sejak Mei hingga Oktober 2015 serta para narasumber (pelanggan harian tersebut) yang diwawancarai. Sementara itu, objek penelitian ini adalah framing pemberitaan kaum migran dalam harian Jawa Pos dan Kompas serta efek framing bagi pembaca kedua media tersebut. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi dan metode wawancara. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunaan teknik analisis deskriptif kualitatif yang meliputi reduksi data (penyaringan berita yang tidak representatif terhadap tujuan penelitian), penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) berita-berita kaum migran dalam Jawa Pos dan Kompas mengandung strategi framing dilihat dari unsur: (a) struktur sintaksis, meliputi unit headline; lead; latar informasi; dan kutipan sumber; (b) struktur skrip, meliputi unsur 5W+1H; (c) struktur tematik, meliputi unit detail informasi; koherensi; bentuk kalimat, dan kata ganti; (d) struktur retoris, meliputi unit leksikon, metafora, dan grafis; serta (2) framing memberikan efek bagi pembaca, yaitu memobilisasi massa; menggiring pembaca pada ingatan tertentu; serta membentuk perasaan, pendapat, sikap, dan penawaran solusi dari diri pembaca. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa Jawa Pos maupun Kompas terbukti benar telah membuat framing dalam pemberitaannya terkait kaum migran melalui struktur sintaksis, skrip, tematik, dan retoris; dan framing memberikan efek bagi para pembaca kedua harian tersebut. Peneliti menyampaikan beberapa saran sebagai berikut: (1) peneliti lain perlu mengadakan penelitian lanjutan terkait strategi atau pendekatan dari model lain yang belum dikaji dalam penelitian ini; (2) peneliti lain dapat melakukan penelitian sejenis pada media lain, baik media cetak atau elektronik, maupun media lokal atau nasional, dan juga terhadap fokus pemberitaan yang lain; (3) akan lebih baik jika penelitian pada masa mendatang dilakukan oleh berbagai pihak dari berbagai lintas ilmu disipliner sehingga analisis dan hasil penelitian yang diperoleh bisa lebih akurat, tajam, dan mendalam.Kata Kunci : framing, efek, berita kaum migran This study aimed at (1) describe the framing technique in reporting news about migrants in Jawa Pos and Kompas newspaper, and (2) describe the effect of framing technique for readers of Jawa Pos and Kompas newspaper. The subject of the study used the news of migrants which were published in Jawa Pos and Kompas newspaper from May until October 2015, and the sources (the regulars of Jawa Pos and Kompas) who were interviewed. Meanwhile, the object of this study was the framing technique in reporting the news of migrants in Jawa Pos and Kompas newspaper and also the impact of this framing technique for the regulars of these two newspapers. The data were collected by using the documentation method and interview method. The collected data then were analyzed by using a qualitative descriptive analysis technique that includes the reduction of data (filtering news that is not representative of the purpose of the study), data presentation, and drawing the conclusions. The results of this study indicate that (1) the news of migrants in Jawa Pos and Kompas contains strategies of framing which can be seen from elements: (a) the syntax structure, involve the unit of headline; lead; information background; and sources of; (b) the script structure, involve the elements of 5W+1H; (c) the thematic structure, involve the unit of information detail; coherence; sentences form; and the pronoun; (d) the rhetorical structure, involve the lexicon unit; methapora; and graphics; and (2) the framing gives effects to the reader, which is mobilizing the masses or readers; lead the reader to a specific memory; and forming feelings, opinions, attitudes, and the solution offer from the reader. Based on these findings, we can conclude that the Jawa Pos and Kompas have been proved to use the framing technique in reporting the news related to migrants through the structure of the syntax, script, thematic, and rhetorical; and the framing technique surely give effects to the reader of these two newspapers. The researcher expresses some suggestions as follows: (1) other researchers need to conduct an advanced research in regards to the strategies or approaches of the other models that have not been examined in this study; (2) other researchers can conduct similar research on other media, whether printed or electronic media, as well as either the local or national media, and also focus on the other news; (3) it would be better if the future studies conducted by various parties of various cross-disciplinary sciences that the analysis and the obtained study results can be more accurate, sharp and deep.keyword : framing, effect, news of migrants
Classroom Interaction of English as an Additional Language (EAL) in Primary Level at Canggu Community School: A Study Based on a Conversation Analysis Theory. Thesis. Language Education Departement, Postgraduate Program, Ganesha University of Education. Astiti, Gusti Ayu Ketut
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.456 KB)

Abstract

ABSTRACT Astiti Gusti Ayu Ketut (2012), Classroom Interaction of English as an Additional Language (EAL) in Primary Level at Canggu Community School: A Study Based on a Conversation Analysis Theory. Thesis. Language Education Departement, Postgraduate Program, Ganesha University of Education. This thesis has been approved by advisor I : Prof Dr Ni Nyoman Padmadewi, M.A and Advisor II: Prof. Dr. I Ketut Seken, M.A. Key words: classroom interaction, conversation analysis, turn-taking organization, sequence organization, repair organization This study analyzed the classroom interaction of English as an Additional Language (EAL) in Primary level at Canggu Community School. This study followed a qualitative description of case study which uses Conversation Analysis to analyze the talk-in interaction in terms of turn-taking organization, sequence organization and the repair organization. The subjects of the study were an EAL teacher and EAL students who come from different classrooms in Primary level. The methods of data collection in this study were audio and video recording of classroom interaction, observation and interview with the teacher. The data of this study were obtained from the five lessons of five different groups. The main data were in the form of classroom interaction transcriptions.  This study revealed that in terms of turn-taking organization, the personal solicit was the dominant solicit that occurred and the general solicit was the least dominant. The study also revealed that students made self-selections to take a turn. In terms of the sequence organization, the most common classroom interaction that occurred was Initiation-Response-Feedback (IRF)?sequence where the talk was initiated by the teacher and also by the students. In terms of the repair organization, other-initiated other-repair (OIOR) was the dominant type of repair that occurred in these EAL groups, in which most of the repairs were made by the teacher without giving much chance to the students to uptake the repair after the teacher. Based on the result of this study, it was concluded that in classroom interaction, how the turn-taking, sequence and repair were organized were vital components to enhance the learning of EAL students to improve their English proficiency and could increase their confidence in the classroom by having more chance to take a turn in discussion and also initiated the topic and conversation. Besides that the students need to have more opportunities to uptake the correct language after the repairs from the teacher. ABSTRAK Astiti Gusti Ayu Ketut (2012). Interaksi Kelas pada Pembelajaran Bahasa Inggris sebagai Bahasa Tambahan Tingkat Dasar di Canggu Community School: Studi dengan Menggunakan Analisis Percakapan. Tesis. Departement Pendidikan Bahasa, Pasca Sarjana, Universitas Pendidikan Ganesha. Tesis ini sudah disetujui dan diperiksa oleh: Pembimbing : Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi, M.A. dan Pembimbing II: Prof. Dr. I Ketut Seken, M.A. Kata-kata kunci: interaksi kelas, percakapan analisis, organisasi mengambil giliran, organisasi rangkaian, organisasi perbaikan Studi ini fokus pada interaksi kelas pada pembelajaran Bahasa Inggris sebagai bahasa tambahan pada tingkat dasar (English as an Additional Language)-EAL di Canggu Community School. Ini merupakan studi kasus dengan pemaparan kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah seorang guru EAL dan para siswa EAL yang berasal dari lima grup. Penelitian ini menggunakan Analisis Percakapan (Conversation Analysis) dalam menganalisis data. Data penelitian didapatkan dari rekaman video dan suara interaksi kelas, observasi dan melakukan wawancara dengan guru EAL. Data utama berupa lima transkripsi percakapan dari lima kelas yang berbeda. Analisis data menunjukkan bahwa organisasi bergiliran (turn-taking organization) yang paling banyak muncul adalah guru menunjuk murid untuk mendapat kesempatan berbicara. Data tentang organisasi rangkaian interaksi (sequence organization) didapatkan bahwa guru lebih banyak memulai interaksi dan memperkenalkan topik pada siswa, tetapi topik dan inisiatif juga bisa dimulai dari siswa. Data tentang organisasi perbaikan (repair organization), menunjukkan bahwa kebanyakan perbaikan (repair) datangnya dari guru, di mana kurang kesempatan bagi siswa untuk memperbaiki kesalahan bahasa mereka. Dari analisis data dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa di dalam interakasi kelas guru seharusnya lebih banyak memberikan kesempatan siswa untuk berusaha aktif sendiri yang mana di dalam studi ini guru berusaha memberikan kesempatan yang sama kepada setiap siswa untuk berbicara dengan cara menunjuk siswa. Demikian juga halnya dalam rangkaian interaksi dan pengaturan perbaikan kesalahan, dengan adanya kesempatan bagi siswa memulai berinteraksi lebih banyak dan mendapat kesempatan dalam memperbaiki kesalahan bahasa diharapkan dapat meningkatkan kemampuan penggunaan bahasa Inggris mereka.
ANALISIS RPP GURU KELAS VIII.1 SEMESTER I SMP NUSA DUA BADUNG TAHUN 2014/2015 BERDASARKAN KURIKULUM 2013 ., NI KOMANG SRIYANI; ., PROF.DR. I WAYAN RASNA, MPd.; ., PROF. DR. I NENGAH MARTHA, M.Pd
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 4, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ketepatan pengambilan KD berdasarkan KI, kecocokan KD dengan indikator, kesesuaian langkah-langkah pembelajaran dengan model pembelajaran, kecocokan soal dengan indikator, dan pengembangan rubrik soal yang dibuat dalam RPP kelas VIII.1 semester 1 SMP Nusa Dua. Penelitian ini dirancang menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan sumber data yang di dapat dari RPP Bahasa Indonesia Kelas VIII SMP Nusa Dua Badung tahun pelajaran 2014/2015.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ketepatan pengambilan KD berdasarkan KI dalam 3 RPP sudah sesuai. Kesemua butir KD itu sudah mencerminkan empat KI. Yang berbunyi kompetensi dasar (KD) dalam silabus berfungsi mengarahkan guru mengenai target yang harus dicapai dalam pembelajaran kompetensi inti (KI). Kecocokan kompetensi dasar (KD) dengan indikator dalam 3 RPP sudah sesuai. Dalam RPP terlihat antara rumusan kompetensi dasar (KD) diambil dari butir indikator. indikator hasil belajar adalah ciri penanda ketercapain kompetensi dasar. Kesesuaian model pembelajaran dengan langkah-langkah pembelajaran belum sesuai. Terlihat bahwa terdapat 4 model pembelajaran dalam salah satu RPP tetapi pada bagian langkah-langkah pembelajaran hanya dicantumkan tiga saja. Model pembelajaran digunakan oleh guru mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar pembelajaran yang diinginkan hendak tercapai. Kecocokan soal dengan indikator dalam RPP sudah tepat. Terlihat dari soal yang dibuat oleh guru sudah mencerminkan cakupan indikator. Ada salah satu RPP yang soalnya membahas tentang teks tertulis dan indikator di RPP tersebut yaitu bunyinya siswa mendeskripsikan gambar yang diperlihatkan oleh guru . Siswa sebagai sarana pencapaian kompetensi dasar dan akan dinilai dengan menggunkan istrumen penilaian yang disusun berdasarkan indikator pencapaian belajar dan tujuan pembelajaran. Pengembangan rubrik soal dalam RPP hanya berupa essay saja dan tidak ada soal yang lain. Dalam RPP guru hanya mencantumkan jawaban disertakan gambar. Kemudian dari sana siswa disuruh mendeskripsikan/menjelaskan dari gambar yang diperlihatkan oleh guru. Dapat disimpulkan bahwa RPP yang dibuat oleh guru bahasa Indonesia kelas VIII semester 1 sudah mengikuti pedoman kurikulum 2013, namun ada beberapa keliruan yang dibuat oleh guru. Guru disarankan lebih sering mengikuti pembekalan atau Musyawarah Guru Pertama Pelajaran (MGMP) kurikulum 2013 Kata Kunci : RPP Guru, Kurikulum 2013, SMP This present study aims to describe the accuracy decision of basic competence based on the core competence, the compatibility of basic competence and the indicator, the suitability of learning model and the learning steps, the capability of question and indicator, and the development of rubric question that written in the lesson plan of the eighth grade I students of AMP Nusa Dua Badung. This present study was designed by using qualitative descriptive analysis which data sources obtained from the lesson plan of Indonesian of the eighth grade I students in semester I of SMP Nusa Dua Badung in academic years 2014/2015. The data was collected by documenting and interviewing. The results showed that the accuracy decision of basic competence in three lesson plan is appropriate. It showed from the lesson plan that have been studied, in which all items of the basic competence already reflected four core competencies in the curriculum 2013. The compatibility of basic competence and indicator in three lesson plan was appropriate. It wasseen inthe lesson plan betweenthe formulation ofbasic competenceis takenfrom thepointindicator. Therefore, thebasiccompetenciesare appropriateindicators. The suitabilityof learning modeland thelearning stepshave not beenappropriate. It was showed that there arefourmodels oflearninginone of theRPPbuton thelearning stepslistedonlythree. One stepof the fourth learning model wasnotincluded. The compatibilityof questionandindicatorsin the lesson planwere correct. It was seenfrom theproblemcreated bythe teacherreflects thecoverageindicator. There wasoneof lesson planwhichcontained aboutthe writtentextandindicatorsdescribedthat thestudentreadthe imagedisplayed bythe teacherthroughthe media, then thestudent answeredbased ontheir knowledge. The development of rubric question in the lesson plan was onlyessays. Inthe lesson plan, the teacheronly includedanswersandpictures. Then, the studentswere told todescribeandexplain the picture that shownbythe teacher. Thus, it can be concludedthat thelesson plan thatmade byIndonesianteacher of the eighth grade students in semester Ihas followed theguidelinesin curriculum 2013, butthere weresome confusions that made bythe teacher. The teachers were encouraged to active in joining debrie fingor First Teacher Councilin curriculum 2013. keyword : Teacher lesson plans , curriculum 2013, Junior high school
SESENGGAK SASAK DITINJAU DARI SEGI BENTUK, FUNGSI, DAN MAKNA ., SAMSUL JAYADI; ., Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.181 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan (1) bentuk sintaksis yang berkaitan dengan frasa, klausa, dan kalimat, (2) makna semantik, dan (3) fungsi pragmatik yang terdapat dalam sesenggak Sasak. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data primr dalam penelitian ini dari buku kumpulan sesenggak Sasak karya Drs. H. L. Muhammad Azhar, SH Msi, yang berupa dokumen data sesenggak Sasak sebanyak 150 data. Kemudian sumber data sekundernya adalah hasil wawancara dengan para tokoh masyarakat penutur sesenggak Sasak, berupa penjelasan-penjelasan yang berkaitan dengan makna, fungsi, tujuan dan konteks sesenggak digunakan. Objek penelitian difokuskan pada bentuk, makna, dan fungsi sesenggak. Teknik dokumentasi digunakan untuk memperoleh data primer, dan teknik wawancara untuk memperoleh data sekunder. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif dan disajikan dalam bentuk deskriptif. Kegiatan analisis data terdiri atas (1) reduksi data, (2) penyajian data, (3) Verifikasi. Ada tiga temuan dalam penelitian ini, yaitu (1) sesenggak Sasak dari sisi bentuk sintaksis terdiri atas frasa nominal, frasa verbal, frasa ajektival, frasa adverbial, frasa numeral, dan frasa preposisional. Kemudian terdapat juga klausa yang meliputi: klausa nominal, klausa verbal, klausa bilangan, dan klausa depan. Berikutnya ditemukan juga kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat. (2) sesenggak Sasak yang mengandung aspek makna semantis berupa makna konotatif, sosial, afektif, reflektif dan kolokatif. (3) Analisis fungsi menunjukkan bahwa fungsi pragmatik bahasa yang muncul dalam sesenggak Sasak meliputi: fungsi informasional, ekspresif, direktif, dan estetik. Kata Kunci : sesenggak, form, function, and meaning This study aims to analyze and describe (1) syntaxtic form related to phrase, clause, and sentence which are found in sesenggak sasak. (2) Semantics meaning, (3) and Pragmatic function. This study is a descriptive research in which it applies qualitative analysis. The procedure of overcoming the problem applied in this study was library observation, then the data were analyzed and interpated by giving conclusion. The research results indicate that: (1) Syntactic form of sesenggak Sasak consists of: Phrase which covers noun phrase, verb phrase, adjective phrase, adverb phrase, numerical phrase, and prepositional phrase. Then, clause covers noun clause, verb clause, numerical clause, and prepositional clause, (2) semantics form of sesenggak Sasak consists of: konotation meaning, social, affective, reflective, and collocative, (3) function analysis shows that pragmatic function appears in Sesenggak Sasak cwhich covers: informational, expressive, directive, and estatic function. Meanwhile, another language function which is not used in Sesenggak Sasak is Fatic function. keyword : sesenggak, form, function, and meaning