cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 358 Documents
DEVELOVING CHARACTER BASED ENGLISH MATERIALS FOR THE NINTH GRADE STUDENTS OF JUNIOR HIGH SCHOOL IN SMP NEGERI 1 PETANG SUARDANA, I MADE
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.774 KB)

Abstract

ABSTRACT This study is a Research and Development study (R&D) which aimed at developing character based English material for the ninth grade students of Junior High School in SMP Negeri 1 Petang. The development model used in this study was adapted from the development model by Sugiono (2011). The research was started by analyzing the existing English material used by the teacher and the students of grade IX of SMP Negeri 1 Petang to obtain the weaknesses of the English material being used in the school. The result of the analysis showed that the existing materials suffered from several flaws, such as; the absence of explicit statements about character aspects that need to be included in students? activities, lack of use of clear instructions and examples that supported the clarity of the materials, and the monotonous content and lay-out. These weaknesses were concluded from the result of the questionnaire analysis and observation which found that only 33% the existing materials comply with the teachers? need. Based on the problems, the researcher developed new design of character based English materials which complies with the School Based Curriculum with character building, the criteria of good English material and also the teacher and students? respond through the use of questionnaires. The final product of this research was the character based English material completed with compact disc (CD) for listening material.   Key Words: character building, School Based Curriculum, research & development (R&D)
PENGARUH SIKAP BAHASA DAN MOTIVASI BELAJAR BAHASA TERHADAP PRESTASI BAHASA INDONESIA SISWA KELAS III SMP DAN III SMA PESERTA BIMBINGAN BELAJAR TRITON DENPASAR ., PUTU AYU MERTASARI PINATIH; ., PROF. DR. I MADE SUTAMA, M.Pd.; ., PROF.DR. I NENGAH SUANDI, M.Hum
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan sikap bahasa siswa terhadap bahasa Indonesia, (2) mendeskripsikan motivasi belajar bahasa siswa terhadap bahasa Indonesia, dan (3) mendeskripsikan ada tidaknya pengaruh sikap bahasa dan motivasi belajar bahasa terhadap prestasi bahasa Indonesia siswa kelas III SMP dan III SMA peserta bimbingan belajar Triton Denpasar. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas III SMP dan III SMA yang mengikuti bimbingan belajar di Triton Denpasar, yaitu 1719 siswa. Penetapan sampel menggunakan metode probability sampling dengan teknik proposif ramdom sampling. Penelitian ini dirancang dalam bentuk penelitian ex-post facto. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner untuk mencari data sikap bahasa dan motivasi belajar serta menggunakan teknik dokumentasi untuk mencari nilai siswa. Data dianalisis dengan menggunakan uji regresi ganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) sikap bahasa siswa kelas III SMP dan III SMA peserta bimbingan belajar Triton Denpasar cenderung negatif terhadap bahasa Indonesia, (2) motivasi belajar bahasa Indonesia siswa kelas III SMP dan III SMA peserta bimbingan belajar Triton Denpasar cenderung rendah, dan (3) terdapat pengaruh sikap bahasa dan motivasi belajar bahasa terhadap prestasi bahasa Indonesia siswa kelas III SMP dan III SMA peserta bimbingan belajar Triton Denpasar sebesar 79% untuk kelas III SMP dengan determinasi efektif sikap bahasa sebesar 51,35% dan determinasi efektif motivasi belajar bahasa sebesar 27,65%, sedangkan untuk kelas III SMA sebesar 52% dengan determinasi efektif sikap bahasa sebesar 25,48% dan determinasi efektif motivasi belajar bahasa sebesar 26,52%.Kata Kunci : sikap bahasa, motivasi belajar bahasa, prestasi bahasa Indonesiar The purposes of this study are (1) to describe language attitude of students having in learning bahasa Indonesia, (2) to describe the motivation of students in learning bahasa Indonesia, (3) to describe the influence of language attitude and motivation in learning bahasa Indonesia upon achievement of third grade of junior high school and third grade of senior high school students in Triton Denpasar (learning course). Population of this study is all of students in third grade of junior high school and third grade of senior high school students who takes course in Triton Denpasar Learning Course in period 2015/2016, 1719 students all together. The method of sampling uses Probability Sampling with proposif ramdom sampling technique. This research is designed in a form of Ex-post Facto research. The data are collected by using questionnaire to find students language attitude and motivation in learning, and documentation to collect students score. The analysis of data uses double regression test. The result of this study shows that (1) the language attitude of research participation on bahasa Indonesia is tend to negative, (2) the motivation of learning of the participant is tend to low, (3) it is found the influence of of language attitude and motivation in learning Bahasa Indonesia of the research participant, for third grade of junior high school students, 79% with effective discrimination of language attitude 51,35% and effective discrimination of language learning motivation 27,65%.keyword : language attitude, language learning motivation, achievement in Bahasa Indonesia
THE EFFECT OF JIGSAW II AND STUDENTS-TEACHER RELATIONSHIP ON STUDENTS’ READING COMPREHENSION ., I GUSTI AYU WARDHANI; ., Prof. Dr. A. A. I. Ngurah Marhaeni,MA; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.378 KB)

Abstract

Studi eksperimen ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh Jigsaw II dan hubungan siswa dan guru terhadap membaca komprehensif siswa kelas sebelas SMAN 1 Denpasar pada tahun ajaran 2013/2014. Penelitian ini menggunakan rancangan 2x2 faktorial. 92 siswa dilibatkan sebagai sampel penelitian. Mereka dipilih dengan teknik sampling acak. Data membaca komprehensif siswa dikumpulkan melalui tes pilihan ganda sedangkan data hubungan siswa dan guru dikumpulkan dengan kuesioner. Data membaca komprehensif siswa dianalisis dengan ANAVA dua jalur (Analisis Varian). Temuan penelitian ini adalah a) Jigsaw II berpengaruh secara signifikan terhadap membaca komprehensif siswa, b) terdapat interaksi yang signifikan antara metode pengajaran (Jigsaw II dan konvensional) dan tingkat hubungan siswa dan guru (tinggi dan rendah) terhadap membaca komprehensif siswa, c) bagi siswa yang memiliki hungan tinggi dengan guru, Jigsaw II berpengaruh secara signifikan terhadap membaca komprehensifnya, d) bagi siswa yang memiliki hungan rendah dengan guru, Jigsaw II tidak berpengaruh secara signifikan terhadap membaca komprehensifnya.Kata Kunci : Jigsaw II, hubungan siswa dan guru, membaca komprehensif This experimental study aimed at investigating the effect of Jigsaw II and students-teacher relationship on reading comprehension of eleventh grade students of SMAN 1 Denpasar in the academic year 2013/2014. This research applies 2x2 factorial design. 92 students were selected as sample through random sampling. Data of students? reading comprehension were collected by using multiple choice tests and the students-teacher relationship were collected by questionnaire. The data of students? reading comprehension were analyzed statistically by two-way ANOVA (Analysis of Variance) at 5% significance level. This research discovers (a) there was a significant difference in reading comprehension between the students taught by using Jigsaw and those who taught by using conventional method, (b) there was a significant interaction effect of teaching method (Jigsaw and conventional method) and students-teacher level (high and low levels) on students? reading comprehension, (c) there was a significant difference in reading comprehension between students having high relationship with their teacher taught by using Jigsaw and those taught by using conventional method, and (d) there was no significant difference in reading comprehension between students having low relationship with their teacher between the students? taught by using Jigsaw and those taught by using conventional method.keyword : Jigsaw II, student-teacher relationship, reading comprehension
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS KARAKTER BANGSA PADA SISWA SMK NEGERI 2 TABANAN Yusana, D.M. Wardika; Putrayasa, I.B.; Sudiana, N.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.459 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan (1) perencanaan pembelajaran, (2) pelaksanaan pembelajaran, dan (3)  evaluasi pembelajaran bahasa Indonesia berbasis pendidikan karakter bangsa di SMK Negeri 2 Tabanan. Subjek penelitian ini adalah  guru bahasa Indonesia kelas X,XI,XII. Pengumpulan data menggunakan metode dokumen untuk mendapatkan data  berupa RPP, observasi dan wawancara untuk mendapatkan data tentang pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan prosedur analisis data kualitatif yakni reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) perencanaan pembelajaran bahasa Indonesia berbasis pendidikan karakter bangsa dikembangkan secara bervariasi oleh guru. (2) Pelaksanaan pembelajaran  bahasa Indonesia berbasis pendidikan karakter bangsa belum sepenuhnya diterapkan guru. (3) Evaluasi pembelajaran  bahasa Indonesia, nilai pendidikan karakter bangsa belum diterapkan oleh guru. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran bahasa Indonesia berbasis karakter  bangsa pada Siswa SMK Negeri 2 Tabanan belum sepenuhnya dilaksanakan guru.   Kata kunci : pembelajaran bahasa Indonesia, penerapan, nilai karakter bangsa     ABSTRACT This research used a qualitative descriptive design that aims to describe and explain (1) lesson planning, (2) the implementation of learning, and (3) evaluation of learning based on national character education in SMK Negeri 2 Tabanan.The subject of this research is,  Indonesian teachers of X, XI, XII class. Data collection used the document method to get the data in the form of lesson plans, observation and interviews to obtain data on the implementation and evaluation of learning. Analysis of the data in this research used the qualitative data analysis procedure such as data reduction, data display, and conclusion / verification. The results showed that (1) planning- Indonesian learning based on national character education developed variously by teacher. (2) The implementation of Indonesian learning based on national character education teacher has not been fully implemented. (3)The evaluation of Indonesian learning, the value of the national character education has not been applied by the teacher. It can be concluded that Indonesian learning based on national character on the students of SMK Negeri 2 Tabanan has not been fully implemented by the teachers. Keywords: learning Indonesian, the application, the value of the nation's character
KEMAMPUAN GURU MELAKSANAKAN PENILAIAN AUTENTIK DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA KELAS VII SMP NEGERI 9 DENPASAR TAHUN AJARAN 2015/2016 ., NI LUH PUTU RATIH KARTIKA DEWI; ., PROF.DR. IDA BAGUS PUTRAYASA, M.Pd; ., PROF. DR. I NENGAH MARTHA, M.Pd
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dengan rancangan deskriptif evaluatif ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran dan penjelasan mengenai (1) kemampuan guru merencanakan penilaian autentik dalam pembelajaran bahasa Indonesia pada kelas VII SMP Negeri 9 Denpasar; (2) kemampuan guru melaksanakan penilaian autentik dalam pembelajaran bahasa Indonesia pada kelas VII SMP Negeri 9 Denpasar; dan (3) hambatan-hambatan yang dialami guru dalam merencanakan dan melaksanakan penilaian autentik dalam pembelajaran bahasa Indonesia pada kelas VII SMP Negeri 9 Denpasar. Subjek penelitiannya adalah satu orang guru bahasa Indonesia pada kelas VII SMP Negeri 9 Denpasar. Objek dalam penelitian ini adalah pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia dengan menggunakan penilaian autentik yang meliputi, penilaian autentik dalam perencanaan pembelajaran bahasa Indonesia. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dokumentasi (untuk memperoleh data kemampuan guru merencanakan penilaian autentik), observasi (untuk memperoleh data kemampuan guru melaksanakan penilaian autentik), dan wawancara (untuk memperoleh data hambatan-hambatan guru dalam merencanakan dan melaksanakan penilaian autentik). Data dianalisis secara deskriptif evaluatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Guru mendapat skor 84 dengan predikat sangat baik dalam merencanakan penilaian autentik; (2) Guru mendapat skor 88 dengan predikat sangat baik dalam melaksanakan penilaian autentik; dan (3) hambatan guru dalam merencanakan dan melaksanakan penilaian autentik adalah pembuatan rubrik, penyusunan soal yang banyak, penilaian sikap sering terlupakan, dan format yang terlalu rumit membuat guru kewalahan dalam melaksanakan penilaian. Berdasarkan temuan-temuan dan hasil pembahasan, dapat disimpulkan bahwa (1) guru memiliki kemampuan yang baik dalam merencanakan penilaian autentik dalam pembelajaran bahasa Indonesia pada kelas VII SMP Negeri 9 Denpasar; (2) guru memiliki kemampuan yang baik dalam melaksanakan penilaian autentik dalam pembelajaran bahasa Indonesia pada kelas VII SMP Negeri 9 Denpasar; (3) Meskipun guru sudah masuk dalam kategori baik, tetapi masih ada hambatan dalam merencanakan penilaian autentik, yaitu membuat rubrik, penyusunan soal yang terlalu banyak untuk mewakili setiap indikator, dalam melaksanakan penilaian autentik, yaitu penilaian sikap sering terlupakan, format yang terlalu rumit. Saran secara praktis bagi guru, hendaknya penilaian autentik disusun dan dilaksanakan dengan baik. Kata Kunci : kemampuan guru, penilaian autentik, pembelajaran bahasa Indonesia. Evaluative research with descriptive design aims to get an overview and explanation of (1) the ability of teachers to plan an authentic assessment in learning Indonesian language in class VII SMP Negeri 9 Denpasar; (2) the ability of teachers to implement authentic assessment in learning Indonesian language (Bahasa) in class VII SMP Negeri 9 Denpasar; (3) the barriers experienced by teachers in planning and implementing authentic assessment in learning Indonesian language in class VII SMP Negeri 9 Denpasar. This research in an Indonesian teacher in class VII SMP Negeri 9 Denpasar. The object of this research is the implementation of learning the Indonesian language by using authentic assessment covering, authentic assessment in lesson planning Indonesian language. Method that is used to collect data is the documentation (to obtain data on the ability of teachers to plan an authentic assessment), observations (to obtain data on the ability of teachers implement authentic assessment), and interviews (to obtain data on barriers teachers in planning and implementing authentic assessment). Data were analyzed descriptively evaluative. The results of this study indicate that (1) Teachers got a score of 84 with honors very well in planning an authentic assessment; (2) Teachers got a score of 88 with honors very well in implementing authentic assessment; and (3) the constraints of teachers in planning and implementing authentic assessment rubric is the manufacture, preparation of questions that a lot, often forgotten, the assessment, and the format is too complicated to make it difficult to carry out the assessment of teachers. Based on the findings and results of the discussion, it can be concluded that (1) the teacher has a good ability to plan an authentic assessment in learning Indonesian language in class VII SMP Negeri 9 Denpasar; (2) the teacher has a good ability to implement authentic assessment in learning Indonesian language in class VII SMP Negeri 9 Denpasar; (3) although the teacher had been categorized as good, but still there are obstacles in planning for authentic assessment, it is so create rubrics, preparation of questions that are too many represent each indicator, in implementing authentic assessment, assessment of attitudes often forgotten, the format is too complicated. Practical advice for teacher, authentic assessment should be prepared an implemented.keyword : the ability of teachers, authentic assessment, Indonesian learning.
THE EFFECT OF RECIPROCAL TEACHING WITH SELF CORRECTION ON THE 8th GRADE STUDENTS’ READING COMPETENCY AT SMPN 6 DENPASAR ., GUSTI AYU PUTU OLIARNI; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra, M.Sc., Ph.; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed at investigating whether there is a significant difference in reading competency between a) the students, b) good readers, c) poor readers who are treated by using reciprocal teaching with self correction and those who are treated by using reciprocal teaching with teacher?s correction. This study was an experimental study recruiting 104 students as the sample of the research. Post-test only comparison group design was applied as the research design. The data obtained from the post test were analyzed by using descriptive and inferential statistic analysis. Through the descriptive analysis, it was found that the mean score of the group who were taught by using reciprocal teaching with self correction was higher than those who were taught by using reciprocal teaching with teacher?s correction. It means that the students who were treated by using reciprocal teaching with self correction is better than those who were taught by using reciprocal teaching with teacher?s correction, good readers who were thought by using reciprocal teaching with self correction is better than those who were taught by using reciprocal teaching with teacher?s correction, poor readers who were treated by using reciprocal teaching with self correction is also better than who were taught by using reciprocal teaching self correction. These findings provide empirical evidence of the importance to consider strategy and types of correction in teaching reading.keyword : Reading competency, Reciprocal teaching, Self correction
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING TERHADAP PEMAHAMAN BACAAN DITINJAU DARI KONSEP DIRI AKADEMIK SISWA Noriasih, Ni Ketut
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.327 KB)

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengaruh penerapan model pembelajaran Reciprocal Teaching terhadap pemahaman bacaan pada siswa kelas VII SMP Lab. Undiksha ditinjau dari konsep diri akademik tahun pelajaran 2011/2012. Penelitian ini melibatkan populasi sebanyak 96 siswa yang diwakili oleh 64 siswa sebagai sampel. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara Random Sampling. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik undian untuk memilih kelas eksperimen dan kelas kontrol. Uji kesetaraan kelompok terhadap nilai pada waktu pemetaan kelas dilakukan dengan uji-t, dengan hasil tidak ada perbedaan yang signifikan antarkelompok (t= 1,08, p<0,05). Penelitian ini adalah jenis eksperimen semu dengan desain post test only control group dan menggunakan rancangan analisis faktorial 2 x 2. Data konsep diri dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner konsep diri dengan reliabilitas tes sebesar 0,836. Data mengenai pemahaman bacaan dikumpulkan dengan menggunakan tes pemahaman bacaan dengan koefisien reliabilitas 0,81. Selanjutnya, data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan ANAVA dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) terdapat perbedaan pemahaman bacaan siswa yang mengikuti model pembelajaran reciprocal teaching dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (FA = 5,584; p<0,05), 2) tidak terdapat perbedaan pemahaman bacaan siswa yang mengikuti model pembelajaran Reciprocal Teaching dan yang mengikuti model pembelajaran konvensional pada kelompok siswa yang memiliki  konsep diri tinggi (F = 1,697; p>0,05), 3) terdapat perbedaan pemahaman bacaan siswa yang mengikuti model pembelajaran Reciprocal Teaching dan yang mengikuti model pembelajaran konvensional pada kelompok siswa yang memiliki konsep diri rendah (F= 4,565; p<0,05), dan 4) tidak ada pengaruh interaksi antara model pembelajaran terhadap pemahaman bacaan ditinjau dari konsep diri akademik siswa (F = 0,123; p> 0,05). Berdasarkan temuan di atas disimpulkan bahwa model pembelajaran Reciprocal Teaching berpengaruh terhadap penguasaan bacaan siswa. Untuk siswa yang memiliki konsep diri tinggi, baik untuk model  pembelajaran Reciprocal Teaching maupun konvensional tetap lebih unggul dari siswa yang memiliki konsep diri rendah. Kata kunci: model reciprocal teaching, pemahaman bacaan, dan konsep diri akademik  
An Analysis of Speech Act used by Male and Female Students in Teaching Learning English at Primary Level of Universal School Denpasar ., NI LUH RANIATI; ., PROF. DR. PUTU KERTI NITIASIH, M.A.; ., PROF. DR. I NYM. ADI JAYA PUTRA, M.A.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisa (1) jenis-jenis tindak tutur yang dihasilkan siswa laki-laki dan perempuan di sekolah Universal dan (2) fungsi tindak tutur yang dihasilkan siswa laki-laki dan perempuan di sekolah Universal. Di sini, teori Searle (1979) digunakan sebagai teori pokok dalam menganalisa jenis-jenis tindak tutur dan teori Leech (1983) untuk fungsi tindak tutur. Subjek penelitian berjumlah 16 yang terdiri dari 8 siswa laki-laki dan 8 perempuan. Untuk memperoleh data, ada tiga metode yang digunakan, yaitu: pengamatan, merekam dan mencatat. Sementara ada tiga instrumen yang digunakan yaitu, peneliti sendiri, lembar pengamatan dan perekam video. Data yang diperoleh dianalisa dengan menggunakan pendekatan deskriptive kualitatif. Penelitian ini menghasilkan dua temuan sesuai tujuan penelitian. pertama, jenis speech act yang sering dihasilkan adalah direktif, yang diikuti oleh representatif, komisif, ekspresif dan deklarasi. Secara spesifik, (1) perempuan lebih banyak menghasilkan direktif daripada laki-laki, (2) perempuan lebih banyak menghasilkan asertif daripada laki-laki, (3) perempuan lebih banyak menghasilkan komisif daripada laki-laki, (4) perempuan lebih banyak menghasilkan ekspresif daripada laki-laki dan (5) baik laki-laki maupun perempuan tidak menghasilkan deklarasi dalam berkomunikasi. Kedua, anak laki-laki dan perempuan paling banyak menggunakan tindak tutur dengan fungsi kompetitif, disusul fungsi kolaboratif, fungsi keramahtamahan, dan fungsi konfliktif. Secara spesifik, (1) perempuan lebih sering menggunakan tindak tutur sebagai fungsi kompetitif daripada laki-laki, (2) perempuan lebih sering menggunakan tindak tutur sebagai fungsi kolaboratif daripada laki-laki, (3) perempuan lebih sering menggunakan tindak tutur sebagai fungsi keramahtamahan daripada laki-laki dan (4) laki-laki lebih sering menggunakan tindak tutur sebagai fungsi konfliktif daripada perempuan. Kata Kunci : jenis tindak tutur, fungsi tindak tutur, gender This study aimed at describing and analyzing the types of speech act produced by male and female students and the functions of speech act produced by male and female students in Universal School Denpasar. Here, theory of Searle (1979) is used as the grand theory for analysis of speech act type and Leech (1983) is used for the function of speech act. The research was conducted at Universal School Denpasar. The subjects of the research are 16 students consisting of 8 male students and 8 female students. To obtained the intended data, three methods were used, namely: observation, recording, and note taking. There are three instruments used, namely: researcher, observation sheet and video recorder. The data obtained were analyzed by using descriptive qualitative method. This research discovers two findings as the aims of this research. First, the most frequent speech act types used by male and female children is directive, which are followed by representative, commisive, expressive, and declaration. Specifically, (1) female uses more directive than male, (2) female uses more representative than male, (3) female uses more commisive than male, (4) female uses more expressive than male, and (5) both male and female do not use declaration in their communication. Second, male and female children mostly create speech act for the competitive function, which are followed by collaborative function, convivial function, and conflictive function. Specifically, (1) female uses more speech act than male for competitive function, (2) female uses more speech act than male for collaborative function, (3) female uses more speech act than male for convivial function, and (4) male uses more speech act than female for conflictive function.keyword : type of speech acts, function of speech act, gender
Politeness Strategies Used By Native and Non Native English Teachers in EFL Teaching In Dyatmika School ., I DEWA PUTU BAYU PRADNYA PARAMITHA; ., PROF. DR. I KETUT SEKEN, M.A.; ., PROF. DR. I NYM. ADI JAYA PUTRA, M.A.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini di lakukan di sekolah Dyatmika sebagai sekolah dengan program bilingual. Mengingat sekolah Dyatmika memiliki para siswa dan guru yang datang dari berbagai kebangsaan serta budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) jenis strategi kesantunan yang digunakan oleh guru penutur asli dan bukan guru penutur asli dalam pengajaran dan pembelajaran bahasa Inggris. (2) jenis motif kesopanan yang digunakan oleh guru penutur asli dan bukan guru penutur asli bahasa Inggris dalam pengajaran dan pembelajaran bahasa inggris dan (3) perbedaan guru penutur asli dan bukan guru penutur asli dalam strategi kesopanan yang digunakan dalam kelas multikultural. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Adapun data pada penelitian ini didapat dari percakapan pada proses belajar dan mengajar di dalam kelas. Data analisis menggunakan strategi kesantunan oleh Brown dan Levinson (1987). Hasil penelitian menunjukan guru penutur asli lebih dominan menggunakan strategi kesantunan yang menyatakan terus terang (bald on Record) dan di dukung dengan motif motivasi, sedangkan bukan guru penutur asli lebih dominan menggunakan strategi kesantunan positif dan di dukung dengan motif ekstrinsik (lingkungan). Dan juga ditemukan beberapa perbedaan yang terjadi dalam kelas multikultural, yang didapatkan dari hasil pengamatan, wawancara dengan guru penutur asli dan bukan guru penutur asli Bahasa Inggris dan siswa.Kata Kunci : strategi kesantunan, motif, perbedaan This study was carried out at Dyatmika School as a school with bilingual program. Since Dyatmika School provided as a setting where the students and teacher come from different nationalities. This study aimed at finding out (1) The kinds of politeness strategies are used by the Native and Nonnative English teacher in the English teaching and learning activities. (2) The Native and Nonnative teacher?s motives of using politeness strategies in the English teaching and learning activities. (3) The differences of politeness strategies used by Native and Nonnative English teachers in Dyatmika School, in term of strategies used in teaching multicultural student. This study used a descriptive qualitative. The data were taken from the conversations of the teaching and learning process in the classroom. The data were analyzed by using Politeness Strategies by Brown & Levinson (1987). The results indicated that Native English teacher mostly dominant used bald on record and supported by the motivation motive, while the Nonnative English teachers mostly dominant used positive politeness strategy and supported by environment motive (extrinsic motive). And also found some differences that occur in multicultural class that obtained from observations interviews with the both Native and Nonnative English teachers and students. keyword : politeness strategies, motives, differences
An Analysis Of The Cohesion And Coherence In The Ninth Grade Students' Narrative Writings In SMP Negeri 2 Banjar ., PIPIT OLVA ANDAYANI; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Drs. Asril Marjohan,MA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pipit Olva Andayani. 2014. An Analysis Of The Cohesion And Coherence In The Ninth Grade Students? Narrative Writings In SMP Negeri 2 Banjar. Thesis, Department of Language Education, Graduate Program, Ganesha University of Education Thesis. Language Education. Postgraduate Study Program, Ganesha University of Education. Advisors: (I) Prof.Dr.Ketut Seken, M.A, Advisor (II) Dr. Asril Marjohan, M.A This study aimed at describing the cohesion and coherence aspect of English narrative writing created by the ninth grade students of SMP Negeri 2 Banjar. The aims were to describe and explain the problems encountered by the students in their narratives. This study used qualitative research design. The subjects of this study were the ninth grade students of SMP Negeri 2 Banjar in academic year 2013/2014. The obtained data were in the form of scripts of students? narrative writings, responses of the students? questionnaire and script of teachers? interview. The data were analyzed by using the theory of Halliday and Hasan (1976). The findings of the study showed that (1) the cohesion of the narratives was achieved by the use of cohesive devices. Those devices were: reference (personal, demonstrative, comparative), substitution (verbal, clausal), ellipsis (verbal), and conjunction (additive, adversative, causal, temporal), reiteration and collocation (lexical devices). (2) The coherence of the narratives was achieved through the development of themes, and the generic structure. (3) Some problems of coherence identified were the problems with reference (personal, demonstrative), conjunction (additive, adversative, causal, temporal) and limited choice of lexical item. Kata Kunci : cohesion, coherence, narrative Pipit Olva Andayani. 2014. Analisis kohesi dan koherensi tulisan narasi siswa kelas Sembilan SMP Negeri 2 Banjar. Tesis Program Studi Bahasa, Pascasarjana, Universitas Pendidikan Ganesha Tesis. Program Studi Bahasa. Pascasarjana. Universitas Pendidikan Ganesha. Pembimbing (I) Prof.Dr.Ketut Seken,M.A, Pembimbing (II) Dr. Asril Marjohan, M.A Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kohesi dan koherensi pada tulisan narasi yang ditulis oleh siswa kelas IX SMP Negeri 2 Banjar. Penelitian ini juga bertujuan untuk menggambarkan dan menjelaskan masalah-masalah yang ditemukan dalam tulisan narasi siswa. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX SMP Negeri 2 Banjar tahun ajaran 2013/2014. Data diperoleh melalui tulisan narasi siswa, kuisioner siswa dan interview guru. Data yang diperoleh dianalis berdasarkan teori Halliday and Hasan (1976). Temuan pada penelitian ini menunjukkan (1) kohesi dari teks narasi yang diciptakan dengan menggunakan piranti. Piranti tersebut diantaranya; referensi (personal, demonstratif, komparatif), substitusi (verbal, clausal), ellipsis (verbal), konjungsi (penambahan, pertentangan, sebab-akibat, urutan) (piranti grammatical), pengulangan dan kolokasi (piranti leksikal). (2) Koherensi teks narasi diciptakan dengan pengembangan ide utama dari teks itu yang didukung oleh ide setiap paragraph, penggunaan generic structure dari teks narasi. (3) Beberapa masalah dalam koherensi yang diidentifikasi dalam karangan siswa yaitu menyangkut penggunaan referensi (personal, demonstratif), konjungsi (penambahan, pertentangan, sebab-akibat, urutan) dan pemilihan kata dari leksikal item. keyword : kohesi, koherensi dan tulisan narasi