cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 176 Documents
PENGARUH PENDEKATAN ACCELERATED LEARNING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA DITINJAU DARI MOTIVASI BERPRESTASI ., LUH MADE PURNAMI RAHAYU; ., PROF.DR. SARIYASA, M.Sc.,P.hD; ., DR. I WAYAN SADRA, M.Ed.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 4, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan accelerated learning terhadap pemahaman konsep matematika siswa ditinjau dari motivasi berprestasi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan faktorial 2 2 yang dilaksanakan di SMP Negeri 2 Gianyar dengan melibatkan sampel sebanyak 64 siswa. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Data motivasi berprestasi diperoleh melalui angket motivasi berprestasi dan data pemahaman konsep matematika siswa diperoleh melalui tes pemahaman konsep matematika. Data yang telah terkumpul, dianalisis menggunakan ANAVA dua jalur, dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitian ini adalah: (1) pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pendekatan accelerated learning lebih baik dari pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (Qhit = 2.94, Qtabel = 2.83); (2) terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dan motivasi berprestasi terhadap pemahaman konsep matematika siswa (F hit = 25.060, α = 0.05), pada siswa yang memiliki motivasi berprestasi yang tinggi, pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan accelerated learning lebih baik daripada pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (Qhit = 7.08, Qtabel = 2.83) sedangkan pada siswa yang memiliki motivasi berprestasi yang redah, pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional lebih baik daripada pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pendekatan accelerated learning (Qhit = 2.93, Qtabel = 2.83).Kata Kunci : Pendekatan accelerated learning, pemahaman konsep matematika dan motivasi berprestasi The purpose of this research was to knew the effect of accelerated learning approach towards the comprehension of mathematical concepts in terms of achievement motivation. This research was quasi experimental with experimental group 2 × 2 factorial design research conducted at SMP Negeri 2 Gianyar and involved a sample of 64 students. Selection of classes conducted by simple random sampling technique. Data of achievement motivation is obtained by achievement motivation questionnaire and data of student’s comprehension of mathematical concepts is obtained through comprehension of mathematical concepts test. The collected data were analyzed by using two-way ANAVA technique, followed by Tukey's test. The results showed that: (1) the student’s comprehension of mathematical concepts who joined learning process using accelerated learning approach was better than the student’s comprehension of mathematical concepts who joined learning process using conventional learning (Qhit = 2.94, Qtabel = 2.83); (2) there was an interaction between learning approach and achievement motivation on student’s comprehension of mathematical concepts (F hit = 25.060, α = 0.05), the student who had high achievement motivation, their comprehension of mathematical concepts which was attained through accelerated learning approach was better than that attained through conventional learning (Qhit = 7.08, Qtabel = 2.83) but the student who had low achievement motivation, their comprehension of mathematical concepts which was attained through conventional learning was better than that attained through accelerated learning approach (Qhit = 2.93, Qtabel = 2.83).keyword : accelerated learning approach, comprehension of mathematical concepts, achievement motivation.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TREFFINGER BERBANTUAN TUGAS BERJENJANG TERHADAP SELF EFFICACY DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS XI SMK WIRA HARAPAN ., NI PUTU MEINA AYUNINGSIH; ., PROF. DR. I NENGAH SUPARTA, M.Si.; ., PROF. DR. I MADE ARDANA, M.Pd.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 4, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah : (1) self efficacy matematika siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Treffinger berbantuan tugas berjenjang lebih baik atau tidak dari self efficacy siswa yang mendapat pembelajaran konvensional, (2) kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Treffinger berbantuan tugas berjenjang lebih baik atau tidak dari kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang yang mendapat pembelajaran konvensional, (3) terdapat self efficacy dan kemampuan pemecahan masalah matematika secara simultan antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Treffinger berbantuan tugas berjenjang dengan siswa yang mendapat pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan rancangan posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMK Wira Harapan Tahun ajaran 2014/2015 dengan jumlah anggota 637 orang yang terdiri dari kelompok pariwisata sebanyak 12 kelas dan kelompok TI sebanyak 4 kelas. Sampel penelitian diambil dengan menggunakan teknik two stages cluster sampling. Data dalam penelitian ini adalah self efficacy matematika siswa yang dikumpulkan dengan menggunakan angket dan data kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dikumpulkan dengan tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif berdasarkan uji-t 1 ekor untuk hipotesis 1 dan hipotesis 2, dan uji MANOVA untuk hipotesis 3. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa : (1) self efficacy matematika antara siswa yang mengikuti model pembelajaran Treffinger berbantuan tugas berjenjang lebih baik dari self efficacy matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional, (2) kemampuan pemecahan masalah matematika antara siswa yang mengikuti model pembelajaran Treffinger berbantuan tugas berjenjang lebih baik dari kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional, (3) terdapat perbedaan self efficacy dan kemampuan pemecahan masalah matematika secara simultan antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Treffinger berbantuan tugas berjenjang dengan siswa yang mendapat pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Treffinger, tugas berjenjang, self efficacy dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. This study aimed at determining whether: (1) self efficacy of students who learned using the task-assisted Treffinger learning model graded is better or not than the student who learned in the conventional method, (2) mathematical problem solving ability of students who learned through the task-assisted Treffinger learning model graded is better or not than the student who were in the conventional method of teaching, (3) there are differences in mathematics self efficacy and problem solving skills ability simultaneously mathematics between students who learned with Treffinger assisted learning model graded assignments with students who got conventional method as the way of learning. This research is a quasi experimental design with posttest only control group design. The population of this study was all students of eleventh grade of SMK Wira Harapan in the academic year 2014/2015 consists of 637 students who are divided into some groups: 12 classes of tourism and 4 classes of IT. Sample was taken using two stages cluster sampling technique. The data of self efficacy mathematics students collected is using a questionnaire. The data mathematics problem solving ability of students which were gathered using a test the ability of solving mathematical problems. The data were analyzed descriptively by using t-test one-tailed for hypothesis 1 and hypothesis 2, while the third hypothesis using MANOVA. The data analysis showed that: (1) self efficacy between students who take mathematics learning model Treffinger aided graded assignment are better than mathematics self efficacy of students who take conventional learning (2) the ability of mathematical problem solving among students who take Treffinger assisted learning model graded task are better than the mathematical problem solving ability of students who take conventional learning, (3) self efficacy and problem solving skills among students who take mathematics learning model Treffinger aided graded task are better than the students who followed the conventional method of learning.keyword : Model Treffinger assisted learning task tiered, self efficacy and mathematical problem solving ability students.
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH BERORIENTASI MASALAH MATEMATIKA TEBUKA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DITINJAU DARI KETERAMPILAN METAKOGNITIF SISWA KELAS VII SMP SAPTA ANDIKA DENPASAR TAHUN PELAJARAN 2013/2014 ., NI PUTU DEWI PRAYANTI; ., Dr.I Wayan Sadra,M.Ed; ., Prof. Dr. Phill.I Gst. Putu Sudiarta, M.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.054 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ada tidaknya pengaruh strategi pembelajaran pemecahan masalah berorientasi masalah matematika terbuka terhadap kemampuan pemecahan masalah ditinjau dari keterampilan metakognitif. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu dengan rancangan vaktorial 2 x 2. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Sapta Andika Denpasar pada semester genap Tahun Ajaran 2013/2014. Sampel penelitian ditentukan dengan random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner keterampilan metakognitif dan tes kemampuan pemecahan masalah. Data yang telah dikumpul dianalisis dengan menggunakan ANAVA dua jalur. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) terdapat pengaruh strategi pembelajaran pemecahan masalah berorientasi masalah matematika terbuka terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa, (2) terdapat pengaruh strategi pembelajaran pemecahan masalah berorientasi masalah matematika terbuka terhadap kemampuan pemecahan masalah pada siswa dengan keterampilan metakognitif tinggi, (3) terdapat pengaruh strategi pembelajaran pemecahan masalah berorientasi masalah matematika terbuka terhadap kemampuan pemecahan masalah pada siswa dengan keterampilan metakognitif rendah, dan (4) Tidak terdapat interaksi antara strategi pembelajaran dan keterampilan metakognitif terhadap kemampuan pemecahan masalah. Kata kunci : strategi pembelajaran pemecahan masalah, masalah matematika terbuka, keterampilan metakognitif,   kemampuan pemecahan masalah.  The pourpose of this research  was to study the influence of open-ended problem solving learning strategy towards mathematics problem solving ability in terms of student’s metacognitive skills. The type of this research was a quasi experimental research using 2x2 factorial design. The population of this research was the second semester of grade VII of the students at SMP Sapta Andika Denpasar in academic year 2013/2014. Sampling was done by applying random sampling technique. Two packages of test namely the metacognitive skills test and mathematics problem solving test were used to gather the data. Data of metacognitive skills and  mathematics problem solving were analyzed by tow ways of ANAVA.  The results showed that: (1) open-ended problem solving learning strategy had an influence towards mathematics problem solving ability, (2) there was an influence of open-ended problem solving learning strategy towards mathematics problem solving ability of high metacognitive skills, (3) there was an influence of open-ended problem solving learning strategy towards mathematics problem solving ability of low metacognitive skills, and (4) there was no interaction between learning strategy and metacognitive skills towards mathematics problem solving ability. Keywords : open-ended problem solving learning strategy, open-ended problem, metacognitive skills, mathematics problem solving ability.
Pembelajaran dengan Visual Scaffolding untuk Mengembangkan Kemampuan Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Terbuka pada Materi Fungsi Kuadrat. ., NI LUH TIA RAHMAWATI; ., PROF. DR. I NENGAH SUPARTA, M.Si.; ., DR. GEDE SUWEKEN, M.Sc.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang suatu lintasan pembelajaran dengan visual scaffolding pada materi fungsi kuadrat. Peneliti menitikberatkan pada kemampuan siswa menyelesaikan masalah terbuka. Pembelajaran ini disertai dengan penggunaan media pembelajaran geogebra untuk membantu siswa mengeksplorasi konsep fungsi kuadrat. Penelitian ini menggunakan design research dengan tiga tahapan yang meliputi penelitian awal, implementasi dan analisis retrospektif. Data terkait dengan aktivitas dan strategi yang digunakan siswa dalam menyelesaikan masalah yang diberikan selama pembelajaran berlangsung dikumpulkan melalui jawaban tertulis siswa di LKS, hasil post test, wawancara dan observasi yang kemudian dianalisis secara deskriptif. Rumusan akhir lintasan pembelajaran dari penelitian desain ini memiliki tahapan sebagai berikut : (1) mengeksplorasi karakteristik grafik fungsi kuadrat dengan memanipulasi media visual, (2) mengeksplorasi titik potong grafik fungsi kuadrat dengan memanipulasi media visual, (3) mengeksplorasi titik puncak grafik fungsi kuadrat dengan memanipulasi media visual, (4) menemukan kemungkinan jawaban permasalahan open ended dengan memanipulasi media visual. Dari temuan yang diperoleh, dapat disimpulkan pembelajaran dengan menggunakan visual scaffolding dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan menyelesaikan permasalahan open ended.Kata Kunci : masalah terbuka, visual scaffolding, fungsi kuadrat This research aims at designing a learning trajectory with visual scaffolding on quadratic functions. The study emphasized the student’s ability on solving open-ended problems. This learning is supported by the use of instructional media GeoGebra to help students to explore the concept of quadratic function. Design research was deliberately chosen as the method of this study, with the following three steps: preliminary research, teaching implementation and retrospective analysis. The data related to student’s activities and strategies that students used to solve the given problems during learning processes were collected using student’s written works on some worksheets, post tests, interviews and observations. Final learning trajectory of this research has four steps: (1) exploring characteristic of quadratic function graph by manipulating visual media, (2) exploring intersection point of quadratic function graph with x-axes by manipulating visual media, (3) exploring vertex point of quadratic function graph by manipulating visual media, (4) finding possible solutions in solving open ended problems by manipulating visual media. The results showed that visual scaffolding was able to develop the students’ ability on solving open ended problems on quadratic function materials.keyword : open-ended problems, visual scaffolding, quadratic function
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN DISCOVERY BERBANTUAN MASALAH TERBUKA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT ., NI WAYAN SUNITA; ., Dr.Gede Suweken,M.Sc; ., Prof. Dr. Phill.I Gst. Putu Sudiarta, M.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran discovery berbantuan masalah terbuka terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika ditinjau dari adversity quotient. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu dengan rancangan faktorial 2 × 2 yang dilaksanakan di SMP Negeri 2 Sukawati dengan melibatkan sampel sebanyak 60 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner adversity quotient dan tes pemecahan masalah. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan uji Anava dua jalur. Hasil penelitian ini adalah: (1) kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti strategi pembelajaran discovery berbantuan masalah terbuka lebih baik dari kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti strategi pembelajaran discovery; (2) kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang memiliki adversity quotient tinggi lebih baik dari kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang memiliki adversity quotient rendah; (3) terdapat interaksi antara strategi pembelajaran discovery dan adversity quotient terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika. Sehubungan dengan temuan penelitian ini, disarankan agar strategi pembelajaran matematika discovery berbantuan masalah terbuka lebih dikembangkan sebagai salah satu inovasi dalam pembelajaran matematika. Kata Kunci : Strategi Pembelajaran Discovery, Masalah Terbuka, Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika, dan Adversity Quotient The purpose of the research is to know the influence of the discovery learning strategy using open-ended problem on mathematics problem solving ability in terms of adversity quotient. The research is quasi experimental research with 2 × 2 factorial design conducted at SMP N 2 Sukawati and involved a sample of 60 students. The instruments used in this research are adversity quotient questionnaire and problem-solving test. The data which has been collected were analyzed using two ways Anava. The results showed that: (1) mathematics problem solving ability of students who take the learning process of discovery strategy using open-ended problem was better than students who take the strategy of discovery learning; (2) mathematics problem solving ability at students with high adversity quotient was better than students with low adversity quotient; (3) there was an interaction between the strategy of discovery learning and the adversity quotient of mathematics problem solving ability. In line with the findings of this research, it is suggested that discovery learning strategy using open-ended problem is further developed as one of the innovations in learning mathematics.keyword : Discovery Learning Strategy, Open-Ended Problem, Mathematics Problem Solving Ability, and Adversity Quotient
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN VISUAL BERBENTUK KOMIK DENGAN LATAR PEMBELAJARAN KOOPERATIF UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA SEKOLAH DASAR BERDASARKAN KURIKULUM 2013 ., IDA AYU IKA TRISNA DEWI; ., PROF. DR. I MADE ARDANA, M.Pd.; ., PROF. DR. I NENGAH SUPARTA, M.Si.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh karakteristik media pembelajaran visual berbentuk komik yang berkualitas valid, praktis dan efektif serta untuk mengetahui proses pembelajaran menggunakan media pembelajaran visual berbentuk komik dengan latar pembelajaran kooperatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang menggunakan model pengembangan produk dari Plomp. Hasil penelitian menunjukkan media pembelajaran yang dikembangkan telah memenuhi kualitas valid, praktis, dan efektif. Hasil uji validitas menunjukkan validitas Media Pembelajaran, RPP, dan Buku Petunjuk Penggunaan Media untuk Guru dalam kategori valid. Media pembelajaran memenuhi kualitas praktis yang didasarkan pada hasil observasi terhadap keterlaksanaan media pembelajaran dan penilaian diskusi kelompok yang memenuhi kategori baik serta respon guru dan siswa menunjukkan respon positif. Efektivitas media pembelajaran dapat dikatakan efektif yang didasarkan pada hasil tes prestasi belajar siswa berada pada kategori baik dan motivasi belajar siswa berada pada kategori tinggi. Adapun karakteristik media pembelajaran yang dikembangkan diantaranya, 1) Penyajian materi matematika dikemas dalam dialog antar tokoh yang dirangkai dalam suatu alur cerita dan dilengkapi dengan ilustrasi gambar full colours yang menarik, 2) unsur visual yang dipakai adalah gambar kartun yang bersifat statis, 3) berpusat pada siswa karena siswa dituntut untuk membaca cerita secara utuh, 4) informasi yang disajikan dapat diolah kembali oleh siswa, dan 5) menyajikan beberapa simbol matematika beserta dengan artinya melalui dialog dengan bahasa yang mudah dipahami. Sedangkan proses pembelajaran yang terjadi memiliki karakteristik diantaranya 1) penyajian informasi awal mengenai materi yang akan dipelajari dengan pengenalan suatu masalah awal berkaitan dengan materi matematika pada cerita komik yang akan diamati sehingga siswa tertarik mengikuti pembelajaran, 2) kegiatan membaca komik menyenangkan bagi siswa sehingga siswa tertarik mengamati gambar dan teks beserta perhitungan matematika yang disajikan secara utuh dari awal sampai akhir cerita, 3) kegiatan diskusi kelompok menimbulkan interaksi sosial dan percaya diri siswa untuk menemukan solusi dari masalah matematika, 4) adanya visual gambar dan teks/dialog akan memudahkan siswa untuk ikut aktif mengkonstruksi konsep matematika dalam pikirannya, 5) kegiatan presentasi akan dapat membiasakan siswa untuk mengkomunikasikan hasil kerja kelompoknya.Kata Kunci : media pembelajaran visual berbentuk komik, pembelajaran kooperatif, motivasi belajar matematika This study was aimed at obtaining the characteristics of visual learning media of comic form that was valid, practical, and effective to know the process of implementing this learning media with cooperative learning as the background. This was developmental study that used Plomp’s product developmental model. This study showed that the developed learning media has fullfilled to be valid, practical, and effective. The result of validity test showed that the learning media, lesson plans, and guidance book of using media for teacher was categorized as valid. The learning media showing practical quality was based on the result of observation towards its implementation and the assessment of group discussion showed good category and teacher and students showed positive response. The effectiveness of the learning media could be said as effective based on the result of students’ achievement test in good category and students’ learning motivation in high category. The characteristics of the learning media that was developed were 1) the mathematic material was presented in form of dialogue between characters in a story plot and completed with interesting full-color picture illustration, 2) the visual unsure used was static cartoon picture, 3) it was student-centered because they were demanded to read the story comprehensively, 4) the information presented could be re-used by students, 5) presented some mathematic symbols along with the meaning through the dialogue using understandable language. Meanwhile, the learning process showed its characteristics such as 1) the presentation of preliminary information regarding to the material learned with the introduction of preliminary problem related to the mathematic materials in comic so that the students were interested to follow the learning, 2) the activity of reading comic was interesting for students so they were interested to observe the pictures and texts along with the mathematic calculation presented from the beginning to the end of the story, 3)the activity of group discussion inflicted social interaction and self-confidence for students to find the solution of the problem, 4) constructed the concept of mathematic in their thoughts, 5) the presentation would accustom the students to communicate their group result.keyword : visual learning media of comics form, cooperative learning, mathematics’ learning motivation
TINGKAT KECEMASAN DAN APRESIASI MATEMATIKA DITINJAU DARI GENDER PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI SEKECAMATAN POCO RANAKA BARAT, KABUPATEN MANGGARAI TIMUR TAHUN AJARAN 2013/2014 ., SEBASTIANUS FEDI; ., Prof. Drs. Sariyasa,M.Sc., Ph.D; ., Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.573 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Mendeskripsikan tingkat kecemasan dan apresiasi matematika siswa kelas VIII SMP negeri sekecamatan Poco Ranaka Barat, (2) mengetahui perbedaan tingkat kecemasan dan apresiasi matematika ditinjau dari gender pada siswa kelas VIII SMP negeri sekecamatan Poco Ranaka Barat. Jenis penelitian ini adalah deskriptif-kuantitatif. Populasi penelitian adalah 560 siswa kelas VIII SMP negeri sekecamatan Poco Ranaka Barat-Manggarai Timur-NTT, tahun ajaran 2013/2014. Jumlah sampel 228 siswa, yakni 114 siswa laki-laki dan 114 siswa perempuan yang diambil dengan teknik proporsional random sampling.Data yang diambil adalah kecemasan matematika dan apresiasi matematika siswa.Data dikumpulkan dengan angket dan wawancara.Data dianalisis dengan uji-t dan uji Kolmogorof-Smirnov. Hasil penelitian adalah: (1) kecemasan matematika siswa berada pada tingkat sedang (48,00 ≤ X1 < 72,00) dengan nilai rata-rata 63,69; (2) apresiasi matematika siswa berada pada tingkat sedang (24,00≤ X2
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MISSOURI MATHEMATICS PROJECT (MMP) BERORIENTASI PERMASALAHAN MATEMATIKA KONTEKSTUAL TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 9 DENPASAR DITINJAU DARI PENALARAN FORMAL ., PUTU NOVITA SANTIKA DEWI; ., DR. I WAYAN SADRA, M.Ed.; ., PROF. DR. I MADE ARDANA, M.Pd.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran MMP berorientasi permasalahan matematika kontekstual terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa ditinjau dari penalaran formal. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitiannya menggunakan desain faktorial 2 x 2. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Denpasar. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling dimana sampel yang diperoleh berjumlah 106 siswa. Data penalaran formal dikumpulkan melalui tes penalaran formal dan data kemampuan pemecahan masalah matematika dikumpulkan melalui tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Data yang telah diperoleh dianalisis menggunakan analisis varians (ANAVA) dua jalur dengan bantuan program SPSS 16.0 for windows pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran MMP berorientasi permasalahan matematika kontekstual lebih tinggi daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, (2) terdapat interaksi antara model pembelajaran MMP berorientasi permasalahan matematika kontekstual dan penalaran formal terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika. Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran MMP berorientasi permasalahan matematika kontekstual lebih tinggi daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional bagi siswa yang memiliki penalaran formal tinggi dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional lebih tinggi daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran MMP berorientasi permasalahan matematika kontekstual bagi siswa yang memiliki penalaran formal rendah. Kata Kunci : MMP, Permasalahan Matematika Kontekstual, penalaran formal, pemecahan masalah The research was aimed to determine the effect of MMP learning model assisted by contextual mathematical problem towards student’s mathematical problem solving ability reviewed by formal reasoning. This research was quasi experimental research with 2 x 2 factorial design. The research was conducted for grade VIII in SMP Negeri 9 Denpasar. The sample were taken by using cluster random sampling technique, in which giving 106 students. The data of student’s formal reasoning level were collected by using formal reasoning test and the data of student’s problem solving ability were collected by using problem solving test. The data was analyzed using analysis of variance (two-way ANAVA) aided by SPSS 16.0 for windows with 5% level of significance. The results of analyzed showed that: 1) Student’s mathematical problem solving ability who learned by MMP learning model assisted by contextual mathematical problem was higher than student’s mathematical problem solving ability who learned by conventional learning model. 2) There is an interaction between MMP learning model assisted by contextual mathematical problem and student’s formal reasoning level toward student’s problem solving ability. Student’s problem solving ability who learned by MMP learning model assisted by contextual mathematical problem was higher than that student’s problem solving ability who learned by conventional instruction for student who had high level of formal reasoning, and student’s problem solving ability who learned by conventional instruction was higher than that student’s problem solving ability who learned by MMP learning model assisted by contextual mathematical problem for student who had low level of formal reasoning.keyword : MMP, contextual mathematical problems, formal reasoning level and problem solving
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERORIENTASI PEMECAHAN MASALAH DENGAN SETTING PEMBELAJARAN 7E UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA ., KADEK YUDISTA WITRAGUNA; ., PROF. DR. I NENGAH SUPARTA, M.Si.; ., DR. GEDE SUWEKEN, M.Sc.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 4, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh perangkat pembelajaran berorientasi pemecahan masalah dengan setting pembelajaran 7E yang valid, praktis, dan efektif dengan karakteristik tertentu. Penelitian ini merupakan penelitian desain dengan prosedur pengembangan Plomp, yang meliputi: (1) preliminary research, (2) prototyping, dan (3) assessment. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 1 Blahbatuh, dengan subjek penelitian disesuaikan dengan tahapan-tahapan penelitian. Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi, lembar pengamatan keterlaksanaan, angket respons guru dan siswa, tes prestasi belajar dan tes kemampuan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran berorientasi pemecahan masalah dengan setting pembelajaran 7E berkualitas valid, praktis, dan efektif. Karakteristik buku siswa yaitu: (1) diawali dengan permasalahan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa; (2) aktifitas belajar berupa kegiatan diskusi kelompok; (3) soal latihan lebih menekankan pada permasalahan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari; (4) terdapat soal tantangan untuk mengembangkan pemahaman siswa dalam menyelesaikan masalah; dan (5) aktivitas belajar siswa dibuat berdasarkan proses pembelajaran berorientasi pemecahan masalah dengan setting pembelajaran 7E. Karakteristik buku petunjuk guru yaitu: (1) tahap pembelajaran sesuai dengan tahap pembelajaran berorientasi pemecahan masalah dengan setting pembelajaran 7E; (2) petunjuk pelaksanaan pembelajaran lebih menempatkan guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran berkelompok; (3) setiap tahap pembelajaran memuat substansi buku siswa dan alternative jawaban; dan (4) menyediakan soal evaluasi yang dapat digunakan guru diakhir pembelajaran.Kata Kunci : pemecahan masalah,model pembelajaran 7E,prestasi,berpikir kritis This research is aimed to get learning devices oriented to problem solving with 7E learning setting which valid, practical, and effective with certain characteristics. This research is a design research using Plomp development procedure, including: (1) preliminary research, (2) prototyping, and (3) assesment. This research was implemented in SMA N 1 Blahbatuh, with subject of reseach is adjusted with the steps of the reseach. Instruments that were used are validation sheet, feasibility research sheet, questionnaires to get teacher’s and students’ responses, learning achievement test, and critical thinking ability test. The result of the research shows that the learning equipment oriented to problem solving with 7E learning model setting has good qualities of validity, practicality and effectiveness . The characteristics of student’s book are: (1) starting with problems close to the daily life of students; (2) learning activities through group discussions; (3) exercises more emphasis on problem close to the daily life; (4) there is exercises challenges to develop students' understanding in solving problems; and (5) of student's learning activities based on learning oriented on problem solving with 7E learning setting. The characteristics of the teachers guideline book are: (1) learning guideline based on the steps of learning oriented on problem solving with 7E learning setting; (2) the guides the implementation of learning more puts the teacher as a facilitator in the learning group; (3) each learning stage, contains the substance of students books and alternative answers; and (4) provide evaluation that can be used by teachers at the end of learning.keyword : problem solving,7E Learning model,achievement,critical thinking
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Realistik Setting Kooperatif (RESIK) Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas VII SMP ., I PUTU EDITIA MIUSENA; ., PROF. DR. I NENGAH SUPARTA, M.Si.; ., PROF.DR.I GUSTI PUTU SUHARTA,M.Si
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 4, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh perangkat pembelajaran berbasis Realistik Setting Kooperatif (RESIK) yang valid, praktis, dan efektif. Jenis penelitian ini adalah penelitian desain. Perangkat yang dikembangkan terdiri dari buku siswa dan buku petunjuk guru. Penelitian ini dilaksanakan di SMP N 1 Ubud. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi, lembar pengamatan keterlaksanaan perangkat pembelajaran, angket respons siswa dan guru, dan tes kemampuan kemampuan berpikir kritis. Data yang telah dikumpulkan diolah secara deskriptif. Produk yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah perangkat pembelajaran berbasis Realistik Setting Kooperatif (RESIK) yang berkualitas valid, praktis, dan efektif. Dalam penelitian ini yang dimaksud produk adalah Buku Siswa dan Buku Petunjuk Guru. Adapun karakteristik Buku Siswa adalah (1) berisi masalah-masalah kontekstual serta contoh-contoh yang disajikan merupakan masalah nyata yang terkait dengan lingkungan siswa, (2) proses pengkonstruksian pengetahuan dan penemuan konsep-konsep didominasi oleh siswa, (3) alat peraga yang mengarahkan siswa untuk mengkonstruksi pengetahuan sendiri berdasarkan masalah yang diselesaikan, (4) berisi kegiatan yang mengarahkan siswa untuk lebih berpikir kritis dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Karakteristik Buku Petunjuk Guru adalah (1) berisi cara guru memfasilitasi pembelajaran di setiap bagian-bagian materi, (2) dilengkapi dengan RPP, (3) berisi alternatif jawaban dari kegiatan siswa dan latihan soal, (4) petunjuk guru membantu pembelajaran yang berorientasi pada kemampuan berpikir kritis siswa.Kata Kunci : RESIK, kemampuan berpikir kritis The purpose of this research is to get a valid, practical, and effective learning product that based to the Realistic Setting Cooperative (RESIC). The type of the research is design research. The products that developed consisted of student book and teacher guidelines book. This research had been held at SMP N 1 Ubud. The instruments used in this research are validation form, learning observation form process, student and teacher response questionnaire, and mathematics communication ability test. The collected data were analyzed descriptively. Result show that the products which have been developed are valid, practical, and effective. In this research product means student book and teacher guidelines book. The characteristics of the student book are (1) contains contextual problems including the examples that are oriented to real problems related to the student environment, (2) the reconstruction process of knowledge and discovering concepts, (3) manipulative used by students to reconstructed their own knowledge based on the problems that have to solved, (4) contains activities that engage students for critical thinks in solved the problem. The characteristics of the teacher guidelines book are (1) contains teacher’s way for facilitate learning in every part of material, (2) completed with lesson plan, (3) contains of the alternative answer of students activities and key answer from exercises, (4) the teacher guideline book helps the learning that oriented to students’ achievement dan critical thinking ability.keyword : RESIC, critical thinking ability

Page 7 of 18 | Total Record : 176