cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 176 Documents
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN TANDUR BERBANTUAN GEOGEBRA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI DAN AKTIVITAS BELAJAR GEOMETRI SISWA ., NI WAYAN SUARDIATI PUTRI; ., Prof. Drs. Sariyasa,M.Sc., Ph.D; ., Prof. Dr.I Made Ardana,M.Pd
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.196 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran berdasarkan karakteristik pembelajaran TANDUR berbantuan GeoGebra yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan prestasi dan aktivitas siswa SMK kelas XI dalam belajar geometri. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan mengikuti prosedur pengembangan produk dari Plomp yaitu: investigasi awal, desain, realisasi/konstruksi, tes, evaluasi, revisi, dan implementasi. Penelitian ini dilaksanakan sampai tahap tes, evaluasi,dan revisi, sehingga hasil dari penelitian ini adalah mendapatkan prototype final suatu perangkat pembelajaran yang siap diimplementasikan lebih luas. Uji validitas dilakukan oleh 2 ahli yang menilai perangkat dan instrument pembelajaran. Pengujian kepraktisan perangkat pembelajaran diukur dari tiga hal yaitu: keterlaksanaan perangkat pembelajaran, respons siswa dan respon guru terhadap keterlaksanaan perangkat pembelajaran. Untuk menilai efektifitas perangkat pembelajaran, dilakukan dengan mengumpulkan data melalui pengamatan terhadap aktivitas belajar matematika siswa selama kegiatan pembelajaran dan skor tes prestasi belajar matematika siswa yang diberikan pada setiap akhir materi. Hasil penelitian menunjukkan perangkat pembelajaran yang dikembangkan telah memenuhi aspek validitas, kepraktisan, dan efektivitas.Kata Kunci : penelitian pengembangan, perangkat model pembelajaran TANDUR, GeoGebra, aktivitas belajar, prestasi belajar This research is aims to produce learning tools based on characteristics of TANDUR learning assisted GeoGebra that valid, practice and effective to improve the achievement and activity of student of vocational schools on learning geometry in class XI. Learning tools developed refers to the procedures of product development namely Plomp i.e. initial investigation, design, realization/construction, testing, evaluation, revision, and implementation. This study was conducted to stage test, evaluation , and revision, hence the results of this study is to get a final prototype learning tools that is ready to be implemented more widely. Test of validities conducted by two experts who assess learning tools and instrument. Testing the practicality of learning is measured by three things, i.e the implementation of learning tools, the student's and the teacher's response to the implementation of learning tools. To assess the effectiveness of the learning tools, conducted by collecting data through observation of student activity while study of mathematics during learning process, and scores test achievement of student in study of mathematics which are given at the end of each subject. The results showed that the learning tools has been developed fulfills the validity , practicality , and effectiveness.keyword : development research, TANDUR Learning Model, GeoGebra, learning activities, learning achievement
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation Berbantuan Masalah Open-ended Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Ditinjau Dari Potensi Akademik Siswa. ., NURLAELI; ., PROF.DR. SARIYASA, M.Sc.,P.hD; ., DR. I WAYAN SADRA, M.Ed.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe group investigation berbantuan masalah open-ended terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika ditinjau dari potensi akademik siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan rancangan penelitian faktorial 22 yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Terara dengan melibatkan sampel 153 siswa. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes potensi akademik dan tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Data yang telah diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis varians (ANAVA) dua jalur dan uji Tuckey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe group investigation berbantuan masalah open-ended lebih baik dari kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional yaitu group discussion (FA = 67.91, Ftabel = 3.16, Fhitung > Ftabel ). Setelah dilakukan uji Tuckey, hasilnya menunjukkan bahwa untuk siswa yang memiliki potensi akademik tinggi maupun rendah, kemampuan pemecahan masalah matematika kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe group investigation berbantuan masalah open-ended lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional yaitu group discussion (Qhitung =10.006 dan 6.476 , Qtabel = 3.90, Qhitung > Qtabel. 2) Tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dan potensi akademik siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa (FAB = 3.16, Ftabel = 3.94, Fhitung < Ftabel), Jadi dapat disimpulkan bahwa siswa yang memiliki potensi akademik tinggi maupun rendah lebih baik dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation berbantuan masalah open-ended.Kata Kunci : group investigation, masalah open-ended, kemampuan pemecahan masalah matematika, potensi akademik. The aim of this research is to know the effect of the cooperatif learning model by using group investigation aided by open-ended problem toward mathematics problem solving ability in terms of students academic potential. This research was a quasi experimental research with 22 factorial arrangement. This research was conducted at the SMP Negeri 1 Terara which involved 153 students. This sample was determined by cluster random sampling technique. The instrument was used in this research was students academic potential test and mathematics problem solving ability test. The collected data was analyzed by using tow-way variance analysis and tuckey’s test. The results showed that: 1) students mathematics problem solving ability who followed cooperatif learning model by using group investigation aided by open-ended problem was better than students problem solving ability who followed lesson with the coventional is group discussion (FA = 67.91, Ftabel = 3.16, Fhitung > Ftabel). After conducting tuckey test, the result showed that: the students who have high or low academic potential, the students mathematics problem solving ability who followed cooperatif learning model by using group investigation aided by open-ended problem was better than students problem solving ability who followed lesson with the coventional (Qhitung =10.006 dan 6.476 , Qtabel = 3.90, Qhitung > Qtabel. 2) There was no interaction between the model of learning and students academic potential toward students mathematics problem solving ability (FAB = 3.16, Ftabel = 3.94, Fhitung < Ftabel). We can be conclude that, The students who have high or low academic potential, the students mathematics problem solving ability who followed cooperatif learning model by using group investigation aided by open-ended problem.keyword : group investigation, open-ended problem, mathematics problem solving ability and academic potential.
PENGARUH MODEL SIKLUS BELAJAR 5E BERBASIS PEMECAHAN MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI PENGETAHUAN AWAL SISWA ., I GUSTI AGUNG HANDAYANI; ., Dr.I Wayan Sadra,M.Ed; ., Prof. Dr.I Made Ardana,M.Pd
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.284 KB)

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: (1) pada pengetahuan awal tinggi, apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan Model Siklus Belajar 5E lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dengan pembelajaran Konvensional (2) pada pengetahuan awal rendah, apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan Model Siklus Belajar 5E lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dengan pembelajaran Konvensional (3) apakah terdapat interaksi antara model pembelajaran (Siklus Belajar 5E dan Konvensional) dengan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa ditinjau dari pengetahuan awal siswa (tinggi dan rendah). Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 1 Abiansemal, dengan populasi seluruh siswa kelas VII tahun ajaran 2013/2014 yang banyaknya 154 siswa. Jenis penelitian adalah eksperimen semu (quasi eksperiment), dengan rancangan penilitian faktorial 2x2. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Data pengetahuan awal siswa, dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dikumpulkan berturut-turut melalui tes pengetahuan awal dan tes kemampuan pemecahan masalah dalam bentuk tes essay. Data kompetensi awal dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan uji ANAVA. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan hasil sebagai berikut: (1) pada pengetahuan awal tinggi, kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan Model Siklus Belajar 5E lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dengan pembelajaran Konvensional (Q = 13,91; p < 0,05); (2) pada pengetahuan awal rendah, kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran Konvensional lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dengan Model Siklus Belajar 5E (Q = 6,69; p < 0,05); (3) terdapat interaksi antara model pembelajaran (Siklus Belajar 5E dan Konvensional) dan pengetahuan awal siswa (tinggi dan rendah) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa (F = 13,025; p > 0,05).Kata Kunci : Model Siklus Belajar 5E, Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa, Pengetahuan Awal Siswa The aims of research are : (1) Is the student’s ability in solving the mathematic problem by studying with Learning Cycle “5E” Model is better than the student’s ability in solving the mathematic problem with conventional learning seeing from high pre- knowledge (2) Is the student’s ability in solving the mathematic problem by studying with Learning Cycle “5E” is better than the student’s ability in solving the mathematic problem with conventional learning seeing from low pre-knowledge (3) Is there interaction between the two learning models (learning cycle “5E” and conventional) with the student’s ability in solving mathematic problem seeing from student’s pre- knowledge (high and low). Research is done in SMP Negeri 1 Abiansemal, with the population of all class VII students in learning year of 2013/2014 is as much as 154 students. The type of this research is quasi experiment, with the research factorial 2x2. The taking of sample is done by simple random sampling technique. The data of student’s pre- knowledge, and the student’s ability in solving mathematic problem are collected continously through pre-knowledge test and ability test in solving the problem in the form of essay test. The data of pre/initial competence and the ability of students in solving the mathematic problem is analyzed by using descriptive statistic and ANAVA test. Based on analysis result, is found the results as following : (1) the student’s ability in solving mathematic problem by studying with learning cycle “5E” model is better than the student’s ability in solving the mathematic problem with conventional learning seeing from high pre-knowlege (Q = 13,91 ; p < 0,05) ; (2) the student’s ability by studying with conventional learning is better than the student’s ability in solving the mathematic problem with learning cycle “5E” model seeing from low pre-knowlege (Q = 6,69; p < 0,05); (3) there is an interaction learning models (learning cycle “5E” and conventional) and student’s pre-knowledge (hing and low) toward the student’s ability in solving the mathematic problem (F = 13,025; p
Pengaruh Pendidikan Matematika Realistik Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Di Tinjau Dari Kemampuan Numerik Siswa SMP Negeri 1 Cibal. ., BEDILIUS GUNUR; ., PROF.DR. SARIYASA, M.Sc.,P.hD; ., PROF. DR. I MADE ARDANA, M.Pd.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, 1) Pengaruh pendidikan matematika realistik (PMR) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa ditinjau dari kemampuan numerik, dan 2) Pengaruh interaksi antara pendidikan matematika realistik dengan kemampuan numerik terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan factorial 2 x 2. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Cibal sebanyak 305 orang yang terdiri dari delapan kelas. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik random sampling, sebelum melakukan random terlebih dahulu uji kesetaraan kelas untuk memilih dua kelas eksperimen dan dua kelas kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes kemampuan pemecahan masalah matematika dan tes kemampuan numerik. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan uji Anava Dua Jalur. Sebelum digunakan uji anava dua jalur, data tersebut terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan, 1) Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pendidikan matematika realistik lebih baik dari pada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional, nilai = 49,267 dan nilai = 3,94 pada taraf signifikan 5%, dan 2) Tidak terdapat interaksi antara pendidikan matematika realistik dengan kemampuan numerik terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa, nilai Kata Kunci : Numerik, Pemecahan Masalah Matematika, Realistik This research aimed at investigating; 1) the effect of Realistic Mathematics Education (RME) on mathematical problem solving ability of students viewed from numerical ability; 2) interaction between Realistic Mathematics Education with numerical ability on mathematical problem solving ability of students. This research was quasi experiment and employed 2 x 2 factorial design. he population of this research consisted of 305 students from eight classes of the eighth grade of SMP Negeri 1 Cibal. The sample in this research were selected through random sampling technique, in which class equality test was taken before randomizing to choose two experiment classes and two control classes. The instruments of this research were mathematical problem solving ability test and numerical ability test. The data were analyzed through 2-Ways ANAVA. Before employing 2-ways ANAVA, the data were tested through analysis requirement test. The results indicate that; 1) mathematical problem solving ability of students taught through Realistic Mathematics Education (RME) is better than students taught through conventional method, wherein = 49,267 and = 3,94 on the significant level is 5%; 2) There is no interaction between Realistic Mathematics Education (RME) with numerical ability on mathematical problem solving ability of students, where in . keyword : Numerical, Mathematical Problem Solving, Realistic
Pengaruh Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing berbantuan LKS terhadap Hasil Belajar Matematika Ditinjau dari Motivasi Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri 7 Denpasar ., LUH GEDE EKA PUSPASARI; ., Dr.I Wayan Sadra,M.Ed; ., Prof. Drs. Sariyasa,M.Sc., Ph.D
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh model pembelajaran penemuan terbimbing berbantuan LKS terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP Negeri 7 Denpasar, (2) interaksi antara model pembelajaran penemuan terbimbing berbantuan LKS dan motivasi belajar terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP Negeri 7 Denpasar, (3) pengaruh model pembelajaran penemuan terbimbing berbantuan LKS terhadap hasil belajar matematika pada siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi, dan (4) pengaruh model pembelajaran penemuan terbimbing berbantuan LKS terhadap hasil belajar matematika pada siswa yang memiliki motivasi belajar rendah. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian 2 x 2 yang dilaksanakan di SMP Negeri 7 Denpasar dengan melibatkan sampel sebanyak 104 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Data motivasi belajar diperoleh melalui kuesioner motivasi belajar dan data hasil belajar matematika diperoleh melalui tes hasil belajar matematika. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis varians dua jalur dengan uji F, dilanjutkan dengan uji Tukey untuk menentukan hasil mana yang lebih baik. Dari hasil analisis data ditemukan (1) terdapat pengaruh model pembelajaran penemuan terbimbing berbantuan LKS terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP Negeri 7 Denpasar (FA = 10.144; p < 0,05), (2) terdapat interaksi antara model pembelajaran penemuan terbimbing berbantuan LKS dan motivasi belajar terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP Negeri 7 Denpasar (FAB = 29.65, p < 0,05), (3) terdapat pengaruh model pembelajaran penemuan terbimbing berbantuan LKS terhadap hasil belajar matematika pada siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi. Mengacu pada hasil uji Tukey (Q = 17.01; p < 0,05), siswa dengan motivasi belajar tinggi yang dibelajarkan model pembelajaran penemuan terbimbing berbantuan LKS memberikan hasil yang lebih baik daripada siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional, dan (4) terdapat pengaruh model pembelajaran penemuan terbimbing berbantuan LKS terhadap hasil belajar matematika pada siswa yang memiliki motivasi belajar rendah. Pengaruh ini tidak sebaik pada siswa dengan motivasi tinggi. Hasil uji Tukey (Q = 5.32; p < 0,05), siswa dengan motivasi rendah yang dibelajarkan model pembelajaran konvensional memberikan hasil yang lebih baik daripada siswa yang dibelajarkan model pembelajaran penemuan terbimbing berbantuan LKS.Kata Kunci : Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing, Motivasi Belajar, Hasil Belajar Matematika This study aimed to determine (1) the effect of guided discovery learning model based on student's worksheet towards mathematics achievement of 7th grade students of SMPN 7 Denpasar, (2) interaction between guided discovery learning model based on student's worksheet and motivation learning toward mathematics achievement of 7th grade students of SMPN 7 Denpasar, (3) the effect of guided discovery learning model based on student's worksheet towards mathematics achievement of high motivated students, and (4) the effect of guided discovery learning model based on student's worksheet towards mathematics achievement of low motivated students. This research is a quasi experiment by utilizing 2 x 2 which was conducted at SMP Negeri 7 Denpasar involving 104 students as samples. Sampling was done by random sampling technique. Data of learning motivation were collected by learning motivation questionnaire and data on students mathematics achievement were collected by mathematics achievement test. The data were analyzed by two-way analysis of variance with F test, which was followed by Tukey test to determine which achievement was better than the other. From the result of data analysis it was found that (1) there was the effect of guided discovery learning model based on student's worksheet towards mathematics achievement of 7th grade students of SMPN 7 Denpasar (F = 10.144; p < 0,05), (2) there was an interaction between guided discovery learning model based on student's worksheet and motivation learning toward mathematics achievement of 7th grade students of SMPN 7 Denpasar (F = 29.65, p < 0,05), (3) there was the effect of guided discovery learning model based on student's worksheet towards mathematics achievement of high learning motivated students. From the result of Tukey test (Q = 17.01; p < 0,05), it was concluded that the achievement of the high learning motivated students who studied mathematics through guided discovery learning model based on student's worksheet was better than students who studied mathematics through conventional learning model, and (4) there was the effect of guided discovery learning model based on student's worksheet towards mathematics achievement of low learning motivated students. This effect was not as good as it was on high learning motivated students. The result of Tukey test (Q = 5.32; p < 0,05) showed that the achievement of the low learning motivated students who studied mathematics through conventional learning model was better than students who studied mathematics through guided discovery learning model based on student's worksheet.keyword : Guided Discovery Learning Model, Learning Motivation, Mathematics Achievement
Pengaruh Model Pembelajaran Pemecahan Masalah Berorientasi Masalah Matematika Terbuka Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Ditinjau Dari Kecerdasan Logis Matematis Siswa Kelas X SMA Negeri 2 Denpasar ., NI KOMANG WIRASTI; ., PROF. DR. I NENGAH SUPARTA, M.Si.; ., PROF.DR. SARIYASA, M.Sc.,P.hD
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis perbedaan kemampuan pemecahan masalah antara siswa yang menggunakan model pembelajaran pemecahan masalah berorientasi masalah matematika terbuka dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran pemecahan masalah; (2) menganalisis pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan kecerdasan logis matematis terhadap kemampuan pemecahan masalah. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 2 Denpasar tahun pelajaran 2015/2016 yang terdistribusi dalam sepuluh kelas dengan kemampuan yang homogen. Berdasarkan hasil random, diperoleh X IPA 1, X IPA 2, dan X IPA 5 sebagai kelas eksperimen dan X IPA 3, X IPA 4, dan X IPA 6 sebagai kelas kontrol. Hasilnya dianalis menggunakan analisis varian dua jalur (anava dua arah). Hasil analisis data penelitian ini adalah: (1) terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran pemecahan masalah berorientasi masalah matematika terbuka dengan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran pemecahan masalah; (2) terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara model pembelajaran dan kecerdasan logis matematis terhadap kemampuan pemecahan masalah. Kata Kunci : Model Pembelajaran Pemecahan Masalah Berorientasi Masalah Matematika Terbuka, Kecerdasan Logis Matematis, Kemampuan Pemecahan Masalah. The study was conducted in order to analyze: (1) the different problem solving skills between the students joining problem solving learning with math problem open of Model and another group joining Problem Solving Learning; (2) the contribution of interaction between instructional model and logical mathematical intelligences towards problem solving skills. The study involved the students of class X SMAN 2 Denpasar in 2015/2016 spread out into ten different classes with homogeneous ability as the population. Based on random sampling the classes X IPA 1, X IPA 2, and X IPA 5 were determine as experimental groups, while classes X IPA 3, X IPA 4, dan X IPA 6 as control groups. The technique analysis Two Way Analysis of Varians. The result of data analysis this research that (1) there was a significant the instructional model problem solving with math problem open and another group joining problem solving instructional model; (2) there was a significant contribution of interaction between instructional model and logical mathematical intelligences towards problem solving skills. keyword : Problem Solving Learning with Math Problem Open of Model, logical mathematical intelligences, problem solving skills.
Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah dengan Media Pembelajaran Berbantuan Geogebra Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa ditinjau dari Tingkat Ketangguhan Siswa ., I WAYAN EKA ARYASUTA; ., Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si; ., Dr.Gede Suweken,M.Sc
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.445 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis masalah dengan media pembelajaran berbantuan Geogebra terhadap prestasi belajar matematika siswa ditinjau dari tingkat ketangguhan siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain faktorial 2x2 yang dilaksanakan di SMK Farmasi Bintang Persada dengan melibatkan sampel 88 siswa. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket tingkat ketangguhan siswa dan tes prestasi belajar matematika. Data yang telah diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis varians (ANAVA) dua jalur. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa: 1) Prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran model PBM dengan media pembelajaran berbantuan GeoGebra lebih baik dari prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran model PBM. 2) Tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dengan tingkat ketangguhan terhadap prestasi belajar siswa. 3) Pada siswa yang memiliki tingkat ketangguhan tinggi, prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran model PBM dengan media pembelajaran berbantuan GeoGebra lebih baik dari prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran model PBM. 4) Pada siswa yang memiliki tingkat ketangguhan rendah, prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran model PBM dengan media pembelajaran berbantuan GeoGebra lebih baik dari prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran model PBM.Kata Kunci : PBM, GeoGebra, prestasi belajar, tingkat ketangguhan. The aim of this research is to know the influence of the problem based learning model aided by GeoGebra towards student’s mathematics achievement in terms of students’s endurance level. This research was a quasi experimantal research with 2x2 factorial design. The research was conducted at SMK Farmasi Bintang Persada and involved a sample of 88 students. This sample was determined by simple random sampling technique. The instrument used in this research was students’s endurance level questionnare and mathematics achievement test. The collected data was analyzed by tow-way varians analyzed (tow-way ANAVA). The results showed that: 1) mathematics achievement of students who followed learning proses using problem based learning model aided by GeoGebra was better than that students who followed the model of problem based learning. 2) There was no interaction between the model of learning and students’s endurance level towards student’s mathematics achievement. 3) The students who had high level endurance, their mathematics achievement attained through problem based learning model aided by GeoGebra was better than that of students who followed problem based learning model. 4) The students who had low level endurance, their mathematics achievement attained through problem based learning model aided by GeoGebra was better than that of students who followed problem based learning model.keyword : problem based learning model, GeoGebra, mathematics achievement, students’s endurance level.
Korelasi Penguasaan Kompetensi Pedagogik dan Kompetensi Profesional Guru Matematika SMA terhadap Kualitas Pelayanan Pembelajaran di Kecamatan Buleleng ., IDA AYU NGURAH SULASMINIYATI; ., PROF. DR. I NENGAH SUPARTA, M.Si.; ., PROF. DR. I MADE ARDANA, M.Pd.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) korelasi penguasaan kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional terhadap kualitas pelayanan pembelajaran guru matematika SMA, (2) korelasi penguasaan kompetensi pedagogik terhadap kualitas pelayanan pembelajaran guru matematika SMA, (3) korelasi penguasaan kompetensi profesional terhadap kualitas pelayanan pembelajaran guru matematika SMA. Penelitian ini adalah penelitian ex post facto. Anggota populasi dalam penelitian ini adalah guru matematika SMA di Kecamatan Buleleng sebanyak 34 orang. Karena jumlah anggota populasi memungkinkan untuk diteliti secara total maka digunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket kepuasan siswa untuk melihat kualitas pelayanan pembelajaran guru, untuk penguasaan kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional diperoleh dari skor hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) tahun 2015. Data yang telah terkumpul dilakukan uji persyaratan analisis dan kemudian dianalisis menggunakan statistik regresi linier dan korelasi dengan dua prediktor. Hasil penelitian ini menunjukkan : (1) terdapat korelasi positif yang signifikan antara penguasaan kompetensi pedagogik dan penguasaan kompetensi profesional secara simultan dengan kualitas pelayanan pembelajaran guru matematika SMA di Kecamatan Buleleng dengan koefisien korelasi sebesar 0,704. Persamaan garis regresi linier yang diperoleh adalah Y = 0,22X1 + 0,21X2 + 48,86; (2) terdapat korelasi positif yang signifikan antara penguasaan kompetensi pedagogik dengan kualitas pelayanan pembelajaran guru matematika SMA di Kecamatan Buleleng dengan koefisien korelasi sebesar 0,616. Persamaan garis regresi linier yang diperoleh adalah Y = 0,34X + 55,32; (3) terdapat korelasi positif yang signifikan antara penguasaan kompetensi profesional dengan kualitas pelayanan pembelajaran guru matematika SMA di Kecamatan Buleleng dengan koefisien korelasi sebesar 0,626. Persamaan garis regresi linier yang diperoleh adalah Y = 0,34X + 56,33; (4) kontribusi penguasaan kompetensi pedagogik terhadap kualitas pelayanan pembelajaran dapat dilihat dari koefisien determinasi sebesar 37,91% ; (5) kontribusi penguasaan kompetensi profesional terhadap kualitas pelayanan pembelajaran dapat dilihat dari koefisien determinasi sebesar 39,24%. Peningkatan penguasaan kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional akan dapat meningkatkan kualitas pelayanan pembelajaran yang diberikan.Kata Kunci : kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kualitas pelayanan pembelajaran The aims of this research were to determine : (1) correlation of pedagogy competency and professional competency understanding towards the quality of learning services; (2) correlation of pedagogical competency understanding towards the quality of learning services; (3) correlation of professional competency understanding towards the quality of learning services of mathematics teachers in senior high school. This research was correlational research with ex post facto design. The population of this research consisted of 34 mathematics teachers in senior high school in Buleleng District. Due to the number of population members, all members are possible to be investigated. So, the total sampling technique was used. The instrument of this research was student’s questionaire that showing the quality of learning services. To determine pedagogical competency and professional competency understanding were obtained from score in teacher competency test (UKG) in 2015. Collected data were analyzed by using statistic linear regression and correlation with two predictors. The result of this research showed : (1) there exists significant positive correlation of pedagogical competency and professional competency understanding simultaneously with the quality of learning services of mathematics teachers in senior high school in Buleleng District with coefficient of correlation were 0,704.; (2) there exists significant positive correlation of pedagogical competency understanding towards the quality of learning services of mathematics teachers in senior high school in Buleleng District with coefficient of correlation were 0,616.; (3) there exists significant positive correlation of professional competency understanding towards the quality of learning services by mathematics teachers in senior high school of Buleleng District with coefficient of correlation were 0,626.; (4) the contribution of pedagogical competency understanding towards the quality of learning services can be observed from the determination coefficient which was of 37,91% ; (5) the contribution of professional competency understanding towards the quality of learning services can be observed from the determination coefficient were 39,24%. Increasing pedagogical competency and professional competency understanding will be able to improve the quality of learning services.keyword : pedagogical competency, professional competency, the quality of learning services
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF JIGSAW BERBANTUAN MASALAH TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI KECERDASAN SOSIAL SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 KUTA UTARA TAHUN PELAJARAN 2013/2014 ., NI MADE IDA AGUSTINI; ., PROF.DR.PHILL. I GUSTI PUTU SUDIARTA, M.; ., DR. GEDE SUWEKEN, M.Sc.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 4, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian faktorial 2 x 2. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh positif pembelajaran kooperatif Jigsaw berbantuan masalah terhadap prestasi belajar matematika ditinjau dari kecerdasan sosial pada siswa SMP Negeri 1 Kuta Utara. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kuta Utara pada semester genap Tahun Pelajaran 2013/2014. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik cluster sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner kecerdasan sosial dan tes prestasi belajar matematika. Data prestasi belajar matematika siswa dianalisis dengan menggunakan analisis varians dua jalur dan dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) terdapat pengaruh positif pembelajaran kooperatif Jigsaw berbantuan masalah terhadap prestasi belajar matematika siswa, prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran kooperatif Jigsaw berbantuan masalah lebih baik dari siswa yang mengikuti pembelajaran kooperatif Jigsaw, (2) tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran kooperatif Jigsaw berbantuan masalah dan kecerdasan sosial terhadap prestasi belajar matematika siswa, 3) pada kelompok siswa yang memiliki kecerdasan sosial lebih tinggi, terdapat pengaruh positif pembelajaran kooperatif Jigsaw berbantuan masalah terhadap prestasi belajar matematika siswa, 4) pada kelompok siswa yang memiliki kecerdasan sosial lebih rendah, terdapat pengaruh positif pembelajaran kooperatif Jigsaw berbantuan masalah terhadap prestasi belajar matematika siswa. Kata Kunci : Model pembelajaran kooperatif, Jigsaw berbantuan masalah, prestasi belajar matematika, kecerdasan sosial The research was a quasi experiment with 2 x 2 factorial design. The purpose of this research was to study the effect of assisted problems cooperative learning Jigsaw on mathematics achievement of eight grade students of SMP in terms of social intelligence. The population of this research was the students of VIII SMP Negeri 1 Kuta Utara in second semester in academic year 2013/2014. The samples of this research were determited by cluster sampling technique. Research instruments that used in this research were social intelligence questionnaire and mathematics achievement test. The data were analyzed by two ways varians and followed by Tukey test. The research showed that : (1) the assisted problem cooperative learning Jigsaw has a positive influence to the students mathematics achievement, students mathematics achievement who followed the assisted problem cooperative learning Jigsaw were better than the students who followed cooperative learning Jigsaw, (2) there is no interaction between problem cooperative learning Jigsaw model and social intelligence toward students mathematics achievement, 3) the student who has higher social intelligence, the assisted problem cooperative learning Jigsaw has a positive influence to the students mathematics achievement, 4) the student who has lower social intelligence, the assisted problem cooperative learning Jigsaw has a positive influence to the students mathematics achievement. keyword : Cooperative Learning, Assisted Problems Jigsaw, mathematics achievement, social intelligence
Pengembangan Bahan Ajar Kalkulus 1 Berbantuan Geogebra Berdasarkan Teori Apos Untuk Meningkatkan Prestasi Dan Aktivitas Belajar Mahasiswa ., NI KETUT ERAWATI; ., PROF.DR. SARIYASA, M.Sc.,P.hD; ., DR. I WAYAN SADRA, M.Ed.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 4, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk mendapatkan bahan ajar kalkulus 1 berbantuan GeoGebra berdasarkan teori APOS yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan prestasi dan aktivitas belajar mahasiswa. Bahan ajar yang dikembangkan berupa LKM dan buku petunjuk dosen pada materi fungsi, limit dan turunan. Prosedur pengembangan yang dilaksanakan sesuai prosedur pengembangan Plomp yang meliputi lima tahapan, yaitu : (1) investigasi awal, (2) desain, (3) realisasi/konstruksi, (4) tes, evaluasi, dan revisi, dan (5) implementasi. Penelitian ini hanya dilaksanakan sampai tahap keempat. Metode pengumpulan data menggunakan metode tes, dokumentasi, observasi dan angket. Bahan ajar dinyatakan valid berdasarkan uji validasi oleh dua orang validator dari UNDIKSHA Singaraja. Berdasarkan hasil uji coba lapangan, bahan ajar yang dikembangkan telah memenuhi kriteria kepraktisan yang terlihat dari respons mahasiswa dan dosen serta keterlaksanaan perangkat pembelajaran di kelas tergolong baik. Bahan ajar yang dikembangkan juga telah memenuhi kriteria keefektifan dimana telah terjadi peningkatan aktivitas serta prestasi belajar mahasiswa. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa bahan ajar kalkulus 1 berdasarkan teori APOS berbantuan GeoGebra yang dikembangkan telah valid, praktis, dan efektif. Kata Kunci : Pengembangan bahan ajar, teori APOS, Geogebra, Prestasi belajar, Aktivitas belajar This research aims at developing a valid, practise, and an effective learning materials of calculus 1 with GeoGebra based on APOS theory to improve students’ achievement and learning activities. APOS theory was implemented by ACE (activities, class discussion, exercise) cycle. The learning materials established in this research were in the form of LKM and lecturers’ book focused on functions, limits and derivatives. The development procedure was conducted according to Plomp which consisted of five pashes, namely 1) preliminary investigation, (2) design, (3) realization/construction, (4) test, evaluation, revision, and (5) implementation. This research was implemented up until the fourth phase. The data were collected through administering the test, documentation, observation, and questionnaire. After conducting validation based on two validator evaluation, the learning materials were concluded in valid category . The result of field test showed the learning materials had filled a practical criteria. It can be seen from the students’s and lecturer’s response; also the learning materials can be applied in the class therefor it categorized as good criteria. In addition, the learning materials had also filled an effectiveness criteria which shows the increasing of the students’ achievement and learning activities. In accordance with those evaluation, it can be concluded that the learning materials of calculus 1 with Geogebra based on APOS theory has developed to be valid, practise, and effective. keyword : Development learning material, APOS Theory, Geogebra, learning achievement, learning activities

Page 8 of 18 | Total Record : 176