cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 176 Documents
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN GEOMETRI SMA BERDASARKAN TEORI VAN HIELE BERBANTUAN WINGEOM ., I KETUT SUTAMA; ., Prof. Dr.I Gusti Putu Suharta,M.Si; ., Dr.Gede Suweken,M.Sc
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.785 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh perangkat pembelajaran geometri SMA berdasarkan teori Van Hiele berbantuan wingeom yang valid, praktis, dan efektif. Jenis penelitian ini adalah penelitian desain. Perangkat yang dikembangkan terdiri dari buku siswa, buku petunjuk guru, dan media pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 1 Manggis, dengan subjek penelitian disesuaikan dengan tahapan-tahapan penelitian. Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi, lembar pengamatan keterlaksanaan, lembar pengamatan aktivitas belajar siswa, angket, dan tes hasil belajar. Data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian adalah perangkat pembelajaran yang berkualitas valid, praktis, dan efektif. Karakteristik pembelajaran yang diperoleh adalah (1)pembelajaran dimulai dengan proses visualisasi melalui contoh gambar pada media, selanjutnya siswa bereksplorasi agar mampu menemukan konsep; (2)pemberian contoh oleh siswa bertujuan untuk memperdalam pemahamannya; dan (3)proses integrasi bertujuan untuk merangkum seluruh pengalaman belajar siswa. Karakteristik buku siswa adalah (1)berisi uraian apersepsi tiap awal pertemuan; (2)berisi LKS yang bersesuaian dengan media pembelajaran; dan (3)berisi latihan soal pada akhir pertemuan. Karakteristik buku petunjuk guru adalah (1)berisi uraian beserta contoh apersesi pada tiap awal pertemuan; (2)berisi petunjuk langkah pelaksanaan pembelajaran; dan (3)pada sisi lain berisi gambar halaman buku siswa. Karakteristik media pembelajaran adalah (1)bersesuaian dengan LKS; (2)sesuai kemampuan siswa; dan (3)dapat menjadi bahan eksplorasi oleh siswa.Kata Kunci : pembelajaran geometri SMA, teori Van Hiele, wingeom The objectives of the study is to obtain the media for Senior High School geometry learning based on Van Hiele theory which is valid, practical, and effective. This study is a kind of design study. The media which were developed consisted of Students books, teacher guidance book, and learning media. This study was conducted in SMAN 1 Manggis and the subject of the study was made based on the stages of study. Instruments used were validation sheet, observation sheet, observation sheet of students learning activity, questionnaire, and study result test. Data was analyzed descriptively. The result of the study was learning media which was valid, practical, and effective. The characteristics of learning process which was obtained such as (1)learning was started by visual process through giving example of picture in media, then students explored themselves to find the concept; (2)students were asked to give example in order to deepen their understanding; and (3)integration process aimed at embracing whole students learning experience. The characteristics of students book were (1)contained the commentary of apperception for pre-meeting; (2)contained students exercise sheet which was suitable with learning media; and (3)contained exercise for post meeting. The characteristics of teacher guidance book were (1)contained commentary and example of apperception for pre-meeting; (2)contained guidance for learning process; and (3)in another sheet contained picture of students book page. The characteristics of learning media were (1)appropriate with students exercise sheet; (2)suit the students knowledge properly; and (3)can be used as exploration material.keyword : senior high school geometry learning, Van Hiele theory, wingeom.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN STRATEGI PROBLEM POSING TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN DAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA SMP KELAS VII ., DIAH SAVITRI; ., PROF.DR.I GUSTI PUTU SUHARTA,M.Si; ., PROF.DR. SARIYASA, M.Sc.,P.hD
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif dengan strategi problem posing terhadap kemampuan penalaran matematika siswa, (2) mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif dengan strategi problem posing terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa, dan (3) mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif dengan strategi problem posing secara simultan terhadap kemampuan penalaran dan pemecahan masalah matematika siswa. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Post-test Only Control Group Design. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Ganesha Denpasar dengan populasi jumlah 671 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling, dengan kelas eksperimen adalah kelas VII-8 dan kelas kontrol adalah kelas VII-5. Data kemampuan penalaran dan pemecahan masalah dikumpulkan dengan tes kemampuan penalaran dan pemecahan masalah yang berupa tes uraian. Data kuantitatif dianalisis dengan uji-t satu ekor kanan dan uji MANOVA. Hasil analisis menunjukkan: (1) terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif dengan strategi problem posing terhadap kemampuan penalaran matematika siswa, (2) terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif dengan strategi problem posing terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa, (3) terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif dengan strategi problem posing secara simultan terhadap kemampuan penalaran dan pemecahan masalah matematika siswa.Kata Kunci : strategi problem posing, pembelajaran kooperatif, kemampuan penalaran matematika siswa, kemampuan pemecahan masalah matematika siswa The purposes of this research are to know: (1) the effect of cooperative learning model with the strategy of problem posing on students’s mathematical reasoning ability, (2) the effect of cooperative learning model with the strategy of problem posing on students’s mathematical problem solving ability (3) the effect of cooperative learning model with the strategy of problem posing simultaneously on students’s mathematical reasoning and problem solving abilities. The research used quasi experiment with Post-test Only Control Group Design. This research was conducted in Ganesha Denpasar JHS with the total of population is 671 people. Sampling was conducted by random sampling technique, with VII-8 class as the experimental group and VII-5 class as control group. Data were collected using a mathematic reasoning and problem solving ability test in the form of essay test. The quantitative data were analysed by one tailed right t-test dan MANOVA test. The result shows: (1) the effect of cooperative learning model with the strategy of problem posing on reasoning toward mathematics student, (2) the effect of cooperative learning model with the strategy of problem posing on problem solving toward mathematics student, (3) the effect of cooperative learning model with the strategy of problem posing simultaneously on reasoning and problem solving ability toward mathematics student.keyword : problem posing strategy, student mathematic reasoning ability, student mathematic problem solving ability
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DENGAN PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS DITINJAU DARI PENALARAN FORMAL ., WAYAN KARIASA; ., Prof. Dr.I Made Ardana,M.Pd; ., Dr.I Wayan Sadra,M.Ed
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.476 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan pendekatan pemecahan masalah dan penalaran formal terhadap kemampuan berpikir kritis matematis bagi siswa kelas X SMA Negeri 5 Denpasar tahun pelajaran 2012/2013. Desain penelitian ini menggunakan Post-test Only Control Group Design. Metode random sampling digunakan untuk menentukan kelompok eksperimen dan kontrol dari empat kelas setara di kelas X SMA Negeri 5 Denpasar yang berjumlah 84 orang. Data dianalisis secara deskriptif dan untuk pengujian hipotesis digunakan Anava Dua Jalur. Temuan penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis pada siswa yang pembelajarannya menggunakan model kooperatif tipe STAD berpendekatan pemecahan masalah dengan siswa yang pembelajarannya menggunakan model kooperatif tipe STAD. Ini dapat dilihat dari hasil analisis didapat FA hit = 82,292 dan nilai sig = 0,000 (p < 0,05), dan nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis matematis pada siswa yang pembelajarannya menggunakan model kooperatif tipe STAD berpendekatan pemecahan masalah dengan siswa yang pembelajarannya menggunakan model kooperatif tipe STAD ( A1 = 74,14 > A2 = 62,36) dan (2) terdapat interaksi antara kemampuan berpikir kritis matematis pada siswa yang pembelajarannya menggunakan model kooperatif tipe STAD berpendekatan pemecahan masalah ditinjau dari penalaran formal. Ini dapat dilihat dari hasil analisis (FhitungAB = 5,589 dan nilai sig = 0,000, yang berarti bahwa nilai sig < 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa dalam mempengaruhi kemampuan berpikir kritis matematis, secara statistik model pembelajaran dan penalaran formal saling berinteraksi. Kata Kunci : STAD pemecahan masalah, berpikir kritis, penalaran formal This research aimed to describe the affect of cooperative learning mode STAD type with problem solving approach and formal reasoning to the way of mathematical critical thinking students in class X in SMA Negeri 5 Denpasar in the year of 2013/2014. The design of this research used Post-test Only Control Group Design. Random Sampling had been used to defined the experiment cluster and control from four equal classes in class X in SMA Negeri 5 Denpasar which amount around 84 students. The data was analyzed using descriptive analysis and to testify the hyphoteses the researcher had used Anava with two paths. The research’s result had been shown that : (1) there was the difference in mathematical critical thinking ability to the students that their learning was using cooperative learning STAD type mode with problem solving approach with the students that was using cooperative learning STAD type mode. This can be noticed through the analysis result which gained FA hit = 82.292 and the value of sig = 0.000 (p x A2 = 62.36) and (2) there was the interaction between the mathematic critical thinking ability to the students that was using cooperative learning STAD type mode with problem solving approach which was viewed from formal reasoning. This can be shown from from the analysis result (F hitung AB = 5.589 and sig value = 0.000, which signified that the sig value < 0.05). This research result has shown that in affecting the mathematic critical thinking ability, statistically the learning mode and formal reasoning is having the interaction. keyword : words: STAD, problem solving, formal reasoning.
Pengembangan Desain Pembelajaran Berbantuan Pertanyaan What-If dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan Siswa Menangani Masalah Matematika Terbuka ., I PUTU ADE ANDRE PAYADNYA; ., PROF. DR. I NENGAH SUPARTA, M.Si.; ., DR. GEDE SUWEKEN, M.Sc.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan teori pembelajaran lokal untuk materi luas daerah lingkaran. Penelitian menitikberatkan pada peningkatan kemampuan siswa menangani masalah matematika terbuka. Sebagai bantuan, dalam pembelajaran disertai pertanyaan what-if untuk mengembangkan pemikiran siswa. Penelitian ini menggunakan metode design research dengan tiga tahapan yang meliputi penelitian awal, implementasi dan analisis retrospektif. Aktivitas pembelajaran disusun berdasarkan prinsip-prinsip masalah matematika terbuka. Implementasi pembelajaran dilakukan di Kelas VIII SMP Negeri 1 Singaraja Tahun Pelajaran 2015/2016. Data terkait dengan aktivitas dan strategi yang digunakan siswa dalam menyelesaikan masalah yang diberikan selama pembelajaran berlangsung dikumpulkan melalui jawaban tertulis siswa di LKS, hasil post-test, wawancara dan observasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif. Lintasan pembelajaran dari penelitian desain ini memiliki tahapan sebagai berikut: (1) menghitung luas daerah gambar danau menggunakan kertas berpetak, (2) menghitung luas daerah lingkaran menggunakan kertas berpetak, (3) menemukan kembali nilai π dan rumus luas daerah lingkaran, (4) menyelesaikan berbagai masalah matematika terbuka. Temuan yang diperoleh peneliti adalah bahwa pada awalnya siswa mengalami kesulitan menemukan metode lain dalam menghitung luas daerah lingkaran menggunakan kertas berpetak. Hal lainnya adalah bahwa banyak terdapat variasi dari jawaban siswa yang tidak diprediksi sebelumnya. Hal ini mencirikan berkembangnya pemikiran kritis, kreatif, maupun divergen siswa. Siswa sudah mampu melakukan reasoning dengan baik meskipun masih ada yang kurang efektif. Pemahaman siswa pada masalah matematika terbuka meningkat. Peneliti mementingkan aspek keterhubungan dan realitas sajian dalam lintasan pembelajaran.Kata Kunci : Luas Daerah Lingkaran, Masalah matematika terbuka, Pertanyaan What-if, Design Research, Teori Pembelajaran Lokal The purpose of the study was to obtain a local instructional trajectory for the area of the circle materials. The focus of the study was on the improvement of students’ ability on solving open-ended problems. As supports, the what-if type questions are used to developed student thinking ability. Design research was deliberately chosen as the method of the present study, with three following steps: (1) preliminary research, teaching implementation and retrospective analysis. The teaching implementation was carried out at Grade VIII SMP Negeri 1 Singaraja Academic Year 2015/2016. The data related to student’ activities and strategies that students used to solve the given problems during learning processes were collected through students’ written works in the worksheets, result of post-test, interviews, and observations. The gathered data were analysed descriptively. Learning trajectory of this research has four steps: (1) counting the area of lake pictures using grid paper, (2) counting the area of the circle using grid paper, (2) refinding π and the area of the circle formula, and (4) solving open-ended problems. From the research we found that in the beginning students are difficult to find another method when counting the area of the circle using grid paper. The other finding show that there are many variation in students’ answer. The students was capable to do reasoning although there are the reasoning that not effective. Students’ understanding in open-ended problems was increased. Researcher put important point in conecctivity and object reality in learning trajectory.keyword : Area of The Circle, Open-Ended Problems, What-if Questions, Design Research, Local Instructional Theory
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH BERORIENTASI MASALAH MATEMATIKA TERBUKA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X SMA N 7 DENPASAR TAHUN PELAJARAN 2013/2014 ., I KOMANG SUKENDRA; ., Prof. Dr. Phill.I Gst. Putu Sudiarta, M.; ., Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.734 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis : (1) perbedaan prestasi belajar antara siswa yang mengikuti penerapan model pembelajaran pemecahan masalah berorientasi masalah matematika terbuka dengan prestasi belajar siswa yang mengikuti penerapan model pembelajaran pemecahan masalah, (2) perbedaan prestasi belajar antara siswa yang mengikuti penerapan model pembelajaran pemecahan masalah berorientasi masalah matematika terbuka dengan prestasi belajar siswa yang mengikuti penerapan model pembelajaran pemecahan masalah pada siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis tinggi, (3) perbedaan prestasi belajar antara siswa yang mengikuti penerapan model pembelajaran pemecahan masalah berorientasi masalah matematika terbuka dengan prestasi belajar siswa yang mengikuti penerapan model pembelajaran pemecahan masalah pada siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis rendah, (4) interaksi antara penerapan model pembelajaran, dan kemampuan berpikir kritis terhadap prestasi belajar matematika siswa. Penelitian ini dikatagorikan sebagai penelitian eksperimen semu dengan menggunakan rancangan faktorial 2x2 yang melibatkan sampel sebanyak 48 orang siswa pada kelas X SMA N 7 Denpasar. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes kemampuan berpikir kritis dan tes prestasi belajar. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis varian dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa yang mengikuti penerapan model pembelajaran pemecahan masalah berorientasi masalah matematika terbuka dengan prestasi belajar siswa yang mengikuti penerapan model pembelajaran pemecahan masalah (Fhitung= 37, harga F tabel = 4,08 dengan  = 0,05 ), (2) terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa yang mengikuti penerapan model pembelajaran pemecahan masalah berorientasi masalah matematika terbuka dengan prestasi belajar siswa yang mengikuti penerapan model pembelajaran pemecahan masalah pada siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis tinggi (nilai t = 3,443 p-valuenya = 0,002), (3) terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa yang mengikuti penerapan model pembelajaran pemecahan masalah berorientasi masalah matematika terbuka dengan prestasi belajar siswa yang mengikuti penerapan model pembelajaran pemecahan masalah pada siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis rendah (Qhitung = 2,134 dan Qtabel = 2,021), (4) ada interaksi antara penerapan model pembelajaran, dan kemampuan berpikir kritis terhadap prestasi belajar matematika siswa (FAB hitung = 7,4 harga F tabel = 4,08 dengan  = 0,05).Kata Kunci : model pembelajaran pemecahan masalah berorientasi masalah matematika terbuka, prestasi belajar, kemampuan berpikir kritis. This study aimed to analize: (1) the difference between academic achievement for the students who have been taught by using model application of orientation problem solution of open ended and the academic achievement who have been taught by using the problem solution learning model application, (2) the difference between academic achievement for the students who have been taught by using model application of orientation problem solution of open ended and the academic achievement for the students who have been taught by using the problem solution learning model application with high critical thought skill, (3) the difference between academic achievement for the students who have been taught by using model application of orientation problem solution of open ended and the academic achievement who have been taught by using the problem solution learning model application. with low critical thought skill, (4) interaction between learning model and critical thought skill on academic achievement in Mathematics. This research is cotaqorized as apperance experiment research by using factorial framework 2 x 2 in volving 48 students in X class SMA N 7 Denpasar asa sample. The research instrument used to collect data is critical thought ability and learning achievement test. The gotten data is analized by using two-way variety analysis. The result of this research shows that: (1) there is difference between academic achievement for the students who have been taught by using model application of orientation problem solution of open ended and the academic achievement for the student who have been taught by using the problem solution learning model application (Fhitung = 37, while F(tabel) = 4.08 with = 0.05), (2) there is difference between academic achievement for the students who have been taught by using model application of orientation problem solution of open ended and the academic achievement for the students who have been taught by using the problem solution learning model application with high critical thought skill (t = 3.443 and p-value 0.002), (3) there is difference between academic achievement for the students who have been taught by using model application of orientation problem solution of open ended and the academic achievement for the student who have been taught by using the problem solution learning model application. with low critical thought skill. (Qhitung = 2.134 and Q(table), (4) there is interaction between learning model and critical thought skill on academic achievement in Mathematics ability (FAB hitung = 7.4, while Ftable = 4.08 with = 0.05)keyword : Application of orientation problem solution learning process of open ended problem, academic achievement, critical thought ability.
Pengaruh Model Pembelajaran Penemuan Berbantuan Multimedia Interaktif terhadap Pemahaman Konsep Matematika Siswa ditinjau dari Tingkat Ketangguhan Belajar ., KADEK WAHYU ARDI PUTRA; ., PROF. DR. I MADE ARDANA, M.Pd.; ., PROF.DR.PHILL. I GUSTI PUTU SUDIARTA, M.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran penemuan berbantuan multimedia interaktif terhadap pemahaman konsep matematika ditinjau dari tingkat ketangguhan belajar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain faktorial 2x2 yang dilaksanakan di SMP Negeri 3 Denpasar. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Denpasar sebanyak 338 siswa. Sampel penelitian ini sebanyak 96 siswa yang ditentukan menggunakan teknik cluster random sampling. Dari 8 kelas diambil 2 pasang kelas sebagai sampel penelitian, sepasang kelas sebagai kelompok eksperimen dan sepasang kelas lainnya sebagai kelompok kontrol. Pada kelompok eksperimen diterapkan pembelajaran dengan model pembelajaran penemuan berbantuan multimedia interaktif, sedangkan kelompok kontrol mengikuti pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa angket tingkat ketangguhan belajar dan tes pemahaman konsep matematika. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANAVA dua jalur melalui uji F. Hasil penelitian yang diproleh menunjukkan bahwa: 1) F_(A Hit)=22,40>F_Tab=3,94, artinya pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran penemuan berbantuan multimedia interaktif lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. 2) F_(AB Hit)=1.04F_Tab=3,94, it’s mean student’s conceptual understanding of mathematics who followed learning using discovery learning model aided by interactive multimedia was better than that students who followed learning using conventional learning. 2) F_(AB Hit)=1.04
Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah Berbantuan Media Pembelajaran Excel terhadap Prestasi Belajar Matematika ditinjau dari Kecerdasan Logis Matematis ., NI PUTU WIWIN SURYANTARI; ., Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si; ., Prof. Drs. Sariyasa,M.Sc., Ph.D
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.065 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis masalah berbantuan media pembelajaran Excel terhadap prestasi belajar matematika ditinjau dari kecerdasan logis matematis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan faktorial 2 x 2 yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kuta Utara dengan melibatkan sampel sebanyak 154 siswa. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes kecerdasan logis matematis dan tes prestasi belajar matematika. Data yang telah terkumpul, dianalisis menggunakan ANAVA dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model PBM berbantuan media pembelajaran Excel lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model PBM. (2) Tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dan kecerdasan logis matematis terhadap prestasi belajar matematika siswa. (3) Pada siswa yang memiliki kecerdasan logis matematis tinggi, prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model PBM berbantuan media pembelajaran Excel lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model PBM. (4) Pada siswa yang memiliki kecerdasan logis matematis rendah, prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model PBM berbantuan media pembelajaran Excel lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model PBM. Kata Kunci : model pembelajaran berbasis masalah, media pembelajaran Excel, kecerdasan logis matematis, prestasi belajar matematika The purpose of this research is to know the influence of problem based learning model aided by Excel learning’s media towards mathematics achievement in terms of logical mathematical intelligence. This research was a quasi experimental research with 2 x 2 factorial design. The research was conducted at SMA Negeri 1 Kuta Utara and involved a sample of 154 students. The sample of the research was determined by simple random sampling technique. The instrument used in this research was logical mathematics intelligence test and mathematics achievement test. The collected data were analyzed by using two-way ANAVA technique. The results showed that: (1) mathematics achievement of students who joined learning process using problem based learning model aided by Excel learning’s media was better than mathematics achievement of students who joined learning process using only problem based learning model. (2) There was no interaction between model of learning and logical intelligence on students’ mathematics achievement. (3) The students who had high mathematics intelligence, their achievement which was attained through problem based learning model aided by Excel learning’s media was better than that attained through problem based learning model. (4) The students who had low mathematics intelligence, their achievement which was attained through problem based learning model aided by Excel learning’s media was better than that attained through problem based learning model.keyword : problem based learning model, Excel learning’s media, logical mathematics intelligence, mathematics achievement.vement
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kontekstual Terhadap Pemahaman Konsep Matematika Siswa Ditinjau Dari Apresiasi Matematika Pada Siswa Kelas VII SMP N 4 Kuta Selatan ., PUTU YULI SUWASTINI; ., DR. I WAYAN SADRA, M.Ed.; ., PROF. DR. I NENGAH SUPARTA, M.Si.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Yuli Suwastini, Putu (2016), Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kontekstual Terhadap Pemahaman Konsep Matematika Siswa Ditinjau Dari Apresiasi Matematika Pada Siswa Kelas VII SMP N 4 Kuta Selatan. Tesis, Pendidikan Matematika, Program Pascasarjana, Universitas Pendidikan Ganesha. Tesis ini sudah disetujui dan diperiksa oleh Pembimbing I: Dr. I Wayan Sadra, M.Ed. dan Pembimbing II: Prof. Dr. I Nengah Suparta, M.Si. Kata kunci: model pembelajaran kontekstual, apresiasi matematika, pemahaman konsep matematika. Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasi experimental (eksperimen semu) dengan rancangan penelitian faktorial 2x2. Data yang diperoleh dari hasil penelitian diolah dengan menggunakan ANAVA 2 jalur dengan taraf signifikansi 5%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Pengaruh penerapan model pembelajaran kontekstual terhadap pemahaman konsep matematika siswa. 2) Ada tidaknya interaksi antara model pembelajaran kontekstual dengan apresiasi matematika siswa terhadap pemahaman konsep matematika.. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP N 4 Kuta Selatan tahun ajaran 2015/2016 dengan jumlah 449 orang. Sampel penelitian diambil dengan menggunakan teknik cluster sampling dengan jumlah 148 orang. Data pemahaman konsep matematika diperoleh dengan tes pemahaman konsep matematika, sedangkan data apresiasi matematika diambil dengan menggunakan angket apresiasi matematika. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan sebagai berikut. 1) Terdapat pengaruh model pembelajaran kontekstual terhadap pemahaman konsep matematika siswa. Hal ini terlihat dari pemahaman konsep matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kontekstual lebih baik daripada pemahaman konsep siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. 2) Tidak terdapat interaksi model pembelajaran kontekstual dengan apresiasi matematika siswa terhadap pemahaman konsep matematika. Kata Kunci : Model Pembelajaran Kontekstual, Apresiasi Matematika, Pemahaman Konsep Matematika. ABSTRACT Yuli Suwastini, Putu (2016), The Influence Of Contextual Teaching And Learning Design Toward Mathemathics Concept Understanding In Terms Of Mathemathics Appreciation in seventh grade of SMP N 4 Kuta Selatan. Thesis, The Mathemathics Education, PostGraduated Program, Ganesha University Of Education. This thesis has been approve and corrected by the Supervisor I : Dr. I Wayan Sadra, M.Ed. and the Supervisor II: Prof. Dr. I Nengah Suparta, M.Si. Key Words : Contextual Teaching And Learning Model, Mathemathics Appreciation, Mathemathics Concept Understanding. This research was a quasi experimental research which used factorial 2x2 design. The data were analysis by two-way varians analysis with 5% level of significance. This study is aimed at knowing : 1) The influences of contextual teaching and learning model toward student’s mathemathics concept understanding. 2) Interaction between contextual teaching and learning model and student’s mathemathics appreciation levels toward student’s mathemathics concept understanding. The population of this reseach was all of seventh grade students of SMP N 4 Kuta Selatan in the academic year 2015/2016 which consisted of 449 students. The sample was taken using cluster sampling thecnique. The data of mathemathics concept understanding were collected by using test of mathemathics concept understanding, while the data of student’s mathemathics appreciation levels were taken by questionaire. Based on data analysis, the result of the research showed: 1) There was an influence of contextual teaching and learning model toward student’s understanding on mathemathics concept. It was showed that the student’s mathemathics concept understanding who joined contextual teaching and learning model was better than the one who joined conventional model. 2) There was no interaction between contextual teaching and learning model and student’s mathemathics appreciation levels toward student’s mathemathics concept understanding. keyword : Contextual Teaching And Learning Model, Mathemathics Appreciation, Mathemathics Concept Understanding.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berorientasi Standar Pemecahan Masalah NCTM Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematika Peserta Didik ., NI WAYAN SRI WIDHYANTARI; ., PROF.DR.I GUSTI PUTU SUHARTA,M.Si; ., PROF. DR. I NENGAH SUPARTA, M.Si.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 4, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Sri Widhyantari, Ni Wayan. 2015. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berorientasi Standar Pemecahan Masalah NCTM Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematika Siswa Kelas VII SMP Widya Sakti Denpasar. Tesis (tidak diterbitkan). Singaraja: Program Studi Pendidikan Matematika, Program Pascasarjana, Universitas Pendidikan Ganesha. Tesis ini sudah dikoreksi dan diperiksa oleh Pembimbing I: Prof. Dr. I Gusti Putu Suharta, M.Si. dan Pembimbing II: Prof. Dr. I Nengah Suparta, M.Si. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik perangkat pembelajaran yang berorientasi pada standar pemecahan masalah NCTM dan untuk memperoleh perangkat pembelajaran matematika yang berorientasi pada standar pemecahan masalah menurut NCTM yang valid, praktis dan efektif. Jenis penelitian ini adalah penelitian desain. Perangkat yang dikembangkan terdiri dari buku siswa dan buku petunjuk guru melalui kegiatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Widya Sakti Denpasar, dengan siswa kelas VII subjek penelitian. Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi, lembar pengamatan keterlaksanaan perangkat pembelajaran, angket respons siswa dan guru, serta tes pemahaman konsep matematika.. Data yang telah dikumpulkan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian adalah perangkat pembelajaran yang berorientasi Standar Pemecahan Masalah NCTM yang berkualitas valid, praktis, dan efektif. Adapun karakteristik buku siswa adalah (1) berisi peta konsep, (2) berisi tujuan pembelajaran, (3) berisi masalah-masalah kontekstual yang terkait dengan lingkungan siswa, (4) dilengkapi dengan gambar-gambar kegiatan dalam kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan garis dan sudut, (5) proses pengkonstruksian pengetahuan dan penemuan konsep-konsep didominasi oleh siswa. Karakteristik buku guru adalah (1) berisi tujuan pembelajaran dan KD, (2) berisi permasalahan, (3) berisi langkah pembelajaran di setiap bagian-bagian materi, (4) dilengkapi dengan RPP, (5) berisi alternatif jawaban dari kegiatan siswa. Karakteristik pembelajarannya adalah (1) membangun pengetahuan matematika baru melalui pemecahan masalah, (2) memecahkan masalah yang timbul dalam matematika dan dalam konteks lain, (3) menggunakan dan mengadaptasi berbagai strategi yang tepat untuk memecahkan masalah, (4) memantau dan merefleksikan proses pemecahan masalah matematika.Kata Kunci : Pemecahan Masalah NCTM, pemahaman konsep matematika. ABSTRACT Sri Widhyantari, Ni Wayan. 2015. The Development of NCTM Problem Solving Standard Oriented Learning Set to Improve the Understanding of Mathematical Concepts of Denpasar Widya Sakti Junior High School’s Students. Thesis (unpublished). Singaraja: Mathematics Education Study Program, Postgraduate Program, Ganesha Education University. This thesis has been corrected and reviewed by First Supervisor : Prof. Dr I Gusti Putu Suharta, M.Si. and Second Supervisor : Prof. Dr I Nengah Suparta, M.Si. This study aims to determine the characteristics of the learning device oriented problem solving NCTM standards and to achieve a valid, practical and effective mathematic learning tools. The type of research is a design research. These developed learning devices consist of student’s book and teacher’s book which were developed through learning process with scienctific approach. The research was conducted at Denpasar Widya Sakti Junior High School where VII grade students were as its subject. The instruments used were validation sheet, observation sheet of learning set implementation, questionnaire of students and teachers’ response, and comprehension test of mathematical concepts. The collected data were analyzed descriptively. The result of the research is a valid, practical, and effective NCTM problem solving oriented learning set. The characteristics of the student book are (1) it contains map concept, (2) contains learning objectives, (3) it contains contextual issues associated with the students’ environment, (4) it is completed with pictures of activity in daily life associated with the lines and angles (5) the construction process of knowledge and concepts discovery is dominated by the students. The characteristics of teacher’s book are (1) contains learning objectives and basic competencies, (2) contains issues, (3) contains steps of learning in every parts of the material, (4) it is completed with lesson plan, (5) it contains alternative answers of students’ activities. The characteristics of learning are (1) build new mathematical knowledge through problem solving, (2) solve problems that arise in mathematics and in other contexts, (3) apply and adapt a variety of appropriate strategies to solve problems, (4) monitor and reflect on the process of mathematical problem solving.keyword : NCTM problem solving, mathematics concepts understanding.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA KNISLEY BERORIENTASI BRAINSTORMING TERHADAP KOMPETENSI STRATEGIS DAN DISPOSISI MATEMATIKA SISWA ., A.A. ISTRI TRISNADEWI; ., PROF. DR. I MADE ARDANA, M.Pd.; ., DR. GEDE SUWEKEN, M.Sc.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia Vol 4, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) apakah kompetensi strategis siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran matematika Knisley berorientasi Brainstorming lebih baik dibandingkan kompetensi strategis siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, (2) apakah disposisi matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran matematika Knisley berorientasi Brainstorming lebih baik dibandingkan disposisi matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, (3) apakah terdapat perbedaan antara kompetensi strategis dan disposisi matematika siswa secara simultan pada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran matematika Knisley berorientasi Brainstorming dan pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan menggunakan rancangan Posttest Only Control Group Desain. Dengan memperhatikan kesetaraan kemampuan kelas, sampel diambil dengan menggunakan metode two stages cluster sampling. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan angket untuk variable disposisi matematika dan tes dalam bentuk essay untuk variable kompetensi strategis matematika. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji-t untuk hipotesis 1 dan hipotesis 2, sedangkan hipotesis 3 menggunakan MANOVA. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa untuk masing-masing kelompok kelas : (1) kompetensi strategis siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran matematika Knisley berorientasi Brainstorming lebih baik dibandingkan kompetensi strategis siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, (2) disposisi matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran matematika Knisley berorientasi Brainstorming lebih baik dibandingkan disposisi matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, (3) terdapat perbedaan antara kompetensi strategis dan disposisi matematika siswa secara simultan pada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran matematika Knisley berorientasi Brainstorming dan pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Knisley, Brainstorming, Kompetensi Strategis, Disposisi Matematika This study was aimed to : (1) investigate whether the effect of students’ strategic competency was better between who were taught through Kinsley Mathematical Learning Model with Brainstorming orientation and conventional learning model, (2) investigate whether the effect of students’ mathematical disposition was better between who were taught through Knisley Mathematical Learning Model with Brainstorming orientation and conventional learning model, (3) investigate whether there were differences of students’ strategic competency and mathematical disposition between who were taught through Knisley Mathematical Learning Model with Brainstorming orientation and conventional learning model. This study was quasi experimental by using Posttest Only Control Group Design. By concerning on the homogeneity of classes, sample was taken through two stages cluster sampling method. The data were collected by using questionnaire for mathematical disposition variable and essay for strategic competency variable. The collected data were analyzed by T-Test for hypothesis 1 and 2, while hypothesis 3 used MANOVA. Based on data analysis showed that: (1) students’ strategic competency who were taught through Knisley Mathematical Learning Model with Brainstorming orientation was better than who were taught through conventional learning model, (2) students’ mathematical disposition who were taught through Knisley Mathematical Learning Model with Brainstorming was better than who were taught through conventional learning model, (3) there were differences simultaneously of students’ strategic competency and mathematical disposition between who were taught through Knisley Mathematical Learning Model with Brainstorming orientation and conventional learning model.keyword : Knisley, Brainstorming, Strategic Competency and Mathematical Disposition

Page 9 of 18 | Total Record : 176