cover
Contact Name
Made Gautama Jayadiningrat
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalipaindonesia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia
ISSN : 2615742X     EISSN : 26157438     DOI : -
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Science Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Science Education.
Articles 400 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI LABORATORIUM TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA DITINJAU DARI KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA I Putu Hendra Sanjaya
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.827 KB)

Abstract

ABSTRAK   Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis perbedaan keterampilan berpikir kreatif dan keterampilan proses sains antara kelompok siswa yang belajar dengan MPIL dan MPK, (2) menganalisis pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan kemandirian belajar terhadap keterampilan berpikir kreatif dan keterampilan proses sains, (3) menganalisis perbedaan keterampilan berpikir kreatif dan keterampilan proses sains  kelompok siswa yang belajar dengan MPIL dan MPK pada siswa yang memiliki kemandirian belajar tinggi, (4) menganalisis perbedaan keterampilan berpikir kreatif dan keterampilan proses sains antara kelompok siswa yang belajar dengan MPIL dan MPK pada siswa yang memiliki kemandirian belajar rendah, (5) menganalisis perbedaan keterampilan berpikir kreatif antara kelompok siswa yang belajar dengan MPIL dan MPK, (6) menganalisis perbedaan keterampilan proses sains antara kelompok siswa yang belajar dengan MPIL dan MPK. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan rancangan factorial 2x2 posttest only control group design.Subjek penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Mendoyo tahun pelajaran 2011/2012.Pengambilan kelas penelitian berdasarkan teknik random sampling.Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif dan MANOVA dua jalur. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan hasil sebagai berikut. Pertama, ada perbedaan yang signifikan model pembelajaran terhadap variabel-variabel KBK dan KPS secara bersama-sama (F=580,20; p<0,05).Artinya,KBK dan KPS secara bersama-sama menunjukkan perbedaan signifikan antar model pembelajaran.Kedua, terdapat interaksi antara model pembelajaran dan kemandirian belajar secara bersama sama terhadap KBK dan KPS (F=21,72;p<0,05). Ketiga, terdapat perbedaan signifikan variabel model pembelajaran terhadap KBK dan KPS untuk siswa yang memiliki kemandirian belajar tinggi (F=342,36; p<0,05). Keempat, terdapat perbedaan signifikan variable model pembelajaran terhadap KBK dan KPS untuk siswa yang memiliki kemandirian belajar rendah (F=228,82; p>0,05).Kelima, terdapat perbedaan signifikan variable model pembelajaran terhadap KBK (F=801,01; p<0,05). Keenam, terdapat perbedaan signifikan variable model pembelajaran terhadap KPS (F=335,98; p<0,05).   Kata kunci:inkuiri laboratorium, kemandirian belajar, keterampilan berpikir kreatif, dan keterampilan proses sains.  ABSTRACT The aims of this study was to (1) analyze the differences in creative thinking skills and science process skills between students who studied through inquiry laboratory learning model and conventional learning model, (2) analyze the interaction effect between the influence learning and self-direction in learning of creative thinking skills and process skills, (3) analyze the differences in creative thinking skills and science process skills between students who studied through inquiry laboratory learning model and conventional learning model on students who have high self-direction in learning, (4) analyze the differences in creative thinking skills and science process skills between students who studied through inquiry laboratory learning model and conventional learning model on students who have low self-direction in learning, (5) analyze the differences in creative thinking skills between students who studied through inquiry laboratory learning model and conventional learning model, (6) analyze the differences in science process skills between students who studied through inquiry laboratory learning model and conventional learning model. This study was an experimental study using the 2x2 factorial posttest-only control group designs. The subjects were all of the seventh grade students in SMP Negeri 5 Mendoyo academic year 2011/2012. The selection of the class for this study was based on random sampling technique. The data were analyzed by descriptive statistics and two ways MANOVA. The result showed that (1) there is significant influence learning model of creative thinking skills variables and science process skills together (F=580,20; p<0,05). That is, creative thinking skills and science process skills together showed significant differences between the learning models. (2) There is interaction between self-direction in learning and learning model collectively equal to creative thinking skills and science process skills (F= 21,72; p>0,05). (3) There are significant differences variable learning model of creative thinking skills and science process skills for students who have high self-direction in learning (F=342,36; p<0,05). (4) There are significant differences variable learning model of creative thinking skills and science process skills for students who have low self-direction in learning (F= 228,82; p>0,05). (5) There are significant differences of creative thinking skills between students who studied through inquiry laboratory learning model and conventional learning model (F=801,01; p>0,05). (6) There are significant differences of science process skills between students who studied through inquiry laboratory learning model and conventional learning model (F=335,98; p>0,05). Key words: inquirylaboratory learning, self-direction in learning, creative thinking skills and science process skills.
IMPLEMENTASI PENDEKATAN ILMIAH (SCIENTIFIC APPROACH) DALAM PENULISAN RPP DAN PEMBELAJARAN BIOLOGI BERDASARKAN KURIKULUM 2013 DI SMA NEGERI 1 KUTA NI WAYAN EMI SULANDARI .; PROF.DR. NI PUTU RISTIATI, M.Pd. .; DR. I GST.AGUNG NYM.SETIAWAN, M.Si. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk untuk mendeskripsikan implementasi pendekatan ilmiah dalam penulisan RPP dan pembelajaran Biologi di SMA Negeri 1 Kuta. Data dikumpulkan melalui teknik angket, observasi, checklist, wawancara dan dokumentasi serta dianalisis secara interpretatif. Penelitian ini melibatkan satu orang guru Biologi sebagai informan dan tiga buah RPP tersebut untuk dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendekatan ilmiah dalam penulisan RPP dan pembelajaran Biologi belum diterapkan secara optimal. Hal ini ditunjukkan dari adanya beberapa deskripsi kegiatan belajar pada Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014 yang tidak direncanakan dalam RPP. Selama proses pembelajaran terdapat aktivitas yang tidak sesuai dengan perencanaannya dalam RPP. Hal ini memberikan gambaran bahwa guru kurang memperhatikan langkah-langkah pembelajaran yang telah direncanakan. Kendala yang dialami guru dalam mengimplementasikan pendekatan ilmiah adalah a) kurangnya pemahaman guru mengenai konsep kurikulum 2013; (b) kesalahan konsep guru dalam pembelajaran, (c) jumlah siswa yang banyak dalam satu rombongan belajar, (d) pembagian alokasi waktu yang kurang tepat, (e) rendahnya antusiasme siswa dalam belajar, dan (f) kurangnya pemanfaatan sumber belajar dan media pembelajaran. Berdasarkan temuan tersebut dianjurkan saran perlu diadakannya pelatihan rutin dan evaluasi bagi guru tentang implementasi kurikulum 2013 baik dalam penulisan RPP maupun dalam pelaksanaan pembelajaran. Kata Kunci : pendekatan ilmiah, RPP, proses pembelajaran, kurikulum 2013 This study is aimed to describe the implementation of scientific approach in lesson plan and Biology learning process which was conducted in SMA Negeri 1 Kuta by using descriptive qualitative method. Data was collected by using questionnaire, observation, checklist, interview, and documentation then was analized interpretatively. A biology teacher was involved as the informant and there were three lesson plans from that teacher being analyzed in this study. The result of the study showed that scientific apporach in lesson plan and biology learning process was not implemented optimally. It was shown by the variety of activities that mentioned in Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014 were not planned by the teacher in lesson plan. During the learning process there were unsuitable activities appeared. It showed the lack of the attention by teacher in implementing the steps of the learning activity planned. The obstacles faced by the teacher namely (a) the less of teacher’s understanding regarding the concept of curriculum 2013, (b) teachers’ misconception in teaching, (c) the big number of students in a class, (d) the allocation of time in learning process, (e) the less enthusiasm of students, (f) lack of learning sources and media used. Based on the finding of this study, it was highly suggested to do a routine trainning and evaluation for teacher regarding the implementation of curriculum 2013 both in lesson plan and learning process.keyword : scientific approach, lesson plan, learning process, curriculum 2013
Pengaruh Model Pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah dan Self Efficacy Siswa SMP RIKA RAHMAYANI .; Prof. Dr I Wayan Sadia,M.Pd .; Prof. Dr. Ketut Suma, MS .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kemampuan pemecahan masalah (KPM) dan self-efficacy (SE) antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning (MP.POGIL) dan model pembelajaran direct instruction (MP.DI). Penelitian ini tergolong penelitian eksperimen semu dengan rancangan pretest-posttest nonequivalent control group design. Sampel penelitian adalah 120 siswa kelas VIII SMP N 2 Semarapura yang diambil dengan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan dengan tes KPM dan kuisioner SE. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan MANOVA satu jalur. Untuk mengetahui besar perbedaan digunakan uji Least of Significance Differences (LSD) pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan KPM dan SE antara kelompok siswa yang belajar dengan MP.POGIL dan MP.DI (F = 86,424; p
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE BERBASIS LOCAL GENIUS TERHADAP KOMPETENSI PENGETAHUAN IPA SISWAKELAS IV SD Ni Luh Heni Mirayanti; I Kt. Adnyana Putra; D.B.Kt. Ngr. Semara Putra
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.041 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang signifikan model pembelajaran Learning Cycle berbasis Local Genius terhadap kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas IV SD Gugus VIII Mengwi Badung Tahun Ajaran 2017/2018. Jenis penelitian yang digunakan yaitu eksperimen semu dengan bentuk desain nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV semester genap di Gugus VIII Mengwi Badung berjumlah 241 orang siswa. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas IVB SD No. 3 Mengwi yang berjumlah 33 orang siswa sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas IV SD No. 2 Werdi Bhuwana yang berjumlah 33 orang siswa sebagai kelompok kontrol. Data kompetensi pengetahuan IPA dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk pilihan ganda biasa. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial uji-t. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thitung = 6,169  dan ttabel (pada taraf signifikansi 5%) = 2,000. Hal ini berarti bahwa thitung> ttabel, sehingga dapat dinyatakan terdapat perbedaan kompetensi pengetahuan IPA yang signifikan antara kelompok yang mengikuti Pembelajaran Learning Cycle berbasis Local Genius dan kelompok yang mengikuti Pembelajaran Konvensional. Dilihat dari nilai rata-rata kompetensi pengetahuan IPA kelompok eksperimen adalah 80,94 lebih besar dari rata-rata kompetensi pengetahuan IPA kelompok kontrol yang hasil rata-ratanya sebesar 70,14. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Learning Cycle berbasis Local Genius berpengaruh terhadap kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas IV SD Gugus VIII Mengwi Badung Tahun Ajaran 2017/2018.Kata Kunci: Learning Cycle, Local Genius  Kompetensi Pengetahuan IPAABSTRACTThe purpose of this researched was to find out the significant effect of learning Model “Learning Cycle” Local Genius Based towards Fourth Grade Elementary School Students’ Knowledge Competence of Science in Gugus VIII Mengwi Badung, Academic Year 2017/ 2018. The type of researched used was a pseudo-experimental design with nonequivalent control group design. The population of this reseachedwas all of the students of grade four, even semester in Gugus VIII Mengwi Badungthat consistwas 241 students. The samples of this study are the grade IV B in SD No. 3 Mengwi which is amounted to 33 students as experimental group and fourth graders of SD No. 2 Werdi Bhuwana amounted to 33 students as control group. The data knowledge competence of Science were collected by multiple choice as the test instrument. The collected data were analayzed using descriptive statistical analysis and t-test inferential statistics. Based on the results of data analysis, obtained t-count = 6,169  and t-table (at 5 % significance level) = 2.000. This means that t-count>  t-table, so it can be declared that there are significant differences in students’ knowledge competence of Science between the group that is treated using Learning Cycle  Local Genius Based with group that is treated using convensional learning . Judging from the students’ knowledge competence of Science’s average score in experimental group is 80.94 greater than the average score of the students’ knowledge competence of Science’s from the control group who got 70.14. So, it can be concluded that the learning Model “Learning Cycle” Local Genius Based has significant effect towards Students’ Knowledge Competence of Science of fourth-grade students, Gugus VIII Mengwi in Academic Year 2017/ 2018.Keywords: Learning Cycle, Local Genius, Knowledge Competence of Science
IMPLEMENTASI PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI DITINJAU DARI INTELLIGENCE QUOTIENT (IQ) Ida Bgs Nym Semara Putera
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.039 KB)

Abstract

ABSTRAK Semara Putera, Ida. Bagus Nyoman, 2012. Implementasi Problem Based Learning (PBL) Terhadap Hasil Belajar Biologi SMA Ditinjau dari Intelligence Quotien ( IQ) . Tesis Program Studi Pendidikan Sains, Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja   Tesis ini sudah dikoreksi dan diperiksa oleh: Pembimbing     : ( I )  Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si ( II )  Dr. I Gusti Agung Nyoman Setiawan, M.Si   Kata-kata kunci : Problem Based Learning, , IQ hasil belajar Biologi   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis implementasi problem based learning terhadap hasil belajar biologi SMA ditinjau dari IQ. Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI IPA SMA Negeri 1 Ubud dengan menggunakan rancangan Post Test Only Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 84 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik Random Sampling. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan analisis varians (ANAVA) dua jalur melalui uji F dan dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitiannya adalah : (1) secara keseluruhan, hasil belajar Biologi siswa yang belajar dengan model pembelajaran  problem based learning lebih tinggi daripada siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung (FA = 4,36 dengan p < 0,05), (2) untuk siswa yang memiliki IQ tinggi, hasil belajar Biologi  siswa yang belajar dengan model pembelajaran problem based learning lebih tinggi daripada siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung (F = 25,96 dengan p < 0,05), (3) untuk siswa yang memiliki IQ rendah, hasil belajar Biologi siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung lebih tinggi daripada siswa yang belajar dengan model pembelajaran problem based learning (F = 24,72 dengan p < 0,05), dan (4) terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dengan IQ terhadap hasil belajar Biologi siswa (FAB = 4,35 dengan p < 0,05). Dari hasil temuan penelitian, disimpulkan bahwa implementasi problem based learning berpengaruh terhadap hasil belajar Biologi ditinjau dari IQ pada siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Ubud. Penelitian ini memberikan implikasi antara lain : 1) model pembelajaran problem based learning merupakan model pembelajaran yang perlu dipertimbangkan untuk dilaksanakan dalam proses pembelajaran Biologi, dan 2) penerapan model pembelajaran problem based learnin hendaknya mempertimbangkan tingkat keterampilan IQ siswa.   ABSTRACT   Semara Putera, Ida Bagus Nyoman, the Implementation of Problem Based Learning (PBL)   toward Biology Learning Achievement viewed from Intelligence Quotien (IQ). Thesis of Science Educational Study Program, Post Graduate Program, Ganesha Educational University, Singaraja.   Councilors       : ( I )  Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si ( II )  Dr. I Gusti Agung Nyoman Setiawan, M.Si   Key words       : Problem Based Learning, IQ Biology Learning Achievement This study is aimed at finding out and analyzing the implementation of Problem Based Learning toward Biology Learning Achievement of high school students viewed from IQ. This research was conducted in science class XI of SMA Negeri 1 Ubud using Post Test Only Control Group Design. The research samples were 84 students selected using Random Sampling Technique. The data obtained was processed by using Two Path Varians Analysis (ANAVA) and followed up by Tukey test. The result of the study shows the followings : (1) On the whole, Biology Learning Achievements of students studying using Problem Based learning Instructional model is higher than those of students studying using direct instructional model(FA = 4,36  at p <0,05), (2) For students with high IQ, Biology Learning Achievements of students studying using Problem Based learning Instructional model is higher than those of students studying using direct instructional model (F = 25,96 at p<0,05, (3) For students with low IQ, Biology Learning Achievements of students studying using direct Instructional model is higher than those of students studying using problem based learning instructional model (F = 24,72 at p<0,05). And (4) There is an interaction effect between instructional model and IQ toward Biology Learning Achievements of students (FAB = 4,35 at p<0,05) From the study findings, it is concluded that the implementation of Problem Based learning affects Biology Learning Achievement viewed from IQ on science class XI students of SMA Negeri 1 Ubud. This study contributes implication such as : 1) Problem Based learning Instructional model is an instructional model which should be taken into account to be applied within Biology Learning process, and 2) The application of Problem Based learning Instructional model should consider student IQ skill level.
PENGARUH MODEL COLLABORATIVE TEAMWORK LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH FISIKA DITINJAU DARI KECERDASAN EMOSIONAL SISWA ANIK ARIANI .; PROF. DR. I WAYAN SADIA, M.Pd .; PROF. DR. KETUT SUMA, M.S. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) perbedaan kemampuan pemecahan masalah fisika antara kelompok siswa yang belajar dengan Model Collaborative Teamwork Learning (MCTL) dan kelompok siswa yang belajar dengan Model Pembelajaran Konvensional (MPK), (2) pengaruh interaksi antara model pembelajaran dengan kecerdasan emosional siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah fisika siswa, (3) perbedaan kemampuan pemecahan masalah fisika antara siswa yang belajar dengan MCTL dan kelompok siswa yang belajar dengan MPK untuk kelompok siswa yang memiliki kecerdasan emosional tinggi, (4) perbedaan kemampuan pemecahan masalah fisika antara siswa yang belajar dengan MCTL dan kelompok siswa yang belajar dengan MPK untuk kelompok siswa yang memiliki kecerdasan emosional rendah. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan Posttest Only Non-Equivalent Control Group Design. Populasi penelitian siswa kelas X SMA Negeri 6 Denpasar tahun pelajaran 2015/2016 terdiri dari 8 kelas dengan jumlah 288 siswa. Sampel penelitian 4 kelas (X3, X5, X7 dan X8) dengan jumlah 141 orang siswa yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Data kemampuan pemecahan masalah fisika dikumpulkan dengan tes kemampuan pemecahan masalah fisika. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif dan uji ANAVA 2 jalur. Hasil penelitian menunjukkan, (1) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah fisika antara kelompok siswa yang belajar dengan MCTL dan kelompok siswa yang belajar dengan MPK (F = 4,644; p
Pengembangan Perangkat Pembelajaran IPA Terpadu dengan Setting Inquiry Laboratorium Bermuatan Content Local Genius untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Keterampilan Proses Sains Siswa SMP KETUT SRI KUSUMA WARDANI .; PROF. DR. I WAYAN SADIA, M.Pd .; PROF. DR. I WAYAN SUASTRA, M.Pd. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran IPA dengan setting model pembelajaran inquiry laboratorium bermuatan content local genius yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan proses siswa. Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu pada model pengembangan 4-D yang terdiri dari define, design, develop, dan dissemination. Tahap pengembangan hanya dilakukan sampai tahap develop. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar validasi, lembar observasi, angket, dan tes. Metode analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif kuantitatif terhadap validitas dan kepraktisan perangkat pembelajaran. Efektivitas perangkat pembelajaran dilakukan dengan one group pretest posttest design. Efektivitas perangkat pembelajaran dianalisis dengan uji t pihak kanan. Hasil penelitian menunjukan (1) perangkat pembelajaran dinyatakan sangat valid dengan skor rata-rata 3,82, (2) perangkat pembelajaran dinyatakan sangat praktis dengan skor rata-rata 3,71, (3) perangkat pembelajaran dinyatakan efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep sains dengan thitung sebesar 17,45 (thitung > ttabel), dengan gain score sebesar 0,61 dan perangkat pembelajaran dinyatakan efektif untuk meningkatkan keterampilan proses sains dengan thitung sebesar 16,75 (thitung > ttabel), dengan gain score sebesar 0,35. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran IPA dengan setting model pembelajara inquiry laboratorium bermuatan content local genius telah memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan proses sains siswaKata Kunci : inquiry laboratorium, content local genius, pemahaman konsep, keterampilan proses This research aimed to develop valid, practical, and effective science instructional tools based on laboratory inquiry learning model with local genius contents to improve students’ concepts understanding and process skills. The development of the instructional tools followed the 4-D development model which consists of define, design, develop, and disseminate. However, the development steps in the current study were only conducted up to the develop stage. Data were collected by using validation sheets, observation sheets, questionnaires, and tests. The data analysis was carried out by using quantitative descriptive method especially with regard to the validity and practicality of the instructional tools. The effectiveness of the device was investigated by using one group pretest posttest design. The effectiveness of the instructional tools was analyzed by right tail t test. The results show (1) the instructional tools were categorized “very valid” with an average score of 3.82, (2) the instructional tools were categorized “very practical” with an average score of 3.71, (3) the instructional tools were categorized as “effective” in improving understanding of science concepts, with a tcount of 17.45 (tcount > ttable) and a gain score of 0.61 and was categorized as effective instructional tools in improving science process skills, with a tcount of 16.75 (tcount > ttable) and a gain score 0.35. Based on the results of this research it is concluded that the instructional tools develop have met the criteria of being valid, practical, and effective in improving the students’ concept understanding and science process skillskeyword : laboratory inquiry, content local genius, understanding concepts, process skills
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI DALAM PEMBELAJARAN IPA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR FORMAL DAN SIKAP ILMIAH SISWA SMP NI MADE YULIANI .; Prof. Dr I Wayan Sadia,M.Pd .; Prof. Dr.I Wayan Suastra,M.Pd .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) menguji perbedaan model pembelajaran inovatif antara model pembelajaran inkuiri bebas, model pembelajaran inkuiri terbimbing dan model pembelajaran konvensional dalam pencapaian kemampuan berpikir formal dan sikap ilmiah, (2) Menganalisis perbedaan kemampuan berpikir formal antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri bebas, model pembelajaran inkuiri terbimbing dan model pembelajaran konvensional, (3) Menganalisis perbedaan sikap ilmiah antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri bebas, model pembelajaran inkuiri terbimbing dan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan rancangan factorial 3x2 posttest only control group design. Subjek penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Denpasar tahun pelajaran 2013/2014. Pengambilan sampel berdasarkan teknik random sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif dan MANOVA satu jalur. Hasil analisis menyatakan sebagai berikut. (1) terdapat perbedaan signifikan kemampuan berpikir formal dan sikap ilmiah antara kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran inkuiri bebas, model pembelajaran inkuiri terbimbing, dan model pembelajaran konvensional (F = 3,020; p
ANALISIS KOMPARASI PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI BEBAS DAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP BIOLOGI DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF SISWA SMA Putu Eva Yustini; I Wayan Sadia; I Gusti Agung Nyoman Setiawan
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.696 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) perbedaan pemahaman konsep biologi antara siswa yang belajar melalui model pembelajaran inkuiri bebas dan siswa yang belajar melalui model pembelajaran inkuiri terbimbing, (2) pengaruh interaksi antara model pembelajaran inkuiri  dan gaya kognitif terhadap pemahaman konsep biologi siswa. Jenis penelitian adalah eksperimen semu dengan desain pretest-posttest nonequivalent control group design. Sampel penelitian adalah siswa kelas XI  semester 1 di SMA Negeri 1 Ubud yang berjumlah 120 orang siswa. Pengambilan kelas penelitian berdasarkan teknik random sampling. Data pemahaman konsep dikumpulkan dengan tes obyektif  dan data gaya kognitif dikumpulkan dengan test GEFT . Data yang diperoleh dianalisis secara statistik deskriptif dan ANAVA dua jalur dengan hasil sebagai berikut: Pertama, terdapat perbedaan pemahaman konsep biologi antara siswa yang belajar melalui model pembelajaran inkuiri bebas dan siswa yang belajar melalui model pembelajaran inkuiri terbimbing  (F=7,208; p<0,05). Kedua, terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran  dan gaya kognitif terhadap pemahaman konsep biologi siswa (F = 65,451 ; p<0,05). Kata kunci: inkuiri bebas, inkuiri terbimbing, pemahaman konsep, dan  gaya kognitif Abstract The aims of this study was to analyze: (1) the differences of concept understanding between student’s group who studied with free inquiry learning model and guided inquiry, (2) the interactive effects between cognitive style and learning model in concept understanding of the student’s. This is quasi experiments with pretest-posttest nonequivalent control group design. The samples of this research were students of XI SMAN 1 Ubud. The samples of the class for this study was determined by random sampling technique. Data were collected by the objective  test and GEFT test. Data were analyzed using descriptive statistics and two ways anova. Based on research, it was found. First, there are differences of concept understanding between student’s group who studied with free inquiry learning model and guided inquiry (F=7.208; p<0.05). Second, there is an interactive effects between cognitive style and learning model in concept understanding of the student’s (F=65.451 ; p<0.05.. Keywords : free inquiry, guided inquiry, concept understanding, and cognitive style.
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM PEMBELAJARAN SAINS DI SD DOREMI EXCELLENT SCHOOL Ni Made Yethi suneli
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.53 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan 1) macam-macam alih kode dan campur kode dalam pembelajaran sains di SD Doremi Excellent School; (2) faktor-faktor penyebab terjadinya alih kode dan campur kode dalam pembelajaran sains di SD Doremi Excellent School; (3) fungsi-fungsi alih kode dan campur kode dalam pembelajaran sains di SD Doremi Excellent School. Sumber data dalam penelitian ini adalah tuturan-tuturan yang digunakan guru maupun siswa dalam kegiatan belajar mengajar menggunakan dua bahasa yakni bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi  dan metode wawancara.   Kata kunci: Alih kode, campur kode, pembelajaran sains