cover
Contact Name
Made Gautama Jayadiningrat
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalipaindonesia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia
ISSN : 2615742X     EISSN : 26157438     DOI : -
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Science Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Science Education.
Articles 400 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA NUR RAMADIYANTI .; Dr.DRS. I WAYAN MUDERAWAN, MS. .; DR. I NYOMAN TIKA, M.Si. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan : (1) perbedaan ketrampilan berpikir kritis dan prestasi belajar, antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis proyek dan model pembelajaran langsung, (2) perbedaan ketrampilan berpikir kritis antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis proyek dan model pembelajaran langsung, (3) perbedaan prestasi belajar antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis proyek dan model pembelajaran langsung. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen, dengan rancangan post-test only control group design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII semester genap di MTs Negeri Patas tahun ajaran 2015/2016 yang teridi dari 4 kelas dengan jumlah siswa 117 orang. Sampel diambil dengan teknik group random sampling. Data dikumpulkan dengan tes keterampilan berpikir kritis dan tes prestasi belajar. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik deskriptif dan MANOVA satu jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) terdapat perbedaan ketrampilan berpikir kritis dan prestasi belajar, antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis proyek dan model pembelajaran laPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan: (1) perbedaan keterampilan berpikir kritis dan prestasi belajar antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis proyek dan model pembelajaran langsung, (2) perbedaan ketrampilan berpikir kritis antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis proyek dan model pembelajaran langsung, (3) perbedaan prestasi belajar antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis proyek dan model pembelajaran langsung. Penelitian ini menggunakan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII semester genap di MTs Negeri Patas tahun ajaran 2015/2016 yang terdiri dari 5 kelas. Data dikumpulkan dengan tes keterampilan berpikir kritis dan tes prestasi belajar. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik deskriptif dan MANOVA satu jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan ketrampilan berpikir kritis dan prestasi belajar, antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis proyek dan model pembelajaran langsung, (2) terdapat perbedaan ketrampilan berpikir kritis antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis proyek dan model pembelajaran langsung, (3) terdapat perbedaan prestasi belajar antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis proyek dan model pembelajaran langsung. Kata Kunci : Model Pembelajaran Berbasis Proyek, keterampilan berpikir kritis, dan prestasi belajar This study aims to describe and explain: (1) differences in critical thinking skills and learning achievement between groups of students who study with project-based learning model and direct instructional model, (2) differences in critical thinking skills among the groups of students who study with the project-based learning model and direct learning model, (3) the differences of learning achievement between groups of students learning with project-based learning model and learning model directly. This study was design post-test only control group design. Data were collected by critical thinking skills and learning achievement test. Data were analyzed by descriptive statistics and one way MANOVA. The results showed that: (1) there were differences in critical thinking skills and learning achievement between groups of students who study with project-based learning model and direct instructional model (F = 59,161; p
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS NATURE OF SCIENCE (NOS) TERHADAP KEMAMPUAN APLIKASI KONSEP BIOLOGI DAN PEMAHAMAN NOS SISWA DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI DI SMA NEGERI 1 MARGA I GEDE SUDIRGAYASA .; Prof. Dr.I Wayan Suastra,M.Pd .; Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.724 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Menganalisis perbedaan kemampuan aplikasi konsep biologi dan pemahaman NoS antara siswa yang mengikuti model pembelajaran berbasis NoS dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung. (2) Menganalisis perbedaan kemampuan aplikasi konsep biologi antara siswa yang mengikuti model pembelajaran berbasis NoS dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung. (3) Menganalisis perbedaan pemahaman NoS antara siswa yang mengikuti model pembelajaran berbasis NoS dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (Quasi-Experiment) dengan rancangan Non-equivalent Posttest-Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Marga pada semester genap tahun pelajaran 2013/ 2014. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Simple Random Sampling setelah uji kesetaraan dengan uji-t. Data yang diperlukan adalah data kemampuan aplikasi konsep biologi dan data pemahaman NoS siswa yang masing-masing diukur dengan tes bentuk uraian dengan reliabilitas masing-masing sebesar 0,630 dan 0,604. Analisis data dilakukan dengan analisis statistik deskriptif dan analisis multivariat (MANOVA) yang dilanjutkan dengan uji Least Significance Difference (LSD). Hasil penelitian menunjukkan: (1) Terdapat perbedaan kemampuan aplikasi konsep biologi dan pemahaman NoS antara siswa yang mengikuti model pembelajaran berbasis NoS dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung (F=366,570; p
PENGARUH VIRTUAL EXPERIMENT TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA SMA NEGERI 1 SINGARAJA. Putri Sarini .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.385 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan hasil belajar siswa antara siswa yang belajar melalui model pembelajaran dengan virtual experiment dan siswa yang belajar melalui model pembelajaran konvensional; (2) pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan motivasi belajar fisika siswa terhadap hasil belajar fisika siswa; (3) perbedaan hasil belajar siswa antara siswa yang belajar melalui model pembelajaran dengan virtual experiment dan siswa yang belajar melalui model pembelajaran konvensional, pada siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi; dan (4) perbedaan hasil belajar siswa antara siswa yang belajar melalui model pembelajaran dengan virtual experiment dan siswa yang belajar melalui model pembelajaran konvensional, pada siswa yang memiliki motivasi belajar rendah. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan post test only control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X regular  SMA Negeri 1 Singaraja tahun ajaran 2011/2012. Penetapan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik random sampling. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner motivasi belajar dan tes hasil belajar fisika berbentuk obyektif diperluas. Untuk uji hipotesis, data dianalisis dengan analisis varians (Anava) dua jalur dan dilanjutkan dengan uji Tukey pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan hasil belajar fisika antara siswa yang belajar melalui model pembelajaran dengan virtual experiment dan siswa yang belajar melalui model pembelajaran konvensional; (2) terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan motivasi belajar terhadap hasil belajar fisika siswa; (3) terdapat perbedaan hasil belajar fisika antara siswa yang belajar melalui model pembelajaran dengan  virtual experiment dan siswa yang belajar melalui model pembelajaran konvensional, pada siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi;  dan (4) terdapat perbedaan hasil belajar fisika antara  siswa yang belajar melalui model pembelajaran dengan virtual experiment dan siswa yang belajar melalui model pembelajaran konvensional, pada siswa yang memiliki motivasi belajar rendah. Oleh karena itu,dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran dengan virtual experiment dan motivasi belajar berpengaruh terhadap hasil belajar fisika siswa.  ABSTRACT   This research aims at:(1) understanding the examination outcomes of students who study Physics through virtual experiment and those who study using conventional method; (2) understanding the effect of interaction between learning method and students’ motivation on the Physics examination outcomes; (3) understanding the difference between students who study Physics through virtual experiment  and students who study Physics through conventional method, at students whose high motivation in learning; and (4) understanding the difference between students who study Physics through virtual experiment and students who study Physics through conventional method, at students whose low motivation in learning. The type of research is quasi experimental research by employing post test only control group design. The populations were all students in regular class X of SMA Negeri 1 Singaraja, year 2011/2012. In this research, random sampling technique is adopted. The data is gathered from questionnaires regarding students’ motivation in learning and Physics examination in the form of extended objectives. For hypothesis evaluation, data is analyzed using two-way Analysis of Variance (Anova) and Tukey’s test at level of significance of 5%. Results show that: (1) in terms of Physics examination outcomes, there is a difference between students who study Physics through virtual experiment and those who study Physics through conventional method, (2) learning method and motivation affect the student’s Physics examination outcomes, (3) there is a difference between students who study Physics through virtual experiment and students who study Physics through conventional method, at students whose high motivation in learning; dan  (4) there is a difference between students who study Physics through virtual experiment and students who study Physics through conventional method, at students whose low motivation in learning. Thus, it is concluded that learning Physics through virtual experiment and students’ motivation  affect the Physics examination outcomes.   Keywords:    Physics examination outcomes, motivation in learning, virtual experiment
Pengaruh Strategi Pembelajaran Aktif Tipe Team Quiz Terhadap Pemahaman Konsep dan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa SMP Nurhayati .; PROF. DR. PUTU BUDI ADNYANA, M.Si. .; DR. LUH PT.MANIK WIDIYANTI, S.Si, M.Kes .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran aktif tipe team quiz terhadap pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kreatif. Jenis penelitian ini adalah (quasi-experiment) dengan the Posttest Only Control Group Design. Populasi penelitian ini. Populasi penelitian ini menggunakan kelas VII SMP Negeri Pringgabaya tahun ajaran 2015/2016 dengan jumlah populasi 377 siswa. Sampel yang digunakan berjumlah 75 orang. Uji hipotesis menggunakan teknik MANOVA dengan signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan 1) terdapat perbedaan pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kreatif antara siswa yang belajar dengan strategi pembelajaran aktif tipe team quiz dan dengan strategi pembelajaran konvesional (F = 28,142 p < 0,05), 2) terdapat perbedaan keterampilan berpikir kreatif antara kelompok siswa yang belajar dengan strategi pembelajaran aktif tipe team quiz dan srategi pembelajaran konvesional (F = 53,374 p < 0,05), (3) terdapat perbedaan pemahaman konsep IPA antara kelompok siswa yang belajar dengan strategi pembelajaran aktif tipe team quiz dan strategi pembelajaran konvesional (F = 7,839 p < 0,05).Kata Kunci : strategi pembelajaran aktif tipe team quiz, pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kreatif The objectives of this study were effect of active learning strategies type team quiz toward understanding consepts and skills of creative thinking junior high students. This study belongs to (quasi-experiment) with posttest design the Posttest Only Control Group Design. The population of the study was the all students Pringgabaya junior high school eighth grade in the school year 2015/2016 which consisted of 377 students. The sample of tis study consisted of 75 students. The hypotesis was tested by using MANOVA by significant was 0,05. The result of the study showed as follows,1) there was a significant differences in skills of creative thinking and understanding consepts between group of students studying with active learning strategies type team quiz and the convetional strategies (F = 28,142 p < 0,05), and (2) there was a significant difference in motivation between group of students who study the active learning strategies type team quiz and the convetional strategies (F = 53,374 p < 0,05), (3) there was a significant difference the achievement of learning science between group of students studying with active learning strategies type team quiz and the convetional strategies (F = 7,839 p < 0,05).keyword : active learning strategies type team quiz toward skills, understanding consepts and skills of creative thinking.
PENGARUH MODEL EXPERIENTIAL LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN MOTIVASI BERPRESTASI SISWA NI WAYAN RINA LESTARI .; Prof. Dr I Wayan Sadia,M.Pd .; Prof. Dr. Ketut Suma, MS .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.248 KB)

Abstract

Penelitian kuasi eksperimen ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan keterampilan berpikir kritis dan motivasi berprestasi antara siswa yang belajar dengan model experiential learning dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilaksanakan penelitian dengan populasi siswa kelas X MIPA semester genap di SMA Negeri 1 Semarapura tahun pelajaran 2013/2014. Berdasarkan hasil random sampling, terpilih kelas X MIPA 6 sebagai kelas eksperimen dan X MIPA 7 sebagai kelas kontrol. Data keterampilan berpikir kritis dikumpulkan dengan tes keterampilan berpikir kritis dan data motivasi berprestasi dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan analisis deskriptif dan analisis multivariat. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan diperoleh temuan: 1) terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis dan motivasi berprestasi antara siswa yang belajar dengan model experiential learning dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional; 2) terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis antara siswa yang belajar dengan model experiential learning dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional; 3) terdapat perbedaan motivasi berprestasi antara siswa yang belajar dengan model experiential learning dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Model Experiential Learning, Keterampilan Berpikir Kritis, Motivasi Berprestasi This quasi experimental research aimed to analyze the differences in the critical thinking skill and achievement motivation among students who learned with experiential learning model with students who learned with the conventional learning model. To achieve these objectives, the research carried out by taking the study population are students of class X MIPA SMAN 1 Semarapura, semester 2, academic year 2013/2014. Based on the results of the random sampling, class X MIPA 6 was selected as the experimental class and class X MIPA 7 as the control class. Critical thinking skill data taken with the test, and achievement motivation were taken using a questionnaire. The collected data were analyzed by descriptive and multivariate analysis. Based on the analysis of data and discussion of the obtained findings include: 1) there are differences in critical thinking skill and achievement motivation among the students who learned with the experiential learning model with students who studied with the conventional learning model; 2) there is a difference between the students' critical thinking skill that learned with the experiential learning with students who learned with the conventional learning; and 3) there is a difference between the achievement motivation of students who learned with the experiential learning with students who learned with the conventional learning. keyword : Experiential Learning Model, Critical Thinking Skill, Achievement Motivation
PENGELOLAAN PEMBELAJARAN IPA DITINJAU DARI HAKIKAT SAINS PADA SMP DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR L. U. Ali; I. W. Suastra; A. A. I. A. R. Sudiatmika
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.83 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) pemahaman guru tentang hakikat sains, (2) penerapan hakikat sains dalam pembelajaran IPA, dan (3) hambatan-hambatan yang terjadi dalam penerapannya, dan (4) solusi-solusi yang dilakukan untuk menuntaskan masalah dalam pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang bertujuan untuk mengetahui kualitas pengelolaan pembelajaran IPA SMP ditinjau dari hakikat sains dalam pembelajaran di sekolah. Penelitian ini dilaksanakan pada SMP di Kabupaten Lombok Timur. Data dikumpulkan dengan observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Triangulasi dilakukan untuk menguji kredibelitas, keabsahan dan keajegan data. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman.  Hasil penelitian ini adalah (1) guru memiliki pemahaman yang kurang baik tentang hakikat sains, (2) guru sangat jarang menerapkan hakikat sains dalam pembelajaran (25,0%), (3) hambatan yang dialami guru adalah ketidaksesuaian materi pelajaran dengan alokasi waktu, orientasi aspek kognisi, kesiapan mental siswa, dan guru kurang memahami hakikat sains, dan (4) guru lebih dominan menggunakan metode diskusi dan ceramah dibandingkan dengan metode inquiri dalam mengelola pembelajaran.   Kata-kata kunci: Hakikat sains, pembelajaran Abstract This study aimed to describe (1) the teachers understanding on the nature of science, (2) the application of the nature of science in teaching science, and (3) the barriers ocoured during its implementation and (4) the solutions which was done to solve the learning problems. Designed as qualitative research, this closed to case study approach. This study was conducted to determine the quality of the management of junior high schools in learning science in terms of the nature of science in teaching learning process at the junior high school in East Lombok. The data were collected trought observation, interview, questionnaires, and documentations. Triangulation is used to assess the credibility, truth, relevancy of the data and was done using Miles and Huberman intractive model of data analysis. The findings of the study showed (1) the teachers have low understanding about nature of science, (2) the teachers was seldom in applying the nature of science in learning process (25,0%), (3) the barriers found by the teachers was inapropriate of the subject materials with time managements, aspects of cognition oriented, students’ mental readiness and the teachers is not understanding of the nature of science, and (4) the teachers dominantly used discussion and speech methods than used inquiry methode in teaching learning process.   Key word : Nature of science, learning
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP BIOLOGI DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMA IGBN. SMARABAWA; IB. ARNYANA; IGAN. SETIAWAN
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.624 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran STM terhadap  pemahaman konsep biologi dan keterampilan berpikir kreatif. Jenis penelitian  adalah quasi experimental dengan rancangan  the post test-only control group design. Populasi penelitian ini menggunakan  kelas XI  IPA SMA Negeri 1 Negara tahun ajaran 2012/2013 dengan jumlah populasi 160 siswa. Sampel yang digunakan  berjumlah 64 orang. Uji  hipotesis dengan menggunakan teknik MANOVA dan ANOVA satu jalur dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan 1) terdapat perbedaan pemahaman konsep biologi dan keterampilan berpikir kreatif antara  siswa yang belajar dengan MPSTM dan dengan MPL (Fhitung=36,53), 2) terdapat perbedaan pemahaman konsep biologi antara siswa yang belajar dengan MPSTM dan dengan MPL, (Fhitung=55,66) dan pemahaman konsep biologi kelompok belajar MPSTM lebih baik dari pada  MPL, 3) terdapat perbedaan keterampilan berpikir kreatif antara siswa yang belajar dengan MPSTM dan dengan MPL, (Fhitung=16,57) dan keterampilan berpikir kreatif kelompok belajar MPSTM lebih baik dari pada  MPL.   Kata kunci: Model Pembelajaran STM Abstract The objectives of this study were the effect of MPSTM upon biology comprehension concept and students’ creative thinking.This study belongs to quasi experimental and used “The Posttest Only, Control Group Design” as the research design. The population of the study was the eleventh grade students of SMAN 1 Negara in the academic year of 2012/2013 which consisted of 160 students. The sample of this study consisted of 64 students. The hypothesis was tested by using MANOVA and one-way ANOVA by the significant was 0.05.The result of the study showed as follows:(1) there was a significant difference in biology comprehension concept and students’ creative thinking between the students who were treated differently by using MPSTM and MPL (F=36.53), (2) there was a significant difference in biology comprehension concept between the students who were treated differently by using MPSTM and MPL (F=55.66) and the Biology comprehension concept of student who were treated by using MPSTM was better than MPL, (3) there was a significant difference creative thinking skill between the students who were treated differently by using MPSTM and MPL (F=16.57) and the creative thinking skill of student who were treated by using MPSTM  was better than MPL   Keywords: Learning Model STM
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KUANTUM TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA SD KELAS V DITINJAU DARI MINAT OUTDOOR Gede Metta Adnyana; I Wayan Lasmawan; Ketut Suma
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.584 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh model pembelajaran Kuantum terhadap hasil belajar IPA siswa SD kelas V ditinjau dari minat outdoor. Penelitian ini tergolong penelitian eksperimen semu dengan rancangan pretest-posstest non equivalent control group design. Data dianalisis dengan menggunakan analisis varians dua jalur dan uji tuckey. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas V SD Gugus IX Kecamatan Banjar. Penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan random sampling. Sampel terbagi dalam dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen adalah kelas yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Kuantum dan kelompok kontrol adalah kelas yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan tes untuk hasil belajar IPA dan menggunakan kuesioner untuk minat outdoor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Kuantum dan siswa yang mengikuti pembelajaran langsung (FA=24,189;p<0,05); 2) Terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara model pembelajaran Kuantum dan minat outdoor terhadap hasil belajar IPA siswa (FAB=4,7;p<0,05); 3) Pada siswa yang memiliki minat outdoor tinggi, terdapat perbedaan signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Kuantum dan siswa yang mengikuti pembelajaran langsung (Q=6,06;p<0,05); 4) Pada siswa yang memiliki minat outdoor rendah, tidak terdapat perbedaan signifikan hasil belajar antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Kuantum dan siswa yang mengikuti pembelajaran langsung (Q=2,35;p>0,05) Kata kunci: Kuantum, Hasil Belajar IPA, Minat Outdoor  AbstractThis study aims to determine the effect of Quantum learning towards science learning outcome viewed from outdoor interest of fifth elementary school. This research is a quasi experiment with pretest-posstest non equivalent control group design. Data were analyzed by using two way analysis of variance and tuckey test. Population in this research is all class V SD Gugus IX Banjar subdistrict. The sample in this study used random sampling and divided into two groups; experimental group and control group. Experimental group is classes studied with the Quantum learning model and control group classes studied with the direct instruction model. The data in this study were collected using tests for science learning outcome and using questionnaires for ourdoor interest. The results show that: 1) There is a significant difference with the learning outcome between students who are learning with quantum learning model and students who are studying directly (FA=24,189;p<0.05);2) There is a significant influence between quantum learning model and outdoor interest to students' science learning outcome. (FAB=4,7;p<0.05); 3) In students with high outdoor interest, there is a significant difference between the learning outcome and the quantum learning model and the students being studied directly (Q=6,06;p<0.05);4) In students with low outdoor interest, there is not a significant difference between the learning outcome and the quantum learning model and the students following the directly learning (Q=2,35;p>0.05) Keywords: Quantum Learning, Outdoor Interest, Science Learning Outcome
PENGARUH MODEL CONTEXTUAL TEACHING LEARNING BERMUATAN PENDIDIKAN KARAKTER TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF DAN SIKAP ILMIAH DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR N. P. A. H. Sanjayanti; W. Sadia; N. M. Pujani
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.057 KB)

Abstract

  Abstrak Tujuan penelitian ini adalah menganalisis (1) Perbedaan keterampilan berpikir kreatif (KBK) dan sikap ilmiah antara (SI) kelompok siswa yang belajar dengan contextual teaching learning bermuatan pendidikan karakter (CTLBPK)  dan model pembelajaran konvensional (MPK). (2) Interaksi model pembelajaran terhadap KBK dan SI ditinjau dari motivasi belajar (MB) siswa (3) Perbedaan KBK dan SI antara kelompok siswa yang belajar dengan CTLBPK dan MPK pada siswa yang memiliki MB tinggi. (4) Perbedaan KBK dan SI antara kelompok siswa yang belajar dengan CTLBPK dan MPK pada siswa yang memiliki MB rendah. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan rancangan factorial 2x2 posttest only control group design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 1 Seririt tahun pelajaran 2012/2013. Data KBK dikumpulkan dengan 24 item tes KBK, sedangkan data SI dan MB siswa dikumpulkan dengan 60 item kuisioner. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik deskriptif dan MANOVA dua jalur. Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan hasil penelitian bahwa (1) Terdapat perbedaan KBK dan SI antara kelompok siswa yang belajar dengan CTLBPK dan MPK (F=24,75; p<0,05). (2) Terdapat interaksi antara model pembelajaran dan MB terhadap KBK dan SI siswa (F=18,95; p<0,05). (3) Terdapat perbedaan KBK dan SI antara kelompok siswa yang belajar dengan CTLBPK dan MPK pada siswa yang memiliki MB tinggi (F=24,97); p<0,05). (4) Terdapat perbedaan KBK dan SI antara kelompok siswa yang belajar dengan CTLBPK dan MPK pada siswa yang memiliki MB rendah (F =6,28; p<0,05). Keyword:CTLBPK, sikap ilmiah, kreatif, motivasi, karakter   Abstract The purpose of this research was to analyze (1) Differences in creative thinking skills (KBK) and a scientific attitude (SI) among group of students who studied with contextual teaching learning education uncharged character (CTLBPK) and the conventional learning models (MPK). (2) Interaction learning models against KBK and SI in this case of motivation to learn (MB) students. (3) Difference between KBK and SI groups of students who studied with CTLBPK and MPK on students who have high MB. (4) Difference between CBC and SI groups of students who study with CTLBPK and MPK on students who have low MB. This research is a quasi-experiment with a 2x2 factorial design posttest only control group design. The subjects were students of class X SMAN 1 Seririt school year 2012/2013. KBK data were collected with 24 items KBK test, while data collected SI and MB students with 60 item questionnaire. Data were analyzed with descriptive statistics and MANOVA two lanes. Based on the results of data analysis has been performed, (1) There are differences between the KBK and SI groups of students who study with CTLBPK and MPK (F = 24.75, p <0,05). (2) There is a model of learning and the interaction between the KBK and SI MB students (F = 18.95, p <0,05). (3) There are differences between the KBK and SI groups of students who study with CTLBPK and MPK on students who have high MB (F = 24.97), p <0,05). (4) There is a difference between the KBK and SI groups of students who study with CTLBPK and MPK at students who have a low MB (F = 6.28, p <0,05). Keyword: CTLBPK, scientific attitude, creative, motivation,character
PENGARUH DIKLAT BERBASIS LESSON STUDY TERHADAP PENINGKATAN KOMPETENSI SOSIAL DAN KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU SAINS SERTA EFEKNYA TERHADAP SIKAP ILMIAH SISWA SURATNI .; Prof. Dr I Wayan Sadia,M.Pd .; Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.153 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh diklat berbasis lesson study terhadap peningkatan kompetensi sosial dan kompetensi kepribadian guru sains serta efeknya terhadap sikap ilmiah siswa. Rancangan penelitian ini adalah one group pre-test post-test design. Populasi dalam penelitian ini ada dua yakni guru sains yang berjumlah 11 orang dan siswa kelas X yang berjumlah 240 orang. Seluruh data baik kompetensi sosial dan kompetensi kepribadian guru maupun sikap ilmiah siswa dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Data kompetensi sosial dan kompetensi kepribadian guru dianalisis dengan uji Wilcoxon, sedangkan data sikap ilmiah siswa dianalisis dengan uji-t. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: 1) kualitas pelaksanaan lesson study pada guru sains SMA Negeri 4 Singaraja menunjukkan kualifikasi sangat baik; 2) pelaksanaan diklat berbasis lesson study berpengaruh terhadap peningkatan kompetensi sosial guru sains SMA Negeri 4 Singaraja; 3) pelaksanaan diklat berbasis lesson study berpengaruh terhadap peningkatan kompetensi kepribadian guru sains SMA Negeri 4 Singaraja; 4) pelaksanaan diklat berbasis lesson study berdampak terhadap sikap ilmiah siswa SMA Negeri 4 Singaraja. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa diklat berbasis lesson study berpengaruh terhadap peningkatan kompetensi sosial dan kompetensi kepribadian guru sains serta efeknya terhadap sikap ilmiah siswa. Kata Kunci : lesson study, kompetensi sosial, kompetensi kepribadian, sikap ilmiah This study was aimed to determine the effect of training based lesson study to the improvement of social competence and personal competence of science teachers as well as their effects on students' scientific attitude. The design of this study is one group pre-test post-test design. There are two kind of population, namely 11 science teachers and 240 students of class X. Both data, social competence and personal competence of science teachers, and scientific attitude of students were collected using questionnaires. The data of social competence and personal competence of science teachers were analyzed using Wilcoxon test; while the data of students' scientific attitude were analysed using t-test. The result of the research shows: 1) the quality of Lesson study on science teachers of SMAN 4 Singaraja demonstrates excellent qualifications; 2) the implementation of training based lesson study affects the improvement of social competence of science teachers of SMAN 4 Singaraja; 3) the implementation of training based lesson study affects the improvement of personal competence of science teachers of SMAN 4 Singaraja; 4) the implementation of training based lesson study affects the students’ scientific attitude of SMAN 4 Singaraja. Based on those results, it can be concluded that training based lesson study significantly affect the inprovement in social competence and personal competence of science teachers as well as their effects on students' scientific attitude.keyword : lesson study, social competence, personal competence, scientific attitude