cover
Contact Name
Made Gautama Jayadiningrat
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalipaindonesia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia
ISSN : 2615742X     EISSN : 26157438     DOI : -
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Science Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Science Education.
Articles 400 Documents
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BIOLOGI BERMUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DENGAN SETTING GUIDED INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER DAN HASIL BELAJAR SISWA SMP I MADE JAYA .; Prof. Dr I Wayan Sadia,M.Pd .; Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.493 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan perangkat pembelajaran biologi kelas IX yang valid, praktis, dan efektif meningkatkan karakter dan hasil belajar siswa. Pengembangan dilakukan dengan menggunakan model 4-D yang terdiri dari: define, design, develop, dan disseminate. Pengembangan hanya dilakukan pada tahap develop. Rancangan awal draft divalidasi oleh ahli dan praktisi, kemudian dianalisis, direvisi dihasilkan draft II, selanjutnya dilakukan uji kelas di SMP Negeri 1 Kuta kelas IXB berjumlah 32 siswa. Data dikumpulkan dengan tes, angket, lembar observasi, dianalisis secara statistik deskriptif. Hasil penelitian: (1) validitas buku siswa 3,57 dan buku pegangan guru 3,59 kategori sangat valid. (2) Keterlaksanaan perangkat pembelajaran 3,56, respon guru 3,66, dan respon siswa 3,53 dengan kategori sangat praktis. (3) Keefektivan perangkat dengan nilai rata-rata pemahaman konsep pre tes 49,31, post tes I 84,66 dan post tes II 89,94, kategori baik, nilai kinerja ilmiah rata-rata 80,86 kategori baik dan nilai perkembangan karakter siswa mengalami peningkatan dari awal 1,90, siklus I 2,82 dan II 3,62 dengan kategori sangat baik. Berdasarkan temuan hasil penelitian disimpulkan perangkat pembelajaran memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif meningkatkan karakter dan hasil belajar siswa, sehingga dapat digunakan dalam lingkup lebih luas.Kata Kunci : Perangkat Pembelajaran, Pendidikan Karakter, Guided Inquiry This research is aimed to produce learning device of biology in IX grade that meets the criteria of validity, practicality, and effectiveness, to improve student learning outcomes, and character.The development is done using the 4-D model that consists of: defining, designing, developing, and disseminating. The development is only applied on the stage of development. The initial draft is validated by experts and practitioners, then analyzed and the resulting refised draft II, then performed a class test at SMP Negeri 1 Kuta in IXB grade, totaling 32 children. The data is collected by test, queistionnaire, observation shett and to analysed with descriptive statisitc. The research results: (1) the validity of the student book 3,57, and the teacher handbook 3.59 the category of valid. (2) The value of implementation of the device of learning is 3,56, the value of teachers response is 3,66, and students response is 3.53 the category is very practice. (3) The effectiveness of the device with the average value of understanding concept of pre test is 49,31, the post test I is 84,66, and of the post test II is 89,94, the category of good, the everage value of the scientific performance is 80,86, the category of good, and the value of the character development of students increase from initial is 1,90, cycle I is 2,82, and cycle II is 3,62 with category very good. Based on the results of this research, it can be concluded that the device of learning is valid, practical and effective to increase character and the results of student learning an undergoes, so it can be used in wider scope.keyword : Device Learning, Character Education, Guided Inquiry
Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Pendekatan Saintifik Dengan Multirepresentasi Untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Siswa SMA Kelas X MIPA PUTU RUSMILA DEWI KESIMAN .; PROF. DR. I WAYAN SADIA, M.Pd .; PROF. DR. KETUT SUMA, M.S. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah menghasilkan lembar kerja siswa (LKS) berbasis pendekatan saintifik dengan multirepresentasi yang valid, praktis dan efektif untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa SMA kelas X MIPA. Model pengembangan yang digunakan adalah model 4D yang dikembangkan oleh Thiagarajan. LKS berbasis pendekatan saintifik dengan multirepresentasi divalidasi oleh 2 orang dosen ahli media dan 10 orang praktisi pendidikan di sekolah yang menyelenggarakan kurikulum 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembar kerja siswa berbasis pendekatan saintifik dengan multirepresentasi valid dan praktis digunakan dalam pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Respon guru dan siswa berada pada kategori setuju terhadap penggunaan LKS berbasis pendekatan saintifik dengan multirepresentasi. LKS berbasis pendekatan saintifik dengan multirepresentasi menunjukkan efektifitas yang baik di kelas dengan kemampuan akademik tinggi dan kemampuan akademik sedang, namun belum menunjukkan efektifitas yang baik ketika digunakan di kelas dengan kemampuan akademik rendah. Kata Kunci : pendekatan saintifik, keterampilan proses sains, multirepresentasi The purpose of this research is to develop and to produce a valid, practical and effective student worksheet based on the scientific approach with multiple representation, to improve the science process skills of the 10th grade students of science class. The 4D model with four development stages (Define, Design, Development and Dissemination) was used in this research. This model was developed by Thiagarajan. The student worksheet was validated by two learning media experts and ten educational practitioners from some schools that already implemented the curriculum of 2013. The results show that the student worksheet based on the scientific approach with multiple representation is valid and is practical to be used in a science learning class to improve the student’s process skill. Teachers and students agree to use this student worksheets in their learning class. In conclusion, this student worksheet based on the scientific approach with multiple representation is effective to be used for the classes with high and moderate academic ability, but it is not effective to be used in a class with low academic ability. keyword : scientific approach, science process skills, multiple representation
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STM DAN CTL TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP FISIKA DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS I Ketut Suwita
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.815 KB)

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah: (1) menganalisis perbedaan pemahamankonsep dan keterampilan berpikir kritis pada siswa yang mengikuti pembelajaranmodel STM, CTL dan konvensional, (2) menganalisis perbedaan pemahamankonsep pada siswa yang mengikuti pembelajaran model STM, CTL dankonvensional, (3) menganalisis perbedaan keterampilan berpikir kritis pada siswayang mengikuti pembelajaran model STM, CTL dan konvensional.Penelitian ini tergolong eksperimen semu dengan rancangan nonequivalent posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalahsemua siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Kuta Selatan Tahun Pelajaran2011/2012 yang terdiri dari empat kelas dengan jumlah anggota 129 siswa.Sampel diambil dengan teknik group random sampling. Data dikumpulkandengan tes, dan dianalisis dengan statistik deskriptif dan MANOVA satu jalur.Untuk mengetahui besar perbedaannya digunakan uji LSD dengan tarafsignifikansi 5%.Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh simpulan sebagai berikut: (1)terdapat perbedaan pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis padasiswa yang mengikuti pembelajaran model STM, CTL dan konvensional (F =26,52; p<0,05); ( 2) terdapat perbedaan pemahaman konsep pada siswa yangmengikuti pembelajaran model STM, CTL dan konvensional (F=79,94; p<0,05).Rata-rata pemahaman konsep siswa yang menggunakan model STM lebih besardari CTL, dan konvensional. XSTM  70,36 ; SD = 7,84; XCTL  65,37; SD =6,94; dan XKON  51,00 ; SD = 5,45; dan (3) terdapat perbedaan keterampilanberpikir kritis pada siswa yang mengikuti pembelajaran model STM, CTL dankonvensional (F=0,95; p>0,05). Rata-rata keterampilan berpikir kritis siswa yangmenggunakan model STM lebih besar dari CTL, dan konvensional.XSTM  57,33; SD = 7,22; XCTL  51,78; SD = 5,89; dan XKON  46,70 ; SD =7,55.Kata kunci: STM, CTL, pemahaman konsep, dan keterampilan berpikir kritis.
Pengembangan Modul Pembelajaran IPA (Aspek Biologi) dengan Setting Problem Based Learning Bermedia Audio-visual untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Kognitif SMP I WAYAN ADNYANA .; PROF. DR. I B. PUTU ARNYANA, M.Si. .; PROF. DR. IDA BAGUS JELANTIK SWASTA,M.SI .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan modul pembelajaran IPA dengan setting Problem Based Learning media audio-visual yang memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa SMP. Perangkat pembelajaran dikembangkan dengan menggunakan model 4-D. Unsur-unsur pengembangan model 4-D meliputi: 1) define; 2) design; 3) develope; and 4) disseminate. Penelitian ini dilakukan dalam tiga tahapan yaitu define, design, develope, sedangkan tahap disseminate tidak dilakukan. Jenis penelitian ini termasuk penelitian pengembangan dengan rancangan penelitian pengembangan 4-D dan untuk menguji efektivitas menggunakan Pre-experimental dengan One-group pretest-posttest design. Subjek dalam penelitian ini adalah dosen, guru dan siswa yang terlibat dalam pengembangan modul. Objek penelitiannya adalah modul pembelajaran IPA. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan lembar validasi modul, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, angket respon guru terhadap modul, angket respon siswa terhadap modul, tes keterampilan berpikir kritis, dan tes hasil belajar. Data dianalisis untuk validitas dan kepraktisan modul pembelajaran IPA secara deskriptif kuantitatif dan efektifitas keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa dianalisis menggunakan Paired Sample T-Test. Hasil penelitian adalah: 1) modul pembelajaran yang dikembangkan memperoleh skor rata-rata 4,16 dengan kategori valid; 2) keterlaksanaan modul pembelajaran memenuhi kriteria praktis dengan memperoleh skor rata-rata 3,99, skor rata-rata respon guru memperoleh skor 4,30 dengan kategori sangat praktis dan respon siswa memperoleh skor 4,13 dengan kategori praktis, 3) modul pembelajaran memenuhi kriteria efektifitas berdasarkan hasil uji coba, yang dapat ditunjukkan dengan rata-rata nilai tes hasil belajar siswa sebesar 80,45 dan berdasarkan uji t diperoleh nilai t hitung (11,80) > t tabel (2,02). Sementara itu untuk nilai rata-rata keterampilan berpikir kritis siswa sebesar 79,60 dan berdasarkan uji t di peroleh nilai t hitung (12,89) > t tabel (2,02). Berdasarkan temuan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran IPA (aspek biologi) yang dikembangkan memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa.Kata Kunci : modul pembelajaran IPA, Problem Based Learning, keterampilan berpikir kritis, hasil belajar The purpose of this study to produce biology learning modules with setting Problem Based Learning audio-visual media that qualify for valid, practical and effective criteria to improve the knowledge and critical thinking skills of junior high school students. This study was designed to pre-experimental that use one-group pretest-posttest design. Learning tools developed using 4-D models. Elements 4-D model development include: 1) define; 2) design; 3) develope; and 4) disseminate. This research was conducted in three phases, namely define, design, develope, while stage disseminate are not done. This type of research is development research with 4-D design development research and to test the effectiveness of this research using the Pre-experimental with One-group pretest-posttest design. Subjects in this study are professors, teachers and students involved in the development of the module. The object of research is science learning modules. Data was collected using a validation module sheets, observation sheets enforceability of learning, the teacher's response to the questionnaire module, the student questionnaire responses of the module, the test of critical thinking skills, and achievement test. Data were analyzed for validity and practicality of science learning modules using descriptive quantitative and effectiveness of critical thinking skills and student learning outcomes were analyzed using Paired Sample T-Test. The results of the research are: 1) learning modules developed obtained an average score of 4.16 with a valid category; 2) Excercising of learning modules qualify practical criteria that obtain an average score of 3.99, the average score of the response of teachers obtain a score of 4.30 with a very practical and response categories, then the students obtained a score of 4.13 with practical categories, 3) learning modules qualify effectiveness criteria based on the test results, which can be shown by the average scores of 80.45 students' knowledge and based on t test obtained by value t (11.80)> t table (2.02). Meanwhile to the average value of students' critical thinking skills at 79.60 and by the t test obtained t value (12.89) > t table (2.02). Based on the findings of this study can be concluded that the science learning module (biology aspects) developed qualify to valid, practical and effective criteria to improve the knowledge and critical thinking skills of students.keyword : science learning modules, Problem Based Learning, critical thinking skills, learning outcomes
PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA, INTERAKSI TEMAN SEBAYA DAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI SE-KECAMATAN MENGWI NI LUH MADE DIAH ERNAWATI .; Prof. Dr I Wayan Sadia,M.Pd .; Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.557 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung pola asuh orang tua dan interaksi teman sebaya melalui kecerdasan emosional terhadap hasil belajar IPA serta pengaruh langsung kecerdasan emosional terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas VIII SMP Negeri se-Kecamatan Mengwi. Penelitian ini merupakan penelitian ex-post pacto. Sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri se-Kecamatan Mengwi dengan jumlah sampel 366 siswa. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis regresi dan analisis jalur (path analysis). Berdasarkan hasil analisis, pola asuh orang tua memberikan pengaruh langsung secara signifikan sebesar 0,325 dan tidak terdapat pengaruh tidak langsung melalui kecerdasan emosional terhadap hasil belajar. Kecerdasan emosional memberikan pengaruh langsung secara signifikan sebesar 0,492. Sedangkan interaksi teman sebaya memberikan pengaruh langsung secara signifikan sebesar 0,836 dan tidak terdapat pengaruh tidak langsung melalui kecerdasan emosional terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas VIII SMP Negeri se-Kecamatan Mengwi.Kata Kunci : Pola asuh orang tua, interaksi teman sebaya, kecerdasan emosional, hasil belajar IPA This study aims to determine the effect of direct and indirect parents' parenting and peer interaction through emotional intelligence to science learning outcomes as well as the direct influence of emotional intelligence on science learning outcomes in Junior High School eighth grade students in Mengwi. This research is ex-post Pacto. The samples were all students at Junior High School eighth grade Mengwi with a sample of 366 students. Data were analyzed with regression analysis and path analysis (path analysis). Based on the analysis, the pattern of care parents provide significant direct effect of 0.325 and there is no indirect effect through emotional intelligence on learning outcomes. Emotional intelligence is a significant direct effect of 0.492. While peer interaction provide significant direct effect of 0.836 and there is no indirect effect through emotional intelligence to science learning outcomes in Junior High School eighth grade students in Mengwi.keyword : Patterns of parenting, peer interaction, emotional intelligence, learning outcomes IPA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT (STM) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN SELF-EFFICACY SISWA MADE DWIPAYANA .; PROF. DR. PUTU BUDI ADNYANA, M.Si. .; PROF. DR. KETUT SUMA, M.S. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan kemampuan pemecahan masalah dan self-efficacy siswa antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat (STM) dibandingkan dengan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung (Direct Instruction). Jenis penelitian adalah penelitian semu (quasi experiment) dengan rancangan pretest-posttest non equivalent control group design Populasi penelitian adalah semua siswa kelas VII SMP 2 Singaraja dan sampel sebanyak 75 orang siswa. Data self-efficacy dikumpulkan dengan metode kuisioner dan data kemampuan pemecahan masalah dikumpulkan dengan tes essay. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Manova. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa: 1) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah dan self- efficacy siswa antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM dibandingkan dengan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung (Direct Instruction) dengan rata-rata nilai gain score STM lebih unggul dari nilai gain score DI berturut-turut yaitu 0,53>0,48 pada variabel kemampuan pemecahan masalah dan 0,55>0,41 pada variabel self-efficacy, 2) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah siswa antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM dibandingkan dengan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung (Direct Instruction), 3) terdapat perbedaan self-efficacy siswa antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM dibandingkan dengan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung (Direct Instruction).Kata Kunci : Model Pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat (STM), Kemampuan Pemecahan Masalah, Self-Efficacy This study aimed to analyze (1) differences of problem solving abilities and students self-efficacy between Science Technology Society (STS) learning model student groups compared to Direct Instruction learning model student groups. This research type is quasi experiment with pretest-posttest non equivalent control group design. The population in this study are all seven degree students of SMP 2 Singaraja and sample of 75 students. The self-efficacy data was collected by questionnaire method and problem solving data was collected by essay test. Data analysis used in this research is Manova. Based on the research that has been done, it is found that: 1) there is difference of problem solving skills and student self- efficacy between group of students studying with STS learning model compared with group of students studying with direct instruction model with average value of gain Score STS is superior to the value of gain DI score respectively that is 0.53> 0.48 on problem-solving ability variables and 0.55> 0.41 in the variable self-efficacy, 2) there is a difference in problem-solving ability of students between groups of students Who studied with the STS learning model compared with the group of students who studied with Direct Instruction model, 3) Differences in student self-efficacy between groups of students who were learning with the STS learning model were compared With groups of students studying with Direct Instruction model.keyword : Science Technology Society learning models (STS), Problem Solving Abilities, Self-Efficacy
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI BEBAS TERHADAP PENGUASAAN MATERI DAN KINERJA ILMIAH SISWA KELAS X SMA NEGERI 4 DENPASAR I Made Sweca
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.089 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan: (1) mendeskripsikan perbedaan penguasaan materi dankinerja ilmiah dalam pembelajaran kimia antara kelompok siswa yang belajar denganmodel pembelajaran inkuiri bebas dengan kelompok siswa yang belajar dengan modelpembelajaran inkuiri terbimbing, (2) mendeskripsikan perbedaan penguasaan materidalam pembelajaran kimia antara kelompok siswa yang belajar dengan modelpembelajaran inkuiri bebas dengan kelompok siswa yang belajar dengan modelpembelajaran inkuiri terbimbing, dan (3) mendeskripsikan perbedaan kinerja ilmiahdalam pembelajaran kimia antara kelompok siswa yang belajar dengan modelpembelajaran inkuiri bebas dengan kelompok siswa yang belajar dengan modelpembelajaran inkuiri terbimbing.Penelitian ini menggunakan rancangan nonequivalent control group design.Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMAN 4 Denpasar tahun pelajaran2011/2012 (8 kelas) yang berjumlah 314 orang. Penentuan sampel penelitian ditetapkandengan teknik pengundian kelas dengan jumlah sampel sebanyak 4 kelas yangberjumlah 158 orang. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaraninkuiri bebas yang dikenakan pada kelompok eksperimen. Sedangkan penguasaanmateri dan kinerja ilmiah siswa dalam penelitian ini berperan sebagai variabel terikat.Data yang telah dikumpulkan dianalisa menggunakan analisis multivariat (MANOVA).Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Penguasaan materi dan kinerja ilmiahkelompok siswa yang belajar melalui model pembelajaran inkuiri bebas lebih tinggi darikelompok siswa yang belajar melalui model pembelajaran inkuiri terbimbing. Hal iniditunjukkan dari hasil analisis Fhitung = 24,362 dan angka signifikasi 0,000; (2)Penguasaan materi kelompok siswa yang belajar melalui model pembelajaran inkuiribebas lebih tinggi dari kelompok siswa yang belajar melalui model pembelajaran inkuiriterbimbing. Hal ini dibuktikan dari hasil analisis Fhitung = 4,872 dan angka signifikasi0,029. (3) Kinerja ilmiah kelompok siswa yang belajar melalui model pembelajaraninkuiri bebas lebih tinggi dari kelompok siswa yang belajar melalui model pembelajaraninkuiri terbimbing. Hal ini dibuktikan dari hasil analisis Fhitung = 46,348 dan angkasignifikasi 0,000 Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa modelpembelajaran inkuiri bebas berpengaruh terhadap penguasaan materi dan kinerja ilmiahsiswa.Kata-kata kunci: model pembelajaran inkuiri bebas, penguasaan materi, dan kinerjailmiah
KOMPARASI PENGARUH MODEL SIKLUS BELAJAR 5E DAN MODEL SIKLUS BELAJAR 7E TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA DAN SIKAP ILMIAH SISWA SMP DIAN DWIPA JAYANTHI .; PROF.DR. NI PUTU RISTIATI, M.Pd. .; DR. I GST.AGUNG NYM.SETIAWAN, M.Si. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengomparasi perbedaan pemahaman konsep IPA dan sikap ilmiah antara kelompok siswa yang belajar dengan model siklus belajar 5E dengan kelompok siswa yang belajar dengan model siklus belajar 7E, (2) mengomparasi perbedaan pemahaman konsep IPA antara kelompok siswa yang belajar dengan model siklus belajar 5E dengan kelompok siswa yang belajar dengan model siklus belajar 7E, (3) mengomparasi perbedaan sikap ilmiah antara kelompok siswa yang belajar dengan model siklus belajar 5E dengan kelompok siswa yang belajar dengan model siklus belajar 7E. Jenis penelitian ini termasuk eksperimen semu dengan rancangan penelitian pretest posttest control group design. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas VII SMP Negeri 10 Denpasar tahun pelajaran 2015/2016. Pengambilan kelas penelitian berdasarkan teknik simple random sampling. Sampel yang terpilih adalah siswa kelas VIIA ¬sebagai kelompok yang dibelajarkan dengan model siklus belajar 5E dan siswa kelas VIIB sebagai kelompok yang dibelajarkan dengan model siklus belajar 7E. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes pemahaman konsep IPA dan kuesioner sikap ilmiah. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif dan MANOVA satu jalur. Hasil analisis data menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan pemahaman konsep IPA dan sikap ilmiah antara kelompok siswa yang belajar dengan model siklus belajar 5E dengan kelompok siswa yang belajar dengan model siklus belajar 7E (F = 4,297; p
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE TERHADAP HASIL BELAJAR IPA DITINJAU DARI KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA LINA SURAYYA .; Prof. Drs. I Wayan Subagia,M.App.Sc,Ph.D .; Dr. I Nyoman Tika,M.Si .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.19 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran Think Pair Share (TPS) terhadap hasil belajar IPA ditinjau dari keterampilan berpikir kritis (KBK). Penelitian ini merupakan quasi eksperimen dengan rancangan posttes-only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII MTs Negeri Patas tahun pelajaran 2013/2014. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas eksperimen dan dua kelas kontrol yang berjumlah 117 siswa yang ditentukan dengan cara merandom kelas-kelas yang setara. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik ANAVA dua jalur dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang mengikuti model pembelajaran TPS dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (MPK) (F=187,110; p0,05). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat direkomendasikan bahwa model pembelajaran TPS dapat digunakan sebagai alternatif model pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar IPA.Kata Kunci : think pair share, hasil belajar, keterampilan berpikir kritis. This research aimed to describe the effect of Think Pair Share (TPS) learning model toward science learning achievement viewed from critical thinking skills (CTS). This study was a quasi-experimental with posttes-only control group design. The population in this research were all students of eighth grade of MTs Patas on 2013/2014 academic year. The sample consisted of two experimental classes and two controls classes with 117 students determined by random technique of equivalent classes. Data were analyzed by Two Way ANOVA statistics at 5% significance level. The results showed that (1) there are differences in learning achievement between students who take the TPS learning model with students who take the MPK (F=187,110; p0,05). Based on the results of this study can be recommended that TPS learning model can be used as an alternative learning model to improve science learning achievement.keyword : think pair share, learning achievement, critical thinking skills
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI EKSTRINSIK DENGAN KOMPETENSI PENGETAHUAN IPA Ni Luh Putu Pradnya Pratiwi; I Ketut Ardana; MG. Rini Kristiantari
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 8, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.414 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan yang signifikan antara motivasi ekstrinsik dengan kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas V SD Negeri 23 Dangin Puri Denpasar Utara Tahun Ajaran 2017/2018. Jenis penelitian adalah ex-post facto bersifat korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri 23 Dangin Puri Denpasar Utara Tahun Ajaran 2017/2018 terdiri dari 67 siswa. Populasi dalam penelitian ini sebesar 67 siswa dijadikan sampel maka penelitian menggunakan studi populasi. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah data motivasi ekstrinsik siswa dengan angket dan  data kompetensi pengetahuan IPA siswa, yang dikumpulkan dengan metode pencatatan dokumen hasil  UTS IPA semester II siswa kelas V. Metode analisis data mengunakan uji  korelasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan yang signifikan dengan nilai korelasi  = 0,591 termasuk dalam kategori cukup kuat, nilai KP = 34,93 %.  Dan  nilai  sebesar  5,907. Nilai   dengan db 65 pada taraf signifikan 5% adalah 2,000.  Dari hasil analisis   menunjukan  nilai   lebih besar dari  (= 5,907 >  = 2,000). Sehingga  Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi ekstrinsik dengan kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas V SD Negeri 23 Dangin Puri Denpasar Utara Tahun Ajaran 2017/2018.Kata kunci: Motivasi ekstrinsik, kompetensi pengetahuan IPAAbstractThe purpose of this research is acknowledged the significant relation between the extrinsic motivation with the science subject competency in the class V SD Negeri 23 Dangin Puri Denpasar Utara in the year of academic 2017/2018. The research type is ex post facto, correlational. The research population is the whole of V class SD Negeri 23 Dangin Puri Denpasar Utara in the year of academic 2017/2018 which consist of 67 students. The research was using the population study because of the sum population that consisted of 67 students to be sampling. The data which was analyzed in this research consisted of student’s extrinsic motivation data with questionaires and student’s science subject competency which collected through the result of science subject middle semester test document achive method. The data analysis method was using the product moment correlation test. The result of the research has shown that there is a significant relation between rxy = 0,591 , which include in the strong category the KP = 34,93%. And the is aroud 5.907. while  with the db 65 in the significant level 5% is 2,000. from the analysis result has shown that  is more than  ( = 5,907 >  = 2,000). The resulted  analyze that Ho was declined and Ha was accepted. It latered on can be summarizes that the there was a significant relation between extrinsic motivation with students science subject competency of class V SD Negeri 23 Dangin Puri Denpasar Utara in the year of academic 2017/2018.Keywords: Extrinsic motivation,science subject competency.