cover
Contact Name
Made Gautama Jayadiningrat
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalipaindonesia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia
ISSN : 2615742X     EISSN : 26157438     DOI : -
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Science Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Science Education.
Articles 400 Documents
Analisis Sarana dan Intensitas Penggunaan Laboratorium Fisika Serta Kontribusinya Terhadap Hasil Belajar Siswa SMA Negeri di Kabupaten Jembrana N. Sundoro Katili; Wayan Sadia; Ketut Suma
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.957 KB)

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sarana dan intensitas penggunaan laboratorium fisika serta kontribusinya terhadap hasil belajar siswa SMA Negeri di Kabupaten Jembrana. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, waka kurikulum, pengelola laboratorium, guru, dan siswa kelas XI IPA SMA Negeri di Kabupaten Jembrana tahun pelajaran 2012/2013. Data sarana, kompetensi kepala laboratorium serta intensitas penggunaan laboratorium dikumpul menggunakan kuesioner,data hasil belajar siswa diperoleh melalui tes essay dengan reliabilitas 0,82. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Berdasarkan hasil analisis terhadap bahan dan alat ukur dasar serta fasilitas alat percobaan menunjukkan secara umum belum memenuhi standar minimal sesuai Permendiknas No 24 tahun 2007 tentang standar sarana dan prasarana, kompetensi kepala laboratorium dalam hal kepribadian sudah dalam kualifikasi baik, sedangkan kompetensi sosial, manajerial, serta profesional masih dalam kualifikasi kurang.Tenaga teknisi laboran belum tersedia, used factor alat hanya 12,08% (sangat kurang), dan data rata-rata hasil belajar siswa 34,4 dalam kualifikasi kurang.   Kata Kunci: Sarana Laboratorium, Intensitas Penggunaan, dan Hasil Belajar Siswa     ABSTRACT     The purpose of this research is to analyze the properties and the intensity usage of physics laboratory, and its contribution toward the learning outcomes of Senior High School Students in Jembrana regency. This research is  an descriptive. Subject of this research is the principal, vice principal areas of curriculum, laboratory managers, teachers, and students of class XI Science SMAN in Jembrana school year 2012/2013. The data means, head of the laboratory competence and laboratory use intensity collected using questionnaires, student learning outcomes data obtained through the essay test reliability of 0.82. Data were analyzed using descriptive statistics. Based on the analysis of the materials and basic measuring tools and equipment facility experiments showed generally it’s not reached the minimum standard based on the regulation of education national ministry No. 24, year 2007 about the standard equipments and properties, the head laboratory competency in the term of personality has already had good qualification, while in the terms of social competence, management, and professionalism were still less. Laboratory technicians are not yet available, a tool used factor only 12.08% (very less), and the average of students’ learning outcomes was 34.4 (less qualification).     Keywords: Laboratory facility, the use of intensity, and student Learning Outcomes
RAGAM MISKONSEPSI SISWA KELAS X SMAN 2 BANJAR TENTANG LISTRIK DINAMIS NI MADE SURIYASMINI .; PROF. DR. KETUT SUMA, M.S. .; DR. NI MADE PUJANI, M.Si. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan ragam miskonsepsi siswa kelas X SMAN 2 Banjar tentang materi listrik dinamis. Penelitian deskriptif ini melibatkan sampel sejumlah 142 siswa dari jumlah populasi 280 siswa. Data tentang ragam miskonsepsi siswa dikumpulkan dengan tes listrik dinamis pilihan ganda diperluas yang disertai dengan tingkat keyakinan responden terhadap jawabannya dengan indek reliabilitas r=0,651, yang dihitung dengan formula r11. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ragam miskonsepsi-miskonsepsi fisika bersifat umum (common misconception) dapat terjadi pada siswa darimanapun asalnya, tes listrik dinamis yang disertai dengan tingkat keyakinan responden terhadap jawabannya dapat mengidentifikasi miskonsepsi yang dialami siswa.Kata Kunci : miskonsepsi, listrik dinamis The purpose of this study is to describe the misconceptions of students of class X SMAN 2 Banjar about dynamic electrical materials. This descriptive research involves the sample. 142 students from a population of 280 students. Data on the variety of student misconception with higher choice accompanied by the respondent's belief on the answer with the reliability index r = 0.651, calculated by the formula r11. The results showed that misconceptions - common misconception of general physics (the common misconception) can occur in students from wherever they come from, dynamic electrical tests accompanied by the level of confidence of respondents to the answer can prevent errors.keyword : misconceptions, dynamic electrical
Pengaruh model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) terhadap prestasi belajar fisika dan keterampilan berpikir kritis ditinjau dari bakat numerik I Gede Mardana
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) perbedaan  prestasi belajar fisika danketerampilan berpikir kritis antara kelompok MPBM dan MPK, (2) pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan bakat numerik terhadap prestasi belajar fisikadan keterampilan berpikir kritis, (3)  perbedaan prestasi belajar fisika dan keterampilan berpikir kritis pada siswa yang memiliki bakat numerik  tinggi antara kelompok MPBM dan MPK, (4) perbedaan prestasi  belajar  fisika dan keterampilan berpikir kritis pada siswa yang memiliki bakat numerik rendah antara kelompok MPBM dan MPK. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen pada siswa kelas X SMA Negeri 2 Singaraja tahun pelajaran 2010/2011.Penelitian ini menggunakan the post-test only non-equivalent control group design.Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah prestasi belajar dan keterampilan berpikir kritis siswa. Data prestasi belajar  dikumpulkan dengan tes prestasi belajar dan data keterampilan berpikir kritis  dikumpulkan dengan tes keterampilan berpikir kritis. Tes prestasi belajar berbentuk pilihan ganda diperluas terdiri dari 20 butir dengan indeks validitas butir berkisar dari r = 0,296 s.d r = 0,832 dan indek reliabelitas alpha Cronbach = 0,836. Tes keterampilan berpikir kritis berbentuk pilihan ganda terdiri dari 25 butir dengan indek validitas butir berkisar dari r = 0,239 s.d r = 0,674 dan indek reliabelitas K-R.20  = 0,625. Data dianalisis secara dekriptif dan menggunakan MANOVA faktorial 2×2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa. (1) terdapat perbedaan prestasi belajar dan keterampilan berpikir kritis yang signifikan antara kelompok model pembelajaran berbasis masalah dan kelompok model pembelajaran konvensional (F = 15,13; p<0,05),(2) model pembelajaran dan bakat numerik berinteraksi secara signifikan dalam pencapaian prestasi belajar dan keterampilan berpikir kritis (F = 8,67; p<0,05), (3) terdapat perbedaan prestasi belajar dan keterampilan berpikir kritis yang signifikan antara kelompok model pembelajaran berbasis masalah dan kelompok model pembelajaran konvensional padabakat numerik tinggi(F = 19,91; p<0,05), (4) tidak terdapat perbedaan prestasi belajar dan keterampilan berpikir kritis yang signifikan antara kelompok model pembelajaran berbasis masalah dan kelompok model pembelajaran konvensional padabakat numerik rendah (F = 0,83; p>0,05).   Kata kunci : model pembelajaran, bakat numerik, prestasi belajar, dan keterampilan berpikir kritis.   The effect of problem-based learning model toward ​​academic achievement in physics and critical thinking skills based on numerical aptitude   ABSTRACT This research aimed to analyze (1) the differences in physics academic achievement and critical thinking skills among MPBM and MPK groups, (2) the interaction effect between learning models and numerical aptitude to physics academic achievement and critical thinking skills, (3) the differences in physics academic achievement and critical thinking skills between MPBM and MPK groups for students who have a high numerical aptitude, (4) the differences in physics academic achievement and critical thinking skills between MPBM and MPK groups for students who have low numerical aptitude. This research was a quasi-experimental research in class X SMA Negeri 2 Singaraja academic year 2010/2011. This research used post-test only non-equivalent control group design. Data collected in this study were student’s physics academic achievement and critical thinking skills. Physics academic achievement data was collected by academic achievement test and critical thinking skills was collected by critical thinking skills test. Academic achievement test was extended multiple choices consisting of 20 items with item validity ranged from r = 0.296 to r = 0.832 and Cronbach's alpha index of reliability = 0.836. Critical thinking skills test was multiple choices consisting of 25 items with item validity from r = 0.239 sd = 0.674 and KR.20 index of reliability = 0.625. Data were analyzed using descriptive statistic and MANOVA 2 × 2 factorial. The results found that, (1) there was statistically significant differences in physics academic achievement and critical thinking skills among groups of problem-based learning model and the conventional learning model (F = 15.13, p <0.05), (2) learning models and numerical aptitude interact significantly in determining physics academic achievement and critical thinking skills (F = 8.67, p <0.05), (3) there was statistically significant differences in physics academic achievement and critical thinking skills among groups of problem-based learning model and the conventional learning model for students who have a high numerical aptitude (F = 19.91, p <0.05), (4) there was no statistically significant differences in physics academic achievement and critical thinking skills among groups of problem-based learning model and the conventional learning model for students who have a low numerical aptitude (F = 0.83, p> 0.05).   Key words: problem based learning, numerical aptitude, achievement, and critical thinking skills.
PENGARUH MODEL SELF REGULATED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN KECERDASAN EMOSIONAL SISWA SMA NI NYOMAN WIDIYANINGSIH .; Dr. rer.nat. I Wayan Karyasa,S.Pd,M.Sc .; Drs. I Nyoman Suardana,M.Si .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perbedaan kemampuan pemecahan masalah dan kecerdasan emosional antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model self regulated learning dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung. Penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan rancangan posttest only control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri di Kecamatan Banjar yang berjumlah 159 siswa. Sampel penelitian berjumlah 130 siswa yang dibagi menjadi 2 kelas kelompok eksperimen dan 2 kelas kelompok kontrol yang diambil dengan teknik cluster sampling. Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah kemampuan pemecahan masalah dan kecerdasan emosional. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan MANOVA satu jalur dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan pemecahan masalah dan kecerdasan emosional antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model self regulated learning dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung, 2) terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan pemecahan masalah antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model self regulated learning dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung, 3) terdapat perbedaan yang signifikan antara kecerdasan emosional antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model self regulated learning dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung.Kata Kunci : kecerdasan emosional, pemecahan masalah, model self regulated learning This research was aimed describe the differences of problem-solving ability and emotional intelligence between group of students who studied with self-regulated learning model and direct learning model. This quasi-experimental research used a post-test only control group design. The 11th grade science students SMA Negeri at Banjar district which 159 students were used as the research population. The samples consisted of 130 students were divided into two classes for experiment group and two classes for control group taken by cluster sampling. Two main variables in this research were problem-solving ability and emotional intelligence. The data were analyzed by using descriptive statistics and a one-way MANOVA at the significant level of 5 %. The results of this research showed that: 1) there are significant differences problem-solving ability and emotional intelligence between group of students who studied with self-regulated learning model and direct learning model, 2) there is significant differences problem-solving ability intelligence between group of students who studied with self-regulated learning model and direct learning model, 3) there is significant differences emotional intelligence between group of students who studied with self-regulated learning model and direct learning model.keyword : emotional intelligence, problem solving, self-regulated learning model,
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) TERHADAP SELF-EFFICACY SISWA N. M. Y. Anita; I W. Karyasa; I Nyoman Tika
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.051 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran group investigation (GI) terhadap self-efficacy siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan pretest-posttest non-equivalent control group design. Populasi adalah siswa kelas XI IPA di SMA N 1 Negara dengan sampel 128 siswa yang terdiri dari 2 kelas kelompok kontrol dan 2 kelas kelompok eksperimen.  Data yang diperoleh berupa g-skor ternormalisasi selanjutnya dianalisis dengan statistik ANAVA satu jalur. Berdasarkan hasil dari 8 indikator self-efficacy diperoleh hasil skor untuk kelas GI meningkat secara tajam kecuali indikator 2 mengalami peningkatan yang sangat kecil. Berdasarkan hasil analisis uji statistik ANAVA satu jalur diperoleh hasil Fhitung yaitu 70,505 jauh lebih besar dari pada Ftabel yaitu 3,89 sehingga H0 ditolah dan H1 diterima. Dapat disimpulkan  bahwa terdapat perbedaan self-efficacy yang signifikan antara siswa kelas GI dan siswa pada kelas kontrol.     Kata kunci: Grup Investigation dan Self-Efficacy       Abstract   This study aimed to determine the effect of the learning model group investigation (GI) of the self-efficacy of students. This research was quasi eksperiment with pretest-posttest non-equivalent control group design. Population were Science 11th grade students at SMA N 1 Negara and the samples were 128 students, they were two classes for the control group and two classes for experiment group. The data was obtained in the form normalized g-score that analyzed by using one-way ANOVA statistical analysis. Based on the analysis of each self-efficacy indicator, it was found that the third, the fourth, the sixth, and the seventh indicator scores of GI group increased dramatically. However, the second indicator of GI group and control goup had a very small increase. Based on the results of the one-way ANOVA statistical analysis, F value was = 70.505 which was much greater than the F table = 3.89. Consequently, H0 was rejected and H1 could be accepted. It can be concluded that there were significant differences in self-efficacy between GI group students and control group students.     Keywords : Grup Investigation and Self-Efficacy
IMPROVING THE QUALITY OF IPA LEARNING THROUGH EXAMPLE NON-EXAMPLE MODEL BY USING AUDIO-VISUAL MEDIA Rizky Ardhi Wicaksono; Putri Yanuarita Sutikno
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 9, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.365 KB)

Abstract

The purpose of this study was to improve the quality of IPA (Natural Sciences)  through Example Non-example model by using audio-visual media for fourth graders. This study used classroom action research method which consisted of three cycles with four stages, namely: planning, implementing, observation, and reflection. The collecting data used observation, interview, test, documentation, and field notes. The data were analyzed qualitatively and quantitatively. The result showed that the teacher’s skill in the cycle I gained score 51 (good), 57 in the cycle II (good), and 68 in the cycle III (very good).  The average score of students’ activity in the cycle I was 17 (good), 23 in the cycle II (good) and 27 in the cycle III (very good). Then, the classical completeness was 73.81 % in the cycle I and 83.33 % in the cycle II, and 100 % in the cycle III. Therefore, it can be concluded that Example Non-example model by using audio-visual media can improve the quality of IPA learning.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP PRESTASI BELAJAR BIOLOGI DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X SMA NEGERI 7 DENPASAR I MADE SIARTA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan prestasi belajar biologi yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung, (2) ada tidaknya interaksi antara model pembelajaran inkuiri dan motivasi belajar untuk meningkatkan prestasi belajar biologi, (3) perbedaan prestasi belajar biologi antara, siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran langsung untuk siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi, dan (4) perbedaan prestasi belajar biologi antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran langsung untuk siswa yang memiliki motivasi belajar rendah. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimental Pretest-Posttest Control Group Design. Sampel dalam penelitian berjumlah 185 orang yang dipilih dengan menggunakan simple random Sampling dengan teknik undian untuk memilih kelas. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan analisis varians (ANAVA) satu jalur dan analisis varians (ANAVA) dua jalur melalui uji-F. Hasil penelitian ini menunjukkan. (1) Secara keseluruhan prestasi belajar biologi siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri lebih tinggi dari pada siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung dengan rata-rata prestasi belajar biologi kelas eksperimen mencapai XA1 = 0,5505 sedangkan kelas kontrol hanya mencapai 0,4624 (hasil uji Fhitung = 48,205 > Ftabel a = 0,05. (2) Ada interaksi antara, model pembelajaran dengan motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar biologi yang ditunjukkan oleh hasil (Fhitung = 92,051 > Ftabel = 3,89 dengan p < 0,05), (3) Untuk siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi, prestasi belajar biologi yang mengikuti model pemebelajaran inkuiri lebih tinggi dari pada siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi model pembelajaran langsung, yang ditunjukkan  oleh hasil (XA1 = 0,6243 > XA2 = 0,4155) dan F = 139,534, (4) Untuk siswa yang memiliki motivasi rendah, prestasi belajar biologi yang mengikuti model pembelajaran langsung lebih tinggi dari pada siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri yang memiliki motivasi belajar rendah yang ditunjukkan oleh hasil (XA2 = 0,4767 < XA2 =  0,5102) dan F = 4,180 (p < 0,05). Kata Kunci:   Model Pembelajaran Inkuiri, Model Pembelajaran Langsung, Motivasi Belajar, Prestasi Belajar. THE EFFECT OF INQUIRY LEARNING MODEL TOWARD BIOLOGY LEARNING ACHIEVEMENT VIEWED FROM STUDENTS' LEARNING MOTIVATION AT GRADE X SMA NEGERI 7 DENPASAR ABSTRACT This research is aimed to know: (1) the difference between students' learning achievement in Biology, which learned through inquiry learning model, and that which learned through direct instruction, (2) whether there is interaction between inquiry learning model and learning motivation to improve the students' learning achievement in Biology, (3) the difference between students' learning achievement in Biology, which learned through inquiry learning model, and that which learned through direct instruction for students' with high learning motivation, and (4) the difference between students' learning achievement in Biology, which learned through inquiry learning model, and that which learned through direct instruction for students' with low learning motivation. This research uses the experimental Pretest-Posttest Control Group Design. The subject of this research was 185 students, which were chosen by using simple random sampling technique, while classes were chosen by using lottery. The data gained were analyzed by using one-way variants analysis (ANAVA) and two-way variant analysis (ANAVA) through F-test. The results of this research are shown as follows. (1) In general, the learning achievement in Biology subject for the students who learn through inquiry learning model is higher than the students' who learn through direct instruction. It can be seen from the average score reached by the experimental group showed that XA1 0,5505, while the control group only can reach 0,4624 (the result of Fcount = 48,205 > Ftable a=0.05). (2) There is interaction between the learning model and the students' learning achievement in Biology subject, which shown from the result of Fcount AB = 92,051 > Ftable = 3,89 with p< 0.05. (3) For the students with high learning motivation, the learning achievement that was gained through inquiry learning model is higher than that was gained through direct instruction. It can be seen in the following result; (XAI = 0,6243 > XA2 = 0,4155) and F = 139,534 (< 0.05) (4) For the students with low learning motivation, the learning achievement that was : aimed through direct instruction is higher than that was gained through inquiry learning model. It is shown in the following result; (XA1 = 0,4767 < XA2 = 0,5102) and F = 4,180 (p < 0,05).   Key words:      Inquiry Learning Model, Direct instruction, Learning Motivation, Learning Achievement.
EFEKTIVITAS DIKLAT LESSON STUDY TERHADAP PENINGKATAN KOMPETENSI PROFESIONAL, KOMPETENSI PEDAGOGI GURU, DAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMA NEGERI 3 SINGARAJA I PUTU ASTIKA .; Prof. Dr I Wayan Sadia,M.Pd .; Prof. Dr. Ketut Suma, MS .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.936 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Mendeskripsikan kualitas pelaksanaan diklat lesson study pada guru IPA di SMA Negeri 3 Singaraja; (2) menganalisis pengaruh pelaksanaan diklat lesson study kompetensi pedagogi guru (3) menganalisis pengaruh diklat lesson study berpengaruh terhadap kompetensi professional guru SMA Negeri 3 Singaraja; (4) menganalisis pengaruh diklat lesson study terhadap prestasi belajar siswa SMA Negeri 3 Singaraja.Jenis penelitian ini adalah pre-experimental dengan desain penelitian one group pretset-postest design. Pengambilan sampel menggunakan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling. Data tentang kualitas lesson study dianalisis secara deskriptif, data tentang kompetensi profesional guru serta kompetensi pedagogi guru dianalisis dengan wilcoxon signed-rank test (Uji peringkat bertanda) dan data prestasi belajar siswa dianalisis dengan Uji-t. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Kualitas pelaksanaan lesson study dalam kualifikasi diklat lesson study SMA Negeri 3 Singaraja tergolong sangat baik (98,35); (2) terdapat pengaruh pelaksanaan diklat lesson study terhadap kompetensi professional guruSMA Negeri 3 Singaraja (Z= -2,032; p
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (MPBP) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH IPA SISWA SMP DILIHAT DARI MOTIVASI BERPRESTASI PUTU ARIMBAWA S. .; Prof. Dr I Wayan Sadia,M.Pd .; Dr. I Nyoman Tika,M.Si .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.39 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis 1) pengaruh model pembelajaran berbasis proyek (MPBP) terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa yang dilihat dari motivasi berprestasi dan 2) pengaruh interaksi antara MPBP dengan motivasi berprestasi terhadap kemampuan pemecahan masalah. Penelitian ini merupkan penelitian eksperimen semu dengan rancangan post test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP N 3 Sidemen, yaitu dua kelas eksperimen dan dua kelas kontrol. Sampel diambil 60 siswa, yaitu 30 dari kelas kontrol dan 30 dari kelas eksperimen berdasarkan motivasi berprestasi tinggi dan rendah. Instrument yang digunakan berupa test kemampuan pemecahan masalah dan kuesioner motivasi berprestasi. Analisis data menggunakan analisis statistik ANAVA dua jalur. Berdasarkan hasil analisis dengan ANAVA dua jalur diperoleh FA =166,788; (p0,05), maka tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran berbasis proyek dengan motivasi berprestasi terhadap kemampuan pemecahan masalah.Kata Kunci : Model pembelajaran berbasis proyek dan Kemampuan pemecahan masalah This study aimed to analyze 1) the effect of the project based learning (PBL) toward the problem solving skill was looked by motivation and 2) the interaction effect between PBL and motivation toward the problem solving skill. This study was a quasi experiment with post test only controls group design. Population was a whole 8th grade student of SMP N 3 Sidemen; those are two classes as control group and two classes as experiment group. Sample was taken 60 students; those are 30 students from control group and 30 students from experiment group according to the motivation. The instruments used test of problem solving skill and questioner about motivation. Data analysis used two-ways ANOVA analysis. The results of the two-ways ANOVA analysis, FA =166.788; (p0.05), it can be concluded that there were not interaction effect between PBL and motivation toward the problem solving skill.keyword : Project Based Learning and problem solving skill
PENGEMBANGAN MODUL BERORIENTASI CASE BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA LUH PUTU EMITHA UPADIANTI .; PROF. DR. I B. PUTU ARNYANA, M.Si. .; PROF. DR. KETUT SUMA, M.S. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memvalidasi modul pembelajaran biologi berorientasi Case Based Learning untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa SMA. Model pengembangan yang digunakan adalah model 4-D yang meliputi, tahap penetapan (define), perancangan (design), pengembangan (develope), dan penyebaran (disseminate). Validasi modul dilakukan dengan uji validitas, uji kepraktisan, dan uji efektivitas. Uji validitas dilakukan melalui validasi ahli dan validasi empiris, uji kepraktisan dilakukan dengan pemberian angket respon guru dan siswa terhadap keterlaksanaan modul pembelajaran, dan uji efektivitas dilakukan dengan pemberian pretest dan posttest terhadap siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan memiliki validitas yang sangat tinggi dengan skor rata-rata 4,25. Modul yang dikembangkan memiliki kepraktisan yang sangat tinggi dengan skor rata-rata 4,21 dalam hal keterlaksanaan modul. Modul yang dikembangkan memenuhi syarat efektivitas untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dengan nilai rata-rata tes keterampilan berpikir kritis 85,92. Hasil uji t memperoleh nilai t hitung 22,567 > t tabel (1,868) yang menyatakan terjadi peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa yang signifikan antara sebelum penerapan modul dan setelah penerapan modul. Dengan demikian modul pembelajaran yang berorientasi Case Based Learning adalah valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa SMA. Kata Kunci : modul pembelajaran, case based learning, keterampilan berpikir kritis This study aims to develop and validate the Case Based Learning module to improve the critical thinking skills of high school students. The development model used 4-D model that includes, define, design,develope, and disseminate. Module validation is done by validity test, practicability test, and effectiveness test. Validity test is done through expert validation and empirical validation, practical test is done by giving teacher and student response questionnaire to the learning module implementation, and effectiveness test is done by giving pretest and posttest to students. The results showed that the module developed has a very high validity with an average score of 4.25. The modules developed have a very high practicality with an average score of 4.21 in terms of the implementation of the module. The developed module qualifies the effectiveness to improve critical thinking skills with an average value of the critical thinking skill test of 85.92. Result of t test get t value 22,567> t table (1,868) which states there is improvement of critical thinking skill of students which is significant between before application of module and after application of module. The conclusion, learning module that is oriented Case Based Learning is valid, practical, and effective to improve critical thinking skill of high school student. keyword : learning module, case based learning, critical thinking skill