cover
Contact Name
Made Gautama Jayadiningrat
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalipaindonesia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia
ISSN : 2615742X     EISSN : 26157438     DOI : -
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Science Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Science Education.
Articles 400 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PROBLEM BASED LEARNING) DAN KOOPERATIF GROUP INVESTIGATION TERHADAP SIKAP ILMIAH DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS (Studi Eksperimen Dalam Pembelajaran Listrik Dinamis Pada Siswa Kelas X SMAN 1 Manggis Tahu NI NENGAH SUATI
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan: (1) untuk menganalisis perbedaan sikap ilmiah dan ketrampilan berpikir kritis siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis masalah/PBL dengan siswa yang belajar dengan model kooperatif group investigasi dan siswa yang belajar dengan model ekspositori, (2) untuk menganalisis perbedaan sikap ilmiah siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis masalah/PBL dengan siswa yang belajar dengan model kooperatif group investigasi dan siswa yang belajar dengan model ekspositori, (3) untuk menganalisis perbedaan ketrampilan berpikir kritis siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis masalah/PBL dengan siswa yang belajar dengan model kooperatif group investigasi dan siswa yang belajar dengan model ekspositori. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan rancangan penelitian “The Posttest Only Control Group Design”, data dianalisis dengan MANOVA. Semua pengujian hipotesis dilakukan pada taraf signifikansi 5%. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Manggis tahun pelajaran 2010/2011 yang terdiri dari 3 kelas dengan populasi 94 orang siswa. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah sikap ilmiah dan ketrampilan berpikir kritis siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan sikap ilmiah dan ketrampilan berpikir kritis antara siswa yang belajar dengan dengan model pembelajaran berbasis masalah/PBL dengan siswa yang belajar dengan model kooperatif group investigasi dan siswa yang belajar dengan model ekspositori, (2) terdapat perbedaan sikap ilmiah antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis masalah/PBL dengan siswa yang belajar dengan model kooperatif group investigasi dan siswa yang belajar dengan model ekspositori (F=8,205;p <0,05) (3) terdapat perbedaan ketrampilan berpikir kritis antar siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis masalah/PBL dengan siswa yang belajar dengan model kooperatif group investigasi dan siswa yang belajar dengan model ekspositori (F=37,177; p <0,05) Kata kunci : problem-based learning, kooperatif group investigasi,            ekspositori,sikap ilmiah, ketrampilan berpikir kritis.   THE EFFECTS OF PROBLEM-BASED LEARNING STYLE AND INVESTIGATION COOPERATIVE GROUP STYLE TO THE SCIENTIFIC ATTITUDE AND CRITICAL THINKING SKILL                                    (Eksperimental Study in Learning  Dynamics Electricity                                                        Of The X Grade Studens Of SMAN 1 Manggis Academic Year 2010/2011) ABSTRAC   This research aims: (1) to analyse the difference scientific attitude and critical thinking skill of the students who learn using problem based learning style with the students who learn by using investigation of cooverative group and the students who learn using expository learning stile, (2) to analyse the difference of scientific attitude between students who learn with problem based learning with invesgation cooperative group and expository learning style, (3) to analyse the difference between critical thinking skill who learn with problem based learning with invesgation cooperative group and expository learning style. The research is a kind of research which is designed with “The Posttest Only Control Group Design”, data  was analysed by MANOVA.All hipotetic test was done with 5% signification. The population of the research is the x grade studens of SMAN 1 Manggis academic year 2010/2011 consists of 3 clases with 94 students population. Sample was taken by using simple random sampling. The data collected in the research are scientific attitude and critical thinking skill of students. The result showed that: (1) there are difference between scientific attitude and critical thinking skill of students who learn by using PBL style, with investigation cooperative group and expository learning style, (2) there are differences of scientific attitude between students who learn with PBLstyle, students who learn with investigative cooperative group and the students who lear with of expository style (F=8.205;p < 0,05), (3) there are differences critical thinking skill between who learn with PBL style, students who learn with investigative cooperative group and the students who lear with of expository style (F=37.177;p < 0,05). Keywords: problem-based learning, investigation cooperative group, expository,scientific   attitude, critical thinking skill.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK TERHADAP SIKAP ILMIAH DAN KONSEP DIRI SISWA SMP I MADE WIDYA ASTAWA .; Prof. Dr I Wayan Sadia,M.Pd .; Prof. Dr.I Wayan Suastra,M.Pd .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.727 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis perbedaan sikap ilmiah dan konsep diri antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis proyek (MPBP) dan siswa yang belajar model pembelajaran konvensional (MPK), (2) menganalisis perbedaan sikap ilmiah antara siswa yang belajar dengan MPBP dan siswa yang belajar dengan MPK, (3) menganalisis perbedaan konsep diri antara siswa yang belajar dengan MPBP dan siswa yang belajar dengan MPK. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen, dengan rancangan penelitian postest only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX SMP Negeri 3 Banjarangkan tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 132 siswa, dengan sampel 90 siswa. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif dan MANOVA satu jalur. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan hasil sebagai berikut. Pertama, ada perbedaan yang signifikan antara model pembelajaran terhadap sikap ilmiah dan konsep diri secara bersama-sama (F=128,3; pLSD while ǀµi - µjǀ = 9,98888 and LSD = 3,66369, so the scientific attitude of students concluded differ significantly between groups PBL with CL. Third, there was a significant difference of students’ self concept between the students who were taught by PBL (F = 151,981; p < 0,05) in which the students’ mean score of PBL = 76,41 was higher than that of CL = 62,97, with enough category. Based on the testing of LSD obtained with ǀµ i- µjǀ >LSD while ǀµ i- µjǀ = 13,4444 and LSD = 4,340411, so the conclusion of the self concept of students differ significantly between groups PBLwith CL.keyword : project-based learning, student’s scientific attitude, student’s self concept.
STUDI KOMPARATIF MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI BEBAS DAN GENERATIF TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP FISIKA DAN KREATIVITAS SISWA I WAYAN DARMA .; Prof. Dr I Wayan Sadia,M.Pd .; Prof. Dr. Ketut Suma, MS .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.412 KB)

Abstract

Penelitian ini pada hakekatnya bertujuan sebagai berikut. (1) Menganalisis apakah ada perbedaan pemahaman konsep dan kreativitas antara siswa yang belajar melalui model pembelajaran Inkuiri bebas , model pembelajaran Generatif , dan model pembelajaran langsung. (2) Menganalisis ada tidaknya perbedaan pemahaman konsep antara siswa yang belajar melalui modell pembelajaran Inkuiri bebas, model pembelajaran Generatif, dan model pembelajaran langsung.(3) Menganalisis ada tidaknya perbedaan secara signifikan kreativitas antara siswa yang belajar melalui modell pembelajaran Inkuiri bebas, model pembelajaran Generatif, dan model pembelajaran langsung.Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan penelitian kuasi eksperimen pada siswa kelas XI IPA di SMA Negeri 1 Denpasar tahun pelajaran 2013/2014. Rancangan penelitian ini mengikuti rancangan eksperimen pretest postest control group design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA-6, XI IPA-7 dan kelas XI IPA-9 SMA Negeri 1 Denpasar tahun pelajaran 2013/2014. Pengambilan kelas penelitian berdasarkan teknik random sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif dan MANOVA satu jalur. Hasil penelitian diperoleh sebagai berikut: (1) Terdapat perbedaan pemahaman konsep dan kreativitas atara siswa yang diberikan model pembelajaran Inkuiri bebas, generatif dan model pembelajaran langsung (F = 26,245; p
PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIOVISUAL DAN MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR NI KETUT TRIASTI .; PROF. DR. I B. PUTU ARNYANA, M.Si. .; DR. I GST.AGUNG NYM.SETIAWAN, M.Si. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) perbedaan hasil belajar antara media audiovisual dengan media gambar. (2) pengaruh interaksi antara media pembelajaran dengan motivasi belajar terhadap hasil belajar. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperiment dengan rancangan The Non-equivalent Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Sapta Andika berjumlah 186 siswa, dengan sampel penelitian yang digunakan adalah 120 orang, yang terdistribusi kedalam empat kelas. Data motivasi dan hasil belajar dianalisis dalam dua tahap yaitu analisis deskriptif dan uji hipotesis dengan uji ANAVA. Hasil penelitian ini adalah (1) terdapat perbedaan signifikan antara siswa yang menggunakan media audiovisual dengan skor rata-rata 73,68 dengan siswa yang menggunakan media gambar menunjukkan skor rata-rata 67,34 terhadap hasil belajar IPA. (2) terdapat interaksi pengaruh antara penggunaan media audiovisual dan media gambar dengan motivasi belajar terhadap hasil belajar IPA diperoleh nilai statistic F = 8,409 dengan angka signifikansi 0,004. Angka signifikansi tersebut lebih kecil dari 0,05. (3) terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi dengan siswa yang memiliki motivasi belajar rendah dilihat secara keseluruhan kelompok siswa yang memiliki motivasi tinggi menunjukkan skor rata-rata 71,87 dengan kualifikasi baik dan kelompok siswa yang memiliki motivasi rendah menunjukkan skor rata-rata 68,92 dengan kualifikasi cukup. Hasil uji scheffe disimpulkan bahwa media audiovisual efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi.Kata Kunci : media audiovisual, media gambar, motivasi belajar, hasil belajar. The aim of this study was to analyze: (1) the differences in learning achievement between the audiovisual and image media. (2) the influence of interaction between learning media with learning motivation toward learning achievement. This research is a quasi-experimental research with The Non-equivalent Pretest-Posttest Control Group Design. The population of this study were students of class VII SMP Sapta Andika. The total number of the students are 186 consisted of four classes namely. The sample used was 120 students, which is distributed into four classes. Motivation and learning achievement data were analyzed in two stages: descriptive analysis and hypothesis test with ANOVA test. The results of this study were (1) there was a significant difference between students who learned using audiovisual media (average score 73.68) with students who learned using the image media (average score 67.34) toward the learning achievement of science subject. (2) there was an interaction influence between the usage of audiovisual and image media with learning motivation toward science learning achievement which was obtained by statistic value F = 8,409 with significance number 0,004, it showed that the significance number is less than 0.05. (3) there was a significant difference between students who have high learning motivation with students who have low learning motivation. It could be seen from the whole group of students who have high motivation showed the average score of 71.87 with good qualification and groups of students who have low motivation showed the average score of 68.92 with sufficient qualifications. Based on Scheffe test result, it could be concluded that the audiovisual media effectively improve students’ learning achievement who have high learning motivation.keyword : audiovisual media, image media, learning motivation, learning achievement
PENGARUH MODEL COLLABORATIVE TEAMWORK LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN PEMAHAMAN KONSEP DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF N.W. S. Darmayanti; W. Sadia; A.A.I. A. R. Sudiatmika
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.732 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa yang tercermin dari keterampilan proses sains dan pemahaman konsep siswa tergolong rendah.Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis perbedaan keterampilan proses sains dan pemahaman konsep antara kelompok siswa yang belajar dengan Model Collaborative Teamwork Learning (MCTL) dan model pembelajaran konvensional (MPK), (2) menganalisis perbedaan keterampilan proses sains dan pemahaman konsep antara siswa yang memiliki gaya kognitif field independent (FI) dan gaya kognitif field dependent (FD), (3) menganalisis pengaruh interaksi antara MCTL dengan MPK terhadap keterampilan proses sains dan pemahaman konsep ditinjau dari gaya kognitif siswa. Penelitian ini tergolong eksperimen semu dengan rancangan post-test only control group design. Sampel penelitian adalah siswa kelas X semester 2 di SMA Negeri 1 Gianyar tahun pelajaran 2012/2013. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan dengan tes keterampilan proses sains, lembar observasi dan tes pemahaman konsep. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan MANOVA dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat perbedaan keterampilan proses sains dan pemahaman konsep fisika antara kelompok siswa yang belajar dengan MCTL dan MPK (F=24,282; p<0,05), (2) terdapat perbedaan keterampilan proses sains dan pemahaman konsep fisika antara siswa yang memiliki gaya kognitif FI dan gaya kognitif FD (F=6,205; p<0,05), (3) terdapat interaksi antara model pembelajaran dan gaya kognitif terhadap keterampilan proses sains dan pemahaman konsep fisika siswa (F=3,890;p<0,05). Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya pemilahan siswa yang akan mengikuti pembelajaran berdasarkan gaya kognitif yang dimiliki. Kata Kunci: Model CTL, keterampilan proses sains, pemahaman konsep, gaya kognitif   ABSTRACT This research was motivated by the low of student learning outcomes that reflected from science process skills and understanding of concepts students are classified low. The purpose of this study is (1) to analyze differences in science process skills and the concepts understanding of physics among the group of students who studied with MCTL and MPK, (2) to analyze differences in science process skills and the concepts understanding of physics among students who have a FI cognitive style and FD cognitive style, (3) to analyze the influence of the interaction between the MCTL with MPK to the science process skills and the concepts understanding of physics that is viewed from students cognitive styles. This study is considered quasi-experimental design with post-test only control group design. The research sample was from student of 2nd semester in grade X SMA Negeri 1 Gianyar, academic year 2012/2013. Samples were taken by simple random sampling technique. Data collected by the test of science process skills, observation sheets and test of concepts understanding. Data were analyzed by using descriptive statistics and two way MANOVA. The results show (1) there is a difference between the science process skills and the concepts understanding of physics among the group of students who studied with MCTL and MPK (F = 24.282, p <0,05), (2) there is a difference between the science process skills and the concepts understanding of physics students who have FI cognitive style and FD cognitive style (F = 6.205, p <0.05), (3) there is an interaction effect between cognitive style and learning model for science process skills and the concepts understanding of physics students (F = 3.890, p <0.05). The implication of this research is the need for separation of students who will follow cognitive learning styles based on owned. Keywords: CTL model, science process skills, concepts understanding, cognitive styles
KOMPARASI PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP DAN SIKAP ILMIAH SISWA SMA YANG DIBELAJARKAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DAN PROJECT BASED LEARNING I DEWA AYU TRISNA HANDAYANI .; DR. RER. NAT I WAYAN KARYASA, S.Pd.,M.Sc .; DRS. I NYOMAN SUARDANA, M.Si. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 5, No 1 (2015):
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.689 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1). mengetahui dan menganalisis perbedaan peningkatan pemahaman konsep kimia dan sikap ilmiah siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Project Based Learning, (2). untuk mengetahui dan menganalisis perbedaan peningkatan pemahaman konsep kimia antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Project Based Learning, (3) untuk mengetahui dan menganalisis perbedaan peningkatan sikap ilmiah antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Project Based Learning. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan pretest-postest non-equivalen control group design. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Susut tahun pelajaran 2014/2015. Sedangkan sampel dari penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA1 dan XI IPA 3 yang ditentukan dengan teknik simple random sampling terhadap kelas yang sudah disetarakan. Sampel yang terpilih adalah kelas XI IPA1 sebagai kelompok eksperimen yang dikenai perlakuan dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan kelas XI IPA 3 sebagai kelompok ekperimen yang dikenai perlakuan dibelajarkan dengan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL). Data dikumpulkan dengan menggunakan tes pemahaman konsep dan kuisioner sikap ilmiah. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan inferensial menggunakan multivariate analysis of variance (MANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) peningkatan pemahaman konsep kimia dan sikap ilmiah siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan dengan Problem Based Learning (PBL); (2) peningkatan pemahaman konsep kimia siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL); (3) peningkatan sikap ilmiah siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Project Based Learning PjBL lebih baik dibandingkan dengan siswa dibelajarkan Problem Based Learning (PBL)Kata Kunci : PjBL, PBL, Pemahaman Konsep dan Sikap Ilmiah This research aims at: (1) finding out and analyzing differences in improvement of chemical concept understanding and scientific attitude between students which were taught by problem based learning and those taught by using project based learning, (2) finding out and analyzing differences in improvement of chemical concept understanding between students which were taught by problem based learning and those taught by using project based learning, (3) finding out and analyzing differences in improvement of scientific attitude between students which were taught by problem based learning and those taught by using project based learning. This study is pseudo experimental research with pretest-postest non equivalent control group design. The population of this study is eleventh grade students in SMA Negeri 1 Susut in academic year 2014/2015, then XI IPA 1 and XI IPA 3 were selected as sample of the study through simple random sampling technique. XI IPA 1 was an experimental group which treated by using problem based learning and XI IPA 3 was also an experimental group which treated by using project based learning. Data were collected by chemical concept understanding test and questionnaire of scientific attitude, which then analyzed by inferential and descriptive statistics using multivariate analysis of variance (MANOVA). The research discovers: (1) the improvement of chemical concept understanding and scientific attitude between students who were taught by project based learning (PjBL) is higher than those treated by problem based learning (PBL), (2) the improvement of chemical concept understanding between students who were taught by project based learning (PjBL) is higher than those treated by problem based learning (PBL), (3) the improvement of scientific attitude between students who were taught by project based learning (PjBL) is better than those treated by problem based learning (PBL)keyword : PjBL, PBL, concept understanding, scientific attitude
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP SELF-EFFICACY DAN EMOTIONAL INTELLIGENCE SISWA SMA COKORDA GEDE ANOM WIRATMAJA .; Prof. Dr I Wayan Sadia,M.Pd .; Prof. Dr.I Wayan Suastra,M.Pd .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.829 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki efek Pembelajaran Berbasis Masalah terhadap self efficacy dan emotional intelligence siswa. Subyek penelitian ini adalah 146 siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Denpasar tahun pelajaran 2013/2014 yang terbagi dalam empat kelompok kelas yang diambil secara acak. Disain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Non-equivalent pretest-posttest control group design. Dua dari empat kelas kemudian dipilih secara acak sebagai kelompok eksperimen yang mengikuti pembelajaran berbasis masalah, dan dua kelas lainnya sebagai kelompok kontrol yang mengikuti pembelajaran langsung. Self Efficacy dan emotional intelligence siswa diukur dengan kuesioner Physics Self-Efficacy Scale (PSES) dan kuesioner emotional intelligence yang diberikan saat pre-test dan post-test. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis deskriptif dan analisis varian multivariat satu jalur (MANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan yang signifikan antar model pembelajaran terhadap self efficacy dan emotional intelligence ( F=38,243;p
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TALKING STICK BERBASIS ANEKA SUMBER (RESOURCES BASED LEARNING) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA Luh Eva Juli Partami; Ndara Tanggu Rendra
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.276 KB)

Abstract

AbstrakTujuan Penelitian Tindakan Kelas ini adalah untuk mengetahui adanya peningkatan hasil belajar IPA dengan menggunakan model pembelajaran  kooperatif Talking Stick Berbasis Aneka Sumber (Resources Based Learning) pada siswa kelas IV SD No. 4 Lukluk, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung Tahun Pelajaran 2016/2017. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian adalah siswa kelas IV SD No. 4 Lukluk yang terdiri 19 orang siswa. Untuk mencapai tujuan tersebut, digunakan model pembelajaran  kooperatif Talking Stick Berbasis Aneka Sumber (Resources Based Learning) pada siswa kelas IV No. 4 Lukluk, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung Tahun Pelajaran 2016/2017.Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan menggunakan metode tes dengan tes hasil belajar. Selanjutnya data-data yang telah dikumpulkan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar IPA  dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif Talking Stick Berbasis Aneka Sumber (Resources Based Learning) dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD No. 4 Lukluk. Nilai rata-rata kelas pra siklus 64,47 dengan katagori rendah meningkat pada siklus I sebesar 70,52 dengan katagori sedang dan meningkat pada siklus II sebesar 82,11 dengan katagori tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar pada tindakan  siklus II sudah mencapai kretria keberhasilan penelitian. Kata kunci: Model pebelajaran kooperatif talking stick berbasis aneka sumber (resources based learning) dan hasil belajar IPA. AbstractThe purpose of this classroom action research is to find out the achievement of learning science using talking stick, resources based learning method on fourth graders of SD No. 4 Lukluk, Mengwi, Badung academic year 2016/2017. The subject of this classroom action research is the fourth graders of SD 4 Lukluk which consist of 19 students. The talking stick resources based learning method was used to reach the goal. The data was obtained using the method and test. Then the data was analysed using descriptive quantitative. The result shows that there is an improvement in science learning achievement by applying the method. The low class average score of pre cycle 64,47 increased on cycle one for 70,50 which is average and it is increased on cycle two for 82,11 which is high. This shows that result of cycle two has considered successful in research..Keywords: learning model, cooperative learning stick talking resources based on learning science learning result
Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Pemahaman Konsep dan Keterampilan Proses Sains Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri 2 Kuta Tahun Pelajaran 2011/2012 Didik Juliawan
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.263 KB)

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah: (1) menganalisis perbedaan pemahamankonsep dan keterampilan proses sains antara siswa yang mengikuti modelpembelajaran berbasis masalah dengan konvensional, (2) menganalisis perbedaanpemahaman konsep antara siswa yang mengikuti model pembelajaran berbasismasalah dengan konvensional, dan (3) menganalisis perbedaan keterampilanproses sains antara siswa yang mengikuti model pembelajaran berbasis masalahdengan konvensional. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen denganrancangan desain penelitian posttest only control group design. Subjek penelitianini adalah siswa kelas XI IPA 2 dan XI IPA 3 SMA Negeri 2 Kuta tahun pelajaran2011/2012 yang berjumlah 86 orang siswa. Pengambilan kelas penelitianberdasarkan teknik random sampling. Data yang diperoleh dianalisis denganstatistik deskriptif dan MANOVA.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada pengaruh yang signifikanmodel pembelajaran terhadap variabel-variabel pemahaman konsep danketerampilan proses sains (F=8,843; p<0,05). Artinya, pemahaman konsep danketerampilan proses sains secara bersama-sama menunjukkan perbedaansignifikan antar model pembelajaran, (2) terdapat perbedaan pemahaman konsepyang signifikan antara siswa yang mengikuti model pembelajaran berbasismasalah dan konvensional (F=5,455; p<0,05). Rata-rata pemahaman konsepsiswa yang menggunakan model pembelajaran berbasis masalah lebih besardaripada yang menggunakan model pembelajaran konvensional (XPBL  26,39danXKonvensional  22,86 ), dan (3) terdapat perbedaan keterampilan proses sainsyang signifikan antara siswa yang mengikuti model pembelajaran berbasismasalah dan konvensional (F=13,241; p<0,05). Rata-rata keterampilan prosessains siswa yang menggunakan model pembelajaran berbasis masalah lebih besardaripada siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional (XPBL =32,05 danXKonvensional =30,57). Implikasi penelitian ini, yakni perlunya penyiapanpermasalahan yang ill-structured, peranan guru sebagai fasilitator, penyiapanbahan penilaian yang autentik, dan pemenuhan sarana prasarana pendidikan yangmenunjang plaksanaan model pembelajaran berbasis masalah.Kata kunci: model pembelajaran berbasis masalah, pemahaman konsep, danketerampilan proses sains.
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KUANTUM UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPA SISWA I Made Wijana Artha
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 9, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.739 KB)

Abstract

Peran mata pelajaran IPA adalah untuk mengenal dan memperlajari interaksi makhlu hidup dengan sesama dan lingkungan. Perlu adanya suatu innovasi dalam pembelajaran terutama metode pelajaran yang digunakan. Seperti halnya penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Kerambitan Kelas VIII.D semester I yang kemampuan siswanya untuk tingkat prestasi belajar IPA siswa masih sangat rendah. Tujuan penulisan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui apakah Model Pembelajaran Kuantum dapat meningkatkan prestasi hasil belajar IPA siswa SMP Negeri 1 Kerambitan di Kelas VIII.D Semester  I  Tahun Pelajaran 2017/2018. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes prestasi belajar IPA siswa. Metode analisis datanya adalah deskriptif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah Model Pembelajaran Kunatum dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VIII.D semester I yang dibuktikan dari hasil yang sebelumnya diperoleh dengan rata-rata kelas 69,1 dan prosentase ketuntasan belajar adalah 20,8%, pada siklus I meningkat menjadi 76,5 dengan prosentase sebesar 66,7% dan pada siklus II meningkat kembali dengan rata-rata kelas 87,9 dengan prosentase sebesar 100%. Hasil tersebut setelah dilakukan analisis menggunakan analisis deskriptif diperoleh kesimpulan bahwa menggunakan Model Pembelajaran Kuantum dapat meningkatkan kreativitas dan prestasi belajar IPA siswa kelas SMP Negeri 1 Kerambitan VIII.D semester I SMP Negeri 1 Kerambitan. Kata kunci: Model Pembelajaran Kuantum, Prestasi Belajar