cover
Contact Name
Made Gautama Jayadiningrat
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalipaindonesia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia
ISSN : 2615742X     EISSN : 26157438     DOI : -
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Science Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Science Education.
Articles 400 Documents
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA SMP BERMUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DENGAN SETTING GROUP INVESTIGATION I PUTU SUDIRTA .; Prof. Dr I Wayan Sadia,M.Pd .; Prof. Dr.I Wayan Suastra,M.Pd .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.327 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Menghasilkan perangkat pembelajaran fisika SMP yang bermuatan pendidikan karakter dengan setting Grup Investigasi. (2) Menganalisis perubahan karakter siswa setelah diberikan perangkat pembelajaran fisika bermuatan karakter. (3) Menganalisis prestasi belajar siswa setelah diterapkan perangkat pembelajaran fisika yang bermuatan pendidikan karakter dengan setting GI. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan mengacu pada model pengembangan perangkat pembelajaran yang disarankan oleh Thiagarajan,Semmel, dan Semmel (1974), yaitu model pengembangan perangkat 4-D, (define, design, develop, dan disseminate). Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan: (1) Melalui penelitian ini dihasilkan perangkat pembelajaran fisika SMP yang bermuatan pendidikan karakter dengan setting GI, menurut penilaian dari dosen ahli dan praktisi termasuk dalam kategori sangat baik (A) dengan jumlah rerata skor keseluruhan untuk silabus sebesar 4,32; untuk RPP sebesar 4,63; untuk LKS sebesar 4,72; untuk buku siswa sebesar 4,53; dan untuk buku pegangan guru sebesar 4,43 sehingga memenuhi kelayakan sebagai perangkat pembelajaran. (2) Nilai karakter siswa menjadi meningkat secara signifikan dari 73% pada pertemuan pertama menjadi 95% pada pertemuan ke empat dengan kategori karakter siswa telah membudaya (MK). (3) Prestasi belajar siswa menjadi lebih baik setelah diterapkannya perangkat pembelajaran fisika bermuatan karakter dengan setting GI. Hal ini dapat diketahui dari nilai thitung < ttabel (t= -32,428 < 1,665; p < 0,05)Kata Kunci : Perangkat pembelajaran Fisika, pendidikan karakter, prestasi belajar The purpose of this study is to: (1) Generate a learning device physics junior laden with character education settings Investigation Group. 2) Analyze changes in the character of the students after learning the physics of charged given character. (3) Analyze student achievement after learning the physics implemented character education charged with GI settings. This type of research is the Research and Development (R & D) with reference to the development of learning models suggested by Thiagarajan, Semmel, and Semmel (1974), namely the development of a model 4-D, (define, design, develop, and disseminate). From the results of research and discussion, it can be concluded: (1) Through the study of physics learning SMP resulting devices are charged with setting GI character education, according to the assessment of faculty experts and practitioners included in the excellent category (A), the number of overall mean score of 4.32 for the syllabus; for RPP of 4.63; LKS amounted to 4.72; to guide students by 4.53; and a handbook for teachers of 4.43, that meet eligibility as a learning device. (2) The value of the student's character be increased significantly from 73% at the first meeting to 95% at the fourth meeting of the categories of students have entrenched character (MK).(3) Student achievement for the better after the implementation of the learning device physics of charged character with a GI setting. Hal ini dapat diketahui dari nilai thitung < ttabel (t= -32,428 < 1,665; p < 0,05)keyword : Device physics learning, character education, academic achievement
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BIOLOGI DENGAN SETTING MODEL SIKLUS BELAJAR 7E UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMP NI LUH PUTU WIDYA DHARMAYANTHI .; PROF. DR. I B. PUTU ARNYANA, M.Si. .; PROF. DR. I WAYAN SADIA, M.Pd .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul pembelajaran biologi yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa. Pengembangan dilakukan menggunakan model 4-D yang terdiri dari: define, design, develop, dan disseminate. Tahapan yang dilaksanakan sampai pada tahap develop. Rancangan awal disebut draft I divalidasi oleh ahli dan praktisi, kemudian dianalisis dan direvisi sehingga dihasilkan draft II, selanjutnya dilakukan uji kelas di SMP Negeri 3 Tegallalang kelas VIIB yang berjumlah 32 siswa. Data dikumpulkan dengan lembar validasi modul pembelajaran, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, angket respon guru dan siswa terhadap modul pembelajaran serta tes pemahaman konsep. Kemudian dilanjutkan dengan analisis menggunakan statistik deskriptif dan uji one sample t-test untuk menyatakan efektivitas modul pembelajaran. Hasil penelitian: (1) validitas modul pembelajaran 4,4 dengan kategori sangat valid. (2) Keterlaksanaan modul pembelajaran 4,34 dengan kategori sangat praktis. (3) Keefektifan modul pembelajaran dengan nilai rata-rata pemahaman konsep 76,48 kategori tuntas karena melampaui KKM dengan persentase 87,5%. Hasil perhitungan dengan menggunakan uji-t memberikan hasil t-hitung (5,129) lebih besar dari nilai t-tabel (2,042) menunjukkan bahwa modul pembelajaran efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa. Berdasarkan temuan hasil penelitian disimpulkan modul pembelajaran memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa, sehingga dapat digunakan dalam lingkup yang lebih luas.Kata Kunci : Modul Pembelajaran, Siklus Belajar 7E, Pemahaman Konsep The purpose of this research was to produce a valid, practical, and effective biology learning module to improve students' conceptual understanding. Development is done using 4-D model which consists of: define, design, develop, and disseminate. Stages are implemented until the develop stage. The initial draft was called draft I validated by experts and practitioners, then analyzed and revised so that the result of draft II, then conducted the class test in SMP Negeri 3 Tegallalang class VIIB which amounted to 32 students. Data were collected with validation sheet of learning module, observation sheet of learning implementation, response questionnaire of teacher and student to learning module, and concept comprehension test. Then proceed with the analysis using descriptive statistics, and one sample t-test to express the effectiveness of the learning module. Result of research: (1) validity of learning module 4,4 with very valid category. (2) The implementation of learning module 4,34 with very practical category. (3) The effectiveness of the device with an average score of concept understanding is 76,48 with the finished category because it exceeds the minimum mastery criteria with the percentage 87,5%. The result of calculation using t-test gives t-count result (5,129) bigger than t-table value (2,042) shows that the learning module is effective in improving students' conceptual understanding. Based on the findings of the study, it is concluded that the learning module meets the valid, practical, and effective criteria to improve students' concept understanding, so that it can be used in a wider scope.keyword : Learning Module, 7E Learning Cycle, Concept Understanding
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN EXPERIENTIAL TERHADAP KONSEP DIRI DAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA SISWA KELAS X SMA NEGERI 4 SINGARAJA I Komang Ary ANggara
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.758 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk menganalisis: (1) perbedaan konsep diri danpemahaman konsep antara kelompok siswa yang belajar dengan modelpembelajaran experiential dan model pembelajaran konvensional, (2) perbedaankonsep diri antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaranexperiential dan model pembelajaran konvensional, (3) perbedaan pemahamankonsep antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaranexperiential dan model pembelajaran konvensional.Penelitian tergolong eksperimen semu dengan rancangan non-equivalentpost-test only control group design. Sampel penelitian adalah siswa kelas Xsemester 2 di Negeri 4 Singaraja tahun pelajaran 2011/2012 yang terdiri dari 4kelas dengan jumlah siswa 158 orang. Sampel diambil dengan teknik simplerandom sampling. Data dikumpulkan dengan kuisioner konsep diri dan tespemahaman konsep. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif danMANOVA satu jalur. Untuk mengetahui besar perbedaan digunakan uji LSDdengan taraf signifikansi 5%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan konsep diridan pemahaman konsep antara kelompok siswa yang belajar dengan modelpembelajaran experiential dan model pembelajaran konvensional (F=7,174;p<0,05), (2) terdapat perbedaan konsep diri antara kelompok siswa yang belajardengan model pembelajaran experiential dan model pembelajaran konvensional(F=6,378; p<0,05), (3) terdapat perbedaan pemahaman konsep antara kelompoksiswa yang belajar dengan model pembelajaran experiential dan modelpembelajaran konvensional (F=9,753; p>0,05). Hasil uji lanjut dengan LSDmenunjukkan bahwa model pembelajaran experiential lebih unggul dibandingkandengan model pembelajaran konvensional dalam konsep diri dan pemahamankonsep.Kata kunci: model pembelajaran experiential, konsep diri, pemahaman konsep
PENGARUH MODEL SELF-REGULATED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN SELF-EFFICACY SISWA I KADEK YUDI WIHARDI MARDITHA .; PROF. DR. KETUT SUMA, M.S. .; DR. A.A.ISTRI RAI SUDIATMIKA,MPd .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kemampuan pemecahan masalah dan self-efficacy antara kelompok siswa yang belajar menggunakan model self-regulated learning dan kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran langsung (direct instruction). Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental semu (quasi eksperiment) dengan desain pretest-posttest nonequivalent control group design. Variabel terikat dalam penelitian ini yaitu kemampuan pemecahan masalah dan self-efficacy sedangkan variabel bebas dengan dua level yaitu model self-regulated learning dan kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran langsung (direct instruction). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X di SMA Negeri 1 Sukawati Tahun Ajaran 2015/2016 dengan jumlah total 376 siswa. Sampel ditentukan dengan teknik group random sampling sehingga diperoleh kelas X4 (40 siswa) sebagai kelas kelas eksperimen dan kelas X6 (40 siswa) sebagai kelas kontrol. Teknik statistika dalam penelitian ini menggunakan teknik MANOVA. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu 1) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah dan self-efficacy siswa antara yang belajar dengan model self-regulated learning dengan siswa yang diajar dengan model pembelajaran langsung (F = 24,495; p
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK-PAIR-SHARE TERHADAP SELF-EFFICACY SISWA SMP DITINJAU BERDASARKAN GENDER NI MADE SRI NUYAMI .; Prof. Dr.I Wayan Suastra,M.Pd .; Prof. Dr I Wayan Sadia,M.Pd .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.875 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian bertujuan menganalisis (1) perbedaan self-efficacy siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe think-pair-share dan model pembelajaran konvensional, (2) perbedaan self-efficacy siswa laki-laki dan siswa perempuan,(3) pengaruh interaksi model pembelajaran dan jenis kelamin, (4) perbedaan self-efficacy yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe think-pair-share dan model pembelajaran konvensional untuk siswa laki-laki, (5) perbedaan self-efficacy yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe think-pair-share dan model pembelajaran konvensional untuk siswa perempuan. Jenis penelitian adalah quasi experiment dengan rancangan Posttest Only Non-Equivalent Control Group Design. Populasi penelitian seluruh kelas IX SMPN 10 Denpasar. Sampel berjumlah 160 orang dengan teknik simple random sampling. Analisis data dengan statistik deskriptif dan uji ANAVA 2 jalur dilanjutkan dengan uji Least Significant Difference. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat perbedaan self-efficacy siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe think-pair-share dan model pembelajaran konvensional (F = 34,040; p
PENGEMBANGAN MODUL BIOLOGI LINGKUNGAN BERSETTING GROUP INVESTIGATION (GI) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMA NI NYOMAN SERMA ADI .; PROF. DR. I B. PUTU ARNYANA, M.Si. .; PROF. DR. PUTU BUDI ADNYANA, M.Si. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul biologi lingkungan bersetting Group Investigation (GI) yang memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa SMA. Untuk menguji efektivitas modul menggunakan rancangan penelitian Pre-experimental dengan desain penelitian One-group pretest-posttest design. Pengembangan modul pembelajaran menggunakan model 4-D. Menurut Tiagarajan dkk (1974) unsur-unsur pengembangan model 4-D meliputi: 1) define; 2) design; 3) development; dan 4) disseminate. Dalam penelitian ini hanya dilakukan tiga tahapan yaitu define, design, dan development, sedangkan tahap disseminate tidak dilakukan karena keterbatasan waktu. Hasil penelitian yang diperoleh adalah: 1) modul pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan validasi oleh ahli dan praktisi memperoleh skor rata-rata 3,4 yang termasuk kategori valid, 2) modul pembelajaran memenuhi kriteria praktis berdasarkan rata-rata hasil keterlaksanaan perangkat pembelajaran, skor rata-rata respon guru dan respon siswa 3,5 berada pada kategori sangat praktis, 3) modul pembelajaran memenuhi kriteria efektifitas berdasarkan hasil ujicoba, yang ditunjukkan oleh aktivitas siswa dan pencapaian kompetensi siswa dalam pembelajaran. Terlihat dari rata-rata nilai pretest 61,89 dan posttest 85,54, sehingga berdasarkan uji t diperoleh nilai t hitung (30,86) > t tabel (2,03), yang artinya modul biologi lingkungan efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa SMA. Berdasarkan temuan penelitian dapat disimpulkan modul pembelajaran biologi yang dikembangkan memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa SMA.Kata Kunci : modul biologi lingkungan, group investigation, hasil belajar This research aims to produce environmental biology module set Group Investigation (GI) that meet the valid, practical, and effective criteria to improve student learning outcomes SMA. To test the effectiveness of modules using Pre-experimental research design with One-group pretest-posttest design. Development of learning module using 4-D model. According to Tiagarajan et al (1974) elements of the development of 4-D model include: 1) define; 2) design; 3) development; And 4) disseminate. In this study only done three stages of define, design, and development, while disseminate stage is not done because of time constraints. The results of the study were: 1) learning modules developed based on validation by experts and practitioners obtained an average score of 3.4 which included valid category, 2) the learning module fulfilled the practical criteria based on the average of learning device implementation result, Average teacher response and student response 3.5 are in very practical category; 3) the learning module meets the effectiveness criteria based on the result of the test, shown by the student activity and the achievement of student competence in the learning. Seen from the average pretest value of 61.89 and posttest 85.54, so that based on t test obtained t value (30,86)> t table (2.03), which means environmental biology module is effective to improve high school student learning outcomes . Based on the research findings, it can be concluded that the developed biology learning module meets the valid, practical and effective criteria to improve the high school student learning outcomes.keyword : Environmental biology module, group investigation, learning outcomes
PENGARUH IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS X SMAN 3 AMLAPURA I Made Tangkas
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.927 KB)

Abstract

ABSTRAKTangkas, I Made. 2012. Pengaruh Implementasi Model Pembelajaran InkuiriTerbimbing terhadap Kemampuan pemahaman konsep dan Keterampilan proses sainssiswa kelas X SMAN 3 Amlapura. Tesis. Program Studi Pendidikan Sains, ProgramPascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha.Tesis ini sudah dikoreksi dan diperiksa oleh Pembimbing I: Prof. Dr. Ida BagusPutu Arnyana, M.Si dan Pembimbing II: Dr. Ida Bagus Jelantik Swasta, M.SiKata-kata kunci: model pembelajaran, pemahaman konsep, keterampilan prosessainsPenelitian ini merupakan eksperimen semu pada siswa kelas X SMAN 3Amlapura tahun pelajaran 2011/2012. Tujuan Penelitian ini adalah untukmengetahui dan menganalisa perbedaan pemahaman konsep dan keterampilanproses sains siswa antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran modelinkuiri terbimbing dan model pembelajaran langsung, untuk mengetahui danmenganalisa perbedaan pemahaman konsep antara kelompok siswa yangmengikuti pembelajaran dengan model inkuiri terbimbing dan modelpembelajaran langsung, untuk mengetahui dan menganalisa perbedaanketerampilan proses sains siswa antara kelompok siswa yang mengikutipembelajaran dengan model inkuiri terbimbing dan model pembelajaranlangsung.Rancangan penelitian ini adalah The posttes only control group design.Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah pemahaman konsep danketerampilan proses sains siswa. Data pertama dikumpulkan dengan tespemahaman konsep berbentuk tes pilihan ganda dengan jumlah 30 buitir soal dandata kedua dikumpulkan dengan instrumen keterampilan proses sains dengan 5indikator. Data dianalisis secara deskriptif dan dengan menggunakan statistikmultivariat MANOVA.Berdasarkan hasil analisa data, ditemukan hasil-hasil penelitian sebagaiberikut. Pertama, terdapat perbedaan yang signifikan hasil pemahaman konsepdan keterampilan proses sains antara kelompok siswa dengan model inkuiriterbimbing dan kelompok siswa dengan model pembelajaran langsung (F =10,349; p<0,05). Kedua, terdapat perbedaan pemahaman konsep antara kelompoksiswa dengan model inkuiri terbimbing dan kelompok siswa dengan modelpembelajaran langsung (Fhitung = 12,183; Ftabel = 3,920). Ketiga, terdapatperbedaan keterampilan proses sains antara kelompok siswa dengan model inkuiriterbimbing dan kelompok siswa dengan model pembelajaran langsung (Fhitung =16,756; Ftabel = 3,920).
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT (STM) TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA SISWA SMP NEGERI 2 PUPUAN NI WAYAN UMI UTARI .; PROF. DR. I B. PUTU ARNYANA, M.Si. .; DR. LUH PT.MANIK WIDIYANTI, S.Si, M.Kes .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perbedaan pemahaman konsep dan keterampilan proses sains antara siswa yang mengikuti model pembelajaran STM dan siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan rancangan The Posttest Only Control Group Design. Populasi penelitian ini seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 2 Pupuan tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 125 siswa. Sampel penelitian berjumlah 99 siswa yang diambil dengan teknik random kelas. Data yang dikumpulkan meliputi pemahaman konsep dan keterampilan proses. Data dianalisis dengan analisis deskriptif dan analisis MANOVA satu jalur, dengan taraf signifikansi 5%, dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan pemahaman konsep dan proses keterampilan proses yang signifikan antara siswa yang mengikuti model pembelajaran STM dan model pembelajaran langsung (F=11,578; p
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK TERHADAP HASIL BELAJAR IPA DITINJAU DARI SELF EFFICACY SISWA NI WAYAN YULITA AMANDA .; Prof. Drs. I Wayan Subagia,M.App.Sc,Ph.D .; Dr. I Nyoman Tika,M.Si .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.758 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran berbasis proyek terhadap hasil belajar IPA ditinjau dari self efficacy. Penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan rancangan posttest only control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kuta Utara yang berjumlah 426 siswa. Sampel terdiri dari 155 siswa yang dibagi menjadi dua kelas eksperimen dan dua kelas kontrol dengan teknik group random sampling. Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar IPA dan kuesioner self efficacy. Analisis data dilakukan dengan ANAVA dua jalur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti model pembelajaran berbasis proyek dan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (FA = 20,688 > Ft= 3,96) dan tidak terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan self efficacy terhadap hasil belajar IPA (FA*B = 0,040 < Ft = 3,96).Kata Kunci : pembelajaran berbasis proyek, self efficacy, dan hasil belajar IPA This study aimed to describe the effect of project-based learning model toward learning achievement viewed from self efficacy. This study was a quasi experiment with the posttest only control group design. Population were 8th grade students at SMP Negeri 1 Kuta Utara with the total of 426 students. The sample of 155 the students were divided into two classes for the control group and two classes for experiment group by group random sampling technique. The instruments which were used were the test of science learning achievement and questionnaire about student self efficacy. The data were analyzed by two way ANOVA. The results showed that there was a difference in science learning achievement between the students treated with the project-based learning model and those treated with the conventional learning model (FA = 20.689 > Ft = 3.96) and there was no interaction effect between the project-based learning model and self efficacy toward the science learning achievement (FA*B = 0.040 < Ft = 3.96).keyword : project-based learning, self efficacy, and science learning achievement
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE (LC) BERBASIS KEARIFAN LOKAL TERHADAP KOMPETENSI PENGETAHUAN IPA Made Paramita Dewi; I. B. Surya Manuaba; Gst. Agung Oka Negara
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 8, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.512 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran learning cycle berbasis kearifan lokal dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD Gugus VIII Sukawati tahun ajaran 2017/2018. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan non-equivalen control group desain. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Gugus VIII Sukawati yang terdiri dari 92 siswa. Sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 42 siswa, yang terdiri dari SDN 5 Singapadu Kaler sebanyak 21 siswa sebagai kelas eksperimen dan SDN 1 Singapadu Kaler sebanyak 21 siswa sebagai kelas kontrol. Penentuan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data kompetensi pengetahuan IPA dilakukan dengan metode tes dan instrument yang digunakan adalah tes objektif pilihan ganda biasa. Data dianalisis menggunakan uji-t. Rata-rata hasil kompetensi pengetahuan IPA siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran learning cycle berbasis kearifan lokal lebih tinggi dengan rata-rata 80,00 dibandingkan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional dengan rata-rata 72,14. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan penguasaan kompetensi pengetahuan IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran learning cycle berbasis kearifan lokal dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional dengan thitung = 2,147; dengan taraf signifikansi 5% dan memiliki dk =n1+n2-2 = 40 diperoleh ttabel = 2,021. Hal ini berarti h0 ditolak dan ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran learning cycle berbasis kearifan lokal berpengaruh terhadap kompetensi pengetahuan IPA pada siswa kelas IV SD di Gugus VIII Sukawati tahun ajaran 2017/2018.Kata-kata kunci : learning cycle, kearifan lokal, kompetensi pengetahuan IPAAbstractThe purpose of this research was to know the significant difference of science knowledge competence between groups of students who were taught with learning models of the learning cycle based on local wisdom with students who were taught through conventional learning in fourth grade students of SD Gugus VIII Sukawati in academic year 2017/2018. This research used a quasi-experimental research with non-equivalent design group design. The population of this study was all students of class IV SD Gugus VIII Sukawati consisting of 92 students. The sample of this research were 42 students which were divided into two groups. The first group were 21 students as experiment class from SDN 5 Singapadu Kaler and the second group were 21 students as control class from SDN 1 Singapadu Kaler. The arrangement of experimental group and control group was done byusing random sampling technique. The data were obtained by test method and the instrument used for collecting the data was a regular multiple choices test. The data were analyzed by using t-test. The Result was that the student who were taught by using learning cycle based on local wisdom got 80.00 which was higher than the students who were taught through conventional learning with score only around 72.14.The results showed that there was a significant difference in the understanding of science knowledge competence between groups of students who were taught throughlearning model based on local wisdom and students who were taught through conventional learning with thitung = 2.147; with a significance level of 5% and had dk = n1 + n2-2 = 40 and obtained ttable = 2,021. This means h0 was rejected and hawas accepted. Thus it can be concluded that the learning model of learning cycle based on local wisdom has a effect on science knowledge competence in fourth graders of SD Gugus VIII Sukawati in academic year 2017/2018.Keywords: learning cycle, local wisdom, knowledge competence of science.