cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pembelajaran
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 157 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP HASIL BELAJAR EKONOMI KELAS X DI SMA NEGERI 1 MANGGIS ., NI NYOMAN SUKARMINI ; ., PROF.DR. NASWAN SUHARSONO, M.Pd.; ., DR. I KOMANG SUDARMA, S.Pd., M.Pd
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.118 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v7i2.1888

Abstract

Penelitian ini merupakan quasi eksperimen dengan rancangan “non-equivalent pre-test post-test control group design.”. yang bertujuan untuk meneliti Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Dan Motivasi Berprestasi Terhadap Hasil Belajar Ekonomi Kelas X Di SMA Negeri 1 Manggis.Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Manggis tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 180 orang yang terdistribusi dalam enam kelas dengan kemampuan yang homogen. Berdasarkan hasil random sampling diperoleh kelas XA sebagai kelas eksperimen dan XB sebagai kelas kontrol. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi motivasi berprestasi dan tes hasil belajar untuk pretest dan post test ekonomi. Penelitian ini menggunakan dua teknik analisis yaitu analisis deskriptif dan analisis kovarian. Berdasarkan hasil analisis data, maka temuannya adalah: (1) terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran langsung dengan nilai Fhitung diperoleh sebesar 7,123 dan Ftabel sebesar 3,92. Jika dibandingkan nilai Fhitung dengan Ftabel didapatkan bahwa Fhitung>Ftabel dengan taraf signifikansi (p) < 0,05. Hasil belajar kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berkualifikasi sangat tinggi dengan nilai rata-rata sebesar 22,35 dan standar deviasi sebesar 4,57. Begitu juga untuk kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung memiliki rata-rata hasil belajar sebesar 20,89 berkualifikasi tinggi. (2) Terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dibandingkan dengan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung, pada siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi dan siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah dengan nilai Fhitung sebesar 24,556 dengan signifikansi sebesar 0,000. (3) Terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara model pembelajaran dan Motivasi Berprestasi terhadap hasil belajar siswa dengan nilai Fhitung(AB) = 18,331 dengan signifikansi sebesar 0,000 (p
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPA ., NI MADE BALI SUKERTI; ., PROF. DR. I WAYAN SANTYASA, M.Si.; ., DR. I MADE KIRNA, M.Si.
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.506 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v7i1.1984

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh model pembelejaran Inkuiri Terbimbing dan motivasi belajar terhadap hasil belajar IPA. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan menggunakan rancangan faktorial 2×2. Populasi penelitian ini adalah semua kelas siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Abang Tahun Pelajaran 2015/2016 berjumlah 8 kelas (301 siswa). Sampel penelitian ini diambil menggunakan metode acak (Random Sampling), 4 kelas ditentukan sebagai sampel dan dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Data motivasi belajar siswa dikumpulkan dengan angket, sedangkan data hasil belajar IPA dikumpulkan dengan tes. Hasil data penelitian dianalisis dengan menggunakan uji statistik Ancova faktorial 2×2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang mengikuti model pembelejaran Inkuiri Terbimbing dan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional, (2) terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang dicapai oleh kelompok siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi dengan siswa yang memiliki motivasi belajar rendah, (3) tidak terdapat pengaruh interkatif antara model pembelajaran (model pembelajaran inkuiri terbimbing dan model pembelajaran konvensional) dengan motivasi belajar (motivasi belajar tinggi dan motivasi belajar rendah) terhadap hasil belajar IPA. Sehubungan dengan temuan penelitian ini, disarankan agar model pembelajaran inkuiri terbimbing dikembangkan lebih lanjut sebagai salah satu inovasi dalam pembelajaran IPA. Kata Kunci : Inkuiri Terbimbing, Motivasi Belajar, dan Hasil Belajar IPA. This research aimed at describing the effect of guided inquiry model and learning motivation upon students’ achievment on physics. This is a quasi-experimental research with 2 x 2 factorial designed. The population in this study were all students in the class VIII of SMP Negeri 2 Abang in the academic year of 2015/2016 consisting of eight clases (301 students). The selection of the samples for this study were based on random sampling technique, four clases were selected as the samples, two clases as the experimental group and the others are the control group. The data of learning motivation were collected by questionnaire while the data of students’ achievment on physics were collected by achievment test. The data obtained then were analyzed by using Ancova 2 x 2 factorial. The results of this study were: (1) there was a significant difference of guided inquiry model and conventional model upon students’ achievment on physics, (2) there was a difference of the students’ achievment on physics between students with high learning motivation and the students with low learning motivation, and (3) there was no interaction effect between learning model (guided inquiry and conventional model) and learning motivation (high and low learning motivation). Based on the research findings, it is recomended that guided inquiry model is developed further as an alternative learning model in physics learning.keyword : guided inquiry, learning motivation, and students’ achievment on physics.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS SELF REGULATED LEARNING (SRL) DENGAN MODEL AM3PU3 UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SENI BUDAYA BAGI SISWA KELAS X SMK NEGERI 1 KUBU ., I KADEK AGUS DARMAJA GIRI; ., PROF. DR. I WAYAN SANTYASA, M.Si.; ., DR. I MADE TEGEH, S.Pd.,M.Pd
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.121 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v7i1.2039

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk pembelajaran berupa multimedia interaktif untuk mata pelajaran seni budaya SMK Negeri 1 Kubu. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Prosedur pengembangan bahan ajar menggunakan model AM3PU3 yang terdiri dari lima tahapan. Tahap pertama adalah menentukan mata pelajaran yang akan dikembangkan, tahap kedua adalah menganalisis kebutuhan, tahap ketiga yaitu proses pengembangan draft, tahap keempat adalah menyusun draft pengembangan, dan tahap kelima adalah tinjauan ahli dan uji coba. Jumlah responden yang me-review bahan ajar adalah satu orang ahli isi mata pelajaran, satu orang ahli media isi pembelajaran, satu orang ahli media komputer, satu orang ahli desain, tiga orang siswa dalam uji coba perorangan, 9 orang siswa dalam uji coba kelompok kecil, 30 orang siswa dalam uji coba lapangan, dan satu orang guru mata pelajaran seni budaya. Instrumen yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini adalah kuesioner dan tes hasil belajar. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif, statistik deskriptif, deskriptif kuantitatif, dan analisis statistic inferensial (Uji-t). Rancang bangun menunjukkan bahwa bahan ajar multimedia interaktif berada pada kualifikasi sangat baik (98%) ditinjau dari review ahli isi, sangat baik (90,7%) ditinjau dari review ahli media isi, baik (83,2%) ditinjau dari review ahli media komputer, baik (80%) ditinjau dari review ahli desain, sangat baik (90,67%) ditinjau dari review uji perorangan, sangat baik (90,54%) ditinjau dari review uji kelompok kecil, baik (89,67%) ditinjau dari review uji lapangan, dan sangat baik (96%) ditinjau dari review guru mata pelajaran. Rata-rata hasil belajar siswa pada pretest sebesar M=48,43 dengan SD=2,89 dan nilai rata-rata posttest sebesar M= 81,53 dengan SD=2,96. Berdasarkan hasil uji-t dua sampel berpasangan (paired samples t-test) diketahui bahwa signifikansi yang diperoleh adalah sebesar 0,001 kurang dari taraf signifikansi yang ditentukan yaitu 0,05. Hal ini berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata hasil belajar siswa sebelum dan setelah menggunakan multimedia interaktif berbasis SRL.Kata Kunci : multimedia interaktif, SRL (Self Regulated Learning), model AM3PU3 This study aimed at developing a teaching and learning product in the form of interactive multimedia for art and culture subject in SMK Negeri 1 Kubu. This is a research and development type of research. The procedure used to develop the teaching materials was the AM3PU3 model which consists of five phases. The first phase was deciding the subject which would be developed, the second phase was analyzing the needs, the third phase was the process of developing the drafts, the fourth phase was arranging the draft of development, and the last phase was the review from experts and the trial of implementation. The respondents who reviewed the teaching materials were one expert in subject content, one expert in content media, one expert in computer media, one expert in design, three students in the individual trial, nine students in the small groups trial, 30 students in field trial, and one teacher of art and culture subject. The instruments used in this research and development were questionnaires and a test of learning outcome. The technique of data analysis were descriptive qualitative, descriptive statistics, descriptive quantitative, and inferential statistical analysis (t-test). The result of the study showed that the teaching materials of interactive multimedia got a very good qualification (98%) in terms of the review of the subject content expert, a very good qualification (90.7%) in terms of the review of the content media expert, a good qualification (83.2%) in terms of the review of the computer media expert, a good qualification (80%) in terms of the review of the design expert, a very good qualification (90.67%) in terms of the review of the individual trial, a very good qualification (90.54%) in terms of the review of the small groups trial, a good qualification (89.67%) in terms of the review of the field trial, and a very good qualification (96%) in terms of the review of the subject teacher. The average score of pretest was M=48.43 with SD=2.89 and the average score of posttest was M= 81.53 with SD=2.9. Based on the result of paired samples t-test, it was obtained that the significant value was 0.001 less than the specified significant value of 0.05. It means that there were significant differences between the average scores of students before and after the use of the SRL (Self Regulated Learning) based interactive multimedia.keyword : interactive multimedia, SRL (Self Regulated Learning), AM3PU3 model
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Kemandirian Belajar dan Prestasi Belajar Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri 1 Kubu ., I NYOMAN SUARSANA; ., PROF.DR. NASWAN SUHARSONO, M.Pd.; ., DR. I WAYAN SUKRA WARPALA, S.PD.,M.Sc
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 7, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.542 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v7i3.2243

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap kemandirian belajar dan prestasi belajar siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Kubu. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan pre-test-post-test nonequivalent control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Kubu tahun Pelajaran 2016/2017 sebanyak 3 kelas dengan jumlah siswa 74 orang. Sampel sebanyak dua kelas diambil menggunakan teknik simple random sampling. Sampel yang terpilih adalah Kelas XI IPA2 sebagai kelompok eksperimen dan Kelas IXI IPA1 sebagai kelompok kontrol. Data kemandirian belajar dikumpulkan dengan angket, dan data prestasi belajar biologi dikumpulkan dengan tes. Data kemandirian belajar awal dan prestasi belajar awal dikumpulkan sebelum eksperimen, dan data kemandirian belajar dan prestasi belajar dikumpulkan pada akhir perlakuan. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan Uji MANCOVA pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan: 1) setelah perlakuan dikontrol dengan kovariabel kemandirian belajar dan prestasi belajar biologi terdapat perbedaan kemandirian belajar dan prestasi belajar biologi siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsung, 2) setelah perlakuan dikontrol dengan kovariabel kemandirian belajar terdapat perbedaan kemandirian belajar siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan siswa yang belajar dan model pembelajaran langsung, 3) setelah perlakuan dikontrol dengan kovariabel prestasi belajar biologi terdapat perbedaan prestasi belajar biologi siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran langsungKata Kunci : model pembelajaran inkuiri terbimbing, kemandirian belajar dan prestasi belajar biologi This research aimed at describing The Effect of The guided inquiry model on the learning independence and students’ achievement on biology of the eleven grade students of SMAN 1 Kubu. This is a quasi-experimental research with nonequivalent pre-test-post-test only control group design. The populations were the eleven grade science students of SMAN 1 Kubu in the academic year 2016/2017. There were 3 classes with 74 students. This research used simple random sampling. The designated samples were class XI IPA2 as experimental group and class XI IPA1 as control group. The data of learning independence were collected through questionnaires and data of students’ achievement on biology through test. The data of early learning independence and students’ achievement on biology were collected before experiment, and the learning independence ability data were gained at the end of treatment. Data were analyzed through descriptive statistics and MANCOVA test at 5 % level. The results of the research showed that (1) after treatment was controlled by prior learning independence and students’ achievement on biology of students as a covariable the learning independence and students’ achievement on biology of the students learning with guided inquiry Learning Model were better than the students learning with direct learning model. (2) after treatment was controlled by prior learning independence of students as a covariable the learning independence of the students learning with guided inquiry Learning Model were better than the students learning with direct learning model.(3) after treatment was controlled by prior students’ achievement on biology of students as a covariable the students’ achievement on biology of the students learning with guided inquiry Learning Model were better than the students learning with direct learning model.keyword : guided inquiry, independent learning, and students’ achievement on biology
Pengaruh Teknik Mind Mapping Terhadap Motivasi Belajar dan Keterampilan Menulis Bahasa Inggris Siswa Kelas VIII SMP Negeri 4 Abang ., ANAK AGUNG AYU SRI MARTINI; ., PROF.DR. NASWAN SUHARSONO, M.Pd.; ., DR. I MADE KIRNA, M.Si.
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.774 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v8i1.2250

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbedaan motivasi belajar dan keterampilan menulis secara bersama-sama diantara siswa yang mengikuti teknik mind mapping dengan siswa yang mengikuti teknik pembelajaran menulis konvensional, perbedaan motivasi belajar antara siswa yang mengikuti teknik mind mapping dengan siswa yang mengikuti teknik pembelajaran menulis konvensional, dan perbedaan keterampilan menulis antara siswa yang mengikuti teknik mind mapping dengan siswa yang mengikuti teknik pembelajaran menulis konvensional. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Abang dengan 2 kelas dipilih sebagai sampel. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik Random Sampling. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan rancangan Non Equivalent Pretest-Posttest Control Group Design. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket motivasi belajar menulis dan tes keterampilan menulis. Data yang diperoleh dianalisis dengan MANCOVA dengan menggunakan motivasi belajar awal dan keterampilan menulis awal sebagai kovariat. Pengujian hipotesis dilakukan pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama terdapat perbedaan yang signifikan pada motivasi belajar dan keterampilan menulis secara bersama-sama antara siswa yang mengikuti teknik mind mapping dengan siswa yang mengikuti teknik pembelajaran menulis konvensional; kedua terdapat perbedaan yang signifikan pada motivasi belajar antara siswa yang mengikuti teknik mind mapping dengan siswa yang mengikuti teknik pembelajaran menulis konvensional; ketiga terdapat perbedaan yang signifikan pada keterampilan menulis antara siswa yang mengikuti teknik mind mapping dengan siswa yang mengikuti teknik pembelajaran menulis konvensional.Kata Kunci : Teknik Mind Mapping, Motivasi Belajar, Keterampilan Menulis This study aimed at describing the difference in learning motivation and writing skill simultaneously of the students who learned by mind mapping technique and those who learned by conventional technique, the difference in learning motivation of the students who learned by mind mapping technique and those who learned by conventional technique, the difference in writing skill of the students who learned by mind mapping technique and those who learned by conventional technique. This is a quasi-experimental research with non-equivalent pretest-posttest control group designed. The population of the study was eighth grade students consisting of three classes. The selection of the sample for this study was based on random sampling technique, two classes were selected as the sample, one as the experimental group and the other was the control group. The data was collected by administering students’ learning motivation questionaire and writing test. The data was analyzed by using MANCOVA in which pre-students’ learning motivation and pre-students’ writing skill used as covariat. The hypothesis was tested at 5% level of significance. The results indicated that (1) there was a significant difference in learning motivation and writing skill simultaneously of the students who learned by mind mapping technique and by conventional technique, (2) there was a significant difference learning motivation in writing of the students who learned by mind mapping technique and by conventional technique, (3) there was a significant difference in writing skill of the students who learned mind mapping technique and by conventional technique.keyword : Mind Mapping Technique, Learning Motivation, Writing Skill
PENGARUH MODEL THINK PAIR SHARE BERBANTUAN MULTIMEDIA INTERAKTIF TERHADAP MOTIVASI BELAJAR IPA DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMK N 1 SINGARAJA ., PUTU AYU PARYAWATI; ., PROF. DR. I WAYAN SANTYASA, M.Si.; ., DR. I WAYAN SUKRA WARPALA, S.PD.,M.Sc
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 8, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.153 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v8i3.2261

Abstract

ABSTRAK Paryawati, P A. (2016). Pengaruh Model Think Pair Share berbantuan Multimedia Interaktif terhadap Motivasi Belajar IPA dan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMK N 1 Singaraja. Tesis. Teknologi Pembelajaran, Program Pascasarjana, Universitas Pendidikan Ganesha. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan: 1) motivasi belajar IPA dan keterampilan berpikir kritis siswa secara bersama-sama antara siswa yang belajar dengan Model Pembelajaran Kooperatif Think Pair Share berbantuan Multimedia Interaktif (TPSMI), Think Pair Share (TPS) dan Pembelajaran Langsung (PL). 2) motivasi belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan Model Pembelajaran Kooperatif TPSMI, TPS dan PL, 3keterampilan berpikir kritis siswa antara siswa yang dibelajarkan dengan Model Pembelajaran Kooperatif TPSMI, TPS dan PL. Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi eksperimen dengan rancangan Non Equivalent Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah empat jurusan siswa kelas X SMK N 1 Singaraja. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik ClusterRandom Sampling dan terpilih satu jurusan dengan tiga kelas sebagai sampel. Sampel yang terpilih adalah kelas X A UPW sebagai kelompok kontrol yang belajar menggunakan model pembelajaran langsung, X B UPW sebagai kelompok eksperimen yang belajar menggunakan model TPSMI, dan X C UPW sebagai kelompok eksperimen yang belajar dengan model TPS. Pengumpulan data menggunakan 2 jenis tes, yaitu tes motivasi belajar IPA dikumpulkan dengan kuisioner motivasi belajar IPA yang sudah divalidasi dan tes keterampilan berpikir kritis dikumpulkan dengan menggunakan tes keterampilan berpikir kritis yang telah divalidasi. Data dikumpulkan pada akhir perlakuan untuk selanjutnya dianalisis dengan statistik deskriptif dan Uji MANCOVA dengan skor pre-tes motivasi belajar dan keterampilan berpikir kritis awal sebagai kovariat kemudian dilanjutan dengan uji LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan motivasi belajar IPA dan keterampilan berpikir kritis siswa antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif TPSMI, TPS dan PL. (2) terdapat perbedaan motivasi belajar IPA yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model TPSMI, TPS dan PL. (3) terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis siswa yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran kooperatif tipe TPSMI, TPS dan PL.Kata Kunci : model think pair share ,motivasi belajar IPA, keterampilan berpikir kritis. ABSTRACT Paryawati, P A. (2016). The Effect of Model Think pair Share aided Interactive Mulltimedia on Motivation Science and the Critical Thinking Skill to the Ten Grade Students of SMK N 1 Singaraja.. Thesis. Learning Technology, Post-Graduate , Ganesha University of Education keyword : think pair share model, learning motivation science, critical thinking skill
pengaruh model pembelajaram sai,s teknologi masyarakat terhadap kemampuan pemecahan masalah dan sikap ilmiah siswa ., EMY K GESTARINI; ., PROF. DR. I WAYAN SANTYASA, M.Si.; ., DR. I MADE KIRNA, M.Si.
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.13 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v8i2.2274

Abstract

ABSTRAK Gestarini.Emy.K .2017. Pengaruh Model Pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat (STM) terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah dan Sikap Ilmiah Siswa SMP. Tesis. Teknologi Pembelajaran, Program Pascasarjana, Universitas Pendidikan Ganesha. Tesis ini sudah disetujui dan diperiksa oleh: Pembimbing I: Prof.Dr.I Wayan Santyasa, M.Si dan Pembimbing II: Dr. I Made Kirna,M.Si Penelitian ini bertujuan 1) mendeskripsikan perbedaan kemampuan pemecahan masalah dan sikap ilmiah siswa antara siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran Sains-Teknologi-Masyarakat (STM) dengan siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional; 2) mendeskripsikan perbedaan kemampuan pemecahan masalah antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran Sains-Teknologi-Masyarakat (STM) dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional; dan 3) mendeskripsikan perbedaan sikap ilmiah siswa antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran Sains-Teknologi-Masyarakat dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional. Populasi penelitian adalah 8 kelas siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Rendang, Karangasem Tahun Pelajaran 2015/2016. Sampel ditentukan dengan teknik group random sampling. Berdasarkan hasil random, terpilih kelas VIIIA sebagai kelompok siswa menggunakan model pembelajaran sains teknologi masyarakat dan kelas VIIIF menggunakan model pembelajaran konvensional. Data kemampuan pemecahan masalah dikumpulkan dengan tes, sedangkan sikap ilmiah dengan angket. Data dianalisis secara deskriptif dan MANCOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan signifikan kemampuan pemecahan masalah dan sikap ilmiah antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran sains teknologi masyarakat dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional; (2) terdapat perbedaan signifikan kemampuan pemecahan masalah antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran sains teknologi masyarakat dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional; dan (3) terdapat perbedaan signifikan sikap ilmiah antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran sains teknologi masyarakat dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan model pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat (STM) lebih unggul dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional baik dalam pemcapaian kemampuan pemecahan masalah maupun sikap ilmiah. Kata Kunci : ABSTRAK Gestarini.Emy.K .2017. Pengaruh Model Pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat (STM) terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah dan Sikap Ilmiah Siswa SMP. Tesis. Teknologi Pembelajaran, Program Pascasarjana, Universitas Pendidikan Ganesha. Tesis ini sudah disetujui dan diperiksa oleh: Pembimbing I: Prof.Dr.I Wayan Santyasa, M.Si dan Pembimbing II: Dr. I Made Kirna,M.Si Kata Kunci: model pembelajaran sains teknologi masyarakat, pembelajaran konvensional, kemampuan pemecahan masalah, sikap ilmiah. Penelitian ini bertujuan 1) mendeskripsikan perbedaan kemampuan pemecahan masalah dan sikap ilmiah siswa antara siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran Sains-Teknologi-Masyarakat (STM) dengan siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional; 2) mendeskripsikan perbedaan kemampuan pemecahan masalah antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran Sains-Teknologi-Masyarakat (STM) dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional; dan 3) mendeskripsikan perbedaan sikap ilmiah siswa antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran Sains-Teknologi-Masyarakat dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional. Populasi penelitian adalah 8 kelas siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Rendang, Karangasem Tahun Pelajaran 2015/2016. Sampel ditentukan dengan teknik group random sampling. Berdasarkan hasil random, terpilih kelas VIIIA sebagai kelompok siswa menggunakan model pembelajaran sains teknologi masyarakat dan kelas VIIIF menggunakan model pembelajaran konvensional. Data kemampuan pemecahan masalah dikumpulkan dengan tes, sedangkan sikap ilmiah dengan angket. Data dianalisis secara deskriptif dan MANCOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan signifikan kemampuan pemecahan masalah dan sikap ilmiah antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran sains teknologi masyarakat dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional; (2) terdapat perbedaan signifikan kemampuan pemecahan masalah antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran sains teknologi masyarakat dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional; dan (3) terdapat perbedaan signifikan sikap ilmiah antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran sains teknologi masyarakat dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan model pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat (STM) lebih unggul dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional baik dalam pemcapaian kemampuan pemecahan masalah maupun sikap ilmiah. ABSTRACT Gestarini.Emy.K .2017. Effect of Instructional Model Science Technology Society (STM) to Problem Solving Ability and Attitude Scientific Junior High School Students. Thesis. Learning Technology, Graduate School, University of Education Ganesha. This thesis has been approved and checked by: Supervisor I: Prof.Dr.I Wayan Santyasa, M.Si and Supervisor II: Dr. I Made Kirna, M.Si Keywords: model of science learning technology community, conventional learning, problem-solving ability, scientific attitude. This study aims to 1) describe differences in problem-solving ability and scientific attitude of students between students who learn by using model Science-Technology-Society (STM) with students learning by using conventional learning model; 2) describe the difference between the problem solving ability of students to learn learning model Science-Technology-Society (STM) and student learning with conventional learning model; and 3) describe the distinctive scientific attitude among students learning students with learning model Science-Technology-Society and student learning with conventional learning models. The study population was 8th grade class VIII SMP Negeri 1 Rendang, Karangasem in the academic year 2015/2016. Sample group was determined by random sampling technique. Based on the results of random, elected VIIIA class as a group of students using model class science and technology community VIIIF using conventional learning models. Data collected by the problem-solving skills test, while the scientific attitude to the questionnaire. Data were analyzed descriptively and MANCOVA. The results showed that: (1) there are significant differences in problem solving skills and scientific attitudes among students learning with science learning model community technology with student learning with conventional learning model; (2) there are significant differences between the problem solving ability of students to learn the science learning model community technology with student learning with conventional learning model; and (3) there is a significant difference between the scientific attitude of students studying science learning model community technology with student learning with conventional learning models. Based on the results of research conducted inferential learning model Science Technology Society (STM) is superior compared to conventional learning models both in pemcapaian problem solving skills and scientific attitude. keyword : ABSTRACT Gestarini.Emy.K .2017. Effect of Instructional Model Science Technology Society (STM) to Problem Solving Ability and Attitude Scientific Junior High School Students. Thesis. Learning Technology, Graduate School, University of Education Ganesha. This thesis has been approved and checked by: Supervisor I: Prof.Dr.I Wayan Santyasa, M.Si and Supervisor II: Dr. I Made Kirna, M.Si Keywords: model of science learning technology community, conventional learning, problem-solving ability, scientific attitude. This study aims to 1) describe differences in problem-solving ability and scientific attitude of students between students who learn by using model Science-Technology-Society (STM) with students learning by using conventional learning model; 2) describe the difference between the problem solving ability of students to learn learning model Science-Technology-Society (STM) and student learning with conventional learning model; and 3) describe the distinctive scientific attitude among students learning students with learning model Science-Technology-Society and student learning with conventional learning models. The study population was 8th grade class VIII SMP Negeri 1 Rendang, Karangasem in the academic year 2015/2016. Sample group was determined by random sampling technique. Based on the results of random, elected VIIIA class as a group of students using model class science and technology community VIIIF using conventional learning models. Data collected by the problem-solving skills test, while the scientific attitude to the questionnaire. Data were analyzed descriptively and MANCOVA. The results showed that: (1) there are significant differences in problem solving skills and scientific attitudes among students learning with science learning model community technology with student learning with conventional learning model; (2) there are significant differences between the problem solving ability of students to learn the science learning model community technology with student learning with conventional learning model; and (3) there is a significant difference between the scientific attitude of students studying science learning model community technology with student learning with conventional learning models. Based on the results of research conducted inferential learning model Science Technology Society (STM) is superior compared to conventional learning models both in pemcapaian problem solving skills and scientific attitude.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF BERNUANSA KEARIFAN LOKAL MENGGUNAKAN PENDEKATAN HUMANIS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKN PADA SISWA KELAS VIII A SMP NEGERI 3 MANGGIS SEMESTER 2 TAHUN PELAJARAN 2012/2013 ., I NYOMAN SUDIARTA; ., Prof. Dr. Sukadi, M.Pd, M.Ed.; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.243 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v6i1.1114

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar PKn siswa setelah penerapan model pembelajaran kooperatif bernuansa kearifan local menggunakan pendekatan humanis pada siswa kelas VIII A SMP Negeri 3 Manggis semester 2 tahunpelajaran 2012/2013 dan mengetahui tanggapan siswa kelas VIII A SMP Negeri 3 Manggis terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif bernuansa kearifan lokal menggunakan pendekatan humanis. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII A SMP Negeri 3 Manggis yang berjumlah 32 orang: 6 orang anak laki-laki dan 26 orang perempuan. Metode pengumpulan data melalui tes dan wawancara. Data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif bernuansa kearifan lokal menggunakan pendekatan humanis dapat meningkatkan hasil belajar PKn siswa kelas VIII A SMP Negeri 3 Manggis. Sementara itu, tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif bernuansa kearifan local menggunakan pendekatan humanis adalah sangat positif.Kata Kunci : Pembelajaran Kooperatif, Kearifan Lokal, Hasil Belajar This study aims at improving the students achievement of grade VIII A of SMP Negeri 3 Manggis in semester 2, in the academic years of 2012/2013 through the implementation of local wisdom in cooperative learning model. The research method used was an action research involving 2 cycle. There were 32 students involved in this study: 26 girls and 6 boys. The data was collected through test and interviews. The data was analized in two ways; qualitatively and quantitatively. The result of the study showed that the implementation of local wisdom in cooperative learning model can improve the students achievement in the subject of civiv. Meanwhile, the students responses to the implementations of local wisdom in cooperative learning model was very positive.keyword : Cooperative Learning , Local Wisdom , Achievment
PENGEMBANGAN KONTEN E-LEARNING SIMULASI DIGITAL BERBASIS PROYEK UNTUK SISWA KELAS X DI SMK NEGERI 1 KUBUTAMBAHAN ., Isyarotullatifah
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.778 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v9i1.2887

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk pembelajaran berupa e-learning berbasis proyek yang valid, praktis, dan efektif bagi siswa kelas X semester ganjil mata pelajaran simulasi digital. Penelitian pengembangan ini didasari karena belum tersedianya bahan ajar inovatif yang sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013 pada mata pelajaran simulasi digital di SMK Negeri 1 Kubutambahan. Prosedur pengembangan menggunakan model AM3PU3 yang terdiri dari sepuluh tahap yaitu: (1) melakukan analisis kebutuhan, (2) melakukan kajian pustaka, (3) memilih dan menetapkan desain pengembangan, (4) melakukan tahapan pengembangan, (5) melakukan tahapan validasi, (6) menganalisis dan revisi setiap tahapan validasi, (7) menetapkan produk untuk pengujian lapangan, (8) melakukan pengujian lapangan, (9) melakukan analisis, revisi akhir, dan finalisasi produk, (10) melakukan desiminasi pada jangkauan populasi yang lebih luas.Hasil penelitian menunjukkan bahan ajar yang dikembangkan telah memenuhi aspek validitas, kepraktisan, dan efektivitas. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa e-learning berbasis proyek berada pada kategori sangat baik berdasarkan uji coba para ahli. E-learning juga telah memenuhi aspek kepraktisan dilihat dari respon siswa terkait kemudahan penggunaan dan kemenarikan antarmuka. Hasil uji-t menunjukkan, terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata hasil belajar siswa sebelum dan setelah menggunakan ­e-learning, di mana nilai rata-rata posttest lebih lebih besar dari nilai rata-rata pretest dan telah mencapai kriteria keberhasilan. Berdasarkan hal tersebut, e-learning berbasis proyek dinilai efektif dalam meningkatkan hasil belajar.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS PENGETAHUAN AWAL UNTUK MATA PELAJARAN FOTOGRAFI BAGI SISWA KELAS X SMK TI BALI GLOBAL SINGARAJA Brahmantara, I B. G.; Santyasa, I W.; Tegeh, I M.
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.988 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v3i1.719

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengembangkan multimedia pembelajaran berbasis pengetahuan awal di SMK TI Global Singaraja.mengetahui bagaimana tanggapan dari uji ahli dan megetahui bagaimana pengaruh terhadap pembelajaran fotografi di SMK TI Global Singaraja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan (research and development). Pengembangan bahan ajar menggunakan model Dick dan Carey yang memiliki delapan tahap yaitu mengidentifikasi tujuan pembelajaran, melakukan analisis pembelajaran, mengidentifikasi prilaku awal, menulis tujuan pembelajaran khusus, mengembangkan butir-butir tes acuan, mengembangkan strategi pembelajaran, mengembangkan dan memilih materi pembelajaran, mendesain dan memilih evaluasi formatif. Jumlah responden yang me-review bahan ajar adalah satu orang ahli isi sekaligus ahli media isi, satu orang ahli media komputer, satu orang ahli desain pembelajaran, tiga siswa dalam uji perorangan, 12  siswa dalam uji kelompok kecil, 20 siswa dalam uji lapangan, dan 1 guru mata pelajaran. Penelitian ini menggunakan desain penelitian the one group , pretest-posttest design. Data pretest dan posttest dianalisis menggunakan Uji-t.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas multimedia ditinjau dari: (1) aspek isi adalah sangat baik dengan persentase 100%. (2) Aspek media isi sangat baik dengan persentase 100%. (3) Aspek media komputer baik dengan persentase 83%. (4) Aspek desain pembelajaran baik dengan persentase 86%. (5) Aspek uji perorangan sangat baik dengan persentase 100%. (6)  Aspek uji kelompok kecil baik dengan persentase 89%. (7) Aspek uji guru mata pelajaran sangat baik dengan persentase 91,66%. (8). Aspek uji lapangan baik dengan persentase 87,47%.Berdasarkan hasil uji-t menunjukkan bahwa signifikansi yang diperoleh 0,001 kurang dari signifikansi yang ditetapkan 0,05. Ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa antara sebelum belajar dengan multimedia pembelajaran dan setelah belajar dengan  multimedia pembelajaran.   Kata kunci: multimedia pembelajaran, pengetahuan awal, mata pelajaran fotografi   Abstract This study aimed at developing prior knowledge based multimedia learning on photography lesson in SMK TI Global Singaraja. The design of the study was in the form of research and development. Dick and Carey model was used in multimedia learning development which had eight stages, namely: 1) identify instructional goals, 2) conduct instructional analysis, 3) identify entry behavior, 4) write performance objective, 5) develop criterion reference tests, 6) develop instructional strategy, 7) develop and select instructional material, 8) develop and conduct formative evaluation. The number of multimedia learning reviewer were  a content expert as well as media content expert, a computer media expert, a learning design expert, 3 students in individual test, 12 students in small group test, 20 students in field test and a teacher. The pretest and posttest data were analyzed using t-test. The result of the study showed that the validity of teaching material in terms of; (1). Content aspect was very good with 100 % (2). Content media aspect was very good with 100 % (3). Computer media aspect was good with 83%. (4) Learning design aspect was good with 86% (5). Individual test aspect was very good with 100% (6). Small group test was very good with 89% . (7). Teacher test aspect was very good with 91.66%. (8). Field test aspect was very good with 87.47%.  The result of t-test showed the significance value obtained was 0.001 which was less than standard significance value 0.05. It meant there was a significant difference between students achievement before multimedia learning given and after multimedia learning given.   Keywords : multimedia learning, prior knowledge, photography lesson

Page 7 of 16 | Total Record : 157