cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Sultan Alauddin No. 259, Jurusan Teknik Pengairan,Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Makassar.
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Teknik Hidro
ISSN : 19799764     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Teknik Hidro (p-ISSN : 1979 9764) adalah media publikasi ilmiah peer-reviewed yang fokus menyebarluaskan hasil penelitian di bidang Teknik Pengairan, diantaranya : Sungai, Irigasi, Pantai, Bendungan, Kualitas air. Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi Teknik Pengairan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Makassar bekerjasama dengan LP3M Universitas Muhammadiyah Makassar, dan terbit secara berkala dua kali dalam setahun. Tim Editor mengundang kepada ahli dan praktisi di bidang Teknik Pengairan untuk berpartisipasi mengirimkan hasil penelitian terbaru untuk dimuat dalam jurnal ini.
Articles 89 Documents
PENGARUH KECEPATAN ALIRAN TERHADAP PERUBAHAN NILAI KESERAGAMAN BUTIRAN Muhammad Syafa'at S. Kuba
TEKNIK HIDRO Vol 12, No 2 (2019): TEKNIK HIDRO Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/th.v12i2.2807

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi kecepatan terhadap perubahan gradasi sedimen dasar dan tingkat keseragaman pada waktu tertentu dan untuk mendapatkan hubungan parameter berpengaruh (v, d50awal, t) dengan gradasi final (d50hasil). Penelitian ini menggunakan 3 variasi kecepatan dengan 3 variasi waktu pengaliran pada 3 gradasi butiran yang yang berbeda. Dalam menentukan sifat aliran digunakan parameter angka Reynold yang hasilnya ada tiga sifat aliran yang terjadi dalam penelitian ini yaitu aliran laminar pada kisar anangka Reynold sebesar 448,75 dan aliran transisi pada kisaran angka Reynold 524 dan 617 dengan 3 variasi kecepatan. Keseragaman butiran pada dasar saluran dipengaruhi oleh jumlah sedimentasi terendapkan (agradasi) dan erosi terangkut (degradasi) di sepanjang saluran atau sungai. Penyajian hasil penelitian menunjukkan bahwa volume sedimen yang hanyut akan semakin besar seiring besar kecepatan aliran dan waktu yang digunakan dengan volume butiran halus (D40) yang lebih besar volume hanyutnya dibanding butiran lain. Demikian pula sebaliknya volume yang butiran kasar lebih banyak yang tertinggal.
ANALISIS HASIL SURVEI BATIMETRI DAN ARUS DI PELABUHAN JAMPEA KABUPATEN SELAYAR Syatir Suaib; Ahmad Alieffathur Rusvan; A. Imran Anshari
TEKNIK HIDRO Vol 12, No 2 (2019): TEKNIK HIDRO Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/th.v12i2.2808

Abstract

Survei Batimetri dan Arus dilakukan untuk  mengetahui peta batimetri dan pola arus disekitar pelabuhan Jampea. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran hasil pengujian di lapangan dengan hasil uji numerik pada data yang akan diolah.  Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni hingga bulan Agustus 2019 di perairan pelabuhan Jampea Kabupaten Selayar. Metode yang digunakan adalah kuantitatif. Pengambilan data pemeruman  dengan Echosounder  Singlebeam Garmin  GPS MAP 178C.  Sedangkan pengukuran arus dilaksanakan 2 kali, yaitu pada saat pasang tertinggi (spring tide) dan terendah (neap tide).  Penyajian  data  ditampilkan  dengan software SMS 10.0 (Surface water modeling system).  Dari hasil pengukuran dilapangan bahwa arus menjelang pasang memiliki kecepatan rata-rata adalah 0,044 m/s, pada saat pasang inilah arus laut mengarah ke arah tenggara. Sementara itu, pada saat menjelang surut, kecepatan arus rerata adalah 0,08 m/s dan mengarah ke barat laut. Sedangkan pada hasil analisa software SMS.10 dimana pada saat surut, arus di sekitar lokasi studi dominan bergerak dari tenggara ke barat laut dengan kecepatan rerata 0,009 m/detik dan pada saat pasang di sekitar daerah studi arus bergerak dari barat laut menuju ke tenggara dengan kecepatan  rerata yaitu  0,0084 m/detik.  Kondisi batimetri pada areal sekitar pelabuhan Jampea termasuk kategori pantai yang landai dimana pesisir atau tepi laut yang daratannya menurun sedikit demi sedikit ke arah laut yang mengakibatkan pengaruh pasang surut sangat jauh keluar menuju ke laut. 
UJI MODEL PENGARUH BENTUK PELIMPAH TERHADAP KARAKTERISTIK PENGALIRAN Fenty Daud S; Nurnawaty Nurnawaty; Andi Reza Gifari; Andi Asmi Rani
TEKNIK HIDRO Vol 11, No 1 (2018): TEKNIK HIDRO
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/th.v11i1.2437

Abstract

Tujuan dari penelitian kali ini adalah Untuk mengetahui pengaruh perubahan bentuk pelimpah terhadap tinggi muka air,kecepatan dan karakteristik pengaliran. Metode peneltian dilakukan dengan model fisik di laboratorium. Berdasarkan pada pengukuran  dan perhitungan meliputi : debit yaitu (0,00009 m3/det  0,00052 m3/det) dengan h (hulu 0,0840, di atas pelimpah 0,0440 dan hilir 0,0047) kecepatan (0,00009 m3/det  0,00052 m3/det)  pada semua bentuk pelimpah, untuk di hulu dan di atas pelimpah terjadi jenis dalam kondisi aliran sub-kritis (Fr 1) sedangkan di hilir pelimpah terjadi jenis dalam kondisi aliran super-kritis (Fr 1). Serta hasil  penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara kecepatan aliran di hulu (V0) dengan bilangan Froude (Fr) untuk semua bentuk pelimpah berbanding lurus, dimana semakin cepat aliran di hulu yang terjadi maka semakin besar pula nilai bilangan Froude yang dihasilkan di hulu pelimpah.   Kata kunci : Saluran Terbuka, Pelimpah, Bilangan Froude
PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN TERHADAP DEBIT BANJIR MENGGUNAKAN MODEL REGRESI LINIER BERGANDA SUB DAS MUSI HULU KABUPATEN MUSI RAWAS Okma Yendri; Andi Wahyudi; Gusta Gunawan
TEKNIK HIDRO Vol 12, No 2 (2019): TEKNIK HIDRO Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/th.v12i2.2810

Abstract

Perubahan lahan yang digunakan akan mempengaruhi debit banjir di DAS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak lahan yang digunakan untuk berubah pada debit banjir di DAS hulu Musi Musi Rawas. Data yang dibutuhkan berupa data curah hujan. Tanah tersebut menggunakan data dan peta topografi. Data curah hujan digunakan data curah hujan harian yang dicatat di stasiun Kungku SPAS. Data curah hujan harian ditransformasikan menjadi intensitas curah hujan per jam 'Metode Mononabe'. Berdasarkan hasil penelitian tutupan lahan mengubah debit banjir dengan menggunakan model regresi linier berganda dengan variabel bebas yaitu tutupan lahan perkebunan kopi, semak, campuran kebun, padi, perkebunan rakyat, perkebunan besar dan pemukiman. Sementara, variabel yang tidak independen adalah banjir yang terjadi karena perubahan tutupan lahan. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan pada Spa hulu sub-DAS Kungku Musi Musi Rawas menggunakan SPSS terlihat bahwa perubahan tutupan lahan sangat mempengaruhi periode kembali debit banjir pada waktu tertentu. Jumlah puncak buangan yang terjadi dalam 2 tahun ke depan = 12:23 m3 / detik 2 tahun, 5 tahun berikutnya = 16,63 m3 / detik, 10 tahun berikutnya = 20:56 m3 / detik, 25 tahun berikutnya = 26,89 m3 / detik, 50 tahun berikutnya = 32,75 m3 / detik dan 100 tahun berikutnya = 39,75 m3 / detik.
PENGARUH KRIB BAMBU TIPE PERMEABEL TERHADAP GERUSAN TEBING DI BELOKAN SUNGAI (STUDI EKSPERIMENTAL) Abdul Rakhim Nanda; Amrullah Mansida; Anita Anita; Yayu Sulistiawati
TEKNIK HIDRO Vol 12, No 2 (2019): TEKNIK HIDRO Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/th.v12i2.2805

Abstract

Kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) menyebabkan Gerusan tebing sungai menambah sedimentasi di dasar sungai.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karakteristik aliran di daerah krib bambu tipe permeable dan pengaruh pemasangan jarak krib bambu tipe permeable terhadap gerusan tebing di belokan sungai. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium. Pengaruh pemasangan krib tipe permeabel terhadap karakteristik aliran dan tanpa pemasangan krib menyebabkan terjadinya perubahan karakteristik aliran di beberapa titik dari super kritis ke sub kritis dan pemasangan jarak krib bambu tipe permeabel terhadap gerusan tebing di belokan sungai berpengaruh pada volume gerusan, dimana semakin kecil jarak pemasangan krib yang digunakan maka akan semakin kecil volume gerusan yang terjadi. Hal ini diakibatkan karena krib mengalami agradasi dan degradasi di daerah krib dengan jarak yang cenderung lebih besar
KAJIAN KARAKTERISTIK ALIRAN TERHADAP BANGUNAN PELIMPAH PADA SALURAN TERBUKA Syam Sunniati Saleh; Ratna Musa; Hanafi As'ad
TEKNIK HIDRO Vol 12, No 2 (2019): TEKNIK HIDRO Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/th.v12i2.2811

Abstract

Pelimpah (Spillway) merupakan salah satu bangunan pelengkap dari bendungan yang berfungsi sebagai pengaman terhadap bahaya air banjir yang melimpas diatas bendungan (overtopping). Selain itu, bangunan pelimpah juga berfungsi agar debit hujan rancangan yang terjadi cepat mengalir sehingga debit air tidak sempat meluas. Karakteristik aliran yang melewati bangunan pelimpah akan tergantung kepada bentuk dan sifat pelimpah itu sendiri. Untuk kepentingan  bangunan air seperti bendungan dan bangunan air lainnya maka perihal karakteristik aliran sangatlah penting untuk menentukan bangunan yang akan dipilih sesuai kebutuhannya. Pengkajian tentang hal ini dapat dilakukan melalui suatu penelitian terhadap aliran pada saluran terbuka berukuran kecil yang melewati pelimpah dengan model bangunan pelimpah type ogee. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik aliran, pola aliran dan energy spesifik yang terjadi pada bangunan tersebut. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa aliran air dapat mengalami perubahan ketinggian karena adanya bangunan pelimpah dan berpengaruh pada karakteristik alirannya. Dimana semakin tinggi muka air maka semakin besar kecepatan yang terjadi.Pola aliran pada daerah hulu merupakan aliran sub kritis (FR1) kemudian menjadi kritis (FR = 1) pada saat melewati bangunan pelimpah. Setelah melewati bangunan pelimpah maka aliran menjadi super kritis (FR 1) dan berangsur-angsur menjadi normal kembali pada saat berada di daerah hilir.Energi spesifik yang dihasilkan pada bangunan pelimpah tipe Ogee juga bergantung pada jenis pelimpah yang diberikan.
STUDI PERGERAKAN SEDIMEN AKIBAT FLUKTUASI DEBIT PADA SALURAN TERBUKA (UJI LABORATORIUM) Fausiah Latif; Muhammad Said; Astuti Rizky Amalia
TEKNIK HIDRO Vol 12, No 1 (2019): TEKNIK HIDRO Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/th.v12i1.2465

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pergerakan sedimen (tegangan geser dasar ( , tegangan geser kritis ( , dan kecepatan geser kritis ( ), akibat fluktuasi debit. Dan untuk mengetahui pengaruh perubahan dasar saluran (Agradasi dan Degradasi) akibat pergerakan sedimen. Penelitian ini dilakukan dengan mengukur tinggi muka air dan kecepatan aliran pada 10 titik di saluran, pengukuran dilakukan ketika air sudah stabil, pengukuran tinggi gerusan dan pengendapan dilakukan pada waktu saluran dalam kondisi kering. Penelitian ini menghasilkan variasi debit (Q1) : 0,0026 m3/det, menghasilkan debit aliran (q) di titik 1 sebesar 0,0017 m/det, tegangan geser ( ) : 0,870 kg/m2, tegangan geser kritis ( ) : 1,277 kg/m2, dan kecepatan geser (u*) : 0,029 m/det rata-rata o c maka butiran sedimen tersebut cenderung diam. Pada debit (Q2) : 0,0039 m3/det, menghasilkan debit aliran (q) di titik 2 sebesar 0,0054 m/det, tegangan geser ( ) : 1,299 kg/m2, tegangan geser kritis ( ) : 1,350 kg/m2, dan kecepatan geser (u*) : 0,0361 m/det menghasilkan ratarata o = c dan o c sehingga butiran sedimen tersebut cenderung mulai bergerak, dan bergerak. Semakin besar debit pengaliran semakin besar pula pergerakan sedimen. kedalaman gerusan yang terjadi sangat dipengaruhi oleh variasi debit, semakin besar debit semakin besar pula gerusan yang terjadi. Kata Kunci: Saluran Terbuka, Debit flow,  Angkutan Sedimen,  
UJI EKSPERIMENTAL STABILISASI TANAH LEMPUNG DENGAN AMPAS BATU GAMPING INDUSTRI MARMER Indriyanti Indriyanti; Kasmawati Kasmawati
TEKNIK HIDRO Vol 11, No 2 (2018): TEKNIK HIDRO
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/th.v11i2.2443

Abstract

Stabilisasi kimiawi pada tanah lempung biasanya memakai bahan semen atau kapur, pada penelitian ini digunakan serbuk marmer hasil limbah olahan industri pemotongan marmer dan larutan asam akrilat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik limbah marmer. Menganalisis kekuatan tanah lempung sebelum dan sesudah distabilisasi dengan limbah marmer (serbuk marmer), menganalisis pengaruh asam akrilat sebagai cairan aktivator stabilisasi tanah lempung dengan serbuk marmer, serta mengetahui mikrostruiktur tanah setelah distabilisasi dengan serbuk marmer dan larutan asam akrilat. Pengujian laboratorium dilakukan dengan metode pengujian pencampuran serbuk marmer 5%-30% terhadap tanah lempung dan untuk pengujian dengan larutan asam akrilat  5%-15% terhadap campuran air. Pengujian mikrostruktur tanah menggunakan SEM dan XRDyang dicampurkan kedalam sampel tanah, semakin meningkatkan nilai CBR (20%-30% serbuk marmer, CBR 6%). Untuk pengujian UCS penambahan larutan asam akrilat pada kadar optimum serbuk marmer dan dilakukan pemeranam 3 dan 7 hari, terjadi peningkatan kekuatan tanah menjadi konsistensi medium. Kandungan senyawa pada serbuk marmer adalah CaO 97,15% lebih dominan kandungan kapurnya yang merupakan bahan efektif untuk stabilisasi tanah lempung. Hal ini menunjukkan bahwa campuran serbuk marmer dan larutan asam akrilat sebagai bahan stabilisasi untuk tanah lempung dapat meningkatkan daya dukung tanah untuk subgrade pada konstruksi jalan. Kata kunci : Tanah lempung, serbuk marmer, asam akrilat, CBR dan UCS.   
MODEL PEMANENAN DAN PENGOLAHAN AIR HUJAN MENJADI AIR MINUM Amalia Nurdin; Desi Lembang; Kasmawati Kasmawati
TEKNIK HIDRO Vol 12, No 2 (2019): TEKNIK HIDRO Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/th.v12i2.2806

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena kurangnya air bersih pada lokasi penelitian, pemanfaatan sumber daya air yang tidak maksimal dan kurangnya kemampuan warga dalam memenuhi kebutuhan air minum. Tujuan penelitian ini diharapkan dapat mengetahui berapa besar potensi air hujan yang dapat di panen, bagaimana kualitas air hujan setelah pengolahan dan bagaimana kuantitasnya. Besarnya potensi air hujan yang akan di panen ditentukan dengan menggunakan data rata-rata curah hujan yang terjadi pada lokasi penelitian sedangkan pada sistem pengolahan air hujan ini digunakan metode eksperimen. Hasil dari penelitian ini didapatkan volume potensi hujan yang terjadi pada lokasi penelitian adalah 284,75mm/bulan dengan kualitas air hujan setelah pengolahan dengan melalui proses penyaringan dan penambahan sodium bicarbonate 1gr/10liter menghasilkan kualitas air hujan yang memenuhi syarat sebagai air minum. Sebelum dilakukan penampungan air hujan sebaiknya di lakukan pembersihan awal (first flushing) agar debu dan sedimen yang menumpuk selama musim kering tidak ikut tertampung dan sebelum dilakukan pengolahan sebaiknya tangki berisi air hujan sebanyak ±2000 liter agar terjadi pengenceran terhadap parameter yang berpengaruh terutama pada parameter warna dan kekeruhan.
TINJAUAN DEBIT PADA SUMUR AIR TANAH BERBASIS POMPA AIR TENAGA SURYA Muh. taufik Iqbal; Kushari Kushari
TEKNIK HIDRO Vol 12, No 2 (2019): TEKNIK HIDRO Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/th.v12i2.2812

Abstract

 To optimize the planting of rice plants, groundwater is used as a source of water so that the water needs for agricultural land can be met. Groundwater, which is a source of water, is known to contribute greatly to agricultural production, especially in the dry season. The long-term goal of this research is to increase groundwater discharge using a water pump as a controller of water distribution, alternative energy in the form of solar energy is used to drive the pump engine. During this time the pump is driven by an oil-fueled engine (BBM) which produces CO2 emissions into the air. The use of non-fuel alternative energy is expected to help reduce CO2 emissions so far. The research method begins with a survey and field survey conducted by the groundwater irrigation network in the Pare-Pare district. then search along ground waterways and mark using GPS. Measuring discharge and analyzing the performance of solar water pumps. To optimize the planting of rice plants, groundwater is used as a source of water so that the water needs for agricultural land can be met. Groundwater, which is a source of water, is known to contribute greatly to agricultural production, especially in the dry season. The long-term goal of this research is to increase groundwater discharge using a water pump as a controller of water distribution, alternative energy in the form of solar energy is used to drive the pump engine. During this time the pump is driven by an oil-fueled engine (BBM) which produces CO2 emissions into the air. The use of non-fuel alternative energy is expected to help reduce CO2 emissions so far. The research method begins with a survey and field survey conducted by the groundwater irrigation network in the Pare-Pare district. then search along ground waterways and mark using GPS. Measuring discharge and analyzing the performance of solar water pumps.