cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Sultan Alauddin No. 259, Jurusan Teknik Pengairan,Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Makassar.
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Teknik Hidro
ISSN : 19799764     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Teknik Hidro (p-ISSN : 1979 9764) adalah media publikasi ilmiah peer-reviewed yang fokus menyebarluaskan hasil penelitian di bidang Teknik Pengairan, diantaranya : Sungai, Irigasi, Pantai, Bendungan, Kualitas air. Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi Teknik Pengairan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Makassar bekerjasama dengan LP3M Universitas Muhammadiyah Makassar, dan terbit secara berkala dua kali dalam setahun. Tim Editor mengundang kepada ahli dan praktisi di bidang Teknik Pengairan untuk berpartisipasi mengirimkan hasil penelitian terbaru untuk dimuat dalam jurnal ini.
Articles 89 Documents
STUDI PERUBAHAN DASAR SUNGAI PADA TIKUNGAN 60 AKIBAT PERUBAHAN PARAMETER ALIRAN Lutfi Hair Djunur; Kasmawati Kasmawati
TEKNIK HIDRO Vol 14, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/th.v14i1.6013

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengkaji  perubahan dasar sungai pada tikungan sungai akibat perubahan parameter aliran. Penelitian ini dilakukan dengan uji model eksperimental di laboratoium dengan 4 macam variasi debit (Q), 4 variasi kecepatan (v), 4 variasi waktu (t), 4 variasi tinggi aliran (ht) dengan sudut 300 (α) dan jari-jari tikungan (Rc). Pada penelitian ini menggunakan  material dasar pasir sedang, dimana 50% material lolos lewat saringan atau d50 = 0,47 mm dengan kepadatan 1,47 gram/cm3 yang ditaburkan di sepanjang saluran tersebut. Kecepatan rata-rata pada percobaan ini bervariasi yaitu v = 0,65 cm/dtk , pada α = 400dan  v = 0,55 cm/dtk pada α = 600. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerusan dan endapan terbesar terjadi pada sudut dan jari-jari tikungan yang kecil. Dengan bertambahnya debit, bilangan Froude dan kecepatan aliran, maka volume gerusan menjadi lebih besar.  Pada sudut α = 600 volume gerusan  sebesar 31946 cm3 atau 42,19 % dan endapan sebesar 26539 cm2 atau 62,60 % untuk jari-jari Rc = 40 cm. Sedangkan pada jari-jari Rc = 80 volume gerusan sebesar 49534 cm3 atau 50,13 % dan endapan sebesar 43804 cm2 atau  61,28%.
ANALISA SALURAN DI DESA GOHONG KECAMATAN KAHAYAN HILIR KABUPATEN PULANG PISAU Tahan Tahan
TEKNIK HIDRO Vol 14, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/th.v14i1.6014

Abstract

Letak Desa Gohong secara administratif terletak di Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Tengah. Desa Gohong merupakan salah satu dari 95 Desa di Kabupaten Pulang Pisau dan memiliki  luas  wilayah  ±51.037  Ha  yang  terbagi atas,  sawah  masyarakat  600  Ha,  perkebunan  10.207  Ha, pekarangan penduduk 7.705 Ha, dan hutan desa 3.155 Ha. Penelitian dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu: pengumpulan  data,  analisis  data, evaluasi  kapasitas,  dan  perencanaan  sistem  drainase.  Jenis data  yang dikumpulkan sebagai bahan analisis adalah data sekunder berupa data peta jaringan irigasi sekunder, data curah hujan dari tahun 2015-2019 diambil di statisun unit maliku kabupaten Pulang Pisau, dan data primer yang dikumpulkan meliputi survey daerah irigasi, pengukuran jaringan irigasi, survey pemetaan, dan survey kondisi tanah. Cara pengumpulan data tersebut dilakukan dengan pengukuran lapangan dan panduan peta-peta jaringan sekunder. Besarnya volume debit air pada sistem jaringan irigasi yang dialirkan melalui saluran sekunder umur rencana 5 tahun (XTR= 5 Tahun) dengan menggunakan distribusi probalitas Gumbel adalah 135,95 mm, intensitas curah hujan 29,130 mm/jam. Berdasarkan hasil analisa saluran maka saluran sekunder harus di rehabilitasi dengan memperdalam tinggi saluran yang lama setinggi 1,70 m. Perencanaan saluran sekunder diambil dari debit aliran Q = 6,10 m3/dt Qr = 4,409 m3/dt (Debit irigasi rencana kumulatif )
SIMULASI KOMPUTASI DEBIT SUNGAI TAKALALLA (STUDI KASUS DUSUN TAKALALLA KAB. SINJAI) Armila Armila; Muh. Nur Akbar; Fauziah Latif; Andi Bunga Tongeng Anas
TEKNIK HIDRO Vol 14, No 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/th.v14i2.6230

Abstract

Sungai Takalalla merupakan salah satu sungai yang terletak di Kab. Sinjai dan bermuara di Selat Bone. Dengan adanya persoalan banjir tersebut maka dilakukan analisis hidrologi untuk mendapatkan debit banjir serta analisis hidrolika untuk mendapatkan tinggi muka air banjir di Sungai Takalalla. Analisis curah hujan rencana dihitung dengan menggunakan metode Log Pearson III. Untuk menghitung debit banjir sungai Takalalla ini digunakan data curah hujan di stasiun Arango, Apparang III, dan Sangkala dengan periode pencatatan tahun 1999 s/d 2018. Untuk perhitungan debit banjir menggunakan program HEC-HMS dan untuk perhitungan tinggi muka air menggunakan program HEC-RAS. Dari hasil analisis, debit banjir rencana dengan berbagai kala ulang menggunakan program HEC-HMS memberikan hasil yang beragam. Dan untuk hasil tinggi muka air yang menggunakan program HEC-RAS pada kala ulang 2,5,10,20,25, dan 50 tahun cenderung terjadi luapan di sisi kiri sungai, sehingga pada kondisi eksisting sungai tidak dapat menampung debit banjir yang ada.
PENGARUH VEGETASI DAN INTENSITAS CURAH HUJAN TERHADAP ALIRAN PERMUKAAN TANAH Ma'rupah, Ma'rupah; Indriyanti, Indriyanti; Rahmat, Andi
TEKNIK HIDRO Vol 14, No 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/th.v14i2.6119

Abstract

Vegetasi dan Curah hujan merupakan 2 faktor yang besar perannya terhadap terjadinya runoff dan erosi. Apabila intensitas curah hujan melebihi kapasitas infiltrasi maka akan terjadi runoff (limpasan). Peran vegetasi sangat penting dalam menjaga laju aliran air akibat curah hujan yang cukup deras. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh vegetasi dan intensitas curah hujan terhadap debit limpasan pada permukaan tanah dan menganalisis jenis vegetasi yang efektif mengurangi laju limpasan pada permukaan tanah. Metode yang digunakan adalah metode simulasi (uji laboratorium) dengan menggunakan  rainfall simulator. Penelitian ini menggunakan 2 jenis vegetasi yaitu ketapang kencana dan glodokan, tanah kosong sebagai kontrol. Menggunakan 2 variasi intensitas curah hujan medium ( 392,12 mm/jam) dan high (449,37 mm/jam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa vegetasi ketapang kencana dengan intensitas hujan medium (392,12 mm/jam) laju limpasannya  rata-rata yaitu 237 liter/jam kemudian  vegetasi glodokan nilai rata-rata laju limpasannya yaitu 254 liter/jam dan laju limpasan terbesar yaitu pada tanah tanpa vegetasi dengan nilai rata-rata laju limpasannya 263 liter/jam. Pada  intensitas curah hujan high( 449,37 mm/jam) laju limpasan yang paling kecil juga terdapat pada vegetasi ketapang kencana dengan nilai debit rata-rata yaitu 271 liter/jam, tanah dengan vegetasi glodokan yaitu 288 liter/jam dan tanah tanpa vegetasi 320 liter/jam. Jenis vegetasi yang paling efektif mengurangi laju limpasan pada permukaan tanah adalah vegetasi ketapang kencana.  Semakin besar intensitas curah hujan maka semakin besar pula laju limpasan permukaan tanah.
ANALISIS DISTRIBUSI AIR BERSIH PADA SISTEM PERPIPAAN GEDUNG MENARA IQRA KAMPUS UNISMUH MAKASSAR Abd. Rakhim; Nurnawaty Nurnawaty; Rian Sophian; Habibur Fathur Rahman
TEKNIK HIDRO Vol 13, No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/th.v13i2.5184

Abstract

Menara Iqra adalah gedung perkuliahan dan perkantoran Universitas Muhammadiyah Makassar berlantai 17, pemakaian air bersih merupakan kebutuhan utama dalam kehidupan setiap harinya sehingga ketersediaannya sangat penting unuk diperhaikan mengingat aktifitas kehidupan pada mayarakat kampus yang dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui debit kebutuhan air dan meninjau sistem distribusi air bersih yang ada pada gedung berlantai 17. Sumber air berasal dari air PDAM dan air tanah menggunakan sumur bor ditampung pada reservoir bawah dan dipompa menuju reservoir atas dan di distribusikan ke toilet di setiap lantai pada gedung tersebut. Analisia distribusi air bersih jaringan perpipaan pada penelitian ini menggunakan perhitungann manual dengan metode Hardy Cross dengan 6 loop. Hasil penelitian menunjukan besarnya debit kebutuhan air bersih berdasarkan metode plambing yakni setiap bagian pipa dijumlahkan besar unit beban dari alat plambing yang dilayani sebesar 39,6 m3/jam
STUDI PERUBAHAN DASAR SUNGAI AKIBAT KENAIKAN MUKA AIR DI HILIR SUNGAI JENELATA KAB. GOWA Farida Gaffar; Indriyanti Indriyanti; Fauziah Latif
TEKNIK HIDRO Vol 13, No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/th.v13i2.4214

Abstract

Sungai Jenelata yang memiliki peran penting dalam pengendalian banjir Kota Makassar dan Kabupaten Gowa memerlukan perhatian khusus terutama setelah terjadinya longsor di hulu sungai ini yaitu di Gunung Sorong yang memiliki volume longsor 235 juta m3 lumpur dan pasir yang terjadi pada tanggal 26 Maret 2004. Pasir dan lumpur yang terdapat pada bagian hulu sungai akan terbawa di sepanjang sungai yang dapat mempengaruhi  karakteristik aliran dan perubahan dasar sungai  di sepanjang sungai Jenelata. Daerah bagian hilir sungai Jenelata yang mengalami perubahan karakterstik aliran akan berdampak pada perubahan dasar sungai yang dimana material – material sungai seperti halnya lumpur, pasir, batuan maupun kotoran yang tidak mampu lagi dibawah oleh aliran sungai yang dimana dulunya aliran sungai tersebut cepat  menjadi sangat lambat  sehingga mendorong terjadinya pengendapan sedimen yang dimana dapat merubah permukanan dasar sungai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik aliran di sungai Jeneleta dan mengetahui pengaruh perubahan dasar sungai terhadap karakteristik aliran pada bagian hilir sungai Jenalata.Hasil penelitian menunjukkan karakteristik aliran berupa angka Froude menunjukkan pada bagian hilir sungai Jenelata, pada kondisi muka air minimum Fr : 0.067, muka air normal Fr : 0.069 dan muka air maksimum Fr : 0.073 dan Berdasarkan konfigurasi dasar sungai bahwa pada bagian hilir sungai Jenelata berbentuk  Anti Dunnes dengan dasar bentuk gelombang yang tidak simetris dimana nilai k  0,01 meter
ANALISIS HUBUNGAN ANTARA ANGKA PORI (e) DENGAN WAKTU KEJUT KAPILER PADA TANAH GRANULER (SIMULASI LABORATORIUM) Lutfi Hair Djunur; Mifta Helpiani; Mutvainna Octaviani
TEKNIK HIDRO Vol 14, No 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/th.v14i2.6120

Abstract

Tanah adalah kumpulan butiran mineral alami (agregat) yang bisa dipisahkan secara mekanis bila agregat tersebut diaduk dalam air. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara angka pori dengan waktu kejut kapiler dan tinggi kejut kapiler pada tanah granuler. Metode yang digunakan adalah metode simulasi (uji laboratorium) dalam bentuk eksperimental model (Model Experimental Research) mengenai analisis hubungan antara angka pori (e) dengan waktu kejut kapiler pada tanah granuler (Silty Clayey Sand) melalui Metode Simulasi (Uji Laboratorium) yang menggunakan hujan buatan dari alat simulasi yang telah didesain khusus (Specific Equipment). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada model alat simulasi diperoleh nilai angka pori paling kecil pada pasir halus yang mana angka pori (e) = 0,79 dan nilai waktu kejut kapiler paling besar pada pasir halus yaitu 49 cm, begitu pula dengan jenis tanah sedang halus, sedang, sedang kasar, dan kasar menunjukkan semakin besar nilai angka pori maka waktu kejut kapilernya semakin kecil. Untuk tinggi kejut kapiler nilai angka pori paling kecil pada pasir halus nilainya adalah angka pori (e) = 0,79 dan nilai tinggi kejut kapiler paling besar pada pasir halus yaitu 7 cm, begitu pula dengan jenis tanah sedang halus, sedang, sedang kasar, dan kasar menunjukkan semakin besar nilai angka pori (e) maka tinggi kejut kapilernya semakin rendah. Dari hasil analisis penelitian dapat disimpulkan bahwa besar kecilnya nilai angka pori (e) sangat mempengaruhi waktu kejut kapiler dan tinggi kejut kapiler pada tanah granuler.
ANALISIS DEBIT ANDALAN UNTUK KEBUTAN AIR DAERAH IRIGASI AWO KABUPATEN WAJO Fausiah Latif; Muhammad Arifin; Alfrida Sari; Kasmawati Kasmawati
TEKNIK HIDRO Vol 14, No 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/th.v14i2.6116

Abstract

Irigasi adalah usaha penyediaan dan pengaturan air untuk menunjang pertanian yang jenisnya meliputi irigasi permukaan, irigasi rawa, irigasi air bawah tanah, pembangunan saluran irigasi sangat diperlukan untuk menunjang penyediaan bahan pangan, sehingga ketersediaan air di Daerah Irigasi akan terpenuhi walaupun Daerah Irigasi tersebut berada jauh dari sumber air permukaan (sungai. Dalam perencanaan suatu sistem irigasi hal pertama yang perlu dikerjakan adalah analisis hidrologi termasuk mengenai kebutuhan air di sawah (GFR), Kebutuhan air pengambilan (DR), Kebutuhan bersih air disawah (NFR) juga faktor ketersediaan air, dimana jumlah kebutuhan air akan dapat menentukan terhadap perencanaan bangunan irigasi. Analisis hidrologi kebutuhan air di daerah irigasi Awo ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan air, apakah mencukupi untuk mengairi daerah irigasi Awo yang luasnya 3.350 ha. Dari hasil analisis perhitungan diketahui kebutuhan air untuk luas areal 3350 Ha, debit air yang ada pada musim tanam dimusim kemarau sebesar 0.745 m3/dtk, sedangkan kebutuhan air sebesar 2,823 m3/dtk. Debit tersedia dapat diketahui pada musim kemarau dimana air yang tersedia dibendung lebih kecil dari pada kebutuhan sedangkan curah hujan sangat kecil, Defisit air terjadi karena pada periode tersebut dilakukan pengolahan tanah sehingga kebutuhan irigasi cenderung tinggi. Penentuan pola tanam Padi-Palawija-Padi-Palawija. musim tanam I dimulai pada Oktober II dan musim tanam II dimulai pada April II. Berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan air tidak terpenuhi, nilai debit andalan yang nilainya lebih kecil dibandingkan dengan kebutuhan air pada daerah irigasi Awo.
PENGARUH DEBIT ALIRAN TERHADAP KEDALAMAN GERUSAN LOKAL PADA PILAR JEMBATAN MONCONGLOE Nenny Nenny; Hamzah Al Imran; Muhammad Syafa'at S. Kuba
TEKNIK HIDRO Vol 13, No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/th.v13i2.4215

Abstract

Runtuhnya jembatan Moncongloe sebagian besar disebabkan karena terjadinya debit banjir yang sangat besar pasca banjir tahun 2018,  sehingga menyebabkan  gerusan disekitar pilar jembatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk  menganalisis pengaruh debit aliran terhadap kedalaman gerusan lokal  pada pilar jembatan Moncongloe dan pengaruh kedalaman gerusan lokal terhadap pilar jembatan. Penelitian ini dilaksanakan di Jembatan Moncongloe pada aliran sungai Je’nelata dan secara administrasi terletak di Kecamatan Parangloe dan Desa Tamalate Kecamatan Manuju Kab. Gowa Provinsi Sulawesi Selatan. Secara geografis terletak di 119  34  52  BT dan 5’15’52’’ LS sebelah utara dari Kota Makassar  berjarak 20 km. Hasil penelitian ini menunjukkan dari beberapa metode yang digunakan untuk analisis gerusan, metode Lacey lebih mendekati dengan kondisi lapangan.
PENGARUH VARIASI TATA TANAM NAPIER GRASS DAN KEMIRINGAN LERENG TERHADAP LAJU LIMPASAN (UJI LABORATORIUM) Asnita Virlayani; Rusdi Muharram; Yudi Anggara Muhfadz
TEKNIK HIDRO Vol 14, No 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/th.v14i2.6117

Abstract

Sungai merupakan penyedia air bersih utama yang bergantung pada runoff. Jika tebing sungai terjadi erosi maka akan berdampak pada aspek kehidupan manusia yaitu krisisnya sumber daya air dan bisa berpotensi banjir. Maka perlu dilakukan konservasi dengan pemanfaatan vegetasi atau tanaman penutup tanah. Rumusan masalah yang mendasari penelitan ini adalah bagaimana  vegetasi napier grass dalam mereduksi aliran limpasan permukaan setelah memvariasikan tata tanam napier grass pada bantaran sungai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berapa besar aliran limpasan permukaan dengan menggunakan tata tanam vegetasi napier gras dan pengaruh tata tanam vegetasi napier grass pada aliran limpasan permukaan dengan memvariasikan kemiringan lereng pada bantaran sungai.  Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental dengan melakukan pemodelan pada alat rainfall simulator dan menggunakan beberapa variasi kemiringan (10°, 20°,dan 30°) serta tata tanam napier grass yaitu, tata tanam lurus dan tata tanam zig-zag. Hasil penelitian ini pada setiap intensitas dan kemiringan menunjukkan bahwa terjadi penurunan laju aliran limpasan permukaan (runoff). Pada lahan tanpa vegetasi = 56,333 mm/detik, tata tanam lurus = 54,000 mm/detik, dan tata tanam zig-zag = 52,833 mm/detik. Hasil kesimpulan penelitian ini menunjukkan laju aliran limpasan tata tanam tanam zig-zag lebih kecil dibandingkan tata tanam lurus. Pengaruh tata tanam vegetasi napier grass dalam mereduksi aliran limpasan permukaan terjadi karena kerapatan dan tata letak tanam akan mempengaruhi panjang lintasan aliran permukaan.