cover
Contact Name
Zulkifli Ahmad
Contact Email
zul_bio@unkhair.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
technounkhair@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Techno: Jurnal Penelitian
Published by Universitas Khairun
ISSN : 1978610X     EISSN : 25807129     DOI : -
TECHNO: Jurnal Penelitian diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Khairun, dua kali terbit dalam setahun dengan jumlah artikel dalam sekali terbit sebanyak 8 tulisan.
Arjuna Subject : -
Articles 169 Documents
Analisis Kandungan Vitamin C Daun Kelor (Moringa oleifera Lam) Pada Ketinggian Berbeda di Kota Baubau Sarni Sarni; Hasti Hamzah; Abdul Malik; Ida Ifdaliah A; Khadijah Khadijah
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 9, No 1 (2020): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tjp.v9i1.1719

Abstract

Moringa plants are one of the plants that contain lots of nutrients both minerals and vitamins. This study aims to determine the content of Vitamin C extract of Moringa oleifera Lam extract with different heights in Baubau. Moringa leaves were extracted by maceration using water and Sodium Oxalate (Na2C2O4) and vitamin C levels were analyzed using the UV-Vis Spectrophotometer Method. The results showed that the vitamin C content of Moringa leaves for a height of 20 masl (KP 20) in the coastal area was 0.59%, 50 masl (KM 50) 0.53%, while for an altitude of 296 masl (LBW) was 0.83% . From the data obtained shows that the highest levels of vitamin C are Moringa leaves located at a height of 296 mdl (LBW) compared to areas with low altitude in this case Moringa that grows on the coast (KP 20) and medium height (KM 50). From the results of this study it can be concluded that the vitamin C content of Moringa leaf extract which grows in the low area is 296.40 ppm, medium height 267,12 ppm and for the altitude region is 413.71 ppm.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA HOME INDUSTRI SIRUP PALA KIE RAHA DI KELURAHAN NGADE KOTA TERNATE Fatmawati Kaddas
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 5, No 1 (2016): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tk.v5i1.787

Abstract

This study aims to analyze the best strategy in improving the business of home industry “Pala syrup Kieraha” at Ngade District of Ternate City. This study has been conducted on June until October 2014 by using purposive sampling method. The objective of this method is to choose a sample deliberately and the sample number is taken once at home industry “Pala syrup Kieraha” producer. Based on SWOT as qualitative analysis used, it is shown that the home industry categorized in quadrant 1 which means company position has benefit situation. The best strategy to run is the ability in creating an attractive packaging product, expanding distribution of Pala syrup, promoting and developing technology in processing. Keywords: Pala syrup, strategy development
KARAKTERISTIK FISIKA KIMIA MADU HUTAN DESA TERASA Syamsul Qadara; Alfian Noor; Maming Maming
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 4, No 02 (2015): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tk.v4i02.342

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas madu hutan desa Terasa berdasarkan karakteristik fisika-kimia dan kandungan mineral. Karakteristik fisika-kimia seperti kadar air, kadar abu, daya hantar listrik, keasaman, pH dilakukan. Hasil menunjukkan bahwa kadar air, kadar abu, daya hantar listrik, keasaman dan pH dari madu Terasa berturut - turut adalah 22,7%, 0,59%, 0,592mS/cm, 28,026 meq/kg dan 4,85.Kata kunci : madu Terasa, karakteristik fisika-kimia This Research aimed to investigate the quality of the honey from the Terasa Village based on the physico-chemical characteristics and the mineral content. Physico-chemical characterization, such as the water level, ash level, electrical conductivity, acidity, pH was carried out. Result showedthat the water level, the ash level, the electrical conductivity, acidity and the pH were were 22.7%, 0,59%, 0.592 mS/cm, 28.026 meq/kg and 4.85,respectivelyKeywords: Terasa Village honey, physic-chemical characteristics
BIOCHAR DAN KOMPOS UNTUK PENINGKATAN SIFAT FISIKA TANAH DAN EFISIENSI PENGGUNAAN AIR Indah Nurul Safitri; Tri Candra Setiawati; Cahyoadi Bowo
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 7, No 01 (2018): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tk.v7i01.611

Abstract

Biochar merupakan mineral amorf digunakan sebagai bahan pembenah tanah. Biochar dikombinasikan dengan kompos untuk memperbaiki sifat fisika tanah dengan indikator tanaman Jagung Manis. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei-Agustus 2017 di Agrotekhnopark Universitas Jember. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial 2x5 dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah kompos terdiri dari kontrol (K0) dan kompos 10 ton/ha (K1) dan faktor kedua adalah biochar terdiri dari kontrol (B0), biochar batang jagung 20 ton/ha (B1) dan 40 ton/ha (B2), biochar jerami padi 20 ton/ha (B3) dan 40 ton/ha (B4). Hasil penelitian menunjukkan pemberian kompos 10 ton/ha dan biochar batang jagung 40 ton/ha mampu menurunkan BV (26,5%), meningkatkan porositas (9,2%), meningkatkan pori air tersedia (61,9%). Pemberian biochar batang jagung 40 ton/ha meningkatkan berat basah (20,6%) dan berat kering tanaman (30,1%). Kombinasi perlakuan kompos (10 ton/ha) dan biochar jerami (40 ton/ha) mampu menurunkan kebutuhan air tanaman sebesar 34,4%. Pemberian biochar mampu mengefisiensi penggunaan air tanaman tertinggi sebesar 0,77 g/mm dibandingkan dengan kontrol sebesar 0,51 g/mm setiap tanaman. Kata kunci: Alfisol, biochar, kompos, efisiensi air, jagung manis
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS POTENSI LOKAL MELALUI SKEMA PERHUTANAN SOSIAL DI AREA KPH TERNATE – TIDORE Abdul Kadir Kamaluddin; Mahdi Tamrin
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 8, No 2 (2019): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tk.v8i2.1350

Abstract

Pembangunan kehutanan Indonesia dengan skema perhutanan sosial lebih menitikberatkan pada upaya pemberdayaan secara partisipatif untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelolah potensi sumberdaya hutan di sekitarnya.  Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey deskriptif dengan pendekatan beberapa teknik PRA (Participatory Rural Appraisal) seperti : pemetaan kawasan, penelusuran lokasi, sketsa area ekowisata, diagram venn dan wawancara semi terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan ekowisata Akebalanda Kelurahan Moya mengadopsi pola pengembangan ekowisata yang berbasis masyarakat. Pola ini mendukung dan memungkinkan keterlibatan penuh oleh masyarakat melalui kelompok dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengelolaan usaha ekowisata dan segala keuntungan yang diperoleh. Pembangunan ekowisata di Kelurahan Moya merupakan bagian dari program perhutanan sosial yang berorientasi pada kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dimaksudkan untuk mewujudkan kemandirian masyarakat untuk dapat hidup dengan baik melalui pemanfaatan potensi sumberdaya hutan berbasis lokal yang dimiliki oleh masyarakat. Pendampingan, workshop dan pelaksanaan bimbingan teknis perhutanan sosial (BIMTEK-PS) merupakan bentuk keterlibatan stakeholder untuk pengembngan perhutanan sosial di Kota Ternate dan HPHD akebalanda secara khusus dengan melibatkan melibatkan berbagai pihak, diantaranya akdemisi, praktisi dan LSM serta para pihak terkait sebagai mitra pengembangan perhutanan sosial Maluku Utara dan Kota Ternate Secara khusus.
ANALISIS KANDUNGAN PROKSIMAT, ANTIOKSIDAN DAN TOKSISITAS EKSTRAK DAUN SAMAMA (Anthocephalus Macrophylus) DENGAN PENAMBAHAN FULI PALA (Myristica fragrant Houtt) SEBAGAI MINUMAN FUNGSIONAL Khadijah Khadijah
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 8, No 2 (2019): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tk.v8i2.1320

Abstract

Perpaduan Daun Samama dan Pala terutama pada bagian Fuli yang dapat dijadikan sebagai bahan tambahan (flavor) dalam suatu bahan makanan maupun minuman merupakan potensi alam yang perlu dimanfaatkan secara optimal. Sehingga perlu dilakukan kajian lebih mendalam tentang kandungan Karbohidrat, Protein dan Lemak, sebagai suatu bahan pangan dan kandungan antioksidan setelah pencampuran ekstrak Samama dan fuli Pala yang diduga memiliki kemampuan sebagai antioksidan sehingga dapat dimanfaatkan sebagai Minuman Kesehatan yang Potensial untuk dikembangkan. Dalam penelitian ini dilakukan analisis proximat, kadar antioksidan  dan toksisitas dari campuran daun kering Samama dengan fuli Pala pada berbagai konsentrasi yaitu 0,1%; 0,25%; 0,5%; 0,75%; dan 1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpaduan daun Samama (Anthocepallus macrophyllus) dengan fuli Pala (Myristica fragrants Houtt) memiliki kemampuan mereduksi radikal bebas dengan metode DPPH dengan intensitas sedang, dimana IC50 yang dihasilkan sebesar 117,6 sampai 126,92 µg/mL (kategori sedang adalah 101 – 150 µg/mL), dengan hasil analisis proximat yang sesuai dengan standar SNI 01-3836-2013untuk kadar abu, kadar serat kasar, protein, karbohidrat dan lemak yang hampir sama untuk setiap formula dilanjutkan dengan toksisitas (LC50) < 1000 µg/mL pada campuran dengan konsentrasi fuli sebesar 0,1% yaitu 378,27 µg/mL sehingga dikatakan toksik dan tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi secara langsung, sedangkan dengan konsentrasi fuli lebih dari atau sama dengan 0,25% dikategorikan tidak toksik  karena memiliki LC50 > 1000 µg/mL sehingga aman sebagai suatu minuman fungsional
Tinjauan Filogenetik Kupu-Kupu Ornithoptera spp. Berdasarkan Sekuen Mitokondria ND5 Gen Abdu Masud; Abubakar Abdullah
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 6, No 02 (2017): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tk.v6i02.568

Abstract

AbstrakOrnithoptera spp adalah salah satu kupu-kupu berukuran besar (makro lepidoptera) yang memiliki nilai estetika yang tinggi. Penyebaran kupu-kupu ini ditemukan di wilayah Maluku dan Papua. Salah satu aspek konservasi dari eksistensi kupu-kupu ini adalah database keanekaragaman dan kekerabatan. Oleh karena itu, tujuan dari studi kekerabatan  Ornitoptera spp adalah untuk mengetahui hubungan kekerabatan Ornitoptera spp berdasarkan penanda molekuler gen  ND5 pada mitokondria. Hubungan kekerabatan tersebut dapat dilihat dari pohon filogeni yang dikonstruksi berdasarkan sequence nukleotida pada  gen ND5. Sequence gen ND5 diperoleh dari National Center for Biotechnology Information (NCBI) dan alignment sequence untuk konstruksi pohon filogenetik menggunakan program Clustal W yang diakses dari National Center for Biotechnology Information (NCBI) secara online. Pohon filogenetik menunjukkan bahwa Ornithoptera alexandea asal Papua New Guinea merupakan nenek moyang dari Ornithoptera spp. Onithoptera aesachus asal Pulau Obi dan Ornithoptera croesus asal pulau Bacan merupakan spesies Ornithoptera yang paling modern dan memiliki tingkat evolusioner termuda berdasarkan pohon filogenetik.Kata kunci: Ornithoptera spp, filogenetik, ND5 gen.  AbstractOrnithoptera spp is one of macrolepidoptera butterflies, its has hight  aestehical value.    The distribution of butterflies are  found in Maluku and Papua region. One aspect as conservation of the exixtence  butterflies is the database diversity and genetic relationship. The objectif of the research is to know genetic relationship of Ornithoptera spp based on moleculer marker of the ND5 gene mitokondrial. The genetic relationship can be knowed from the phylogenetic tree construction by sequence ND5 gene mitocondial. The Sequence ND5 gene is obstained  from the National Center for Biotechnology Information (NCBI) and alignment sequence for the construction phylogenetic tree using Clustal W program acces from the National Center for Biotechnology Information (NCBI) online. The phylogenetic tree showed that Ornithoptera alexandea from Papua New Guinea is the ancestor for Ornithoptera spp. Onithoptera aesachus from Obi island dan Ornithoptera croesus from Bacan island is  Ornithoptera’s most modern spesies and has the youngest evolutionary level by phylogenetic tree.Keywords: Ornithoptera spp, phylogenetic, ND5 genes.
Analisis Deskriptif ISPA pada Anak dan Balita di Pulau Moti Marhaeni Hasan; Fera The
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 9, No 1 (2020): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tjp.v9i1.1654

Abstract

Acute Respiratory Infection (ARI) continues to be the leading cause of death in infants and children under the age of five throughout the world. ARI is responsible for the deaths of around 3.9 million children worldwide each year. It was reported that around 40% of total deaths from ARI around the world occurred in Bangladesh, India, Indonesia, and Nepal. The results of the 2013 Basic Health Research (Riskesdas) report showed that the prevalence of ARI in Indonesia is still quite high at 25%. The highest prevalence occurred in infants (25.8%) and infants (22%). This study aims to determine the factors that influence the incidence of acute respiratory infections (ARI) in children 0-5 years on Moti Island. This study uses an observational study using a cross-sectional approach. The samples used were 100 people with an age range of 0-5 years. The data used in the form of a questionnaire. The results showed that education occupying the highest percentage was elementary school (SD) graduates, 38%, while the percentage according to employment was as follows, the highest percentage was housewives (83%), the majority of toddlers born weighing over 2500 grams (89%), complete immunization 81%, exclusive breastfeeding has also reached 76%, 81% of these toddlers live in families who have smoking habits, 79% of respondents still use fuel, 80% of parents whose environment around the house is dusty. The conclusion that can be drawn is the risk factors that most influence the incidence of ARI in infants on Moti Island are environmental factors, namely the level of occupancy density, dusty house conditions, the use of firewood as fuel for cooking, and smoking habits of family members in the house.
Penggunaan Fly Ash Sebagai Bahan Tambah Pada Proses Pembuatan Mortar dengan Bahan Dasar Pasir Apung Dahri Kabir; Imran Imran; Mufti Amir Sultan
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 7, No 2 (2018): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tk.v7i2.725

Abstract

Sumber daya alam yang terdapat di Kota Tidore Kepulauan, salah satunya berupa ketersediaan batu apung,yang telah dimanfaatkan untuk membuat bata pres. Di Kota Tidore juga terdapat abu batubara (fly ash) yang berasal dari PLTU yang dapat menggangu kenyamanan masyrakat sehingga batu bara ini di coba untuk bahan campuran bata semen untuk mengurangi beret semen dalam pembuatan bata semen. Tinjauan pada penelitian ini berupa sifat-sifat mekanis bata batu apung dan tahapan yang dilakukan antara lain : pengujian karakteristik material, perencanaan komposisi campuran 1PC : 4PS, dan variasi  limbah batu bara fly ash yang digunakan yaitu 0%, 10%, 20%, 30, 40% dan 50% dengan jumlah sampel 60 buah. Hasil dari penelitian ini adalah semakin besar bahan tambah fly ash semakin tinggi nilai kuat tekan, untuk bahan tambah fly ash sebagai bahan tambah semen menghasilkan kuat tekan bata 133,88 kg/cm², 150,87 kg/cm², 161,06 kg/cm², 196,40 kg/cm², 243,29 kg/cm², dan 243,29 kg/cm². Dalam syarat-syarat fisis menunjukan bata semen pasir apung berada pada tingkat mutu bata semen mutu I.
Aplikasi Metode Importancae Performance Analysis dalan Analisa Tingkat Pelayanan Mode Speedboat Abdul Gaus; Chaerul Anwar; Sutrisno Putra
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 6, No 01 (2017): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tk.v6i01.554

Abstract

AbstrakSpeedboat merupakan salah satu  moda yang mengbungkan pusat kota Ternate dengan pusat kota Tidore Kepulauan. Meningkatnya pelaku perjalanan menggunakan moda ini menuntut perlunya perhatian terhadap aspek kenyamanan dan keselamatan pengguna moda. Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa moda speedboat beraktivitas pada siang maupun malam hari, pada berbagai cuaca dan mengangkut bukan hanya manusia namun juga barang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pelayanan speedboat menurut penilain pengguna moda menggunakan metode analisis Importance Performance Analysis (IPA). IPA digunakan untuk memetakan hubungan antara importance (kepentingan) dengan performance (kinerja) dari masing-masing atribut pelayanan menurut penilaian penumpang speedboat Ternate-Tidore. Tingkat pelayanan moda transportasi speedboat Ternate-Tidore menggunakan metode IPA didapatkan variabel yang memiliki kepentingan/Harapan yang tinggi namun pada kinerja/realita tidak cukup baik, yaitu variabel penerangan di malam hari,  ketersediaan baju pelampung/life jacket dan ketersediaan kotak P3K. Sedangkan variabel yang dianggap kurang penting oleh penumpang, tetapi kinerjanya baik sehingga penumpang menganggap kinerja tersebut berlebihan, yaitu variabel layanan informasi dan tarif speedboat, ketersediaan pelontar . Kata kunci— Speedboat, Moda Transportasi, Importance Performance Analysis  AbstractSpeedboat is one of transportation modes connecting the city central of Ternate to the city central of Tidore Island. The increase in travellers who use the mode requires attention on the aspect of comfort and safety of the mode users. Field condition indicates that speedboat mode starts active at noon and night in various weathers. The mode is not only transported people but also goods. The research aimed to analyze the speedboat service level based on the appraisal from the mode users using Importance Performance Analysis (IPA) method. IPA used to map the relationship between the importance and performance of each service attribute according to the appraisal of the passengers of Ternate-Tidore speedboat. The service level of Ternate-Tidore speedboat transportation mode using IPA method indicated that there were variables with high importance/expectation but less performance/reality, which were night lighting variable, the availability of life jacket and first aid box, whereas, variables considered as less important by the passengers but had good performance so that passengers regarded them as overwhelmed were information service variable, speedboat rate, and the availability of thrower. Keywords — Speedboat, Transportation Mode, Importance Performance Analysis

Page 1 of 17 | Total Record : 169