cover
Contact Name
Zulkifli Ahmad
Contact Email
zul_bio@unkhair.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
technounkhair@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Techno: Jurnal Penelitian
Published by Universitas Khairun
ISSN : 1978610X     EISSN : 25807129     DOI : -
TECHNO: Jurnal Penelitian diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Khairun, dua kali terbit dalam setahun dengan jumlah artikel dalam sekali terbit sebanyak 8 tulisan.
Arjuna Subject : -
Articles 169 Documents
KAJIAN BIOEKOLOGI LAMUN DI PERAIRAN SOFIFI KOTA TIDORE KEPULAUAN, PROVINSI MALUKU UTARA Abdul Motalib Angkotasan; Asmar Hi Daud
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 5, No 1 (2016): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tk.v5i1.784

Abstract

Lamun merupakan salah satu ekosistem pesisir dan laut yang memiliki peran, fungsi dan manfaat yang besar bagi kelangsungan berbagai organism pesisir dan laut. Di perairan sofifi, terdapat ekosistem lamun namun belum diteliti. Dengan demikian maka penelitian ini sangat penting dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode kuadran yang ditempatkan secara teratur pada lima lintasan. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis untuk mencari tingkat keanekaragaman jenis, indeks dominansi dan kerapatan jenisnya. Penelitian ini dilakukan di perairan Sofifi, kota Tidore Kepulauan. Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa lamun jenis Enhalus acroides memiliki persentase tutupan yang tinggi dan indeks dominansi yang tinggi, sedangkan lamun jenis Syringodium isoitifolium memiliki nilai keanekaragaman jenis yang tinggi yakni sebesar 0.368. kondisi ekologi atau hidrooseanogafi baik suhu, salinitas maupun pH sangat baik dan cocok untuk pertumbuhan lamun. Terdapat substrat pasir berlumpur dan lumpur berpasir yang di temukan di kelima lintasan penelitian. Secara umum kondisi ekosistem lamun sangat baik dan kondisi ekologi sangat mendukung pertumbuhan lamun. Kedepan perlu adanya penelitian untuk mengidentifikasi jenis-jenis lamun di Maluku Utara.  Kata Kunci : Lamun, Ekosistem, Enhalus acroides, Keanekaragaman
PRODUKSI DAN KARAKTERISASI ENZIM KITOSANASE DARI ISOLAT BAKTERI Klebsiella sp Sarnia Sarnia; Hasnah Natsir; Seniwati Dali
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 4, No 02 (2015): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tk.v4i02.339

Abstract

Enzim kitosanase merupakan enzim yang mengkatalisis reaksi endohidrolisis ikatan (1,4) β- glukosida pada kitosan menjadi serangkaian kitooligosakarida atau oligomer kitosan. Diantarasemua organisme penghasil kitosanase, bakteri mendapat perhatian khusus karena bakteri mampu memproduksi secara cepat kandungan biomassa sehingga senyawa bioaktif bisadiproduksi lebih mudah, cepat dan banyak dalam skala bioteknologi Kitosanase dari mikroba memberikan hasil yang baik dalam memproduksi kitooligosakarida, namun sangat mahal untuk digunakan di industri dalam skala besar. Penelitian ini bertujuan untuk memproduksi dan karakterisasi ekstrak kasar enzim kitosanase dari Klebsiella sp. Enzim kitosanase diproduksi pada medium fermentasi yang mengandung 0,5% koloidal kitosan selama 60 jam dengan aktivitas 0,309 U/mL (5,235 U/mg), bekerja optimum pada suhu 40 ºC dan pH 8, kecepatan maksimal enzim pada konsentrasi substrat (soluble kitosan) 1 %, diaktifkan oleh Co2+; Ca2+ dan Ni2+ serta dihambat oleh Zn2+; Mg2+ dan Cu2+.Kata kunci: Kitosanase, Klebsiella, kitooligosakarida Kitosanase enzyme is an enzyme to catalyze the bonding endohidrolisis (1.4) β- glucoside on chitosan into a series chitosan oligomers or kitooligosakarida. Among all organismschitosanase, bacteria have a particular concern because the bacteria are able to produce quickly the content of the biomass so that the bioactive compounds could be produced more easily ,faster and more in scale biotechnology. Chitosanase of microbes give good results in producing kitooligosakarida, but very expensive for use in large-scale industry. This study aims to manufacture and characterization of enzymes chitosanase crude extract of Klebsiella sp. Kitosanase enzyme produced in the fermentation medium containing 0.5 % colloidal chitosan for60 hours with the activity of 0.309 U / mL ( 5,235 U / mg ) , work optimally at 40 ° C and pH 8, the maximum speed on the enzyme substrate concentration (soluble chitosan ) 1 %, powered by Co2+ ; Ca2+ and Ni2+ and inhibited by Zn2+ ; Mg2+ and Cu2+ .Keyword : Chitosanase, Klebsiella, Chitooligosaccaride
Kandungan Merkuri dan Asam Sianida Pada Kerang Polymesoda sp di Teluk Kao Halmahera Utara Reni Tyas asrining Pertiwi
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 7, No 01 (2018): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tk.v7i01.576

Abstract

Kesehatan manusia sebagian besar ditentukkan oleh makanannya. Makanan yang disarankan harus memenuhi kebutuhan gizi, rendah akan mikroorganisme patogen, demikian juga dengan kontaminan kimia (Marti et al., 2007). Menurut Simangge, (2011) beberapa jenis ikan yang telah diteliti di Teluk Kao dalam tingkatan membahayakan karena mengandung sianida. Sumber protein lain yang telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar Teluk Kao yaitu kerang Kepah (Polymesoda sp). Tujuan penelitian ini yaitu ingin mengkaji kandungan merkuri dan asam sianida pada kerang kepah Polymesoda sp yang di konsumsi oleh masyarakat sekitar Teluk Kao. Dengan mengetahui hasil kajian ini diharapkan hal dapat mengartikan tingkat keamanan kerang kepah Polymesoda sp layak tidaknya untuk dikonsumi oleh manusia. Metode yang digunakan untuk mengetahui kandungan merkuri dalam kerang kepah Polymesoda sp yaitu AAS dengan menggunakan pereaksi aquaregia dan analisis kandungan asam sianida pada kerang dengan menggunakan metode argentometri dengan pereaksi AgNO3. Hasil yang didapatkan yaitu kandungan merkuri (1.24 – 3.49 mg/kg) dan asam sianida (14.55 – 24.11 mg/kg) pada Polymesoda sp di Teluk Kao telah melebihi ambang batas yang telah ditetapkan yaitu 0.5 mg/kg untuk merkuri dan 1.5 untuk sianida (WHO, 2004). Hal ini mengartikan bahwa kerang kepah Polymesoda sp di Teluk Kao tidak layak untuk dikonsumsi.Kata Kunci : Asam Sianida, Merkuri, Polymesoda sp
ANALISIS KEBUTUHAN TENAGA DOKTER UMUM DI UNIT GAWAT DARURAT RS ISLAM PKU MUHAMMADIYAH PADA TAHUN 2018 Nurmala Dewi; Dian Megasari Pattimahu
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 8, No 1 (2019): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tk.v8i1.948

Abstract

There is no special rules in Indonesia that organize about office hours of medical doctor that cause doctor often work more than they have to. In North Maluku as known as Ternate, especially in Islamic Hospital, the number of medical doctor is very low than other hospital, besides Islamic Hospital is one  of the highest visiting patient in North Maluku. There are a lot of rumour in people nowadays that the service of these hospital especially in Emergency Room was took too long and sometimes the patients family had to complain first before they got treatment from doctor. It may cause by unbalanced between amount of medical patient who visited and total of onduty doctor and it maybe even worsening with massive office hours. The study methode was Descriptive. The sample of this study were the office hour and the shift. The result of this study show that General Practitoner in Emergency Room at Islamic Hospital Ternate hace office hour more than they had to. In fact, these condition can  effect their quality of work and unfortunately, their health.
MORFOMETRI CANGKANG PADA GENUS Strombus DAN Cerithidea DI PANTAI KOTA TERNATE SELATAN Iklima Ishak; Zulkifli Ahmad; Ade Haerullah
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 7, No 2 (2018): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tk.v7i2.869

Abstract

Gastropoda merupakan salah satu sumber daya hayati yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Cangkang gastropoda sudah terpilin sejak masa embrio. Gastropoda umumnya bercangkang tunggal yang terpilin membentuk spiral dengan bentuk dan warna yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mencandra morfometri dan mendeskripsikan non-morfometri cangkang pada genus Strombus dan Cerithidea di tiga lokasi sampling, yakni pantai Bastiong, Fitu, dan Jambula dengan metode survei jelajah bebas. Teknik pengumpulan data meliputi morfometrik dan non morfometrik. Hasil penelitian genus Strombus dan Cerithidea ditemukan sebanyak 111 individu dari 14 jenis yang teridentifikasi. Parameter morfometri genus Strombus dan Cerithidea yang ditemukan di tiga lokasi sampling menunjukkan Panjang Cangkang (PC), Lebar Cangkang (LC), Lebar Kolumela (LK), Tinggi Aperture (TA) dan Lebar Aperture (LA) yang berbeda-beda, serta pengamatan non-morfometrik pada genus Strombus, berupa tipe cangkangnya concentric dan putaran cangkang sinistral, sedangkan pada genus Cerithidea tipe cangkangnya multispiral dan arah putaran dekstral. Kedua genus tersebut memiliki warna dan bentuk yang beragam.Kata Kunci:  Cangkang, Cerithidea, Kota Ternate, Morfometri, Strombus
Hama pada Cabai Merah Didi Budi Cahyono; Hasna Ahmad; A. R. Tolangara
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 6, No 02 (2017): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tk.v6i02.565

Abstract

AbstrakHama merupakan hewan yang merusak tanaman dan umumnya merugikan para petani dari segi ekonomi, maka manusia selalu akan memperhatikannya, guna meningkatkan hasil pertanian, jika tidak hasil panennya akan menurun. Adapun tujuan penelitian inim untuk mengetahui keanekaragaman jenis hama yang menyerang tanaman cabai merah. Metode penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, dengan menggunakan perhitungan indeks keanekaragaman jenis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jenis hama yang ditemukan pada tanaman cabe merah terdiri dari jenis  Locusta migratoria manilensis, Gryllus mitratus, Grylloptalpa africana, Lycosa sp, Spodoptera litura L., Mycus percicae, Planococus citri, Aulocophora sp,  Epilachna argus. Populasi hama tertinggi adalah ulat grayak (Spodoptera litura L.) dan jenis yang memiliki populasi terendah yaitu orong-orong (Grylloptalpa africana). Keankaregaman jenis hama pada tanaman cabe merah memiliki nilai keragaman sebesar H’ = 1,825, maka dikategorikan keanekaragaman jenis sedang.Kata kunci: Jenis hama, Tanaman Cabe, Keanekaragaman jenis AbstractPest is a destructive animal for plants and is generally harming the farmers in terms of economic aspect. Thus, people always put their attention to it in order to increase the produce otherwise the harvest will be decreased. The research aimed to find out the diversity of pest type attacking chili pepper crop. The research method was qualitative descriptive using the calculation of diversity index. The research result indicates that the types of pest found in chili pepper crop were: Locusta migratoria manilensis, Gryllus mitratus, Grylloptalpa africana, Lycosa sp, Spodoptera litura L., Mycus percicae, Planococus citri, Aulocophora sp, and Epilachna argus. The highest population was taro caterpillar (Spodoptera litura L.) and the lowest was mole cricket (Grylloptalpa Africana). The diversity of pest in chili pepper has diversity value of H’ = 1.825 and it categorized as medium diversity.Keywords: Type of pest, Chili pepper, Type diversity
Identification of Bacteria on Cockroach Feet (Periplaneta americana) in Resident Bay of Palu Permai and Sensitivity Test Against Antibiotics I Nengah Kundera; Evasari Herman Sapu; Mursito Bialangi
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 9, No 1 (2020): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tjp.v9i1.1758

Abstract

Cockroaches (Periplaneta americana) a group of Arthropoda is living inside and outside the home because these animals can cause various diseases and act as vectors as well as hospes.  Cockroaches and other animals that act as vectors are strongly associated with the presence of microorganism pathogen carried on their feet. This study aims to identify the bacteria in Cockroach feet at Teluk Palu Permai residential neighborhood and the sensitivity test against antibiotics. This research is an exploratory laboratory, using a standard of bacteria isolation, Gram staining, Microbact system, and antibiotic sensitivity test. The results of the research were successful in identifying bacteria from Cockroaches, obtained from residential environments bacteria thas is Escherichia coli, Klebsiella pneumoniae, Proteus vulgaris, Salmonella arizonae, and Proteus mirabilis. The discovery of this bacteria is initial research that is useful for the development of handling infectious diseases transmitted by Cockroach vectors. This study has also found that bacteria experience resistance to the antibiotics Vancomycin, Chloramphenicol and Amoxycillin. While Ciprofloxacin and Ofloxacin antibiotics are still sensitive to Escherichia coli bacteria, Klebsiella pneumoniae, Proteus vulgaris, Salmonella arizonae, and Proteus mirabilis. This research is expected to provide preliminary data on the role of Cockroach as a vector of infectious diseases for humans caused by pathogenic bacteria and prevention efforts in the future.
DISTRIBUSI KOMUNITAS PADANG LAMUN (Seagrass) DI PERAIRAN TANJUNG GOSALE KECAMATAN OBA UTARA KOTA TIDORE KEPULAUAN Muhammad Said Alhaddad; Salim Abubakar
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 5, No 1 (2016): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tk.v5i1.789

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan adalah mengetahui distribusi jenis pada habitat dekat mangrove, habitat diantara mangrove dan terumbu karang serta habitat dekat terumbu karang, untuk mengetahui kepadatan, keanekaragaman jenis, dominasi jenis dan kemerataan jenis lamun pada habitat dekat mangrove,  habitat diantara mangrove dan terumbu karang serta habitat dekat terumbu karang, mengetahui persentase tutupan lamun di perairan tanjung Gosale Desa Guraping Kecamatan Oba Utara. Hasil penelitian diperoleh komposisi dan distribusi jenis lamun yang tumbuh di perairan Tanjung Gosale pada habitat diantara hutan mangrove dan terumbu karang yaitu sebanyak 5 jenis yaitu Thalassia hemprichii, Enhalus acoroides, Halopila minor, Halodule pinifolia dan Syringodium isoetifolium, selanjutnya habitat dekat hutan mangrove dengan komposisi jenis sebanyak 4 jenis yaitu Thalassia hemprichii, Enhalus acoroides, Halopila minor dan Halodule pinifolia. Sedangkan habitat yang memiliki komposisi jenis sedikit yaitu habitat dekat terumbu karang sebanyak 1 jenis yaitu Enhalus acoroides. Kepadatan jenis lamun lebih tinggi pada habitat diantara mangrove dan terumbu karang  dan terendah pada habitat dekat terumbu karang. Kepadatan jenis lebih tinggi terdapat pada jenis Thalassia hemprichii. Pola penyebaran menunjukkan semua jenis lamun yang menempati semua habitat memiliki pola penyebaran yang sama yaitu mengelompok. Sedangkan keankeragaman jenis lamun pada habitat dekat mangrove dan diantara mangrove dan terumbu karang tergolong sedang dan tidak ada jenis yang mendominasi serta penyebaran tiap jenis lebih merata. Sedangkan persentase luas tutupan lebih tinggi pada habitat diantara mangrove dan terumbu karang sedangkan terendah pada habitat dekat terumbu karang.  Kata Kunci : Distribusi, Keanekaragaman, Persentase tutupan lamun
Penggunaan Bahan Tambah Abu Vulkanik Gunung Gamalama Terhadap Perilaku Beton pada Daerah Lingkungan Laut Imran Imran; Mufti Amir Sultan; Julfikra Sastra Tuahuns
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 6, No 01 (2017): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tk.v6i01.550

Abstract

AbstrakBeton yang terpengaruh lingkungan laut dapat mengalami penurunan kemampuan yang lebih cepat dari beton yang di darat. Penambahan abu vulkanik sebanyak 15,6% dari berat semen dalam adukan beton menghasilkan mutu beton yang lebih baik dan diharapkan juga dapat memberikan ketahanan yang lebih baik pada beton terhadap efek lingkungan. Pengujian dimaksudkan untuk mengetahui perubahan pada beton setelah 1(satu) bulan dan setelah 6(enam) bulan diletakkan pada lingkungan laut. Hasil yang diperoleh dari kuat tekan beton normal dan beton abu vulkanik dari gunung Gamalama umur 28 hari yaitu sebesar 309,43 kg/cm2 dan 414,89 kg/cm2. Setelah 1(satu) bulan, kuat tekan beton normal yang terendam air laut dan yang terpengaruh pasang surut mengalami peningkatan menjadi 353,47 kg/cm2 dan 392,87 kg/cm2, tetapi setelah 6(enam) bulan beton normal yang terendam air laut mengalami penurunan menjadi 328,20 kg/cm2,sedangkan beton normal pada lingkungan pasang surut meningkat menjadi 398,43 kg/cm2. Hasil untuk kuat tekan beton abu vulkanik masih mengalami peningkatan setelah 1(satu) bulan dan 6(enam) bulan, beton abu vulkanik yang terendam air menghasilkan kuat tekan sebesar 449,66 kg/cm2 dan 538.20 kg/cm2, dan untuk beton abu vulkanik pada lingkungan pasang surut selama 1(satu) bulan dan 6(enam) bulan menghasilkan kuat tekan sebesar 440,39 kg/cm2 dan 514,56 kg/cm2. Kata kunci: lingkungan laut, abu vulkanik gamalama, kuat tekan. AbstractConcrete influenced by marine environment could experience a faster decrease in its ability than those on land. The addition of volcanic ash of 15.6% of the cement weight in the concrete mixture produces better quality of concrete and it is expected that it could give better endurance to the concrete toward the environmental effects. The test was aimed to find out the change in the concrete after 1 (one) and 6 (six) months kept in the marine environment. Result obtained that compression strength of normal concrete and concrete with addition of volcanic ash from Gamalama Mountain with lifespan of 28 days was 309.43 kg/cm2 and 414.89 kg/cm2, respectively. After 1 (one) month, the compression strength of normal concrete submerged in sea water and influenced by tidal wave experienced an increase into 353.47 kg/cm2 and 392.87 kg/cm2, respectively. However, after 6 (six) months normal concrete submerged in sea water experienced a decrease into 328.20 kg/cm2, whereas normal concrete in tidal environment increased into 398.43 kg/cm2. The result for the compression strength of volcanic ash concrete still experienced an increase after 1 (one) month and 6 (six) months. Volcanic ash concrete submerged in the water produced compression strength of 449,66 kg/cm2 and 538.20 kg/cm2, and for volcanic ash concrete in tidal environment for 1 (one) month and 6 (six) months produced compression strength of 440.39 kg/cm2 and 514.56 kg/cm2, respectively. Keyword: sea environment, Gamalama volcanic ash, compression strength.
Gambaran Sosial Ekonomi Masyarakat Pesisir di Sulawesi Selatan Andi Agus
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 7, No 01 (2018): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tk.v7i01.592

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengamati gambaran kehidupan social ekonomi masyarakat pesisir di Kota Makassar, Daerah Galesong di Kabupaten Gowa dan Takalar serta Bira, Tana Beru dan Kajang, Kabupaten Bulukumba.  Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini merupakan metode penelitian deskriptif dengan melakukan kunjungan lapangan (field work) dan wawancara.  Benteng Somba Opu adalah peninggalan sejarah Kerajaan Gowa-Tallo di Kabupaten Gowa dan Benteng Fort Rotterdam atau Ujung Pandang sering juga disebut Benteng Pannyua berada di Kota Makassar, sementara di Balla Lompoa masih bisa ditemui benda-benda peninggalan sejarah atau pusaka Kerajaan ini jaman dulu.  Galesong adalah daerah yang secara administrasi tergabung dalam Kabupaten Gowa dan Takalar, penduduknya bermata pencaharian petani dan nelayan dan menjadi salah satu penyuplai bahan pangan di Kota Makassar dari jaman dulu sampai sekarang serta menggunakan bahasa Makassar dalam berkomunikasi sehari-hari.  Penduduk Bira, Ara dan Tana Baru serta Kajang menggunakan Bahasa Konjo, sub bahasa dari Makassar dengan pekerjaan utama melaut dan membuat serta melayarkan perahu pada penduduk Bira, Ara dan Tana Beru.  Penduduk Kajang terdiri dari Kajang Dalam dan Luar dimana Kajang dalam masih mempertahankan aturan adat yang diketuai oleh Ammatoa dibantu oleh beberapa tetua adat dengan bekerja sesuai dengan aturan adat, sementara Kajang Luar sudah beradaptasi dengan perubahan.  Pekerjaan mereka umumnya bertani dan menjadi nelayan. Kata Kunci : Ammatoa, Gowa-Tallo, Kajang, Makassar, Sosial Ekonomi Abstract The purpose of this research are to observe description of social economic of coastal community in Makassar Manucipality, Galesong Region in Gowa District and Takalar District and also Bira, Tana Beru and Kajang in Bulukumba District.  Research method using at this research is research method description with collecting data through field work and interviews.  Somba Opu Bastiong is inheritancing history of Gowa-Tallo Empire at the Gowa District while Fort Rotterdam or Ujung Pandang and also called Pannyua Bastiong is locating at Makassar Manucipality.  Balla Lompoa or Called Home Bigger is found history inheritance of this empower since several centuries ago.  Galesong is region as an administrative including to Gowa District and Takalar district which its inhabitants are working as a farmer and fishermen whom they are supplying food to Makassar from former times to present and using Makassarese to communicate daily.  Bira, Ara, Tana Beru and also Kajang use Konjo, sub language of Makassarese to communicate as a working go to the see and building or shilling ship.  Kajang inhabitants consisted of In Kajang and off Kajang whom In Kajang was still using custom and traditions rules of it who leader an ammatoa namely.  He assisted several the oldest person customs and traditions who worked according its rules while Off Kajang have been changing of adaptation.  They worked as a farmer and fishermen generally. Key Word : Ammatoa, Gowa-Tallo, Kajang, Makassar, Social Economy 

Page 4 of 17 | Total Record : 169