cover
Contact Name
Zulkifli Ahmad
Contact Email
zul_bio@unkhair.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
technounkhair@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Techno: Jurnal Penelitian
Published by Universitas Khairun
ISSN : 1978610X     EISSN : 25807129     DOI : -
TECHNO: Jurnal Penelitian diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Khairun, dua kali terbit dalam setahun dengan jumlah artikel dalam sekali terbit sebanyak 8 tulisan.
Arjuna Subject : -
Articles 169 Documents
ANALISIS KANDUNGAN BAHAN ORGANIK DAN BAKTERI Patogen (E. coli) DI PELABUHAN BASTIONG DAN PANTAI KAYU MERAH KOTA TERNATE Mesrawaty Sabar; Inayah Inayah
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 5, No 1 (2016): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tk.v5i1.788

Abstract

Recently, the development of coastal zone becomes the center of attention and tends to increase their use. This situation is due to the limited availability of urban land, so investment led to the coastal area. The effect of land activities causes a negative impact on the environment, for example, is pollution. Organic waste is the main source of pollution that entering to beach and piling on coastal waters. The types of organic domestic waste are from household activities such as washing, rinse, carcasses of animals and plants, pesticide waste, pond, and hatchery activities. The study aims to analyze the content of organic matters and pathogens bacteria (E.coli) and to know the relationship of both above parameters. The study is conducted approximately one month at Bastiong Port and Kayumerah Beach on Ternate city, North Maluku Province. The observation parameters of BOD, COD, TSS, dissolved organic matter, and Bacteria E.coli are carried out on Productivity and Water Quality Laboratory of Hasanuddin University. The measurement of other parameters (pH, temperature, and salinity) is conducted by in situ. The result shows that the highest concentration of organic matter obtained at station 1 point 2, as same as bacteria found on the largest number on that station. On station 2 points 2 is obtained the lowest number of organic matter and also bacteria. The high content of organic matter on station 1 is due to the electricity industry that produces waste effluents i.e. oil. This waste cause increases organic matters in waters. Keywords: E.coli, dissolved organic matter, a bacterial pathogen
Isolasi Kapang Pendegradasi Hidrocarbon Dari Limbah Minyak Bumi PT. Ollop Bula Muhammad Rijal
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 6, No 01 (2017): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tk.v6i01.549

Abstract

AbstrakTingginya aktivitas penambangan minyak lepas pantai mengakibatkan terjadinya pencemaran air oleh tumpahan minyak bumi mentah, sehingga berdampah terhadap kerusakan ekosistem. Secara alami tumpahan minya dilepas pantai dapat hilang oleh aktivitas mikroorganisme. Kapang merupakan salah satu mikroorganisme yang memiliki kemapuan dalam mendegradasi hydrocarbon. Hasil penelitian diperoleh 6 isolat kapang yang memiliki kemampuan dalam mendegradasi hydrocarbon. Isolat V memiliki kemauan yang lebih kuat dan isolat I memiliki kemampuan yang paling lemah dalam mendegradasi hydrocarbon. Kata kunci: kapang, isolat, hydrocarbon AbstractThe high activity of offshore mining cause water pollution by crude petroleum spill thus impacts the ecosystem damage. Naturally, offshore oil spills can be lost by microorganism activities. Kapang (mold) is one of microorganisms having an ability to degrade hydrocarbon. The research result found 6 isolates of kapang having the ability to degrade hydrocarbon. Isolate V had stronger ability, whereas isolate I was the weaker in degrading hydrocarbon. Keywords: molds, isolates, hydrocarbon
Penentuan Umur Simpan Ikan Roa Asap (Ikan Julung-Julung Asap) (Hemirhampus Sp) Menggunakan Metode ASLT (Accelerated Shelf Life Testing) Dengan Pendekatan Arrhenius Ismail Harjan
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 7, No 01 (2018): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tk.v7i01.612

Abstract

Biochar merupakan mineral amorf digunakan sebagai bahan pembenah tanah. Biochar dikombinasikan dengan kompos untuk memperbaiki sifat fisika tanah dengan indikator tanaman Jagung Manis. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei-Agustus 2017 di Agrotekhnopark Universitas Jember. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial 2x5 dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah kompos terdiri dari kontrol (K0) dan kompos 10 ton/ha (K1) dan faktor kedua adalah biochar terdiri dari kontrol (B0), biochar batang jagung 20 ton/ha (B1) dan 40 ton/ha (B2), biochar jerami padi 20 ton/ha (B3) dan 40 ton/ha (B4). Hasil penelitian menunjukkan pemberian kompos 10 ton/ha dan biochar batang jagung 40 ton/ha mampu menurunkan BV (26,5%), meningkatkan porositas (9,2%), meningkatkan pori air tersedia (61,9%). Pemberian biochar batang jagung 40 ton/ha meningkatkan berat basah (20,6%) dan berat kering tanaman (30,1%). Kombinasi perlakuan kompos (10 ton/ha) dan biochar jerami (40 ton/ha) mampu menurunkan kebutuhan air tanaman sebesar 34,4%. Pemberian biochar mampu mengefisiensi penggunaan air tanaman tertinggi sebesar 0,77 g/mm dibandingkan dengan kontrol sebesar 0,51 g/mm setiap tanaman. Kata kunci: Alfisol, biochar, kompos, efisiensi air, jagung manis
KAJIAN ETNOBOTANI DAN KONSERVASI CENGKIH AFO DI TERNATE Fadila Tamnge; Yusnaeni Yusnaeni
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 8, No 2 (2019): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tk.v8i2.1385

Abstract

Cengkih memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan sebagai pusat budaya dan wisata sejarah di Kota Ternate. Keberadaan cengkeh afo II sebagai cengkih tertua di dunia merupakan saksi bisu sejarah rempah Indonesia. Memanfaatkan, mempelajari, dan menyelamatkan Cengkeh Afo merupakan upaya-upaya dalam strategi konservasi (Wilson 1992). Tujuan penelitian ini yaitu (1) Identifikasi aspek etnobotani cengkeh afo pada masyarakat Desa Tongole, dan (2) identifikasi aspek konservasi cengkeh afo terutama kondisi habitatnya di alam. Penelitian dilaksanakan di Desa Tongole Kelurahan Marikurubu pada Agustus-September 2019. Metode yang digunakan yaitu wawancara dan inventarisasi vegetasi. Data hasil wawancara yang diperoleh dianalisis dengan cara melakukan peringkasan data, penggolongan, penyederhanaan, penelusuran dan pengaitan antar tema. Selanjutnya data yang telah diperoleh disajikan secara deskriptif. Hasil inventarisasi vegetasi dianalisis menggunakan Indeks Nilai Penting dan Indeks keanekaragaman dan Kemerataan (Shannon-Wiener). Berdasarkan hasil pengukuran di lokasi penelitian,  Masyarakat Desa Tongole memanfaatkan cengkih Afo sebagai penyedap rasa alami dan tumbuhan obat. Terdapat 11 kategori pemanfaatan tumbuhan berguna oleh masyarakat Desa Tongole, dan Cengkih Afo III memiliki nilai uji pohon plus sebesar 72%.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN MURBEI (Morus alba L) ASAL KUPANG, NUSA TENGGARA TIMUR DENGAN METODE DPPH (2,2 DIPHENIL-1- PICRYLHYDRAZYL) Megawati Syahruddin; Muhammad Aswad; Yohanes D.P. Agung Embu; Khadijah Khadijah
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 8, No 1 (2019): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tk.v8i1.947

Abstract

Murbei (Morus alba L.) merupakan salah satu tanaman yang tumbuh di Indonesia dan  banyak digunakan dalam  pengobatan tradisional. Beberapa khasiat dari murbei kemungkinan  berhubungan  dengan  daya  antioksidannya.  Tujuan  dari  penelitian  ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun murbei yang berasal dari Kupang. Daun murbei diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Ekstrak diuji terhadap DPPH sebagai radikal bebas dan diukur pada panjang gelombang 517  nm  dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol daun murbei dari Kupang Nusa Tenggara Timur, memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat  dengan  nilai  IC50   8,35  µg/mL, namun masih  lebih rendah dibandingkan kuersetin sebagai kontrol postif  dengan nilai IC50   0,82  µg/mL. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ekstrak etanol daun murbei dari Kupang memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat
Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Masyarakat Pemukiman Atas Laut Di Kecamatan Kota Ternate Wa Ode Rosnawati; Bahtiar Bahtiar; Hasna Ahmad
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 6, No 02 (2017): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tk.v6i02.569

Abstract

AbstrakPertumbuhan penduduk yang semakin banyak serta meningkatnya aktivitas masyarakat menjadi dasar adanya pertambahan jumlah sampah yang  dihasilkan  setiap  harinya.  Keberadaan  sampah  dapat  menjadikan lahan pencaharian baru bagi sebagian orang, namun tidak menutup kemungkinan sampah dengan jumlah banyak menjadi masalah lingkungan dan kesehatan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengelolaan sampah rumah tangga masyarakat pemukiman atas laut. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey yang menggunakan variabel tunggal yaitu pengelolaan sampah rumah tangga masyarakat pemukiman atas laut yang berjumlah 42 KK. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi dan angket. Data dianalisis dengan menggunakan rumus persentase. Hasil analisis data menunjukan bahwa: Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Masyarakat Pemukiman Atas Laut masih belum maksimal dengan kata lain masih tergolong sangat rendah hal ini dilihat berdasarkan responden dengan nilai persentase kategori nilai tertinggi berada pada responden yang tidak memiliki tempat penampungan sampah sementara didalam rumah, yaitu sebesar  90,47% sedangkan, kategori terendah berada pada responden yang memiliki dan  menyediakan tempat penampung sampah sementara didalam rumah yaitu, dengan persentase 9,53%. Kata kunci : Sampah Rumah Tangga, Pemukiman Atas Laut.                                                                                                                      AbstractIslandic growth one that more and more and increases it society activity becomes basic to mark sense waste amount increase that resulting everyday it. In the presence waste can make new work farm for some people, but doesn't close waste possible by totals a lot of as environment and health problem. This research did by aim to know family waste management settlement society on oceanic. This observational type is observational survey who utilize singles variable which is family waste management settlement society on oceanic total one 42 KK. Instrument who is utilized to gather data is observation and questionnaire. dianalisis's data by use of percentage formula. Analisis's result that point out ' date: Families Waste management Settlement Society On Oceanic still was maximal in other words still its bottommost rank is seen bases respondent with appreciative category percentage assesses supreme lie on Respondent that have no waste relocation place temporary at indoors, which is as big as 90,47% meanwhile, bottommost category lies on respondent that has and make place penampung temporary waste at indoors which is, with percentage 9,53%.Key word: Family waste, Settlement On Oceanic
SIKAP MASYARAKAT PASCA BANJIR LAHAR DINGIN (STUDI FENOMENOLOGIS PADA MASYARAKAT KELURAHAN TUBO) Iskar Hukum; Eko Siswono; Uswatun Khasanah
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 8, No 2 (2019): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tjp.v8i2.1962

Abstract

This study aims to obtain the essence of community experience related to the change in attitude experienced after the natural disaster of cold lava flood in Kelurahan Tubo, Kota Ternate Utara, Ternate City. The research methodology used by researchers in this study is a qualitative research methodology with a phenomenological study approach. In the phenomenological tradition that is most labored by researchers is the essence of experience experienced by informants. Dimensions are important in phonomenology, first that in every human experience there is something essentially essential and meaningful. In-depth interviews and Focus group discussions aim to complete informants 'answers in accordance with the researchers' questions, in addition to in-depth interviews and focus group discussions can bring researchers closer to the community.
Pengolahan Ikan Cakalang Asap (Katsuwonus pelamis) Dengan Penilaian Organoleptik Aziz Husen
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 7, No 2 (2018): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tk.v7i2.667

Abstract

Hasil penelitian mendapatkan kayu mangrove, sabut kelapa, tempurung kelapa dari ketiga bahan bakar tersebut  dapat mepengaruhi aroma dan rasa yang berbeda pada produk dan warnanya menjadi keemasan atau kecoklatan.  Tujuan utama untuk mendapatkan asap yang dihasilkan dari pembakaran kayu terdiri dari uap dan partikel padatan yang berukuran sangat kecil agar penempelan dan pelarutan asap berjalan efektif sehingga memberikan rasa dan aroma yang khas pada ikan. Proses pengasapan yang digunakan adalah media drum tertutup ikan yang digunakan sebanyak 16 ekor.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengolahan ikan asap cakalang (Katsuwonus pelamis) dengan analisis organoleptik.  Ikan yang diasapi dengan menggunakan suhu panas 880C-990C dengan pengasapan kontrol sehingga hasil pengasapan ikan merata.  Pengujian organoleptik sebanyak 26 panalis produk pengasapan ikan cakalang asap masih dapat diterima oleh panalis.  Pengujian penampakan dengan nilai tertingi rata-rata 7.76, sabut kelapa dengan nilai rata-rata 6.22, dan tampurung kelapa 6. Hasil pengujian ikan cakalang asap dengan menggunakan kayu mangrove, tampurung kelapa, sabut kelapa mendapatkan nilai sangat berbeda nyata untuk penampakan, rasa warna, tekstur, dan aroma. Kata kunci: Pengasapan ikan cakalang dengan penilain organoleptik
Analisis Kualitas Air yang Tercemar Merkuri (Hg) di Perairan Teluk Kao Halmahera Utara Azis Husen
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 6, No 01 (2017): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tk.v6i01.555

Abstract

AbstrakPenelitian ini menganalisis dan menentukan tingkat pencemaran merkuri (Hg) di perairan Teluk Kao Halmahera Utara. Metode yang digunakan adalah metode survei observasi wawancara dan pengambilan sampel air dengan cara purposive sampiling sedangkan untuk analisis air dan sedimen mengunakan alat spektrofotometer penyerap atom (atomic absorption spectrophotometer, AAS).  Analisis kualitas air sungai, air laut di perairan Teluk Kao Halmahera Utara untuk pagi dan sore dengan nilai sebesar 0,004 mg/L - 0,0038 mg/L.  Sedangkan kandungan merkuri (Hg) untuk sedimen pagi dan sore dengan nilai 0,0032,  mg/L - 0,0076 mg/L.  Berdasarkan dari hasil tersebut bahwah mutu air sungai Kobok dan Taolas di perairan Teluk Kao Halmahera Utara sudah tidak bisa dikonsumsi sesuai Peraturan Pemerintah Pengelolaan air minum secara konvensional (kelas 1), 0,001 ppm, (kelas 2 dan 3), 0,002 ppm dan (kelas 4). 0,005 ppm dengan demikian mutu air sungai Teluk Kao sudah tidak aman untuk di konsumsi bagi masyarakat Teluk Kao.  Sedangkan untuk sedimen sungai Kobok dan Taolas Teluk Kao sudah tidak lagi memenuhi Standar Bahan Baku Mutu sesuai Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 200 kelas I. 0,001 mg/L kelas II. 0,002 mg/L kelas III. 0,002 mg/L kelas IV 0,005 mg/L. Kata kunci: Pencemaran; merkuri (Hg);air sungai; air laut; sedimen AbstractThe research analyzed and determined the level of mercury (Hg) pollution in Kao Gulf waters of North Halmahera. Method used was survey, observation, and interview. Water sampling was conducted with purposive sampling. Water and sediment analysis was conducted using atomic absorption spectrophotometer (AAS). Analysis of river water and sea water quality in Kao Gulf waters of North Halmahera was conducted in the morning and afternoon with value of 0.004 mg/L – 0.0038 mg/L. Whereas, mercury (Hg) content for sediment in the morning and afternoon was 0.0032,  mg/L – 0.0076 mg/L. Based on the result, the water quality of Kobok and Taolas River in Kao Gulf waters of North Halmahera cannot be consumed because based on the Government Regulation on conventional drinking water management the water quality value is 0.001 ppm (class 1), 0.002 ppm (class 2 and 3), and 0.005 ppm (class 4); therefore, the water quality in Kao Gulf river is not safe to be consumed by the community in Kao Gulf. Regarding sediment of Kobok river and Taolas of Kao Gulf, it was no longer met the Quality Standard according to the Government Regulation No. 82/2001 which is:  Class I of 0.001 mg/L, Class II of 0.002 mg/L, Class III of 0.002 mg/L and Class IV of 0.005 mg/L. Keywords: Pollution; mercury (Hg); river water; sea water; sediment
Pengaruh Waktu dan Tegangan Listrik terhadap Kadar COD dan Fosfat pada Limbah Cair Nata De Coco Dengan Metode Hibridisasi Pipe Filter Layer-Elektrolisis (HPFLE) Diky Ihsan Pratama; Ryan Bima Aditya; Siti Fatimah
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 9, No 1 (2020): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tjp.v9i1.1551

Abstract

This research is conducting to determine effect of HPFLE (Hibridisasi Pipe Filter Layer-Elektrolisis) method on the waste produced by nata de coco because the waste hs not been too much of a concern of the industrial owner, so that it pollutes the water ecosystem. In this research used two independent variables that is variations in absorbance in the pipe filter layer and variations in voltage and treatment time for the electrolysis stage. Absorbants used in the form of kelaa coir, zeolite, sand, cloth, and sponges. The voltage variations used are 5 volts, 10 volts, and 15 volts while the time variations are 10 minutes, 30 minutes, 45 minutes, 60 minutes, and 75 minutes. From the existing variables, it is known that at the pipe filter layer stage the content of COD gives an effect of 13, 14% while for 9.7% of phosphate. For electrolysis voltage at the COD level which has the best effectiveness at 5 volts with 75 minutes treatment time. As for phosphate, the effective stress is at 5 volts within 10 minutes. From this research, it’s known that HPFLE method gives effect to COD level to 4000 mg/L while for phosphate to 179,01 mg/L.

Page 3 of 17 | Total Record : 169