cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 156 Documents
PENDIDIKAN PROFETIK DALAM MEMBENTUK BANGSA RELIGIUS Syarif, Zainuddin
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 9, No 1 (2014)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia tidak bisa melepaskan diri dari pengaruh globalisasi dan modernisasi atau yang bersifat material positivistik. Namun, Indonesia tidak bisa juga menjadi bangsa yang hedon dan tanpa nilai, bangsa Indonesia ikut modernisasi tanpa meninggalkan ajaran agama. Untuk itu, dibutuhkan pendidikan profetik yang memiliki basis misi utama  kependidikan  Nabi, yakni pembentukan karakter yang bermula dari penanaman tauhid kepada Allah yang Maha  Esa, yang dibarengi  dengan  pembentukan  karakter positif lainnya sebagai basis untuk membangun pribadi yang kuat baik  secara akidah maupun mental. Pendidikan  profetik sejatinya  merupakan  proses  untuk memanusiakan  manusia, sehingga menjadi bangsa yang  berkarakter religius, yang tidak hanya berorientasi pada proses transformasi ilmu pengetahuan,  melainkan juga  harus diarahkan  pada  proses  transfer  nilai religius.
PENDIDIKAN ANAK KREATIF PERSPEKTIF PROFETIK Roqib, Moh.
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 9, No 1 (2014)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semua muslim bercita-cita untuk maju dengan identitas seorang Muslim dan Indonesia yang baik. Upaya yang dilakukan selama ini dengan mengadopsi pemikiran dan model pendidikan Barat yang dianggap modern dan maju. Namun, hasil pendidikannya memiliki kelemahan, seperti munculnya perilaku amoral, pemalas, korup, hedonis, dan materialis. Berbeda dengan pendidikan Barat, pendidikan profetik menjadikan sosok Nabi sebagai acuan pengembangan pendidikan Islam.  Berdasarkan pada filsafat profetik, pendidikan Islam digerakkan untuk maju secara integratif dan tidak menyisakan problem dan mampu membentuk peserta didik yang religius dan kreatif serta membentuk komunitas terbaik (khair ummah) di lingkungannya masing-masing. 
PEMBELAJARAN MORAL ISLAMI Hidayat, Arif
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 9, No 1 (2014)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini membahas tentang usaha menemukan solusi terhadap krisis moral yang menjadi persoalan di zaman kontemporer ini, yakni melalui pembelajaran moral islami. Dalam praktiknya, ada tiga hal yang harus dicermati, yakni pembelajaran moral membutuhkan tokoh untuk menjadi teladan atau acuan bagi hidupnya; pembelajaran moral selalu berkaitan dengan moral dan etika sehingga membutuhkan penjelasan dan uraian yang detail; dan pembelajaran moral memang harus senantiasa diarahkan untuk mengenal Tuhan terlebih dahulu. Konsep itulah yang hendaknya diajarkan pada seseorang dari mulai kecil. Hal ini sangat erat kaitan dengan usaha pembentukan “sistem nilai” seseorang yang akan menjadi kesadaran praktis dalam menyikapi setiap permasalahan yang ada.
PENDIDIKAN MORALITAS ANAK DALAM PERSPEKTIF ISLAM Wardoyo, Sigit Mangun
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 9, No 1 (2014)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isu terkait dengan semakin pudarnya moralitas yang dimiliki masyarakat semakin merebak. Fakta menunjukan bahwa penggunaan narkotika perzinahan, pelacuran, perjudian, pengguguran kandungan, pembunuhan dan tindakan kriminal lainnya sudah menjadi masalah sosial yang semakin jelas dalam kehidupan bermasyarakat. Ajaran Islam mengajarkan sesuatu secara natural, terutama pada usia anak tentang kejujuran, ketakwaan, dan nilai-nilai lainnya sebagai perilaku yang harus dilakukan tanpa kemunafikan. Pentingnya pembangunan spiritualitas pada masa anak adalah membangun fondasi terkait dengan nilai-nilai keberagamaan dan nilai-nilai moralitas. Langkah konkrit untuk melakukan pembangunan spiritualitas dalam diri anak sebagai upaya penanaman moralitas anak dapat dilakukan dengan pendidikan karakter yang baik.
FALSAFAH INSANIYAH DALAM PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM Nisak, Hairun
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 9, No 1 (2014)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini akan membahas hakikat manusia dalam perspektif al-Qur’an. Islam mengakui penciptaan manusia melalui proses atau evolusi, tetapi sangat jauh berbeda dengan teori Darwin. Islam menerima pendapat para sosiolog yang menerangkan manusia sebagai makhluk sosial. Teori nativisme, empirisme, dan konvergensi kurang sejalan dengan ajaran Islam, karena di dalam ketiga teori tersebut meniadakan peran Tuhan. Konsep manusia dalam al-Qur’an menggunakan istilah al-Insân, al-Ins, al-Nâs, Basyâr, Banî Adam, ‘Abd Allâh, dan Khalîfah. Tujuan pendidikan Islam membentuk manusia yang tergali dan terlatih potensi intelektual, spiritul, emosional, sosial, dan fisiknya, sehingga dapat menolong dirinya, masyarakat, bangsa, dan negaranya dengan mengintegrasi pendidikan ‘aqliyyah dan qalbiyyah.
SPIRITUALISASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: MENUJU KEBERAGAMAAN INKLUSIF PLURALISTIK Susanto, Edi
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 9, No 1 (2014)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam selama ini  dipengaruhi oleh filosofi behavioristik mekanistik sehingga  melahirkan produk  yang cenderung intelektualistik-atomistik dan kurang menjiwa. Melalui pendekatan filosofis, diajukan konsep spiritualisasi pendidikan agama Islam. Dengan basis filosofis konstruktivisme humanisme teosentris, pembelajaran ini menggunakan strategi dan metode semisal  Paradigma Pedagogik Reflektif (PPR) –yang  lebih mengutamakan aktivitas siswa untuk menemukan  dan memaknai pengalamannya sendiri– dan  strategi project  based learning (PBL), suatu strategi pembelajaran kontekstual yang  memberdayakan siswa dengan memberi kesempatan kepadanya untuk berinteraksi secara  langsung dengan masyarakat di luar sekolah melalui magang  kerja sosial.
PROBLEMATIKA PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN ISLAM (Pendekatan Manajemen Berbasis Sekolah) Abitolkha, Amir Maliki
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 9, No 1 (2014)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat muslim memiliki ekspektasi yang sangat besar terhadap keberhasilan dan kemajuan pendidikan Islam. Namun ekspektasi itu belum terealisasi hingga sekarang. Hingga kini masyarakat menangkap citra lembaga pendidikan Islam sebagai lembaga pendidikan “kelas dua”. Untuk itu, masyarakat muslim harus merespon dengan melakukan pembenahan dan perbaikan strategi manajerialnya. Dengan pendekatan MBS, lembaga pendidikan Islam dapat melakukan proses pengambilan keputusan yang berada pada sistem pengelolaan, kepemimpinan, peningkatan mutu dan effective schools. Melalui pendekatan ini, ada tiga kunci kemajuan pendidikan Islam, yaitu epistemologi pendidikan Islam, manajemen pendidikan Islam, dan kesadaran pendidikan.
MEMBONGKAR ANTIKUARIANISME DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM Mawaddah, Rifqiyah
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 9, No 1 (2014)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di antara pelajaran penting dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam adalah mengambil hikmah umat sebelumnya untuk senantiasa dilestarikan dan dikembangkan. Namun, upaya menyerap nilai-nilai positif dari proses pembelajaran tersebut dinilai masih kurang maksimal. Hal ini disebabkan oleh cara berpikir konvensional dalam mempelajari Sejarah Kebudayaan Islam. Sejarah Kebudayaan Islam hanya sekedar antikuarianisme, yaitu suatu bentuk kisah masa lalu umat Islam yang secara substansial masih belum bisa membuahkan spirit progresivitas untuk kehidupan umat saat ini dan selanjutnya. Maka dari itu diperlukan suatu pendekatan peristiwa sejarah dari pelbagai segi, yakni melalui pendekatan multi dimensional dengan metode interdisipliner.
PENDIDIKAN ISLAM MARHAMAH SEBAGAI BASIS HARMONI PERADABAN Zain, Hefni
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strategi pendidikan Islam masih cenderung dogmatis sertakurang mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatifsehingga melahirkan pemahaman agama yang eksklusif serta lemahdalam memahami kearifan budaya. Akibatnya, pendidikan Islambelum berhasil membangun manusia Islami yang berkarakter. Bahkandi tengah meluasnya anjuran sikap toleran inter dan antar umatberagama, kekerasan bernuansa agama masih saja terjadi. Fenomenatersebut merupakan indikator nyata dari belum efektifnya strategi,model dan fungsi pendidikan Islam yang selama ini dijalankan.Karena itu, mendesak untuk “membumikan” pendidikan Islamberbasis marhamah sebagai perekat baru integrasi umat yang sekianlama tercabik-cabik. Pendidikan Islam berbasis marhamah dapatmenjadi fondasi dan pilar penyangga bagi keberagamaan yang hakikisehingga terwujud harmoni peradaban yang dicita-citakan.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM AL-QUR’AN (Telaah QS. Luqmân dan Relevansinya dengan Dasadarma Pramuka) Arif, Muh.
JURNAL TADRIS STAIN PAMEKASAN Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : STAIN Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam QS.Luqman ayat 12-19 secara garis besar mengandung nilai pendidikankarakter: syukur, bijaksana, amal salih, sikap hormat, ramah, sabar,rendah hati, dan pengendalian diri. Sedangkan nilai pendidikankarakter dalam Dasadarma Pramuka meliputi: takwa, kasih sayang,sopan, kesatria, patuh dan suka bermusyawarah, rela menolong,tabah, rajin, hemat, cermat dan bersahaja, disiplin, berani dan setia,bertanggung jawab, dapat dipercaya, suci dalam pikiran, perbuatandan perkataan. Relevansi dari surah Luqman ayat 12-19 denganDasadarma Pramuka adalah keduanya mengandung nilai pendidikankarakter, sikap hormat (sopan) yang dilandasi sifat bijak yangmelandasi interaksi pendidikan yang dilakukan kepada anaknya.