cover
Contact Name
Rahmi Mulyasari
Contact Email
rahmi.mulyasari@eng.unila.ac.id
Phone
085266795393
Journal Mail Official
jss.lppm@kpa.unila.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung Gedung Rektorat Lt. 5 Universitas Lampung Jl. Prof . Soemantri Brodjonegoro No. 1 Bandar Lampung 35145
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : 25501089     DOI : http://dx.doi.org/10.23960/jss
Jurnal Sakai Sambayan menyajikan tulisan tentang pelaksanaan dan hasil Pengabdian Kepada Masyarakat sivitas akademik Perguruan Tinggi di Indonesia dalam sosialisasi dan pemberdayaan masyarakat menuju peningkatan kualitas sumber daya manusia. Untuk semua proses dari submisi sampai dengan publikasi online di Jurnal Sakai Sambayan tidak dikenakan biaya apapun.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 656 Documents
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN HOME INDUSTRI KELOMPOK PKK DESA FAJAR BARU: PEMBUATAN DETERGEN CAIR Kiswandono, Agung Abadi
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v4i1.151

Abstract

Desa Fajar Baru Kecamatan Jati Agung walaupun bukan sebagai daerah pusat industri, tetapi Desa ini mempunyai akses yang strategis dengan lembaga pendidikan dan pusat bisnis. Kedekatan dengan lembaga pendidikan SLTA, PTN maupun PTS serta dengan pusat bisnis, yakni pasar tradisional, minimarket dan kuliner malam memberikan peluang kepada masyarakat untuk meningkatkan wirusaha, yakni menjadi produsen, penyalur, pedagang, ataupun grosir. Salah satu kegiatan yang dapat diusahakan adalah grosir bahan baku Loundry seperti detergen. Walaupun produk ini mudah didapat, tetapi bagi konsumen akan merasa sulit untuk mendapatkan produk tersebut dengan harga yang lebih murah. Pembuatan detergen merupakan salah satu produk yang berpotensi dijadikan sebagai kegiatan Home Industry. Bahan detergen adalah produk yang mudah dibuat dengan modal yang murah. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah, selain pendampingan dalam pembuatan detergen, juga pendampingan kepada kelompok mitra dalam bentuk pelatihan, workshop dan praktek serta pengenalan mesin pembuat detergen, sehingga dihasilkan produk dengan harga terjangkau oleh masyarakat (murah) dan pada akhirnya dapat mengantisipasi keinginan segementasi pasar. Hasil pengabdian didaptkan bahwa peningkatan pengetahun peserta berkaitan dengan pembuatan detergen sebesar 66,8% (15,7% menjadi 82,5%). Selain itu bahwa kelompok mitra juga sudah bisa membuat produk detergen dengan kemasan isi ulang 1000 mL, 2 L dan 5 L.
APLIKASI METODE PEWARNAAN SECARA ALAMI PADA HOME INDUSTRY BATIK KHAS LAMPUNG DI KEMILING, BANDAR LAMPUNG Utami, Herti
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v4i1.152

Abstract

Batik Indonesia telah ditentukan sebagai salah satu warisan dunia (world heritage) oleh UNESCO. Momen penetapan batik sebagai warisan budaya dunia dari Indonesia ini, dimanfaatkan secara maksimal oleh para perajin batik di seluruh penjuru Nusantara, tidak terkecuali perajin batik di Bandar Lampung. Daerah Lampung yang semula tidak mempunyai motif batik tulis, dengan adanya momen tersebut mulai mencari-cari motif batik yang kiranya mewakili daerah Lampung. Di Bandar Lampung, khususnya di daerah Pinang Jaya, kecamatan Kemiling beberapa kelompok perajin batik tulis sudah terbentuk dalam rangka mengembangkan dan melestarikan kekhasan batik Lampung tersebut. Hasil produksi batik di Pinang Jaya, Kemiling ini masih belum terlalu besar, tiap kelompok perajin dapat menghasilkan sekitar 6 lembar kain batik tulis dalam satu bulan. Hal ini sangat tergantung pada tingkat kerumitan desain. Saat ini hasil produksi kelompok pengrajin batik ini masih kurang maksimal. Permasalahan yang dihadapi oleh perajin antara lain adalah : proses pembuatan batik yang dilakukan menggunakan bahan pewarna batik dari bahan kimia, membuat perajin batik kurang nyaman karena berbahaya bagi kesehatan dan limbahnya dapat merusak lingkungan. Selain itu masalah terbatasnya modal usaha untuk pengembangan produksi. Tim pengabdian PKM akan memberikan solusi untuk mengatasi permasalahan ini. Selain bantuan alat, pelatihan dan pendampingan terkait peningkatan kuantitas dan kualitas produk kain batik khususnya pada proses pewarnaan batik perlu dilakukan dan ini adalah satu solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan perajin. Industri batik yang sedang berkembang sekarang ini adalah batik yang menggunakan pewarna alam. Kata kunci: Batik tulis; batik Lampung; perajin batik, pewarna alami Abstract Indonesian Batik has specified as the world heritage by UNESCO. The determination of batik moment as the world cultural heritage from Indonesia, used it wisely by the batik makersacross Nusantara,no exception the batik makers in Lampung. The region of Lampung that originally did not have a written batik motive, with this moment to start looking for the motives that represent the region of Lampung.In Bandar Lampung, especially in the region of Pinang Jaya, Kecamatan, Kemiling, some groups of the written batik makers have been formed in order to develop and preserve the peculiarities of the batik Lampung.The result of batik production in Pinang Jaya has still not been too much, each groups can produce about 6 pieces of written batik in a month. This is dependent on design complexity. Now, the production of the batik makers groups is still less that maximum. The problems that facing of batik makers among them was the process of making batik was done using of chemical dyes, make the batik makers not comfortable but this is dangerous for the health and the waste can damage the environment. In addition, the problem was limited business capital to the development of the production of batik. The tem of PKM will provide the solution to solve the problems.Besides the team provided the equipments, training and mentoring related to increasing of the quantity and quality batik products, especially to the process of coloring batik need to be done and this is the solution offered to solve the problems of batik makers. Now, the developing batik industry is using the natural dyes to coloring the written batik. Keywords: Written batik, Lampung batik, batik makers, natural dyes
PEMANFAATAN AIR DATARAN TINGGI DI DESA BATU KERAMAT KECAMATAN KOTA AGUNG TIMUR, TANGGAMUS LAMPUNG: PEMANFAATAN AIR DATARAN TINGGI Dewanto, Ordas
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v4i1.153

Abstract

Desa Batu Keramat Kecamatan Kota Agung Timur, Kabupaten Tanggamus Propinsi Lampung, terletak pada daerah dataran tinggi. Masyarakatnya memiliki mata pencaharian 60% bertani dan berternak. Jenis usaha yang mereka lakukan ini sangat prospek untuk ditingkatkan, karena potensi air dari dataran tinggi sangat bagus. Hasil pengolahan data resistiviti menunjukkan bahwa titik pengukuran terdiri dari 5 lapisan tanah dan batuan. Dari identifikasi kelima lapisan dapat dikatakan bahwa pada titik pengukuran tersebut tidak ditemukan keberadaan akuifer air tanah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kedalaman air tanah di Desa Batu Keramat sebelah barat berada pada kedalaman yang sangat dalam, yang di atasnya terdapat batuan yang keras sehingga tidak mungkin untuk dibuat sumur gali. Solusinya membuat sumur bor dengan biaya yang sangat mahal dan sangat sulit untuk dilakukan. Jalan satu-satunya untuk mendapatkan air yaitu dari dataran tinggi air pegunungan. Oleh karena itu tim Pengabdian Unila mengajak masyarakat Batu Keramat khususnya Mitra (H. Eko Yulianto) untuk memanfaatkan air dari dataran tinggi menuju tempat ternak, tanaman dan rumah tangga. Metode kegiatan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode participatory rural approisal yang melibatkan masyarakat dalam kegiatan secara keseluruhan. Pelaksanaan kegiatan ini melalui penyuluhan, pelatihan dan demonstrasi serta evaluasi untuk melihat efektivitas program sehingga program akan tersosialisasi dengan baik serta efisien. Metode lainnya meliputi desain pembuatan alat saluran air dan tempat usaha, demonstrasi dan pelatihan. Hasil yang diperoleh saat ini yang telah dikerjakan oleh Mitra dan Tim Pengabdian Unila adalah saluran air dari bak penampung menuju bak air mitra, kolam ikan dan tanaman. Peningkatan usaha sedikit demi sedikit mengalami kenaikan, yaitu dari tanaman dan ternak.
Pengolahan Rumput Laut (Euchema sp) Menjadi Produk Pengharum Ruangan Aromaterapi di Desa Legundi Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan Ambarwati, Yuli
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v4i2.154

Abstract

Desa Legundi merupakan salah satu desa yang ada di kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan. Sebagian penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan. Sebagian dari nelayan tersebut mendapat penghasilan dari budidaya rumput laut. Rumput laut yang dibudidayakan adalah jenis Euchema sp baik varitas spilosom maupun katonii. Harga rumput laut yang fluktuatif membuat para nelayan sering kurang bergairah dalam membudidayakan rumput laut. Salah satu sebabnya karena selama ini para nelayan menjual produk mereka sebatas sebagai rumput laut saja. Mereka belum melakukan diversifikasi produk untuk meningkatkan nilai tambah dari rumput laut itu sendiri. Untuk itu tim Pengabdian Masyarakat dari Jurusan Kimia, dimana personilnya merupakan gabungan dari jurusan Matematika dan Teknik Elektro telah melaksanakan kegiatan pengabdian dengan tema “Pengolahan Rumput Laut (Euchema sp. Menjadi Produk Pengharum Ruangan Aromaterapi”. Adapun tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah sosialisasi dan pelatihan pembuatan pengharum ruangan aromaterapi yang berbahan dasar rumput laut. Dengan pelatihan ini diharapkan para nelayan dapat membuat produk aromaterapi dari bahan dasar rumput laut. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rerata pengetahuan masyarakat sebanyak 60% dari semua komponen TIK yang diukur. Namun demikian, besarnya peningkatan persentase pengetahuan belum sebanding dengan kenyataan di lapangan yang menunjukkan masih sedikitnya masyarakat yang berpartisipasi dalam pengolahan rumput laut menjadi produk aromaterapi secara mandiri. Karena itu ke depannya masih diperlukan usaha yang terus menerus untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap diversifikasi pengolahan rumput laut menjadi produk aromaterapi secara mandiri.
PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT MELALUI PENINGKATAN NILAI PRODUK DI KABUPATEN SUBANG Fathurohman, Ferdi; Baharta, Ridwan; Purwasih, Rita; Rahayu, Wiwik Endah; Mukminah, Nurul; Sobari, Enceng; Destiana, Irna Dwi
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v4i2.155

Abstract

Kabuapten Subang merupakan sentra penghasil buah nanas terbesar di Indonesia. 500 keluarga menggantungkan penghasilannya dari bertani nanas, dengan kepemilikan lahan perkebunan rata-rata 0,4 Ha, namun petani hanya terfokus kepada produksi nenas belum menyentuh kepada pengolahan hasil.sehingga yingkat kesejahteraan petani masih belum optimal. Pengabdian masyarakat ini bertujuan menambah pengetahuan petani melalui penyuluhan dan pembinaan mengenai tata cara pegolahan produk nanas seupaya memiliki nilai tambah. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Kecamatan Compreng, Kabupaten Subang selama bulan Juli sampai Oktober 2019 dengan menggunakan metode ceramah, focus group discussion, pelatihan dan pendampingan serta monev. Hasil dari pengabdian masyarakat ini yaitu masyarakat dapat membuat olahan dari nanas sebagai upaya dalam meningkatkan nilai tambah dari produk nanas itu sendiri. Kesimpulan dari pengabdian masyarakat ini yaitu pelaksanan kegiatan pengabdian masyarakat mampu membantu masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan melalui peningkatan nilai produk dan nilai jual dari produk serta masyarakat mampu mengembangkan manajemen kelembagaan.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN LIMBAH LAMPU HEMAT ENERGI (LHE) SEBAGAI ALTERNATIF LAMPU EMERGENCY DENGAN TEKNIK JOULE THIEF Junaidi, Junaidi; Riyanto, Agus; Pauzi, Gurum Ahmad; Surtono, Arif
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v4i2.157

Abstract

Pengabdian ini merupakan bentuk kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam pemafaatan limbah lampu hemat energi (LHE) untuk pembuatan lampu emergency. Pembuatan lampu emergency dilakukan dengan metode JouleThief. Metode ini mampu meningkatkan daya listrik rendah dari sumber baterai 1,5 volt menjadi arus bolak-balik AC yang dapat menyalakan lampu LED. Peserta dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah sekitar 32 orang. Setiap peserta pengabdian dibina tentang proses pemanfaatan limbah lampu LHE yang sudah tidak terpakai agar menjadi barang siap guna dan memiliki nilai jual ekonomis. Komponen yang digunakan dalam pembuatan lampu emergency semuanya diperoleh dari komponen dari bekas lampu LHE. Dengan kegiatan ini diharapkan masyarakat mitra menjadi paham tentang bagaimana memanfaatkan limbah yang sulit terurai menjadi barang siap jual. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pencapaian TIK sebelum kegiatan pengabdian pembuatan lampu emergency dengan teknik Joule Thief adalah 35,63%. Pencapaian TIK setelah kegiatan pengabdian pembuatan emergency adalah 80,94%. Dari hasil tersebut, terjadi peningkatan untuk masing-masing pencapaian TIK dengan rata-rata sebesar 45,31%.
PEMBERDAYAAN WANITA TANI MELALUI PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI, PENGEMASAN DAN PEMASARAN GULA AREN DI KECAMATAN BATU BRAK LAMPUNG BARAT agustina, yenni
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v4i1.158

Abstract

Kecamatan Batu Brak merupakan salah satu kecamatan penghasil gula aren di lampung barat. Produksi gula aren yang terus meningkat membuktikan bahwa gula aren lampung barat semakin diminati oleh khalayak ramai. Namun sayangnya sistem perhitungan harga pokok produksi yang masih tradisional, serta sistem pengemasan yang masih tradisional dan sistem pemasaran yang masih sederhana menjadikan gula ini belum menjangkau pemasaran hingga ke mancanegara. Padahal kabupaten Lampung Barat memiliki potensi yang sangat bagus untuk menjadi produsen gula aren yang besar. Berdasarkan hal tersebut maka, tim berinisiatif untuk membantu wanita tani sebagai salah satu mesin penggerak untuk menghasilkan gula aren melalui sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan monev penentuan harga pokok produksi dalam hal penentuan harga jual sehingga memiliki harga jual yang mampu bersaing, sistem pengemasan yang menarik dan sistem pemasaran yang efektif. Metode yang digunakan yaitu dengan metode pendampingan serta pelatihan. Program kegiatan ini pun mendapatkan resepon yang positif dari peserta. Kata Kunci:Harga Pokok Perhitungan, Pemasaran,dan pengemasan, gula aren.
PENINGKATAN NILAI EKONOMIS LIMBAH PRODUKSI JAMUR MERANG MENJADI BRIKET SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF DI DESA BAYUR KECAMATAN RAJABASA darni, yuli; Utami, Herti; Darmansyah, Darmansyah; Lismeri, Lia; Haerudin, Nandi
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v4i1.159

Abstract

The paddy straw mushroom is one type of mushrooms that begin to be developed in the village of Bayur. They cultivate the paddy straw mushroom because the commodity, can make a lot of money in the market, the maintenance are relatively easy and cheap with the price quite beneficial. For the media paddy straw mushroom used the empty bunches of oil palm which it was the utilization of waste from palm oil plantations. After several harvests, the paddy straw mushroom replaced with new media. Of the empty bunches of oil palm used, the rest of the media mushroom that become waste that accumulates and difficult to decomposed because of the cellulose and lignin of the empty bunches of oil palm. Increasingly the waste will pollute and containing bacterium of disease. The problems faced by partner is related to the aspects of the provision of energy and management waste processing the rest of the production of mushroom. To overcome the problems, the team provide training the procedure of making briquette and design an instrument print of briquette from the rest of the media of mushroom. This instrument give an advantages for both in the independence of energy and the utilization of the waste production . The method of PKM activity involved the partners (the farmers) in the overall of activities. The outer of this main activity are the instrument print of briquette and to increase the ability and knowledge the partner. The product development briquettes can be used own and sold commercially. With this training, the ability of the partner of the making product briquettes can reduce production cost and to raise the income of partner. Keywords: efficient technology; print of briquettes; waste; media the paddy straw mushroom
PEMANFAATAN LAMPU TENAGA SURYA SEBAGAI LAMPU PENERANGAN JALAN DI PEKON KILUAN NEGERI KABUPATEN TANGGAMUS Sumadi, Sumadi; Sulistiyanti, Sri Ratna; Setyawan, FX Arinto
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 3 No. 3 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v3i3.160

Abstract

Pekon Kiluan Negeri, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus merupakan destinasi wisata unggulan provinsi Lampung. Selain keindahan panorama daerah, daerah ini juga menawarkan fasilitas yang berbeda dengan daerah obyek wisata lainnya, yaitu pengamatan lumba-lumba di laut lepas. kekurangan yang ada pada daerah ini adalah minimnya penerangan jalan pada malam hari. Hal ini memberi kesan kurang aman pada daerah wisata ini. Kekurangan ini dipicu karena kurangnya pasokan energi listrik ke daerah ini sehingga masyarakat lebih mementingkan memenuhi kebutuhan listrik rumah tanga mereka terlebih dahulu. Selain itu tegangan listrik dari PLN yang tidak stabil seringkali merusakkan peralatan listrik yang ada. Melihat kenyataan tersebut, timbul permasalahan bagaimana cara mengenalkan teknologi pembangkit listrik tenaga surya (matahari) ini. Cara yang paling mudah adalah dengan memanfaatkan energi surya ini sebagai energi alternatif untuk fasilitas penerangan jalan umum. Diharapkan semua warga merasa memiliki terhadap peralatan yang ada ini dan turut menjaga keawetannya. Dari kegiatan ini, telah terpasang satu unit lampu penerangan jalan berbasis PLTS, dan pemahaman serta keterampilan masyarakat Pekon Kiluan Negeri dalam mempersiapkan, pengoperasian, dan perawatan lampu jalan. Kata kunci: lampu penerangan jalan, tenaga surya, kenyamanan
PEMANFAATAN PEMBERIAN GEL COLLOID BUAH POHON AREN (Arenga pinnata Merr) YANG DIKONSUMSI SEBAGAI TERAPI OSTEOARTHRITIS GENU TERHADAP MANULA DI UPTD PSLU TRESNA WERDHA Djayasinga, Rodhiansyah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 3 No. 3 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v3i3.161

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Mayarakat ini adalah sebagai penerapan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dilakukan pada UPTD PSLU Tresna werdha Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan berdasarkan pengumpulan data melalui skala nyeri bahwa terdapat banyak keluhan osteoarthritis genu pada manula dengan derajat kesakitan pada level sedang. Solusi yang diberikan oleh Tim Pengabmas Poltekkes Tanjungkarang adalah memberikan buah aren sebanyak 100 g/orang/hari selama 2 (dua) bulan dan peralatan blender untuk mebuat buah aren menjadi bentuk gel colloid sebagai terapi osteoarthritis genu. Penyampaian informasi dan cara pengolahan buah aren melibatkan para manula dengan tujuan agar keluhan osteoarthritis genu menjadi berkurang pada skala nyeri dan timbul kesadaran atau kemauan dari para manula untuk mengkonsumsi buah aren dalam mengobati osteoarthritis genu. Hasil yang didapat adalah terjadi perubahan sebesar 100% yakni keluhan osteoarthritis genu pada skala nyeri pada awalnya 10 orang manula dengan tingkat nyeri sedang, setelah mengkonsumsi buah aren 100 gr/hari/orang selama 2 (dua) bulan, keluhan nyeri setingkat sedang menjadi pada tingkat ringan. Kata kunci: Buah Pohon Aren (ArengapinnataMerr), Manula, Osteoarthritis genu