cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ketahanan Nasional
ISSN : 08539340     EISSN : 25279688     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 29, No 2 (2023)" : 7 Documents clear
Spatial Analysis of Economic Resilience in Urban Areas During the COVID-19 Pandemic (Case Study: Wonosari, Gunungkidul, Indoensia) Analisis Spasial Ketahanan Ekonomi di Wilayah Perkotaan selama Pandemi COVID-19 (Studi Kasus: Kecamatan Wonosari Kabupaten Gunungkidul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta) Ika Afianita Suherningtyas; Agus Joko Pitoyo; Prima Widayani
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 29, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.85042

Abstract

ABSTRACTThe COVID-19 pandemic has led to a decline in the national and international economies. This research aimed to determine the spatial analysis of economic resilience in urban areas during the COVID-19 pandemic, using Wonosari District in Gunungkidul, Indonesia, as an example. The mixed-method design of the analytic hierarchy process (AHP) was used to determine the weight of each factor of economic resilience, which included expert judgment (qualitative). Then, the geographic information system (GIS) was used as a tool to spatially characterize economic resilience using descriptive analysis. AHP showed six factors of economic resilience: socioeconomic condition, community, infrastructure, institution, natural resources, and technology and communication. The most determining factor was socioeconomic condition (weight: 0.283, rank 1), while the least influencing factor was infrastructure condition (weight: 0.112, rank 6). Based on data distribution, Wonosari had medium economic resilience in eight villages (accounting for 57% of the total area), high resilience in four villages (29%), and low resilience in two villages (14%). Although Wonosari is generally economically resilient with variation charachteristic, collaborations between stakeholders, including the community, government, organizations, and academics, are needed to enhance this condition.ABSTRAKPandemi COVID-19 mengakibatkan penurunan kondisi ekonomi nasional dan internasional. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis spasial terhadap ketahanan ekonomi wilayah perkotaan pada masa pandemi, khususnya di Kecamatan Wonosari, Gunungkidul, Indonesia.Metode penelitian ini memanfaatkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif pada Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan bobot faktor ketahanan ekonomi, termasuk menggunakan pendapat para ahli (expert judgement). Selanjutnya, dilakukan analisis spasial dengan tools Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk mendeskripsikan karakter spasial atau keruangan ketahanan ekonomi di lokasi penelitian.Hasil AHP menunjukkan enam faktor ketahanan ekonomi, yaitu kondisi sosial ekonomi, masyarakat, infrastruktur, kelembagaan, sumber daya alam, serta teknologi dan komunikasi. Faktor terpenting (peringkat pertama) adalah sosial ekonomi dengan bobot 0,283, sedangkan faktor dengan pengaruh terkecil (peringkat terakhir) adalah kondisi infrastruktur dengan bobot 0,112. Sebaran klasifikasi menunjukkan bahwa Wonosari memiliki kelas ketahanan ekonomi sedang yang meliputi 57% dari total area (delapan desa), kelas tinggi seluas 29%, dan kelas rendah seluas 14%. Meskipun Wonosari secara umum memiliki ketahanan ekonomi yang bervariasi, namun tetap diperlukan kerjasama antar pemangku kepentingan, termasuk masyarakat, pemerintah, organisasi, dan akademisi, untuk meningkatkan kondisi ketahanan ekonomi saat ini
Kepemimpinan Strategis Untuk Ketahanan Wilayah Di Era Digital (Studi di Kota Pariaman, Provinsi Sumatera Barat) Margaretha Hanita
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 29, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.86067

Abstract

ABSTRAK Revolusi digital pada layanan publik menjadi jawaban atas masifnya perkembangan teknologi dan sistem informasi. Pemerintah Kota Pariaman telah bertransformasi menjadi smart city melalui pengembangan berbagai layanan digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai layanan digital di Kota Pariaman untuk mendukung kepemimpinan strategis dan digital leadership di Kota Pariaman. Metode yang digunakan adalah fenomenologi. Data yang digunakan berasal dari studi literatur dan observasi pada berbagai aplikasi yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Pariaman memiliki layanan digital berupa aplikasi/sistem informasi dan situs yang tidak hanya memuat informasi tetapi mempermudah masyarakat mengakses layanan publik. Pemanfaatan layanan digital oleh masyarakat mempermudah pemerintah dalam mengumpulkan berbagai data misalnya terkait kependudukan, ekonomi, keamanan, kesejahteraan, bencana, dan kinerja ASN. Data tersebut digunakan untuk perencanaan pengembangan Kota Pariaman. Dengan demikian, berbagai layanan digital yang dikembangkan sangat mendukung terwujudnya kepemimpinan strategis dan digital leadership di Kota Pariaman.
Startegi Memperkuat Ketahanan Komunitas Berbasis Kearifan Suku Bajau dalam Menghadapi Ancaman Bencana Ekologis Emi Setyaningsih
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 29, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.86079

Abstract

This study aims to analyze the local wisdom of the Bajau Tribe, as well as their strategies to strengthen wisdom-based community resilience in facing the threat of ecological disasters. Ecological disasters are a global problem that can threaten the entire population of the earth, including the Bajau Tribe community who live in the waters of Torosiaje village, Gorontalo. The people of Nusantara actually have wisdom that is empirically proven to be able to minimize environmental damage caused by human activities. Unfortunately, this wisdom began to be abandoned because it was considered unscientific and outdated.This research is literature research with hermeneutic methods. This method is used to find and find the essential meaning contained in the object of research, namely local wisdom possessed by the Bajau Tribe regarding their views on natural and human relations, then how the knowledge system based on the worldview is able to strengthen the resilience of the Bajau community in facing the threat of ecological disaster. The results of this study show that the local wisdom possessed by the Bajau Tribe which is manifested in the knowledge system and attitudes of the Bajau Tribe in managing the natural environment in the sea can strengthen community resilience in facing the threat of ecological disaster. The strategy carried out to strengthen the resilience of their community is to synergize the knowledge system of the Bajau Tribe with science and present a legal instrument with an environmental paradigm derived from the wisdom of the tribe. 
Pemodelan Indeks Ketahanan Pangan di Indonesia Berdasarkan Pendekatan Regresi Logistik Ordinal Data Panel Efek Acak Anisa Laila Azhar; Suliyanto Suliyanto; Nur Chamidah; Elly Ana; Dita Amelia
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 29, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.86511

Abstract

ABSTRACTIndonesia is an agricultural country with the agricultural sector being an important sector in supporting food needs. Food availability that is less than necessary can lead to an unstable economy, as well as disrupt national food security. This study was conducted to model The Food Security Index (Indeks Ketahanan Pangan, IKP) and to find out what factors affect the status of food security in Indonesia.The analysis method used in this study is the logistic regression analysis of panel data with random effects. The data used in this study is secondary data related to IKP sourced from the Ministry of Agriculture and factors that are suspected to affect IKP in each province sourced from the Central Statistics Agency (Badan Pusat Statistik, BPS) from 2019 to 2021. The results of the analysis showed that statistically, the variable percentage of stunted toddlers and the variable percentage of households with access to electricity had a significant effect on the IKP. In addition, the results of the model conformity test showed that the random effect panel data logistic regression model was more in line with the classification accuracy of 50.98% when compared to the standard logistic regression with a classification accuracy of 40.80%.
Aktor Non Negara dan Pengesahan UU TPKS: Studi Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) Anggi Ruslinia; Assifa Aulia Alfa; Febry Triantama
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 29, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.86516

Abstract

Penelitian ini menjelaskan mengenai strategi yang digunakan dalam menangani peningkatan Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) terkhususnya yang terjadi di Indonesia pada masa pandemi Covid-19 tahun 2020-2022. Penelitian dilakukan dengan tujuan mengetahui strategi yang dilakukan oleh jaringan TAN terkhususnya SAFEnet dan INFID untuk mendorong pemerintah dalam proses pengesahan RUU TPKS, dan teori ketahanan keluarga dalam aspek psikologis sebagai pemberi dukungan terhadap anggota keluarga yang menjadi korban. Adapun metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif melalui wawancara dengan perwakilan dari SAFEnet dan INFID, serta melakukan kajian literatur yang diperoleh dari media massa online, artikel jurnal, buku dan laporan ilmiah. Setelahnya, penelitian menunjukan bahwa konsep TAN seperti politik informasi, politik simbolis, politik pengaruh, dan politik akuntabilitas, SAFEnet dan INFID bersama dengan jaringan baik di lingkup nasional dan internasional mampu mendorong pengesahan RUU TPKS menjadi UU TPKS dalam mengadvokasikan perlindungan hukum terhadap korban kekerasan seksual terkhususnya di ranah digital (online). Ketahanan psikologi terhadap korban dapat memberikan rasa aman kepada korban.
FILM DOKUMENTER “HULA-KETA” SEBAGAI MEDIA PENGUATAN KETAHANAN SOSIAL-BUDAYA DI KOTA TIDORE KEPULAUAN Daya Negri Wijaya
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 29, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.87551

Abstract

Tulisan ini berupaya membahas strategi pelestarian hula-keta (sagu panggang) di Tidore dengan menggunakan film dokumenter. Dengan menggunakan metode etnografi dan pendekatan kualitatif, penulis mengumpulkan berbagai data (tekstual dan audio-visual) dengan berbagai teknik meliputi wawancara dengan para informan kunci, observasi beberapa lokasi penting, dan dokumentasi (pengambilan gambar dan video) beberapa lokasi bersejarah. Kekayaan data memudahkan penulis untuk menyusun jalan cerita film dan menyajikannya dalam bentuk film dokumenter. Penulis secara kolaboratif menginisiasi pembuatan film dokumenter bertajuk “hula-keta: bukan Maluku tanpa Sagu” (2023). Film ini mengisahkan aspek kesejarahan, pengolahan, dan cara menikmati sagu panggang itu. Selain itu, berbagai isu terkait eksistensi dan upaya pewarisan hula-keta juga digambarkan. Film ini dapat dijadikan sebagai media penguatan ketahanan sosial-budaya di Tidore. Jejak rekam film ini tetap dapat dinikmati oleh generasi penerus. Mereka diharapkan dapat terinspirasi dan meneruskan estafet pewarisan kebudayaan di Tidore. Selain itu, penulis juga berharap bahwa film dokumenter dapat digunakan untuk memberikan berbagai pesan moral pada khalayak. Para pembuat film dokumenter atau jenis film lainnya jangan hanya tergiur pada keuntungan yang didapat dan jumlah penonton yang melihat. Sudah seharusnya mereka ikut berpartispasi dalam melestarikan kebudayaan daripada berfokus melakukan komodifikasi kebudayaan itu sendiri.
Implementasi Kebijakan SDGs Pemerintah Daerah dalam Mengelola Ketahanan Pangan pada Masa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus Desa Pandak, Kec. Baturaden, Kab. Banyumas) Arief Bakhtiar Darmawan
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 29, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.87986

Abstract

  ABSTRAK Penelitian ini berusaha mengamati kondisi ketahanan pangan di Desa Pandak, Kecamatan Baturaden, Kabupaten Banyumas, pada masa pandemi Covid-19. Peneliti juga berupaya menganalisis bagaimana pemerintah desa mengelola ketahanan pangan yang menjadi tujuan kedua dalam tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) Desa. Pandemi Covid-19 telah membuat pemerintah kesulitan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan memenuhi target-target SDGs Desa. Strategi pemerintah desa dianalisis menggunakan model strategi Geoff Mulgan melalui poin-poin sistematis yang saling berkaitan, yaitu tujuan dan arah, lingkungan, tindakan, serta pembelajaran.Penulis menggunakan metode pendekatan campuran dengan pengambilan data kualitatif (wawancara dan focus group discussion) dan data kuantitatif (kuesioner). Teknik pengumpulan data kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam kepada perangkat Desa Pandak, sementara teknik focus group discussion menghadirkan beberapa pemangku kebijakan yang terkait dengan desa dan SDGs. Teknik pengumpulan data kuantitatif untuk menilai ketahanan pangan menggunakan kuesioner Household Food Security (HFS), sementara untuk keragaman pangan menggunakan kuesioner Dietary Diversity Score (DDS).Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Desa Pandak dalam mengelola ketahanan pangan belum sepenuhnya optimal. Pemerintah Desa Pandak telah menunjukkan strategi yang tepat dalam menempatkan tujuan dan arah, mengelola lingkungan, serta melakukan berbagai tindakan. Namun, dari sisi pembelajaran, penulis menemukan bahwa Desa Pandak masih perlu peningkatan pendapatan keluarga, edukasi perbaikan gizi, serta sosialisasi pola asuh yang sehat dalam isu ketahanan pangan. 

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2023 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 2 (2025) Vol 31, No 1 (2025) Vol 30, No 3 (2024) Vol 30, No 2 (2024) Vol 30, No 1 (2024) Vol 29, No 3 (2023) Vol 29, No 2 (2023) Vol 29, No 1 (2023) Vol 28, No 3 (2022) Vol 28, No 2 (2022) Vol 28, No 1 (2022) Vol 27, No 3 (2021) Vol 27, No 2 (2021) Vol 27, No 1 (2021) Vol 26, No 3 (2020) Vol 26, No 2 (2020) Vol 26, No 1 (2020) Vol 25, No 3 (2019) Vol 25, No 2 (2019) Vol 25, No 1 (2019) Vol 24, No 3 (2018) Vol 24, No 2 (2018) Vol 24, No 1 (2018) Vol 23, No 3 (2017) Vol 23, No 2 (2017) Vol 23, No 1 (2017) Vol 22, No 3 (2016) Vol 22, No 2 (2016) Vol 22, No 1 (2016) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 1 (2015) Vol 21, No 1 (2015) VOL. XXI, NO. 1 APRIL 2015 Vol 20, No 3 (2014) Vol 20, No 2 (2014) Vol 20, No 1 (2014) Vol. XX, No. 3, Desember 2014 VOL. XX, NO. 2, AGUSTUS 2014 VOL. XX, NO. 1, APRIL 2014 Vol 19, No 3 (2013) Vol 19, No 2 (2013) Vol 19, No 1 (2013) VOL. XIX, NO. 3, DESEMBER 2013 VOL. XIX, NO. 2, AGUSTUS 2013 VOL. XIX, NO. 1, APRIL 2013 Vol 17, No 3 (2012) Vol 17, No 2 (2012) Vol 17, No 1 (2012) Vol 16, No 3 (2011) Vol 16, No 2 (2011) Vol 16, No 1 (2011) Vol 15, No 3 (2010) Vol 15, No 2 (2010) Vol 15, No 1 (2010) Vol 14, No 3 (2009) Vol 14, No 2 (2009) Vol 14, No 1 (2009) Vol 13, No 3 (2008) Vol 13, No 2 (2008) Vol 13, No 1 (2008) Vol 12, No 3 (2007) Vol 12, No 2 (2007) Vol 12, No 1 (2007) Vol 11, No 3 (2006) Vol 11, No 2 (2006) Vol 11, No 1 (2006) Vol 10, No 3 (2005) Vol 10, No 2 (2005) Vol 10, No 1 (2005) Vol 9, No 3 (2004) Vol 9, No 2 (2004) Vol 9, No 1 (2004) Vol 8, No 3 (2003) Vol 8, No 2 (2003) Vol 8, No 1 (2003) Vol 7, No 3 (2002) Vol 7, No 2 (2002) Vol 7, No 1 (2002) Vol 6, No 3 (2001) Vol 6, No 2 (2001) Vol 6, No 1 (2001) Vol 5, No 3 (2000) Vol 5, No 2 (2000) Vol 5, No 1 (2000) Vol 4, No 3 (1999) Vol 4, No 2 (1999) Vol 4, No 1 (1999) Vol 3, No 3 (1998) Vol 3, No 2 (1998) Vol 3, No 1 (1998) Vol 2, No 3 (1997) Vol 2, No 2 (1997) Vol 2, No 1 (1997) Vol 1, No 1 (1996) More Issue