cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ketahanan Nasional
ISSN : 08539340     EISSN : 25279688     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 527 Documents
Peran Krusial Rakyat Dan Penduduk Sipil Lainnya Dalam Perang Non Konvensional Masa Kini Dan Implikasinya Pada Sistem Pertahanan Rakyat Semesta: Sebuah Komentar terhadap The U.S. Army and Marine Corps Counterinsurgency Field Manual, 2006 Saafroedin Bahar
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 3, No 2 (1998)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10375.038 KB) | DOI: 10.22146/jkn.22171

Abstract

Jika kita membaca baik-baik sejarah umat manusia, sukar bagi kita untuk mengambil kesimpulan, apakah keadaan normal itu adalah perdamaian dengan perang sebagai selingan dari keadaan damai itu, ataukah keadaan normal itu adalah perang dengan keadaan damai sebagai selingan dari peperangan. Perang dan damai merupakan suatu kenyataan riil yang tidak dapat dibantah atau dihindari, dan merupakan suatu fakta ber Banda yang terjadi silih berganti dan berlangsung secara terus-menerus dalam suatu con-tinuum, sehingga menimbulkan adagium yang bersifat paradox yang berbunyi: Si Vis Pacem Para Bellum, yang berarti siapa yang ingin damai, bersiaplah untuk perang'. Oleh karena itulah, sambil melanjutkan usaha untuk hidup sejahtera dalam suasana damai, pimpinan suatu bangsa dan negara harus mempersiapkan diri secara terus menerus menghadapi kekerasan yang potensial akan dilancarkan oleh bangsa dan negara lain, karena hampir dapat dipastikan dalam drimai ada bibit perang, sedangkan perang cepat atau lambat akan - atau harus - diakhiri dengan perdamaian.
Peran Konseling Panti Rehabilitasi Dalam Menangani Pemuda Korban Narkoba Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Pribadi (Studi pada Panti Sosial Pamardi Putra, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta) Rusti Aisya Dilliana; Fathul Himam; Samsul Maarif
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 22, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.526 KB) | DOI: 10.22146/jkn.16355

Abstract

ABSTRACTDrug abuse was serious threat for Indonesia future. Yogyakarta was the city of educator from variety of districts even from abroad too, so it was susceptible from threat of drug. People in general made building the clean drug area by aspiration of society brought the victims of drug abuse to rehabilitation institution really helped. These research purposes were to knew counseling function which counselor brought to handled resident (drug user) in PSPP Yogyakarta, and tomade analysis counseling impact which counselor brought to personal resilience of drug user in PSPP Yogyakarta.The kind of research was used qualitative research by phenomenology approach; research used depth interview, observation, literature, online, and documentation. Analysis technique used open coding and axial coding, then researcher checked by triangulation of resource data. Data analysis explained the role of counseling rehabilitation institution for handling the youth of drug victim by personal resilience implication in PSPP Yogyakarta. Research result was finding counseling role in PSPP Yogyakarta which had essential counseling function for creating comfortable and counseling function as role model. Counseling function was created from counseling factor, so it could improve resilience the youth of drug victim in PSPP Yogyakarta ABSTRAKPenyalahgunaan narkoba sudah menjadi ancaman yang serius untuk Indonesia.  Diketahui dari Yogyakarta, merupakan kota pelajar dari berbagai daerah bahkan luar negeri, sehingga sangat rentan ancaman narkoba. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui fungsi konseling yang dibawa oleh konselor dalam menangani pemuda korban narkoba di PSPP Yogyakarta, dan untuk menganalisis dampak konseling yang dibawa konselor terhadap ketahanan pribadi pemuda korban narkoba di PSPP Yogyakarta. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, melalui wawancara yang mendalam, observasi, studi pustaka, online, dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan open coding dan axial coding, kemudian menggunakan trianggulasi sumber data untuk mengecek data yang berhasil peneliti dapatkan. Hasil penelitian yang ditemukan adalah peran konseling di PSPP Yogyakarta membutuhkan fungsi konseling dalam menciptakan kenyamanan dan fungsi konseling sebagai role model.  Fungsi konseling tercipta melalui faktor konseling, sehingga mampu meningkatkan ketahanan pribadi pemuda korban narkoba di PSPP Yogyakarta. Dampak dari fungsi konseling, terciptanya ketahanan pribadi yang tertanam dengan kuat, agar mampu menghadapi tekanan lingkungan sosial dengan tangguh. 
Multikulturalisme Supardi Suparlan
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 7, No 1 (2002)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2324.502 KB) | DOI: 10.22146/jkn.22071

Abstract

Dalam tulisan ini penulis ingin mengajukan konsep multikulturalisme sebagai sebuah kerangka acuan bagi alternatif pengganti ideologi keanekaragaman sukubangsa yang menjadi ciri dari masyarakat Indonesia yang bercorak masyarakat majemuk (plural society). Dalam masyarakat majemuk yang penekanannya adalah pada perbedaan-perbedaan sukubangsa dan kesukubangsaan, warganya dilahirkan, dididik, dan dibesarkan dalam suasana yang sakriptif dan primordial. Warga masyarakat tersebut juga mengembangkan dan memantapkan chauvinisme dan etnosentrisme, dan memahami serta memperlakukan warga serta kelompok sukubangsa lain secara stereotip dan penuh dengan prasangka. Sehingga, masyarakat majemuk adalah sebuah masyarakat yang rawan konflik, terutama konflik antarsukubangsa yang saling menghancurkan. Berdasarkan kerangka acuan multikulturalisme tersebut di atas masyararkat Indonesia yang majemuk (plural society) diharapkan akan secara bertahap dapat diubah menjadi sebuah masyarakat yang bercorak multikultural.
ORIENTASI KERAKYATAN TNI DALAM KONTEKS INTEGRASI BANGSA Agus - Widjojo
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 4, No 2 (1999)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1239.651 KB) | DOI: 10.22146/jkn.11357

Abstract

Sebagai salah satu mata agenda reformasi bangsa, Pemilu 1999 kini telah memasuki tahap penghitungan suara, yakni suatu tahap yang sangat rentan dengan berbagai isu dan kerawanan-kerawanan politis. Dengan melihat dan mencermati hasil perhitungan sementara, maka serta merta diikuti oleh perhitungan-perhitungan politik oleh para elit politik, terutama dalam saat pemilihan presiden RI ke-4Berangkat dari alasan, dan tentunya kepentingan-kepentingan politik tertentu, maka terjadi polarisasi pemikiran para elit politik, pengamat dan pemerhati politik, dalam menyikapi calon-calon presiden yang dimunculkan oleh partai politik peserta pemilu, terutama 5 (lima) besar.  Berbagai isu politik dilontarkan dan mengemuka pada setiap pemberitaan media masa kita, baik cetak maupun elektronik. Demikian halnya, di tengah-tengah setiap netralis TNI dalam kehidupan politik , terutama pada Pemilu 1999, netralis TNI ditafsirkan secara berbeda-beda, yang smua patut di duga ada yang dikaitkan dengan kepentingan-kepentingan politik tertentu 
Sumbangan Pikiran Tentang Rencana Pemba Ngunan Jangka Panjang Nasional 2005 - 2025 Sayidiman Suryohadiprojo
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 10, No 1 (2005)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22978

Abstract

Dalam Perencanaan Strategis fungsi Rencana Pemba­ngunan Jangka Panjang (RPJP) adalah niemberikan gam­baran ten tang hal-hal yang ingin dicapai dalam zvaktu 20 tahun mendatang yang bersifat pedonian hagi pernbuatan Rencana Jangka Menengah. Gantharan setelah memperoleh persetujuan mengantarkan pembuatan program-program sebagai Rencana Jangka Menengah. Program-program Uzi kemudian diterjenialikan dalam tindakan dan kegiatan sebagai Rencana Talzunan yang sekaligus enunjukkan harp (cost) setiap tindakan itu.Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) adalah RPJP untuk pembangunan negara dan bangsa Indonesia. Berhubung dengan itu uraian ini menunjukkan gambaran UMUM yang ingin dituju serta kecenderungan yang akan dihadapi negara dan bangsa dalani masa 20 tahun mendatang.
Konsep "ComphrehenSive Security" Dan Ketahanan Nasional Muladi .
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 12, No 3 (2007)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1298.302 KB) | DOI: 10.22146/jkn.22124

Abstract

Istilah "comphrehensive security" muncul seiring dengan berakhirnya Perang Dingin sekitar tahun 1988, yang berseberangan dengan harapan masyarakat dunia yang mengharapkan dengan penuh optimisme munculnya perdamaian internal dan antar negara, berkurangnya kekerasan dan tegaknya ketertiban dunia di bawah kendal PBB. Namun yang terjadi pada t.ahun 1990-an justru menimbulkan pertanyaan, karena yang muncul adalah kekerasan yang dilakukan oleh "non-state actors" seperti perang sauclara, genosida, konflik berdasar identitas, terorisme yang dipicu oleh frustasi akibat perasaan-perasaan kasenjangan sosial ekonomi, ketidakadilan, "xenophobia", ketidakamanan akibat globalisasi, separasi politik, tuntutan solidaritas agama, yang dimanipulasi oleh kaum ekstremis, fanatik, fundamentalis dan kelompok radikalis. (Muladi, 2006).
Pembinaan Stabilitas Nasional Dinamis Dan Manajemen Perubahan Dani Purwanegara
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 11, No 2 (2006)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5521.146 KB) | DOI: 10.22146/jkn.22162

Abstract

Masyarakat Indonesia dewasa ini sedang mengalami perubahan sosial, politik, ekonomi dan keamanan nasional sebagai akibat pembangunan nasional yang kurang ditunjang oleh ketahanan sosial budaya sebagai landasan untuk mencapai kemajuan pembangunan. Kenyataan sosial budaya yang selama ini seolah terabaikan adalah kemaje mukan masyarakat dan keanekaragaman kebudayaan yang mencerminkan pola-pola adaptasi setempat maupun perbedaan pengalaman sejarah. Kemajemukan masyarakat dan keanekaragaman kebudayaan Indonesia secara horisontal dan vertikal itu sangat besar pengaruhnya terhadap persepsi dan apresiasi masyarakat untuk mengambil bagian dalam pembangunan.
Studi Ketahanan Sosial Pada Pemuda Penyelenggara Festival Film Dokumenter 2015 Nurul Hidayah; Mohtar Mas’oed; Budi Irawanto
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 23, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (831.367 KB) | DOI: 10.22146/jkn.26296

Abstract

ABSTRACTKotagede Cultural Heritage area has been considered less attention. The tour trail activity is able to provide historical, fun and healthy knowledge as it can only be preserved or on foot. The activity depends on the interest of the people and tourists in choosing the tour. This research is intended to contribute to the objective analysis in one of the important destinations in Yogyakarta City which is the cultural art and heritage of Kotagede and provides a spatial picture of the existing cultural tourism attractions to provide informative knowledge to the public to be in demand and Continue to preserve the tour. The study of Kotagede tourism object using qualitative method combined with the use of high-resolution remote sensing image data in more interactive visualization results. The result of Kota Gede tourism study shows that tourism object in Kotagede Culture area is cultural object, tradition, craft, and art which is summarized into four recommended route that is spiritual tour package, tour package, architectural tour package, and study tour package. Managed in a participatory manner by the surrounding community and can still grow better if received direct attention from the government and stakeholders related to the management of the tourist area of Kota Gede.ABSTRAKSejarah politik film dokumenter di Indonesia dimulai sejak Pemerintah Hindia Belanda yang menggunakan dokumenter sebagai media propaganda. Hal ini juga terjadi pada masa Orde lama dan orde baru. Reformasi melahirkan generasi perfilman Indonesia yang memproduksi berbagai bentuk film, termasuk film sosial-politik maupun film seni untuk seni. Berbagai komunitas tumbuh dan muncul festival-festival film yang mengapresiasi karya-karya film maker muda tersebut. Penelitian ini membahas salah satu dari festival film, yaitu Festival Film Dokumenter (FFD). Penelitian ini bertujuan mengetahui kekuatan komunitas penyelenggara Festival Film Dokumenter menggunakan teori Ketahanan Sosial, dan menganalisa peran Festival Film Dokumenter terhadap Ketahanan Sosial. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka dan studi lapangan (observasi, wawancara, dan analisis dokumen). Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Festival Film Dokumenter memenuhi kualitas Ketahanan Sosial, yaitu 1. Coping capacities - kemampuan Festival Film Dokumenter mengatasi dan menyelesaikan masalah dalam penyelenggaraan festival; 2. Adaptive capacities – kemampuan Festival Film Dokumenter untuk belajar dari pengalaman masa lalu dan menyesuaikan diri dengan tantangan masa depan; dan 3. Transformative capacities kemampuan untuk membangun lembaga yang berperan aktif dalam ketahanan masyarakat yang berkelanjutan. Festival Film Dokumenter mampu membangun Ketahanan Sosial melalui berbagai peran: menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap isu-isu yang ada di sekelilingnya, memberikan pembelajaran, dan mempertemukan berbagai pihak dalam Festival, sehingga membuka ruang partisipatoris sebagai gerakan komunitas di masyarakat yang mengarah pada civil society.
Interdependensi Faktor Faktor Pembangunan Peternakan Dalam Rangka Ketahanan Pangan Mulawarman Mulawarman
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 15, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1428.576 KB) | DOI: 10.22146/jkn.22335

Abstract

Dalam tulisan ini berusaha untuk mengkaji dan mem­bahas tentang kebijakan pembangunan peternakan yang dikatakan dengan konsepsi ketahanan pangan. Hal ini patut dipikirkan bersama mengingat Indonesia oleh banyak kalangan dapat dikatakan belum siap untuk menghadapi maupun mengimplementasikan Asean-China FTA (ACFTA). Dalam pembahasan ini dilakukan analisis isi terhadap konsepsi Ketahanan Nasional. Dengan demikian, dapat dinyatakan bahwa pendekatan Ketahanan Nasional (national resilience) diperlukan dalam mengkaji faktor-faktor dalam pembangunan peternakan untuk memperoleh langkah­langkah strategis yang meliputi interdependensi antar faktor-faktor dalam pembangunan peternakan dengan lingkungan di luarnya.
Implementasi Dan Dampak Kebijakan Penataan Ruang Kawasan Pertahanan Di Perbatasan Kalimantan Barat (Studi Di Kabupaten Sambas) Ariwibowo Teguh H A Susbyakto
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 16, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4697.564 KB) | DOI: 10.22146/jkn.22347

Abstract

Kabupaten Sambas merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Serawak (Malaysia). Ditetapkannya Kawasan Perbatasan Kabupaten Sambas sebagai Kawasan Strategis Nasional memberikan konsekuensi nyata bagi dinamika kehidupan politik, ekonomi, sosial budaya, dan keamanan. Kabupaten Sambas merupakan salah satu akses utama bagi masuknya beragam nilai, pengaruh, bahkan ancaman yang memberikan dampak nyata bag-i masyarakat Indonesia. Pola ancaman keamanan saat ini telah mengalami transisi dari isu-isu tradisional seperti perang, konflik antar negara dan lain lain kearah isu isu non tradisional seperti separatisme, terorisme, konflik komunal dan kejahatan transnasional yang terorganisir.Kawasan perbatasan menjadi salah satu priori tas dalam pengelolaan keamanan negara. Hingga saat ini, pengelolaan perbatasan cenderung menerapkan sistem pengelolaan yang bersifat koordinatif (misalnya joint border committee). Tidak terintegrasinya otoritas kepabeanan, imigrasi, karantina, dan keamanan mengakibatkan turn pang tindih wewenang dalam pen gelolaan garis perbatasan negara, sehingga menimbulkan permasalahan dalam mengurangi intensitas ancaman. Untuk itu wilayah perbatasan harus segera direalisasikan menjadi sabuk pengaman (Safety Belt) yang memiliki daya tangkal tinggi terhadap setiap bentuk ancaman di bidang pertahanan dengan memadukan pertahanan nir militer dan satuan TNI sebagai komponen utama pertahanan di wilayah perbatasan

Filter by Year

1996 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 3 (2025) Vol 31, No 2 (2025) Vol 31, No 1 (2025) Vol 30, No 3 (2024) Vol 30, No 2 (2024) Vol 30, No 1 (2024) Vol 29, No 3 (2023) Vol 29, No 2 (2023) Vol 29, No 1 (2023) Vol 28, No 3 (2022) Vol 28, No 2 (2022) Vol 28, No 1 (2022) Vol 27, No 3 (2021) Vol 27, No 2 (2021) Vol 27, No 1 (2021) Vol 26, No 3 (2020) Vol 26, No 2 (2020) Vol 26, No 1 (2020) Vol 25, No 3 (2019) Vol 25, No 2 (2019) Vol 25, No 1 (2019) Vol 24, No 3 (2018) Vol 24, No 2 (2018) Vol 24, No 1 (2018) Vol 23, No 3 (2017) Vol 23, No 2 (2017) Vol 23, No 1 (2017) Vol 22, No 3 (2016) Vol 22, No 2 (2016) Vol 22, No 1 (2016) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 1 (2015) Vol 21, No 1 (2015) VOL. XXI, NO. 1 APRIL 2015 Vol 20, No 3 (2014) Vol 20, No 2 (2014) Vol 20, No 1 (2014) Vol. XX, No. 3, Desember 2014 VOL. XX, NO. 2, AGUSTUS 2014 VOL. XX, NO. 1, APRIL 2014 Vol 19, No 3 (2013) Vol 19, No 2 (2013) Vol 19, No 1 (2013) VOL. XIX, NO. 3, DESEMBER 2013 VOL. XIX, NO. 2, AGUSTUS 2013 VOL. XIX, NO. 1, APRIL 2013 Vol 17, No 3 (2012) Vol 17, No 2 (2012) Vol 17, No 1 (2012) Vol 16, No 3 (2011) Vol 16, No 2 (2011) Vol 16, No 1 (2011) Vol 15, No 3 (2010) Vol 15, No 2 (2010) Vol 15, No 1 (2010) Vol 14, No 3 (2009) Vol 14, No 2 (2009) Vol 14, No 1 (2009) Vol 13, No 3 (2008) Vol 13, No 2 (2008) Vol 13, No 1 (2008) Vol 12, No 3 (2007) Vol 12, No 2 (2007) Vol 12, No 1 (2007) Vol 11, No 3 (2006) Vol 11, No 2 (2006) Vol 11, No 1 (2006) Vol 10, No 3 (2005) Vol 10, No 2 (2005) Vol 10, No 1 (2005) Vol 9, No 3 (2004) Vol 9, No 2 (2004) Vol 9, No 1 (2004) Vol 8, No 3 (2003) Vol 8, No 2 (2003) Vol 8, No 1 (2003) Vol 7, No 3 (2002) Vol 7, No 2 (2002) Vol 7, No 1 (2002) Vol 6, No 3 (2001) Vol 6, No 2 (2001) Vol 6, No 1 (2001) Vol 5, No 3 (2000) Vol 5, No 2 (2000) Vol 5, No 1 (2000) Vol 4, No 3 (1999) Vol 4, No 2 (1999) Vol 4, No 1 (1999) Vol 3, No 3 (1998) Vol 3, No 2 (1998) Vol 3, No 1 (1998) Vol 2, No 3 (1997) Vol 2, No 2 (1997) Vol 2, No 1 (1997) Vol 1, No 1 (1996) More Issue