Articles
527 Documents
Pembangunan Ekonomi Dan Integrasi Bangsa
Gunawan Sumodiningrat
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 6, No 3 (2001)
Publisher : Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (7338.298 KB)
|
DOI: 10.22146/jkn.22062
Sejak awal kemerdekaan, sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945, para pendiri negara Indonesia telah menyadari bahwa salah satu penentu masa depan Indonesia sebagai negara-bangsa adalah keberhasilan dalam mencip-takan kesejahteraan dan keadilan. Ini berarti bahwa peme-nuhan kesejahteraan rakyat yang merupakan tujuan utama dari pembangunan ekonomi merupakan syarat penting dalam mewujudkan Indonesia yang makmur, bersatu, jaya dan terhormat. Tujuan utama dari negara, yakni mensejah-terakan rakyat, yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 itu kemudian diterjemahkan dalam berbagai kebijakan pembangunan.
Konstruksi Sistem Pertahanan Negara Dalam Menghadapi Aksi Terorisme
Bambang Murgiyanto
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 10, No 1 (2005)
Publisher : Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (5501.407 KB)
|
DOI: 10.22146/jkn.22967
Aksi teroris tanggal 11 September 2001 yang meruntuhkan gedung WTC di New York Amerika Serikat (AS) dan menelan ribuan korban telah merubah pandang duni tentang terorisme. Setelah itu gerakan anti terorisme menjadi thema yang tents digaungkan banyak negara di dunia dengan dimotori oleh AS. Aksi terorisme juga telah memicu perubahan sistem pertahanan di beberapa negara. Di AS sendiri telah di bentuk Departemen Keamanan Dalani Negeri (Department of Internal Security), yang merubah doktrin : bahwa 'rafter AS hanya dapat digunakan di luar daratan Amerika, menjadi doktrin bahwa ancaman terorisme harus dihadapi oleh segenap elemen kekuatan bangsa terntasuk kekuatan militer.Lebih lanjut AS bahkan kemudian mengenzbangkan doktrin "Pre-emptive Strike" untuk menyerang negara yang dianggap sebagai sumber atau mensponsori terorisem.Walaupun doktrin tersebut ditentang oleh mayoritas anggota PBB kecuali Inggris, Spanyol, Australia, Polandia dan beberapa negara kecil lainnya, nanzun kenyataannya telah digunakan sebagai dalih untuk menyerang Afganistan dan Irak, dua negara yang merdeka dan berdaulat. Nampaknya AS bersikukuh untuk terns menerapkan doktrin tersebut dimana perlu tanpa memperhatikan opini masyarakat internasional
Otonomi Daerah, Ketahanan Daerah Dan Ketahanan Nasional
Muhammad Yasin
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 12, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3120.302 KB)
|
DOI: 10.22146/jkn.22115
Arus globalisasi terus melanda dan menekan seluruh negara di dunia. Indonesia sebagai hagian dari sister?: internasional, tidak dapat menghindar dari konsekuensi yang ditinzbulkan oleh proses globalisasi. Kuatnya penyebaran ide-ide, norma-norma dan nilai-nilai haru mendorong Indo-nesia nzengambil sikap untuk melaksanakan perubahan. Meskipun tidak harus selalu dikaitkan dengan proses globalisasi, perubahan itu sendiri mentbangkitkan sentimen hahwa peruhahan fundamental adalah sesuatu yang imperatif Oleh karenanya suka atau tidak suka, maka perubahan harus dilaksanakan. Untuk menghadapi peruhah-an, diperlukan adanya cara pandang dan pendekatan yang dapat menyelanzatkan bangsa dan negara dari hahaya kenin-tuhan dan kehancuran. Di samping itu, peruhahan harus disikapi dengan arif dan bijaksana.
PEMBANGUNAN KEKUATAN HANKAM DALAM ERA GLOBALISASI
Dani - Purwanegara
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 3, No 2 (1998)
Publisher : Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4732.7 KB)
|
DOI: 10.22146/jkn.11679
Dinamika kehifupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di tengah-tengah derasnya arus perubahan cepat dan dinamika kehidupan antarbangsa. tetap menuntut adanya jaminan kepastian atas terpeliharanya, tetap menuntut adanya kepastian atas terpeliharanya rasa aman dan keamanan merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat bersama dengan pemerintah. Namun demikian di pundak pemerintahlah tumpuan utama perencanaan dan pelaksanaanya, dan apabila ternyata gangguan terhadap jaminan rasa aman dan keamanan ini meningkatkan, maka tudingan kesalahan biasanya ditunjukan kepada aparatur keamanan (Baca aparatur pemerintah). Stabilitas keamanan meskipun diyakini bukan satu-satunya kebutuhan umat manusia, namun setiap orang akan sependapat bahwa tanpa adanya rasa aman dan keamanan, mustahil ia dapat mengupayakan kesejahteraanya dengan baik. Bukan hal yang luar biasa, manakala keamanan sudah terselenggara dengan baik, apabila jangka waktunya berlangsung relatif lama, maka stabilitas keamanan seolah tidak diperlukan lagi, sudah taken for granted.
Kepemimpinan Pemuda Dalam Program Pemberdayaan Masyarakat Untuk Meningkatkan Ketahanan Ekonomi Keluarga (Studi Kepemimpinan Wawan Yuanda di Desa Tumiyang, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah)
Helmy Shoim Pramudyarto;
Armaidy Armawi;
Bagus Riyono
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 23, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (931.577 KB)
|
DOI: 10.22146/jkn.22320
ABSTRACTThe purpose of this study was to determined the leadership of Wawan Yuanda as a village chief in the community empowerment program through brick-making business and its implications for the the family economic resilience and to knew the obstacles faced in implementing community development programs such. This research was a descriptive model of mixed methods or mixed method using concurrent transformative strategies by collecting data at one stage / phase of the study and at the same time to got a description or picture of the social realities that existed in the community which was then used to analyzed the Village Chief of leadership in the community empowerment program and its implications on family economic resilience.The results showed that Wawan Yuanda as the village chief of Tumiyang Village had been successfully doing community empowerment program through making bricks. The success also had implications for villagers revenue thus increasing the economic resilience of the communities involved in the family business of making bricks.ABSTRAKTujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kepemimpinan Wawan Yuanda sebagai kepala desa dalam program pemberdayaan masyarakat melalui usaha pembuatan batu bata serta implikasinya terhadap ketahanan ekonomi keluarga dan untuk mengetahui hambatan yang dihadapi dalam melaksanakan program pemberdayaan masyarakat tersebut..Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan model metode campuran atau mixed method dengan menggunakan Strategi Transformatif Konkuren dengan mengumpulkan data pada satu tahap/fase penelitian dan pada waktu yang sama untuk mendapatkan deskripsi atau gambaran dari realitas sosial yang ada di masyarakat yang kemudian untuk mengungkap tentang kepemimpinan Kepala Desa dalam program pemberdayaan masyarakat dan implikasinya terhadap ketahanan ekonomi keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wawan Yuanda selaku Kepala Desa Tumiyang telah berhasil melakukan program pemberdayaan masyarakat melalui usaha batu bata. Keberhasilan tersebut juga berimplikasi terhadap pendapatan masyarakat sehingga meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga masyarakat yang terlibat dalam usaha pembuatan batu bata
Mempertahankan NKRI Melalui Budaya
Mardjono Mardjono
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 9, No 3 (2004)
Publisher : Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1399.966 KB)
|
DOI: 10.22146/jkn.22153
Globalisasi, khususnya yang menyangkut isu Huma-nisme, termasuk di dalamnya isu minoritas, tampaknya perlu segera disikapi dengan kewaspadaan ekstra. Laporan akhir tahun 2004 dan prediksi sementara bidang sosial tahun 2005 seperti yang disampaikan Prof. Dr. Sunyoto Usman (Guru Besar Fisipol UGM) dan Drs. Moch. As'ad, S.U. (Fakultas Psikologi UGM) sungguh sangat mengagetkan. Betapa tidak, globalisasi yang pada awal kemunculannya (1980-1990) diyakini sebagai fenomena yang sangat prospektif dan menjanjikan, tiba-tiba menjadi sebuah momok menakutkan, karena globalisasi telah dinilai sebagai perusak pranata sosial yang ada di setiap wilayah dan atau negara (Kedaulatan Rakyat, 21/12).
Pendidikan Seksual Dalam Membentuk Perilaku Seksual Positif Pada Remaja Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Psikologi Remaja
Leafio rinta
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 21, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (333.86 KB)
|
DOI: 10.22146/jkn.15587
ABSTRACT The purpose of this study was to found and determined the role and impact of sexual education in forming positive sexual behavior of adolescents and its implications for adolescent psychological resilience. This study used a qualitative approach with grounded theory procedures. Collecting data used in-depth interviews in seven informen which consisted by fi ve guidance and counseling teacher and the rest was student which active as a peer counselor at the Adolescents Information and Counseling Center. The data was analyzed through the coding phase namely open coding, and axial coding. The results of this study demonstrated the role of sexual education in support of adolescent psychological resilience was (1) in answering the curiosity of youth by providing appropriate information about adolescent sexuality and (2) in forming a positive attitude in facing early and premarital adolescent sexual behavior. The impact of sexual education for adolescent psychological resilience was ultimately created adolescents that had positive sexual behaviour and created psychological resilience in terms of adolescent sexual behavior.ABSTRAKTujuan penelitian ini ialah menemukan dan mengkaji peran dan dampak pendidikan seksual dalam membentuk perilaku seksual positif pada remaja dan implikasinya terhadap ketahanan psikologi remaja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan grounded theory. Data penelitian didapat dari wawancara mendalam pada tujuh orang informan yang terdiri atas lima orang guru yang menangani Bimbingan Konseling (BK) dan sisanya merupakan siswa yang aktif sebagai konselor sebaya di Pusat Informasi dan Konseling Remaja. Analisis data melalui tahap pengkodean, yaitu open coding, dan axial coding. Hasil penelitian ini menunjukkan ada dua peran pendidikan seksual bagi ketahanan psikologi remaja, yaitu (1) menjawab rasa ingin tahu remaja melalui pemberian informasi yang benar berkaitan dengan seksualitas dan (2) membentuk sikap positif remaja dalam menghadapi perilaku seksual dini dan pranikah. Dampak pendidikan seksual bagi ketahanan psikologi remaja ialah terciptanya remaja yang memiliki perilaku seksual yang positif dan menciptakan ketahanan psikologis remaja dalam hal perilaku seksual.
Pembangunan Postur Tni Dihadapkan Pada Kemam- Puan Keuangan Negara
Timotius D Harsono
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 14, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3227.654 KB)
|
DOI: 10.22146/jkn.22301
Untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, suatu negara harus memiliki kesia pan dalam menghadapi segala bentuk ancaman terhadap integritas wilayah, kedaulatan negara dan keselama tan bangsanya. Kesia pan suatu negara dalam men ghadapi segala bentuk ancaman tercermin dari kekuatan nasional yang dimilikinya. Kekuatan nasional (na- tional power) tidak hanya diban gun den gan dukungan kekua tan militer saja, akan tetapi memerlukan dukungan lain seperti kemampuan diplomasi sebagai instrumen national power, informasi sebagai instrumen psikologis, dan kekuat- an ekonomi (economic power).
Hubungan Antara Agama Dan Negara Dalam Konteks Ketahanan Nasional: Sebuah Tinjauan Kebijakan Dan Operasional Saefrudin Bahar
Saefrudin Bahar
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 3, No 3 (1998)
Publisher : Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (342.389 KB)
|
DOI: 10.22146/jkn.19197
Masalah hubungan antara agama dan negara dalam rangka proses pembentukan negara kebangsaan di Indonesia diajukan pertama kalinya pada tanggal 30 Mei 1945 oleh anggota Badan Penyelidik Llsaha-usaha Persiapan Kemederkaan Indonesia (BPLIPKI) Ki Bagus Hadikusumo dari Pengurus Besar Muhammadiyah yang berpusat di Yogyakarta. Beliau menyatakan bahwa oleh karena sebagian besar orang Indonesia beragama Islam maka adalah layak jika negara Indonesia yang akan dibentuk itu didasarkan pada agama Islam'.
Kajian Kebijakan Pertahanan Australia Periode 2008-2009 Dan Implikasinya Terhadap Indonesia
Penny Radjendra Djoko Soerjo
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 17, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2067.281 KB)
|
DOI: 10.22146/jkn.22689
Sepanjang sejarah, hubungan Indonesia dan Australia telah menjalani pola hubungan roller-coaster, selalu ada saat pasang surut dalam hubungan tersebut, khususnya menyangkut isu Timor Leste dan pelanggaran HAM di Indonesia (Mar'iyah, 2005: 35). Bahkan, White (2006:45) berpendapat bahwa Agreement on the Framework for Security Cooperation yang ditandatangani pada 14 November 2006 merupakan hubungan yang buruk (worse than useless) dan secara jujur dirinya berhati-hati dengan prospek hubungan Indonesia-Australia untuk membangun hubungan pertahanan yang lebih dekat, efektif dan bertahan lama.