cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ketahanan Nasional
ISSN : 08539340     EISSN : 25279688     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 527 Documents
KETAHANAN NASIONAL DAN GLOBALISASI ; SEBUAH AGENDA RISET Nanang Pamuji Mugasejati dan Armaidy Armawi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 5, No 3 (2000)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3079.709 KB) | DOI: 10.22146/jkn.11739

Abstract

Dalam beberapa tahun ini, kita sering mendengar istilah globalisasi. Pada umumnya globalisasi digunakan untuk menunjukan adanya perubahan-perubahan ekonomi dunia yang berlangsung amat drastis, terutama perubahan dalam teknologi transportasi dalam komunikasi, aliran finansial dan perdagangan yang semakin terinternasionalisasi serta transisi arena persaingan ekonomi dari pasar nasional ke pasar global. Konsep globalisasi dikaitkan dengan dua pengertian sekaligus, yaitu sebagai ancaman terhadap eksistensi masyarakat atau suatu negara bangsa dan sebagai peluang, karena globalisasi dianggap memberikan kesempatan bagi banyak negara untuk mencapai masyarakat dunia yang sederajad melalui peningkatan daya saing, efsiensi, standardisasi, demokratisasi, penghormatan terhadap HAM dan lain-lain.
Peran Sarjana Membangun Desa (Smd) Terhadap Peningkatan Ekonomi Masyarakat Dan Implikasinya Pada Ketahanan Ekonomi Masyarakat (Studi Tentang SMD Pada Kelompok Peternak Gunungrejo Makmur, Kabupaten Lamongan - Jawa Timur) Nasrudin Nasrudin; Edhi Marthono; Subejo Subejo
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 23, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1357.387 KB) | DOI: 10.22146/jkn.28124

Abstract

 ABSTRACTThis research studied about the role of Bachelors Builds Villages (SMD) to improving the economy of local community and its implication toward the resilience of local community economy, through a SMD case study at the cattle farm and poultry farm of Gunungrejo Makmur in Gunungrejo village, Kedungpring sub-district, Lamongan Regency, East Java Province. This research aimed to analyze the role of SMD in enhancing the development of local community economy and its implication toward the resilience of local community economy.This research used descriptive qualitative method. The data was colected by using a deep interviews, field observations, Focus Group Discussion (FGD), academic journals, documentation and literature review. The data was analyzed by using a reduction data technique, data presentation, interpretation and conclusion withdrawal.The result showed that there were significant economy enhancements of local community in Gunungrejo Makmur which was involved in the cattle farm and poultry farm bussiness. Both of these two commodities were growing rapidly.The poultry commodities of Gunungrejo Makmur was especially became a model for many other farms whether in local or outside region. While the cattle farm commodity had been several times successfully awarded in the province as well as national level. Anything related to an unstable price and development problem  had been able to overcome by the farmers through anticipatory measures to minimize losses. Finally the role of Bachelors Builds Villages (SMD) had been implication to the resilience of local community ecomony in Gunungrejo Makmur group.ABSTRAKPenelitian ini mengkaji tentang peran Sarjana Membangun Desa (SMD) terhadap peningkatan ekonomi masyarakat dan implikasinya pada ketahanan ekonomi masyarakat, dengan mengambil studi SMD pada kelompok peternak sapi potong dan ayam petelur Gunungrejo Makmur Desa Gunungrejo Kecamatan Kedungpring Kabupaten Lamongan. Adapun tujuan daripada penelitian ini yaitu untuk menganalisis peran SMD terhadap peningkatan ekonomi masyarakat serta implikasinya pada ketahanan ekonomi masyarakat.Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi di lapangan, FGD (Focus Group Discussion), jurnal akademik dan dokumentasi serta studi kepustakaan. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, interpretasi serta penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan ekonomi yang signifikan pada masyarakat terutama yang terlibat dalam usaha peternakan sapi potong maupun ayam petelur, serta kedua komoditas tersebut telah berkembang secara pesat. Untuk komoditas ayam petelur peternakan Gunungrejo Makmur terbukti sukses karena menjadi percontohan bagi banyak peternakan lain baik di daerah setempat maupun di luar daerah, sedangkan untuk komoditas sapi potong bukti suksesnya adalah beberapa kali telah berhasil mendapatkan penghargaan mulai tingkat provinsi sampai nasional. Adapun kendala-kendala utama seperti kendala harga yang tidak stabil dan kendala pengembangan, telah mampu diatasi oleh para peternak dengan langkah-langkah antisipatif untuk meminimalisasi kerugian. Secara ringkas adanya peran Sarjana Membangun Desa (SMD) tersebut telah berimplikasi pada ketahanan ekonomi masyarakat di kelompok peternak Gunungrejo Makmur
Sindrom Sumpah Palapa Versus Kebanggaan Etnik: Sebuah Eksplanasi Teoretikal ter- hadap Kebijakan Penanggulangan Pemberontakan Daerah Saafroedin Bahar
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 13, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5745.287 KB) | DOI: 10.22146/jkn.22167

Abstract

Ada suatu fenomena yang menarik dalam proses nation- and state-building di Indonesia. Walau pun bagian terbesar etnik dan pro pinsi-propinsi di Indonesia bersikap loyal terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia - khususnya terhadap Pemerintah Pusat - dan hanya sebagian kecil yang benar-benar mempunyai aspirasi separatis, namun hampir tan pa kecuali pejabat-pejabat Pemerintah Pusat, baik pada cabang legislatif mau pun pada cabang eksekutzf selama ini terkesan tetap men gandung rasa curiga terhadap seluruh ekspresi kedaerahan. Jika ada indikasi bahwa suatu masya- rakat hukum adat atau suatu etnik menampilkan sikap yang berbeda - apalagi bertentangan - dengan kebijakan Peme- rintah Pusat, maka reaksi standar Pemerintah Pusat terhadap ekspresi kedaerahan yang dicurigai tersebut adalah mela- kukan 'tindakan tegas'.
Peran Pemuda Dalam Pengembangan Eduwisata Energi Terbarukan Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Ekonomi Wilayah (Studi di Desa Poncosari Kecamatan Srandakan Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta) Ilma Fatimah Yusuf; Edhi Martono; Agus Prasetya
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 22, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.459 KB) | DOI: 10.22146/jkn.16010

Abstract

 ABSTRACTThis research studied the role of youngster in development of renewable energy edutourism and its implication towards the regional economy resilience (study in Poncosari Village, Srandakan Subdistrict, Bantul Regency, Yogyakarta). Mean while the purpose of this research was to analyzed the role of youngster in development of renewable energy edutourism, and also to analyzed the implication of the role of youngster in development of renewable energy edutourism towards the regional economy resilience.This research used qualitative descriptive method. Data collection technique was conducted by five steps, i.e.: 1) Observation, 2) Interview, 3) Documentation, 4) Literature, 5) Internet. Whereas data validity was conducted by cross check data technique. The result of research showed the role of youngster joined in Work Group of renewable energy edutourism had conducted promotion in some educational institution or wide society, either directly or through printed media and online. The development of renewable energy edutourism had significant impact towards the regional economy resilience, because it had increased economical income of surrounding people. It could be considere as manifestation of the familial economical resilience of which was as basic of the regional economy resilience. ABSTRAKPEnelitian ini mengkaji peran pemuda dalam pengembangan eduwisata energi terbarukan dan implikasinya terhadap ketahanan ekonomi wilayah (Studi di Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta). Adapun tujuan penelitian ini untuk menganalisis peran pemuda dalam pengembangan eduwisata energi terbarukan, serta untuk menganalisis implikasi peran pemuda dalam pengembangan eduwisata energi terbarukan terhadap ketahanan ekonomi wilayah.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. PTeknik pengumpulan data dilakukan dengan lima tahap, yaitu: 1) Observasi, 2) Wawancara, 3) Dokumentasi 4) Kepustakaan, 5) Internet. Adapun validitas data dengan menggunakan teknik cross check data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran pemuda yang tergabung dalam POKJA eduwisata energi terbarukan telah melakukan promosi di beberapa instansi pendidikan maupun masyarakat luas, baik secara langsung maupun melalui media cetak dan online. Implikasi peran pemuda dalam pengembangan eduwisata energi terbarukan dapat dilihat dari jumlah pengunjung yang berkunjung langsung berkoordinasi dengan pengelola PLTH dan BIOGAS lebih banyak jika dibandingkan dengan yang menggunakan jasa POKJA. Pengembangan eduwisata energi terbarukan mempunyai dampak yang signifikan terhadap ketahanan ekonomi wilayah, karena telah meningkatkan pendapatan ekonomi warga sekitar. Hal ini dapat dikatakan sebagai wujud dari ketahanan ekonomi keluarga yang merupakan dasar dari ketahanan ekonomi wilayah 
Kinervi. Pusat. Misi Pemeliharaan Perdamaian Tni Dalam Penyiapan Kemampuan Prajurit Tni Guna Misi Perdamaian Dunia (Studi Di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian/Pmpp Tni) I Gede Sumertha Armaidy Armawf
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 16, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4115.16 KB) | DOI: 10.22146/jkn.22359

Abstract

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang dibentuk pada tanggal 24 Oktober 1949 telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi konflik kepentingan melalui pengembangan kerjasama in ternasional demi terciptanya perdamaian dan keamanan dunia. Dewasa ini konflik yang terjadi pada beberapa belahan dunia mendorong PBB meningkatkan jumlah Operasi Pemeliharaan Perdamaian yang memerlukan respon komunitas internasional baik melalui militer maupun berbagai bentuk operasi keamanan untuk mendorong tercapainya stabilitas dan keamanan sebagai fundamen kehidupan sosial, ekonotni dan perkembangan politik di negara-negara yang sedang mengalami krisis.Indonesia menyadari bahwa dewasa ini keberadaan sebuah negara dalam tatanan dunia internasional tidaklah cukup dengan sekedar meningkatkan produk nasional yang dapat diterima oleh komunitas internasional, tebih jauh dari pada hal tersebut adalah diperlukannya kepedulian dan po­litical will dari kepala negara atau kepala pemerintahan negara tersebut terhadap trend hubungan internasional didunia yang memiliki kecenderungan keikutsertaan sebuah negara dalam pemberantasan terorisme (Counter Ter­rorism), bantuan kemanusiaan (Humanitarian Assistance/ Disaster Relief) dan suatu peran aktif dibidang Misi Pemeliharaan Perdamaian (Peace Support Operation).
Komunikasi Politik Dalam Proses Integrasi Bangsa : Sebuah Tinjauan Dari Teori Elite Saafroedin Bahar
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 6, No 2 (2001)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6653.501 KB) | DOI: 10.22146/jkn.22057

Abstract

Seperti ditengarai oleh para teoretisi elite, seperti Gaetano Mosca, Vilfredo Pareto, Robert Michels, C. Wright Mills, atau Robert Michels, ada suatu kenyataan politik yang terdapat di manapun dan dalam kelompok manapun, bahwa secara struktural masyarakat akan terdiri dari kelompok elite yang memimpin dengan massa yang dipimpin.
Ketahanan Politik Wilayah Pondok Pesantren Dalam Pemilihan Umum 2014 (Studi terhadap Pemuda di Yayasan Pondok Pesantren Ali Maksum, Krapyak Kulon, Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta) Bagus Anwar Hidayatulloh; Sudjito Sudjito; Agus Pramusinto
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 22, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.317 KB) | DOI: 10.22146/jkn.10233

Abstract

ABSTRACTBoarding school was a religious educational institution, had become a very important entity in the process of transmutation of values within the Republic of Indonesia, especially in the election. This research was qualitative descriptive exposure. The approach of research was the study on a problem that occured in a scope of society. Collecting data in this study used observation, in-depth interviews, documentary studies and literature study, internet, plus a simple qualitative supporting data. The results showed that the participation of youth in the 2014 election in Pondok Pesantren Ali Maksum positive implications (good) against political resistance region of the boarding school. The implications of such forms of ductility and toughness of youth in response to the 2014 election, because it did not impact on apathy in contributing to the resilience aspect of the 2014 election in the form of resistance to the social and political consciousness, discipline and social dynamics of the region.ABSTRAKPondok pesantren merupakan lembaga pendidikan agama, telah menjadi entitas yang sangat penting dalam proses transmutasi nilai-nilai dalam wilayah Republik Indonesia terutama dalam pemilu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pemaparan secara deskriptif. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah studi pada suatu permasalahan yang terjadi di suatu ruang lingkup masyarakat. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara mendalam, studi dokumentasi dan studi kepustakaan, internet, ditambah data penunjang kualitatif sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Partisipasi pemuda dalam Pemilu 2014 di Pondok Pesantren Ali Maksum berimplikasi positif (baik) terhadap  ketahanan politik wilayah pondok pesantren. Bentuk implikasi ini berupa keuletan dan ketangguhan pemuda dalam menanggapi pemilu 2014, karena tidak berdampak pada apatisme dalam berkontribusi dalam pemilu 2014. Aspek ketahanan tersebut berupa ketahanan terhadap kesadaran sosial politik, disiplin wilayah dan dinamika sosial. 
Dinamika Dan Implikasi Etis Wawasan Kebangsaan Dalam Mengyongsong Hari Depan Indonesia Soerjanto Poespowardojo
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 8, No 1 (2003)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5779.328 KB) | DOI: 10.22146/jkn.22974

Abstract

Akhir-akhir ini banyak analisa membahas etika politik di Indonesia dan implikasinya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun situasi politik berkembang dengan cepat dan problematic ten tang Wawasan Kebangsaan menjadi makin kompleks. Dalam mencegah terjadinya perpecahan bangsa, Wawasan Kebangsaan merupakan prinsip yang sangat fundamental, dan negara bangsa harus tetap dipertahankan. Bahkan mempertahankan negara bangsa merupakan komitmen etis. Karena itu makna dan konsekuensi funsi Pancasila sebagai etika politik bangsa-perlu diekspli­sitkan.
Konvensi Montevideo 1933 Sebagai Rujukan Struktural Bagi Proses Nation And State-Building Di Indonesia Saafroedin Bahar
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 12, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4079.51 KB) | DOI: 10.22146/jkn.22120

Abstract

Rasanya adalah antropolog Clifford Gccrtz (1963) yang pertama kali menyimpulkan bahwa esensi masalah yang dihadapi oleh para nation- and state-build-ers pasca Perang Dunia Kcdua adalah bagaimana merangkai old societies menjadi suatu new state.Old societies menunjuk pada demikian banyak komunitas antropologis tradisional yang mempunyai sejarah dan kebudayaan yang amat tua, sedangkan new state merujuk pada struktur negara modern, yang tumbuh secara berangsur-angsur dalam abad ke-17 dan 18 di Eropa Barat dan Amerika (ANDERSON, 1989, BENDIX, 1969; RENAN, 1994; TILLY, 1973). Oleh karena itu, nation- and state-building selain pada dasarnya merupakan suatu rekayasa struktur politik, juga akan memerlukan adaptasi kultural terencana, baik di kalangan elite pendiri negara maupun di kalangan massa yang hidup di "akar rumput".
Revitalisasi Nilai Budaya Dan Ungkapan Tradisional Jawa Dalam Rangka Pembangunan Kodiran Kodiran
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 10, No 3 (2005)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2209.69 KB) | DOI: 10.22146/jkn.22158

Abstract

Pada hakikatnya di dalam program pembangunan terda-pat dua macam konsep, yaitu pembangunan menurut "konsep Barat" dan pembangunan menurut "konsep Timur". Keduanya satu sama lain berbeda baik ciri-cirinya maupun tujuannya. Adapun program pembangunan yang dilaksa-nakan dengan dasar "konsep Barat" itu ditandai oleh (1) penggunaan teknologi tinggi dalam proses produksinya, (2) dilakukan secara kompetitip, dan (3) hasilnya diperuntukkan bagi kepentingan pribadi, sedangkan tujuannya untuk pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pendapatan dari individu-individu serta kelompok-kelompok sosial tertentu. Sementara itu, program pembangunan yang diselengga-rakan dengan landasan pembangunan "konsep Timur" dilakukan memakai berbagai jenis teknologi yang dijalankan secara kooperatif dan hasilnya dimanfaatkan bagi kepen-tingan umum, serta tujuannya untuk pertumbuhan ekonomi dan pemerataan penghasilan segenap warga masyarakat.

Filter by Year

1996 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 3 (2025) Vol 31, No 2 (2025) Vol 31, No 1 (2025) Vol 30, No 3 (2024) Vol 30, No 2 (2024) Vol 30, No 1 (2024) Vol 29, No 3 (2023) Vol 29, No 2 (2023) Vol 29, No 1 (2023) Vol 28, No 3 (2022) Vol 28, No 2 (2022) Vol 28, No 1 (2022) Vol 27, No 3 (2021) Vol 27, No 2 (2021) Vol 27, No 1 (2021) Vol 26, No 3 (2020) Vol 26, No 2 (2020) Vol 26, No 1 (2020) Vol 25, No 3 (2019) Vol 25, No 2 (2019) Vol 25, No 1 (2019) Vol 24, No 3 (2018) Vol 24, No 2 (2018) Vol 24, No 1 (2018) Vol 23, No 3 (2017) Vol 23, No 2 (2017) Vol 23, No 1 (2017) Vol 22, No 3 (2016) Vol 22, No 2 (2016) Vol 22, No 1 (2016) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 1 (2015) Vol 21, No 1 (2015) VOL. XXI, NO. 1 APRIL 2015 Vol 20, No 3 (2014) Vol 20, No 2 (2014) Vol 20, No 1 (2014) Vol. XX, No. 3, Desember 2014 VOL. XX, NO. 2, AGUSTUS 2014 VOL. XX, NO. 1, APRIL 2014 Vol 19, No 3 (2013) Vol 19, No 2 (2013) Vol 19, No 1 (2013) VOL. XIX, NO. 3, DESEMBER 2013 VOL. XIX, NO. 2, AGUSTUS 2013 VOL. XIX, NO. 1, APRIL 2013 Vol 17, No 3 (2012) Vol 17, No 2 (2012) Vol 17, No 1 (2012) Vol 16, No 3 (2011) Vol 16, No 2 (2011) Vol 16, No 1 (2011) Vol 15, No 3 (2010) Vol 15, No 2 (2010) Vol 15, No 1 (2010) Vol 14, No 3 (2009) Vol 14, No 2 (2009) Vol 14, No 1 (2009) Vol 13, No 3 (2008) Vol 13, No 2 (2008) Vol 13, No 1 (2008) Vol 12, No 3 (2007) Vol 12, No 2 (2007) Vol 12, No 1 (2007) Vol 11, No 3 (2006) Vol 11, No 2 (2006) Vol 11, No 1 (2006) Vol 10, No 3 (2005) Vol 10, No 2 (2005) Vol 10, No 1 (2005) Vol 9, No 3 (2004) Vol 9, No 2 (2004) Vol 9, No 1 (2004) Vol 8, No 3 (2003) Vol 8, No 2 (2003) Vol 8, No 1 (2003) Vol 7, No 3 (2002) Vol 7, No 2 (2002) Vol 7, No 1 (2002) Vol 6, No 3 (2001) Vol 6, No 2 (2001) Vol 6, No 1 (2001) Vol 5, No 3 (2000) Vol 5, No 2 (2000) Vol 5, No 1 (2000) Vol 4, No 3 (1999) Vol 4, No 2 (1999) Vol 4, No 1 (1999) Vol 3, No 3 (1998) Vol 3, No 2 (1998) Vol 3, No 1 (1998) Vol 2, No 3 (1997) Vol 2, No 2 (1997) Vol 2, No 1 (1997) Vol 1, No 1 (1996) More Issue