cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ketahanan Nasional
ISSN : 08539340     EISSN : 25279688     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 527 Documents
Wawasan Kebangsaan Di Bawah Tekanan Globalisasi Dan Kebangkitan Kembali Politik Aliran Nasikun .
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 11, No 1 (2006)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4925.988 KB) | DOI: 10.22146/jkn.22106

Abstract

Sebagai suatu gerakan ideologis, wawasan kebangsaan (baca: nasionalisme) tidak pernah muncul tanpa "antisiden" atau peristiwa-peristiwa yang mendahuluinya. Di Eropah, misalnya, banyak ahli melihat munculnya wawasan kebang-saan memiliki sumber kelahirannya di dalam perkembangan millenia Kristianisme. Sementara ahli yang lain melihatnya sebagai buah dari perkembangan teknologi percetakan, khususnya dalam industri surat kabar. Beberapa ahli yang lain lagi melihatnya sebagai konsekuensi dari perkembangan industrialisasi dan kapitalisme. Di benua Asia, Afrika, dan Amerika Latin, yang dikemudian hari dikenal sebagai kawasan negara-negara Dunia Ketiga, faham atau wawasan kebangsaan pada umumnya dipahami sebagai konsekuensi dari tumbuhnya kesadaran akan penderitaan bersama di bawah kolonialisme dan imperialisme.
Kualitas Perwira Merupakan Kunci Keberhasilan Peran Abri Pada Abad Ke-21 Djoko - Subroto
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 2, No 3 (1997)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4578.382 KB) | DOI: 10.22146/jkn.11607

Abstract

TNI/ABRI lahir dari rakyat.- berjuang bersama-sama dan untuk kepentingan rakyat- melaksanakan fungsi pertahanan keamanan dan fungsi sosial politik. Sejak Proklamasi 17 Agustus 1945 sampai sekarang TNI/ABRI telah membuktikan kemampuanya dalam mempertahankan, mengawal, dan mengisi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kebersamaan dan kemanunggalan TNI/ABRI ini telah membentuk jatidiri TNI/abri sebagai tentara nasional.Sejarah perjuangan dan pembangunan bangsa menunjukan bahwa perjalanan dalam mengisi kemerdekaan itu tidak berjalan mulus, tetapi menghadapi banyak ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan (AGHT), baik secara langsung maupun tidak langsung, baik yang berasal dari luar maupun dlam negeri. Menghadapi hakikat ancaman tersebut, kebersamaan TNI/ABRI dan rakyat telah membentuk sinergi kekuatan yang ampuh dan telah teruji mampu mengatasinya 
Pertahanan Militer Indonesia Masa Depan Sayidiman Suryohadiprojo
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 7, No 2 (2002)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.23272

Abstract

Pertahanan Militer Indonesia sebagai bagian dari usaha menjaga kedaulatan Negara Republik Indonesia serta menjamin kelangsungan hidupnya merupakan usaha penting untuk mewujdukan Ketahanan Nasional. Uraian ini berusaha memberikan gambaran tentang Pertahanan Militer Indone­sia di masa depan sesuai dengan perkembangan umat manusia dan bangsa Indonesia.
KEMAJEMUKAN BUDAYA, DEMOKRASI, KOMUNKASI, DAN INTEGRASI NASIONAL Heddy Shri Ahimas Putra
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 4, No 1 (1999)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1269.767 KB) | DOI: 10.22146/jkn.12014

Abstract

Masalah integrasi nasional pun akhir-akhir ini kembali hangat diperbincangkan dan dipertanyakan. Orang pun bertanya-tanya tentang sebab-sebab dari konflik yang tak berkesudahan di Indonesia, sejak tahun-tahun terakhir pemerintahan Orde Baru (mulai sekitar tahun 1996), hingga sekarang. Apakah provokator pendukung rezim yang lama yang terus bekerja merongrong masyarakat kita telah memendam benih-benih perselisihan tersebut sejak lama? Adakah yang salah dalam hubungan antarsuku, kelompok, agama dan golongan di negeri kita.
Urgensi Kurikulum ASEAN Pada Pendidikan Bintara Polri Dalam Menanggulangi Kejahatan Transnasional Untuk Ketahanan Nasional Joko Santoso; Agus Haryanto; Arief B Darmawan
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 24, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.467 KB) | DOI: 10.22146/jkn.30903

Abstract

.ABSTRACTThis research analyzed the importance of the subjects of the Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) in the education curriculum for the Indonesian National Police (Polri). The Indonesian police was an important actor who had the functions and duties as protector of society. The community as police partners here was widely interpreted as an ASEAN society.This study used qualitative methods that position researchers as an instrument to understood the problem. In this study, researchers took  the meaning of the research object by using two kinds of sources. The first data sources were literature review and official documentation. The second data sources were interviews with police officers and police school staffs. For data validation, this research used data trangulation method.This paper argued that the relations between police and the public should evolved to followed the emerging changes in contemporary international relations in Southeast Asia, so that the police education curriculum needed to adapted these developments. The changes in the curriculum were aimed at improving the quality and effectiveness of police tasks and functions. Thus, this study aimed to helped strengthen police institutions and built models that were in line with changes in society and international relations in Southeast Asia.  ABSTRAKPenelitian ini mengkaji mengenai pentingnya mata pelajaran Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) dalam kurikulum pendidikan Bintara Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Penelitian ini berusaha menganalisis kepolisian Indonesia sebagai aktor penting yang memiliki fungsi dan tugas sebagai pengayom masyarakat. Masyarakat sebagai mitra kerja polisi di sini diartikan secara luas sebagai masyarakat ASEAN. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menempatkan peneliti sebagai instrumen kunci dalam memahami masalah. Dalam penelitian ini, peneliti mengambil makna dari obyek penelitian dengan menggunakan dua sumber data. Sumber data pertama adalah studi pustaka literatur dan dokumentasi resmi. Sumber data kedua adalah wawancara dengan pejabat kepolisian dan staf pengajar sekolah polisi. Untuk validasi data, penelitian ini menggunakan metode trangulasi data.Argumen penelitian ini adalah relasi polisi dan masyarakat harus berkembang mengikuti perubahan yang muncul dalam hubungan internasional kontemporer di kawasan Asia Tenggara, sehingga kurikulum pendidikan polisi perlu menyesuaikan perkembangan tersebut. Perubahan kurikulum pendidikan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas tugas dan fungsi kepolisian. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan membantu penguatan kelembagaan kepolisian dan membangun model yang sesuai dengan perubahan masyarakat dan hubungan internasional di kawasan Asia Tenggara. 
Aanalisis Perjalanan Bangsa Dan Harapan Kedepan Quo Vadis Indonesia? Putra Astaman
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 13, No 3 (2008)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1476.971 KB) | DOI: 10.22146/jkn.22181

Abstract

Takdir perjalanan rakyat dan masyarakat yang men ghuni tumpah darah Indonesia dari Sabang sampai Marauke men galami perjalanan panjang, yang di satu pihak amat memprihatinkan dan di lain pihalc penuh tantangan yang berpuncak pada kebanggaan Gerakan Kebangsaan yang den gan penuh heroisme mampu meraih kemardekaan dari tangan penjajah dan tegak sebagai bangsa yang terhormat.
Biopolitik Dan Ketahanan Nasional T Jacob
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 2, No 1 (1997)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1758.389 KB) | DOI: 10.22146/jkn.19162

Abstract

Eksistensi manusia yang berkelanju tan tergantung pada ketahanan (resilience)-nya, ketangguhan untuk bertahan hidup. Ini berlaku bagi kelompok kecil dan sedang, maupun bagi suku bangsa atau kelompok etnis, bagi bangsa, dan juga bagi spesies. Ketahanan individu sudah diuji semenjak dalam kandungan dan ternyata paling tinggi mulat trimester kedua sebelum lahir dan 6 bulan pertama sesudah lahir pada anak-anak normal. Kemudian ketahanan cenderung menurun, karena individu terlibat dalam usaha adaptasi terus-menerus dengan lingkungannya yang berubah-ubah sepanjang masa. Adaptasi menuntut perubahan biologis Pula pada individu, tetapi pada manusia modern terutama perubahan kultural kelompok lebih penting.Oleh karena itu pada peringkat populasi, ketahanan harus dibantu oleh keputusan-keputusan pemerintah atau organisasi yang menyangkut kebijakan terhadap masyarakat ramai. Keputus­an-keputusan inilah yang mempengaruhi budaya dan, langsung atau tidak langsung, biologi populasi tersebut, termasuk habitat­nya. Pengambilan keputusan mengenai rakyat ban yak adalah tindakan politis, dan kebijakan yang mempengaruhi biologi popu­lasi termasuk ranah biopolitik. Sudah dua dasawarsa biopolitologi secara khusus dipelajari, terutama di Amerika Serikat dan Eropa Barat, Biologi manusia tidak jarang harus dipengaruhi untuk ke­pentingan keamanan, kesejahteraan, kelestarian, keadilan dan perdamaian, hal-hal yang senantiasa menjadi dambaan sebagian besar manusia, terutama pada waktu-waktu yang kritis, seperti pada akhir abad ini, yaitu di zaman atom, konsumsi massal dan eksploatasi global, atau abad kecemasan.
Kajian Kritis Penyelengga Raan Tugas Dan Fungsi (Ptf) Kementerian Pertahanan Di Daerah Puguh Santoso
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 15, No 3 (2010)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1165.893 KB) | DOI: 10.22146/jkn.22667

Abstract

Lazimnya praktik hubungan sipil-militer akan sangat tergantung pada sejarah lahirnya suatu negara dan militer itu sendiri. Militer Indonesia dalam perjalanan sejarah kela­hirannya sangat kental dengan nuansa perjuangan ketika merebut kemerdekaan.Cara pandang hubungan sipil-militer ketika itu hanya satu yaitu bangsa Indonesia "merdeka". Realitas engineer­ing engineer­ing hubungan sipil-militer yang berhasil merebut ke­merdekaan itu pada akhirnya membangun karakter dan jatidiri TNI hingga saat ini. Fakta sejarah pada puncaknya menjadi pembenar ketika militer mengemban peran gan­danya yang kemudian dikenal dengan Dwifungsi ABRI sebagai model hubungan sipil-militer khas Indonesia (Noto­susanto, 1984 dan Soebijono, 1992).
Konsepsi Maritim Dalam Bingkai Geopolitik Indonesia Si Putu Ardana
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 7, No 3 (2002)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.23175

Abstract

Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak lupa akan sejarahnya. Dengan mempelajari sejarah, kita dapat meng­gali pengalaman-pengalaman masa lampau, untuk masa kini, dan masa depan. Kesinambungan belajar dari pengalaman inilah yang dapat menciptakan kemajuan bagi suatu bangsa. Kebesaran sejarah masa lalu akan membangkitkan kebang­gaan dan rasa kecintaan yang besar terhadap bangsanya, sekaligus memotivasi untuk meraih kejayaan masa kini. Lagu "Nenek Moyangku Orang Pelaut", menggelitik perasaan kita bersama dengan pertanyaan di hati, kita para "cucu­cucu" pewaris wilayah Nusantara ini, jugakah pewaris semangat dan jiwa bahari para leluhur kita?
Proses Demokratisasi Secara Bertahap Dan Berlanjut Merupakan Pilihan Terbaik Bagi Bangsa Indonesia Budisantoso Suryosumarto
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 9, No 1 (2004)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1354.567 KB) | DOI: 10.22146/jkn.22144

Abstract

Para Pendiri Negara Indonesia dengan sangat arif telah menetapkan dasar negara yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. Dasar negara yang terdiri dari lima sila disepa-kati diberi nama Pancasila. Pancasila sangat sesuai dengan situasi dan kondisi Bangsa Indonesia yang sangat heterogen, yang sebagian besar masih terbelakang dan miskin, dengan wilayah negara yang sangat luas yang terdiri dari 17.000 pulau lebih.

Filter by Year

1996 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 3 (2025) Vol 31, No 2 (2025) Vol 31, No 1 (2025) Vol 30, No 3 (2024) Vol 30, No 2 (2024) Vol 30, No 1 (2024) Vol 29, No 3 (2023) Vol 29, No 2 (2023) Vol 29, No 1 (2023) Vol 28, No 3 (2022) Vol 28, No 2 (2022) Vol 28, No 1 (2022) Vol 27, No 3 (2021) Vol 27, No 2 (2021) Vol 27, No 1 (2021) Vol 26, No 3 (2020) Vol 26, No 2 (2020) Vol 26, No 1 (2020) Vol 25, No 3 (2019) Vol 25, No 2 (2019) Vol 25, No 1 (2019) Vol 24, No 3 (2018) Vol 24, No 2 (2018) Vol 24, No 1 (2018) Vol 23, No 3 (2017) Vol 23, No 2 (2017) Vol 23, No 1 (2017) Vol 22, No 3 (2016) Vol 22, No 2 (2016) Vol 22, No 1 (2016) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 1 (2015) Vol 21, No 1 (2015) VOL. XXI, NO. 1 APRIL 2015 Vol 20, No 3 (2014) Vol 20, No 2 (2014) Vol 20, No 1 (2014) Vol. XX, No. 3, Desember 2014 VOL. XX, NO. 2, AGUSTUS 2014 VOL. XX, NO. 1, APRIL 2014 Vol 19, No 3 (2013) Vol 19, No 2 (2013) Vol 19, No 1 (2013) VOL. XIX, NO. 3, DESEMBER 2013 VOL. XIX, NO. 2, AGUSTUS 2013 VOL. XIX, NO. 1, APRIL 2013 Vol 17, No 3 (2012) Vol 17, No 2 (2012) Vol 17, No 1 (2012) Vol 16, No 3 (2011) Vol 16, No 2 (2011) Vol 16, No 1 (2011) Vol 15, No 3 (2010) Vol 15, No 2 (2010) Vol 15, No 1 (2010) Vol 14, No 3 (2009) Vol 14, No 2 (2009) Vol 14, No 1 (2009) Vol 13, No 3 (2008) Vol 13, No 2 (2008) Vol 13, No 1 (2008) Vol 12, No 3 (2007) Vol 12, No 2 (2007) Vol 12, No 1 (2007) Vol 11, No 3 (2006) Vol 11, No 2 (2006) Vol 11, No 1 (2006) Vol 10, No 3 (2005) Vol 10, No 2 (2005) Vol 10, No 1 (2005) Vol 9, No 3 (2004) Vol 9, No 2 (2004) Vol 9, No 1 (2004) Vol 8, No 3 (2003) Vol 8, No 2 (2003) Vol 8, No 1 (2003) Vol 7, No 3 (2002) Vol 7, No 2 (2002) Vol 7, No 1 (2002) Vol 6, No 3 (2001) Vol 6, No 2 (2001) Vol 6, No 1 (2001) Vol 5, No 3 (2000) Vol 5, No 2 (2000) Vol 5, No 1 (2000) Vol 4, No 3 (1999) Vol 4, No 2 (1999) Vol 4, No 1 (1999) Vol 3, No 3 (1998) Vol 3, No 2 (1998) Vol 3, No 1 (1998) Vol 2, No 3 (1997) Vol 2, No 2 (1997) Vol 2, No 1 (1997) Vol 1, No 1 (1996) More Issue