cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ketahanan Nasional
ISSN : 08539340     EISSN : 25279688     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 527 Documents
Manajemen Koperasi Dalam Rangka Pengelolaan Hutan Rakyat Dan Pengaruhnya Terhadap Ketahanan Ekonomi Masyarakat (Studi Pada Koperasi Wana Lestari Menoreh Di Kabupaten Kulon Progo Diy) Imam Subekti; Edhi Martono; Edy Suandi Hamid
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 22, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.631 KB) | DOI: 10.22146/jkn.16467

Abstract

ABSTRACTThis study identified KWLM management in public forest management and analyzed the effect of cooperative management in public forests management to economic resilience of society of KWLM members. It took at Koperasi Wana Lestari Menoreh in Kulon Progo.This study used combination method with "KWLM management" and "sustainable forest management in public forest management" as independent variable and "economic resilience of society of KWLM members" as dependent variable. Sampling used purposive sampling method. Informants were representing management and members of the cooperative, and respondents were taken from 40 cooperative members.This study concluded that KWLM management in public forests management was done with good cooperative management based on the cooperative principles so as to improved its members welfare and implementing sustainable forest management so it could produce forest products in a sustainable manner. Cooperative management in public forests management had positive effect on economic resilience of society of KWLM members.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis manajemen KWLM dalam rangka pengelolaan hutan rakyat dan untuk menganalisis pengaruh manajemen koperasi dalam rangka pengelolaan hutan rakyat terhadap ketahanan ekonomi masyarakat anggota KWLM. Penelitian ini mengambil studi pada Koperasi Wana Lestari Menoreh di Kabupaten Kulon Progo, DIY.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kombinasi dengan variabel bebas manajemen KWLM dan manajemen hutan lestari dalam rangka pengelolaan hutan rakyat, serta variabel terikat ketahanan ekonomi masyarakat anggota KWLM. Pengambilan sampel menggunakan metode  purposive sampling. Informan mewakili pengurus dan anggota koperasi, dan responden sebanyak 40 orang anggota koperasi yang sudah bergabung minimal 2 tahun.Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa manajemen KWLM dalam rangka pengelolaan hutan rakyat dilakukan dengan manajemen usaha koperasi yang baik dilandasi prinsip-prinsip koperasi, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan anggotanya dan manajemen hutan lestari, sehingga dapat memproduksi hasil hutan secara berkelanjutan. Manajemen koperasi dalam rangka pengelolaan hutan rakyat berpengaruh positif terhadap ketahanan ekonomi masyarakat anggota KWLM.
Modal, Sosial Pertanian Dan Ketahanan Pangan Armaidy Armawi Amiruddin Kateren
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 15, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2271.636 KB) | DOI: 10.22146/jkn.22306

Abstract

Pembangunan masyarakat pada dasarnya bertujuan untuk dapat meningkatkan kesejahteraan. Pembangunan yang dilaksanakan tidak hanya mampu membangun berbagai fasilitas yang bersifat materi tetapi juga sekaligus mampu membangun manusia sebagai objek pembangunan tersebut. Salah satu contoh nyata pembangunan tersebut adalah pembangunan di sektor pertanian yang dilakukan dilakukan di awal tahun 1970-an yang dikenal dengan revolusi hijau (green revolution). Banyak kajian dan penelitian telah dilakukan untuk melihat praktik revolusi hijau yang dilaksa­nakan di Indonesia tersebut. Pembangunan pertanian dengan revolusi hijau (green revolution) dilakukan dengan cara memodernisasi pertanian rakyat yang mengacu pada pro­gram intensifikasi pertanian tanaman pangan. Program ini memperkenalkan beberapa teknologi baru dalam teknik pertanian yang telah diterapkan sebelumnya di negara­negara Amerika Latin dan Asia (Tjondronegoro, 1998:282). Di Indonesia, berbagai kebijakan untuk meningkatkan peran pertanian dalam pembangunan nasional tertuang dalam berbagai kebijakan yang ditempuh pemerintah. Salah satunya yang terpenting adalah tentang program Bimas, Inmas, Insus, Supra Insus.
Konstruksi Sistem Perta Hanan Negara Dalam Meng Hadapi Aksi Terorisme Bambang Murgiyanto
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 15, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1099.011 KB) | DOI: 10.22146/jkn.22340

Abstract

Aksi teroris tanggal 11 September 2001 yang meruntuh­kan gedung WTC di New York Amerika Serikat (AS) dan menelan ribuan korban telah merubah pandang duni tentang terorisme. Setelah itu gerakan anti terorisme menjadi thema yang terus digaungkan banyak negara di dunia dengan dimotori oleh AS. Aksi terorisme juga telah memicu per­ubahan sistem pertahanan di beberapa negara. Di AS sendiri telah di bentuk Departemen Keamanan Dalam Negeri (De­partement of Internal Security), yang merubah doktrin : bahwa militer AS hanya dapat digunakan di luar daratan Amerika, menjadi doktrin bahwa ancaman terorisme harus dihadapi oleh segenap elemen kekuatan bangsa termasuk kekuatan militer.
Kebudayaan Sebagai Perekat Persatuan Bangsa Hamengku Buwono X
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 6, No 1 (2001)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2496.043 KB) | DOI: 10.22146/jkn.22021

Abstract

Berbicara tentang "Kebudayaan sebagai Perekat Persa­tuan Bangsa", berarti kita harus mengkaji ulang terlebih dahulu tentang kebudayaan nasional. Karena selama ini persepsi kita terlanjur memposisikan kebudayaan nasional sebagai wahana perekat persatuan dan kesatuan bangsa, yang kini rupanya banyak dipertanyakan kembali eksistensi dan perannya.
Peran Balai Pemuda Dan Olahraga Yogyakarta Dalam Upaya Pengembangan Kewirausahaan Pemuda Untuk Mendukung Ketahanan Ekonomi Keluarga ( Studi Tentang Persepsi Peserta Kegiatan Pelatihan Keterampilan BPO DIY) Muhammad Iskandar Zulkarnain
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 21, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.202 KB) | DOI: 10.22146/jkn.15667

Abstract

ABSTRACTThis research aimed to analyzed the programs and activities proposed by the Center for Youth and Sports in the Province of Yogyakarta Special Region in  promoting entrepreneurship among the youth, and to analyzed  as well as the aspect of the family economic resilience of the participants attending the catfish farming training program held by the Center for Youth and Sports in the Province of Yogyakarta Special Region.The method employed was the combined method of descriptive qualitative methods and quantitative methods by conducting observation, structured interviews and library research. For assessing the roles of the Center for Youth and Sports in the Province of Yogyakarta Special Region in promoting entrepreneurship among the youth, was used  7 standards of entrepreneurship promotion efforts among the youth according to the Government Regulation No. 41/  2011,  while to assessed  the family economic resilience of the participants attending the skill training program held by the Center for Youth and Sports in the Province of Yogyakarta Special Region were used the data on the income generated by each participants that were met with the standard minimum wage for cities/ regencies.The result of the research showed that the seven aspects of the entrepreneurship promotion efforts among the youth, the Center for Youth and Sports in the Province of Yogyakarta Special Region were considered to played  roles in the aspects of training and internship, while for the aspects of guidance, assistance, partnership and promotion were  considered not performing its roles. Finally, for the aspects of capital assistance and access, its roles in these aspects were considered not optimal. It was based the fact that the Center for Youth and Sports in the Province of Yogyakarta Special Region had not  managed to established a capital institution which helped to provided the funds for the purpose of promoting entrepreneurship among the youth even though the Center for Youth and Sports at the central level had already provided the initial capital assistance for the cadre of young entrepreneurs. ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk menganalisis Program dan Kegiatan yang disusun oleh  Balai Pemuda dan Olahraga Provinsi DIY dalam upaya pengembangan kewirausahaan pemuda, kemudian untuk menganalisis peran Balai Pemuda dan Olahraga Provinsi DIY dalam upaya pengembangan kewirausahaan pemuda dan yang terakhir untuk menganalisis aspek ketahanan ekonomi keluarga para alumni kegiatan pelatihan keterampilan budidaya lele yang digagas oleh Balai pemuda dan Olahraga Provinsi DIY. Metode yang digunakan yakni metode penggabungan antara metode deskriftif kualitatif dan metode kuantitatif, dengan menggunakan observasi, wawancara terstruktur dan studi pustaka. Untuk mengukur peran Balai Pemuda dan Olahraga Provinsi DIY dalam upaya pengembangan kewirausahaan pemuda digunakan 7 standar pengembangan kewirausahaan pemuda menurut Peraturan Pemerintah Nomor 41 tahun 2011,  selain itu guna mengukur ketahanan ekonomi keluarga alumni kegiatan pelatihan keterampilan yang diselenggarakan Balai Pemuda dan Olahraga Provinsi DIY digunakan data pendapatan para alumni yang dicocokkan  dengan standar upah minimum kabupaten.Hasil penelitian menunjukkan bahwa  7 (tujuh) aspek pengembangan kewirausahaan pemuda, BPO Provinsi DIY telah dinilai berperan pada aspek pelatihan dan pemagangan, namun pada aspek pembimbingan, pendampingan, kemitraan dan promosi dinilai bahwa BPO Provinsi DIY belum menjalankan perannya, sementara itu untuk aspek bantuan dan akses permodalan BPO provinsi DIY dinilai belum sepenuhnya berperan. Hal ini didasarkan fakta bahwa BPO Provinsi DIY belum berhasil membentuk lembaga permodalan kewirausahaan pemuda meskipun BPO sudah memberikan bantuan permodalan awal bagi kader wirausahawan muda
Pemikiran Aristoteles Tentang Kewarganegaraan Dan Konstitusi Winarno Narmoatmojo
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 17, No 3 (2012)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1509.763 KB) | DOI: 10.22146/jkn.22701

Abstract

Kewarganegaraan mencakup elemen identitas, partisipasi, hak, kewajiban dan penerimaan terhadap nilai sosial bersama. Aristoteles seorang pemikir pada masa Yunani Kuno men yatakan bahwa kewarganegaraan merupakan bentuk part isipasi warga negara dalam kehidu pan publik. Konstitusi tidak bisa dilepaskan dari konsep negara dan kewarganegaraan. Penentuan siapakah warga negara didasarkan pada konstitusi negara. Konstitusi yang baik ditujukan untuk kepentingan umum dan guna mencapai keadilan. Warga negara yang baik adalah mereka yang terlibat dalam kehidu pan publik baik ketika sedang memerintah maupun diperintah. Warga negara yang demikian adalah warga negara yang terdapat dalam konstitusi demokrasi
DPD Dan Sistem Parlemen Bikameral Prayudi .
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 11, No 3 (2006)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3957.989 KB) | DOI: 10.22146/jkn.22111

Abstract

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) mengusulkan dilakukannya perubahan Pasal 22 D Ayat (2) UUD (Un-dang-Undang Dasar) 1945 berkaitan dengan kewenangan DPD untuk melakukan hak veto. Ini dilakukan dengan alasan cheks and balances, agar DPD dapat menyetujui atau menolak rancangan undang-undang. Saat itu, yaitu pada 8 Juni 2006, dengan 128 anggota DPD, dibutuhkan 98 pendukung lagi agar usul perubahan konstitusi tersebut dapat diagendakan dalam sidang MPR.' DPD menilai materi Pasal 43 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2003 tentang Susunan dan Kedudukan MPR, DPR, DPD dan DPRD bertentangan dengan UUD 1945. Sehingga, DPD merencanakan untuk mengajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi.' Pasal 43 Undang-Undang No 22 Tahun 2003 mengatur tentang kewenangan DPD dalam membahas rancangan undang-undang. Pada Ayat 2 di Pasal itu disebutkan: "DPD diundang oleh DPR untuk melakukan pembahasan rancangan undang-undang bersama dengan pemerintah pada awal pembicaraan Tingkat I sesuai Peraturan Tata Tertib DPR."3 DPD menilai pasal itu bertentangan dengan UUD 1945, karena dalam konstitusi tidak ada pembahasan yang sedemikian sempit seperti itu.
ABRI, DEMOKRASI, DAN PEMBANGUNAN EKONOMI Nazaruddin - Sjamsuddin
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 3, No 1 (1998)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4143.355 KB) | DOI: 10.22146/jkn.11663

Abstract

Dengan mengalirnya arus keterbukaan ke dalam sistem politik kita terutama dalam satu dasawarsa terakhir ini, perbincangan tentang peranan ABRI semakin marak. Dari perbincangan itu keluar pelbagai keinginan mengenai peran ABRI sebagai stabilisator dan dinamisator, yang merupakan fungsi kedua dari dwifungsi ABRI. Diantaranya, dengan berbagai dalih, ada yang secara total menghendaki agar peranan itu dihentikan. Sebenarnya jauh sebelum proses demokratisasi berlangsung di dalam masyarakat kita aliran pikiran semacam ini sudah mengemuka di sementara kalangan, namun alam keterbukaan yang kita nikmati selama ini telah memperkuat basi argumentasi para pendukungnya. Dengan kata lain, mereka ingin mengemukakan bahwa dwi fungsi ABRI sudah tidak relevan lagi.
Peran Karang Taruna Dalam Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Di Desa Karangpatihan, Kabupaten Ponorogo Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Ekonomi Keluarga Citra Gafara; Bagus Riyono; Diana Setiyawati
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 23, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.929 KB) | DOI: 10.22146/jkn.18295

Abstract

ABSTRACTThis study aimed to analyzed the role of youth in the empowerment of persons with disabilities and to analyzed the implications for families economic resilience of persons with disabilities.This research was a qualitative descriptive study with data collection throught : (1) interview, (2) observation, and (3) the documentation with investigation techniques using triangulation techniques.The results of this study indicated Youth had a role in encouraging the participation of all elements of society to petrified with disabilities achieved prosperity. Empowerment activities also had contributed to the increase in income persons with disabilities. Although there was an increase in income, family economic resilience, conditions of persons with disabilities was still at the poverty line ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran karang taruna dalam pemberdayaan penyandang disabilitas dan menganalisis implikasinya terhadap ketahanan ekonomi keluarga penyandang disabilitas.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui: (1) wawancara, (2) observasi, dan (3) dokumentasi dengan teknik pemeriksaan menggunakan teknik triangulasi.Hasil penelitian ini menunjukkan Karang Taruna memiliki peran dalam mendorong partisipasi seluruh elemen masyarakat untuk membantu penyandang disabilitas mencapai kesejahteraan. Kegiatan pemberdayaan juga telah memberi kontribusi pada peningkatan pendapatan penyandang disabilitas. Meski terdapat peningkatan pendapatan, kondisi ketahanan ekonomi keluarga penyandang disabilitas masih berada pada garis kemiskinan
Peran Pemuda Dalam Mengelola Kawasan Ekowisata Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Masyarakat Desa (Studi tentang Pemuda Pengelola Desa Wisata Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah) Sri Haryati; Armaidy Armawi; Muhammad Supraja
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 22, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.75 KB) | DOI: 10.22146/jkn.11986

Abstract

ABSTRACTThe influence of globalization had an impact on the youth of today. Social values that became a figure of youth had been eroded by modernization. Reality same was true in a Kandri Tourism Village was located in the Village Kandri, Gunungpati subdistrict, Semarang. Youth who numbered about 900 only 16 youths who participated managing ecotourism. The purpose of research were to determined the role of youth in the management of ecotourism, and examined the implications of the management of ecotourism to the rural communities resilienceThis research was qualitative descriptive exposure. The research approach used in the study was a problem that occurs in the community. The collecting of data used observation, interview and documentation.The results showed that youths’ manager had role in the management of ecotourism in the tourist village Kandri with the indicator most prominently the way to the natural area. The shapes of youth’s role in this program activities Kandri educational tour namely Farming Tour, Outbound Tour, Goa Kreo Tour,  and River Tubing’s Tour. The role of youth in the management of the society, especially the youth in the area of ecotourism had not run optimally.This had implications for the management of the ecotourism area to the  rural communities resilience, but it had not run optimally. The impact had positive and negative impacts. The positive impact on the rural communities resilience was the ability to renewed and maintained ecotourism, strengthening of social capital and the rule of law within the citizens, as well as the independencecitizens. The negative impact was the declining ability of youth RW III in selecting the socio-cultural values and social institutions. Therefore, the role of youth Kandri should be increased to preserved the environment so that the sustainability of ecotourism was maintainedABSTRAKPengaruh arus globalisasi telah memberikan dampak terhadap pemuda masa kini. Nilai-nilai sosial yang menjadi sosok pemuda telah tergerus dengan adanya modernisasi. Realita yang sama juga terjadi di sebuah Desa Wisata Kandri yang berada di Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Pemuda yang berjumlah sekitar 900-an hanya 16 pemuda yang ikut serta mengelola kawasan ekowisata. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui peran pemuda dalam pengelolaan kawasan ekowisata, dan mengkaji implikasi pengelolaan kawasan ekowisata terhadap ketahanan masyarakat desa.  Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pemaparan secara deskriptif. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu studi pada suatu permasalahan yang terjadi di masyarakat. Pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan, pemuda pengelola berperan dalam mengelola kawasan ekowisata di Desa Wisata Kandri hanya pada indikator ekowisata yaitu perjalanan menuju kawasan alamiah. Bentuk peran tersebut berupa program kegiatan wisata edukasi yang meliputi Wisata Nyawah, Wisata Outbond, Wisata Goa Kreo, dan Wisata River Tubing. Peran pemuda pada pengelolaan masyarakat secara keseluruhan terutama pemuda di kawasan ekowisata belum berjalan secara maksimal. Pengelolaan kawasan ekowisata ini berimplikasi terhadap ketahanan masyarakat desa, akan tetapi belum mampu berjalan secara maksimal. Pengaruh yang dihasilkan berupa pengaruh positif dan negatif. Pengaruh positif pada ketahanan masyarakat desa yaitu penguatan modal sosial dan ketaatan hukum dalam diri warga, kemampuan memperbaharui dan memelihara kawasan ekowisata, serta kemandirian warga. Pengaruh negatif yang ditimbulkan yaitu menurunnya kemampuan pemuda RW III dalam memilih nilai-nilai sosial budaya dan kelembagaan sosial. Oleh karenanya, peran pemuda pengelola harus ditingkatkan untuk menjaga kelestarian lingkungan sehingga keberlangsungan ekowisata tetap terjaga. 

Filter by Year

1996 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 3 (2025) Vol 31, No 2 (2025) Vol 31, No 1 (2025) Vol 30, No 3 (2024) Vol 30, No 2 (2024) Vol 30, No 1 (2024) Vol 29, No 3 (2023) Vol 29, No 2 (2023) Vol 29, No 1 (2023) Vol 28, No 3 (2022) Vol 28, No 2 (2022) Vol 28, No 1 (2022) Vol 27, No 3 (2021) Vol 27, No 2 (2021) Vol 27, No 1 (2021) Vol 26, No 3 (2020) Vol 26, No 2 (2020) Vol 26, No 1 (2020) Vol 25, No 3 (2019) Vol 25, No 2 (2019) Vol 25, No 1 (2019) Vol 24, No 3 (2018) Vol 24, No 2 (2018) Vol 24, No 1 (2018) Vol 23, No 3 (2017) Vol 23, No 2 (2017) Vol 23, No 1 (2017) Vol 22, No 3 (2016) Vol 22, No 2 (2016) Vol 22, No 1 (2016) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 1 (2015) Vol 21, No 1 (2015) VOL. XXI, NO. 1 APRIL 2015 Vol 20, No 3 (2014) Vol 20, No 2 (2014) Vol 20, No 1 (2014) Vol. XX, No. 3, Desember 2014 VOL. XX, NO. 2, AGUSTUS 2014 VOL. XX, NO. 1, APRIL 2014 Vol 19, No 3 (2013) Vol 19, No 2 (2013) Vol 19, No 1 (2013) VOL. XIX, NO. 3, DESEMBER 2013 VOL. XIX, NO. 2, AGUSTUS 2013 VOL. XIX, NO. 1, APRIL 2013 Vol 17, No 3 (2012) Vol 17, No 2 (2012) Vol 17, No 1 (2012) Vol 16, No 3 (2011) Vol 16, No 2 (2011) Vol 16, No 1 (2011) Vol 15, No 3 (2010) Vol 15, No 2 (2010) Vol 15, No 1 (2010) Vol 14, No 3 (2009) Vol 14, No 2 (2009) Vol 14, No 1 (2009) Vol 13, No 3 (2008) Vol 13, No 2 (2008) Vol 13, No 1 (2008) Vol 12, No 3 (2007) Vol 12, No 2 (2007) Vol 12, No 1 (2007) Vol 11, No 3 (2006) Vol 11, No 2 (2006) Vol 11, No 1 (2006) Vol 10, No 3 (2005) Vol 10, No 2 (2005) Vol 10, No 1 (2005) Vol 9, No 3 (2004) Vol 9, No 2 (2004) Vol 9, No 1 (2004) Vol 8, No 3 (2003) Vol 8, No 2 (2003) Vol 8, No 1 (2003) Vol 7, No 3 (2002) Vol 7, No 2 (2002) Vol 7, No 1 (2002) Vol 6, No 3 (2001) Vol 6, No 2 (2001) Vol 6, No 1 (2001) Vol 5, No 3 (2000) Vol 5, No 2 (2000) Vol 5, No 1 (2000) Vol 4, No 3 (1999) Vol 4, No 2 (1999) Vol 4, No 1 (1999) Vol 3, No 3 (1998) Vol 3, No 2 (1998) Vol 3, No 1 (1998) Vol 2, No 3 (1997) Vol 2, No 2 (1997) Vol 2, No 1 (1997) Vol 1, No 1 (1996) More Issue