cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ketahanan Nasional
ISSN : 08539340     EISSN : 25279688     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 527 Documents
Praktik Kewargaan Sehari-hari Sebagai Ketahanan Sosial Masyarakat Tahun 1950an: Sebuah Tinjauan Sejarah Agus Suwignyo; Rhoma Dwi Aria Yuliantri
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 24, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (812.799 KB) | DOI: 10.22146/jkn.31239

Abstract

ABSTRACKThis paper analyzed the people’s practices of citizenship in Central Java during the 1950s using the conceptual frame of social risilience. The notion of risilience had so far been studied in terms of security, food and energy supplies, and social nets on natural disaster risk reduction. Meanwhile, the period of the 1950s in Indonesian history had attracted many studies to focused on political aspects, such as parliamentary system of governance, regionalism and the dreath of economic crises leading to a change in political regimes. During the 1950s the newly independent state of Indonesia had to struggle for physical, political and social infrastructures, partly as the post-Second World War recovery project.This paper showed that, regardless of the difficult situation and limited financial sources, the Indonesian people during the 1950s proved themselves to be risilient. They took an active part in the daily communal life activities. By using historical method in analysing several newspapers of the 1950s, this paper argued that the people’s participation in philantropy programs, social organizations and solidarity movements, significantly formed a strong social tie in the presence of the weak Indonesian State. The people showed a type of citizenship through which a quality of social risilience was performed and contested. However, it was hard to identified the institutional pattern in these practices of citizenship.ABSTRAK Artikel ini mengkaji praktik kewargaan sehari-hari masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa, tahun 1950an dalam bingkai ketahanan sosial. Selama ini konsep ketahanan telah dipahami dalam konteks keamanan, ketersediaan pangan dan keberlanjutan energi, dan jaring sosial menghadapi darurat bencana alam. Di sisi lain, kajian tentang periode 1950an dalam sejarah Indonesia terfokus pada aspek politik menyangkut percobaan sistem pemerintahan, isu-isu regionalisme dan krisis ekonomi yang berujung pada pergantian rejim kekuasaan.Artikel ini bermaksud menunjukkan bahwa pada periode 1950an itu, praktik kewargaan sehari-hari masyarakat menunjukkan pola yang jika dibaca dalam konsep kontemporer merupakan bentuk ketahanan sosial masyarakat. Periode 1950an merupakan masa-masa awal kemederdekaan Indonesia dengan kondisi pasca perang yang membutuhkan pembangunan infrastruktur di berbagai bidang. Meskipun demikian, dalam kondisi struktur negara yang masih lemah itu masyarakat membuktikan kemampuan bertahan dan berpartisipasi dalam aneka dimensi kehidupan sehari-hari secara kolektif. Dengan metode sejarah untuk membaca berbagai berita surat kabar tahun 1950an sebagai sumber data primer, artikel ini menyimpulkan bahwa praktik kewargaan sehari-hari  dalam bentuk program-program filantropis, perkumpulan sosial dan aksi gerakan sosial merupakan penanda ketahanan kolektif masyarakat dalam menghadapi keadaan tak menentu akibat lemahnya negara ketika itu. Meskipun demikian, praktik kewargaan tersebut cenderung tidak memiliki struktur institusional yang baku. 
Kebijakan Negara Dalam Rangka Pengakuan, Penghormatan, Dan Perlindungan Masyarakat [Hukum] Adat Di Indonesia Saafroedin Bahar Dan Ruswiati Suryasaputra
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 14, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4639.704 KB) | DOI: 10.22146/jkn.22186

Abstract

Izinkanlah saya memulai paparan ini dengan meminta perhatian kita, bahwa masa lah pen gakuan, penghormatan, dan perlindungan masyarakat adat - yang dalam Undang- Undang Dasar 1945 juga disebut sebagai 'masyarakat hukum adat' atau 'masyarakat tradisional' - di Indonesia bukanlah suatu fenomena khusus Indonesia4. Fenomena ini bersifat global. Oleh karena itu sebelum kita membahas set- ting Indonesianya, marilah kita luangkan waktu sejenak untuk men gulas seperlunya setting globalnya. Pemahaman terhadap setting global ini bukan saja akan memberi kita pemahaman tentang latar belakang masalahnya, tetapi juga akan men yumbang suatu alternatif dan visi masa depan tentang solusi yang dapat dipilih untuk men yelesaikan masalah itu, khususnya dalam ran gka Perserika tan Ban gsa
Pokok-Pokok Pikiran Partisipasi Warga Negara Dalam Pertahanan Dan Keamanan Yahya A Muhaimin
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 2, No 1 (1997)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1272.198 KB) | DOI: 10.22146/jkn.19167

Abstract

Pada suatu ketika, seorang mahasiswa tahun pertama meng­ikuti tour di Pearl Harbor, Hawai. Pada suatu lokasi pemandu tour menerangkan tentang serbuan mendadak oleh tentara Jepang terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Pearl Harbor de­ngan menunjuk bangkai kapal-kapal Amerika yang hancur oleh serangan tentara Jepang. Mahasiswa itu kelihatannya sangat tersentuh rasa nasionalismenya, dan dia terisak-isak menangis dengan tetap menatap bangkai kapal-kapal tersebut. Dia bergu-. mam "Alangkah kejamnya militer Jepang merusak negara saya. Suatu ketika saya harus lebih baik mempertahankan negara ini dan mengamankan bangsa dan negara ini dengan kemampuan yang ada pada saya".
Integrasi Rtrw Pertahanan Darat Dengan Rtrw Kota Bandung Dalam Rangka Ketahanan Wilayah Wibisono Poespitohadil Sudibyakto2
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 17, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22675

Abstract

Pen yelenggaraan pertahanan di tingkat negara, diimplementasikan pada Ketahanan Nasional yang diwujudkan dengan upaya pengembangan kekua tan nasional melalui pengaturan dan pen yelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang serasi dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh dan menyeluruh berlandaskan Pancasila, UUD 45 dan Wawasan Nusantara. Di tin gkat lokal, kabupaten/lcota, implementasi upaya meningkatkan kondisi ketahanan nasional diwujudkan dalam upaya pengembangan kekuatan daerah antara lain melalui implementasi penyiapan sistem pertahanan semesta di daerah, yang idealnya mampu memaduserasikan RTRW Pertahanan Darat dengan RTRW Kota.Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 tahun 2007, memaknai tata ruang sebagai wujud struktur ruang clan pola ruang. Struktur ruang adalah susunan pusat-pusat permukiman dan sis tern jaringan prasarana dan sarana yang berfungsi sebagai pendukung kegiatan sosial ekonomi masyarakat yang secara hierarkis memiliki hubungan fun gsional. Pola ruang adalah distribusi peruntukan ruang dalam suatu wilayah yang meliputi peruntukan ruang untuk fttngsi lindung dan peruntukan ruang untuk fun gsi budi daya. Pen yelenggaraan penataan ruang bertujuan untuk mewujudkan ruang wilayah nasional yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanju tan berlandaskan Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional
Pola Komunikasi Budaya Antaretnis Di Indonesia Heddy Shrii Ahimsa Putra
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 8, No 2 (2003)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3020.876 KB) | DOI: 10.22146/jkn.22100

Abstract

Sebagaimana telah kita ketahui, komunikasi -apa pun definisi kita untuk istilah asing ini- merupakan unsur yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Tanpa komunikasi sulit kita bayangkan bahwa akan ada kehidupan manusia berupa masyarakat, atau akan muncul kebudayaan dan peradaban sebagaimana kita kenal sekarang. Di lain pihak komunikasi itu sendiri juga berlangsung dalam kerangka suatu sistem budaya tertentu, dan karena itu sangat dipengaruhi oleh kebudayaan tempat proses komunikasi tersebut berlangsung (cf.Hall and Whyte,1966).Sebagai proses yang terjadi berulangkali, komunikasi dengan sendirinya akan memiliki pola tertentu, dan pola komunikasi dengan menggunakan sa-rana tertentu dapat berbeda antara budaya satu dengan budaya yang lain. Adanya pola dan sarana komunikasi yang berbeda antara budaya satu dengan yang lain tentu akan menimbulkan masalah tersendiri ketika pendukung ke-budayaan yang berlainan bertemu dan berusaha untuk melakukan komuni­kasi (Leach, 1976). Ketidaktahuan salah satu pihak tentang budaya pihak yang lain akan dapat menimbulkan salah faham, yang pada akhirnya dapat menja-di salah satu pemicu terjadinya konflik an tar pendukung kebudayaan atau antarkelompok, komunitas, atau suku.
Keamanan Nasional Menghadapi Era Globalisasi z A Maulani
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 2, No 2 (1997)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.771 KB) | DOI: 10.22146/jkn.19171

Abstract

Semenjak masa prasejarah sampai dengan masa kini belum ada tanda-tanda konflik antar-negara akan dapat ditiadakan. Hakekat motif utama yang merangsang terciptanya situasi konflik, ada tiga; pertama, perbenturan kepentingan akibat adanya persepsi tentang "kelangkaan", baik kelangkaan sumber-sumber daya maupun kelangkaan posisional; kedua, perbenturan sistem nilai, yang mengalir dari perbedaan ideologi, keyakinan agama, atau budaya; dan ketiga, akibat perbedaan interpretasi tentang subyek yang menjadi kepentingan semua pihak.1Dan zaman dulu sampai dengan sekarang penyebab perang itu tidak juga berubah. Yang berubah adalah kepentingan negara­negara, yang tampak pada urutan anak-tangga prioritas yang mereka persepsikan sebagai sumber-konflik.
Waktu, Manusia Dan Perubahan T Jacob
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 5, No 1 (2000)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.23257

Abstract

Sudah galib kiranya bahwa manusia tahu lebih banyak tentang yang dekat dengannya, dalam waktu dan ruang, daripada yang jauh. Maka kurun-kurun =vat hadirnya hayat di bumi disinggung lebih sedikit daripada yang dekat dengan. kini dan sini, lebih-lebih karena titik berat pesan dalam uraian ini adalah untuk masa depan yang dekat dan yang sedang. . Sangatlah menakjubkan, menyegarkan dan membebaskan wawasan dengan leluasa,,,kalau kita .menoleh ke belakang, menengok jalan yang sudah ditempuh manusia, makhluk hidup yang lain dan ranah tempat ia berperan, serta menim­bulkan pertanyaan-pertanyaan inti tentang masa depan. Adakah masa depan bagi manusia, dan kalau ada, berapa lama dan bagaimana? Dengan rendah hati saya mengajak para hadirin turut melihatnya bersama saya, yang tentu raja ada subjektivitas dalam uraian yang saya usahakan dapat objektif
Implementasi Cabotage Dalam Menunjang Ketahanan Nasional Edy Suandi Hamid
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 9, No 2 (2004)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22149

Abstract

Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki pulau terbanyak di dunia. Dalam tahun 2002, menurut Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) jumlah pulau di Indonesia mencapai 18.108 buah'. Sedangkan Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bako-surtanal) mencatat jumlah pulau yang dimiliki Indonesia mencapai 17506 buah. Sebagian besar dari pulau-pulau ini, yakni sebanyak 11.013 buah masih belum memiliki nama. Di samping itu, dari jumlah pulau tersebut hanya tujuh persen yang dihuni manusia (BPS, 1995). Karakteristik ini mengandung konsekuensi adanya keragaman yang besar antardaerah di Indonesia. Bahkan, Indonesia dinilai sebagai negara yang paling beragam di dunia dalam hal ekologi, demografi, etnik, agama, kebudayaan, dan susunan ekono-minya (Kawagoe, 1997:6; Hill 1989:3; Hill, 1996: 309). Konsekuensi lainnya adalah pengamanan wilayah Indone-sia menjadi sangat kompleks dan mahal.
DESENTRALISASI BENTUK BARU INTEGRASI NASIONAL Kimura - Hirotsune
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 4, No 3 (1999)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.11970

Abstract

Sebagai bagian dari reformasi politik menyusul jatuhnya pemerintah Presiden Suharto tahun 1998, selama massa pemerintahan  transisi di bawah Presiden B.J Habibie, telah disahkan Undang-Undang No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah dan UU No. 25  tahun 1999 yang mengatur keseimbangan anggaran antara pusat dan daearah .Berlakunya dua produk tersebut menandai pergeseran yang sangat penting dari pola politik birokratis (bureaucratic policy) yang tersentralisasi selama masa Orde Baru, menjadi pola desentralisasi yang memperkenalkan otonomi pemeerintah daerah, sehingga kewenangan pusat hanya terbatas pada bidang-bidang tertentu, seperti politik luar negeri, pertahanan, dan keamanan, pengadilan dan kehakiman, kebijakan moneter 
Meningkatkan Ketahanan Wilayah Melalui Estimasi Underreported Data Kejahatan Menggunakan Pendekatan Bayes Herlin Venny Johannes; Septiadi Padmadisastra; Bertho Tantular
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 23, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.29197

Abstract

ABSTRACTThis paper present a study for the number of crime that run into underreporting counts. The purpose of the analysis is to estimate parameter of the model which is the actual number of crime. The model is a mixture of the poisson and the binomial distributions developed by Winkelmann (1996). The parameters of the model are estimated by Bayesian approach and Markov Chain Monte Carlo simulation using Gibbs sampling algorithm. Determination the convergence of the algorithm using trace plot, autocorrelation plot and ergodic mean plot. In the end, estimator of the parameters of the underreported counts model are the simulation sample mean that calculated from the simulation sample of iteration after burn in period until the last iteration.ABSTRAKPenelitian ini mengkaji permodelan data tingkat kejahatan yang mengalami underreporting counts. Tujuan analisis ini adalah untuk menaksir parameter model yaitu banyaknya jumlah tindak kejahatan yang sebenarnya.  Model yang digunakan adalah hasil penggabungan antara distribusi poisson dan distribusi binomial yang dikembengkan oleh Winkelmann (1996). Penaksiran parameter model dilakukan melalui pendekatan bayes dan simulasi Markov Chain Monte Carlo menggunakan algoritma gibbs sampling. Penentuan konvergensi algoritma akan dilakukan melalui trace plot, autocorrelation plot, dan ergodic mean plot. Taksiran parameter model diperoleh dari rata-rata nilai sampel hasil simulasi yang dihitung dari iterasi setelah burn in period sampai dengan iterasi yang terakhir.

Filter by Year

1996 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 3 (2025) Vol 31, No 2 (2025) Vol 31, No 1 (2025) Vol 30, No 3 (2024) Vol 30, No 2 (2024) Vol 30, No 1 (2024) Vol 29, No 3 (2023) Vol 29, No 2 (2023) Vol 29, No 1 (2023) Vol 28, No 3 (2022) Vol 28, No 2 (2022) Vol 28, No 1 (2022) Vol 27, No 3 (2021) Vol 27, No 2 (2021) Vol 27, No 1 (2021) Vol 26, No 3 (2020) Vol 26, No 2 (2020) Vol 26, No 1 (2020) Vol 25, No 3 (2019) Vol 25, No 2 (2019) Vol 25, No 1 (2019) Vol 24, No 3 (2018) Vol 24, No 2 (2018) Vol 24, No 1 (2018) Vol 23, No 3 (2017) Vol 23, No 2 (2017) Vol 23, No 1 (2017) Vol 22, No 3 (2016) Vol 22, No 2 (2016) Vol 22, No 1 (2016) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 1 (2015) Vol 21, No 1 (2015) VOL. XXI, NO. 1 APRIL 2015 Vol 20, No 3 (2014) Vol 20, No 2 (2014) Vol 20, No 1 (2014) Vol. XX, No. 3, Desember 2014 VOL. XX, NO. 2, AGUSTUS 2014 VOL. XX, NO. 1, APRIL 2014 Vol 19, No 3 (2013) Vol 19, No 2 (2013) Vol 19, No 1 (2013) VOL. XIX, NO. 3, DESEMBER 2013 VOL. XIX, NO. 2, AGUSTUS 2013 VOL. XIX, NO. 1, APRIL 2013 Vol 17, No 3 (2012) Vol 17, No 2 (2012) Vol 17, No 1 (2012) Vol 16, No 3 (2011) Vol 16, No 2 (2011) Vol 16, No 1 (2011) Vol 15, No 3 (2010) Vol 15, No 2 (2010) Vol 15, No 1 (2010) Vol 14, No 3 (2009) Vol 14, No 2 (2009) Vol 14, No 1 (2009) Vol 13, No 3 (2008) Vol 13, No 2 (2008) Vol 13, No 1 (2008) Vol 12, No 3 (2007) Vol 12, No 2 (2007) Vol 12, No 1 (2007) Vol 11, No 3 (2006) Vol 11, No 2 (2006) Vol 11, No 1 (2006) Vol 10, No 3 (2005) Vol 10, No 2 (2005) Vol 10, No 1 (2005) Vol 9, No 3 (2004) Vol 9, No 2 (2004) Vol 9, No 1 (2004) Vol 8, No 3 (2003) Vol 8, No 2 (2003) Vol 8, No 1 (2003) Vol 7, No 3 (2002) Vol 7, No 2 (2002) Vol 7, No 1 (2002) Vol 6, No 3 (2001) Vol 6, No 2 (2001) Vol 6, No 1 (2001) Vol 5, No 3 (2000) Vol 5, No 2 (2000) Vol 5, No 1 (2000) Vol 4, No 3 (1999) Vol 4, No 2 (1999) Vol 4, No 1 (1999) Vol 3, No 3 (1998) Vol 3, No 2 (1998) Vol 3, No 1 (1998) Vol 2, No 3 (1997) Vol 2, No 2 (1997) Vol 2, No 1 (1997) Vol 1, No 1 (1996) More Issue