cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ketahanan Nasional
ISSN : 08539340     EISSN : 25279688     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 527 Documents
"Kajian Kritis Pelaksanaan Kepatutan Dan Kelayakan (Fit And Proper test Calon Panglima TNI" Aziz Ahmadi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 14, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22187

Abstract

Bagi ban gsa Indonesia, reformasi merupakan critical juncture atau peristiwa besar yang men gubah "rel" dan "arah" baru sejarah. Bersama Orde Baru, Indonesia men g- usung sistem demokrasi Pancasila dengan pilar utama militer atau TNI dengan doktrin "Dwzfungsinya", yang menjadi legitimasi pergulatan TNI dalam politik praktis atau day today politic. Selama rezim Orde Baru, budaya Dwifungsi atau "budaya militer berpolitik" telah demikian kuat men gakar. Inilah yang sejatinya merupakan institu- sionalisasi TNI "Jilid - I", yang telah berlangsung selama ham pir tiga dasawarsa. Sebelumnya, TNI disibukkan oleh "revolusi" atau perang untuk menegakkan kemerdekaan dan kemudian rnempertahankan Negara Kesatuan Republik In- donesia (NKRI) di era Orde Lama.
Pemilihan Umum Dan Pencalonan Presiden Oleh Rakyat Abdulkadir Besar
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 3, No 3 (1998)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.19193

Abstract

presidensial dengan masa jabatan- yang pasti, yaitu lima tahun (pasal 7). Presiden dan wakil presiden dipilih oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (pasal 6). Sesudah memegang jabatannya selama masa lima tahun, presiden dapat dipilih kembali (pasal 7). Presiden dapat dipecat dalam masa jabatannya oleh Sidang Istimewa MPR bila DPR dan kemudian MPR menilai presiden sungguh melanggar GBHN yang telah ditetapkan oleh MPR (Penjelasan UUD 1945) dan atau melanggar UUD 1945 (Ref sumpah jabatan presiden, pasal 9). Bila presiden mangkat, berhenti, atau tidak dapat melakukan kewajibannya, diganti oleh wakil presiden sampai habis batas waktunya (pasal 8).
Strategi Pelembagaan Nilai Pancasila Dalam Konteks Konstitusionalisme Yamin Yamin
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 17, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22677

Abstract

In this paper a strategy elaborated in the context of the institutionalization of Pancasila (five principles of state) values of constitutionalism. Instituted before the Pancasila, the concepts and precepts contained in every principle between concepts need to be identified. Institutionalization in the context of constitutionalism essentially are attribution of power to state institutions (certain) and prescription authority mandates. In addition, this paper also shows that the institutionalization of the Pancasila traces recorded in legal documents from time to time, starting time of the old order, new order era, to the contemporary era is often called the era of reform. Taking into consideration the institutionalization of the Pancasila in the context of constitutionalism in the past and its development strategy should be formulated institutionalization.
Orang Cina Di Indonesia Dan Masalah Integrasi Nasional Hari Poerwanto
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 8, No 2 (2003)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22101

Abstract

Akhir-akhir ini, berbagai konflik yang berdimensi kesuku-bangsaan merupakan fenomena umum di banyak negara, baik yang menuntut otonomi lebih luas maupun berupa gerakan kemerdekaan yang ingin memisahkan diri dari 'negara induknya' (Horowitz, 1985:3). Ada kalanya konflik tersebut bersifat latent dan eksplosif. Peristiwa runtuhnya negara Uni Soviet, konflik berkepanjangan di bekas negara Yugoslavia, pertentangan antara orang Tamil dan Sinhala di Srilangka, dan sebagainya, merupakan contoh gerakan tersebut yang sekaligus merupakan fenomena yang menandai berakhirnya abad XX, termasuk berbagai konflik kesuku-bangsaan yang terjadi di Indonesia seperti peristiwa Sampit, Ambon, Poso, termasuk 'kerusuhan anti Cina'.
Upaya Indonesia Menciptakan Ketahanan Regional: Studi Kasus Konflik Laut Cina Selatan Ichlasul Amal; Samsu Rizal Panggabean
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 2, No 2 (1997)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.19170

Abstract

Pada tahun 1996, Indonesia kembali menyelenggarakan lokakarya mengenai pengelolaan pot ensi konflik di Laut Cina Selatan. Lokakarya yang berlangsung di Batam, Riau, itu diselenggarakan Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Luar Negeri Indonesia dan merupakan yang ketujuh kalinya. Loka­karya-lokakarya sebelumnya diadakan di Balikpapan (1995), Bukittinggi (1994), Surabaya (1993), Yogyakarta (1992), Bandung (1991) dan Denpasar (1990).Tulisan ini mengkaji peran Indonesia sebagai pihak ketiga dalam konflik di Laut Cina Selatan, salah satu konflik utama yang masih berlangsung di Asia Tenggara. Konflik ini dianggap sebagai salah satu masalah keamanan terpenting di kawasan yang sangat mementingkan pembangunan dan kerjasama ekonomi. Bagi negara-negara di kawasan, konflik tersebut menimbulkan ketidakamanan karena ketidakpastian batas-batas maritim yang, jika tidak dikelola dengan tepat, dapat mengarah ke konfrontasi militer. Untuk memahami peran Indonesia sebagai pihak ketiga dalam pertikaian, tulisan ini akan mendekati persoalannya dari perspektif studi-studi mediasi.
Keamanan Nasional Dalam Perspektif Baru Wahyono Wahyono
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 5, No 1 (2000)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.23259

Abstract

Perubahan-perubahan yang terjadi di luar dan di dalam negeri dalam bidang politik, ekonomi, sosial clan budaya dalam perempat akhir abad ke-20 berdampak sangat luas pada bidang pertahanan dan keamanan. Pengertian tentang keamanan nasional yang secara tradisional hanya dipandang sebagai masalah pertahanan dan keamanan saja, sesuai dampak dari perubahan-perubahan yang terjadi, telah meluas cakupannya, baik secara vertikal maupun horisontal.Secara vertikal lingkup keamanan nasional telah melam­paui skala nasional karena dapat menyangkut keamanan internasional, di samping dalam skala domestik juga berkait dengan keamanan individu. Bahkan bobot keamanan indi­vidu dapat melampaui kepentingan negara.
Kekuatan Maritim Sebagai Salah Satu Pilihan Pembangunan Ketahanan Nasional Bangsa Slamet Soebijanto
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 9, No 2 (2004)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22150

Abstract

Istilah Kekuatan Maritim atau Maritime Power, pada dasarnya terdiri dari dua sub-sistem yang meliputi kekuatan Taut atau sea power dan kekuatan angkatan laut atau sea force, keduanya merupakan komplemen satu dengan lainnya dalam membangun kekuatan maritim. Esensi kekuatan laut bagi suatu negara adalah sejauh mana kemungkinan negara dapat menggunakan dan memanfaatkan laut secara efektif untuk kepentingan negaranya'. Hal ini mengandung penger-tian luas, termasuk di dalamnya aktivitas perdagangan, pelayaran, industri maritim dan pemanfaatan sumberdaya Taut serta potensi-potensi strategik lainnya yang dimiliki secara maksimal. Sedangkan kekuatan angkatan laut diperlu-kan untuk melindungi dan mengamanlcannya. Namun dalam prakteknya, kedua istilah tersebut sering digunakan secara bergantian untuk menjelaskan maksud yang sama, yaitu sumber daya laut dan seluruh potensi strategik yang dimiliki-nya.
MOBILITAS SOSIAL DAN BEBAN KULTURAL ; TINJAUAN ANTROPOLOGIS FENOMENA KKN DI INDONESIA Safri - Sairin
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 4, No 3 (1999)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.11996

Abstract

Tulisan ini berupaya menjelaskan latarbelakang keterpurukan bangsa dan negara kita sejak pertengahan tahun 1977 yang lalu, dari perspektif Antropologi. Telah banyak pakar yang menganalisis fenomena perubahan sosial yang terjadi secara tiba tiba itu, dengan keahlianya masing-masing, tetapi sepengetahuan saya belum banyak yang mencoba menjelaskanya dari tinjauan Antropologi secara mendalam. Analisis yang saya kemukakan ini mungkin dapat menjadi sumbangan yang berarti bagi pemahaman terhadap masalah serius yang sedang dihadapi oleh bangsa Indonesia itu, sehingga strategi dan upaya untuk menata kehidupan bangsa dalam menyambut Millenium ke-3 yang telah berdiri di beranda kehidupan kita, akan dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya.
Membangun Kekuatan Pertahanan Wahyono S K
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 13, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22178

Abstract

Pembangunan kekuatan pertahanan kita sejauh ini hanya berupa wacana yang tidak kunjung menjadi kenyataan. Banyak orang tidak memahami akan pentingnya sebuah angkatan bersenjata bagi suatu negara, tidak saja sebagai perangkat untuk melindungi keamanan bangsa, tetapi juga sebagai lambang kedaulatan negara.Sepertinya ada persepsi yang tidak beres dalam masya-rakat kita. Meskipun kita sudah merdeka lebih dari setengah abad, tetapi masyarakat masih tetap hidup dengan persepsi jaman penjajahan dulu, yaitu ada pemerintah yang menjajah dan ada masyarakat yang dijajah, serta tentara adalah kom-peni yang menindas rakyat. Oleh karena itu meskipun kita sudah mempunyai pemerintahan yang presidennya dipilih langsung, masyarakat tetap mengambil posisi melawan peme-rintah. Semua yang diperbuat pemerintah ditentang, bahkan yang baikpun dilawan sebagai kebijakan yang salah. Melawan pemerintah dianggap sebagai suatu perbuatan yang heroik.Di sinilah letaknya maka angkatan bersenjata dianggap dan diperlakukan sebagai aparat pemerintah untuk menekan dan menindas masyarakat, maka harus dikerdilkan peran-annya dalam masyarakat, meskipun yang dilakukan oleh prajurit kita di waktu damai di saat jeda latihan adalah pro-gram prajurit masuk desa atau karya bakti yang lain, yang maksudnya untuk mendayagunakan kemampuan yang berlehih untuk membantu meringankan beban masyarakat, selain untuk semakin mendekatkan prajurit kepada rakyat.
Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Dalam Sektor Pertanian Tanaman Pangan (Studi Di Kabupaten Kulon Progo, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta) Sumarta dan Edhi Martono
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 16, No 3 (2011)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.16975

Abstract

Era globalisasi yang di antaranya di tandai dengan globalisasi ekonomi, merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, di mana negara-negara di seluruh dunia menjadi suatu kekuatan pasar yang semakin terinteggrasi dengan tanpa rintangan batas teritorial Negara (Hamid:2006). Perwujudan nyata dari globalisasi ekonomi yang akan di hadapi bangsa indonesia antara lain terjadi dalam bentuk produksi , dengan sasaran agar biaya produksi menjadi lebih rendah.Pemberdayaan sumberdaya manusia menjadi suatu hal yang sangat penting untuk menyongsong era globalisasi karena sumberdaya manusia yang berkualitas dan produktif akan mampu menciptakan hasil yang baik. Menurut Hastuti (1995:15), pemberdayaan sumberdaya manusia harus dilakukan sesuai dengan kondisi masyarakat dan potensi yang dimiliki termasuk kondisi geografisdan sumber daya alamnya, baik pada tataran kelompok masyarakat, atau anggota masyarkat yang diharapkan dapat mengembangkan kelompok maupun rumahtangga, untuk dapat mengoptimalkan sumberdaya keluarga

Filter by Year

1996 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 3 (2025) Vol 31, No 2 (2025) Vol 31, No 1 (2025) Vol 30, No 3 (2024) Vol 30, No 2 (2024) Vol 30, No 1 (2024) Vol 29, No 3 (2023) Vol 29, No 2 (2023) Vol 29, No 1 (2023) Vol 28, No 3 (2022) Vol 28, No 2 (2022) Vol 28, No 1 (2022) Vol 27, No 3 (2021) Vol 27, No 2 (2021) Vol 27, No 1 (2021) Vol 26, No 3 (2020) Vol 26, No 2 (2020) Vol 26, No 1 (2020) Vol 25, No 3 (2019) Vol 25, No 2 (2019) Vol 25, No 1 (2019) Vol 24, No 3 (2018) Vol 24, No 2 (2018) Vol 24, No 1 (2018) Vol 23, No 3 (2017) Vol 23, No 2 (2017) Vol 23, No 1 (2017) Vol 22, No 3 (2016) Vol 22, No 2 (2016) Vol 22, No 1 (2016) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 1 (2015) Vol 21, No 1 (2015) VOL. XXI, NO. 1 APRIL 2015 Vol 20, No 3 (2014) Vol 20, No 2 (2014) Vol 20, No 1 (2014) Vol. XX, No. 3, Desember 2014 VOL. XX, NO. 2, AGUSTUS 2014 VOL. XX, NO. 1, APRIL 2014 Vol 19, No 3 (2013) Vol 19, No 2 (2013) Vol 19, No 1 (2013) VOL. XIX, NO. 3, DESEMBER 2013 VOL. XIX, NO. 2, AGUSTUS 2013 VOL. XIX, NO. 1, APRIL 2013 Vol 17, No 3 (2012) Vol 17, No 2 (2012) Vol 17, No 1 (2012) Vol 16, No 3 (2011) Vol 16, No 2 (2011) Vol 16, No 1 (2011) Vol 15, No 3 (2010) Vol 15, No 2 (2010) Vol 15, No 1 (2010) Vol 14, No 3 (2009) Vol 14, No 2 (2009) Vol 14, No 1 (2009) Vol 13, No 3 (2008) Vol 13, No 2 (2008) Vol 13, No 1 (2008) Vol 12, No 3 (2007) Vol 12, No 2 (2007) Vol 12, No 1 (2007) Vol 11, No 3 (2006) Vol 11, No 2 (2006) Vol 11, No 1 (2006) Vol 10, No 3 (2005) Vol 10, No 2 (2005) Vol 10, No 1 (2005) Vol 9, No 3 (2004) Vol 9, No 2 (2004) Vol 9, No 1 (2004) Vol 8, No 3 (2003) Vol 8, No 2 (2003) Vol 8, No 1 (2003) Vol 7, No 3 (2002) Vol 7, No 2 (2002) Vol 7, No 1 (2002) Vol 6, No 3 (2001) Vol 6, No 2 (2001) Vol 6, No 1 (2001) Vol 5, No 3 (2000) Vol 5, No 2 (2000) Vol 5, No 1 (2000) Vol 4, No 3 (1999) Vol 4, No 2 (1999) Vol 4, No 1 (1999) Vol 3, No 3 (1998) Vol 3, No 2 (1998) Vol 3, No 1 (1998) Vol 2, No 3 (1997) Vol 2, No 2 (1997) Vol 2, No 1 (1997) Vol 1, No 1 (1996) More Issue