cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ketahanan Nasional
ISSN : 08539340     EISSN : 25279688     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 527 Documents
Perspektif Hak Asasi Manusia Terhadap Empat Persyaratan Yuridis Eksistensi Masyarakat Hukum Adat Saafroedin Bahar
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 10, No 3 (2005)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22159

Abstract

Hak asasi manusia tidaklah dapat tegak dengan sendiri-nya. Tegak tidaknya hak asasi manusia - termasuk hak asasi masyarakat hukum adat - akan selalu terkait dengan peran dan kualitas kehidupan kenegaraan. Argumen paling jernih, paling lugas, dan paling tegas ten tang perlunya negara-negara menjamin hak asasi manusia terdapat dalam Preambul Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia bertang-gal 10 Desember 1948. Dalam alinea ketiga preambul tersebut tercantum kalimat penting ini: " Whereas it is issential, if man is not to be compelled to have recourse, as a last resort, to rebellion against tyranny and oppres-sion, that human rights should be protected by the rule of law". Artinya: "Bahwa jika kita tidak ingin orang terpaksa untuk memberontak sebagai upaya terakhir untuk menentang tirani dan penindasan, sungguh teramat penting untuk menjamin hak asasi manusia melalui tegaknya hukum."
Penguatan Civic Literacy Dalam Pembentukan Warga Negara Yang Baik (Good Citizen) Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Pribadi Warga Negara Muda (Studi Tentang Peran Pemuda HMP PPKn Demokratia pada Dusun Binaan Mutiara Ilmu di Jebres, Surakarta, Jawa Tengah) Raharjo Raharjo; Armaidy Armawi; Djoko Soerjo
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 23, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.26457

Abstract

ABSTRACTNowadays, the problems that arise are related to diversity, unity, the spread of hoaxes that trigger conflict in society. The rise of the ideals that contradict with Pancasila and individualism attitude of young generation caused by the development of information technology increasingly visible in society. The younger generation is increasingly plunged into conflicts, drugs, promiscuity, and loss of concern for the nation's problems. This study aims to examine the process of strengthening civic literacy to established of good citizens as an alternative solution to the growing youth issues in society and its implications for the personal resilience of young citizens.The results showed that the process of strengthening civic literacy was done by socialization and civic literacy competition conducted by youth HMP PPKn Demokratia at Dusun Binaan Mutiara Ilmu, Jebres, Surakarta. Strengthening civic literacy has implications for the personal resilience of young citizens. In youth, these implications are thought patterns and behavior patterns that are demonstrated by the desire and continue to strive and practice the materials they convey during socialization in everyday life, and supported by high data rate percentage questionnaire implications on personal resilience of youth (tentor) With an average of 92% and for students 95%. The strengthening of civic literacy basically aims to form a good citizen (good citizen) in order to run the life of society, nation and the country.  ABSTRAKDewasa ini, permasalahan-permasalahan yang muncul terkait dengan kebhinekaan, persatuan, persebaran berita-berita tidak benar (hoax) yang memicu munculnya konflik di tengah masyarakat. Berkembangnya paham-paham yang berlawanan dengan Pancasila dan sikap individualisme generasi muda yang disebabkan oleh perkembangan teknologi informasi semakin terlihat di tengah masyarakat. Generasi muda semakin terjerumus dalam konflik, narkoba, pergaulan bebas, dan hilangnya kepedulian terhadap persoalan bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses penguatan civic literacy dalam pembentukan warga negara yang baik sebagai salah satu alternatif solusi permasalahan-permasalahan kepemudaan yang semakin berkembang di masyarakat dan implikasinya terhadap ketahanan pribadi warga negara muda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penguatan civic literacy dilakukan dengan cara sosialisasi dan lomba civic literacy yang dilakukan oleh pemuda HMP PPKn Demokratia di Dusun Binaan Mutiara Ilmu, Jebres, Surakarta. Penguatan civic literacy berimplikasi pada ketahanan pribadi warga negara muda. Pada pemuda, implikasi tersebut berupa pola pikir dan pola perilaku yang ditunjukkan dengan adanya keinginan dan terus berusaha untuk mempraktikkan materi-materi yang mereka sampaikan saat sosialisasi pada kehidupan sehari-hari, dan didukung dengan data tingginya tingkat persentase kuesioner implikasi terhadap ketahanan pribadi pemuda (tentor) dengan rata-rata sebesar 92% dan bagi murid 95%. Adapun penguatan civic literacy pada dasarnya bertujuan untuk membentuk warga negara yang baik (good citizen) dalam rangka menjalankan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan benegara.
Konsep Dan Sistem Keamanan Nasional Indonesia Bambang Darmono
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 15, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22307

Abstract

Keamanan Nasional (Kamnas) dapat dimaknai baik seba­gai, kondisi maupun sebagai fungsi. Sebagai fungsi, Ke­amanan Nasional akan memproduksi dan menciptakan rasa aman dalam pengertian luas, yang di dalamnya tercakup rasa nyaman, damai, tenteram dan tertib. Kondisi keamanan semacam ini merupakan kebutuhan dasar umat manusia disamping kesejahteraan. Pemahaman terhadap makna dan substansi yang terkandung di dalamnya akan bervariasi tergantung kepada tata nilai, persepsi dan kepentingan.Reformasi sektor keamanan di Indonesia masih terus berlangsung, akan tetapi dinamika lapangan masih mengindikasikan belum terwujudnya kesepahaman bersama terhadap substansi Kamnas. Maka tidaklah mengherankan apabila draft RUU Kamnas yang disiapkan pemerintah masih menemui ban yak kendala dan hambatan. Penye­babnya antara lain dikarenakan para pihak terkait masih mempunyai persepsi yang berbeda tentang pengembangan konsep dan sistem Kamnas Indonesia yang mampu menampung kepentingan bangsa Indonesia
Perkembangan Asia Timur Penuh Tantangan Bagi Indonesia Sayidiman Suryohadiprojo
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 15, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22341

Abstract

Selama satu minggu saya sem­pat berada di China bagian Se­latan, khususnya di kota-kota Macau, Shenzhen dan Hong­kong. Ini bagi saya bukan kun­jungan pertama ke kota-kota itu. Yang bagi saya amat menimbul­kan kesan yang kuat adalah apa yang saya lihat di Shenzhen. Macau dari dulu adalah kota judi yang dikuasai Portugal, se­dangkan Hongkong kota dagang yang dikuasai Inggris, sebelum kembali bergabung dengan Chi­na. Dua kota itu tetap menunjuk­kan kegiatan yang dikenal sebe­lumnya, hanya sekarang sudah kembali dalam kekuasaan China. Sekalipun masih dalam status one nation two systems, yaitu secara kedaulatan masuk negara Re­publik Rakyat China, tetapi ma­sih melanjutkan system pemerin­tahan yang mereka alami dalam kekuasaan penjajah Inggris dan Portugal. Satu saat tentu juga ini berakhir dan Hongkong serta
Sistem Perwakilan Yang Sesuai Dengan Kepentingan Tetap Tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia Dan Tercapainya Cita-Cita Membangun Negara Kebangsaan Indonesia H Soedijarto
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 7, No 1 (2002)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22065

Abstract

Tidak semua orang menyadari bahwa Sidang Tahunan 2001 yang berakhir tanggal 9 November 2001mempunyai makna tersendiri dalam perjalanan sejarah ketatanegaraan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan UUD 1945.Tidak lain karena Sidang Tahunan tersebut oleh sementara pihak dipandang sebagai monumen kegagalan MPR RI dalam melaksanakan fungsinya melakukan amandemen UUD 1945, yaitu tidak berhasil mengubah pasal 2 ayat (1) tentang struktur MPR,tetapi sebaliknya ada pihak lain, yang memandang bahwa tidak diubahnya pasal 2 ayat (1) tentang MPR RI melalui prosedur pemungutan suara sebagai suatu kearifan MPR yang pantas dicatat dalam sejarah menyelamatkan sistem ketatanegaraan yang khas Indonesia yang telah diletakkan oleh para pendiri republik
Pemberantasan Korupsi Di Indonesia Budi Santoso
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 10, No 2 (2005)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22958

Abstract

Kita semua sebagai warga negara Indonesia yang baik (good citizenship) pasti sepakat, jika korupsi diposisikan sebagai kejahatan besar dan merupakan,biang keladi yang sangat penting bagi keruntuhan negara dan kejayaan bangsa. Kita sangat sedih, bila dikatakan bahwa korupsi sudah membudaya, meluas dari tingkat pusat sampai ke daerah, dari strata atas sampai strata bawl', Bukan hanya di kalangan pemerintahan saja, tetapi juga di kalangan swasta dengan jaringan yang luas. Indonesia digolongkan oleh lembaga Transparancy International termasuk negara yang terkorup di dunia.Berlarut-larutnya tindakan mencegah dan nzemberantas korupsi, mengakibatkan ban yak orang yang rnenganggap bahwa tindakan korupsi merupakan hal yang wajar baik oleh pelaku korupsi maupun orang lain, Leman, saudara tetangga dan masyarakat pada umumnya. Demikianlah kenyataan­nya. Pegawai negeri dengan gaji dua juta rupiah sebulan memiliki dua rumah, dua sedan baru, dua isteri, dapat berwisata keluar negeri dan lain-lainnya, dianggap biasa saja oleh lingkungan sekitarnya. Karyawan dengan gaji dua setengah juta rupiah sebulan, tetapi punya "sambilan" dari jabatannya sebesar Rp. 15 juta, juga dianggap biasa.
Kemampuan Menghadapi Tantangan Sayidiman Suryohadiprojo
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 11, No 3 (2006)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22112

Abstract

Tidak ada bangsa yang tidak menghadapi ancaman dan tantangan. Semakin besar peran bangsa itu dalam percaturan internasional, semakin ban yak ancaman dan tantangan yang harus dihadapi, terlebih lagi dalam era globalisasi dewasa ini.Indonesia sebagai bangsa yang dikaruniai faktor-faktor obyektif untuk memungkinkannya berperan besar dalam percaturan in ternasional pun menghadapi berhagai ancaman dan tantangan. Kemampuan kita menghadapi dan mengatasi semua ancaman dan tan tangan secara efektif akan menentu-kan keadaan dan masa depan bangsa kita serta hubungannya dengan bangsa lain di dunia.Karena luasnya masalah ancaman dan tantangan yang dihadapi Indonesia, nzaka tulisan ini menitikberatkan pada masalah tantangan yang dihadapi bangsa.
INDONESIA DI TENGAH-TENGAH PUSARAN GLOBAL;ANALISIS SALING KETERGANTUNGAN ANTARA BANGSA a. Hasnan - Habib
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 3, No 1 (1998)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.11671

Abstract

Pusaran global yang sedang terjadi - seperti di sungai besar atau di udara- ditimbulkan oleh benturan dua arus yang berlawanan atau terhambat oleh halangan yang cukup kuat untuk menimbulkan arus balik. Arus pertama digerakkan okeh kekuatan teknologi atau pasar bebas menuju ke satu dunia"tanpa batas", dunia yang terintegrasi dan interdependen, di mana bangsa-bangsa saling berhubungan dan berinteraksi secara horizontal dan vertikal meliputi semua faset kehidupan, trmasuk budaya, seni, ekonomi, politik, teknologi dan lingkungan. Arus ini adalah proses globalisasi. Arus kedua bertolak belakang dengan arus pertama, yang justru mendorong terjadinya fragmentasi dunia dengan kepingan-kepinganya dirupakan oleh ratusan negara kecil yang mungkin akan menjadi sistem internasional lebih anarkik dari pada masa-masa sebelumnya.
Optimalisasi Peran Rimbawan Muda Dalam Pengelolaan Taman Nasional Gunung Ciremai Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Wilayah (Studi di Balai Taman Nasional Gunung Ciremai Kuningan, Jawa Barat) Nurhalida Yogaswara; Edhi Martono; Djaka Marwasta
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 23, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.18844

Abstract

ABSTRACT This research examined the optimization of the role of young foresters in the management of Ciremai Mountain National Park (TNGC) and its implications for regional resilience (Studies in the National Park of Mount Ciremai Kuningan, West Java). The purpose of this research aimed to analyzed the optimization of the role of the young foresters in the management of TNGC, as well as to analyzed the implications of optimization the role of a young forester resilience in the region surrounding villages and areas along TNGC itself.Descriptive qualitative had been used and the data was collected based on in-depth interviews with research participants and deeper observation in the field. And also the data relied thoroughly on published data and academic journals or papers and also documentation. Data analysis techniques in this study, namely: 1) data reduction, presentation of data, Interpretation, and withdrawal conclusion.The results showed that linked to optimization of the role of young foresters in conservation management efforts TNGC still seemed to clashed with the economic needs of society that had not been completely fulfilled by switching professions to became the organizer and environmental services since Mount Ciremai in charge as a National Park. Related to optimized the role of a young forester implications for the resilience of the region there was still an imbalance in the respective aspects such as ecological, economic, social and cultural rights of rural areas around the region and from the region TNGC itself.ABSTRAKPenelitian ini mengkaji tentang optimalisasi peran rimbawan muda dalam pengelolaan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) dan implikasinya terhadap ketahanan wilayah (Studi di Balai Taman Nasional Gunung Ciremai Kuningan Jawa Barat). Adapun tujuan dalam penelitian yaitu untuk menganalisis optimalisasi peran rimbawan muda dalam pengelolaan TNGC, serta untuk menganalisis implikasi optimalisasi peran rimbawan muda terhadap ketahanan wilayah di desa sekitar TNGC dan wilayah kawasan TNGC itu sendiri. Metode yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, dengan observasi lapangan, jurnal akademik dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini, adalah reduksi data, penyajian data, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terkait optimalisasi peran rimbawan muda dalam upaya pengelolaan kawasan konservasi TNGC tampaknya masih berbenturan dengan kebutuhan ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya tercukupi dengan beralih profesi menjadi pengelola wisata dan jasa lingkungan sejak Gunung Ciremai di tetapkan sebagai Taman Nasional. Terkait dengan implikasi optimalisasi peran rimbawan muda terhadap ketahanan wilayah, masih terdapat ketidakseimbangan di berbagai aspek seperti hak-hak masyarakat sekitar atas ekologi, ekonomi, sosial dan budaya di sekitar wilayah dan dari wilayah TNGC sendiri.
Peran Pemuda Dalam Pendampingan Mahasiswa Difabel Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Pribadi Pemuda (Studi di Pusat Layanan Difabel (PLD) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) Abd Mu'id Aris Shofa; Bagus Riyono; Sri Rum Giyarsih
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 22, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.12012

Abstract

ABSTRACTThe researched aims to determined how the role of youth, and the implications for personal resilience in assisting students with disabilities at the Center For Disability Service (PLD) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.The method that was used by the researcher in this study was descriptive qualitative method. Data collection techniques used three techniques, namely in-depth interviews, observation and documentation. The sampling technique used purposive sampling, so that researcher got the data from key informants. The procedure of data analysis techniques in this research, namely 1) the reduction of data, 2) data display, 3)conclusions. The object of this research was the youth who becomes a companion for students with disabilities at the Center For Disability Service (PLD) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.From this research it can be noted, the role of youth in mentoring students with disabilities in the PLD UIN Sunan Kalijaga had a positive impact on the personal resilience of youth. This was shown by the increasing of self-confidence attitude , adhering to the principle, had a sense of responsibility, crave togetherness, and a creative spirit.ABSTRAK             Pemuda menjadi aset bangsa yang sangat penting bagi kelanjutan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, kemajuan suatu bangsa bisa dilihat dari kualitas pemudanya baik secara intelektualitasnya ataupun karakter pribadinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran pemuda dan implikasi terhadap ketahanan pribadi pemuda dalam pendampingan mahasiswa difabel di Pusat Layanan Difabel (PLD) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Metode yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan tiga teknik, yaitu wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Prosedur teknik analisis data dalam  penelitian ini,  yaitu 1) reduksi data, 2) display data, 3) mengambil kesimpulan. Objek dalam penelitian ini adalah para pemuda yang menjadi pendamping bagi mahasiswa difabel di Pusat Layanan Difabel (PLD) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.Dari penelitian ini diketahui, peran pemuda dalam pendampingan mahasiswa difabel di PLD UIN Sunan Kalijaga mempunyai dampak positif terhadap ketahanan pribadi pemuda. Hal ini ditunjukkan dengan adanya sikap rasa percaya diri yang bertambah, berpegang pada prinsip, memiliki rasa tanggung jawab, memiliki jiwa kreatif dan mendambakan kebersamaan. Dalam upaya untuk meningkatkan ketahanan pribadi pemuda yang tangguh dan baik maka program pendampingan terhadap mahasiswa difabel bisa digunakan sebagai salah satu metode atau cara untuk meningkatkan ketahanan pribadi 

Filter by Year

1996 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 3 (2025) Vol 31, No 2 (2025) Vol 31, No 1 (2025) Vol 30, No 3 (2024) Vol 30, No 2 (2024) Vol 30, No 1 (2024) Vol 29, No 3 (2023) Vol 29, No 2 (2023) Vol 29, No 1 (2023) Vol 28, No 3 (2022) Vol 28, No 2 (2022) Vol 28, No 1 (2022) Vol 27, No 3 (2021) Vol 27, No 2 (2021) Vol 27, No 1 (2021) Vol 26, No 3 (2020) Vol 26, No 2 (2020) Vol 26, No 1 (2020) Vol 25, No 3 (2019) Vol 25, No 2 (2019) Vol 25, No 1 (2019) Vol 24, No 3 (2018) Vol 24, No 2 (2018) Vol 24, No 1 (2018) Vol 23, No 3 (2017) Vol 23, No 2 (2017) Vol 23, No 1 (2017) Vol 22, No 3 (2016) Vol 22, No 2 (2016) Vol 22, No 1 (2016) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 1 (2015) Vol 21, No 1 (2015) VOL. XXI, NO. 1 APRIL 2015 Vol 20, No 3 (2014) Vol 20, No 2 (2014) Vol 20, No 1 (2014) Vol. XX, No. 3, Desember 2014 VOL. XX, NO. 2, AGUSTUS 2014 VOL. XX, NO. 1, APRIL 2014 Vol 19, No 3 (2013) Vol 19, No 2 (2013) Vol 19, No 1 (2013) VOL. XIX, NO. 3, DESEMBER 2013 VOL. XIX, NO. 2, AGUSTUS 2013 VOL. XIX, NO. 1, APRIL 2013 Vol 17, No 3 (2012) Vol 17, No 2 (2012) Vol 17, No 1 (2012) Vol 16, No 3 (2011) Vol 16, No 2 (2011) Vol 16, No 1 (2011) Vol 15, No 3 (2010) Vol 15, No 2 (2010) Vol 15, No 1 (2010) Vol 14, No 3 (2009) Vol 14, No 2 (2009) Vol 14, No 1 (2009) Vol 13, No 3 (2008) Vol 13, No 2 (2008) Vol 13, No 1 (2008) Vol 12, No 3 (2007) Vol 12, No 2 (2007) Vol 12, No 1 (2007) Vol 11, No 3 (2006) Vol 11, No 2 (2006) Vol 11, No 1 (2006) Vol 10, No 3 (2005) Vol 10, No 2 (2005) Vol 10, No 1 (2005) Vol 9, No 3 (2004) Vol 9, No 2 (2004) Vol 9, No 1 (2004) Vol 8, No 3 (2003) Vol 8, No 2 (2003) Vol 8, No 1 (2003) Vol 7, No 3 (2002) Vol 7, No 2 (2002) Vol 7, No 1 (2002) Vol 6, No 3 (2001) Vol 6, No 2 (2001) Vol 6, No 1 (2001) Vol 5, No 3 (2000) Vol 5, No 2 (2000) Vol 5, No 1 (2000) Vol 4, No 3 (1999) Vol 4, No 2 (1999) Vol 4, No 1 (1999) Vol 3, No 3 (1998) Vol 3, No 2 (1998) Vol 3, No 1 (1998) Vol 2, No 3 (1997) Vol 2, No 2 (1997) Vol 2, No 1 (1997) Vol 1, No 1 (1996) More Issue