cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ketahanan Nasional
ISSN : 08539340     EISSN : 25279688     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 527 Documents
Perkembangan Kebudayaan Dan Implikasinya Terhadap Perubahan Sosial Di Indonesia Kodiran Kodiran
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 5, No 2 (2000)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.23267

Abstract

Tulisan ini merupakan sebuah ikhtisar yang secara ringkas menguraikan simpul-simpul dari konsep-konsep teoritik tentang mekanisme dinamika kebudayaan, yaitu inovasi, difusi, akulturasi, dan asimilasi, serta mengilustrasi­kan beberapa peristiwa utama mengenai perkembangan dan perubahan sosial di dalam kehidupan masyarakat, khususnya yang ditimbulkan oleh adanya proses-proses mekanisme dinamika kebuda-yaan tersebut.
Terorisme Di Laut: Aspek Politik Internasional - Regional Dan Dalam Negeri Hasjim Djalal
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 9, No 1 (2004)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22145

Abstract

Maritime Terrorism (MT) adalah salah satu dari 8 trans-national crimes yang sudah mendapat perhatian ASEAN. Kedelapan trans-national crimes tersebut adalah: terrorism, illicit drug trafficking, arms smuggling, sea piracy, money laundering, trafficking in persons, cyber crimes, dan international economic crimes. Di samping itu, ARF (ASEAN Regional Forum), CSCAP (Council for Security Cooperation in Asia Pacific), dan APEC (Asia Pacific Economic Cooperation) juga sudah menunjukkan perhatian yang cukup besar untuk menanggulangi bahaya baru dalam hubungan internasional ini. APEC misalnya merasa bahwa maritime terrorism dapat mengganggu keselamatan pelayaran, perkapalan serta pelabuhan, dan karena itu dapat mengganggu pertumbuhan ekonomi dan perdagangan, serta kestabilan di dunia, khususnya di kawasan Asia Pasifik. Demikian pula halnya dengan organisasi-organisasi internasional, khususnya IMO dan ICAO juga sudah memberi perhatian untuk menanggulangi, masalah ini, khususnya melalui perumusan berbagai Kon-vensi Internasional ten tang keselamatan pelayaran, pener-bangan, dan kehidupan di laut, yang sebagian telah diterima/ diratifikasi oleh Indonesia.
AMBIGUS DEMOKRASI; ANTARA OTORITER DAN ANARKISME Helmizan - Za
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 5, No 3 (2000)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.11774

Abstract

Pada zaman Plato dan Aristoteles, demokrasi merupakan salah satu bentuk/sistem kenegaraan di samping aristokrasi, oligarki, timokrasi, dan tyrani. Ketika itu, aristokrasi dipandang sebagai sistem yang terbaik dan tryani sebagai yang terburuk. Sebaliknya, saat ini demokrasi merupakan pilihan yang terbaik di antara berbagai sistem kenegaraan lain yang cenderung bersifat otoriter sebagaimana sistem tyrani pada zaman Plato. Sejak Monteaquieu meletakkan dasar penataan kekuasaan negara hingga era Bill Clinton yang berupaya menumbuhkan semangat demokrasi guna menghambat sifat yang otoriter/diktator, secara praksis demokrasi tidak pernah lepas dari sifat otorisme, penguasa, dan sebaliknya melahirkan kebebasan penuh bagi rakyat yang cenderung anarkis. Inilah yang disebut ambiguitas. Ambiguitas demokrasi dapat bersekutu dengan otoriter  serta anarkis, meskipun secara teoritis demokrasi adalah lawan dari otoriter dan anarkis. Akibatnya, negara sekaligus sebagai sebagai alat pengganti senjata (gun) untuk penaklukan negara lain. Secara teoritis, demokrasi itu baik, namun dalam praktek tetap ambiguis. Karena itu, ke depan harus dibangun demokrasi yang berjalan diatas rel konstitusi dengan jiwa kebangsaaan yang tinggi.
Inovasi Pemuda Dalam Mendukung Ketahanan Ekonomi Keluarga (Studi Kasus Pada Kampung Warna-Warni Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang) Prisca Kiki Wulandari
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 23, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.28829

Abstract

ABSTRACTThis study aims to (1) analyze the youth innovation of Muhammadiyah  University of Malang student named Guys Pro in changing the slump area of RW 2 Jodipan Village; (2) analyze the youth innovation product that is vivid village of Jodipan in supporting the family economic security. This study used qualitative approach with descriptive data display. This study was discussed by Habermas’ theory of communicative action and theory of family security. This study showed that the innovation of Guys Pro have changed the image of slump in Jodipan village and replace the face of village to be vivid village. The vivid village became a pilot project of tourism village in Malang. Promotion was given continually by the online and offline media which was attracting the visitor interest to come. Their visits contribute various opportunities for people to serve the needs of visitiors. Recently, they become the home entrepreneurs. In addition the mothers (ibu-ibu) PKK also participate in managing the vivid village. The image changing as a tourism village in Malang support the economic welfare of family for people of RW 2, Jodipan.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis inovasi pemuda mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang yang tergabung kelompok Guys Pro dalam merubah image kumuh RW 02 Kelurahan Jodipan; (2) menganalisis produk inovasi pemuda yakni Kampung Warna Warni Jodipan (KWJ) dalam mendukung ketahanan ekonomi keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pemaparan data secara deskriptif. Pembahasan dalam penelitian ini dianalisis menggunakan teori tindakan komunikatif Jurgen Habermas dan teori ketahanan keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi Guys Pro merubah image kumuh di RW 02 Kelurahan Jodipan dengan menciptakan Kampung Warna-Warni. Kampung Warna-Warni Jodipan menjadi pilot project kampung wisata di Kota Malang. Promosi yang dilakukan secara terus-menerus melalui online dan offline menarik minat pengunjung untuk mengunjungi KWJ. Kunjungan wisatawan memberikan peluang bagi masyarakat untuk menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh pengunjung. Saat ini sebagian besar masyarakat Jodipan berwirausaha di rumah masing-masing. Selain itu, ibu-ibu PKK di RW 02 Kelurahan Jodipan berpartisipasi dalam memanajemen wisata KWJ. Perubahan image KWJ sebagai kampung wisata di Kota Malang mendukung kesejahteraan ekonomi keluarga bagi warga RW 02 Kelurahan Jodipan.
Menelusuri Semangat Nasionalisme Di Tiongkok Saryani Saryani
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 13, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22168

Abstract

Tulisan ini men guak tentang penzikiran dart tokoh besar yaitu Dr. Sun Yat Sen seorang filsuf dari negen Tiongkok. Gagasan dan ide pemikiran beliau , mengenaz Tiongkok men galami perkembangan, baik dari segi ekonomi, pemba- ngunan, daya kreatif masyarakat akan berdemokrasi, nasionalisme dan politik yang luar biasa, yang pada akhirrtya men gantarkan negeri Tiongkok menjadi Republik Tiongkok (China). Sampai sekarang Dr. Sun Yat Sen dianggap sebagai bapak pendiri Republik China, karena beliau memiliki sejarah yang membanggakan dalam men gantar masyarakat China terangkat harkat dan martabatnya.
Dinamika Aktualisasi Diri Pemuda Rantau Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Pribadi (Studi Pada Mahasiswa Rantau Asal Sumatera Barat Di Asrama Putri Bundo Kanduang Daerah Istimewa Yogyakarta) Irwan Hamdi; Muhammad Supraja; Ahmad Zubaidi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 22, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.16353

Abstract

ABSTRACTThis research examined the dynamics of self-development college student migrant and its implication towards personal resilience. Particularly this research aimed to knew about the process of self-development including many factors that supported college students from Minangkabau who continued study in Yogyakarta and stayed at Bundo Kanduang Dormitory. Then, the kind of dynamics self-development would implicate of personal reselience.Qualitative approaches had been used which emphasized on phenomena and social relations context. So there were two kinds of data resources in this paper: primary and secondary data. The primary data was collected based on in-depth interviews with research participants and deeper observation in the field. Meanwhile, secondary data relied thoroughly on published data and academic journals or papers and also documentation. Due to analyze data were used Self-Development Theory that beginning with fullfilled basic of needs. This study indicated that college students had fullfilled their basic of needs as long as they studied in Yogyakarta. So that, the self-development process were being well. Although some obstacles occured in small scale. The form of self-development which showed traditional art, established or joint activities, cultural mixing, etc. The process of self-development sustainly had implicated to personal resilience of student. These implications were explained through some values of personal resilience. ABSTRAKPenelitian ini menganalisis dinamika aktualisasi diri mahasiswa yang tinggal di perantauan dan implikasinya terhadap ketahanan pribadi. Secara spesifik penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pengembangan diri mahasiswa beserta faktor-faktor yang dapat mendukung dan menjadi kendala bagi mahasiswa asal Sumatera Barat/Minangkabau yang sedang melanjutkan studi di beberapa perguruan tinggi di Yogyakarta dan tinggal di Asrama Putri Bundo Kanduang. Kemudian dari proses aktualisasi diri tersebut akan berimplikasi terhadap ketahanan pribadi mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang diolah berdasarkan pada pengamatan terhadap fenomena dan gejala sosial. Oleh karena itu sumber data penelitian ini dibagi atas sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer terdiri atas wawancara mendalam terhadap informan dan observasi/pengamatan langsung di lapangan. Sementara sumber data sekunder berasal dari studi literatur dan dokumentasi. Dalam menganalisis data, penelitian ini menggunakan teori aktualisasi diri yang didahului dengan pemenuhan kebutuhan dasar dalam hidup di rantau. Hasil penelitian ini menunjukkan para mahasiswa telah mampu memenuhi kebutuhan dasar kehidupan saat menimba ilmu di Yogyakarta. Sehingga proses aktualisasi diri berjalan dengan baik. Meskipun demikian terdapat beberapa faktor yang menghambat proses aktualisasi diri tersebut meski dalam skala yang sangat kecil. Bentuk aktualisasi diri mereka misalnya pelestarian kesenian daerah, membuat kegiatan bersama, pembauran kebudayaan, dan lain- lain. Proses aktualisasi diri yang terus menerus dikembangkan oleh mahasiswa selama menjalani proses pendidikan telah berimplikasi terhadap ketahanan pribadi. Implikasi terhadap ketahanan pribadi mahasiswa dijelaskan dalam bentuk nilai-nilai ketahanan pribadi. 
Geopolitik Dan Geostrategi Dalam Mewujudkan Integritas Negara Kesatuan Republik Indonesia Ermaya Suradinata
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 6, No 2 (2001)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22056

Abstract

Setiap bangsa dalam rangka mempertahankan eksis-tensinya dan untuk mewujudkan cita-cita dan tujuan nasionalnya perlu memiliki pemahaman geopolitik (Rudolf Kjellen, 1864-1922) dan geostrategi. Geopolitik adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara faktor-faktor geografi, strategi dan politik suatu negara sedangkan untuk imple-mentasinya diperlukan suatu strategi yang bersifat nasional. Geopolitik Indonesia diterjemahkan dengan istilah Wawasan Nusantara sedangkan dalam implementasinya telah disusun suatu pemahaman yang disebut dengan Ketahanan Nasional yaitu dari rumusan geostrategi.
Strategi Pengembangan Wirausaha Pemuda Dalam Mewujudkan Wirausahawan Mandiri Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Ekonomi Keluarga (Studi pada Koperasi Sumekar di Kampung Sanggrahan Pathuk Kecamatan Ngampilan Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta) Lusmino - Basia; John Suprihanto; Armaidy Armawi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 22, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.10226

Abstract

ABSTRACTEfforts to developed the young entrepreneurs was part of the national policy of youth development. This study aimed to analyzed the development strategy of entrepreneurial youth in realizing the independent entrepreneur in Sanggrahan Village Pathuk District of Ngampilan Yogyakarta, then to analyzed aspects of the constraints that occured during the running of entrepreneurship, the latter to analyzed the economic resilience of family entrepreneurs, in Sanggrahan Village Pathuk District of Ngampilan Yogyakarta.The method used was merging the descriptive method of qualitative and quantitative methods deskrftif, using structured interviews, questionnaires and literature. Youth development strategy to measured efforts in realizing the independent entrepreneur used seven indicators, in addition to measuring the economic resilience of the families of the young entrepreneurs in Sanggrahan Village Pathuk District of Ngampilan Yogyakarta where two indicators, was used namely income entrepreneurs with minimum wage standards and the family needs of Yogyakarta.Results of this study showed from 7 indicators of entrepreneurial development strategy in realizing the independent entrepreneur there were three (3) indicators which had not been effectively implemented by the youth, namely leadership, marketing and business legality. These were caused by a lack of resources and capital owned in an effort to developed  product marketing and business legality, Indicator development strategy in realizing the independent entrepreneur in the form of motivation and creativity had been done well by the youth, but in terms of competition and market changes still encountered obstacles in the form product pricing efforts that did not refer to the policies set prices government in the form of changes in market prices the increase in fuel prices and electricity tariffs that would be a hindrance youth in becoming independent entrepreneur. From the total number of 36 (thirty six), young entrepreneurs family economic security aspects of revenue was earned by 67 percent and from the aspect of needs was obtained by 66.7 percent. The percentage thus showed that the economic resilience of the families their of the young entrepreneurs in Sanggrahan Village could not considered poor because earn above UMK average to met their primary, secondary, and tertiary  needs. It was clearly a portrait of that strategy for achieving self employment had little impact on the economic resilience of the family but it had implications for the business development of the youth because they had not fully implement the strategy in realizing the independent entrepreneur. ABSTRAKUpaya mewujudkan wirausahawan muda merupakan bagian dari kebijakan nasional pembangunan kepemudaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan wirausaha pemuda dalam mewujudkan wirausahawan mandiri di Kampung Sanggrahan Pathuk Kecamatan Ngampilan Yogyakarta, kemudian untuk menganalisis aspek kendala-kendala yang terjadi selama menjalankan wirausaha, yang terakhir untuk menganalisis ketahanan ekonomi keluarga para wirausaha, di Kampung Sanggrahan Pathuk Kecamatan Ngampilan Yogyakarta.Metode yang digunakan yakni metode penggabungan antara metode deskriptif kualitatif dan metode deskiptif kuantitatif, dengan menggunakan wawancara terstruktur, kuesioner, studi pustaka observasi dan dokumentasi. Untuk mengukur strategi pemuda mengembangkan usaha dalam mewujudkan wirausahawan mandiri digunakan 7 indikator, selain itu guna mengukur ketahanan ekonomi keluarga para wirausahawan muda di Kampung Sanggrahan Pathuk Kecamatan Ngampilan Yogyakarta digunakan 2 indikator yakni, 1) pendapatan para wirausaha dengan standar upah minimum Kota Yogyakarta, dan 2) kebutuhan-kebutuhan keluarga.Hasil penelitian ini menunjukkan dari 7 indikator strategi pengembangan wirausaha dalam mewujudkan wirausahawan mandiri terdapat 3 (tiga) indikator yang belum dilaksanakan secara efektif oleh para pemuda yaitu kepemimpinan, pemasaran dan legalitas usaha. Hal ini disebabkan oleh kurangnya sumberdaya serta modal yang dimiliki dalam usaha mengembangkan  pemasaran produk serta legalitas usaha, indikator strategi pengembangan dalam mewujudkan wirausahawan mandiri berupa motivasi dan kreativitas telah mampu dilakukan baik oleh para pemuda, namun dari segi persaingan usaha dan perubahan pasar masih menemui hambatan berupa penetapan harga produk usaha yang mengacu pada kebijakan harga yang telah ditetapkan pemerintah berupa perubahan harga pasar kenaikan harga bahan bakar minyak dan tarif dasar listrik yang justru menjadi hambatan pemuda dalam mewujudkan wirausahawan mandiri. Dari total wirausahawan muda sejumlah 36 (tiga puluh enam) orang, ketahanan ekonomi keluarga  dari aspek pendapatan didapatkan sebesar 67 persen dan dari aspek kebutuhan didapatkan sebesar 66,7 persen. Persentase demikian menunjukkan bahwa ketahanan ekonomi keluarga para pemuda wirausaha di Kampung Sanggrahan dikategorikan tidak miskin karena memperoleh pendapatan di atas UMK rata-rata dan mampu memenuhi kebutuhan primer, sekunder, tersier. Hal ini jelas mengambarkan bahwa strategi dalam mewujudkan wirausaha tidak terlalu berimplikasi terhadap ketahanan ekonomi keluarga namun justru berimplikasi terhadap pengembangan usaha para pemuda karena belum menerapkan strategi penuh dalam mewujudkan wirausahawan mandiri. 
Ancaman Kekuatan Militer Dari Luar Menurut Perspek Tif Hukum Internasional Sumaryo Suryokusumo
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 8, No 1 (2003)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22975

Abstract

Tanpa mengurangi materi pembahasan mengenai masalah ancaman yang komponen-komponennya telah dibicarakan dalam pertemuan-pertemuan Wantanas terdahulu, maka di dalam paparan i ni sebagai pelengkap akan dibahas ancaman kekuatan militer dari luar menurut perspektif hukum internasional yang hanya meliputi ancaman kekerasan militer yang dapat dilakukan terhadap sesuatu negara dalam hal negara tersebut melakukan ancaman dan pelanggaran perdamaian serta tindakan agresi terhadap negara lain. Di samping itu juga ada ancaman kekerasan militer lainnya dalam hal sesuatu negara melakukan tindakan yang diang­gap provokatif dan bisa mengancam keamanan negara lain yang dilakukan dalam kaitannya dengan gerakan-gerakan separatisme dan penangannya dari segi hukum interna­sional
Wawasan Kebangsaan Dalam Wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia Wahyono S K
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 12, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.22121

Abstract

Setiap bangsa yang merdeka dan berdaulat selalu mempunyai Wawasan Kebangsaan yang khas, yaitu cara pandang bangsa itu terhadap jati dirinya dan keberadaannya di antara bangsa - bangsa di dunia. Wawasan Kebangsaan itu akan menjadi pedoman hidupnya dalam mencapai cita-cita dan tujuan bersama serta dalam bersikap dalam per-gaulan an tar bangsa,Terbentuknya bangsa-bangsa di dunia ini tidaklah semata-mata suatu kehendak politik seperti diteorikan oleh Ernest Renan, seorang ahli ilmu politik, tetapi juga karena kehendak Yang Maha Kuasa:Manusia diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku (lihat Al-Quran Surat Al Hujaraat ayat 13). Oleh karena itu kita harus bersyukur bahwa kita diciptakan sebagai bangsa Indonesia di Kepulauan Nusantara yang indah ini.

Filter by Year

1996 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 3 (2025) Vol 31, No 2 (2025) Vol 31, No 1 (2025) Vol 30, No 3 (2024) Vol 30, No 2 (2024) Vol 30, No 1 (2024) Vol 29, No 3 (2023) Vol 29, No 2 (2023) Vol 29, No 1 (2023) Vol 28, No 3 (2022) Vol 28, No 2 (2022) Vol 28, No 1 (2022) Vol 27, No 3 (2021) Vol 27, No 2 (2021) Vol 27, No 1 (2021) Vol 26, No 3 (2020) Vol 26, No 2 (2020) Vol 26, No 1 (2020) Vol 25, No 3 (2019) Vol 25, No 2 (2019) Vol 25, No 1 (2019) Vol 24, No 3 (2018) Vol 24, No 2 (2018) Vol 24, No 1 (2018) Vol 23, No 3 (2017) Vol 23, No 2 (2017) Vol 23, No 1 (2017) Vol 22, No 3 (2016) Vol 22, No 2 (2016) Vol 22, No 1 (2016) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 1 (2015) Vol 21, No 1 (2015) VOL. XXI, NO. 1 APRIL 2015 Vol 20, No 3 (2014) Vol 20, No 2 (2014) Vol 20, No 1 (2014) Vol. XX, No. 3, Desember 2014 VOL. XX, NO. 2, AGUSTUS 2014 VOL. XX, NO. 1, APRIL 2014 Vol 19, No 3 (2013) Vol 19, No 2 (2013) Vol 19, No 1 (2013) VOL. XIX, NO. 3, DESEMBER 2013 VOL. XIX, NO. 2, AGUSTUS 2013 VOL. XIX, NO. 1, APRIL 2013 Vol 17, No 3 (2012) Vol 17, No 2 (2012) Vol 17, No 1 (2012) Vol 16, No 3 (2011) Vol 16, No 2 (2011) Vol 16, No 1 (2011) Vol 15, No 3 (2010) Vol 15, No 2 (2010) Vol 15, No 1 (2010) Vol 14, No 3 (2009) Vol 14, No 2 (2009) Vol 14, No 1 (2009) Vol 13, No 3 (2008) Vol 13, No 2 (2008) Vol 13, No 1 (2008) Vol 12, No 3 (2007) Vol 12, No 2 (2007) Vol 12, No 1 (2007) Vol 11, No 3 (2006) Vol 11, No 2 (2006) Vol 11, No 1 (2006) Vol 10, No 3 (2005) Vol 10, No 2 (2005) Vol 10, No 1 (2005) Vol 9, No 3 (2004) Vol 9, No 2 (2004) Vol 9, No 1 (2004) Vol 8, No 3 (2003) Vol 8, No 2 (2003) Vol 8, No 1 (2003) Vol 7, No 3 (2002) Vol 7, No 2 (2002) Vol 7, No 1 (2002) Vol 6, No 3 (2001) Vol 6, No 2 (2001) Vol 6, No 1 (2001) Vol 5, No 3 (2000) Vol 5, No 2 (2000) Vol 5, No 1 (2000) Vol 4, No 3 (1999) Vol 4, No 2 (1999) Vol 4, No 1 (1999) Vol 3, No 3 (1998) Vol 3, No 2 (1998) Vol 3, No 1 (1998) Vol 2, No 3 (1997) Vol 2, No 2 (1997) Vol 2, No 1 (1997) Vol 1, No 1 (1996) More Issue