cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
link@poltekkes-smg.ac.id
Editorial Address
Jl. Tirto Agung, Pedalangan, Banyumanik, Semarang 50239
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
LINK
ISSN : 18295754     EISSN : 24611077     DOI : 10.31983
Core Subject : Health,
Jurnal LINK (ISSN: 1829-5754 e-ISSN: 2461-1077; http://ejournal.poltekkes-smg.ac.id/ojs/index.php/link) merupakan jurnal peer-review yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang. Jurnal LINK berfokus menerbitkan artikel ilmiah tentang hasil pengabdian masyarakat yang meliputi pemberdayaan masyarakat, pelatihan, pendampingan, teknologi tepat guna (TTG), dan pendidikan kesehatan. Hasil pengabdian masyarakat dapat berupa penerapan hasil penelitian maupun pengabdian masyarakat berbasis wilayah guna menangani dan mengelola berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah yang ada di masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 20 No 1 (2024): MEI 2024" : 9 Documents clear
PENGARUH PENGATURAN TEMPAT TINGGAL DAN KONDISI PERUMAHAN TERHADAP KELUHAN KESEHATAN LANSIA Ramadani, Karuniawati Dewi; Suwandana, Endan
Jurnal LINK Vol 20 No 1 (2024): MEI 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v20i1.10425

Abstract

Pengaturan tempat tinggal penduduk lanjut usia (lansia) merupakan komponen penting dalam memengaruhi kondisi kesehatan lansia. Kondisi perumahan juga berperan penting dalam menentukan kesehatan individu yang menempatinya, terlebih lansia yang cenderung lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh pengaturan tempat tinggal dan kondisi perumahan terhadap keluhan kesehatan lansia. Data yang digunakan bersumber dari mikrodata Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Tahun 2022 dengan unit analisis adalah penduduk berumur 60 tahun ke atas (lansia). Metode analisis yang digunakan adalah regresi logistik biner untuk menganalisis pengaruh pengaturan tempat tinggal dan kondisi perumahan terhadap keluhan kesehatan lansia. Penelitian ini menemukan bahwa lansia yang tinggal bersama keluarga dan anggota rumah tangga lain maupun bersama pasangan saja cenderung lebih rendah mengalami keluhan kesehatan dibandingkan dengan lansia yang tinggal sendiri. Selanjutnya, lansia yang tinggal di rumah layak huni cenderung lebih rendah mengalami keluhan kesehatan dibandingkan dengan lansia yang tinggal di rumah tidak layak huni. Dukungan keluarga masih menjadi dukungan utama dan terpenting bagi lansia. Anggota keluarga, masyarakat, dan pemerintah harus bekerja sama untuk memberi lebih banyak perhatian dan menyediakan kondisi perumahan ramah lansia, terlebih lansia yang tinggal sendiri.
POLA PEMBERIAN MP-ASI, PENGETAHUAN GIZI IBU DAN TINGKAT EKONOMI KELUARGA DENGAN KEJADIAN STUNTING BADUTA USIA 6-24 BULAN Sunarto, Sunarto; Nur Aini, Fatimah Sahri; Fitriyanti, Addina Rizky
Jurnal LINK Vol 20 No 1 (2024): MEI 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v20i1.10663

Abstract

Ambang batas stunting untuk negara berkembang adalah di bawah 20% sedangkan prevalensi stunting Indonesia 24,4%, Jawa Tengah 20,9% dan Kota Semarang 21,3%. Pemberian MP ASI yang kurang tepat, pengetahuan yang kurang, dan tingkat ekonomi yang rendah berisiko berisiko terhadap kejadian stunting. Tujuan penelitian untuk mengetahui risiko pola pemberian MP-ASI, pengetahuan gizi ibu dan tingkat ekonomi keluarga dengan kejadian stunting baduta usia 6-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dan Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner pola pemberian MP-ASI, pengetahuan gizi ibu dan tingkat ekonomi keluarga dengan uji chi square dan Regresi logistic Ganda. Hasil penelitian Balita di bawah 2 tahun (Baduta) yang menerima pola pemberian MPASI kurang tepat memiliki risiko 4,2 kali untuk menderita stunting dibandingkan dengan Baduta yang menerima pola pemberian MPASI secara tepat, dan risiko tersebut secara statistic signifikan. Ibu Baduta yang tergolong berpengetahuan kurang memiliki risiko 1,1 kali untuk mempunyai Baduta stunting dibandingkan dengan ibu Baduta yang berpengetahuan baik, namun risiko tersebut secara statistic tidak signifikan. Keluarga Baduta dengan tingkat ekonomi rendah memiliki resiko 3,2 kali untuk mempunyai Baduta stunting dibandingkan dengan keluarga Baduta dengan tingkat ekonomi tinggi, dan risiko tersebut secara statistic signifikan.
Pemanfaatan Aplikasi Deri PTM Dalam Deteksi Risiko dan Edukasi Penyakit Tidak Menular Utama, Feranita; Anggraini, Rini; Aerosta, Danny Kusuma; Yusri, Yusri; Najmah, Najmah
Jurnal LINK Vol 20 No 1 (2024): MEI 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v20i1.10991

Abstract

Aplikasi DERI PTM (Deteksi Risiko Penyakit Tidak Menular) merupakan salah satu pengembangan yang memfasilitasi individu untuk secara mandiri melakukan penilaian risiko Penyakit Tidak Menular (PTM). Aplikasi ini juga telah dilengkapi berbagai materi edukasi PTM. Kegiatan pengabdian bertujuan untuk memperkenalkan aplikasi DERI PTM, agar manfaat dari aplikasi ini dapat dirasakan oleh masyarakat luas. Sasaran kegiatan adalah guru, karyawan dan tenaga pendidik Yayasan Generasi Robbani Sumatera Selatan. Adapun kegiatan yang dilaksanakan: (1) sosialisasi aplikasi DERI PTM; (2) pengukuran faktor risiko PTM; dan (3) pemanfaatan edukasi PTM pada aplikasi android. Uji efektifitas dilakukan untuk menilai efektivitas edukasi menggunakan aplikasi melalui pre test dan post test terkait penyakit tidak menular. Kegiatan ini diikuti lebih dari 40 peserta dan 28 diantaranya mengikuti keseluruhan kegiatan. Hasil pengukuran faktor risiko menunjukkan terdapat lebih dari 20% peserta mengalami obesitas dan obesitas sentral. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna pengetahuan peserta kegiatan sebelum dan setelah edukasi PTM menggunakan aplikasi DERI PTM. Diharapkan aplikasi ini dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dan disebarluaskan terutama kepada siswa di Sekolah Islam Terpadu Robbani.
SUPLEMENTASI BESI-FOLAT PADA WANITA PEKERJA: HUBUNGAN ANEMIA DEFISIENSI BESI DAN PRODUKTIVITAS KERJA Magistri, Putri Mira; Evynatra, Evynatra; Desmawati, Desmawati
Jurnal LINK Vol 20 No 1 (2024): MEI 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v20i1.10996

Abstract

Status gizi, khususnya kecukupan zat besi, menjadi faktor krusial yang memengaruhi produktivitas kerja terkusus pekerja perempuan. Anemia pada wanita usia subur menimbulkan risiko pada kesehatan dan produktivitas. Suplementasi zat besi dan asam folat di tempat kerja diusulkan sebagai solusi untuk mengatasi anemia dan meningkatkan kesejahteraan pekerja wanita. Review ini bertujuan untuk memotret kompleksitas isu ini dan mendesak perlunya perhatian pada kesehatan dan produktivitas pekerja Wanita. Anemia, terutama disebabkan kekurangan zat besi, menjadi isu kesehatan global yang merugikan, terutama di kalangan pekerja. Keterkaitan langsung antara zat besi dan produktivitas kerja, terutama pada pekerja wanita, ditegaskan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi zat besi, terutama dengan dosis pagi tunggal, dapat meningkatkan kadar hemoglobin dan produktivitas kerja. Implikasi kebijakan melibatkan peningkatan akses terhadap suplementasi zat besi dan perbaikan pola makan untuk mendukung kesejahteraan pekerja wanita. Dapat disimpulkan bahwa pentingnya mengidentifikasi dan mengatasi kekurangan zat besi dengan suplementasi besi-folat pada wanita pekerja adalah kunci untuk mencegah anemia defisiensi besi dan meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan tenaga kerja.
The Oxytocin Acupressure and Self-Talk in Increasing The Uterus Contraction Sihaloho, Cristinawati; Syukur, Nursari Abdul; Urnia, Ega Ersya; Sinaga, Elisa Goretti; Astuti, Dewi Rinda; Xaverius, Franciscus
Jurnal LINK Vol 20 No 1 (2024): MEI 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v20i1.11228

Abstract

Komplikasi maternal yang menjadi penyebab kematian ibu disebabkan oleh perdarahan dan angka kematian ibu di Kalimantan mencapai 92 kasus pada tahun 2020. Terapi akupresur mampu meningkatkan hormon oksitosin sehingga hormon kortisol (salah satu hormon stres) yang meningkat dan pemberian selftalk digunakan untuk mengonrtol mindset ibu sehingga hormon kortisol menurun membuat uterus berkontraksi. Tujuan dalam penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh akupresur oksitosin dan selftalk dalam meningkatkan kontraksi uterus pada masa persalinan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini quasi eksperimen. Total sampel yang digunakan sebanyak 20 respondent ibu hamil trimester III yang telah diseleksi diberikan terapi akupresur dan self-talk sebanyak 2 kali sehari sebelum tidur dan bangun tidur. Terapi diberikan secara berkelanjutan hingga proses bersalin. Pada tahapan pertama, bidan berkolaborasi dengan keluarga untuk membantu ibu dalam meningkatkan hormon oksitosin menggunakan akupresur oksitosin dan selftalk, setelah itu bidan akan mengevaluasi kontraksi secara berkala pada periode bersalin. Hasil rerata kontraksi sebelum diberikan terapi rata-rata 2 kali dalam 10 menit namun setelah terapi, kontraksi meningkat dengan rata-rata kontraksi 3.25 kali dalam 10 menit. Data tersebut diolah menggunakan uji Wilcoxon dan menunjukkan hasil yang signifikan dengan p value 0.000. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terapi kombinasi akupresur oksitosin dan self-talk mampu meningkatkan kontraksi persalinan. 
Terapi Aktivitas Kelompok Okupasi ART “WASIMAPAN” Terhadap Penurunan Tingkat Kesepian Pada Lansia Inayah, Lutfi Arofatul; Kartinah, Kartinah
Jurnal LINK Vol 20 No 1 (2024): MEI 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v20i1.11250

Abstract

Seseorang yang mengalami kesepian adalah orang yang merasa sendirian. Mayoritas lansia tentunya ingin dapat hidup nyaman di rumahnya sendiri bersama anak dan keluarganya. Namun nyatanya, tidak semua lansia mampu melakukan hal tersebut karena berbagai alasan, antara lain kemiskinan, kurangnya anak atau anggota keluarga yang dapat merawat lansia, dan kesalahan yang dilakukan anggota keluarga dalam memberikan pengasuhan. tua. tua. Akibatnya banyak lansia yang mengalami penelantaran dan kesepian. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan pengaruh terapi aktivitas kelompok okupasi art WASIMAPAN “wadah kreasi menurunkan kesepian” terhadap penurunan tingkat kesepian pada lansia. Penelitian ini menggunakan pre-experimental one-group pre-posttest design. Sampel pada penelitian ini 8 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner University California of Los Angeles (UCLA) Loneliness scale version 3 dianalisis dengan menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil dari penelitian menunjukkan hasil p=0,012≤α yang berarti ada pengaruh terapi aktivitas kelompok okupasi art terhadap penurunan tingkat kesepian pada lansia. Saran bagi pengelola griya wredha dapat menggunakan terapi aktivitas kelompok okupasi art untuk mengisi aktivitas rutin harian dan menurunkan tingkat kesepian pada lansia.
Pencegahan Drop-Out Pengobatan TB Akibat Efek Samping Pada Penggunaan Oat Fix Dose Combination Simamora, Sarmalina; Mangunsong, Sonlimar; Rulianti, Mona Rahmi
Jurnal LINK Vol 20 No 1 (2024): MEI 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v20i1.11297

Abstract

Pasien TB harus minum obat secara teratur minimal enam bulan. Bisa saja mereka berhenti minum obat sebelum selesai pengobatan karena tidak paham dan tidak tahan efek samping. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membuat pasien dan keluarganya paham dan dapat mengatasi efek samping yang timbul dengan tindakan atau dengan obat yang sesuai, sehingga tidak menghentikan pengobatan. Metode yang dilakukan adalah penyuluhan, pembagian brosur dan video penanggulangan efek samping obat. Diserahkan juga obat yang dapat digunakan untuk mengatasi efek samping. Pesertanya 12 pasien TB dan 12 anggota keluarganya. Kepatuhan di monitor melalui grup whats-app. Peserta melaporkan aktifitas minum obatnya dan menginformasikan jika mengalami efek samping. Evaluasi kepatuhan minum obat dilakukan setelah tiga bulan dimonitor. Selama itu semua peserta tetap patuh menjalani pengobatannya, termasuk pasien yang mengalami efek samping obat, karena sudah memahami pentingnya kepatuhan minum obat TB. Selanjutnya peserta yang belum selesai pengobatan masih tetap melaporkan aktifitas minum obatnya sampai benar benar selesai. Semua pasien berhasil menyelesaikan pengobatannya sampai tuntas. Kesimpulannya bahwa melalui pendekatan yang simpatik pasien TB dapat dimotivasi untuk mematuhi aturan penggunaan obat meskipun mengalami efek samping, sehingga hal ini dapat mencegah pasien dari kegagalan terapi.
Peran Layanan Instant Messaging Pada Teleradiologi Sebagai Upaya Penegakkan Diagnosis Nur Fathoni, Mohammad Alif; Anwar, M. Choiroel; Setiawan, Agung Nugroho
Jurnal LINK Vol 20 No 1 (2024): MEI 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v20i1.11394

Abstract

Teleradiology (teleradiologi), merupakan bagian dari layanan telemedicine, yang digunakan dengan memanfaatkan PACS sehingga dapat digunakan secara jarak jauh. Perkembangan teknologi memungkinkan teleradiologi dapat menggunakan smartphone sebagai media pengirim dan penampil gambar pemeriksaan sehingga memungkinkan adanya interpretasi hasil dari pemeriksaan radiologi secara cepat dan akurat dalam menegakkan diagnosis. Tujuan dari pelaksanaan tinjauan sistematis (systematic literatur review) ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan layanan perpesanan pada teleradiologi sebagai upaya penegakkan diagnosis. Metode penelusuran jurnal penelitian ini menggunakan Google Scholar, Springer, PubMed, IEEE Xplore dan Elsevier. Pencarian ini dilakukan dengan menggunakan beberapa kata kunci antara lain teleradiologi, teleradiology, instant messaging, mobilephone, smartphone dengan masa publikasi 2010 hingga 2022. Hasil review dari 16 jurnal didapatkan bahwa penggunaan layanan perpesanan dapat digunakan sebagai media penampil gambar dan penilaian evaluasi dimana tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara penilaian standar menggunakan workstation berbasis PACS dengan menggunakan smartphone. Simpulan penelitian ini adalah layanan perpesanan dapat menjadi media penilaian dalam upaya menegakkan diagnosis dan membantu dalam menentukan tindakan yang akan dilakukan. Akan tetapi, saat ini belum dapat menggantikan peranan workstation berbasis PACS sebagai media penilaian dan evaluasi hasil pemeriksaan radiologi.
Penerapan Pengendalian Kuman Penyakit Melalui Upaya Sanitasi Alat Makan Secara Sederhana Bagi Pedagang Kaki Lima Ani, Sri; Wulandari, Kusrini; Wahyuni, Endang Uji; Karmini, Mimin
Jurnal LINK Vol 20 No 1 (2024): MEI 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v20i1.11416

Abstract

Pedagang kaki lima merupakan potensi peluang usaha yang cukup menjanjikan bagi masyarakat dan terbukti dapat menggerakkan perekonomian masyarakat di tengah kondisi sulitnya mencari lapangan pekerjaan Pedagang kaki lima yang berjualan makanan didapati mencuci alat makan di tempat berjualan tidak ada yang menggunakan 3 bak pembilas. Hal tersebut memberikan kemungkinan alat makan yang digunakan mengandung kuman bakteri karena habis digunakan oleh pembeli secara bergantian dan pencucian tidak saniter. Tujuan dari pengaplikasian ini adalah membandingkan potensi aktifitas antimikroba dari jeruk lemon, jeruk nipis, dan jahe sekaligus memberikan edukasi pada pelaku pedagang kaki lima. Dalam penerapan ini, penulis menggunakan pendekatan Pre-Post True Experimental Design dengan tahapan persiapan alat bahan, pengambilan sampel alat makan pedagang kaki lima, pemeriksaan jumlah kuman. Hasil penerapan ini menunjukkan semakin banyak sari buah jeruk nipis dan larutan jahe yang ditambahkan, semakin banyak jumlah koloni kuman yang mati. Disimpulkan bahwa pemakaian larutan Jahe lebih bagus dibandingkan dengan jeruk nipis terbukti jahe dapat menurunkan jumlah kuman lebih besar. 

Page 1 of 1 | Total Record : 9