cover
Contact Name
Zaffril Syam
Contact Email
zaffril.syam@uin-suska.ac.id
Phone
+6282385365000
Journal Mail Official
imam.hanafi@uin-suska.ac.id
Editorial Address
LPPM UIN SUSKA Riau Jl. H.R. Soebrantas KM. 15,5 Panam – Pekanbaru
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Toleransi: Media Ilmiah komunikasi Umat Beragama
ISSN : 20860315     EISSN : 24071595     DOI : https://doi.org/10.24014/trs.v12i2.13542
Core Subject : Religion,
Jurnal Toleransi mempublikasikan hasil-hasil penelitian, baik hasil kajian lapangan maupun kepustakaan. Fokus utama Jurnal Toleransi meliputi: Relasi antar dan intern umat beragama; Pluralisme; Multikulturalisme; Hubungan antar etnik.
Articles 210 Documents
MENGGALI TOLERANSI BERBASIS LOKAL Khairul Huda; Oyondri Oyondri
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 9, No 1 (2017): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v9i1.4323

Abstract

Pelaksanaan demokrasi secara utuh dan menyeluruh pasca reformasi telah menciptakan asmofir baru bagi penguatan kembali gagasan puritanisme absolut dalam konteks Indonesia. Kini segmen garapan mereka tidak hanya meliputi wilayah kultural saja, tapi sudah masuk ke wilayah struktural yang lebih luas dan sistematis. Situasi ini mengakibatkan dinamika keberagamaan di Indonesia semakin “rumit” dan mengalami “komplikasi”. Sebagai salah satu cara untuk mengimbangi derasnya “arus” Islam kanan yang dalam batas-batas tertentu “mengkhawatirkan” itu, perlu diwariskan kembali suatu model keagamaan yang moderat dan toleran yang terbukti telah mampu membangun suatu tatanan kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis sepanjang perjalanan sejarah bangsa Indonesia
THEOLOGI FUNDAMENTALISME Abu Bakar
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 6, No 2 (2014): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v6i2.903

Abstract

Berbicara mengenai istilah fundamentalisme, banyak sarjana yang mengakui bahwa penggunaan istilah “fundamentalisme” itu problematik dan tidak tepat. Istilah ini seperti dikatakan William Montgomery Watt, pada dasarnya merupakan suatu istilah Inggris kuno kalangan protestan yang secara khusus diterapkan kepada orang-orang yang berpandangan bahwa al-kitab harus diterima dan ditafsirkan secara rafiah. Istilah sepadan adalah integrism yang merujuk kepada kecenderungan senada tetapi tidak dalam pengertian yang sama pada kaum Katolik Romawi. Kaum fundamentalis sunni menerima Al-Qur’an, sekalipun di dalam beberapa kasus dengan syarat-syarat tertentu. Kaum Syi’ah Iran, dalam pengertian umum bahwa para fundamentalis tidak terikat pada penafsiran Al-Qur’an. Montgomery Watt, menjelaskan bahwa kelompok fundamentalis Islam merupakan kelompok muslim yang sepenuhnya menerima pandangan dunia tradisional serta kehendak mempertahankan secara utuh. Sesungguhnya fundamentalisme Islam merupakan salah satu fenomena yang baru dalam percaturan politik dunia. Barat sesungguhnya telah mengalami kegagalan dalam menata politik dunia, karena itu mereka berupaya mengganti tatanan dunia baru berdasarkan interpristasi politik Islam menurut pemikiran mereka, namun selama ini, hal tersebut hanya sebatas wacana atau retorika semata
PERKEMBANGAN ISLAM DI SABAH MALAYSIA (Perspektif Sosio-Historis) Syamruddin Nasution; Abd Ghofur
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 9, No 2 (2017): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v9i2.4329

Abstract

Sabah adalah salah satu Negara bagian Malaysia terbesar kedua setelah Sarawak. Islam masuk ke Sabah secara intensif terjadi pada abad ke 16 M berasal dari kesultanan Brunei, dimulai dari kawasan pantai Barat Sabah. Sehingga kawasan tersebut menjadi bagian dari daerah kekuasaan Sultan Brunei yaitu pada masa Sultan Bolkiah (berkuasa 1485-1524 M) karena ia termasuk pemimpin yang suka berpetualangan ke berbagai wilayah disamping mendakwahkan Islam juga memperluas daerah kekuasaan. Persebaran penduduk melayu dan keuturunan raja-raja Brunei secara bertahap bermigrasi ke pantai Barat Sabah. Persebaran Islam di Sabah juga berasal dari pengaruh Kesultanan Sulu kepada penduduk lokal Sabah sekitar abad ke-17 M terutama di kawasan pantai Timur Sabah. Migrasi sebagian muslim dari kesultanan Sulu sebagai akibat dari tekanan dan serangan koloni Spanyol (1521-1898 M) di Philipina Utara (Luzon, Visayas) hingga ke Selatan (Mindanao, Sulu, Basilan, Tawi-tawi Cota-Bato). Mereka melakukan migrasi ke pantai Timur Sabah tidak lain karena letak georgrafis yang tidak terlalu jauh, namun juga untuk mendapatkan kehidupan yang lebh aman. Tulisan ini akan menguraikan lebih detil tentang persebaran Islam di Sabah sejak masa Kesultanan, masa kolonial dan perkemangan terkini dengan tinjuan sosio-historis.
IKHTILAF DAN ETIKA PERBEDAAN DALAM ISLAM Suryan A. Jamrah
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 6, No 2 (2014): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v6i2.908

Abstract

Islam adalah pedoman hidup yang harus dipelajari dan dipahami untuk diamalkan dalam kehidupan duniawi. Ketika agama ini sempurna bersama al- Qur‘an dan dijelaskan oleh hadits atau sunnah Rasulullah SAW, maka kewajiban pemahaman selanjutnya ada di tangan para ulama, mulai dari generasi sahabat sampai generasi ulama masa kini. Dengan kualitas akal dan kapasitas keilmuan yang tidak sama, pasti akan lahir hasil analisis dan pemikiran yang berbeda di kalangan muslimin. Inilah yang disebut ikhtilaf dalam tataran pemikiran keagamaan dalam Islam. Namun, Islam tidak membiarkan ikhtilaf boleh terjadi tanpa batas, dalam arti setiap orang bebas memahami dan menjelaskan ajaran berdasarkan selera dan kemampuan akalnya belaka. Maka, demikian kesepakatan ulama salaf dan khalaf, hanya orang-orang yang berderajat mujtahid yang memiliki kebolehan dan otoritas untuk ber-ikhtilaf. Tidak semua ulama bisa diakui sebagai mujtahid, kecuali harus memiliki syarat-syarat ijtihad. Di samping akidah dan syariah yang benar dan kuat, ada beberapa alat dan cabang ilmu yang harus dikuasai secara mumpuni. Syarat-syarat ijtihad yang membolehkan ikhtilaf telah ditetapkan, namun kanyataannya selalu ada ikhtilaf yang terpuji dan bermanfaat dan ada pula yang tercela membawa mudarat, yang terjadi di berbagai masa dan tempat. Dalam konteks inilah, ulama yang berpotensi ber-ikhtilaf harus menahan diri dan berhati-hati, tidak seharusnya mengeluarkan pendapat tanpa ilmu yang mumpuni dan komit kepada etika ikhtilaf yang diajarkan oleh Nabi dan dijunjung tinggi oleh sahabat, tabi‘in, dan tabi‘ al-tabi‘in. Ikhtilaf dan perbedaan pendapat serta pemikiran sudah terjadi sejak zaman Nabi, terus berlanjut dari generasi ke genasai, sampai masa kini. Maka umat harus bijak, berhati-hati, dan selektif menghadapi hasil ikhtilaf dan perbedaan pendapat yang terus terjadi
Sikap Pesantren dalam Menghadapi Paham Pluralisme Agama Muhammad Arifin Ismail
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 5, No 2 (2013): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v5i2.65

Abstract

In the history of boarding schoolseen that among the functions of boarding schools is taught, studied Islamic sciences, and also the institutions that defend the Islamic faith from the understanding and teaching of Islam distorted or destructive. In other words, people boarding a bulwark against the attacks of thought and understanding that can destroy religion. For example, Modern Boarding School Roxburgh roommate in the face of religious pluralism and liberal understanding has established the Center of Islamic and Occidental Studies (CIOs) that examines all of Western thought and how to deal with the foundation of Islamic thought. Modern cottage CIOs roommate has published several books in the face of liberalism and religious pluralism. In addition, Modern Boarding roommate also has done Regeneration Scholars Program.
FUNDAMENTALISME AGAMA-AGAMA; Sebuah Perspektif Historis Abu Bakar MS
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 10, No 1 (2018): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v10i1.5718

Abstract

Fenomena fundamentalisme sesungguhnya ada di setiap agama-agama. Ada beberapa sebab munculnya fenomena keagamaan ini, dan yang paling penting adalah penguatan pemahaman atas agamanya yang cenderung literalis, tekstual dan eksklusiv. Sementara model atau corak fundamentalisme yang paling militant, pada umumnya karena sangat dipengaruhi oleh adanya dua kecenderungan utamanya yaitu (1) fundamentalisme yang berpusat pada syari’ah; dan (2) oleh adanya anti-kolonialisme dan anti-imperalisme yang kemudian disimplikasi menjadi anti-Barat
KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DALAM ISLAM DAN MELAYU Akbarizan Akbarizan
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 4, No 2 (2012): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v4i2.949

Abstract

Islam is with a set of point that be taken in tries to do one process "Revolution "to human view about women at world. Gently ala but must, Syari 'at Islam begins to lift woman kind of continuous discriminatory wallow at Arabic society. woman in monographic Islami in fact reputed have then•rights with man clan. having poised the right and obligation good deep spritual’s state, moral, right for economic rights and right for rights legal in jurisdictional view
Pengembangan Kurikulum PAI Madrasah Aliyah Berwawasan Multikultural Akhyar Akhyar
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 5, No 1 (2013): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v5i1.70

Abstract

Social conflict, discrimination, religious conflict, political crisis, economy, culture and education, becoming more frequent. With the presence of religion, the phenomenon of life can be given meaning and moral and transcendental, so as to have its own value. While the structure of the system in the form of religion or system of teachings and rules of functioning enforce social norms, rules, fulfilling the spiritual needs of man and God. But what about the religion (Islam) may be a solution to the conflicts, both horizontally and vertically not place? One way to resolve the conflict and bring peace and love between people, is through education. This is where the importance of islamic educatuion-minded multicultural curriculum development.
ISLAM AND CULTURAL PLURALITY OF INDONESIA Moh Masduki
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 10, No 2 (2018): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v10i2.7079

Abstract

Tulisan ini membahas tentang wacana Islam Nusantara yang mengemuka pada tahun-tahun terakhir ini, masuknya Islam ke Nusantara dihadapkan kepada wajah nusantara yang samasekali berbeda dengan tempat lahir dan tumbuhnya Islam yakni jazirah Arab, Islam Indonesia dihadapkan dengan wajah Nusantara yang multikultur dan plural, sebagian besar masyarakat Indonesia ingin mengamalkan ajaran Islam tetapi enggan untuk meninggalkan budayanya, hal tersebut menjadikan dialog dan hubungan saling memberi dan menerima antara ajaran Islam dan budaya lokal. Berbagai pemikiran berupaya merumuskan cara bagaimana Islam dapat beradaptasi dengan budaya local dengan tanpa meninggalkan ketauhidan dan ajaran ushuliyah lainya. Amin Abdullah menyampaikan bahwa diperlukan sebuah fresh ijtihad untuk mengahadapi hal kontemporer, tidak akan cukup hanya dengan mengulang-ulang pengalaman masa lalu tanpa melihat perkembangan setempat. Said Aqil Siradj menjadikan metode tawazun, i‟tidal dan tawasuth dalam rangka mencari titik temu dari keragaman tersebut. Sementara Abd. Muqsith Gozali menawarkan metode mashlahah mursalah, istihsan dan „urf agar ajaran Islam dapat berpadu dengan budaya Nusantara. Dari hasil interaksi Islam dan budaya Nusantara menghasilkan sebuah peradaban Islam Nusantara yang unik misalnya gaya berpenampilan muslim Nusantara, arsitektur bangunan tempat ibadah Nusantara, bentuk budaya interaksi antar umat beragama sperti Siwalima di Maluku dan Maluku Utara, perpaduan bahasa memunculkan aksara jawi atau pegon. Pluralitas dan keragaman adalah suatu hal yang harus disikapi dengan cara dan metode yang tepat bukan malah dihindari dan menjauhkan diri. Kemauan untuk berinteraksi antara Agama dan Budaya akan menghasilkan sebuah peradaban hibrida yaitu peradaban Islam Nusantara
STUDI TERHADAP THEOLOGI KATOLIK DAN PROTESTAN Abu Bakar
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 4, No 1 (2012): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v4i1.1031

Abstract

Confidence that Paulus as Christ proxy and can give its people sin pardon and is the understanding of past of boundary, hence Martin Luther protest to Pope and The Roman Catholic of Roma. As a result delivering birth different sect with Roman religion, recognized with the title Church Protestant. Of the problem hence in Christian religion recognized with two big stream which recognized till now, namely Christian Roman and Protestant