Articles
210 Documents
PENERAPAN NILAI–NILAI PENDIDIKAN TOLERANSI DI PONDOK PESANTREN MIFTAHUL QUR’AN DI KABUPATEN SIAK
Syukran Wahib
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 11, No 2 (2019): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/trs.v11i2.10627
Tulisan ini dilatarbelakangi oleh adanya persoalan bahwa di Pondok Pesantren Miftahul Qur’an Kecamatan Kerinci Kanan Kabupaten Siak, pada dasarnya sudah mengembangkan nilai-nilai tasâmuh. Namun demikian, pada konteks materi pembelajaran, masih ada beberapa materi ajar yang bisa mengarah kepada prilaku tidak toleran. Terdapat beberapa poin penting terkait nilai-nilai toleransi ini, Pertama, penerapan nilai-nilai Pendidikan Toleransi di Pondok Pesantren Miftahul Qur’an Desa Seminai Kecamatan Kerinci Kanan Kabupaten Siak adalah (1) dilakukan dalam kehidupan sehari-hari santri, (2) dilaksanakan melalui proses pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran yaitu pembelajaran aktif dan dialogis. (3) dilaksanakan melalui beberapa materi pendidikan Agama Islam yang diajarkan di Pondok Pesantren Miftahul Qur’an tersebut. Kedua, Faktor Pendukung Penerapan Nilai-Nilai Toleransi di Pondok Pesantren Miftahul Qur’an adalah (1) adanya kesadaran dari seluruh warga santri dan penduduk setempat. (2) proses interaksi yang dilakukan oleh masyarakat Seminai Kecamatan Keririnci Kanan Kabupten Siak dan juga komunikasi yang baik dalam pergaulan sehari-hari, dan (3) peran pemerintah yang sangat mendukung terjadinya kerukunan di Desa Seminai Kecamatan Keririnci Kanan Kabupten Siak melalui berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Miftahul Qur’an Kabupaten Siak. Ketiga, Faktor Penghambat Penerapan Nilai-Nilai Toleransi di Pondok Pesantren Miftahul Qur’an adalah adanya perbedaan paham dan perbedaan agama di Di Desa Seminai Kecamatan Kerinci Kanan Kabupaten Siak.
TINJAUAN KRITIS TERHADAP RAPERDA MANOKWARI “KOTA INJIL”
Benyamin Malmambessy
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 3, No 1 (2011): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/trs.v3i1.1065
Monowari’s regulation design ”Bible City” is contibutes some background. In academic copy to be described that judgment importance for is philosophical historical aspect, sosiologis and yudicial formality. Right for Papua society need good been respected in politics, economy, design included culture Monokwari’s regulation intitude city. Concerning regulation design issue that discriminatory, writer recommends so be abolished, as prohibition uses Moslem cloth at common place. Fair regulation design for all Papua society needs to be made by people reconciliation gets religion at Papua.
Kerukunan dan Toleransi Antar Umat Beragama
Artis Artis
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 3, No 1 (2011): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/trs.v3i1.1070
Harmony and tolerance is necessary to be implanted in every human, because humans as social beings not be separated from others. Harmony and tolerance that needs to be fostered not only on inter-cultural but including religion. Every religion has different beliefs, therefore, each religion can maintain and nurture his people to maintain communal harmony and mutual respect and keep the things that sara is to avoid conflicts between religions for the sake of maintaining peace in the frame of national unity and stateless
KONTRIBUSI SALMAN AL-FARISI DAN KEBUDAYAAN PERSIA DALAM PEMIKIRAN ISLAM
Prof Madya Madya;
Dr. Wan Zailan Kamaruddin bin Wan Ali;
Dr. Ahmad Zuhdi bin Ismail
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 1, No 1 (2009): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/trs.v1i1.438
This article as the title indicates is to examine the life and background of salman alfarisi and his position in islam and especially in the world of persian people and nation within the islamic framework. the discussion we also be focusing on the nation of salman al farisi anfd their contribution to the islam and the world
KONTRIBUSI PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENGEMBANGKAN MULTIKULTURALISME
Bashori Bashori
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 12, No 1 (2020): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/trs.v12i1.10638
Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), pendidikanberperan aktif dalam mengembangkan dan menjaga stabilitas sosial masyarakat. Pendidikan adalah garis terdepan dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas, kompetitif, inovatif dan terampil. Era MEA yang kini telah memasuki wilayah Indonesia, ditandai dengan persaingan antar Negara Asia baik dalam ranah sosial, ekonomi, politik dan budaya.Munculnya disharmoniasi masyarakat antar kelompok etnis, suku, dan agama menunjukkan penurunan kualitas masyarakat secara umum. Untuk itu, pendidikan multikultural sangat penting bagi integrasi bangsa karena sejalan dengan upaya pembangunan nasionalisme Indonesia untuk mengatasi tantangan global yaitu MEA. Tulisan ini mengusulkan beberapa gagasan untuk menginternalisasi kontribusi pendidikan Islam dalam mengembangkan pendidikan multikultural.
ISLAM DAN POLITIK DI BRUNEI DARUSSALAM (Suatu Tinjauan Sosio-Historis)
Abd. Ghofur
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 7, No 1 (2015): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/trs.v7i1.1421
Brunei Darussalam sebuah negara kecil yang terletak di kawasan ASEAN tepatnya di Barat Daya Pulau Borneo (Sabah). Luas wilayahnya ±5.765 Km2 dengan ibu kota Bandar Sri Begawan. Sistem pemerintahan Brunei menggunakan sistem Monarki absolut, berdasar hukum Islam dengan Sultan yang menjabat sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan, merangkap sebagai Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan dengan dibantu oleh Dewan Penasehat Kesultanan dan beberapa Menteri. Filosofi politik Brunei adalah menerapkan secara ketat Ideologi Melayu Islam Beraja (MIB) yang terdiri dari 2 dasar yaitu: pertama, Islam sebagai Guiding Principle, dan kedua Islam sebagai Form of Fortification. Bertumpu Dari dua dasar ini kemudian muncul penanaman nilai-nilai keislaman dalam konteks kenegaraan (pengekalan) dengan tiga konsep, yaitu Mengekalkan Negara Melayu; Mengekalkan Negara Islam (hukum Islam yang bermazhab Syafi’i – dari sisi fiqhnya – dan bermazhab Ahl Sunnah wal Jamaah – dari sisi akidahnya); dan Mengekalkan negara beraja. Hal tersebut menarik untuk ditelaah lebih mendalam tentang Islam dalam hubungannya dengan politik di Brunei Darussalam, dengan tinjauan sosio-historis
KERUKUNAN HORIZONTAL ( Mengembangkan Potensi Positif dalam Beragama)
Rina Rehayati
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 1, No 1 (2009): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/trs.v1i1.443
There are two religious tendencies the fanatic and intolerant. The Prophet was aware of two trends, so when the Prophet was appointed as leader by the people of Medina, the political policy was first adopted by the Prophet is a written agreement with the Christian religion and the Jews in medina. Written agreement was then given the name of the Charter of Medina. Medina Charter is an effort to remove the gap between the tribes fighting in Medina, and unite all the diverse people of Medina into a single unit. In addition, the Prophet is also trying to strengthen relations between communities Anshor with immigrants through the bond of brotherhood between them. Apparently the Prophet was aware that the basic foundation of a strong state will not unless based on the harmony and support from all levels of society
MENJADI WANITA KARIR Persepsi Karyawan Muslin dan Kristen di Pekanbaru
Yulianti Yulianti;
Salmaini Yelly;
Khotimah Khotimah
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 12, No 2 (2020): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/trs.v12i2.13546
Secara historis, perempuan dianggap berada pada kelas kedua, setelah laki-laki. Namun, hari ini sudah banyak perempuan yang sudah berkiprah dalam sejarah. Banyak dari mereka yang kemudian dihormati dan sejajar dengan laki-laki. Penelitian ini dilakukan terhadap Karyawan Muslim dan Kristen pada Perusahaan Finansia Multi Finance (Kredit Plus) di Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru. Dengan teknik wawancara yang mendalam, penelitian ini menegaskan bahwa bahwa banyak diantara mereka memandang menjadi wanita karir itu positif dari pada negatif. Baik menurut Islam maupun Kristen, hanya saja yang berbeda keyakinan dan pesan wanita itu bekerja, yang pada intinya sama menginginkan tujuan satu, yaitu upah atau honor untuk menghidupi mereka.
KONSEP TOLERANSI DAN KEBEBASAN BERAGAMA
Abu Bakar
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 7, No 2 (2015): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/trs.v7i2.1426
Toleransi merupakan suatu sikap atau perilaku manusia yang mengikuti aturan, di mana seseorang dapat menghargai, menghormati terhadap perilaku orang lain. Istilah Toleransi dalam konteks sosial budaya dan agama berarti sikap dan perbuatan yang melarang adanya diskriminasi terhadap kelompok atau golongan yang berbeda dalam suatu masyarakat. Islam sebuah agama yang mengajarkan kepada umat manusia untuk selalu menghormati serta toleransi terhadap sesama dan menjaga kesucian serta kebenaran ajaran Islam. Dengan ini, fakta telah membuktikan bahwa Islam merupakan agama yang mengajarkan hidup toleransi terhadap semua agama. Dalam keadaan apapun dan kapan saja, Islam sebagai agama Rahmatal Lil’alamin senantiasa menghargai dan menghormati perbedaan, baik perbedaan suku, bangsa, dan keyakinan. Hal sangat ini jelas, bahwa Islam selalu memberikan kebebasan berbicara dan toleransi terhadap semua pemeluk agama dan berkeyakinan serta rasa hormat bagi umat manusia, tampa membeda-bedakan satu sama lain
WAWASAN KERUKUNAN BERAGAMA DI INDONESIA
Muhammad Fakhri
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 1, No 2 (2009): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/trs.v1i2.448
Indonesia with a population of more than 200 million consisting of thousands of islands with different ethnic background, religion, culture, customs and so forth. Differences are bound by the motto Bhineka Tunggal Ika, which means a variety in one bond. Formerfy the motto is quite powerful and can be relied upon by the whole society. Indonesia is known as a safe country, peaceful harmonious and peaceful In the era of democracy and how trancparency today Indonesai a build religious harmony insight into the foundations of upholding the integrity of the nation? Menanamkna Among them are the principles of tolerance among religious communities