cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Sosial Budaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Sosial Budaya (Online ISSN 2407-1684 | Print ISSN 1979-2603), merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sultan Syarif Kasim Riau sejak tahun 2007. Jurnal Sosial Budaya ini merupakan media yang memuat kajian-kajian ilmiah dalam bentuk hasil riset dalam bidang ilmu sosial/humaniora, seperti pernaskahan, pranata-sosial dan sejarah untuk membangun dan membangkitkan kembali kejayaan Tamaddun Melayu dalam kawasan regional Asia Tenggara. Jurnal Sosial Budaya diterbitkan dua kali dalam setahun pada bulan Juli dan Desember yang berusaha menempatkan hasil penelitian para peneliti, akademisi, pemerhati dalam keilmuan terkait. Jurnal Sosial Budaya juga memberi perhatian bagi publikasi hasil penelitian interdisipliner berbagai pihak yang memiliki perhatian serius untuk merancang, dan merajut tatanan dunia baru Tamadun Melayu.
Arjuna Subject : -
Articles 233 Documents
“Dang-dang Tawoe Bak Tuhan”: Suluk, Tawajuh dan “Rural Sufism” dalam Masyarakat Aceh Shadiqin, Sehat Ihsan
Sosial Budaya Vol 20, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v20i2.22660

Abstract

AbstrakArtikel ini bertujuan menegaskan kembali eksistensi praktik tarekat dalam masyarakat Islam di pedesaan yang telah menjadi bagian dari kebudayaan. Seiring dengan perkembangan sufism di perkotaan, belakangan ini praktik tarekat di pedesaan dianggap tidak mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, terutama tuntunan masyarakat modern yang rasional dan pragmatis. Kenyataannya pelaksanaan tarekat secara tradisional masih sangat banyak dilakukan masyarakat desa dan masih menjadi bagian dari ritual agama di sana. Studi ini mengambil focus di Kabupaten Aceh Selayan, salah satu kabupaten di mana berkembang tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah yang sangat pesat di Aceh. Melalui sebuah pengamatan dan wawancara dengan para pengikut tarekat artikel ini menunjukkan bahwa pelaksanaan tarekat di dalam Islam di dalam masyarakat pedesaan di Aceh tidak memiliki perubahan signifikan. Hal ini disebabkan masyarakat desa tidak memiliki factor-faktor penyebab lahirnya masyarakat urban kota seperti stress dan kehilangan pemandu spiritual. Di sisi lain mereka juga tidak memiliki kemampuan untuk belajar secara mandiri dalam menggali pengetahuan kesufian sehingga menyerahkan sepenuhnya kepada guru. Dalam masyarakat pedesaan pelaksanaan suluk dalam tarekat diposisikan sebagai bagian dari ritual agama dalam menyiapkan bekal menuju hari akir. Kata Kunci: suluk, tarekat naqsyabandiyah, tawajuh, rurar sufism, urban sufism                                                                              Abstract            The purpose of this paper is to confirm the presence of tarekat traditions in Islamic rural communities that have been ingrained in the culture. Along with the growth of Sufism in urban regions, the practice of tarekat in rural areas has recently been deemed incapable of adapting to the circumstances, particularly the needs of a reasonable and pragmatic contemporary society. In reality, traditional tarekat is still very much practiced by the rural population and is part of the religious rituals there. This research focuses on Aceh Selatan District, one of the places in Aceh where the Naqsyabandiyah Khalidiyah congregation has grown quickly. This essay demonstrates, via observation and interviews with tarekat adherents, that the application of the tarekat in Islam in rural areas of Aceh has not changed much. This is due to the absence of variables in the village community that contribute to the formation of urban urban communities, such as stress and the loss of spiritual guidance. On the other side, they lack the capacity to study independently in order to explore Sufi knowledge, therefore they rely solely on the instructor. In rural areas, mysticism in tarekat is positioned as part of religious rites in preparation for the end of the world.Keywords: suluk, tarekat naqsyabandiyah, tawajuh, rurar sufism, urban sufism
Pamali sebagai Bentuk Ketahanan Budaya: Studi tentang Kontrol Sosial dalam Masyarakat Adat Cireundeu Azellia, Wirahma; Alimi, Moh Yasir
Sosial Budaya Vol 22, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v22i1.37209

Abstract

Penelitian ini membahas peran pamali sebagai mekanisme kontrol sosial informal dalam masyarakat adat Cireundeu, khususnya dalam menghadapi tantangan modernisasi dan globalisasi. Melalui pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam dengan tokoh adat serta masyarakat lintas generasi. Analisis dilakukan dengan merujuk pada teori kontrol sosial Travis Hirschi dan teori ketahanan budaya dari Michael Ungar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pamali berfungsi sebagai sistem nilai yang menjaga keteraturan sosial melalui internalisasi norma, pengawasan komunitas, dan keyakinan terhadap konsekuensi spiritual. Empat elemen kontrol sosial—keterikatan, komitmen, keterlibatan, dan kepercayaan—berperan dalam menjaga kepatuhan tanpa sanksi formal. Di tengah perubahan zaman, pamali tetap relevan sebagai instrumen adaptif yang menyatu dengan praktik ekologis, tata ruang adat, pola konsumsi, serta strategi transmisi nilai melalui seni tradisional. Temuan ini menegaskan bahwa pamali tidak hanya bertahan, tetapi juga menjadi pilar ketahanan budaya masyarakat adat Cireundeu.
The Urgency of Pre-Marital Guidance on Catin (Bride-To-Be) Through an Abstinence Approach in Cirebon City Karmila, Wati; Parid, Diana
Sosial Budaya Vol 21, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v21i1.24554

Abstract

This study aims to reveal in depth the urgency of premarital guidance on catin (bride-to-be) through the abstinence approach in the city of Cirebon. The approach in this research uses a qualitative with the type of case study with analytical descriptive methods. The data collection techniques used in this study: observation, interviews, and documentation studies. While analyzing the data by using: Data Reduction, data display, and data conclusion. While. The results showed that 1) The KUA Program provides a schedule for the implementation of Production Health Counseling, STIs, and HIV-AIDS activities as well as advice and Health Examinations for Brides-to-be together with LKB Puskemas Officers to carry out pre-test counseling and examination of STIs and HIV-AIDS 2) The process of implementing premarital guidance on catin (bride-to-be) in Cirebon City is carried out through various strategies through an abstinence approach 3) The duration of delivery of counseling materials is very short.  there are still brides who are not present, the percentage between the number of brides is still not 100%, 4) The result is a lot of knowledge that can improve the quality of marriage and create a happy and prosperous family, and avoid HIV Aids
Tradisi Mendhak Sepisan sebagai Komemorasi Anggota Keluarga (Studi Kasus: Desa Sedayu Kota Kendal) setiawati, Wahyu; Ardillah, Raihan; Oktaviana, Riris; Isnaini, Putri; Ridwan, Faras
Sosial Budaya Vol 20, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v20i2.20129

Abstract

Tradisi Mendhak Sepisan adalah tradisi peringatan satu tahun orang meninggal. Tradisi ini memiliki makna untuk mengingatkan bahwa semua yang bernyawa akan merasakan mati. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dimana teknik pengumpulan data diperoleh melalui dua sumber, yaitu data lapangan dan data sekunder. Data lapangan ini diperoleh melalui wawancara kepada masyarakat Desa Sedayu dan data sekunder diperoleh melalui studi kepustakaan yang terkait dengan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk tradisi mendhak sepisan di Desa Sedayu dan bagaimana masyarakat Desa Sedayu memaknai tradisi ini. Kemudian dari penelitian ini ditemukan bahwa bentuk dari tradisi mendhak sepisan ini adalah mengirim doa untuk orang tua atau kerabat yang telah meninggal. Makna dari adanya tradisi mendhak sepisan ini adalah menjadi pengingat akan datangnya kematian yang akan dihadapi oleh seluruh umat manusia di dunia. Selain itu tradisi mendhak sepisan ini juga memiliki makna untuk menghormati setiap tanggal atau hari kematian dari orang tua atau kerabat yang telah meninggal.  
Dinamika Partisipasi Politik Generasi Milenial pada Pemilihan Presiden 2024 melalui Media Sosial: Studi Kasus Rumah Juang Gerindra SUMUT Sofia, Natasya; Ritonga, Muhammad Husni
Sosial Budaya Vol 21, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v21i1.29938

Abstract

Partisipasi generasi milenial dalam Pemilihan Umum 2024 di Indonesia mencerminkan perubahan signifikan dalam lanskap politik negara, dengan peningkatan partisipasi pemilih yang menandakan kesadaran politik yang semakin meningkat. Disisi lain media sosial telah membuka peluang baru untuk partisipasi politik generasi milenial. Penelitian ini bertujuan untuk memahami Bentuk Partisipasi Politik Generasi Milenial Pada Pemilihan Presiden 2024 Studi Kasus Rumah Juang Gerindra Sumut dan Dinamika Partisipasi Politik Generasi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk memahami fenomena. Untuk menyelidiki dinamika partisipasi politik generasi milenial dalam pemilihan presiden 2024 melalui media sosial, studi kasus Rumah Juang Gerindra Sumut memerlukan pengumpulan data primer dan sekunder yang mencakup berbagai aspek. Adapun hasil penelitian menyatakan bentuk partisipasi genereasi milenial pada pemilu 2024 rumah juang sumut yaitu melakukan kegiatan bersosialisasi/bersilaturahmi kemasyarakatan, mengadakan diskusi politik antar generasi milenial, mengikuti pendidikan/pelatihan politik’ menjadi relawan, menjadi saksi di TPS maupun saksi di kecamatan pada pemilu presiden 2024, menjaditi pemenangan, bepartisipasi dalam pemanfaatan media massa maupun media sosial dan terlibat menggunakan hak pilih pada pemilu presiden 2024 dan  dinamika partisipasi politik milenial dalam  platform media sosial adalah seperti instagram, tiktok, youtube, facebook dan lainnya menjadi platform di mana generasi milenial dapat menyalurkan aspirasi, pemikiran, dan opini mereka, merespon komentar, mengadakan sesi tanya jawab, dan membuat polling untuk mengumpulkan opini publik. Ini sangat membantu membangun keterlibatan dan rasa memiliki di kalangan milenial. Mereka menggunakan hastag yang sangat menarik dan kampanye digital yang kreatif untuk menyebarkan pesan partai dan mengajak generasi milenial untuk terlibat dan juga memanfaatkan momen viral dan tren media sosial untuk meningkatkan visibilitas
Implementasi Program Keluarga Harapan di Kelurahan Sawah Baru Kota Tangerang Selatan Firmansyah, Dinata
Sosial Budaya Vol 20, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v20i2.27583

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) di Kelurahan Sawah Baru, Kota Tangerang Selatan. Melalui pendekatan kualitatif, data diperoleh dari enam Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH yang terdiri dari informan yang sudah graduasi dan yang masih aktif sebagai peserta PKH. Penelitian ini menyoroti dua aspek utama, yaitu pelaksanaan PKH di tingkat lokal dan faktor-faktor yang mendukung serta menghambat proses graduasi KPM PKH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PKH di Kelurahan Sawah Baru telah mengikuti alur pedoman yang telah ditetapkan, namun masih terdapat kendala terkait keterlibatan pemerintah daerah dan sektor swasta dalam upaya pemberdayaan KPM PKH. Selain itu, faktor pendukung seperti peran pendamping sosial, motivasi personal, dan faktor sosial-budaya turut memengaruhi proses graduasi, sementara kurangnya kesadaran diri dan teknik graduasi yang belum optimal menjadi faktor penghambat. Saran yang dihasilkan dari penelitian ini mencakup peran penting masyarakat lokal dalam meningkatkan motivasi mandiri KPM PKH, perluasan peran pendamping sosial, serta kebutuhan akan kajian lebih dalam terkait proses graduasi dalam mencapai tujuan kesejahteraan sosial-ekonomi KPM PKH.
Efforts by the Peatland and Mangrove Restoration Agency to Foster Environmental Awareness Among Students in Dumai City Sugiyanto, Seger
Sosial Budaya Vol 21, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v21i1.31828

Abstract

Forest and peatland fires, as well as coastal abrassion, are environmental issues that require serious attention. This study aims to analyze the efforts made by the Peatland and Mangrove Restoration Agency in building ecological awareness, specifically regarding peatland and mangrove ecosystems. The research employs qualitative methods through interviews, observations, documentation, and literature review. The findings indicate that the Peatland and Mangrove Restoration Agency's efforts to promote environmental awareness involve a collaborative approach to socialization and education. The Agency collaborates with the Dumai City Government, particularly the Department of Education, in the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5). Learning about peatland and mangrove ecosystems is incorporated as a local content highlight in the P5 curriculum. Dumai has even become the first region in Riau Province to launch the P5 Peatland and Mangrove Curriculum. Policy interventions in educational institutions are latent efforts aimed at fostering a love for the environment concerning peatland and mangrove ecosystems and ensuring future conservation. This effort is crucial due to the increasing potential loss of peatland ecosystems in Dumai City as a result of land conversion for industrial areas. Similarly, the problem of abrassion is increasingly alarming due to the degradation of mangrove ecosystems, both from natural causes and human activities.
Patung Pantak Panyugu : Manifestasi Sistem Nilai dan Budaya Kognitif pada Kepercayaan Suku Dayak Kanayatn Cindy, Cindy; Musa, Dahniar Th.; Efriani, Efriani
Sosial Budaya Vol 20, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v20i2.21707

Abstract

This paper has aimed to describe the history of the founding of Panyugu Tiansa', the process of making the Panyugu statue and analyze the symbol and meaning of the Panyugu statue as a culture in the form of values and cognitive systems in the Kanayatn Dayak ethnicity. This study used ethnographic research with qualitative research methods. The theory used to analyze the object of this research uses the symbolic interpretative theory of Clifford Geertz, namely the model of and model for. The results of this study indicate that Panyugu Tiansa', where the Pantak Panyugu statue is placed, has existed for 150 years. Panyugu is still visited by the people and has been passed down for four generations. The process of making a Pantak statue is carried out by carrying out various rituals such as at the beginning of manufacture a traditional Ngalantekant ritual is carried out which aims to ask for permission, then in the process of planting the Pantak statue a certain traditional ritual is carried out which is also carried out with several materials that need to be prepared such as pork, chicken, tumpi, singkatek and so on. Pantak Arca as a Knowledge System (Model Of) Pantak Arca as a medium for ancestral dwellings. The Pantak Panyugu statue was made by the community as a form of respect for their ancestors who contributed to agriculture, so that the Pantak Panyugu statue plays a role in the process of community agricultural traditions, especially the Ka' Panyugu tradition. The Pantak Panyugu statue is a value system (Model For) which guides that the Pantak Panyugu statue is a place for humans to ask for sustenance, ask for protection, ask for help and so on, especially in agriculture. 
Kritik terhadap Orientasi Pendidikan Indonesia dalam Podcast “Malaka Project” Kajian Wacana Kritis Herlambang, Rahmat Noval; Tutiasri, Ririn Puspita
Sosial Budaya Vol 22, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v22i1.37668

Abstract

Penelitian ini berguna untuk mengungkap maksud dan makna pada wacana pendidikan yang dimuat dalam podcast Malaka Project berjudul “Guru Gembul: Pendidikan Kita Berorientasi pada Kemunafikan | Malaka Podcast”. Podcast ini mengungkap berbagai macam ironi pada pendidikan di Indonesia, seperti manipulasi terhadap nilai, ketidakjelasan arah pendidikan, serta ketimpangan antara tujuan pendidikan dengan praktik di lapangan. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan model Analisis Wacana Kritis milik Van Dijk, sehingga menganalisis dimensi teks, kognisi sosial, dan konteks sosial yang terbentuk pada wacana tersebut. Teknik pengambilan data yang dipakai oleh peneliti menggunakan teknik simak dan catat. Hasil dari penelitian menandakan bahwa wacana yang dibangun melalui struktur makro bertema besar kemunafikan dalam pendidikan, didukung struktur mikro yang memanfaatkan gaya bahasa retoris, idiomatik, serta penggunaan sintaksis yang aktif. Narasi terhadap kritik yang disampaikan berpusat pada pengalaman pribadi narasumber dan data empiris seperti hasil PISA dan praktik manipulatif dalam penilaian di pendidikan. Dimensi kognisi sosial ditemukan bahwa pemahaman dan ideologi narasumber turut membentuk isi wacana, sedangkan konteks sosial memperlihatkan peran kekuasaan media digital, terutama Malaka Project dan figur publik yang mendukungnya, dalam pembentukan kritik pendidikan kepada publik. Penelitian ini menegaskan bahwa podcast merupakan media efektif dalam membentuk opini kritis masyarakat terhadap sistem pendidikan di Indonesia. Terlebih pada hasil analisis teks, kognisi sosial, dan konteks sosial yang menunjukan bahwa terdapat maksud untuk menyampaikan ideologi yang dipercayai oleh para pelaku wacana di podcast ini. TRANSLATE with x EnglishArabicHebrewPolishBulgarianHindiPortugueseCatalanHmong DawRomanianChinese SimplifiedHungarianRussianChinese TraditionalIndonesianSlovakCzechItalianSlovenianDanishJapaneseSpanishDutchKlingonSwedishEnglishKoreanThaiEstonianLatvianTurkishFinnishLithuanianUkrainianFrenchMalayUrduGermanMalteseVietnameseGreekNorwegianWelshHaitian CreolePersian //  TRANSLATE with COPY THE URL BELOW Back EMBED THE SNIPPET BELOW IN YOUR SITE Enable collaborative features and customize widget: Bing Webmaster PortalBack//   This page is in Malay Translate to English    AfrikaansAlbanianAmharicArabicArmenianAzerbaijaniBengaliBulgarianCatalanCroatianCzechDanishDutchEnglishEstonianFinnishFrenchGermanGreekGujaratiHaitian CreoleHebrewHindiHungarianIcelandicIndonesianItalianJapaneseKannadaKazakhKhmerKoreanKurdish (Kurmanji)LaoLatvianLithuanianMalagasyMalayMalayalamMalteseMaoriMarathiMyanmar (Burmese)NepaliNorwegianPashtoPersianPolishPortuguesePunjabiRomanianRussianSamoanSimplified ChineseSlovakSlovenianSpanishSwedishTamilTeluguThaiTraditional ChineseTurkishUkrainianUrduVietnameseWelsh Always translate Malay to English Never translate Malay Never translate ejournal.uin-suska.ac.id
Fiqh dan Kearifan Lokal: Studi Implementasi Nilai-nilai Fiqh dalam Praktik Kehidupan Masyarakat Tradisional Kabupaten Kampar Junaidi, Kholid
Sosial Budaya Vol 22, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v22i1.37927

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan nilai-nilai fiqh dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat kontemporer, khususnya dalam konteks sosial, pendidikan, ekonomi, dan pengelolaan lingkungan. Melalui metode literature review sistematis, penelitian ini mengkaji sembilan studi terkini (2018–2025) yang mengeksplorasi integrasi fiqh dengan kearifan lokal dan relevansinya dalam membangun komunitas yang harmonis, berkelanjutan, dan inklusif. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai-nilai fiqh seperti keadilan, kejujuran, musyawarah, amanah, dan ta’awun tidak hanya berfungsi sebagai pedoman hukum, tetapi juga menjadi alat transformasi sosial yang efektif. Penerapan fiqh dalam kehidupan sehari-hari terbukti mampu memperkuat hubungan sosial, menyelesaikan konflik di masyarakat multikultural, serta meningkatkan kepercayaan dan solidaritas antaranggota komunitas. Integrasi fiqh dengan kearifan lokal, seperti dalam pengelolaan sumber daya alam dan ekonomi syariah berbasis gotong royong, menunjukkan model pembangunan yang seimbang antara kebutuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Pendidikan fiqh yang kontekstual dan berbasis digital juga terbukti meningkatkan pemahaman dan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan sosial berbasis nilai keislaman. Studi kasus di koperasi syariah pedesaan menegaskan bahwa kombinasi prinsip fiqh muamalah dengan nilai lokal mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang adil dan berkelanjutan. Dengan demikian, pendekatan fiqh yang adaptif dan kontekstual sangat relevan dalam menjawab tantangan global. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pendidikan fiqh berbasis lokal dan digital, integrasi nilai fiqh dalam tata kelola komunitas, serta penguatan kerja sama antarlembaga dan kemitraan internasional untuk memperluas dampak positif fiqh dalam pembangunan masyarakat.TRANSLATE with x EnglishArabicHebrewPolishBulgarianHindiPortugueseCatalanHmong DawRomanianChinese SimplifiedHungarianRussianChinese TraditionalIndonesianSlovakCzechItalianSlovenianDanishJapaneseSpanishDutchKlingonSwedishEnglishKoreanThaiEstonianLatvianTurkishFinnishLithuanianUkrainianFrenchMalayUrduGermanMalteseVietnameseGreekNorwegianWelshHaitian CreolePersian //  TRANSLATE with COPY THE URL BELOW Back EMBED THE SNIPPET BELOW IN YOUR SITE Enable collaborative features and customize widget: Bing Webmaster PortalBack//