cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
TARBIYA : Journal Education in Muslim Society
ISSN : 23561416     EISSN : 24429848     DOI : -
Core Subject : Education,
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society is a peer-reviewed journal on education in the Muslim world. This journal is published by the Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatullah Jakarta, in partnership with HSPAI (Scholars of Islamic Education), an affiliate of ISPI( Association of Indonesian Scholars of Education). Editors welcome scholars, researchers and practitioners of education around the world to submit scholarly articles to be published through this journal. All articles will be reviewed by experts before accepted for publication. Each author is solely responsible for the content of published articles. P-ISSN: 2356-1416 E-ISSN: 2442-9848
Arjuna Subject : -
Articles 441 Documents
CURRICULUM ANALYSIS TEACHER PROFESSIONAL EDUCATION PROGRAM (PPG) OF ISLAMIC EDUCATION IN INDONESIA Fauzan, Fauzan; Bahrissalim, Bahrissalim
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 4 NO. 2 DECEMBER 2017
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v4i2.6400

Abstract

 Abstract The existence of Professional Teacher Education program (PPG) becomes a demand after the Law of Teachers and Lecturers (UU G-D) requires professional teachers to have an educator certificates. Professional education contains practical activities of applying academic educational ability in professional activities of teachers in schools along with systematic supervision mechanisms and in a relatively adequate time (at least one year or two semesters). The substance of the Teacher Professional program curriculum rests on the accommodation of teachers' competence, pedagogic, professional, personal, and social. The demands of the teacher's competence spawned several offers of learning expenses that became a person's reinforcement to become a professional teacher, whether related to the content of teaching materials or the strengthening of teaching skills. The structure of the PPG program curriculum contains workshops on learning tool development, teaching exercises through micro teaching- learning, peer learning, and field experience programs (PPL), and pedagogy enrichment programs. Abstrak Keberadaan Program Profesi Guru (PPG) menjadi tuntutan setelah UU G-D mempersyaratkan guru profesional memiliki sertifikat pendidik. Pendidikan profesi berisi kegiatan praktik menerapkan kemampuan akademik kependidikan dalam kegiatan profesional guru di sekolah disertai mekanisme pembimbingan dan supervisi yang sistematis dan dalam waktu yang relatif memadai (sekurang-kurangnya satu tahun atau dua semester). Substansi kurikulum Program Profesi Guru (PPG) bersandar pada akomodasi tuntutan kompetensi guru, yakni pedagogik, professional, personal, dan  sosial. Tuntutan kompetensi guru tersebut melahirkan beberapa tawaran beban belajar yang menjadi penguat seseorang menjadi guru professional, apakah terkait dengan konten  materi ajar atau penguatan teaching skill. Struktur kurikulum program PPG berisi lokakarya pengembangan perangkat pembelajaran, latihan mengajar melalui pembelajaran mikro, pembelajaran pada teman sejawat, dan program pengalaman lapangan (PPL), dan program pengayaan bidang studi dan/atau pedagogi. How to Cite : Fauzan., Bahrissalim. (2017). Curriculum Analysis Teacher Professional Education Program (PPG) of Islamic Education in Indonesia. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 4(2), 148-161. doi:10.15408/tjems.v4i2.6400. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/tjems.v4i2.6400
Intercultural Communicative Language Teaching in China: Highlight or Addendum? WANG, QUN; Syihabuddin, Syihabuddin; Mulyati, Yeti; Damaianti, Vismaia Sabariah
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 5 NO. 2 DECEMBER 2018
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v5i2.9732

Abstract

AbstractInternational students were frequently reported of culture shock issues when entering a new cultural environment. Cultural knowledge was often treated as an addendum which focused on learning facts about the target country. This article demonstrated culture shock that experienced by 7 international students, and also reviewed intercultural communicative language teaching (ICLT) in Indonesian language classrooms practiced by 6 language practitioners from 3 different universities in China. Using findings that emerged from a series of one-to-one interviews, the research explored practitioners’ current perspective of ICLT and how these understandings influenced their practices, including teaching materials, methods, and activities. The researcher discussed the possible causes of the status quo of ICLT in China, and went on to put forward suggestions that ICLT should be promoted in foreign language teaching as a successful mediator of intercultural dimension.AbstrakMahasiswa internasional sering dilaporkan tentang masalah kejutan budaya ketika memasuki lingkungan budaya baru. Pengetahuan budaya sering diperlakukan sebagai tambahan yang berfokus pada mempelajari fakta tentang negara sasaran. Artikel ini menunjukkan kejutan budaya yang dialami oleh 7 siswa internasional, dan juga mengulas pengajaran bahasa komunikatif antarbudaya (ICLT) di ruang kelas bahasa Indonesia yang dipraktikkan oleh 6 praktisi bahasa dari 3 universitas berbeda di Tiongkok. Menggunakan temuan yang muncul dari serangkaian wawancara satu-ke-satu, penelitian mengeksplorasi perspektif praktisi saat ini tentang ICLT dan bagaimana pemahaman ini mempengaruhi praktik mereka, termasuk bahan ajar, metode, dan kegiatan. Peneliti membahas kemungkinan penyebab status quo ICLT di Cina, dan kemudian mengajukan saran bahwa ICLT harus dipromosikan dalam pengajaran bahasa asing sebagai mediator sukses dimensi lintas budaya. How to Cite :, Wang, Q., Syihabuddin., Mulyati, Y., Damaianti, V. S. (2018).  Intercultural Communicative Language Teaching in China: Highlight or Addendum?. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 5(2), 155-165. doi:10.15408/tjems.v5i2.9732.
Re-Thinking Romanization of Arabic-Islamic Script Adegoke, Kazeem Adekunle; Abdulraheem, Bashir
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 4 No. 1 June 2017
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v4i1.5549

Abstract

Abstract Arabic Romanization has been revolutionized by the impact of information technology. The driving-force in this regard is the need to make the reading of Arabic scripts through Romanization easier than what it is used to be. The needed vital instrument to achieve this venture requires the invention of transliteration and transcription of Arabic letters into non-Arabic letters which were successfully done in Romanization of Arabic-Islamic Scripts. Thus, the paper attempts to examine the Romanization of Arabic-Islamic Scripts in the twin discipline of Arabic and Islamic Studies in the occidental world. It is a case study research examining the historical evolution of transliteration and transcription of Arabic letters into non-Arabic letters in which the distinction and lack of uniformity of Romanization of Arabic-Islamic Scripts are fully explored. The paper would finally take us through the fundamental role played by the CJKI Arabic Romanization System (CARS) in the recent innovation in the Romanization of Arabic-Islamic Scripts in the twin discipline of Arabic and Islamic Studies in the western-oriented institution of learning. The purpose is to see what element of innovative development ushered in the recent Arabic-Islamic scholarship in the methods of transliteration and transcription of Arabic letters into non-Arabic letters. Abstrak Romanisasi Arab telah berevolusi karena dampak teknologi informasi. pendorong hal tersebut adalah adanya kebutuhan untuk membuat pembacaan naskah Arab melalui Romanisasi lebih mudah dari yang digunakan sebelumnya. Instrumen vital yang dibutuhkan untuk mencapai usaha ini memerlukan penemuan transliterasi dan transkripsi huruf Arab menjadi huruf-huruf non-Arab yang berhasil dilakukan dalam Romanisasi Skrip Arab-Islam. Dengan demikian, makalah ini mencoba untuk mengkaji Romanisasi Skrip Arab-Islam dalam disiplin ganda Studi Arab dan Islam di dunia barat. Ini adalah penelitian studi kasus yang meneliti evolusi historis transliterasi dan transkripsi huruf Arab menjadi huruf-huruf non-Arab di mana perbedaan dan kurangnya keseragaman Romanisasi Skrip Arab-Islam sepenuhnya dieksplorasi. Makalah ini akhirnya membawa kita melalui peran mendasar yang dimainkan oleh CJKI Arabic Romanization System (CARS) dalam inovasi baru-baru ini dalam Romanisasi skrip Arab-Islam dalam disiplin ganda bahasa Arab dan studi Islam di institusi pembelajaran yang berorientasi barat. Tujuannya adalah untuk melihat elemen pembangunan inovatif yang mengantar kajian Arab-Islam baru-baru ini dalam metode transliterasi dan transkripsi huruf Arab menjadi huruf non-Arab.   How to Cite : Abdulraheem, B. Adegoke, K.A. (2017). Re-Thinking Romanization of Arabic-Islamic Script. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 4(1), 22-31. doi:10.15408/tjems.v4i1.5549. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/tjems.v4i1.5549
Ability of Mathematical Generalisation Thinking of Mathematics Education Students Fatra, Maifalinda; Angraini, Lilis Marina; Jatmiko, M. Anang
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 6 NO. 1 2019
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v6i1.12315

Abstract

AbstractThe main objectives of this study are: 1) describing and analyzing the mathematical generalization ability of mathematics education students at State Islamic University (UIN) in Indonesia, 2) investigating the differences in mathematical generalization abilities of mathematics education students across State Islamic University (UIN) in Indonesia. The study was conducted at 6 UIN in Indonesia with a sample of  5th semester students using the survey method. The results of this study indicate that: 1) The ability of mathematical generalizations thinking of Mathematics Education students from 6 state Islamic universities in Indonesia can be seen from the average value of each sample.  The average mathematical generalization of Syarif Hidayatullah State Islamic University in Jakarta is higher high than the other 5 state Islamic universities, with the average value of  61.31. 2) There is no difference in the ability of mathematical generalization thinking among mathematics educations students of State Islamic University (UIN) in Indonesia.AbstrakTujuan utama dari penelitian ini adalah: 1) mendeskripsikan dan menganalisis kemampuan generalisasi matematika siswa pendidikan matematika di Universitas Islam Negeri (UIN) di Indonesia, 2) menyelidiki perbedaan kemampuan generalisasi matematika siswa pendidikan matematika di Universitas Islam Negeri (UIN) ) di Indonesia. Penelitian ini dilakukan di 6 UIN di Indonesia dengan sampel mahasiswa semester 5 menggunakan metode survei. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Kemampuan berpikir generalisasi matematika siswa Pendidikan Matematika dari 6 universitas Islam negeri di Indonesia dapat dilihat dari nilai rata-rata setiap sampel. Generalisasi matematika rata-rata dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah di Jakarta lebih tinggi daripada 5 universitas Islam negeri lainnya, dengan nilai rata-rata 61,31. 2) Tidak ada perbedaan kemampuan berpikir generalisasi matematika di kalangan mahasiswa pendidikan matematika Universitas Islam Negeri (UIN) di Indonesia.  How to Cite : Fatra, M., Angraini, L. M., Jatmiko, M. A. (2019).  Ability of Mathematical Generalisation Thinking of Mathematics Education Students. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 6(1), 69-75. doi:10.15408/tjems.v5i1.12315.
Integration Science and Religion: An Analysis in Islamic Higher Education Nuryantini, Ade Yeti; K, Karman; Holik, Abdul
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 5 NO. 1 JUNE 2018
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v5i1.9508

Abstract

AbstractThe integration of Islamic values in the learning process at UIN Sunan Gunung Djati Bandung has become the hallmark of the campus. The Islamic values integrated into the learning process by providing the verses from the Quran for the concepts studied. This study aims to analyze the ability of students used to live in an Islamic boarding school (pesantren) and those who haven’t yet live in an Islamic boarding school in identifying the verses of al-Quran related to some concept of physics. The research was conducted through observation in classrooms and analysis of students’ assignment on identifying. The results showed that generally, students have a decent ability in identifying Qur'anic verses related to the concept of physics. The students' ability appeared not to be influenced by the pesantren educational background. However, largely students are not able to interpret the verses of the Qur'an related to the physics concept in depth.AbstrakIntegrasi nilai-nilai Islam dalam proses pembelajaran di UIN Sunan Gunung Djati Bandung telah menjadi ciri khas kampus. Integrasi nilai-nilai Islam ke dalam proses pembelajaran dapat dilakukan dengan menghubungkan ayat-ayat al-Quran dengan konsep-konsep yang dipelajari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan mahasiswa Prodi Pendidikan Fisika yang pernah tinggal di pesantren dan yang tidak pernah tinggal di pesantren dalam mengidentifikasi ayat-ayat al-Quran terkait dengan konsep fisika. Penelitian dilakukan melalui observasi di ruang kelas dan analisis tugas yang dikumpulkan dari mahasiswa ketika mengidentifikasi ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan konsep  fisika. Hasil penelitian menunjukkan umumnya mahasiswa memiliki kemampuan yang layak dalam mengidentifikasi ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan konsep fisika.  Kemampuan mahasiswa tersebut tidak dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan di pesantren. Namun, sebagian besar mahasiswa tidak mampu menafsirkan ayat-ayat Al Qur'an yang terkait dengan konsep fisika secara mendalam.How to Cite : Nuryantini, A. Y.. Karman., Holik, A. (2018).  Integration Science and Religion in Physic Subject: An Analysis in Islamic Higher Education. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 5(1), 11-18. doi:10.15408/tjems.v5i1.9508.
Faith and Disaster Resilience: What can Islamic Education Teach Children to Help Prepare Them for A Disaster? Husni Rahiem, Maila Dinia
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 5 NO. 2 DECEMBER 2018
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v5i2.9964

Abstract

AbstractChildren used their internal mechanisms, including faith, in coping and bouncing back after a disaster. In this paper, researcher examines the role of faith in building more resilient communities, and also how Islamic education at school can be used to help teach children to be better prepared for a disaster. The research suggests that Islamic education could be used to increase students hope after a disaster, to seek prayer as a source of strength and peace, to see the essential role of Muslim clergies in disaster recovery, and to see how some religious practices need to be understood in better ways. Qualitative narrative research was used as the method of inquiry with the primary source of data coming from interviews.  There are 27 child survivors being interviewed. All those interviews were audio-recorded and transcribed, then the transcripts were analysed to find any emerging themes.AbstrakBeberapa anak menggunakan mekanisme internal mereka, termasuk iman, dalam mengatasi dan bangkit kembali setelah bencana. Dalam makalah ini, peneliti meneliti peran iman dalam membangun komunitas yang lebih tangguh, dan juga bagaimana pendidikan Islam di sekolah dapat digunakan untuk membantu mengajar anak-anak agar lebih siap menghadapi bencana. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan Islam dapat digunakan untuk meningkatkan harapan pelajar setelah bencana, untuk menjadikan doa sebagai sumber kekuatan dan perdamaian, untuk melihat peran penting para ulama Muslim dalam pemulihan bencana, dan untuk melihat bagaimana beberapa praktik keagamaan perlu dilakukan. dipahami dengan cara yang lebih baik. Penelitian naratif kualitatif digunakan sebagai metode penyelidikan dengan sumber data utama yang berasal dari wawancara. Ada 27 anak yang selamat yang diwawancarai. Semua wawancara itu direkam dan ditranskripsi, kemudian transkrip dianalisis untuk menemukan topik yang tampak. How to Cite : Rahiem, M. D. H. (2018).  Faith and Disaster Resilience: What can Islamic Education Teach Children to Help Prepare Them for a Disaster?. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 5(2), 178-192. doi:10.15408/tjems.v5i2.9964.
Investigating Students Knowledge and Social Awareness of the Community of Religious Social Activist Minangkabau: A Community Based Reseach In West Sumatra, Indonesia Haviz, M.; Afwadi, Afwadi; Selamat, Kasmuri; Maris, Ika Metiza; Hanif, Akhyar; Trisoni, Ridwal; Effendi, Yusrizal
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 6 NO. 1 2019
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v6i1.8657

Abstract

AbstractThe study aims to investigate the knowledge of junior high school students on Islamic religious education materials and the social awareness of the Minangkabau religious social activist community. The subject matter of Islamic education is al-Quran, al-Hadith, al-Tarikh, al-Fiqh, al-Akhlaq, al-Aqidah and Arabic language. The research method is community based research. The general steps of the CBR are cycles in four stages, namely, laying the foundation, planning, gathering/analyzing information and action to finding. This study involves junior high school students and the community of Minangkabau religious social activist. This study found that these students have poor Islamic religious knowledge in seven materials. The Minangkabau religious social activists have a high social awareness when activities strengthen formal education with Islamic non-formal education is carried out. The study also provides recommendations on the need for further on finding action for the development of madrasah diniyah takmilyah wustha (MDTW) by exploring Minangkabau values. The findings of this study have implied that this research is an effort that can be done to stop the “silent or slow running phase” of the Minangkabau (surau) mosque and madrasa. This study has also reaffirms that Minangkabau surau and madrasah are not lost or will be lost in Minangkabau, West Sumatra Indonesia.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengetahuan siswa SMP pada materi pendidikan agama Islam dan kesadaran sosial dari komunitas aktivis sosial religius minangkabau. Subyek pendidikan Islam adalah materi al-Quran, al-Hadits, al-Tarikh, al-Fiqh, al-Akhlaq, al-Aqidah dan bahasa Arab. Metode penelitian adalah penelitian berbasis komunitas (community based research). Langkah-langkah umum CBR adalah siklus dalam empat tahap: meletakkan fondasi, perencanaan, pengumpulan / analisis informasi dan tindakan untuk menemukan. Penelitian ini melibatkan siswa SMP dan komunitas aktivis sosial keagamaan minangkabau. Studi ini menemukan bahwa para siswa ini memiliki pengetahuan agama Islam yang buruk dalam tujuh materi. Para aktivis sosial keagamaan minangkabau memiliki kesadaran sosial yang tinggi ketika kegiatan memperkuat pendidikan formal dengan pendidikan non-formal Islam dilakukan. Studi ini juga memberikan rekomendasi tentang perlunya untuk lebih lanjut menemukan tindakan untuk pengembangan madrasah diniyah takmilyah wustha (MDTW) dengan mengeksplorasi nilai-nilai minangkabau. Temuan penelitian ini telah mengimplikasikan bahwa penelitian ini merupakan upaya yang dapat dilakukan untuk menghentikan "fase diam atau lari perlahan" surau dan madrasah minangkabau. Penelitian ini juga menegaskan bahwa surau dan madrasah minangkabau tidak hilang atau akan hilang di minangkabau, Sumatera Barat Indonesia.  How to Cite : Haviz, M. Afwadi. Kasmuri. Maris. I. M., Hanif, A., Trisoni, R., Effendi, Y. (2019).  Investigating Students Knowledge and Social Awareness of the Community of Religious Social Activist Minangkabau: A Community Based Reseach In West Sumatra, Indonesia. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 6(1), 10-22. doi:10.15408/tjems.v6i1.8657.
Strengthening and Transformation of the Islamic Education System in Malaysia Suhid, Asmawati
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 5 NO. 1 JUNE 2018
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v5i1.9511

Abstract

AbstractEducation is an important aspect in fulfilling the mission and human development agenda. Hence, Islam places great importance in education as was stated in the first verse revealed to the Prophet Muhammad (PBUH). In Malaysia, education is also a priority in the country’s development including Islamic education.  The Islamic Education System in Malaysia is constantly evolving and changing in order to meet the needs and demands of the society. Parents and societies who are increasingly interested and realised the importance of Islamic education have created various forms and types of Islamic education.  As an example, the emergence of Maahad Tahfiz, Ulul Albab programme, private Islamic Schools, Darul Quran and the J-QAF programme showed a very encouraging improvement.  Attention is also given to the children of young prisoners and married teenagers in order they are not left behind in the mainstream education. Hence, this paper will discuss the development, strengthening and transformation of the Islamic education system in Malaysia besides highlighting some research findings that support this discussion. Abstrak Pendidikan merupakan aspek penting dalam memenuhi misi dan agenda pembangunan manusia. Oleh karena itu, Islam menekankan pentingnya pendidikan seperti Firman dalam ayat pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad (SAW). Di Malaysia, pendidikan juga menjadi prioritas dalam pembangunan negara termasuk pendidikan Islam. Sistem Pendidikan Islam di Malaysia terus berkembang dan berubah untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan masyarakat. Orang tua dan masyarakat yang semakin tertarik dan menyadari pentingnya pendidikan Islam telah menciptakan berbagai bentuk dan jenis pendidikan Islam. Sebagai contoh, munculnya Pesantren Tahfiz, Program Ulul Albab, Sekolah Islam swasta, Darul Quran dan program J-QAF menunjukkan peningkatan yang sangat menggembirakan. Perhatian juga diberikan kepada tahanan anak-anak dan remaja yang sudah menikah agar mereka tidak tertinggal dalam meraih pendidikan pada umumnya. Oleh karena itu, dalam artikel ini penulis akan membahas tiga topik utama; pengembangan, penguatan dan transformasi sistem pendidikan Islam di Malaysia. Dalam rangka mendukung diskusi, beberapa temuan penelitian akan disorot.How to Cite : Suhid, A. (2018). Strengthening and Transformation of The Islamic Education System in Malaysia. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 5(1), 66-77. doi:10.15408/tjems.v5i1.9511.
THE CORRELATION BETWEEN EFL LEARNERS’ MOTIVATION ON ENGLISH COURSE AND THEIR ENGLISH LEARNING ACHIEVEMENT Apriliyanti, Dewi Listia
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 4 NO. 2 DECEMBER 2017
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v4i2.6401

Abstract

Abstract A Study has been conducted to examine the correlation between EFL learners’ motivation on English course (X) and their English learning achievement (Y). A mixed method design used in this study. Instruments of this research were observation, questionnaire, document, and interview. Quantitative method used to measure the correlation between two variables. 30 higher students of the public school have involved in this study. The result showed that the correlation between EFL learners’ motivation on English course and their English score. Even though the correlation was positive, but it was low and not significant. Meanwhile, The investigation found five explanations. First, in some cases, the method that teacher used for learning activity was not suitable with the students’ condition. Second, most students felt difficulty with grammatical structure. Third, students would understand the material if they felt interesting with their teacher and materials. If they didn’t feel comfortable with both of those things, they would not understand the material at all. Forth, they didn’t have high curiosity because they were not remembered about the material explanation from their tutor on English course in the next day. It means that they were not learned it again at home. Fifth, 43% of students would rather to studying with their teacher at school than at English course. 36% of students would rather to studying with their teacher at courses that at school because they felt more understand learning at English course and 21% of samples were abstained.  Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk menguji korelasi antara motivasi peserta didik bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL) dalam mengikuti kursus bahasa Inggris (X) dan prestasi belajar bahasa Inggris mereka di sekolah (Y). Desain metode campuran digunakan dalam penelitian ini. Instrumen penelitian ini adalah observasi, kuesioner, dokumen, dan wawancara. Metode korelasi digunakan untuk mengukur hubungan antar dua variabel. 30 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) terlibat sebagai sampel dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan ada korelasi antara motivasi peserta didik EFL terhadap nilai bahasa Inggris mereka. Meskipun hasil menunjukan adanya hubungan yang positif namun rendah dan tidak signifikan. Hasil investigasi menemukan lima temuan. Pertama, dalam beberapa kasus, metode yang digunakan guru untuk kegatan belajar tidak sesuai dengan kondisi siswa. Kedua, kebanyakan siswa merasa kesulitan dalam memahami stuktur gramatika dalam bahasa Inggris. Ketiga, siswa akan memahami materi jika mereka merasa tertarik dengan guru dan bahan ajarnya. Jika mereka tidak merasa nyaman dengan kedua hal tersebut, merek tidak akan memahami materi sama sekali. Keempat, mereka tidak memiliki keingintahuan yang tinggi karena mereka tidak ingat penjelasan materi dari tutor mereka pada saat kursus bahasa inggris dihari berikutnya. Artinya mereka tidak mempelajarinya lagi dirumah. Kelima, 43% siswa memilih untuk belajar dengan guru mereka disekolah, 36% siswa memilih belajar dengan tutor di tempat kursus mereka, dan 21% tidak memilih keduanya.  How to Cite : Apriliyanti, D. L., Darliani. Y. (2017). The Correlation Between EFL Learners’ Motivation on English Course and Their English Learning Achievement. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 4(2), 232-239. doi:10.15408/tjems.v4i2.6401. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/tjems.v4i1.6401 
THE PROSPECT OF INTEGRATED AND HOLISTIC MADRASAH EDUCATION SYSTEM (IHMES) IN THE PHILIPPINES: A Sustainable Approach to Prevent Violent Extremism Cayamodin, Jamel Rombo
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 6 NO. 1 2019
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v6i1.11628

Abstract

ABSTRACTThe madrasah education system in the Philippines was recently impugned as a source of radicalized Muslim Filipino youths. This assertion was based on the presumption that most radicalized youths who happened to be members of either the revolutionary groups or the ISIS-inspired groups went through the diverse madrasah institutions in the country. This indictment, however, may be parti pris to the substantial majority of Muslim Filipino youths who served the nation in various capacities as also a product of various madrasah institutions in the Philippines and abroad. More vividly, many of the highly educated Muslim Filipino youths are actively engaged in various government and non-government programs on preventing and countering violent extremism. These two opposing views made the examination of the dynamics of the Philippine madrasah education system imperative to vindicate the issue. Using analysis of documents, the study found that there are challenges and gaps in the implementation of the madrasah programs even though it is mandated by existing legislations, policies, and peace agreements. Thus, a sustainable integrated and holistic madrasah education system (IHMES) acquiescent to the religio-cultural orientations of Muslim Filipinos is proposed to empower Muslim communities, eliminate various social ills particularly violent extremism, and meaningfully participate in nation-building.  ABSTRAKSistem pendidikan madrasah di Filipina akhir-akhir ini dibantah telah menjadi sumber bagi radikalisasi pemuda Muslim Filipina. Pernyataan ini didasari pada dugaan bahwa generasi muda yang paling banyak terpapar radikalisme dan menjadi anggota grup revolusioner ataupun grup yang terinspirasi oleh ISIS menempuh pendidikan di berbagai institusi madrasah di negara tersebut. Meski begitu, dakwaan ini mungkin saja merupakan prasangka atas adanya mayoritas pemuda Muslim Filipina yang bekerja dalam melayani negara di bergagay bidang yang juga merupakan lulusan dari institusi-institusi madrasah, baik di dalam maupun luar Filipina. Lebih jelasnya lagi, kebanyakan pemuda Muslim Filipina yang berpendidikan tinggi berperan aftif dalam berbagai program, baik yang diadakan oleh pemerintah maupun swasta dalam rangka menangkal dan melawan ekstrimisme dan kekerasan. Kedua pandangan yang menentang ini membuat pemeriksaan dinamika sistem pendidikan madrasah Filipina sangatlah penting, demi membuktikan kebenaran kasus ini. Dengan menggunakan analisis terhadap dokumen yang ada, studi ini pun menemukan fakta bahwa terdapat tantangan dan kesenjangan dalam penerapan program madrasah, meskipun mereka telah berada di bawah pengawasan perundang-undangan yang ada, kebijakan, dan juga perjanjian kedamaian. Oleh karenanya, sebuah sistem pendidikan madrasah yang terintegrasi dan holistik yang berkelanjutan (integrated dan holistic madrasah education system, IHMES) sepakat pada orientasi agama-budaya Muslim Filipina agar dapat diajukan, hal tersebut betujuan dilakukannya pemberdayaaan komunitas Muslim demi menyingkirkan berbagai penyakit sosial, terutama ekstrimisme kekerasan, dan yang juga berarti sebuah partisipasi dalam membangun negara.                 

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 12 NO. 1 2025 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 12 NO. 1 2025 (In Progress Issue) TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 11 NO. 2 2024 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 11 NO. 1 2024 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 10 NO. 2 2023 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 10 NO. 1 2023 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 9 NO. 2 2022 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 9 NO. 1 2022 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 8 NO. 2 2021 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 8 NO. 1 2021 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 7 NO. 2 2020 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 7 NO. 1 2020 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 6 NO. 2 2019 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 6 NO. 1 2019 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 5 NO. 2 DECEMBER 2018 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 5 NO. 1 JUNE 2018 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 4 NO. 2 DECEMBER 2017 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 4 No. 1 June 2017 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 3 No. 2 December 2016 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 3 No. 1 June 2016 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 2 No. 2 December 2015 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 2 No. 1 June 2015 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 1 No. 2 December 2014 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 1 No. 2 Desember 2014 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 1 No. 1 Juni 2014 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 1 No. 1 Juni 2014 More Issue