cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
TARBIYA : Journal Education in Muslim Society
ISSN : 23561416     EISSN : 24429848     DOI : -
Core Subject : Education,
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society is a peer-reviewed journal on education in the Muslim world. This journal is published by the Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatullah Jakarta, in partnership with HSPAI (Scholars of Islamic Education), an affiliate of ISPI( Association of Indonesian Scholars of Education). Editors welcome scholars, researchers and practitioners of education around the world to submit scholarly articles to be published through this journal. All articles will be reviewed by experts before accepted for publication. Each author is solely responsible for the content of published articles. P-ISSN: 2356-1416 E-ISSN: 2442-9848
Arjuna Subject : -
Articles 441 Documents
Framework and Prototype Development of Mathsci Instruments for Measuring 21st Century Skills in Islamic Context Zulfiani, Zulfiani; Suwarna, Iwan Permana; Muin, Abdul
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 8 NO. 1 2021
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v8i1.22120

Abstract

AbstractThe development of competency assessments that measure 21st century competencies is critical for improving the quality of education. The purpose of this research is to describe a framework and prototype for assessing Math and Science or Math-Sci competency skills in the twenty-first century. The method of development research employed in this study is based on the Akker framework, which entails preliminary research, prototyping, design, and development in a paper and pencil test format. The equipment of the investigation included observation sheets, questionnaires, and tests. This study results in a conceptual framework for the instrument and a verified prototype of the Math-Sci competence evaluation. The Math-Sci competence evaluation is conceptualized around thematic, interdisciplinary questions that integrate three (three) subjects, namely Science (Biology-Physics) and Mathematics, in an Islamic context. Math-Sci, using the ladder analogy (monodisciplinary, interdisciplinary 1, and interdisciplinary 2) to rank students' competency, relates to the thought process of Bloom's taxonomy, the context, and the complexity of the topic. The instrument created was deemed valid and practicable based on the results of expert validation. The development of the Math-Sci competence assessment instrument was the first step toward strengthening assessment for learning and assisting in the improvement of learning through the presentation of integrated contextual problems. AbstrakPengembangan asesmen kompetensi yang membekalkan kecakapan abad 21 sangat urgent untuk memperbaiki proses pembelajaran di sekolah. Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan framework dan prototype asesmen kompetensi Math-Sci untuk mengukur keterampilan abad 21. Metode penelitian pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada framework Akker yang meliputi penelitian pendahuluan, prototipe yang meliputi desain, dan pengembangan dalam format paper and pencil test. Instrumen penelitian berupa lembar observasi, angket, dan tes. Hasil penelitian diperoleh kerangka konseptual instrumen dan prototipe asesmen kompetensi Math-Sci yang telah divalidasi melalui expert judgment. Kerangka konseptual asesmen kompetensi Math-Sci berupa soal-soal tematik, interdisipliner yang memadukan 3 (tiga) disiplin ilmu yakni IPA (Biologi-Fisika) dan Matematika pada konteks keIslaman. Math-Sci dengan analogi titian anak tangga (monodisiplin, interdisiplin 1, dan  interdisiplin 2) yang mengukur kompetensi peserta didik secara hierarki mengacu pada proses berpikir taksonomi Bloom, konteks dan kompleksitas masalah. Hasil validasi pakar diperoleh instrumen soal yang dikembangkan valid dan layak. Pengembangan instrumen asesmen kompetensi Math-Sci merupakan langkah awal upaya menguatkan asesmen for learning, membantu memperbaiki pembelajaran, bersifat inovatif dengan menghadirkan permasalahan kontekstual integratif.  How to Cite: Zulfiani, Suwarna, I.P., Suwarna, Muin, A. (2021). Framework and Prototype Development of Mathsci Instruments for Measuring 21st Century Skills in Islamic Context. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 8(1), 96-107. doi:10.15408/tjems.v8i1.22120.
Family Engagement in Nurturing Students’ Resilience During Remote Learning in COVID-19 Pandemic Sururin, Sururin; Mahmuda, M. C.; Muslim, Moh.
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 7 NO. 2 2020
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v7i2.20582

Abstract

AbstractThis research aims (1) to explore the family's role in remote learning practice and (2) to find out what family can do to nurture students' resilience during the COVID-19 pandemic. This study employed qualitative descriptive methodology with a case study approach to obtain and analyse data narratively. The findings of this study are: (1) Family become the observer of students’ resilience and personality development, their observation will determine teachers’ approach in teaching and educating resilience virtue. Their role as facilitator in home learning shows their support and passion to engage with their children’s learning process. (2) Direct assistance during video conferencing is part of collaboration between school and family to participate in resilience-building, but only few parents did so due to diversed backgrounds. AbstrakPenelitian ini bertujuan (1) untuk mengeksplorasi peran keluarga dalam praktik pembelajaran jarak jauh dan (2) untuk mengetahui apa yang dapat dilakukan keluarga untuk memelihara ketahanan siswa selama pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk memperoleh dan menganalisis data secara naratif. Temuan penelitian ini adalah: (1) Keluarga menjadi pengamat ketahanan dan perkembangan kepribadian siswa, observasi mereka akan menentukan pendekatan guru dalam mengajar dan mendidik ketahanan kebajikan. Peran mereka sebagai fasilitator dalam pembelajaran di rumah menunjukkan dukungan dan semangat mereka untuk terlibat dengan proses pembelajaran anak-anak mereka. (2) Bantuan langsung selama konferensi video merupakan bagian dari kerjasama antara sekolah dan keluarga untuk berpartisipasi dalam pembangunan ketahanan, tetapi hanya sedikit orang tua yang melakukannya karena latar belakang yang berbeda.. How to Cite:  Sururin,  Mahmuda, M.C., Muslim, M. (2020).  Family Engagement in Nurturing Students’ Resilience During Remote Learning in COVID-19 Pandemic. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 7(2), 204-216. doi:10.15408/tjems.v7i2.20582.
Integration of Islamic Values in Civic Education at Pesantren-Based Universities Kurniasih, Maulana Dwi; Sastradiharja, EE Junaedi; Syaidah, Khasnah
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 11 NO. 2 2024
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v11i2.41447

Abstract

AbstractThis article aims to examine the integration of Islamic values into civic education at pesantren-based higher education institutions. Using a qualitative research design, data were collected through in-depth interviews, participatory observations, and document analysis at Universitas Abdullah Faqih (UNKAFA) in Gresik, East Java. The study explores how Islamic teachings are integrated into the civic education curriculum and extracurricular activities to instill values such as patriotism, respect for the law, and political awareness. The findings demonstrate the effectiveness of this integrative model in producing graduates who are not only academically competent but also possess strong moral character and deep spirituality. Key findings include increased student engagement in social and civic responsibilities, the promotion of tolerance and respect for diversity, and the alignment of Islamic and national values. This approach offers a sustainable framework for character development and national identity formation while addressing challenges such as radicalism and social fragmentation. The implications of this research suggest that pesantren-based higher education institutions can serve as a model for harmonizing religious and civic education. Further research is recommended to quantitatively evaluate the impact of this model and explore its application in broader educational contexts.AbstrakArtikel ini bertujuan untuk mengkaji integrasi nilai-nilai Islam ke dalam pendidikan kewarganegaraan di institusi pendidikan tinggi berbasis pesantren. Dengan menggunakan desain penelitian kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen di Universitas Abdullah Faqih (UNKAFA) di Gresik, Jawa Timur. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana ajaran Islam diintegrasikan dalam kurikulum pendidikan kewarganegaraan dan kegiatan ekstrakurikuler, dengan tujuan menanamkan nilai-nilai seperti patriotisme, penghormatan terhadap hukum, dan kesadaran politik. Hasil penelitian menunjukkan efektivitas model integratif ini dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik tetapi juga memiliki moral yang kuat dan spiritualitas yang mendalam. Temuan utama mencakup peningkatan keterlibatan mahasiswa dalam tanggung jawab sosial dan kewarganegaraan, promosi toleransi dan penghormatan terhadap keberagaman, serta keselarasan nilai-nilai Islam dan kebangsaan. Pendekatan ini menawarkan kerangka kerja yang berkelanjutan untuk pembangunan karakter dan pembentukan identitas nasional, sekaligus menjawab tantangan seperti radikalisme dan fragmentasi sosial. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa institusi pendidikan tinggi berbasis pesantren dapat menjadi model harmonisasi pendidikan agama dan kewarganegaraan. Penelitian lanjutan direkomendasikan untuk mengevaluasi dampak model ini secara kuantitatif dan mengeksplorasi penerapannya dalam konteks pendidikan yang lebih luas. How to Cite: Kurniasih, M. D., Sastradiharja, EE. J., & Syaidah, K. (2024). Integration of Islamic Values in Civic Education at Pesantren-Based Universities. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 11(2), 179-196. doi:10.15408/tjems.v11i2.41447.
Psycholinguistic insights into interaction patterns for meaning acquisition in BIPA learning at the university level Nurhamidah, Didah; Rafli, Zainal; Murtadho, Fathiaty; Mahfuzo, Muhammad Rizal
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 11 NO. 2 2024
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v11i2.43364

Abstract

AbstractThis study investigates psycholinguistic perspectives on interaction patterns that facilitate meaning acquisition in BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing/Indonesian for Speakers of Other Languages) learning at UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Employing a descriptive-analytic qualitative approach, the research examines how specific interaction patterns namely Student-Centered, Reciprocal, Collaborative, and Authentic Interactive support cognitive and linguistic processes in second language acquisition. Data were collected through classroom observations, interviews with two instructors and eight students from culturally diverse backgrounds, and thematic analysis of relevant teaching materials. The findings highlight the effectiveness of interactive and contextually enriched teaching strategies in improving students’ grasp of literal and contextual meanings, vocabulary mastery, and cultural competence. Drawing on Krashen’s Input Hypothesis and Vygotsky’s Zone of Proximal Development, this study emphasizes the importance of comprehensible input and scaffolding in fostering meaningful learning. The practical outcomes include recommendations for psycholinguistics-based teacher training programs and the design of interactive instructional materials tailored to the needs of culturally diverse learners. These findings contribute to advancing BIPA teaching practices and strengthening Indonesia’s cultural diplomacy initiatives.AbstrakPenelitian ini mengkaji wawasan psikolinguistik terhadap pola interaksi yang mendukung pemerolehan makna dalam pembelajaran BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis, penelitian ini menganalisis bagaimana pola interaksi seperti Student-Centered, Reciprocal, Collaborative, dan Authentic Interactive memfasilitasi proses kognitif dan linguistik dalam pemerolehan bahasa kedua. Data diperoleh melalui observasi kelas, wawancara dengan dua pengajar dan delapan siswa dari berbagai latar belakang budaya, serta analisis dokumen yang dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengajaran yang interaktif dan kaya konteks efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap makna literal dan kontekstual, penguasaan kosakata, dan wawasan budaya. Dengan mengintegrasikan teori seperti Input Hypothesis dari Krashen dan Zone of Proximal Development dari Vygotsky, penelitian ini menegaskan pentingnya comprehensible input dan scaffolding dalam menciptakan pengalaman belajar yang bermakna. Implikasi praktis dari penelitian ini mencakup perancangan program pelatihan guru berbasis psikolinguistik dan pengembangan bahan ajar interaktif yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa dari latar belakang budaya yang beragam, sehingga berkontribusi pada peningkatan metode pengajaran BIPA dan mendukung diplomasi budaya Indonesia. How to Cite: Nurhamidah, D., Rafli, Z., Murtadho, F., &  Mahfuzo, M.R, (2024). Psycholinguistic insights into interaction patterns for meaning acquisition in BIPA learning at the university level. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 11(2), 197-210. https://doi.org/10.15408/tjems.v11i2.43364.
Islamic Values in Coastal SME Education: A Model for Sustainable Development Doktoralina, Caturida Meiwanto; Al Faruq Abdullah, Muhamad; Desty Febrian, Wenny; Maulana, Diky; Adi Prayogo, Dhani; Anuar Ahmad Shukor, Ahmad Shaifful
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 11 NO. 2 2024
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v11i2.43868

Abstract

AbstractThis study analyses the integration of Maqasid Syariah (MS) principles, including shiddiq (honesty), adl (justice), and maslahah (public welfare), in supporting the sustainability of micro-enterprises (SMEs) in Desa Segara Jaya, Indonesia. Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews and observations with Muslim entrepreneurs. SMEs face challenges such as limited financial resources, inadequate Islamic values-based training, and insufficient infrastructure, which hinder the consistent application of ethical practices. To overcome these barriers, an MS-based educational model is required, combining workshop-based training with tailored educational programmes to address these challenges effectively, mentorship programmes with pesantren and madrasahs, and scalable digital learning platforms. Integrating technical and ethical skills helps align business practices with economic objectives and Islamic values. A collaborative Penta helix approach, engaging government, educational institutions, businesses, communities, and media, is essential for overcoming systemic barriers. Applying the MS framework and the Theory of Planned Behaviour, this research contributes to Islamic entrepreneurship studies and offers practical insights for policymakers, educators, and practitioners. Aligning SME operations with ethical principles enhances resilience, competitiveness, and sustainable development in Muslim communities navigating socio-economic challenges.AbstrakPenelitian ini menganalisis integrasi prinsip-prinsip Maqasid Syariah (MS), termasuk shiddiq (kejujuran), adl (keadilan), dan maslahah (kesejahteraan publik), dalam mendukung keberlanjutan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Desa Segara Jaya, Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap pengusaha Muslim. UMKM menghadapi tantangan seperti keterbatasan sumber daya keuangan, pelatihan berbasis nilai-nilai Islam yang tidak memadai, dan kurangnya infrastruktur, yang menghambat penerapan praktik etis secara konsisten. Untuk mengatasi hambatan ini, diperlukan model pendidikan berbasis MS yang menggabungkan pelatihan berbasis lokakarya dengan program pendidikan yang dirancang khusus, program pendampingan dengan pesantren dan madrasah, serta platform pembelajaran digital yang dapat diskalakan. Integrasi keterampilan teknis dan etis membantu menyelaraskan praktik bisnis dengan tujuan ekonomi dan nilai-nilai Islam. Pendekatan kolaboratif Penta helix yang melibatkan pemerintah, institusi pendidikan, dunia usaha, komunitas, dan media sangat penting untuk mengatasi hambatan sistemik. Dengan menerapkan kerangka kerja MS dan Teori Perilaku Terencana, penelitian ini berkontribusi pada studi kewirausahaan Islam dan memberikan wawasan praktis bagi pembuat kebijakan, pendidik, dan praktisi. Penyelarasan operasional UMKM dengan prinsip-prinsip etis meningkatkan ketahanan, daya saing, dan pembangunan berkelanjutan di komunitas Muslim yang menghadapi tantangan sosial-ekonomi. How to Cite: Doktoralina, C. M., Abdullah, M. A. F., Febrian, W. D., Maulana, D., Prayogo, D. A., & Anuar Ahmad Shukor, A. S. (2024). Islamic Values in Coastal SME Education: A Model for Sustainable Development. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 11(2), 105-114. doi:10.15408/tjems.v11i2.43868.
Adapting Pedagogical Approaches in Model Islamic Educational Institutions: Balancing Contemporary Needs with Islamic Values Jallow, Amadou F.; Jabbie, Alhassan
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 11 NO. 2 2024
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v11i2.40965

Abstract

AbstractThis paper examines the adaptation of pedagogical approaches in model Islamic educational institutions in The Gambia, focusing on the balance between contemporary educational needs and Islamic values. Through a comparative analysis of a selected institution in The Gambia, this study explores how the school incorporates innovative teaching strategies and contemporary curricula alongside traditional Islamic teachings using a single case study of the qualitative research approach. The findings were viewed through DuBow and Litzler’s (2019) Theory of Change (ToC). A thorough synthesis of the data, collected through semi-structured interviews with the school leader and teachers, revealed that model Islamic schools in the Gambia could integrate modern teaching methods and maintain their students’ Islamic values through preparation (planning), execution(implementation), risks, and outcomes (evaluative interventions). The findings from this paper highlight best practices and identify potential areas for improvement, offering insights into how a model Islamic educational institution can effectively navigate the demands of modern education without compromising its foundational Islamic values. The implications for policymakers, educators, and religious leaders underscore the importance of collaboration and flexibility in fostering educational environments that honor Islamic traditions and contemporary educational standards. AbstrakArtikel ini mengkaji adaptasi pendekatan pedagogis di institusi pendidikan Islam model di Gambia, dengan fokus pada keseimbangan antara kebutuhan pendidikan kontemporer dan nilai-nilai Islam. Melalui analisis komparatif pada salah satu institusi di Gambia, studi ini mengeksplorasi bagaimana sekolah tersebut mengintegrasikan strategi pengajaran inovatif dan kurikulum kontemporer bersama dengan pengajaran Islam tradisional menggunakan pendekatan studi kasus tunggal dalam penelitian kualitatif. Temuan dianalisis menggunakan Theory of Change (ToC) dari DuBow dan Litzler (2019). Sintesis data yang diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan pemimpin sekolah dan guru mengungkapkan bahwa sekolah Islam model di Gambia dapat mengintegrasikan metode pengajaran modern sekaligus mempertahankan nilai-nilai Islam siswa melalui tahapan persiapan (perencanaan), pelaksanaan (implementasi), risiko, dan hasil (intervensi evaluatif). Temuan dari artikel ini menyoroti praktik terbaik dan mengidentifikasi potensi area yang dapat ditingkatkan, serta memberikan wawasan tentang bagaimana institusi pendidikan Islam model dapat secara efektif menavigasi tuntutan pendidikan modern tanpa mengorbankan nilai-nilai Islam yang mendasarinya. Implikasinya bagi pembuat kebijakan, pendidik, dan pemimpin agama menekankan pentingnya kolaborasi dan fleksibilitas dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang menghormati tradisi Islam sekaligus memenuhi standar pendidikan kontemporer. How to Cite: . Jallow, A. F., & Jabbie, A. (2024). Adapting Pedagogical Approaches in Model Islamic Educational Institutions: Balancing Contemporary Needs with Islamic Values. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 11(2), 115-134. doi:10.15408/tjems.v11i2.40965.
Unveiling Functions and Patterns of Intra-Sentential Code-Switching in the Video Podcast 'Culture Shock Kuliah di Inggris' on YouTube Channel Suwastini, Ni Komang Arie; Anggara, I Putu Dipa; Mahendrayana, Gede; Mahayanti, Ni Wayan Surya
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 11 NO. 2 2024
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v11i2.39295

Abstract

AbstractThe research delves into code-switching among Indonesian speakers in the UK, covering the syntactic and functional reasons why they use code-switching in intra-sentential contexts by applying Poplack's theory in syntactic and Hoffmann's theory in functional. Data collection includes repeated video watching, taking notes, and categorising code-switching used in the video podcast. Those steps require repeated execution to ensure accurate and comprehensive data collection and analysis. After categorising and identifying patterns of code-switching, it is followed by interpreting the findings and making connections to Poplacks and Hoffmans’ theories which led to the conclusion-drawing. The analysis presents nine states of intra-sentential switching parts of speech and seven categories of code-switching functions. Of 134 instances of code-switching, 104 were intra-sentential, with ICs being the most common (32%). Speakers primarily used code-switching to discuss specific topics, accounting for 37.67% of all instances. The results indicate that speakers would rather negotiate higher units, such as clauses, because the language feature is part of their regular use of English in the UK. This study demonstrates how code-switching helps with communication and identity formation for bilingual speakers. In relevance for language education, code-switching, as a pedagogical tool, can enhance comprehension and participation in language education programs, particularly in more complexly multilingual classrooms. Future research should also examine code-switching in various cultural contexts and use interdisciplinary methodologies to fully fund this linguistic phenomenon. AbstrakPenelitian ini menyelidiki peralihan kode di antara penutur bahasa Indonesia di Inggris, yang mencakup alasan sintaksis dan fungsional mengapa mereka menggunakan peralihan kode dalam konteks intra-kalimat dengan menerapkan teori Poplack dalam sintaksis dan teori Hoffmann dalam fungsional. Pengumpulan data meliputi menonton video berulang kali, membuat catatan, dan mengkategorikan peralihan kode yang digunakan dalam podcast video. Langkah-langkah tersebut memerlukan pelaksanaan berulang untuk memastikan pengumpulan dan analisis data yang akurat dan komprehensif. Setelah mengkategorikan dan mengidentifikasi pola peralihan kode, analisis dilanjutkan dengan menafsirkan temuan dan menghubungkan dengan teori Poplack dan Hoffman yang mengarah pada penarikan kesimpulan. Analisis ini menyajikan sembilan keadaan bagian-bagian pidato peralihan intra-kalimat dan tujuh kategori fungsi peralihan kode. Dari 134 contoh alih kode, 104 di antaranya adalah intra-kalimat, dengan IC menjadi yang paling umum (32%). Penutur terutama menggunakan alih kode untuk membahas topik-topik tertentu, yang mencakup 37,67% dari semua contoh. Hasilnya menunjukkan bahwa penutur lebih suka menegosiasikan unit-unit yang lebih tinggi, seperti klausa, karena fitur bahasa adalah bagian dari penggunaan bahasa Inggris mereka secara teratur di Inggris. Studi ini menunjukkan bagaimana alih kode membantu komunikasi dan pembentukan identitas bagi penutur bilingual. Dalam relevansi untuk Pendidikan Bahasa, alih kode, sebagai alat pedagogis, dapat meningkatkan pemahaman dan partisipasi dalam program pendidikan bahasa, khususnya di kelas-kelas multibahasa yang lebih kompleks. Penelitian di masa mendatang juga harus memeriksa alih kode dalam berbagai konteks budaya dan menggunakan metodologi interdisipliner untuk sepenuhnya mendanai fenomena linguistik ini. How to Cite: Suwastini, N. K. A., Anggara, I. P. D., Mahendrayana, G., & Mahayanti, N. W. S. (2024). Unveiling Functions and Patterns of Intra-Sentential Code-Switching in the Video Podcast 'Culture Shock Kuliah di Inggris' on YouTube Channel. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 11(2), 135-158. doi:10.15408/tjems.v11i2.39295.
Integrating Islamic Environmental Ethics into Basic Education Curricula in The Gambia for a Sustainable Environment Ceesay, Karamo; Sonko, Kebba Lang
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 11 NO. 2 2024
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v11i2.42072

Abstract

AbstractThis paper explores integrating Islamic environmental ethics into the curriculum of basic education in the Gambia for a sustainable environment. In this paper, we adopted a qualitative approach to collect data through interviews with ten selected participants from 6 different regions in the Gambia. Our selection of participants was done purposively as we selected individuals who are well-versed in the subject matter. Our findings show that integrating Islamic environmental ethics into the basic education curriculum in The Gambia will not only have a long-term solution to the national environmental issues but rather will also breed a generation that will care for and love their environment, hence the country will have a sustainable ecosystem. However, this paper, therefore, recommends that the Ministry of Basic and Secondary Education to work with Islamic scholars in collaboration with the Ministry of Environment to develop a curriculum that will integrate Islamic environmental ethics in schools in The Gambia.AbstrakArtikel ini mengeksplorasi integrasi etika lingkungan Islam ke dalam kurikulum pendidikan dasar di Gambia untuk menciptakan lingkungan yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara terhadap sepuluh peserta yang dipilih dari enam wilayah berbeda di Gambia. Pemilihan peserta dilakukan secara purposif dengan memilih individu yang memiliki pengetahuan mendalam tentang topik ini. Temuan kami menunjukkan bahwa mengintegrasikan etika lingkungan Islam ke dalam kurikulum pendidikan dasar di Gambia tidak hanya akan memberikan solusi jangka panjang terhadap masalah lingkungan nasional, tetapi juga akan melahirkan generasi yang peduli dan mencintai lingkungan mereka. Sehingga, negara ini akan memiliki ekosistem yang berkelanjutan. Oleh karena itu, artikel ini merekomendasikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk bekerja sama dengan para cendekiawan Islam serta berkolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk mengembangkan kurikulum yang mengintegrasikan etika lingkungan Islam di sekolah-sekolah di Gambia. How to Cite: Ceesay, K., & Sonko, K. L. (2024). Integrating Islamic Environmental Ethics into Basic Education Curricula in The Gambia for a Sustainable Environment. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 11(2), 159-178. doi:10.15408/tjems.v11i2.42072.
Salafiyah Curriculum at Islamic Boarding School in the Globalization Era Indra, Hasbi
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 4 No. 1 June 2017
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v4i1.4960

Abstract

Abstract This paper discusses the curriculum of traditional Islamic boarding school in the current globalization era. This institution was born in the era of Walisongo during the colonial period established by the society. In this period, traditional Islamic boarding schools are confronted with the complicated problems. Nowadays, Pesantren becomes a part of a national education system, and it is projected to have a high-level Quality education. In the current condition, pesantren is confronted with the challenges of globalization with negative and positive effects. The development of science and technology gives an ease for humans life nowadays. The economic nowadays is more developed and brings a free trade among Asian. In this era, Pesantren as an institutional education is a part that could pay attention for it. Pesantren in the future should give knowledge to santri dealt with broader perspectives in Islamic knowledge, as well as in science and technology, economic and also give attention to santri about entrepreneurship to enhance their skill of life and then could compete with others in this world. This research is qualitatively based on the sources of some books and journals from scholars that describe the development and challenges of Islamic boarding school and how the institutions are confronted with phenomenon of current globalization era. Abstrak Tulisan ini membahas kurikulum pesantren tradisional di era globalisasi saat ini. Lembaga ini lahir di era Walisongo selama periode kolonial yang didirikan oleh masyarakat. Pada kurun waktu tersebut, pesantren dihadapkan dengan masalah yang rumit. Saat ini, pesantren menjadi bagian dari sistem pendidikan nasional, dan pesantren diproyeksikan untuk memiliki kualitas pendidikan yang tinggi. pada kondisi saat ini, pesantren dihadapkan dengan berbagai tantangan globalisasi dengan dampak negatif dan positif. Pesantren di masa depan sebaiknya memberikan pengetahuan kepada para santri untuk berurusan dengan perspektif yang lebih luas dalam pengetahuan Islam, serta sains dan teknologi, ekonomi, dan juga memberikan perhatian kepada para santri tentang kewirausahaan untuk meningkatkan keterampilan hidup sehingga dapat bersaing dengan orang lain di dunia ini. Penelitian ini secara kualitatif berdasarkan pada sumber-sumber beberapa buku dan jurnal yang menggambarkan perkembangan dan tantangan pesantren dan bagaimana lembaga dihadapkan dengan fenomena era globalisasi saat ini. How to Cite : Indra, H. (2017). Salafiyah Curriculum at Islamic Boarding School in the Globalization Era. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 4(1), 74-88. doi:10.15408/tjems.v4i1. 4960. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/tjems.v4i1.4960
Moderation of Higher Education Curriculum in Religious Deradicalization in Indonesia Ekawati, Ekawati; Suparta, M.; Sirin, Khaeron; Maftuhah, Maftuhah; Pifianti, Ade
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 6 NO. 2 2019
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v6i2.14886

Abstract

AbstractThis paper aims to know and analyze the forms of moderation of Islamic Higher Education curriculum. This moderate map of the curriculum is useful for policymaking in order to build an inclusive-multicultural awareness to minimize religious radicalism. This research is qualitative research with the historical approach. The method is used to examine the processes that take place in the life of the community under study. The results conclude that the forms of moderation of Islamic university curriculum in Indonesia are: first, integration and internalization of science. The Second, strengthening the theology of Rahmatanlil-'Alamin. Third, the deradicalization of religion through the strengthening of the local wisdom of Java. The Fourth, build an anti-radicalism curriculum. Fifth, the evaluation of multicultural-oriented learning. Sixth, Integral Muslim Personality Development Assistance Program (P3KMI). Seventh, Value Integration Plurality in the curriculum.Eighth, multicultural learning methods.AbstrakArtikel ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bentuk-bentuk moderasi kurikulum Pendidikan Tinggi Islam. Peta kurikulum yang moderat ini berguna untuk pembuatan kebijakan dalam rangka membangun kesadaran inklusif-multikultural untuk meminimalkan radikalisme agama. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan historis. Metode ini digunakan untuk memeriksa proses yang terjadi dalam kehidupan masyarakat yang diteliti. Hasilnya menyimpulkan bahwa bentuk moderasi kurikulum universitas Islam di Indonesia adalah: pertama, integrasi dan internalisasi sains. Yang Kedua, memperkuat teologi Rahmatan lil-'Alamin. Ketiga, deradikalisasi agama melalui penguatan kearifan lokal Jawa. Keempat, bangun kurikulum anti-radikalisme. Kelima, evaluasi pembelajaran yang berorientasi multikultural. Keenam, Program Bantuan Pengembangan Kepribadian Muslim Integral (P3KMI). Ketujuh, Pluralitas Integrasi Nilai dalam kurikulum. Kedelapan, metode pembelajaran multikultural.How to Cite: Ekawati., Suparta, M., Sirin, K., Maftuhah, Pifianti, A. (2019).   Moderation of Higher Education Curriculum in Religious Deradicalization in Indonesia. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 6(2), 169-178. doi:10.15408/tjems.v6i2. 14886. 

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 12 NO. 1 2025 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 12 NO. 1 2025 (In Progress Issue) TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 11 NO. 2 2024 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 11 NO. 1 2024 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 10 NO. 2 2023 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 10 NO. 1 2023 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 9 NO. 2 2022 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 9 NO. 1 2022 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 8 NO. 2 2021 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 8 NO. 1 2021 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 7 NO. 2 2020 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 7 NO. 1 2020 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 6 NO. 2 2019 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 6 NO. 1 2019 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 5 NO. 2 DECEMBER 2018 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 5 NO. 1 JUNE 2018 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 4 NO. 2 DECEMBER 2017 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 4 No. 1 June 2017 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 3 No. 2 December 2016 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 3 No. 1 June 2016 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 2 No. 2 December 2015 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 2 No. 1 June 2015 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 1 No. 2 December 2014 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 1 No. 2 Desember 2014 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 1 No. 1 Juni 2014 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 1 No. 1 Juni 2014 More Issue