cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
TARBIYA : Journal Education in Muslim Society
ISSN : 23561416     EISSN : 24429848     DOI : -
Core Subject : Education,
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society is a peer-reviewed journal on education in the Muslim world. This journal is published by the Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatullah Jakarta, in partnership with HSPAI (Scholars of Islamic Education), an affiliate of ISPI( Association of Indonesian Scholars of Education). Editors welcome scholars, researchers and practitioners of education around the world to submit scholarly articles to be published through this journal. All articles will be reviewed by experts before accepted for publication. Each author is solely responsible for the content of published articles. P-ISSN: 2356-1416 E-ISSN: 2442-9848
Arjuna Subject : -
Articles 441 Documents
SOCIALLY RESPONSIBLE UNIVERSITY: PERSPECTIVES OF UNIVERSITY’S TOP MANAGEMENT LEADERS Md.Yunus, Aida Suraya; Azman, Norzaini; Rahman, Shukran Abdul
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 4 NO. 2 DECEMBER 2017
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v4i2.8008

Abstract

Abstract Carnegie Foundation for Advancement of  Teaching described UCE as the “collaboration between higher education institutions (HEIs) and their larger communities (local, regional or state, national, and global) for the mutually beneficial exchange of knowledge and resources in a context of partnership and reciprocity.”  Thus the term socially responsible university was proposed by Teichler (2017) which refers to the need for a university to be relevant to the society and that “the university has to pay attention as well that it serves the generally agreed function of generating, preserving and disseminating knowledge appropriately.”  However, this function is the least emphasized by the university community and in criteria for promotion.  This Article examines the nature of and the factors affecting universities’ engagement with their communities from the multiple perspectives of top management leaders of the university.  Specifically, the research sought to access views on UCE and explores cultural and institutional barriers to involvement, and levels of recognition, support, and reward for community engagement. The article highlights the two perspectives from the respondents; their beliefs of what is currently occurring in their universities and their views on what ought to be occurring. Abstrak Carnegie Foundation for Advancement of Teaching (Yayasan Carnegie untuk Kemajuan pengajaran) menggambarkan university-community engagement (UCE) sebagai "kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi (HEIs) dan komunitas mereka yang lebih besar (lokal, regional atau negara, nasional, dan global) untuk pertukaran pengetahuan dan sumber daya yang saling menguntungkan dalam konteks kemitraan dan timbal balik.” Dengan demikian istilah universitas yang bertanggung jawab secara sosial diusulkan oleh Teichler (2017) yang mengacu pada perlunya sebuah universitas menjadi relevan dengan masyarakat dan bahwa “universitas harus memperhatikan dalam melayani fungsi yang disepakati bersama untuk menghasilkan, melestarikan dan menyebarkan pengetahuan dengan tepat.” Namun, fungsi ini paling tidak ditekankan oleh komunitas universitas dan dalam kriteria untuk promosi. Artikel ini mengkaji sifat dan faktor-faktor yang mempengaruhi keterlibatan universitas dengan komunitas mereka dari berbagai perspektif pimpinan manajemen puncak pada universitas. Secara khusus, penelitian ini berupaya untuk mengakses pandangan tentang UCE dan mengeksplorasi hambatan budaya dan kelembagaan untuk keterlibatan, dan tingkat pengakuan, dukungan, dan penghargaan untuk keterlibatan masyarakat. Artikel ini menyoroti dua perspektif dari responden; keyakinan mereka tentang apa yang sedang terjadi di universitas mereka dan pandangan mereka tentang apa yang seharusnya terjadi.How to Cite : Md.Yunus, A. S., Azman, N. Rahman, S. A. (2017). Socially Responsible University: Perspectives of University’s  Top Management Leaders. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 4(2), 128-147. doi:10.15408/tjems.v4i2.8008. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/tjems.v4i2.8008
RESTRUCTURING AND REDESIGNING THE PESANTREN TOWARD AN EFFECTIVE EDUCATIONAL INSTITUTION Rahayani, Yayan
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 4 NO. 2 DECEMBER 2017
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v4i2.8009

Abstract

Abstract Pesantren is an Islamic boarding school and is the oldest community-based education system in Indonesia. The methods of instruction in Pesantren are over 400 years. The focus of Pesantren is Islamic teaching, teaching community values, literacy and numeracy.  Pesantren has to compete with the contemporary educational practices currently used in Indonesia. Pesantren, as an educational institution faces challenges not only come from outside, but also from within the organization. The complex roles of the Kyai as the leader, for instance, needs to be revisited and this paper highlights the history, key roles of the Kyai and the institutional framework of Pesantren.  Arguably, there is a need to challenge the role of the leaders (Kyai) and communication patterns within the Pesantren it can respond to contemporary issues influencing education in Indonesia.  The study suggests the use of restructuring and redesigning for Pesantren. The restructuring includes, but not limited to, transforming leadership role and involving teachers in designing the curriculum. Redesigning encompasses the idea of shared responsibility among teachers and redesigning infrastructure. In short, Pesantren has embedded strengths and resources used to face challenges and accommodate changes in society. The Kyai have significant roles in revisiting those resources.   Abstrak Pesantren merupakan sistem pendidikan agama Islam berbasis masyarakat yang tertua di Indonesia. Metodologi pengajaran di pesantran bahkan sudah dikenal selama kurang lebih 400 tahun. Diantara ajaran utama pesantren adalah memberikan pengajaran tentang agama Islam, nilai-nilai luhur dalam masyarakat, selain ilmu baca tulis dan serta ilmu berhitung. Pesantren dituntut untuk mampu bersaing dengan sistem pendidikan kontemporer di Indonesia. Tantangan tidak hanya datang dari luar, melainkan juga dari dalam dunia pesantren sendiri. Peran yang sangat kompleks dari seorang Kyai misalnya, memerlukan kajian khusus, dan tulisan ini menelaah tentang sejarah, peran kyai dan kerangka institusional pesantren. Disimpulkan bahwa bahwa perlu adanya penelaahan kembali tentang peran pimpinan pesantren dan pola komunikasi di dalam pesantren dalam rangka merespon persoalan-persoalan kekinian yang mempengaruhi dunia pendidikan di Indonesia, sehingga diperlukan adanya restrukturisasi dan penataan kembali pesantren. Proses restrukturisasi meliputi transformasi peranan pimpinan dan keterlibatan para guru dalam mengembangkan kurikulum belajar mengajar. Sedangkan penataan kembali diantaranya meliputi dikembangkannya rasa tanggung jawab kolektif diantara para guru dan penataan infrastruktur pesantren. Singkatnya, pesantren sebenarnya sudah memiliki potensi dan sumber daya untuk mengakomodir perubahan yang terjadi di masyarakat. Figur kyai menjadi sangat penting untuk menelaah kembali sumberdaya dimaksud. How to Cite : Rahayani, Y. (2017). Restructuring and Redesigning the Pesantren Toward an Effective Educational Institution. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 4(2), 114-127. doi:10.15408/tjems.v4i2.8009. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/tjems.v4i2.8009
META-ANALYSIS OF THE EFFECT OF LEARNING INTERVENTION TOWARD MATHEMATICAL THINKING ON RESEARCH AND PUBLICATION OF STUDENT Kadir, Kadir
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 4 NO. 2 DECEMBER 2017
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v4i2.8010

Abstract

Abstract The purpose of this study was to analyse the effect of mathematics learning intervention on students' mathematical thinking ability. The research method used survey of thesis of the student. The effect of studies applying learning to mathematical thinking was done using meta-analysis techniques. The research finding that research conducted by students by providing learning intervention was able to improve students' mathematical thinking ability. Aspects of mathematical thinking ability include connection ability, communication, representation, problem-solving, logical, critical, creative, analytical, generalization, quantitative, and adaptive thinking. The types of research used by students are dominated by the experiment with mix-method approach and classroom action research. Other methods, research development. The research and publication at the Department of Mathematics Education, Faculty of Educational Sciences have adapted to the trend of mathematics education research on the national and international level. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efektivitas pengaruh intervensi pembelajaran matematika terhadap kemampuan berpikir matematis siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah survei terhadap skripsi dan publikasi mahasiswa. Pengaruh  penelitian-penelitian yang menerapkan pembelajaran terhadap kemampuan berpikir matematis dianalisis dengan teknik meta-analisis. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa secara keseluruhan penelitian-penelitian yang dilakukan mahasiswa dengan memberikan intervensi pembelajaran ternyata mampu meningkatkan kemampuan berpikir matematis siswa. Aspek kemampuan berpikir matematika yang meliputi: kemampuan koneksi, komunikasi, representasi, pemecahan masalah, kemampuan berpikir: logis, kritis, kreatif, reflektif, intuitif, penalaran: analalogi, generalisasi, kuantitatif, kreatif, dan adaptif. Metode penelitian yang digunakan mahasiswa didominasi metode eksperimen dengan pendekatan mix-method dan penelitian tindakan kelas. Disamping itu terdapat beberapa mahasiswa  memilih metode penelitian pengembangan. Hasil penelitian dan publikasi pada Program Studi Pendidikan Matematika telah menyesuaikan dengan tren penelitian pendidikan pendidikan matematika baik pada level nasional maupun internasional. How to Cite : Kadir. (2017). Meta-Analysis of the Effect of Learning Intervention Toward Mathematical Thinking on Research and Publication of Student. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 4(2), 162-175. doi:10.15408/tjems.v4i2.8010. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/tjems.v4i2.8010
Massification of Higher Education in Malaysia: Challenges Facing Public Schools Abdullah, Arnida
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 5 NO. 2 DECEMBER 2018
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v5i2.8118

Abstract

AbstractHigher education plays an important role in many developing countries. Graduates are being equipped with professional knowledge and skills to fulfil the demands of the labour market in a knowledge economy. Malaysia is amongst those developing nations that have looked to advanced economies to provide a model of mass higher education which would raise educational levels and national income. Since the 1990s, therefore, the government has been expanding the higher education sector and broadening access to higher education institutions. Its goal is to boost higher education enrollments rate from 48 percent to 70 percent by the year 2025 (Ministry of Education Malaysia, 2015). The need to respond to this expansion of higher education enrolments has implications for all three levels of school education - primary, lower secondary and upper secondary. Using secondary data, this study aims to explore challenges currently facing public schools in order to produce graduates with good academic results that enable them to gain a place in higher institutions. The findings of this study have provided evidence that school education system is still facing great challenges. A key to making higher education more effective, therefore, is to strengthen and improve Malaysia’s public schools.AbstrakPendidikan tinggi memainkan peran penting di banyak negara berkembang. Para lulusan sedang dilengkapi dengan pengetahuan dan keterampilan profesional untuk memenuhi tuntutan pasar tenaga kerja dalam pengetahuan ekonomi. Malaysia adalah salah satu negara berkembang yang telah mencari ekonomi maju untuk menyediakan model pendidikan tinggi massal yang akan meningkatkan tingkat pendidikan dan pendapatan nasional. Sejak 1990-an, oleh karena itu, pemerintah telah memperluas sektor pendidikan tinggi dan memperluas akses ke institusi pendidikan tinggi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan tingkat pendaftaran pendidikan tinggi dari 48 persen menjadi 70 persen pada tahun 2025 (Departemen Pendidikan Malaysia, 2015). Kebutuhan untuk menanggapi perluasan pendaftaran pendidikan tinggi ini berimplikasi pada ketiga tingkat pendidikan sekolah-sekolah dasar, menengah bawah, dan menengah atas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tantangan yang saat ini dihadapi sekolah umum untuk menghasilkan lulusan dengan hasil akademik yang baik yang memungkinkan mereka mendapatkan tempat di institusi yang lebih tinggi. Temuan penelitian ini telah memberikan bukti bahwa sistem pendidikan sekolah masih menghadapi tantangan besar. Oleh karena itu, kunci untuk membuat pendidikan tinggi lebih efektif adalah memperkuat dan meningkatkan sekolah-sekolah negeri di Malaysia. How to Cite : Abdullah, A. (2018).  Massification of Higher Education in Malaysia: Challenges Facing Public Schools. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 5(2), 225-235. doi:10.15408/tjems.v5i2.8118.
Investigating Students Knowledge and Social Awareness of the Community of Religious Social Activist Minangkabau: A Community Based Reseach In West Sumatra, Indonesia Haviz, M.; Afwadi, Afwadi; Selamat, Kasmuri; Maris, Ika Metiza; Hanif, Akhyar; Trisoni, Ridwal; Effendi, Yusrizal
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 6 NO. 1 2019
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v6i1.8657

Abstract

AbstractThe study aims to investigate the knowledge of junior high school students on Islamic religious education materials and the social awareness of the Minangkabau religious social activist community. The subject matter of Islamic education is al-Quran, al-Hadith, al-Tarikh, al-Fiqh, al-Akhlaq, al-Aqidah and Arabic language. The research method is community based research. The general steps of the CBR are cycles in four stages, namely, laying the foundation, planning, gathering/analyzing information and action to finding. This study involves junior high school students and the community of Minangkabau religious social activist. This study found that these students have poor Islamic religious knowledge in seven materials. The Minangkabau religious social activists have a high social awareness when activities strengthen formal education with Islamic non-formal education is carried out. The study also provides recommendations on the need for further on finding action for the development of madrasah diniyah takmilyah wustha (MDTW) by exploring Minangkabau values. The findings of this study have implied that this research is an effort that can be done to stop the “silent or slow running phase” of the Minangkabau (surau) mosque and madrasa. This study has also reaffirms that Minangkabau surau and madrasah are not lost or will be lost in Minangkabau, West Sumatra Indonesia.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengetahuan siswa SMP pada materi pendidikan agama Islam dan kesadaran sosial dari komunitas aktivis sosial religius minangkabau. Subyek pendidikan Islam adalah materi al-Quran, al-Hadits, al-Tarikh, al-Fiqh, al-Akhlaq, al-Aqidah dan bahasa Arab. Metode penelitian adalah penelitian berbasis komunitas (community based research). Langkah-langkah umum CBR adalah siklus dalam empat tahap: meletakkan fondasi, perencanaan, pengumpulan / analisis informasi dan tindakan untuk menemukan. Penelitian ini melibatkan siswa SMP dan komunitas aktivis sosial keagamaan minangkabau. Studi ini menemukan bahwa para siswa ini memiliki pengetahuan agama Islam yang buruk dalam tujuh materi. Para aktivis sosial keagamaan minangkabau memiliki kesadaran sosial yang tinggi ketika kegiatan memperkuat pendidikan formal dengan pendidikan non-formal Islam dilakukan. Studi ini juga memberikan rekomendasi tentang perlunya untuk lebih lanjut menemukan tindakan untuk pengembangan madrasah diniyah takmilyah wustha (MDTW) dengan mengeksplorasi nilai-nilai minangkabau. Temuan penelitian ini telah mengimplikasikan bahwa penelitian ini merupakan upaya yang dapat dilakukan untuk menghentikan "fase diam atau lari perlahan" surau dan madrasah minangkabau. Penelitian ini juga menegaskan bahwa surau dan madrasah minangkabau tidak hilang atau akan hilang di minangkabau, Sumatera Barat Indonesia.  How to Cite : Haviz, M. Afwadi. Kasmuri. Maris. I. M., Hanif, A., Trisoni, R., Effendi, Y. (2019).  Investigating Students Knowledge and Social Awareness of the Community of Religious Social Activist Minangkabau: A Community Based Reseach In West Sumatra, Indonesia. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 6(1), 10-22. doi:10.15408/tjems.v6i1.8657.
Pesantren and Local Female Leadership in Modern Indonesia Kusmana, Kusmana
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 6 NO. 1 2019
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v6i1.8919

Abstract

AbstractThis paper is taking two cases of leadership. The first case deals with a given leadership trait of Nyai Yoyoh Johara, Cintawana Pesantren, Singaparna, Tasikmalaya district, and the other of Nyai Etti Tismayanti, al-Ikhwan Pesantren, Condong, Setia Negara, Tasikmalaya city. Applying a grounded research method and using Anthony Giddens’s perspective of social practice, the study identifies woman’s leadership in Islamic educational institutions, from the competition of social force of kodrat and of democracy and feminism.  The object of the study is the Muslim woman’s leadership at pesantren in the local context. The data used in this study is based on the fieldwork which was done April to November 2010 in both Tasikmalaya district and city. The study found that women apply some strategies and manipulate the hindrances they face dynamically to have a career in the educational realm, in the male world using the limitation imposed by the norm such as kodrat, with several strategies. Modern values as social forces do influence female leadership agency but are implemented through certain rationalization which still maintains the traditional roles of women.AbstrakArtikel ini mendiskusikan bagaimana perempuan memimpin di pesantren, baik dalam bentuk kepemimpinan terberi (inherited) atau kepemimpinan yang diraih dengan usaha (achieved leadership) di konteks lokal, Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaaya, dengan mengambil dua kasus kepemimpinan. Kasus pertama mendiskusikan jalan (trait) kepemimpinan Nyai Yoyoh Johara, Cintawana Pesantren, Singaparna, Tasikmalaya Kabupaten, dan kedua Nyai Etti Tismayanti, dari Pesantren al-Ikhwan, Condong, Setia Negara, Kota Tasikmalaya. Dengan menggunakan metode grounded research dan perspektif praktek sosial Anthony Giddens, kajian ini mengidentifiksi kepemimpinan perempuan di Lembaga pendidikan Islam, dari kompetisi kekuatan sosial kodrat perempuan dan kekuatan demokrasi dan feminism. Obyek kajian ini adalah kepemimpinan perempuan Muslim di pesantren dalam konteks lokal.  ata yang digunakan dalam peneliti ini adalah berdasar pada hasil penelitin lapngan yang dikerjakan dari bulan April sampai November 2010 di Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaya.Kajian ini menemukan bahwa perempuan mengaplikasikan beberapa strategi dan mensiasti halangan yang mereka temui dan mereka  secara dinamis bergerak meraih karir  dalam dunia pendidikan, dengan menggunakan keterbatasan yang mereka punyai  disebabkan pengaruh norma kodrat. Nilai-nilai modern yang berfungsi sebagai kekuatan sosial mempengaruhi agensi kepemimpinan perempuan, tapi pengaruh tersebut dirasionalisasi melalui kekuatan sosial yang masih memelihara peranan tradisional perempuan. How to Cite Kusmana (2019).   Pesantren and Local Female Leadership in Modern Indonesia. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 6(1), 23-35. doi:10.15408/tjems.v6i1.8919.
STIFIn Method as Intelligence Machine in Enhancing Children's Intelligence Potential in Pesantren Baharun, Hasan; Adhimiy, Syafiqiyah
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 6 NO. 2 2019
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v6i2.9247

Abstract

AbstractThis article presents the role of STIFIn method as an intelligence machine for enhancing children's intelligence potential as learning innovation in pesantren. This method is a new learning innovation, developed by pesantren to find genetic potential or intelligence machine that exists in each santri through STIFIn test by scanning on the ten fingers. Strokes or fingerprint data are processed by a computer application to determine the hemisphere and dominant brain layer, and those are; Sensing, thinking, intuiting, feeling and instinct. By that, studies learning style can be found, so it is easy for enhancing children's intelligence in pesantren. This study adopts a qualitative research approach and uses a case study design with a multi-site approach. The study show that the strategiys carried out by educators at the three pesantren for enhancing santri intelligence potential through the STIFIn intelligence engine can be mapped as follows: my rival is my teacher, road to victory, the power of dream, a tribute to other, one step closer.AbstrakTulisan ini menyajikan tentang strategi metode STIFIn sebagai mesin kecerdasan dalam meningkatkan potensi kecerdasan anak sebagai bagian dari inovasi pendidikan di pondok pesantren. Metode ini merupakan inovasi baru dalam pembelajaran, yang dikembangkan oleh pesantren untuk mengenali potensi genetik atau mesin kecerdasan yang ada pada setiap individu santri melalui tes STIFIn, yaitu dengan melakukan scan pada sepuluh jari. Data guratan atau sidik jari diolah oleh aplikasi komputer untuk menentukan belahan dan lapisan otak dominan, yaitu; sensing, thingking, intuiting, feeling dan insting. Dengan begitu, akan ditemukan gaya dan tipe belajar siswa, sehingga mudah untuk ditingkatkan kecerdasannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif jenis studi kasus dengan pendekatan multi situs. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang dilakukan oleh guru dalam meningkatkan potensi kecerdasan anak melalui metode STIFIn pada tiga pondok pesantren adalah; my rival is my teacher, road to victory, the power of dream, a tribute to other, one step closer.How to Cite: Baharun, H., Adhimiy, S. (2019).   STIFIn Method as Intelligence Machine in Enhancing Children's Intelligence Potential in Pesantren. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 6(2), 233-250. doi:10.15408/tjems.v6i2.9247. 
DEVELOPING SOCIAL INTELLIGENCE SCALE INSTRUMENTS FOR VOCATIONAL SCHOOL (SMK) STUDENTS Tjalla, Awaluddin
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 5 NO. 2 DECEMBER 2018
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v5i2.9475

Abstract

AbstractThis study aims to develop scale instruments that can be used to identify potentials in relation to the readiness of students to enter the workforce with very high commissioning characteristics. The study was conducted at SMK Negeri 57 South Jakarta, using a simple random technique for 135 students. Data were analyzed using a Confirmatory Factor Analysis (CFA) with the SEM (Structural Equation Modeling) method. The findings of the study show that: (1) Steps to develop a valid and reliable social intelligence scale instrument are; synthesis, construct, type of instrument, instrument lattice, instrument items, theoretical validation, trial, calculate validity and reliability, instrument assembly. (2) The dimensions and indicators underlying the concept of social intelligence scale are; component of social awareness (dimensions of basic empathy, dimensions of alignment, empathic accuracy, social understanding), components of social facilities (dimensions of synchronization, self-appearance, influence, concern). (3) Calculation of instrument validity using total gain correlation formula, Pearson product moment with a significance level of 0.05; r table = 0.176. (4) Instrument reliability is α = 0.858.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen skala yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi potensi dalam relasinya dengan kesiapan siswa untuk memasuki dunia kerja dengan karakteristik commissioning yang sangat tinggi. Penelitian dilakukan di SMK Negeri 57 Jakarta Selatan, menggunakan teknik acak sederhana untuk 135 siswa. Data dianalisis menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA) dengan metode SEM (Structural Equation Modeling). Temuan penelitian menunjukkan bahwa: (1) Langkah-langkah untuk mengembangkan instrumen skala kecerdasan sosial yang valid dan dapat diandalkan adalah; sintesis, konstruk, jenis instrumen, instrumen kisi, item instrumen, validasi teoretis, percobaan, menghitung validitas dan reliabilitas, perakitan instrumen. (2) Dimensi dan indikator yang mendasari konsep skala kecerdasan sosial adalah; komponen kesadaran sosial (dimensi empati dasar, dimensi keselarasan, akurasi empatik, pemahaman sosial), komponen fasilitas sosial (dimensi sinkronisasi, penampilan diri, pengaruh, kepedulian). (3) Perhitungan validitas instrumen menggunakan rumus korelasi total gain, Pearson product moment dengan tingkat signifikansi 0,05; r tabel = 0,176. (4) Keandalan instrumen adalah α = 0,858.How to Cite : Tjalla, A. (2018).  Developing Social Intelligence Scale Instruments for Vocational School (SMK) Students. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 5(2), 145-154. doi:10.15408/tjems.v5i2.10622.
Integration Science and Religion: An Analysis in Islamic Higher Education Nuryantini, Ade Yeti; K, Karman; Holik, Abdul
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 5 NO. 1 JUNE 2018
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v5i1.9508

Abstract

AbstractThe integration of Islamic values in the learning process at UIN Sunan Gunung Djati Bandung has become the hallmark of the campus. The Islamic values integrated into the learning process by providing the verses from the Quran for the concepts studied. This study aims to analyze the ability of students used to live in an Islamic boarding school (pesantren) and those who haven’t yet live in an Islamic boarding school in identifying the verses of al-Quran related to some concept of physics. The research was conducted through observation in classrooms and analysis of students’ assignment on identifying. The results showed that generally, students have a decent ability in identifying Qur'anic verses related to the concept of physics. The students' ability appeared not to be influenced by the pesantren educational background. However, largely students are not able to interpret the verses of the Qur'an related to the physics concept in depth.AbstrakIntegrasi nilai-nilai Islam dalam proses pembelajaran di UIN Sunan Gunung Djati Bandung telah menjadi ciri khas kampus. Integrasi nilai-nilai Islam ke dalam proses pembelajaran dapat dilakukan dengan menghubungkan ayat-ayat al-Quran dengan konsep-konsep yang dipelajari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan mahasiswa Prodi Pendidikan Fisika yang pernah tinggal di pesantren dan yang tidak pernah tinggal di pesantren dalam mengidentifikasi ayat-ayat al-Quran terkait dengan konsep fisika. Penelitian dilakukan melalui observasi di ruang kelas dan analisis tugas yang dikumpulkan dari mahasiswa ketika mengidentifikasi ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan konsep  fisika. Hasil penelitian menunjukkan umumnya mahasiswa memiliki kemampuan yang layak dalam mengidentifikasi ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan konsep fisika.  Kemampuan mahasiswa tersebut tidak dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan di pesantren. Namun, sebagian besar mahasiswa tidak mampu menafsirkan ayat-ayat Al Qur'an yang terkait dengan konsep fisika secara mendalam.How to Cite : Nuryantini, A. Y.. Karman., Holik, A. (2018).  Integration Science and Religion in Physic Subject: An Analysis in Islamic Higher Education. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 5(1), 11-18. doi:10.15408/tjems.v5i1.9508.
Motives for Moral Behavior Among Malay Muslim Students Secondary School Yasin, Maizura; Madhubala Abdullah, Nur Surayyah; Roslan, Samsilah; Abd. Wahat, Nor Wahiza
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 5 NO. 1 JUNE 2018
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v5i1.9510

Abstract

AbstractThis paper provides an overview of the motives underpinning Malay Muslim secondary school students’ moral behavior in Malaysia in their daily life. The paper is based on a qualitative case study employing purposive sampling into the motives behind Malay Muslim students’ moral behavior. The study of eight Form Four Malay Muslim students in a school in Malaysia identified six themes associated with the motives for moral behavior. The findings illustrate that Malay Muslim students have different motives for their moral behavior and that these are linked to moral reasoning. It offers an insight into what motivates Malay Muslim students who are in a family structure where religion is a strong influence of their moral behavior. It illustrates how family background, religious values and personal experiences shape the reasons for behaving morally. A key implication of the findings for Moral Education is in educating students to behave morally, teachers in particular Moral Education teachers should consider that the motivation for the action may differ based on certain aspects of the student's background that influence their beliefs about what is right and good. Teachers should also identify the prevailing motives and their influences on students’ moral behavior by facilitating reflection on their behavior and the choice the right motives in morality.AbstrakPenelitian ini menyajikan gambaran tentang motif yang mendasari perilaku moral siswa Melayu Muslim pada sekolah menengah di Malaysia dalam kehidupan sehari-hari mereka. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus kualitatif dengan menggunakan tehnik purposive sampling untuk menginvestigasi motif di balik perilaku moral siswa Melayu Muslim. Delapan pola dari Empat siswa Muslim Melayu di sebuah sekolah di Malaysia teridentifikasi memiliki enam tema yang terkait dengan motif perilaku moral. Temuan mengilustrasi bahwa para siswa Melayu Muslim memiliki motif yang berbeda pada perilaku moral mereka dan bahwa ini terkait dengan penalaran moral. Temuan penelitian ini menawarkan wawasan pada apa yang memotivasi para siswa Melayu Muslim ya ng berada dalam struktur keluarga di mana agama memiliki pengaruh yang kuat pada perilaku moral mereka. Temuan penelitian ini mengilustrasi bagaimana latar belakang keluarga, nilai-nilai agama dan pengalaman pribadi dapat membentuk alasan-alasan untuk berperilaku secara moral. Implikasi utama dari temuan Pendidikan Moral ini adalah dalam mendidik siswa untuk berperilaku secara moril, para guru terutama guru Pendidikan Moral harus mempertimbangkan bahwa motivasi untuk bertindak dapat berbeda berdasarkan aspek-aspek tertentu dari latar belakang siswa yang mempengaruhi keyakinan mereka tentang apa yang benar dan baik. Para guru juga harus mengidentifikasi motif yang berlaku dan pengaruhnya pada perilaku moral siswa dengan memfasilitasi refleksi diri atas perilaku mereka dan pilihan motif yang tepat di dalam moralitas. How to Cite : Yasina, M., Abdullah, Nur S. M., Roslan, S., Wahat, Nor W. A. (2018). Motives for Moral Behavior Among Malay Muslim Students Secondary School. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 5(1), 42-54. doi:10.15408/tjems.v5i1.9510.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 12 NO. 1 2025 (In Progress Issue) TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 12 NO. 1 2025 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 11 NO. 2 2024 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 11 NO. 1 2024 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 10 NO. 2 2023 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 10 NO. 1 2023 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 9 NO. 2 2022 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 9 NO. 1 2022 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 8 NO. 2 2021 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 8 NO. 1 2021 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 7 NO. 2 2020 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 7 NO. 1 2020 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 6 NO. 2 2019 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 6 NO. 1 2019 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 5 NO. 2 DECEMBER 2018 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 5 NO. 1 JUNE 2018 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 4 NO. 2 DECEMBER 2017 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 4 No. 1 June 2017 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 3 No. 2 December 2016 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 3 No. 1 June 2016 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 2 No. 2 December 2015 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 2 No. 1 June 2015 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 1 No. 2 Desember 2014 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 1 No. 2 December 2014 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 1 No. 1 Juni 2014 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 1 No. 1 Juni 2014 More Issue