cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
TARBIYA : Journal Education in Muslim Society
ISSN : 23561416     EISSN : 24429848     DOI : -
Core Subject : Education,
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society is a peer-reviewed journal on education in the Muslim world. This journal is published by the Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatullah Jakarta, in partnership with HSPAI (Scholars of Islamic Education), an affiliate of ISPI( Association of Indonesian Scholars of Education). Editors welcome scholars, researchers and practitioners of education around the world to submit scholarly articles to be published through this journal. All articles will be reviewed by experts before accepted for publication. Each author is solely responsible for the content of published articles. P-ISSN: 2356-1416 E-ISSN: 2442-9848
Arjuna Subject : -
Articles 441 Documents
Strengthening and Transformation of the Islamic Education System in Malaysia Suhid, Asmawati
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 5 NO. 1 JUNE 2018
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v5i1.9511

Abstract

AbstractEducation is an important aspect in fulfilling the mission and human development agenda. Hence, Islam places great importance in education as was stated in the first verse revealed to the Prophet Muhammad (PBUH). In Malaysia, education is also a priority in the country’s development including Islamic education.  The Islamic Education System in Malaysia is constantly evolving and changing in order to meet the needs and demands of the society. Parents and societies who are increasingly interested and realised the importance of Islamic education have created various forms and types of Islamic education.  As an example, the emergence of Maahad Tahfiz, Ulul Albab programme, private Islamic Schools, Darul Quran and the J-QAF programme showed a very encouraging improvement.  Attention is also given to the children of young prisoners and married teenagers in order they are not left behind in the mainstream education. Hence, this paper will discuss the development, strengthening and transformation of the Islamic education system in Malaysia besides highlighting some research findings that support this discussion. Abstrak Pendidikan merupakan aspek penting dalam memenuhi misi dan agenda pembangunan manusia. Oleh karena itu, Islam menekankan pentingnya pendidikan seperti Firman dalam ayat pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad (SAW). Di Malaysia, pendidikan juga menjadi prioritas dalam pembangunan negara termasuk pendidikan Islam. Sistem Pendidikan Islam di Malaysia terus berkembang dan berubah untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan masyarakat. Orang tua dan masyarakat yang semakin tertarik dan menyadari pentingnya pendidikan Islam telah menciptakan berbagai bentuk dan jenis pendidikan Islam. Sebagai contoh, munculnya Pesantren Tahfiz, Program Ulul Albab, Sekolah Islam swasta, Darul Quran dan program J-QAF menunjukkan peningkatan yang sangat menggembirakan. Perhatian juga diberikan kepada tahanan anak-anak dan remaja yang sudah menikah agar mereka tidak tertinggal dalam meraih pendidikan pada umumnya. Oleh karena itu, dalam artikel ini penulis akan membahas tiga topik utama; pengembangan, penguatan dan transformasi sistem pendidikan Islam di Malaysia. Dalam rangka mendukung diskusi, beberapa temuan penelitian akan disorot.How to Cite : Suhid, A. (2018). Strengthening and Transformation of The Islamic Education System in Malaysia. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 5(1), 66-77. doi:10.15408/tjems.v5i1.9511.
Strategy for Application of Risk Management on the Implementation of Renstra Asyari, Hasyim; Munawwaroh, Zahrotul; Kurniatun, Taufani Chusnul; Aedi, Nur
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 5 NO. 1 JUNE 2018
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v5i1.9528

Abstract

AbstractOne of the problems is the low quality of education due to the lack of maximum education institutions in managing the risks that occur in the process of implementing education. The purpose of this study is to find out and obtain data on risk management analysis and what risks faced by Development Madrasah Ibtidaiyah (Elementary School) Pembangunan (MIP) in the implementation of the 2011-2012 Renstra. Through interviews and observations that are known the main subject is a person or group of people who can provide information, they consist of management managers, management leaders to the strategic management staff. This study uses Descriptive Qualitative Analysis Method, to collect data, direct observation at the relevant institution (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta). The results of this study explain that Madrasah Ibtidaiyah Pembangunan (MIP) belongs to the risk averter, term namely the people who are reluctant to risk. The risk management stages carried out are risk identification (internal analysis, external and SWOT analysis), risk measurement (cross-linking SWOT, ST, WT, SO, and WO analysis), risk control (risk mitigation, risk retention, risk advoidance and risk risk transfer) and risk evaluation (consortium meetings, education unit meetings, leadership meetings and management review meetings).AbstrakSalah satu masalah rendahnya kualitas pendidikan karena kurangnya lembaga pendidikan yang maksimal dalam mengelola risiko yang terjadi dalam proses penyelenggaraan pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memperoleh data tentang analisis manajemen risiko dan risiko apa yang dihadapi oleh Madrasah Ibtidaiyah Pembangunan (MIP) dalam pelaksanaan Renstra 2011-2012. Melalui wawancara dan observasi yang diketahui subjek utama adalah orang atau sekelompok orang yang dapat memberikan informasi, mereka terdiri dari manajer manajemen, pimpinan manajemen hingga staf manajemen strategis. Penelitian ini menggunakan Metode Analisis Kualitatif Deskriptif, untuk mengumpulkan data, observasi langsung di instansi terkait (Madrasah Pembangunan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta). Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa MIP memiliki risk averter, yaitu istilah orang yang enggan mengambil risiko. Tahapan manajemen risiko yang dilakukan adalah identifikasi risiko (analisis internal, analisis eksternal dan SWOT), pengukuran risiko (analisis SWOT, ST, WT, SO, dan WO), pengendalian risiko (risk mitigation, risk retention, risk advoidance and risk risk transfer) dan evaluasi risiko (pertemuan konsorsium, pertemuan unit pendidikan, rapat pimpinan dan rapat tinjauan manajemen).How to Cite : Asy'ari, H., Munawwaroh, Z., Salwa. (2018).  Strategy for Application of Risk Management on the Implementation of Renstra. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 5(1), 57-65. doi:10.15408/tjems.v5i1.9528.
Intercultural Communicative Language Teaching in China: Highlight or Addendum? WANG, QUN; Syihabuddin, Syihabuddin; Mulyati, Yeti; Damaianti, Vismaia Sabariah
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 5 NO. 2 DECEMBER 2018
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v5i2.9732

Abstract

AbstractInternational students were frequently reported of culture shock issues when entering a new cultural environment. Cultural knowledge was often treated as an addendum which focused on learning facts about the target country. This article demonstrated culture shock that experienced by 7 international students, and also reviewed intercultural communicative language teaching (ICLT) in Indonesian language classrooms practiced by 6 language practitioners from 3 different universities in China. Using findings that emerged from a series of one-to-one interviews, the research explored practitioners’ current perspective of ICLT and how these understandings influenced their practices, including teaching materials, methods, and activities. The researcher discussed the possible causes of the status quo of ICLT in China, and went on to put forward suggestions that ICLT should be promoted in foreign language teaching as a successful mediator of intercultural dimension.AbstrakMahasiswa internasional sering dilaporkan tentang masalah kejutan budaya ketika memasuki lingkungan budaya baru. Pengetahuan budaya sering diperlakukan sebagai tambahan yang berfokus pada mempelajari fakta tentang negara sasaran. Artikel ini menunjukkan kejutan budaya yang dialami oleh 7 siswa internasional, dan juga mengulas pengajaran bahasa komunikatif antarbudaya (ICLT) di ruang kelas bahasa Indonesia yang dipraktikkan oleh 6 praktisi bahasa dari 3 universitas berbeda di Tiongkok. Menggunakan temuan yang muncul dari serangkaian wawancara satu-ke-satu, penelitian mengeksplorasi perspektif praktisi saat ini tentang ICLT dan bagaimana pemahaman ini mempengaruhi praktik mereka, termasuk bahan ajar, metode, dan kegiatan. Peneliti membahas kemungkinan penyebab status quo ICLT di Cina, dan kemudian mengajukan saran bahwa ICLT harus dipromosikan dalam pengajaran bahasa asing sebagai mediator sukses dimensi lintas budaya. How to Cite :, Wang, Q., Syihabuddin., Mulyati, Y., Damaianti, V. S. (2018).  Intercultural Communicative Language Teaching in China: Highlight or Addendum?. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 5(2), 155-165. doi:10.15408/tjems.v5i2.9732.
Faith and Disaster Resilience: What can Islamic Education Teach Children to Help Prepare Them for A Disaster? Husni Rahiem, Maila Dinia
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 5 NO. 2 DECEMBER 2018
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v5i2.9964

Abstract

AbstractChildren used their internal mechanisms, including faith, in coping and bouncing back after a disaster. In this paper, researcher examines the role of faith in building more resilient communities, and also how Islamic education at school can be used to help teach children to be better prepared for a disaster. The research suggests that Islamic education could be used to increase students hope after a disaster, to seek prayer as a source of strength and peace, to see the essential role of Muslim clergies in disaster recovery, and to see how some religious practices need to be understood in better ways. Qualitative narrative research was used as the method of inquiry with the primary source of data coming from interviews.  There are 27 child survivors being interviewed. All those interviews were audio-recorded and transcribed, then the transcripts were analysed to find any emerging themes.AbstrakBeberapa anak menggunakan mekanisme internal mereka, termasuk iman, dalam mengatasi dan bangkit kembali setelah bencana. Dalam makalah ini, peneliti meneliti peran iman dalam membangun komunitas yang lebih tangguh, dan juga bagaimana pendidikan Islam di sekolah dapat digunakan untuk membantu mengajar anak-anak agar lebih siap menghadapi bencana. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan Islam dapat digunakan untuk meningkatkan harapan pelajar setelah bencana, untuk menjadikan doa sebagai sumber kekuatan dan perdamaian, untuk melihat peran penting para ulama Muslim dalam pemulihan bencana, dan untuk melihat bagaimana beberapa praktik keagamaan perlu dilakukan. dipahami dengan cara yang lebih baik. Penelitian naratif kualitatif digunakan sebagai metode penyelidikan dengan sumber data utama yang berasal dari wawancara. Ada 27 anak yang selamat yang diwawancarai. Semua wawancara itu direkam dan ditranskripsi, kemudian transkrip dianalisis untuk menemukan topik yang tampak. How to Cite : Rahiem, M. D. H. (2018).  Faith and Disaster Resilience: What can Islamic Education Teach Children to Help Prepare Them for a Disaster?. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 5(2), 178-192. doi:10.15408/tjems.v5i2.9964.
Empowering character building-based education: Discourse analysis on official English textbook Husna, Nida; Lestari, Tahnia
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 6 NO. 1 2019
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v6i1.10354

Abstract

AbstractPancasila is the ideology of the nation and becomes the foundation of Indonesian characters. However, based on the reality, there were many Indonesian’s characters that are far below expectation of the standard in Butir-butir Pancasila (Items of Pancasila), as a further explanation of the values in Pancasila. Therefore, it is needed to introduce of Pancasila and its 45 items in our formal education system. Textbook still become the primary media formal education schools. By assessing several books which were published by distinguished publishers and used in schools, it was found that they included only a very few of those items. This study was held to know if character points of Pancasila which Indonesian learners need to know have been included in the textbooks titled When English Rings the Bell: Buku Siswa and When English Rings the Bell: Buku Guru which were officially published by the Educational and Cultural Ministry of Indonesia and used the primary textbook in models schools as the implementation of Kurikulum 2013. The findings showed that as the official textbook has adequate number of Pancasila items in it. However, the teachers’ role was still the most important factor to make those items were known and can be applied.AbstrakPancasila adalah ideologi bangsa dan menjadi fondasi karakter Indonesia. Namun, berdasarkan kenyataan, ada banyak karakter Indonesia yang jauh di bawah ekspektasi standar dalam Item Pancasila, sebagai penjelasan lebih lanjut tentang nilai-nilai dalam Pancasila. Oleh karena itu, perlu untuk memperkenalkan Pancasila dan 45 poinnya dalam sistem pendidikan formal kita. Buku teks masih menjadi media pendidikan formal sekolah dasar. Dengan menilai beberapa buku yang diterbitkan oleh penerbit terkemuka dan digunakan di sekolah-sekolah, ditemukan bahwa mereka hanya memasukkan sedikit dari barang-barang itu. Penelitian ini diadakan untuk mengetahui apakah poin-poin karakter Pancasila yang perlu diketahui oleh pelajar Indonesia telah dimasukkan dalam buku teks berjudul When English Rings the Bell: Books Student and When English Rings the Bell: Books's Teacher yang secara resmi diterbitkan oleh the Educational and Kementerian Kebudayaan Indonesia dan menggunakan buku teks utama di sekolah-sekolah model sebagai implementasi dari Kurikulum 2013. Temuan menunjukkan bahwa sebagai buku teks resmi memiliki jumlah beberapa poin Pancasila yang memadai di dalamnya. Namun, peran guru masih merupakan faktor terpenting untuk membuat item-item itu diketahui dan dapat diterapkan. How to Cite : Husna, N., Kamar, T. L.. (2019).  Empowering Character Building-Based Education: an Evaluation on Official English Textbook. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 6(1), 58-68. doi:10.15408/tjems.v6i1.10354.
The Ability of Students’ Scientific Argumentation of Acid-Base and Buffer Solution through Science Writing Heuristic (SWH) Firmansyah, R Arizal; Kumala, Linda Hesti
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 5 NO. 2 DECEMBER 2018
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v5i2.10412

Abstract

AbstractMany students have found the difficulties to give proper evidence scientifically. Therefore, it is necessary to provide the learning approach model which guides students to argue scientifically on the laboratory work writing namely science writing heuristic (SWH). In this research, we tried to describe the quality of students scientific argumentation on acid-base and buffer solution laboratory work writing through mixed methods embedded concurrent. The research data was obtained through assessment rubric of ability scientific argumentation SWH formatted and field notes. The overall of ability scientific argumentation was moderate (63.60%).  From this research, we found that laboratory work writing with laboratory report SWH formatted can improve students’ ability on their scientific argumentation.AbstrakBanyak pelajar telah menemukan kesulitan untuk memberikan bukti yang tepat secara ilmiah. Oleh karena itu, perlu untuk menyediakan model pendekatan pembelajaran yang memandu pelajar untuk berdebat secara ilmiah tentang penulisan kerja laboratorium yaitu heuristik penulisan sains (SWH). Dalam penelitian ini, kami mencoba mendeskripsikan kualitas argumentasi ilmiah pelajar pada penulisan kerja laboratorium larutan asam-basa dan buffer melalui metode campuran yang disatukan secara bersamaan. Data penelitian diperoleh melalui rubrik penilaian kemampuan argumentasi ilmiah SWH yang diformat dan catatan lapangan. Keseluruhan argumentasi ilmiah kemampuan adalah sedang (63,60%). Dari penelitian ini, kami menemukan bahwa penulisan kerja laboratorium dengan laporan laboratorium yang diformat SWH dapat meningkatkan kemampuan pelajar dalam argumentasi ilmiah mereka.How to Cite : Firmansyah, R. A., Kumala, L. H. (2018).  The Ability of Students’scientific Argumentation of Acid-Base and Buffer Solution Through Science Writing Heuristic (SWH). TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 5(2), 166-177. doi:10.15408/tjems.v5i2.10412.
ICT-Based Teaching of English at Madrasah Aliyah in Kalimantan Fauzan, Umar; Pimada, Luluk Humairo
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 5 NO. 2 DECEMBER 2018
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v5i2.10414

Abstract

AbstractSome teachers use ICT as a medium for teaching by using slide presentations. Many others use Information and communication technology (ICT)  as a teaching media to develop the students’ independent learning. The purpose of this research is to reveal: what ICT applied in teaching English in Kalimantan, how to apply ICT in teaching English in Kalimantan, and what barriers factor in developing language skills through ICT utilization in Kalimantan. This is a qualitative descriptive study that attempts to describe the use of ICT in English teaching in Kalimantan. The subjects of this study are English teachers in three provinces in Kalimantan; East Kalimantan, South Kalimantan, and North Kalimantan. Some instruments were used, including: interviews, observation, and documentation. Miles and Hubberman models are used for data analysis. The results show that: first, the English teachers use ICT in English classes in Kalimantan although it is very limited, since they are only familiar to use multimedia. Meanwhile, E-Media, E-Learning, E-Library, and Web-based Communities are rarely used. Secondly, the teachers of madrasah Aliyah in English teaching in Kalimantan more often use LCD projector by using a song or film in the laptop. Third, some obstacles in the application of ICT in teaching English are the ICT equipment problem, limited internet access, lack of the utilization of applications in cellphones, and age constraints.AbstrakBeberapa guru menggunakan Teknologi informasi dan komunikasi (TIK)sebagai media untuk mengajar dengan menggunakan slide presentasi. Banyak orang lain menggunakan TIK sebagai media pengajaran untuk mengembangkan pembelajaran mandiri siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan: apa TIK yang diterapkan dalam pengajaran bahasa Inggris di Kalimantan, bagaimana menerapkan TIK dalam mengajar bahasa Inggris di Kalimantan, dan apa faktor penghambat dalam mengembangkan keterampilan bahasa melalui pemanfaatan TIK di Kalimantan. Ini adalah studi deskriptif kualitatif yang mencoba menggambarkan penggunaan TIK dalam pengajaran bahasa Inggris di Kalimantan. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Inggris di tiga provinsi di Kalimantan; Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara. Beberapa instrumen digunakan, termasuk: wawancara, observasi, dan dokumentasi. Model Miles dan Hubberman digunakan untuk analisis data. Hasilnya menunjukkan bahwa: pertama, guru bahasa Inggris menggunakan TIK di kelas bahasa Inggris di Kalimantan meskipun sangat terbatas, karena mereka hanya terbiasa menggunakan multimedia. Sementara itu, E-Media, E-Learning, E-Library, dan Komunitas berbasis web jarang digunakan. Kedua, para guru madrasah Aliyah dalam pengajaran bahasa Inggris di Kalimantan lebih sering menggunakan proyektor LCD dengan menggunakan lagu atau film di laptop. Ketiga, beberapa kendala dalam penerapan TIK dalam pengajaran bahasa Inggris adalah masalah peralatan TIK, akses internet yang terbatas, kurangnya pemanfaatan aplikasi dalam ponsel, dan batasan usia. How to Cite : Fauzan, U., Pimada, L. H. (2018).  ICT-Based Teaching of English at Madrasah Aliyah in Kalimantan. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 5(2), 193-211. doi:10.15408/tjems.v5i2.10414.
SCHOOL OF MASTER TEACHER (SMT) TRAINING: DEVELOPING TEACHERS’ PEDAGOGIC COMPETENCE Musfah, Jejen; Erviani, Desita
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 5 NO. 2 DECEMBER 2018
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v5i2.10622

Abstract

AbstractThis study aimed at analyzing School of Master Teacher (SMT) training in developing teacher's pedagogic competence. This study applied a qualitative approach within the framework of case study research. The data was collected through documentation, observation, and interviews. The results showed that SMT training consisted of lectures, social projects, and Classroom Action Research (CAR). Secondly, the training was able to improve teachers’ pedagogic competence with excellent results. 22 of 33 teachers showed accomplished pedagogic competence. While, 9 teachers performed a very good level of the competence in their instruction, 1 teacher gained a medium level, and only 1 teacher received a poor mark.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelatihan School of Master Teacher (SMT) dalam mengembangkan kompetensi pedagogik guru. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dalam kerangka penelitian studi kasus. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan SMT terdiri dari ceramah, proyek sosial, dan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Kedua, pelatihan ini mampu meningkatkan kompetensi pedagogik guru dengan hasil yang sangat baik. 22 dari 33 guru menunjukkan kompetensi pedagogik yang baik. Sementara, 9 guru menunjukkan tingkat kompetensi yang sangat baik dalam pengajaran mereka, 1 guru memperoleh tingkat sedang, dan hanya 1 guru yang mendapat nilai buruk. How to Cite : Musfah, J., Erviani, D. (2018).  School of Master Teacher (SMT) Training: Developing Teachers’ Pedagogic Competence. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 5(2), 126-134. doi:10.15408/tjems.v5i2.10622.
The Effect of Problem Based Learning Methods and Self Confidence to English Learning Outcomes in the Elementary School Students Ratnaningsih, Sita; Nahartini, Desi; Yuliyani, Atik
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 5 NO. 2 DECEMBER 2018
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v5i2.10640

Abstract

AbstractFrom Central Statistics Agency, the total number of primary schools in Indonesia are 147,536 which most of them have not got any good learning outcomes especially in English. This study aims to determine the effect of Problem Based Learning method and students' self-confidence in English learning outcomes. This research was conducted on the fourth grade students of Al-Fath Primary School, South Tangerang  Indonesia, with the number of students as many as 4 classes consisting of  96 students, from the population of 120 students. The method used in this research is the experimental method with the design of treatment design by level 2 x 2. The results showed that: 1) English learning result between students who taught using Problem Based Learning method is higher than Expository method, 2) There is interaction effect between Problem Based Learning method with students' self confidence, 3) For students who have high confidence, English learning outcomes taught using the Problem Based Learning method is higher than taught using the  Expository method, 4) For students a low level of confidence, English learning outcomes of students taught using the Problem Based Learning method is lower than the Expository method.AbstrakDari data Badan Pusat Statistik, jumlah sekolah dasar di Indonesia adalah 147.536, sebagian   besar   sekolah tersebut belum mendapatkan hasil pembelajaran yang baik terutama dalam bahasa Inggris. Penelitian ini   bertujuan   untuk mengetahui pengaruh metode Problem Based Learning  dan kepercayaan diri siswa terhadap   hasil belajar bahasa Inggris. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas IV Sekolah Dasar Al-Fath, Tangerang Selatan, dengan jumlah siswa sebanyak 4 kelas yang terdiri dari 96 siswa, dari populasi 120 siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan perancangan desain faktorial level 2 x 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:  1) Hasil belajar bahasa Inggris  siswa yang diajar menggunakan metode Problem Based Learning lebih tinggi daripada  yang diajar menggunakan metode Ekspositori,   2) Ada pengaruh interaksi antara metode Problem Based Learning dengan kepercayaan diri siswa,   3) Bagi siswa yang memiliki kepercayaan diri tinggi, hasil belajar bahasa Inggris  yang diajar menggunakan metode Problem Based Learning lebih tinggi daripada menggunakan metode metode Ekspositori, 4) Bagi  siswa   yang   memiliki   tingkat   kepercayaan yang   rendah, hasil   pembelajaran  bahasa Inggris   yang   diajar   menggunakan  metode   Problem   Based   Learning   hasilnya   lebih      rendah daripada yang menggunakan metode pembelajaran Ekspositori. How to Cite : Ratnaningsih, S.,  Nahartini, D., Yuliyani, A. (2018).  The Effect of  Problem Based Learning Methods and Self Confidence  to English Learning Outcomes in the Elementary School. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 5(2), 135-144. doi:10.15408/tjems.v5i2.10640.
Arabic Language as the Icon of Islamic Higher Education: A Study of the Implementation of Arabic Intensive Program Warnis, Warnis; Triana, Hetti Waluati; Kustati, Martin; Remiswal, Remiswal; Nelmawarni, Nelmawarni
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 6 NO. 1 2019
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v6i1.10910

Abstract

AbstractArabic intensive Program is important to improve the quality of foreign language ability for UIN Imam Bonjol students. The planning, implementing and evaluating the process of the Arabic Intensive Program needs to be addressed and improved from various aspects. Thus, the study aims to identify appropriate policies to improve the management of the Intensive Arabic Language program, to develop Arabic language competency standards based on an analysis of the real conditions of the main components and program supporters, and to formulate the standard to improve the quality of Arabic Intensive Programs at UIN Imam Bonjol, Padang. This study used a qualitative approach where the data taken from interviews, documentation and focus group discussion. Data sources are managers, lecturers, and students participating in Arabic Intensive Program. The results of the study showed that the Arabic programs need appropriate policies to overcome the obstacles and problems. The visible problems were in the planning process, especially planning in the learning objectives, materials, and the provision of lecturers; In connection with the implementation of Arabic Intensive programs, there are still constrained by the available facilities and infrastructure, related to evaluation, the results of the study show that comprehensive evaluation needs to be done in relation to the evaluation of inputs, processes, outputs, and impacts to improve the quality of Arabic as an institutional brand in the future..AbstrakProgram intensif bahasa Arab penting untuk meningkatkan kualitas kemampuan bahasa asing bagi siswa UIN Imam Bonjol. Perencanaan, implementasi dan evaluasi proses Program Intensif Arab perlu ditangani dan ditingkatkan dari berbagai aspek. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebijakan yang tepat untuk meningkatkan manajemen program Bahasa Arab Intensif, untuk mengembangkan standar kompetensi bahasa Arab berdasarkan analisis kondisi nyata dari komponen utama dan pendukung program, dan untuk merumuskan standar untuk meningkatkan kualitas Program Intensif Bahasa Arab di UIN Imam Bonjol, Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dimana data diambil dari wawancara, dokumentasi dan diskusi kelompok terarah. Sumber data adalah pimpinan, dosen, dan mahasiswa yang berpartisipasi dalam Program Intensif Arab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program-program Arab membutuhkan kebijakan yang tepat untuk mengatasi hambatan dan masalah. Masalah yang terlihat dalam proses perencanaan, terutama perencanaan dalam tujuan pembelajaran, bahan, dan penyediaan dosen; Sehubungan dengan pelaksanaan program-program Intensif Bahasa Arab, masih ada kendala oleh fasilitas dan infrastruktur yang tersedia, terkait dengan evaluasi, hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi komprehensif perlu dilakukan sehubungan dengan evaluasi input, proses, output, dan dampak untuk meningkatkan kualitas bahasa Arab sebagai merek kelembagaan di masa depan. How to Cite : Warnis, Triana, H. W., Remiswal, Kustati, M., Nelmawarni. (2019).  Arabic Language as the Icon of Islamic Higher Education: A Study of the Implementation of Arabic Intensive Program. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 6(1), 102-115. doi:10.15408/tjems.v6i1. 10910.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 12 NO. 1 2025 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 12 NO. 1 2025 (In Progress Issue) TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 11 NO. 2 2024 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 11 NO. 1 2024 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 10 NO. 2 2023 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 10 NO. 1 2023 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 9 NO. 2 2022 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 9 NO. 1 2022 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 8 NO. 2 2021 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 8 NO. 1 2021 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 7 NO. 2 2020 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 7 NO. 1 2020 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 6 NO. 2 2019 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 6 NO. 1 2019 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 5 NO. 2 DECEMBER 2018 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 5 NO. 1 JUNE 2018 TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 4 NO. 2 DECEMBER 2017 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 4 No. 1 June 2017 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 3 No. 2 December 2016 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 3 No. 1 June 2016 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 2 No. 2 December 2015 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 2 No. 1 June 2015 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 1 No. 2 December 2014 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 1 No. 2 Desember 2014 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 1 No. 1 Juni 2014 TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society | Vol. 1 No. 1 Juni 2014 More Issue