cover
Contact Name
Ekonobis
Contact Email
ekonobis@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
irwansuryadi@unram.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
EKONOBIS (JURNAL EKONOMI DAN BISNIS)
Published by Universitas Mataram
ISSN : 14127601     EISSN : 26548712     DOI : -
Core Subject : Economy,
Jurnal Ekonobis adalah media untuk mempublikasikan kegaiatan penelitian dalam ilmu ekonomi, diantaranya perencanaan dan pembangunan daerah, ekonomi sumber daya manusia dan ketenagakerjaan, ekonomi islam, ekonomi moneter dan perbankan, keuangan daerah, dan bisnis pariwisata.
Arjuna Subject : -
Articles 180 Documents
Model Pengembangan Lembaga Keuangan Mikro Syariah Dalam Mengurai Kemiskinan Di Kota Mataram Irwan Suriadi; Hailudin; Siti Sriningsih
Journal of Economics and Business Vol 7 No 1 (2021): Ekonobis, Maret 2021
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ekonobis.v7i1.70

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat suatu rumusan penanggulangan kemiskinan dengan kebijakan pengembangan lembaga keuangan mikro syariah di Kota Mataram. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode Fokus Group Discussion (FGD). Dalam merancang kebijakan pengembangan lembaga keuangan mikro syariah untuk mengurangi kemiskinan di Kota Mataram, maka digunakan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threath). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Faktor pendukung dapat dilihat dari kekuatan dan peluang yang dimiliki oleh Lembaga Keuangan Mikro Syariah di Kota Mataram yaitu Baitul Maal Wattamwil (BMT) di Kota mataram harus memiliki lokasi yang strategis dan pemberdayaan masyarakat Oleh Lembaga Keuangan Mikro Syariah, Faktor Penghambat dapat dilihat dari kelemahan dan ancaman yang dimiliki oleh Lembaga Keuangan Mikro Syariah di Kota Mataram yaitu kurangnya sosialisasi dan Bank syariah yg menggarap pasar mikro, Strategi kebijakan Lembaga Keuangan Mikro Syariah dalam menghadapi ancaman yaitu Lembaga Keuangan Mikro Syariah di Kota Mataram harus terus menerus mengembangkan diri secara kreatif, inovatif dan selalu memiliki perbaikan dalam pelayanan kepada nasabah Lembaga Keuangan Mikro Syariah.
Tata Kelola Remitansi Buruh Migran: Kasus Buruh Migran Di Kabupaten Lombok Timur Jalaludin
Journal of Economics and Business Vol 7 No 1 (2021): Ekonobis, Maret 2021
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ekonobis.v7i1.71

Abstract

Buruh migran memiliki sumbangan yang besar dalam pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan melalui remitan yang dikirim ke daerah asal. Remitan yang dikirimkan ke daerah asal akan mampu mengangkat status ekonomi keluarga migran ke tingkat yang lebih baik apabila dikelola dengan baik. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui tatakelola/ pengelolaan remitansi buruh migrani di kabupaten Lombok Timur. Metode atau pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menerapkan beberapa metode pengambilan data yaitu Observasi/Pengamatan, Indepth Interview dan Focus Group Discussion (FGD). Sementara analisis data dilakukan secara dekriftif kualitatif berdasarkan data atau informasi lapangan. Beberapa point yang ditemukan dalam penelitian ini adalah ; masih diperlukannya mekanisme pengiriman remitansi yang aman dan murah, remitansi masih lebih digunakan untuk kebutuhan konsumsi, diperlukannya capacity building untuk membantu BMI memulai usaha, masih kentalnya budaya patriarki dalam pemanfaatan remitansi yang datang dari buruh migran perempuan.
Pengaruh Brand Ambassador Dan Country Of Origin Terhadap Minat Beli Konsumen Pada Skin Care Korea Junaidi Sagir; Ninin Setianing Pandika; Sri Darwini
Journal of Economics and Business Vol 7 No 1 (2021): Ekonobis, Maret 2021
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ekonobis.v7i1.72

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh brand ambassador dan country of origin terhadap minat beli konsumen pada kosmetik dan skin care korea. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh masyarakat Indonesia yang berusia minimal 18 tahun dan sudah pernah mengenal produk skin care Korea. Setelah kuesner diedarkan ternyata hanya 70 orang yang memberikan tanggapan dan semuanya berjenis kelamin wanita. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa brand ambassador dan country of origin berpengaruh terhadap minat beli konsumen pada produk kosmetik skin care asal Korea ini.
Analisis Pengaruh Belanja Daerah Terhadap Pertumbuhan Product Domestic Regional Bruto (PDRB) Di Kabupaten Lombok Barat Tahun 2014-2018 Yusuf Hasbullah; Sitin Fatimah; Tuty Handayani
Journal of Economics and Business Vol 7 No 1 (2021): Ekonobis, Maret 2021
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ekonobis.v7i1.73

Abstract

Sejalan dengan arus pemberian kewenangan yang makin luas yang dimiliki tiap daerah dalam era otonomi daerah ini, maka peran dan fungsi pendapatan daerah melalui penggalian potensi masing-masing daerah menjadi sesuatu yang amat penting. Persfektif otonomi daerah yang dikaitkan dengan pertumbuhan ekonomi dapat dilihat dari berbagai aspek diantaranya melalui belanja daerah. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat dampak belanja daerah terhadap pertumbuhan product domestic regional brutto (PDRB) di kabupaten Lombok Barat Tahun 2014-2018. jenis penelitian ini termasuk penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan (Library Research) dan penelitian lapangan (Field Research). Variabel yang dianalisis dalam penelitian meluputi Belanja Langsung meliputi: a. Pembentukan Dana Cadangan, yang terdiri dari Penyertaan Modal Daerah, Pembayaran Pokok Utang Daerah, Pemberian Pinjaman Daerah. b. Belanja Tidak Langsung yang meliputi: Belanja Pegawai, Belanja Bunga, Belanja Subsidi, Belanja Hibah, Belanja Bantuan Sosial, Belanja Pemerintahan desa, Belanja Bantuan Keuangan Kepada Kabupaen/Kota dan Belanja Tidak Terduga. Sedangkan model analasis yang digunakan adalah: a). Analisis pertumbuhan belanja daerah terhadap pertumbuhan ekonomi, dan b) Analisis kontibusi belanja daerah terhadap pertumbuhan ekonomi di kabupaten Lombok Barat Tahun 2014-2018.
Survey Pekerja Sektor informal Dan Sektor Formal Era Revolusi Industri di Kota Mataram Satarudin Satarudin; Suprianto Suprianto; Sujadi Sujadi
Journal of Economics and Business Vol 7 No 2 (2021): Ekonobis, September 2021
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ekonobis.v7i2.74

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis Pendapatan dan Tingkat kesejahteraan Pekerja sektor Informal dan Formal di Kota Mataram pada era Covid -19. Metode penelitian dilakukan dengan cara survey dengan mengambil sampel sebanyak 90 orang responden, dan penentuan responden ditentukan secara accidental dengan melihat karakteristik dari kedua pekerja tersebut.Karakteristik dari pekerja informal dan formal sebagian besar berjualan ditempat-tempat keramaian yang padat penduduk dan pengunjung di wilayah kota Mataram dilihat dari tingkat pendidikan 56,7 % memiliki pendidikan setara SMA ke atas dan 43,3 % tingkat pendidikan tamat SMP dan SD dengan rata-rata lama waktu bekerja di atas 10 jam sehari, sedangkan rata-rata tanggungan keluarga pekerja informal dan formal antara 2 sampai 4 orang tanggungan. Rata-rata pendapatan yang diperoleh pekerja informal dibawah Rp 3.000.000,- sebanyak 16,67% dan 44,45 % pendapatannya di atas Rp 3.000,000,- Sedangkan pendapatan pekerja formal rata-rata di atas Rp 4.000.000, sebanyak 8,89 % selebihnya pendapatan di atas Rp 6.000.000 sebanyak 30 %. Secara keseluruhan analisis pendapatan pekerja informal dan formal jika dikaitkan dengan tingkat kesejahteraan kriteria Sayogjo dengan ukuran setara beras, maka kategori nyaris miskin sebanyak 10 % ( 9 orang pekerja yaitu jasa tukang jam , jahit sepatu dan pedagang sayuran), dengan pengeluaran /kapita/tahun sebanyak 450 kg setara nilai beras/tahun. Sedangkan 40 % ( 36 responden ) berada pada batas ambang cukup dengan pengeluaran perkapita/tahun 481-960 kg hasil analisis rata-rata sebesar 750 kg setara beras. Kategori hidup layak apabila pengeluaran perkapita/tahun lebih tinggi dari 960 kg setara nilai beras /tahun. Rata-rata pendapatan perkapita pekerja formal dan informal sebesar Rp 11.2550.000 ,- jika dibagi dengan harga beras saat penelitian Rp 10.000,- perkg , maka hasilnya 1.125 kg beras berarti hampir 50 % pekerja berada pada kehidupan yang layak yaitu terdiri dari 35 responde pekerja formal dan 10 responden pekerja informal. Untuk lebih meningkatkan pendapatan pekerja informal khususnya lebih meningkatkan waktu bekerja minimal 15 jam per hari dan membuka layanan penjualan sistem digital via internet (go food , go jek ) khususnya bagi pedagang makanan matang seperti rumah makan, lalapan, pedagang nasi dan sebagainya.
Dampak Pandemi Covid-19 Pada Pengusaha Kerupuk Kulit di Desa Apitaik Kabupaten Lombok Timur Adhitya Bagus Singandaru
Journal of Economics and Business Vol 7 No 2 (2021): Ekonobis, September 2021
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ekonobis.v7i2.75

Abstract

Pandemi Covid-19 masih menjadi momok hingga saat ini. Selain memberikan dampak pada Kesehatan, pandemi ini juga sangat memberikan dampak pada perekonomian secara Nasional. UMKM yang dianggap mampu bertahan pada Krisis Moneter 1998 dan Krisis Global 2008, kini seperti tidak berdaya menghadapi pandemi covid-19. Dampak Pandemi Covid-19 tidak hanya dirasakan UMKM yang berada di Kota besar saja, UMKM yang berada jauh dari Kota juga merasakan dampak yang sama, sebagaimana yang dirasakan oleh para Pengusaha kerupuk kulit di Desa Apitaik Kabupaten Lombok Timur. Hasil wawancara dengan beberapa informan menunjukkan, permintaan kerupuk kulit selama pandemi naik, tapi produsen tidak berani menaikkan harga karena khawatir produknya tidak terserap di pasar. Selain itu, banyaknya penjual yang menjual dengan harga murah membuat para pengusaha kerupuk kulit masih menggunakan harga sebelum pandemi. Pengusaha kerupuk kulit memilih memangkas margin mereka karena kenaikan harga bahan baku dan tarif ekspedisi daripada menaikkan harga jual. Akibatnya, tidak sedikit pengusaha kerupuk kulit yang harus menurunkan upah pegawainya atau bahkan merumahkan pegawainya.
Peluang dan Tantangan UMKM NTB Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (Mea) 2015 Irwan Suriadi
Journal of Economics and Business Vol 7 No 2 (2021): Ekonobis, September 2021
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ekonobis.v7i2.76

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur sejauh mana kesiapan UMKM di Nusa tenggara barat dalam menangkap peluang bagi pengembangan usaha sekaligus untuk melihat sejauh mana tantangan yang akan dihadapi oleh UMKM di NTB dalam menghadapi pasar bersama ASEAN 2015. Permasalahan dalam penelitian ini adalah belum adanya kesiapan dari UMKM di NTB dalam melihat peluang dan tantangan dalam menghadapi masyarakat ekonomi asean (MEA) 2015. Untuk mengatasi masalah ini peneliti melakukan analisis deskriptif terhadap UMKM yang berada di NTB dengan melihat sejauh mana peluang yang dapat dimanfaatkan serta tantangan yang akan dihadapi berupa ancaman dari pesaing sesame Negara ASEAN lainnya. Untuk menganalisis peluang dan tantangan tersebut dibutuhkan data sekunder yang berkaitan dengan UMKM di Nusa Tenggara Barat
Mobilitas dan Persebaran Penduduk NTB (Perspektif Ekonomi dan Kesejahteraan) Jalaludin; Irwan Suriadi
Journal of Economics and Business Vol 7 No 2 (2021): Ekonobis, September 2021
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ekonobis.v7i2.77

Abstract

Jumlah penduduk Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berdasarkan Sensus Penduduk 2020 adalah 5,32 juta jiwa dengan Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) 1,63 persen, lebih tinggi dari LPP nasional sebesar 1,25 persen. Kuantitas dan kualitas penduduk merupakan dua faktor utama dalam menganalisis masalah kependudukan, dimana keduanya bisa dikaji melalui tren, sebaran, pertumbuhan dan komposisinya, Sementara proses demografi seperti Fertilitas, Mortalitas dan migrasi atau mobilitas serta persebaran adalah faktor faktor yang mempengaruhi dinamika kependudukan itu sendiri. Persebaran dan mobilitas penduduk ibarat dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan dan keduanya merupakan determinan penting dalam kerangka pengendalian penduduk. Membicarakan masalah migrasi atau mobilitas penduduk, tidak begitu berarti bila tidak dikaitkan dengan masalah persebaran penduduk, demikian pula sebaliknya menyelesaikan persoalan persebaran penduduk tidak mungkin dilakukan tampa mobilisasi atau perpindahan penduduk. Dengan adanya mobilitas atau migrasi penduduk, pembangunan di daerah NTB semakin berkembang karena para migran umumnya adalah angkatan kerja dan biasanya memiliki semangat kerja dan semangat untuk maju yang besar dibandingkan dengan masyarakt local/ tempatan. Disamping itu kehadiran para migrant, dapat menciptakan lapangan kerja baru yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Selain berdampak terhadap peningkatan ekonomi dan kesejahteraan, adanya mobilitas atau migrasi penduduk juga menyebabkan terjadinya perubahan terhadap persebaran penduduk NTB.
Model Partisipasi Masyarakat Lokal Dalam Ekowisata Mangrove di Desa Lembar Selatan, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat Emi Salmah; Yuniarti, Titi; Astuti, Endang; Agustiani, Eka; Fatimah, Siti
Journal of Economics and Business Vol 7 No 2 (2021): Ekonobis, September 2021
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ekonobis.v7i2.78

Abstract

Partisipasi masyarakt dalam kegiatan pariwisata merupakan suatu kegiatan yang dilakukan sepenuhnya oleh masyarakat. Ide kegiatan dan pengelolaan dilakukan seluruhnya oleh masyarakat secara partisipatif, dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Merumuskan Model partisipasi masyarakat lokal dalam Ekowisata Mangrove di Desa Lembar Selatan, Kec. Lembar Kabupaten Lombok Barat, 2) Menganalisis bagaimana mereka mengelola informasi sebagai bagian dari partisipasi masyarakat lokal dalam ekowisata Mangrove di Desa Lembar Selatan, Kec. Lembar Kabupaten Lombok Barat. Jenis penelitian yang digunakan adalah Diskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan eksploratif. Menggunakan data primer dan data Sekunder, metode pengumpulan data, observasi, Wawancara secara mendalam (in-depth interview) dan telaah pustaka. Data yang terkumpul akan dianalisa dan dihitung dengan menggunakan system Excel, lalu disajikan dalam bentuk tabel frekuensi dan diagram batang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat sudah banyak yang berpartisipasi dalam ekowisata mangrove di Desa Lembar Selatan, dengan membuka usaha kuliner (makanan khas Sasak), menyewakan sampan/perahu untuk mengelilingi lokasi mangrove, jasa parkir yang melibatkan masyarakat khususnya anak muda, menjual dan memeriksa tiket masuk. Dalam penyebaran informasi, sudah dilakukan oleh para remaja yang tergabung dalam Karang Taruna Desa Lembar Selatan. Model partisipasi masyarakat dalam mengelola informasi harus ada kemauan secara bersama-sama (masyarakat, aparat desa, pemerintah dan swasta) dalam mengembangkan ekowisata Mangrove Lembar Selatan secara signifikan.
Komparatif Government Size Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) Sriningsih, Siti
Journal of Economics and Business Vol 7 No 2 (2021): Ekonobis, September 2021
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ekonobis.v7i2.79

Abstract

Rasio pajak daerah terhadap PAD dan ABD merupakan tujuan yang akan dianalisis dengan menggunakan metode rasio PAD dan APBD. Adapun hasilnya adalah dana yang bersumber dari pajak di Kabupaten/Kota Privinsi NTB berkisar antara 5-10% dari terhadap PAD, tapi ada juga kabupaten yang masih rendah dengan kontribusi di bawah 5% terutama bagi daerah kabupaten/kota yang baru terjadi pemekaran. Begitu pula dengan Kabupaten/Kota di Provinsi NTT yang rasio pajak terhadap PAD berkisar antara 1-5%. Perbedaan dari kedua provinsi disebabkan oleh pariasi jenis pajak yang dipungut di setiap daerah. Di NTB jenis pajak yang dipungut adalah 8-11 jenis, sedangkan di NTT 6-10 jenis. Potensi di kedua daerah juga berbeda dimana di NTB lebih banyak jenis pajak di bidang pariwisata dan jasa serta bisnis, sedangkan di NTT lebih mengandalakan sumber daya alam di bidang mineral bukan logam dan batuan serta galian golongan C.

Page 11 of 18 | Total Record : 180