cover
Contact Name
Andy Budiarto
Contact Email
arskosonglapan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
arskosonglapan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Desiminasi Teknologi
ISSN : 2303212X     EISSN : 25035398     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Volume 1 No. 2 Juli 2013" : 10 Documents clear
Analisis Kebutuhan Ruang Parkir di Kawasan Palembang Square Mall Yules Pramona Zulkarnain
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 1 No. 2 Juli 2013
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.786 KB) | DOI: 10.52333/destek.v1i2.170

Abstract

Palembang Square Mall is located in Angkatan 45 Palembang. It is one of thebiggest Mall in Palembang. Angkatan 45 street is an primary way in Palembang. Strategiclocation makes Palembang Square Mall has a lot of customers from the origin people orthe people from out of town. Palembang Square Mall which is located in the centre ofbusiness area in Palembang has 5,4ha it is devided into 50.000m2 as a building.The parkinglot is located around the both building that. The land road which is used as the parking lotinvolves : Kampus POM IX street, Sumpah Pemuda street and Kapten A. Rivai street. Thatphenomena is caused by enough parking facility for vehicles that visit Palembang SquareMall and the lowly realization of the Mall visitors or the users. So it causes traffic disturbencein Angkatan 45 street and the street around the Mall. This matter can be seen fromdisorganized traffic in Palembang Square Mall either for those who are going to enter, lookfor the parking lot or for those who are going to leave from that area so, one of theproblems caused is the traffic jam and uncomfortable feeling. From that analysis, it canmake a hypotesis as follow : 1. The vehicle owners who visit there tend to choose the easyand the fast parking lot as on follow street. 2. The undiciplined road users and the mixedof public transportations which are entered in the system (in the lane around the Mall),and the limited of parking lot comparing with the height of parking volume, and a badparking management become the caused of disorganization and the traffic jam around theMall.The survey method in this research is using a primary data collection toward the parkingdemand ( come, wait and leave from the system ) by Mall visitors to analyse the arrival rate( ë ) and parking rate ( μ ). A secondary data is used to predict the demand of parkinginvolves : the population, PDRB, vehicle ownership and the amount of parking it self .In 2013, the amount of car peraday where parked in Palembang Square Mall is 3600 forcar and 2550 for motorcycle. From this analysis, it can be concluded that the optimalparking capacity is 750 for cars and 890 for motorcycles. While the parking lot that isprovided is only 645 for cars and 786 for motorcycles, so existing parking lot is not enough.From the prediction, the amount of vehicles that sure parked in Palembang Square Mallper day in 2020 is 7.270 for cars and 4.750 for motorcycles, with the necessity of parkinglot as 1.520 for cars and 1.660 for motorcycles. From the calculation of Total Cost Programsit can get that the optimal parking rate is Rp. 5000,00 for car and Rp. 2.000,00 formotorcycle.Keyword : Parking demand, Arrival Rate ( ë ) and Parking Rate (μ ), Total Cost ( C ) andthe Optimal Parking Rate.
PERANAN DAYA REAKTIF PADA SISTEM KELISTRIKAN Letifah Shintawaty
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 1 No. 2 Juli 2013
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (888.258 KB) | DOI: 10.52333/destek.v1i2.166

Abstract

Daya reaktif merupakan masalah yang komplek dan penting pada sistem kelistrikan,terutama pada sistem kelistrikan di Industri dimana sebagian besar bebannnya merupakanmotor induksi, sehingga menimbulkan masalah pada daya reaktif.Daya reaktif berperan aktif pada sistem kelistrikan , yaitu peran positif dan peran negatif.Peran positif daya reaktif adalah pada pembangkitan fluksi magnet pada rangkaian gandengelektromagnet, seperti transformator, motor induksi, dan peralatan induksi lainnya, agardaya dari sumber dapat ditransferkan kesisi sekunder dari transformator, atau melaluicelah udara pada motor induksi. Peranan negatif daya reaktif adalah terhadap jatuhtegangan, rugi-rugi daya, dan kapasitas kebutuhan daya. Semakin besar daya reaktif yangdiserap oleh beban dari sumber, maka peran negatif nya akan semakin besar yang dapatdibuktikan dari hasil perhitungtan.Pada penelitian ini dibahas sedikit mengenai peranan positif daya reaktif, tetapi pembahasandititik beratkan pada peranan negatifnya terhadap sistem, yang ditunjang denganperhitungan-perhitungan dalam kondisi berbeban. Tujuan dari pembahasan ini adalahdimaksudkan untuk mengetahui seberapa jauh peranan daya reaktif tersebut terhadap sistemkelistrikan sehingga dapat mengambil langkah-langkah dalam mengatasi bila beban terlalubanyak menyerap daya reaktif dari sumber.
Aplikasi Model M.C.E (Manufacturing Cycle Efficiency) untuk Memperdek Timeto- process Pada Pengolahan C.P.O (Crude Palm Oil) Zulkarnain Fatoni
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 1 No. 2 Juli 2013
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.161 KB) | DOI: 10.52333/destek.v1i2.171

Abstract

Konsusmsi CPO (crude palm oil) untuk penyediaan minyak nabati dunia telahmencapai 27,7% pada tahun 2002, diversifikasi produk CPO untuk produk pangan mencapaipangsa pasar 90% terutama untuk bahan baku minyak goreng dan pangsa pasar nonpangansebesar 10%, diperkirakan pada tahun mendatang terus mengalami peningkatan.Bahan baku CPO adalah TBS (tandan buah segar).Kompleksitas produk dan aliran proses operasi menentukan kapabilitas manajemen operasiuntuk memperpendek waktu proses TBS menjadi CPO yang merupakan focus perhatiandalam studi aliran proses yang dipecahkan dengan pendekatan MCE (Manufacture CycleEfficiency) karena itu. model MCE berkemampuan mereduksi pemborosan sumberdayayang digunakan untuk operasi, sehingga aktivitas yang tidak meningkatkan nilai tambahproduk dapat dihilangkan.Studi ini bertujuan untuk memberikan gambaran aliran proses manufaktur pengolahanTBS (tandan buah segar) bahan baku minyak sawit menjadi CPO. Analisis pemecahanmasalah untuk menentukan performansi dengan menggunakan bagan aliran proses, baganproses operasi (Operations Process Chart). Hasil analisis menunjukan bahwa waktu kritisyang terjadi pada aliran proses pengolahan TBS menjadi CPO terletak pada stasiun loadingramp ke stasiun perebusan yang membutuhkan waktu operasi paling lama yaitu sebesar100 menit/ton TBS. Performansi aliran proses yang terdiri dari MLT, Production rate,kapasitas dan utilisasi masing-masing menghasilkan 57,72 jam, 0,069 ton/jam, 16,56 ton/jam dan 55,2%.Kata kunci : MCE, MLT, Aliran proses.
Kinerja Pembayangan pada Bangunan Kantor Pemerintah di Kota Palembang Budi Rudianto; Andy Budiarto
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 1 No. 2 Juli 2013
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.898 KB) | DOI: 10.52333/destek.v1i2.167

Abstract

Tulisan ini menampilkan kinerja pembayangan sebagai usaha untuk mengurangibeban panas lewat kulit bangunan. Pembayangan adalah sebuah prinsip desain yang sangatdiperhatikan bagi bangunan yang berada di sabuk khatulistiwa. Di Kota Palembang terdapatbanyak bangunan kantor pemerintah pada masa tahun 60-an dan 70-an yang menerapkanprinsip desain tersebut, sedangkan bangunan kantor pemerintah pada masa sekarang kurangmemperhatikannya. Gedung Pemerintahan Provinsi Sumatera Selatan dan Gedung DinasPerhubungan Komunikasi dan Informatika-Provinsi Sumatera Selatan diambil sebagai obyekkasus.Simulasi pada penelitian ini menggunakan program Ecotect yang menghasilkan keluarandata sudut bayangan selama setahun. Pembayangan yang dianalisa hanya terhadap sudutbayangan vertikal saja. Kinerja pembayangan diukur dengan melihat seberapa lama terjadipembayangan secara penuh pada dinding (juga jendela) di orientasi arah Utara (ORI 0°)dan orientasi arah Selatan (ORI 180°), pada masing-masing bulan selama setahun.Hasil penelitian menunjukan bahwa Gedung Pemerintahan Provinsi Sumatera Selatan lebihbaik kinerja pembayangannya daripada Gedung Dinas Perhubungan Komunikasi danInformatika-Provinsi Sumatera Selatan berkaitan dengan lamanya pembayangan penuhyang terjadi. Dinding pada orientasi arah Utara (ORI 0°) merupakan sisi yang perlumendapatkan perhatian dalam perancangan berkaitan dengan sedikitnya pembayanganpenuh yang terjadi karena posisi latitude. Bentuk bangunan berperan dalam mengurangibeban panas berkaitan dengan luas pembayangan yang terjadi. Hasil penelitian ini akandigunakan untuk menentukan desain dari tipe elemen kontrol pembayangan.Kata Kunci : Kinerja pembayangan, Bangunan kantor, Simulasi, Sudut bayangan, Orientasi,Bentuk bangunan.
Pengaruh Penambahan Polypropylene Fibres Terhadap Proses Curing Menggunakan Air Laut Dan Air Tawar Terhadap Kuat Tekan Dan Kuat Lentur Pada Mutu Beton K-175 Indra Syahrul Fuad; Ani Firda
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 1 No. 2 Juli 2013
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/destek.v1i2.172

Abstract

Beton dikenal sebagai bahan material dengan kuat tekan tertentu, mudah dibentuk,mudah di produksi dan mudah perawatannya, tetapi juga mempunyai beberapa keterbatasanbaik dalam proses produksi maupun sifat-sifat mekaniknya. Di era globalisasi kebutuhanakan beton dengan mutu tinggi sudah tidak dapat dihindarkan lagi, hal ini disebabkankarena perkembangan teknologi dalam bidang konstruksi di Indonesia terus mengalamikemajuan.Maksud dari penelitian ini adalah supaya dapat diketahui berapa besar nilai kuat tekandan kuat lentur beton dengan penambahan polypropylene fibres serta mengetahui pengaruhpenggunaan air laut dan air tawar pada proses curing atau perendaman beton.Dari hasil penelitian didapatkan nilai kuat tekan beton rata-rata yang menggunakan prosescuring air tawar sebesar 210,92 kg/cm2 sedangkan kuat tekan rata-rata beton normal yangmenggunakan proses curing air laut sebesar 194,693 kg/cm2 mengalami penurunan sebesar16,227 kg/cm2 (7,69 %). Nilai kuat lentur beton rata-rata yang menggunakan proses curingair tawar sebesar 45,320 kg/cm2 sedangkan kuat lentur rata-rata beton normal yangmenggunakan proses curing air laut sebesar 36,256 kg/cm2 mengalami penurunan sebesar9,064 kg/cm2 ( 20,00 %). Disamping itu proses curing air laut menyebabkan penurunannilai kuat tekan dan kuat lentur pada beton, ini dikarenakan air laut mengandung garam –garam anorganik yang akan memperlambat waktu pengikatan beton.Kata Kunci : beton, polypropylene fibres, curing.
Studi Pengaruh Penambahan Kapasitor Shunt pada Sistem Kelistrikan 150 KV Lampung utara Ichsandi .; Yuslan Basir; Yusro Hakimah
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 1 No. 2 Juli 2013
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1548.286 KB) | DOI: 10.52333/destek.v1i2.168

Abstract

Kualitas tegangan dalam sistem tenaga listrik merupakan hal yang penting untukmenjaga kehandalan sistem tenaga listrik pada jaringan 150 kV. Batasan operasi untuktegangan tinggi (150 kV) yaitu -10% dan +5% dari tegangan nominal. Dilakukan 20 simulasidengan kapasitor 5, 10, 15 dan 20 MVAr di Gardu Induk Blambangan Umpu, Gardu IndukBukit Kemuning, Gardu Induk Kotabumi, Gardu Induk Menggala, dan Gardu IndukGumawang. Jatuh tegangan di Gardu Induk Gumawang dari 131,81 kV (-12.13 % daritegangan nominal) menjadi 136,47 kV (-9.02 % dari tegangan nominal) dengan pemasangankapasitor 15 MVAr di Gardu Induk Gumawang.Voltage quality in electric power systems is essential to maintaining the reliability of thepower system 150 kV network. Operating limits for high voltage (150 kV) is -10% and +5%of the nominal voltage. Conducted 20 simulations with capacitor 5, 10, 15 and 20 MVAr atBlambangan Umpu substation, Bukit Kemuning substation, Kotabumi substation, Menggalasubstation, and Gumawang substation. Voltage drop in Gumawang of 131.81 kV (-12.13%of nominal voltage) to 136.47 kV (-9.02% of the nominal voltage) with the installation of 15MVAr capacitors at substation Gumawang.
Studi Korosi Pada Pipa Menggunakan Metode Impressed Current di Petrochina International Jambi.Ltd Deddy Irwanto; Yuslan Basir; Muhni Pamuji
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 1 No. 2 Juli 2013
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.264 KB) | DOI: 10.52333/destek.v1i2.173

Abstract

Korosi adalah kejadian rusaknya lapisan logam akibat pengaruh lingkungansecara alami, Korosi ini juga dapat terjadi di instalasi pipa distribusi yang ditimbun didalam tanah (burried pipe). Untuk mencegah korosi akibat pengaruh eksternal.Menggunakan proteksi katodik (cathodic protection) jenis anoda tumbal (sacrificial anode)dan arus paksa (impressed current). Penggunaan berhubungan erat dengan kebutuhan arusproteksi,kondisi lingkungan, operasional dan letak korosi yang berlebih.Impressed current System memberikan aliran arus DC positif menggunakan anoda yangbersifat inert sebagai media penyalur arus dari pipa kembali ke rectifier. Kriteria proteksikatodik yang baik adalah memberikan nilai beda potensial antara struktur yang di lindungiUntuk Pipa fire water pump 10" x 563 m .Arus proteksi (Ip) 1,349 A dengan Tegangan21,79 Volt .Untuk pipa fire water pump 6" x 23 m arus proteksi 0,034 A dengan tegangan23 volt. Untuk pipa open drain 4" x18 m Arus Proteksi (Ip) 0,034 A dgn Tegangan 12,87Volt.Untuk pipa open drain 2" x 23 m arus proteksi (Ip) 0,120 A dan Voltage 12,87 v.Untuk cover besi pipa 16" x 12 m arus proteksi (Ip) 0,043 A dan Tegangan 12,87 V.Untukcover besi pipa 18" x 12 m Arus Proteksi (Ip) 0,048 A dan Tegangan 12,87 V.untuk Coverbesi pipa 22" x 12 m Arus Proteksi (Ip) 0,056 A dan tegangan 12,87 V. Untuk Pipa 10’ x563 m dengan Arus Proteksi ( Ip) 1.394 A dapat menahan laju korosi sebesar 17,3 mm/yr.dan Menjaga kestabilan beda potensial tegangan (Vp) – 0,85 Volt sampai Dengan – 1,50Volt terhadap pipa yang di proteksi.
Perbandingan Pemakaian Pasir Lematang dan Muara Enim Terhadap Kuat Tekan Beton K-225 Indra Syahrul Fuad; Bahder Johan; Aguansyah .
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 1 No. 2 Juli 2013
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.331 KB) | DOI: 10.52333/destek.v1i2.164

Abstract

Abstrak: Pasir merupakan salah satu bahan yang digunakan untuk campuran beton, adapunfungsi dari pasir dalam adukan beton atau mortar adalah sebagai bahan pengisi dalamcampuran beton.Pasir Lematang sangat dekat dengan Kota Pagar alam dibandingkan dengan pasir TanjungRaman Kabupaten Muara Enim. Akan tetapi sayangnya pasir ini tidak di gunakan olehmasyarakat setempat dalam pembuatan bangunan gedung, mereka hanya menggunakanpasir tersebut untuk bangunan biasa.Untuk meyakinkan masyarakat dalam penggunaan pasir Lematang, maka penulis sangattertarik untuk menguji kuat tekan beton yang menggunakan pasir Lematang, dan nantinyaakan diadakan suatu perbandingan dengan hasil pengujian yang menggunakan pasirTanjung Raman Kabupaten Muara Enim yang mana kita ketahui pasir Tanjung RamanKabupaten Muara Enim ini biasa digunakan dalam pembangunan yang ada di kotaPrabumulih, Muara Enim, Lahat, dan sekitarnya.Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat besarnya kuat tekan beton bila menggunakanpasir Lematang dibandingkan menggunakan pasir Tanjung Raman Kabupaten Muara Enim,dan apabila hasil pengujiannya memenuhi standar kuat tekan beton maka pasir ini pundapat dijadikan sebagai bahan pengganti pasir Tanjung Raman Kabupaten Muara Enimdalam pembuatan beton untuk bangunan gedung di Kota Pagar Alam.Hasilnya menunjukkan, bahwa penggunaan pasir Lematang dalam pembuatan beton K225menghasilkan kuat tekan beton sebesar 253,8 kg/cm2 berarti memenuhi standar kuat tekanbeton yang direncanakan walaupun masih lebih rendah dari beton yang menggunakanpasir Tanjung Raman Kabupaten Muara Enim yaitu sebesar 277,48 kg/cm2.Kata kunci : pasir Lematang, pasir Muara Enim, Kuat Tekan Beton.
Perencanaan Produksi dalam Usaha Pencapaian Target Produksi dengan Linear Programming (Studi Kasus di Unit Produksi Urea dan Amonia IB. PT. Pusri Palembang). Devie Oktarini
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 1 No. 2 Juli 2013
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.126 KB) | DOI: 10.52333/destek.v1i2.169

Abstract

Perencanaan produksi dibuat untuk menyesuaikan kemampuan produksi dalammenghadapi permintaan pasar yang tidak pasti dengan mengoptimalkan penggunaan tenagakerja dan peralatan produksi yang tersedia dengan biaya produksi yang minimal.Perencanaan produksi yang tidak tepat akan menyebabkan tingginya ongkos produksi danrendahnya kapasitas produksi.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat perencanaan produksi yang tepat untuk 6periode ke depan dalam usaha pencapaian target produksi tersebut. Dalam penelitian ini,metode yang digunakan untuk perencanaan produksi agregrat adalah metode LinierProgramming. Rencana produksi agregrat yang ada disesuaikan dengan keterbatasan yangada pada perusahaan, diantaranya jumlah tenaga kerja, waktu kerja, adanya peraturanatau kebijakan hiring, firing, overtime dan keterbatasan kapasitas gudang yang ada.Berdasarkan hasil pengolahan data dengan menggunakan software LINDO, diketahui bahwaperencanaan jumlah produksi 6 periode kedepan untuk produk urea adalah sebesar50.601,47 ton, 49.517,78 ton, 59.149,72 ton, 59.698,37 ton, 51.772,66 ton, 30.638,37 ton,dan untuk produk amonia adalah 38.727,25 ton, 38.869,93 ton, 44.542,51 ton, 46.089,62ton, 38.370,85 ton, 23.270,92 tons. Jumlah inventori untuk produk urea adalah sebesar7.748,19 ton, 7.998,95 ton, 15.883,56 ton, 25.723,74 ton, 25.768,96 ton, 4.673,82 ton, danuntuk produk amonia adalah 5.685,46 ton, 5.869,45 ton, 11.655,14 ton, 18.890,61 ton,18.908,71 ton, 3.429,55 ton. Sedangkan biaya produksi dalam usaha pencapaian target produksi untuk 6 periode ke depan adalah Rp 92.243.529.820,-; Rp 91.061.697.150,-; Rp107.363.746.900-; Rp 109.417.937.600,-; Rp 93.511.117.620,-; and Rp 55,421,490,920,-.Kata Kunci: Linear Programming, rencana produksi, target produksi.
Pengaruh Kedip Tegangan Pada Rele Under Voltage Motor 5209 JCM Pusri 1B Akibat Hubung Singkat Hazairin Samaulah; Aji Kunco Wibowo
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 1 No. 2 Juli 2013
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.102 KB) | DOI: 10.52333/destek.v1i2.165

Abstract

Energi listrik merupakan salah satu jenis energi yang paling banyak digunakanoleh konsumen, mulai dari sektor rumah tangga, komersial, sampai industri. Oleh karenaitu energi listrik memegang peranan yang sangat penting. Dalam penggunaannya di industri,diharapkan energi listrik tidak menimbulkan efek samping yang merugikan pada sistemdistribusi, karena hal tersebut tentu saja akan mengganggu jalannya proses produksi danmenimbulkan kerugian bagi perusahaan. Kedip tegangan merupakan salah satu jenisgangguan yang dapat menurunkan kualitas daya pada sistem distribusi. Karena umumnyavariasi tegangan yang timbul karena adanya kedip tegangan pada sistem distribusi akanmempengaruhi kinerja dari peralatan yang sensitif terhadap adanya perubahan tegangan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa terjadinya kedip tegangan pada Rele UnderVoltage Motor 5209 JCM Pusri 1B yang ditimbulkan karena adanya gangguan hubungsingkat antar phasa pada sistem distribusi.Kata Kunci: Kedip tegangan, Rele Under Voltage

Page 1 of 1 | Total Record : 10