cover
Contact Name
Andy Budiarto
Contact Email
arskosonglapan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
arskosonglapan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Desiminasi Teknologi
ISSN : 2303212X     EISSN : 25035398     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 248 Documents
PERENCANAAN SISTEM PENTANAHAN PERALATAN PENGHANTAR PADA GARDU INDUK TANJUNG API-API Yusro Hakimah
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 4 No. 2 JULI 2016
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/destek.v4i2.292

Abstract

Abstrak: Sistem pentanahan peralatan Gardu Induk merupakan peralatan yang amat penting untukmenghindari bahaya-bahaya terhadap orang yang sedang berada didalam atau didaerah Gardu Induktersebut. Fungsi pentanahan peralatan Gardu Induk sendiri untuk membatasi tegangan yang timbulantara peralatan, peralatan dengan tanah dan meratakan gradient tegangan yang timbul padapermukaan tanah akibat arus gangguan yang mengalir dalam tanah. Pada perencanaan sistempentanahan peralatan ini menggunakan sistem pentanahan grid dengan jumlah paralel 8 kisi-kisi utamayang kedalaman penanaman konduktornya tergantung dari nilai tahanan jenis tanah serta luas areapentanahan yang akan digunakan. Untuk tahanan jenis tanah sebesar 17,1 ohm-meter dan arusgangguan maksimum ketanah sebesar 8227 ampere, sehingga luas penampang konduktor 25 mmdengan panjang konduktor grid 413 meter, maka didapat tegangan sentuh dan tegangan langkah padaperencanaan yang dimana tegangan sentuh 670,71 Volt dan tegangan langkah 262,74 Volt lebih kecildari tegangan sentuh dan tegangan langkah standar IEC serta tahanan pentanahan grid sebesar 0,99ohm.Kata Kunci: Pentanahan Peralatan, Gardu Induk.2
KINERJA TERMAL PADA RUMAH PANGGUNG DI KOTA PALEMBANG Budi Rudianto
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 4 No. 1 Januari 2016
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/destek.v4i1.268

Abstract

Abstrak: Studi ini menampilkan pengaruh iklim dalam pembentukan panas bangunan pada rumah panggung di kawasaniklim tropis lembab. Rumah panggung di Kota Palembang merupakan salah satu tipe hunian masyarakat yang hingga kini masih didiami dan keberadaannya telah membentuk wajah kota. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kinerja termal pada rumah panggung di Kota Palembang. Obyek penelitian menggunakan dua buah rumah panggung yang berada pada kawasan pemukiman di tengah kota. Metode penelitian merupakan gabungan observasi dan simulasi. Program Archipak digunakan dalam melakukan simulasi. Kinerja termal kedua bangunan rumah panggung dibandingkan untukmendapatkanhasil. Kinerja termal pada rumah panggung RP-11 lebih baik daripada rumah panggung RP-12 berdasarkan pada nilai total beban panas yang lebih rendah. Orientasi, bentuk bangunan, dan material merupakan faktor desain yang paling berpengaruh dalam pembentukan panas bangunan pada rumah panggung. Lantai panggung berkontribusi dalam mengurangi beban panas bangunan sepanjang hari. Ventilasi sangat efektif dalam mengurangi beban panas bangunan. Hasil penelitian akan digunakan untuk melakukan penelitian selanjutnya tentang rumah panggung moderen.Kata kunci: rumah panggung, beban panas, kinerja termal, faktor desain, iklim tropis lembab
PERENCANAAN PEMBANGUNAN JARINGAN DISTRIBUSI DI DESA TELUK TENGGIRI, DESA PADANG REJO DAN DESA SEBUBUS KABUPATEN BANYUASIN, SUMATERA SELATAN Hakimah, Yusro
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 6 No. 1 Januari 2018
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.193 KB)

Abstract

Abstrak: Prakiraan kebutuhan energi listrik tida saja diperlukan sebagai data masukan bagi proses perencanaanpembanguna suatu system kelistrikan, tetapi juga diperlukan untuk pengoperasia system tenaga listrik dalampenyediaan anergi sesuai dengan kebutuhan. Demond Forecast atau prakiraan kebutuhan energy listrik di Desa TelukTenggiri, Desa Padang Rejo dan Desa Sebubus terbagi dalam dua sektoral yaitu rumah tangga umum. Variable yangmempengaruhi tiap sector merupakan data lima tahun sebelumnya. Hasil untuk perkiraan kebutuhan energy total yangharus diproduksi pada tahun 2015 adalah 790.323,761 KWh. Kebutuhan beban listrik di Teluk Tenggiri sebesar 152,8KVA, di Desa Padang Rejo sebesar 98,1 KVA dan di Desa Sebubus sebesar 93,1 KVA. Pertumbuhan penduduk jugamenyebabkan peningkatan kebutuhan energy listrik. Diperlukan pembangunan fisik jaringan saluran udara sepanjang 14km. Dalam perencanaan jaringan saluran udara tegangan menengah (SUTM) 20 KV dengan system pola jaringan radialmenggunakan tiang penyangga beton dengan tinggi 12 meter dengan kekuatan tiang 200 daN sebanyak 233 batang.Jarak antar gawang sepanjang 60 meter dengan total lebar andongan 60,010 meter. Menggunakan kawat penghantarAAAC dengan luas penampang 70 mm2KHA 255 Ampere, panjang kawat penghantar ditambah andongan didapat14090 meter untuk 1 kawat penghantar sepanjang 14 Km.Kata kunci: perencanaan jaringan distribusi SUTM, metode peramalan, prakiraan, kebutuhan listrik
ANALISA PENGGUNAAN KAWAT ELEKTRODA E 7016 UNTUK PENGELASAN OKSIASETILEN PADA BAJA ST45 Ilmi, Bahrul
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 5 No. 2 Juli 2017
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.193 KB)

Abstract

Abstrak: Pada tulisan ini dilakukan uji coba terhadap penggunaan kawat elektroda las SMAW (Shielded Metal Arc Welding) yaitu elektroda E 7016 sebagai alternatif kawat las R G45 pada pengelasan oksiasetilen (Oxy Acetylene Welding, OAW) pada pelat baja ST45.  Langkah pertama adalah pembuatan spesimen uji tarik untuk raw material sesuai ASTM E8 dan untuk sambungan las tumpul sesuai JIS Z3121. Lalu dilakukan uji tarik dan struktur mikro. Nilai kekuatan tarik untuk pengelasan  menggunakan kawat R G45 adalah 36,656 kgf/mm2 dan kekuatan luluh 29,612 kgf/mm2, sedangkan kekuatan tarik pada spesimen menggunakan kawat E 7016 adalah 31,798 kgf/mm2  dan kekuatan luluh 27,578  kgf/mm2. Jadi, dari pengujian diatas, walaupun kekuatan tarik kawat E 7016 lebih tinggi, tetapi kekuatan tarik sambungan las OAW menggunakan kawat R G45 lebih baik dikarenakan kekuatan tarik dan kekuatan luluhnya lebih tinggi dibanding sambungan las OAW menggunakan kawat E 7016. Dari foto struktur mikro, fasa pada hasil pengelasan dengan kawat R G45 lebih mendekati fasa pada raw material, dibandingkan menggunakan kawat E 7016, sehingga dapat disimpulkan bahwa kekuatan tarik pada hasil pengelasan OAW dengan bahan tambah kawat R G45 lebih baik daripada kawat E 7016 dan kawat E 7016 sebaiknya tidak digunakan dalam las OAW.Kata kunci: kawat las, las oksiasetilen, kekuatan sambungan
DESAIN DAN PENGUJIAN ALAT PENGERING GABAH ROTARY DENGAN MEMANFAATKAN BAHAN BAKAR SEKAM GABAH Abdul Muin .; Madagaskar .; Hermanto Ali; M. Lazim
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 6 No. 1 JANUARI 2018
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1126.81 KB) | DOI: 10.52333/destek.v6i1.388

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui laju pengurang kadar air gabah yang dihasilkan saat pengeringan. Percobaan dilaksanakan pada bulan Maret 2017. Bahan-bahan yang dipergunakan dalam percobaan ini adalah gabah dari hasil panen daerah Mata Merah Palembang dengan kadar air 18%. Pengujian pengeringan dilakukan dengan sebuah alat pengering sistim rotary dengan menggunakan sekam, pilihan bahan bakar sekam dikarenakan di area penggilingan beras sangat banyak sekali dijumpai sekam, sehingga sekam inilah yang dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk penghasil panas pengeringan dengan kapasitas pengeringan sebanyak 20 kg gabah basah. Alat pengering berupa silinder berjumlah 4 buah berdiameter 25 cm dan dengan masing-masing kapasitas 5 kg, laju pengeringan dihitung berdasarkan pengurangan massa gabah yang terjadi selama proses pengeringan hingga berat gabah sebesar 150 gram (Berdasarkan pengukuran lapangan gabah kering berdasarkan sample). Temperatur nyala sekam 1900C.Temperatur ruang pengering rata-rata 66,50C dengan berat sample awal gabah 170 gram, pengujian dilakukan dari pukul 12.20 Wib hingga pukul 15.13 Wib sampai capaian berat gabah 150 gram yaitu selama 173 menit (2 jam 53 menit). Panas penguapan dan panas udara pengering masing-masing sebesar 18 J/s dan 65 J/s. Efisiensi alat pengering diperoleh sebesar 27, 6%.Kata kunci: gabah, panas penguapan, panas pengeringan, efisiensi
ANALISIS PENGGUNAAN MOTOR INDUKSI JENIS ROTOR LILIT SEBAGAI GENERATOR INDUKSI Rusdianto .; Herman Ahmad; M. Nefo Alamsyah
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 4 No. 2 JULI 2016
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/destek.v4i2.287

Abstract

Abstrak: Motor induksi dapat dioperasikan sebagai generator pembangkit, tetapi harus memenuhipersyaratan yang diperlukan untuk menjadi sebuah generator, yaitu eksitasi atau penguatan medanmagnet dan putaran atau penggerak mula. Untuk motor induksi rotor sangkar, persayaratan eksitasiyang harus dipenuhi tidak dapat dilakukan secara sempurna, sehingga akan menimbulkan masalahpada pembangkitan tegangannya.  Tetapi untuk motor induksi jenis rotor lilitan, kumparan rotor dapatdigunakan sebagai eksiter, sehingga akan menyerupai eksitasi pada generator sinkron. Dari hasilpengujian generator induksi dengan jenis rotor lilit, diperoleh tegangan maksimum rata-rata sebelummengalami kondisi jenuh untuk generator tanpa beban adalah 366,85 Volt fasa-fasa, dan 211,8 Voltfasa-netral.  Untuk kondisi berbeban diperoleh tegangan sebesar 351,32 Volt fasa-fasa, dan 202,83Volt fasa-netral, dengan beban perfasa adalah lampu pijar 200 Watt. .  Untuk kondisi berbebandiperoleh tegangan sebesar 280,01 Volt fasa-fasa, dan 161,67 Volt fasa-netral, dengan beban perfasaadalah lampu pijar 600 Watt Tegangan tersebut hanya terjadi perbedaan maksimum 7,8% daritegangan nominalnya untuk kondisi berbeban 200W dan perbedaan maksimum 26,51% dari tegangannominal untuk kondisi berbeban 600W, sehingga generator tersebut dikatakan layak digunakan tetapiterbatas pada nilai beban tertentu.Kata kunci: Generator, Rotor lilit, Motor induksi, Eksitasi
OPTIMALISASI RADIASI SINAR MATAHARI TERHADAP SOLAR CELL M. Helmi; Dina Fitria
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 7 No. 2 Juli 2019
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.495 KB) | DOI: 10.52333/destek.v7i2.496

Abstract

Abstrak: Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) tergantung pada efisiensi konversi energi dan konsentrasi sinarmatahari yang diterima sel surya. Keadaan alam kota Palembang merupakan daerah tropis lembah nisbi, dengan suhurata-rata 21o– 32o C, curah hujan 22 – 428 mml/tahun mempunyai potensi energi matahari sangat besar dengan insolasiharian rata-rata 4,5-4,8 KWh/m²/hari. Dari hasil pengukuran intensitas matahari selama 4 minggu menggunakan cell 50Wp pada jam 08.00 WIB rata-rata cuaca cerah. Pukul 08.00 WIB intensitas matahari 398,05 Wp/m, tegangan 16,45Volt dan arus 0,73 Amper. Semakin cerah matahari dan selama tidak tertutup awan peningkatan intensitas mataharipada puncaknya jam 14.00 WIB intensitasnya 540,18 W/m nilai tegangannya 18,425 Volt dan nilai arusnya 0,81Amper. Perubahan nilai semakin kecil dimana jam 17.00 WIB intensitasnya 384,75 W/m dan untuk tegangannya 15,7V dan arus 0,59 A. Hal tersebut dikarenakan pada waktu tersebut rata-rata cuaca sangat cerah, dan matahari tidaktertutup awan.Kata kunci: optimalisasi, solar cell, radiasi, matahari
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA CIRCUIT BREAKER AKIBAT DISTORSI HARMONIK DAN NON HARMONIK Muhammad Helmi
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 4 No. 1 Januari 2016
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/destek.v4i1.261

Abstract

Abstrak: Penyebab harmonik menurut standard IEEE 519-1992 terdiri dari beban elektronika daya, seperti converter, inverter, rectifier, transformator dan motor-motor listrik. Total Harmonic Distortion (THD) merupakan nilai prosentase antara total komponen harmonisa dengan komponen fundamentalnya. Semakin besar prosentase THD menyebabkan semakin besarnya resiko kerusakan peralatan akibat harmonisa yang terjadi pada arus maupun tegangan. Berdasarkan karakteristik circuit breaker tidak akan trip pada batas arus nominalnya, melainkan melebihi batas yang telah ditentukan sebesar In (rated current) ke ind(no tripping current) yang merupakan proses bimetalnya bekerja (mulai panas) sampai dengan id (tripping current) pada waktu yang telah ditentukan. Dari hasil pengukuran dan perhitungan didapatkan dari arus beban 2 A : VTHD tertinggi 1,71% ; serta daya hilang akibat distorsi rata-rata 2,35 VA (0,52%). Arus beban 4 A : VTHD tertinggi 1,6% serta daya yang hilang 2,47 VA (0,28%). Arus beban 6 A : VTHD tertinggi 1,6%, daya yang hilang akibat distorsi rata-rata 3,32 VA (0,25%). Kualitas jenis produk juga akan berpengaruh kinerja circuit breaker, dari hasil pengujian circuit breaker 6 A diberi beban linier 7,5 A waktu trip produk I (31,5 menit), II (57,35 menit), III (53,75 menit). Saat diberi beban non linier 7,5 A waktu trip lebih cepat dimana produk I (25,38 menit) produk II (43,72 menit) dan produk III (43,53 menit).Kata kunci: Listrik, Linier, Harmonik, Karakteristik, Circuit breaker.
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN KAIT TUNGGAL JENIS EYE HOOK DENGAN BEBAN 0,5 TON Fatoni, Zulkarnain; Lazim, M.
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 5 No. 2 Juli 2017
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.193 KB)

Abstract

Abstrak: Sebuah kait biasanya dilengkapi dengan kait pengaman untuk mencegah tali baja terlepas dari kait saat diberikan beban, baik beban angkat maupun angkut.Pada perancangan dan pembuatan kait ini terdapat berbagai proses mesin produksi yang dilakukan, untuk proses awal pembuatan kait dilakukan dengan proses kerja tempa dimana bahan yang digunakan ialah baja kontruksi mesin S45C.  Pemilihan bahan ditentukan setelah dilakukannya perhitungan terhadap tegangan-tegangan yang terjadi pada kait akibat adanya beban.Setelah mendapatkan hasil perhitungan tegangan pada kait maka perlu dilakukan perbandingan antara tegangan yang terjadi dengan tegangan yang diizinkan.Untuk mendapatkan tegangan yang diizinkan perlu dilakukan perhitungan terhadap faktor keamanan, jadi kait yang telah dibuat dinyatakan layak untuk digunakan dan aman karena tegangan yang terjadi pada kait lebih kecil dari tegangan yang diizinkan.Kata kunci: kait, baja karbon, tegangan dan faktor keamanan.
ANALISIS PERBANDINGAN ESTIMASI BIAYA DENGAN METODE SNI DAN KONTRAKTOR (Studi Kasus Pekerjaan Aspal di Proyek Pembangunan Jembatan Air Genting Desa Pumu Kecamatan Tanjung Sakti) Daud Hermansyah; Ani Firda; Zuul Fitriana Umari
JURNAL DESIMINASI TEKNOLOGI Volume 6 No. 2 JULI 2018
Publisher : UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7135.998 KB) | DOI: 10.52333/destek.v6i2.393

Abstract

Keuntungan yang diperoleh kontraktor berasal dari kecakapannya mengestimasi biaya, sehingga diperlukan pengawasan untuk mengefisiensikan biaya pekerjaan.Maka pemerintah menjadikan analisa SNI sebagai standar untuk mengefisiensikan biaya yang dilokasikan.Adapun permasalahan yang dibahas yaitu selisih persentase estimasi biaya antara metode SNI dan kontraktor serta faktor perbedaan dan persamaaan kedua metode tersebut.Dalam penelitian ini, penulis mengangkat kasus pekerjaan perkerasan aspal di Proyek Pembangunan Jembatan Air Genting Desa Pumu Kecamatan Tanjung Sakti. Berdasarkan perhitungan diperoleh selisih estimasi biaya pekerjaan perkerasan aspal antara metode SNI dan kontraktor sebesar Rp. 60,309,819.98 atau 7,07 %, dimana estimasi biaya metode SNI lebih besar dari metode kontraktor. Perbedaan estimasi biaya disebabkan perbedaan indeks tenaga, bahan dan peralatan yangdigunakan sedangkan persamaannya yaitu penggunaan harga satuan tenaga, bahan dan peralatan dari Dinas PU Kabupaten Lahat tahun 2014.Kata kunci: estimasi biaya, metode sni, metode kontraktor

Page 8 of 25 | Total Record : 248