cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS
ISSN : 23561807     EISSN : 24607916     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS publishes and disseminates research result and analysis on integrated social sciences, history, economics, sociology, geography, and other relevant social sciences. The journal is expected to be beneficial to the development of social sciences comprehensively and educational social sciences specifically.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2017): September" : 9 Documents clear
Analisis kebijakan pendidikan untuk anak jalanan di Kota Yogyakarta Syahrul, Syahrul; Wardana, Amika
Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS Vol 4, No 2 (2017): September
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.808 KB) | DOI: 10.21831/hsjpi.v4i2.10388

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (a) kebijakan pendidikan untuk anak jalanan, (b) implementasi kebijakan pendidikan untuk anak jalanan, dan (c) dampak kebijakan pendidikan pada anak jalanan di Kota Yogyakarta. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Subjek penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling terdiri atas anak jalanan, Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Dinas Sosnakertrans Kota Yogyakarta, PKBM Anak Mandiri, PKBM Reksonegaran, dan Rumah Singgah Ahmad Dahlan. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, catatan lapangan, dan analisis dokumen. Data penelitian ini dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif bergerak dalam lingkaran di antara pengumpulan data, pengorganisasian data, pembacaan/memoing, deskripsi, klasifikasi, penafsiran, dan penyajian/ visualisasi. Hasil penelitian ini adalah: (1) kebijakan pendidikan layanan khusus untuk mengentaskan anak dari jalanan melalui pendidikan informal dan nonformal sudah tidak relevan lagi dengan realitas kehidupan di Kota Yogyakarta; (2) implementasi “akuntabilitas jalur pendek” oleh Dinas Sosnakertrans Kota Yogyakarta menyalurkan bantuan secara langsung ke rekening masing-masing anak jalanan, sedangkan “akuntabilitas jalur panjang” oleh Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta menyalurkan bantuan untuk anak jalanan melalui perantara pengelola PKBM/rumah singgah; (3) kebijakan pendidikan berdampak pada anak jalanan yang sudah mulai berkurang di Kota Yogyakarta,Kata kunci: kebijakan pendidikan, anak jalanan, Yogyakarta ANALYSIS OF EDUCATION POLICY FOR STREET CHILDREN IN YOGYAKARTAAbstactThe study aims to investigate (a) the education policy for street children, (b) the implementation of education policy for street children, and (c) the effect of education for street children in Yogyakarta. This study employed the qualitative approach. The research subjects consisting of street children, Head of Education in Yogyakarta, Head of Social, Manpower and Transmigration in Yogyakarta, PKBM Anak Mandiri, PKBM Reksonegaran, and Rumah Singgah Ahmad Dahlan. The data was collected through in-depth interview, observation, field notes, and document analysis. Meanwhile, the data was analyzed using qualitative analysis in one circle among data collection, data categories, memoing, descriptive, clasification, intepretation, and visualisation. The result of studi are follows: (1) a particular service in education policy which eradicates children from street through informal and non-formal education is not relevant with the life reality in Yogyakarta; (2) the implementation of “short path accountability” made by the Head of Social, Manpower and Transmigration is to distribute donation directly into the account of street children. Otherwise, the implementation of “long path accoutability” made by the head of education in Yogyakarta is to distribute donation for street children through the organizer of PKBM/Rumah singgah; (3) the education policy affects the eradication of number of homeless children in Yogyakarta.Keywords: education policy, street children, Yogyakarta
Implementasi pendidikan karakter demokratis melalui pembelajaran ppkn pada siswa kelas XII Endrise Septine Rawanoko; Wuri Wuryandani
Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS Vol 4, No 2 (2017): September
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.302 KB) | DOI: 10.21831/hsjpi.v4i2.10188

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pendidikan karakter demokratis pada siswa di SMAN 1 Kesamben Kabupaten Jombang melalui pembelajaran PPKn. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi digunakan oleh peneliti untuk memperoleh data saat proses pembelajaran berlangsung. Wawancara digunakan oleh peneliti untuk memperoleh data dari guru dan siswa di SMA Negeri 1 Kesamben Kabupaten Jombang. Data dokumentasi yang diperoleh peneliti berupa perangkat pembelajaran yang dimiliki guru yaitu RPP. Keabsahan data dalam penelitian ini diperoleh melalui triangulasi teknik (observasi, wawancara, dan dokumentasi) dan pencocokan data dengan teori. Analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa nilai karakter demokratis di masukkan guru melalui mata pelajaran PPKn dengan menggunakan metode diskusi. Sedangkan evaluasi dari penanaman karakter demokratis dilakukan dengan evaluasi tertulis dan tidak tertulis untuk melihat moral knowing, moral feeling, and moral action.Kata Kunci: pendidikan karakter demokratis, pembelajaran PPKn THE IMPLEMENTATION OF DEMOCRATIC CHARACTER EDUCATION THROUGH PANCASILA AND CIVIC IN GRADE XIIAbstractThis research was aimed to explain the implementation of a democratic character education through Pancasila and civics in grade XII students of senior high school. This was a descriptive qualitative study. The research data were collected through observation, interview and documentation. The observation was used to obtain data during the learning process. Interview was used to obtain data from the teacher and students in Senior High School in Kesamben Jombang Regency. The document used as information research way a set of lesson plan. Data validity of this research was obtained through triangulations technique (observation, interview, and documentation) and data theory verification. Data analyses used were data reduction, data presentation, and data verification. This research showed that the implementation of a democratic character education through the Pancasila and civics in grade XII students of senior high school could be applied well using a discussion learning method. The evaluation for character democratic used written evaluation and non test evaluation for know a moral knowing, moral feeling, and moral action.Keywords: democratic character education, Pancasila and civic learning
Pengaruh kultur sekolah, konsep diri, dan status sosial ekonomi orang tua terhadap perilaku konsumtif siswa Fawziah Zahrawati; Nahiyah Jaidi Faraz
Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS Vol 4, No 2 (2017): September
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.015 KB) | DOI: 10.21831/hsjpi.v4i2.9480

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kultur sekolah, konsep diri, dan status sosial ekonomi orang tua secara parsial dan secara bersama-sama terhadap perilaku konsumtif siswa SMA Negeri di Kota Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian ex-post facto. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri di Kota Yogyakarta yang berjumlah 2.706 siswa. Sampel penelitian sebesar 366 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis regresi sederhana, dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini adalah: (1) kultur sekolah berpengaruh terhadap perilaku konsumtif siswa SMA Negeri di Kota Yogyakarta dengan sumbangan sebesar 23,3%, (2) konsep diri berpengaruh terhadap perilaku konsumtif siswa SMA Negeri di Kota Yogyakarta dengan sumbangan sebesar 22,1%, (3) status sosial ekonomi orang tua berpengaruh terhadap perilaku konsumtif siswa SMA Negeri di Kota Yogyakarta dengan sumbangan sebesar 12,5%, dan (4) kultur sekolah, konsep diri, dan status sosial ekonomi orang tua secara bersama-sama berpengaruh terhadap perilaku konsumtif siswa SMA Negeri di Kota Yogyakarta dengan sumbangan sebesar 36,2%.Kata kunci: kultur sekolah, konsep diri, status sosial ekonomi orang tua, perilaku konsumtif THE EFFECT OF SCHOOL CULTURE, SELF-CONCEPT, AND SOCIO-ECONOMIC STATUS OF PARENTS ON CONSUMPTIVE BEHAVIOR STUDENTSAbstractThis study aims to investigate the effect of school culture, self-concept, and socio-economic status of parents partially and simultaneously on consumptive behavior of state senior high school students in the city of Yogyakarta. This was an ex post facto study. The research population was all eleventh grade students in state senior high school in the city of Yogyakarta with total of 2,706 students. The research sample was 366 students. The data were collected through a questionnaire. The data were analyzed by means of the descriptive analysis, simple regression analysis, and multiple regression analysis. The results of the study are: (1) school culture has an effect on consumptive behavior of state senior high school students in the city of Yogyakarta with a contribution of 23.3%, (2) self-concept has an effect on consumptive behavior of state senior high school students in the city of Yogyakarta with a contribution of 22.1%, (3) socio-economic status of parents has an effect on consumptive behavior of state senior high school students in the city of Yogyakarta with a contribution of 12.5%, and (4) school culture, self-concept, and socio-economic status have effects on consumptive behavior of state senior high school students in the city of Yogyakarta with a contribution of 36.2%.Keywords: school culture, self-concept, socio-economic status of parents, consumptive behavior
Faktor determinasi profesionalisme guru S. Syamsuriyanti; S. Sukirno
Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS Vol 4, No 2 (2017): September
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.154 KB) | DOI: 10.21831/hsjpi.v4i2.10321

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh (1) kualifikasi pendidikan terhadap profesionalisme guru, (2) sikap inovatif terhadap profesionalisme guru, (3) etos kerja terhadap profesionalisme guru, dan (4) pengaruh kualifikasi pendidikan, sikap inovatif dan etos kerja secara simultan terhadap profesionalisme guru IPS SMP di Kabupaten Gowa. Penelitian ini merupakan penelitian kausal-komparatif yang bersifat ex post facto. Penelitian menggunakan populasi sebesar 119 orang guru IPS. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh kualifikasi pendidikan terhadap profesionalisme guru, (2) terdapat pengaruh pengaruh sikap inovatif terhadap profesionalisme guru, (3) terdapat pengaruh pengaruh etos kerja terhadap profesionalisme guru, dan (4) terdapat pengaruh pengaruh kualifikasi pendidikan, sikap inovatif dan etos kerja secara simultan terhadap profesionalisme guru IPS SMP di Kabupaten Gowa.Kata kunci: profesionalisme guru, kualifikasi pendidikan, sikap inovatif, etos kerja FACTORS DETERMINATION PROFESSIONALISM OF TEACHERAbstractThe study aimed to know the effect of (1) the educational qualifications of the professionalism of teachers, (2) innovative attitude towards professionalism of teachers, (3) the work ethic in the professionalism of teachers, and (4) the effect of educational qualifications, innovative attitude and work ethic simultaneously in the professionalism of teachers IPS SMP in Gowa. Population on this study was 119 junior high social studies teacher in Gowa. Collected data using questionnaire. Data analysis was using multiple linear regression. The results of this study showed: (1) there were significant educational qualifications in the professionalism of teachers, (2) there were significant influences innovative attitude towards professionalism of teachers, (3) there were significant effect of the work ethic in the professionalism of teachers, and (4) there were significant effect of educational qualifications, innovative attitude and work ethic simultaneously in the professionalism of junior high social studies teacher in Gowa.Keywords: professionalism of teachers, educational qualifications, innovative attitude, work ethic
Keefektifan pendekatan saintifik model problem based learning, problem solving, dan inquiry dalam pembelajaran IPS Depict Pristine Adi; Muchsinatun Siasah Masruri
Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS Vol 4, No 2 (2017): September
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.523 KB) | DOI: 10.21831/hsjpi.v4i2.9826

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keefektifan antara pembelajaran: (1) antara model Problem-Based Learning, Problem Solving, dan Inquiry; (2) model Problem-Based Learning dan model Problem Solving; (3) model Problem-Based Learning dan model Inquiry; dan (4) model Problem Solving dan model Inquiry. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif jenis eksperimen semu dengan posttest-only control group design yang sudah dimodifikasi sesuai dengan quasi-experimental research. Pengumpulan data menggunakan cara dokumentasi yaitu berupa jumlah peserta didik, nilai rapot sebagai skor awal, perangkat pembelajaran, dan tes hasil belajar. Analisis data menggunakan one way anava pada taraf signifikansi 0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik model Problem-Based Learning, Problem Solving, dan Inquiry terdapat perbedaan keefektifan. Hasil analisis yang menyatakan hipotesis nihil diterima hanya terdapat dalam pengujian hipotesis yang kedua, yakni tidak terdapat perbedaan keefektifan pendekatan saintifik dengan model Problem-Based Learning dan Problem Solving; sedangkan pengujian hipotesis ketiga menunjukkan terdapat perbedaan keefektifan pendekatan saintifik model Problem-Based Learning dan Inquiry; hepotesis keempat menunjukkan terdapat perbedaan keefektifan pendekatan saintifik model Problem Solving dan Inquiry.Kata kunci: keefektifan pendekatan saintifik, PBL, PS, Inquiry THE EFFECTIVENESS OF SCIENTIFIC APPROACH OF PROBLEM BASED LEARNING, PROBLEM SOLVING, AND INQUIRY IN TEACHING AND LEARNING SOCIAL STUDIESAbstractThis research aims to reveal: (1) the differences among Problem-Based Learning, Problem solving, and Inquiry; (2) the effectiveness of Problem-Based Learning and Problem Solving model; (3) the effectiveness of Problem-Based Learning and Inquiry model; and (4) the effectiveness of Problem Solving and Inquiry model. This research was quantitative research with quasi experiment as a method. It used the post test-only control group design modified in accordance with the quasi-experimental reseacrh. The research data were obtained through documentation of the number of learners, raport book score as the initial score, learning devices, and evaluation. The data analysis technique was one way ANOVA at the significance level of 0.05. The results show that there is a significance difference in learning by using the scientific approach of Problem-Based Learning, Problem Solving, and Inquiry. The null hypothesis is accepted in the second hypothesis testting. There is no effectiveness difference in the scientific approach with the model of Problem-Based Learning and Problem Solving; in the third hypothesis testing, there is an effectiveness difference in the scientific approach with the model of Problem-Based Learning and Inquiry; and in the fourth hypothesis testing, there is an effectiveness difference in the scientific approach with the model of Problem Solving and Inquiry.Keywords: the effectiveness of scientific approach, PBL, PS, Inquiry
Keefektifan metode role playing terhadap keaktifan dan kerja sama siswa dalam pembelajaran IPS Risva Anggriani; Ishartiwi Ishartiwi
Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS Vol 4, No 2 (2017): September
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.239 KB) | DOI: 10.21831/hsjpi.v4i2.11017

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan keefektifan metode role playing dibandingkan dengan metode ceramah dalam peningkatan: (a) keaktifan siswa dan (b) kerja sama siswa dalam pembelajaran IPS kelas VIII di SMP Negeri 1 Marioriawa.  Penelitian ini merupakan penelitian quasi experimental dengan pretest-posttest control group design. Populasi penelitian ini adalah semua kelas VIII SMP Negeri 1 Marioriawa, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan. Sampel penelitian ini adalah dua kelas dari lima kelas, dipilih satu kelas kontrol menggunakan metode ceramah dan kelas eksperimen menggunakan metode role playing ditentukan dengan teknik simple random sampling dengan memilih secara acak. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket dengan skala Likert dan panduan observasi. Validitas instrumen yang digunakan adalah validitas isi dan validitas empiris. Pengujian realibilitas dengan menggunakan Cronbach’s Alpha. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis uji-t. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) Metode role playing lebih efektif terhadap peningkatan keaktifan siswa dibandingkan dengan metode ceramah. (2) Metode role playing lebih efektif terhadap peningkatan kerja sama siswa dibandingkan dengan metode ceramah. Role atau peran yaitu siswa dibagi menjadi dua kelompok, kelompok pertama sebagai pemain peran dan kelompok kedua sebagai pengamat. Playing atau bermain yaitu siswa memainkan peran dalam topik musyawarah dan gotong royong dalam menciptakan keamanan desa. Dengan metode role playing, siswa dapat aktif dan bekerja sama pada saat memainkan peran atau karakter.Kata kunci: metode role playing, keaktifan, kerja sama THE EFFECTIVENESS OF ROLE PLAYING METHOD IN INCREASING THE ACTIVENESS AND COOPERATION IN SOCIAL STUDIESAbstractThis study aims to reveal the effectiveness of the role playing method compared with the lecture method in creasing: (a) the activeness and b) the cooperation in social studies of grade VIII students of SMP Negeri 1 Marioriawa. This study was quasi-experimental with the pretest-posttest control group design. The population was all students of class VIII of SMP Negeri 1 Marioriawa, Soppeng, South Sulawesi. The research sample was two out of five classes, one control class taught using the lecture method and one experimental class taught using the role playing method. The instrument used to collect data was a questionnaire with Likert scale and an observation. The validity of the instruments used content validity and empirical validity . Testing reliability by using Cronbach 's Alpha. The data analysis technique used was the t-test analysis technique.The results are as follows. (1) The role playing method is more effective in improving student activeness compared with the lecture method, (2) The role playing method is effective in improving cooperation compared with the lecture method. The role that the students were divided into two groups, the first group as a role player and the second group as observers. Playing that students play a role in the topic of discussion and mutual assistance in creating a security village. With this method of role playing, students can be active and work at the time played a role or character.Keywords: role playing method, activeness, cooperation
Penguasaan civic skills aktivis badan eksekutif mahasiswa (studi di Universitas Negeri Yogyakarta) Yayuk Hidayah; Sunarso Sunarso
Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS Vol 4, No 2 (2017): September
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.919 KB) | DOI: 10.21831/hsjpi.v4i2.9862

Abstract

Penelitian ini bertujuan mesndeskripsikan peranan, program, hambatan, upaya BEM UNY dalam meningkatkan civic skills aktivisnya. Pendekatan penelitian menggunakan kualitatif. Penentuan subjek dengan purposive sampling. Teknik pengumpulan data observasi, dokumentasi, wawancara. Teknik keabsahan data teknik triangulasi. Teknik analisis dengan  reduksi data, sajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian (1) peranan BEM UNY dalam meningkatan civic skills adalah Partner kampus, fasilitator, pengabdian, selain itu BEM UNY mengalami dilema terkait kaderisasi dan diversifikasi gerakan. (2) program BEM UNY yang dapat meningkatkan civic skills, forum sekretaris kementerian, lembar pemantauan, sekolah kader bangsa, sosialisasi 100 hari kinerja BEM,  dialog kebangsaan. (3) hambatan internal  upaya meningkatkan civic skills, keterbatasan sumber daya manusia, banyaknya program kerja, keuangan. Hambatan eksternal, hal teknis dan perubahan kondisi sosial politik. (4) Upaya internal mengatasi hambatan peningkatan civic skill, perekrutan kader secara sistematik, mengutamakan program kerja, menjalin kemitraan. Upaya eksternal pengaktifan papan pengumuman, rapat kementerian secara rutin, pembacaan situasi sosial.Kata kunci: civic skills, BEM UNY THE MASTERY OF CIVIC SKILLS OF STUDENT EXECUTIVE BOARD ACTIVISTS (A STUDY IN STATE UNIVERSITY OF YOGYAKARTA),AbstractThis study aims to describe the role, program, obstacles, BEM UNY efforts in improving the skills of civic activists. Using qualitative research approaches. Determining the subject with purposive sampling. Data collection techniques of observation, documentation, interviews. Technique authenticity of data triangulation technique. Mechanical analysis with data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study (1) UNY BEM role in improving the civic skills are Partner campus, facilitator, devotion, besides UNY BEM has a dilemma related to the regeneration and diversification of movement. (2) UNY BEM program to improve civic skills, forum secretary ministry, monitoring sheets, school cadre nation, socialization 100 days performance of BEM, national dialogue. (3) internal barriers efforts to improve civic skills, limited human resources, the number of work programs, finances. External barriers, technical issues and changes in political and social conditions. (4) Efforts to overcome internal barriers to increase civic skills, recruitment of cadres systematically, prioritize work program, a partnership. Efforts to external activation bulletin boards, regular ministerial meetings, reading social situations.Keywords: civic skills, BEM UNY
Pengaruh model pembelajaran inkuiri terhadap keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran PPKn Ani Sulianti; Mukhamad Murdinono
Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS Vol 4, No 2 (2017): September
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (785.432 KB) | DOI: 10.21831/hsjpi.v4i2.10020

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terhadap: (1) keterampilan berpikir kritis dan (2) hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di SMA Negeri 3 Lumajang. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment. Instrumen yang digunakan adalah observasi dan tes. Data dianalisis dengan menggunakan uji-t. Hasil penelitian, adalah sebagai berikut: (1) Terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran inkuiri terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di SMA Negeri 3 Lumajang pada Kompetensi Dasar menganalisis indikator ancaman terhadap negara dalam membangun integrasi nasional dengan Bhineka Tunggal Ika. (2) Terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran inkuiri terhadap hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di SMA Negeri 3 Lumajang pada Kompetensi Dasar menganalisis indikator ancaman terhadap negara dalam membangun integrasi nasional dengan Bhineka Tunggal Ika.Kata kunci: inkuiri, keterampilan berpikir kritis, hasil belajar. THE INFLUENCE OF INQUIRY LEARNING MODEL ON CRITICAL THINKING SKILLS AND STUDENT LEARNING OUTCOMES IN PPKn LEARNINGAbstractThis research aims to determine the effect of inquiry model on: (1) critical thinking skills and (2) learning outcomes in learning civic education of thr students of SMA Negeri 3 Lumajang. This research is a quasi experiment. The data were collected through observation and test.the data were analyzed by using the t-test. The result of this research are as follows. (1) There is a significant effect of inquiry model in critical thinking skill in learning civic education of the students of SMA Negeri 3 Lumajang on the basic competence “analyze indicators of threats to the country in building national integration with unity in diversity”. (2) There is a significant effect of inquiry model on the learning outcomes in learning civic education of the students of SMA Negeri 3 Lumajang on basic the competence “analyze indicators of threats to the country in building national integration with unity in diversity”.Keywords: inquiry, critical thinking skills, outcomes
Pemanfaatan metode active debate untuk peningkatan hasil belajar dan karakter kesantunan dalam pembelajaran PKn di SMP Cahyaningtyas, Dwi; Marzuki, Marzuki
Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS Vol 4, No 2 (2017): September
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (827.399 KB) | DOI: 10.21831/hsjpi.v4i2.10057

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dan karakter kesantunan dengan memanfaatkan metode Active Debate. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII F SMP Negeri 6 Yogyakarta. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan metode Active Debate dalam pembelajaran PKn dapat meningkatkan hasil belajar dan karakter kesantunan  peserta didik  kelas VIII F SMP Negeri 6 Yogyakarta tahun ajaran 2015-2016. Hal ini terbukti dari kenaikan nilai rata-rata hasil belajar dari 60,64 menjadi 73,79 pada akhir siklus 1 dan menjadi 80,16 setelah siklus 2. Skor kesantunan pada kondisi awal 45,54 menjadi 65,14 pada akhir siklus 1dan menjadi 80,54 setelah siklus 2. Terjadi peningkatan hasil belajar peserta didik dengan rata-rata 13,15 (21,99%) pada akhir siklus 1menjadi  6,37 (8,89%) pada akhir siklus 2 dengan kategori baik, dengan ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 87,50%. Terjadi peningkatan sikap kesantunan dalam berpendapat pada siklus 1 dengan rata-rata  19,61 (48,29%) menjadi 15,40 (24,28%). Total peningkatan pada siklus 2 sebesar 35,01 (80,54%) dan skor tersebut telah mencapai kategori baik.Kata kunci: metode active debate, hasil belajar, karakter kesantunan THE USE OF THE ACTIVE DEBATE METHOD TO IMPROVE THE LEARNING OUTCOME AND  CHARACTER OF POLITENESS IN THE TEACHING CIVICS EDUCATION IN  SMPAbstractThis research was action research which was carried out in two cycles ams to determine of learning outcome and character politeness by utilizing the method of Active Debate. The subjects of this research were  VIII F students of SMPN 6 Yogyakarta. The analysis technique used in this research was descriptive qualitative. The result shows that the use of the Active Debate method in teaching Civics Education could improve the  learning outcome and the character of politeness of VIII F students of SMPN 6 Yogyakarta in 2015-2016. This was proven by: (1) The increase of the average score of learning outcomes in the initial condition after cycle 1 60.64 to become 73.79 and after cycle 2 to 80.16. The score of politeness character was 45.54 in the initial conditions and after cycle 1 it increased 65.14 and after cycle 2 to 80.54. There is an improvement in the students’ learning outcome with the average score of 13.15 ( 21.9%) in the first cycle and 6.37 ( 8.89%) in the second cycle, which is in a good category with the classical learning mastery of 87.50%. There is an improvement in students’politeness character in expressing opinions with the average score of 19.61( 48.29%) in the first cycle and 15.40 ( 24.28%) in the second cycle. The total improvement in the second cycle is 35.01 (80.54%) which is in a good category.Keywords: Active Debate method, learning outcome,  polite character

Page 1 of 1 | Total Record : 9