cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan
ISSN : 23377895     EISSN : 24610550     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan publishes and disseminates research results in the field of educational administration/management, consisting of: - educational leadership - educational policy and planning - educational economics - educational politics
Arjuna Subject : -
Articles 264 Documents
KARAKTERISTIK KEPEMIMPINAN KIAI GENERASI KETUJUH DI PONDOK PESANTREN RIYADLUL ULUM WADDA’WAH TASIKMALAYA Cecep Hasib; Husaini Usman
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 4, No 2 (2016): September
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.144 KB) | DOI: 10.21831/amp.v4i2.9431

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan deskripsi tentang karakteristik kepemimpinan Kiai generasi ketujuh di Pondok Pesantren Riyadlul Ulum Wadda'wah Tasikmalaya. Deskripsi tersebut meliputi: kepribadian, motivasi, keterampilan, dan karakteristik dominan. Penelitian ini adalah penelitian fenomenologi dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles Huberman. Hasil penelitian: (1) Karakteristik kepribadian kepemimpinan kiai yaitu tawadhu, dibuktikan dengan sikap kiai yang tidak ingin diposisikan sebagai orang yang memiliki otoritas penuh terhadap segala sesuatu, seperti mengizinkan santrinya untuk menjadi imam shalat fardhu dan khatib shalat Jum’at. (2) Karakteristik motivasi kepemimpinan kiai meliputi motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Motivasi intrinsik yaitu kewajiban untuk terus berdakwah lii’laikalimaatillah. Motivasi ekstrinsik yaitu untuk menjalankan amanat dan kepercayaan masyarakat. (3) Keterampilan yang dikuasai oleh kiai meliputi: keterampilan teknis, seperti mengajar, bertani/berkebun, dan beternak; keterampilan interpersonal seperti menjadi teladan dalam beribadah; keterampilan konseptual seperti memunculkan gagasan-gagasan baru dalam pendidikan dan pengajaran. (4) Karakteristik dominan kiai yaitu: tawadhu dan amanah. Kata Kunci: karakteristik kepemimpinan, kepemimpinan kiai THE CHARACTERISTIC OF THE SEVENTH GENERATION KIAI’S LEADERSHIP IN RIYADLUL ULUM WADDA'WAH ISLAMIC BOARDING SCHOOL TASIKMALAYA Abstract This research aims to obtain a description of the characteristics of the seventh generation Kiai’s leadership in Islamic Boarding School of Riyadlul Ulum Wadda'wah Tasikmalaya. The descriptions include: personality, motivation, skills, and dominant characteristics. This is empirical research with a qualitative approach with phenomenology. Data were collected by interviews, observation, and documentation, and then analyzed using data analysis Miles Huberman interactive model techniques. The results of this research are: (1) The characteristic of leadership personalities of Kiai is tawadhu. It is evidenced by kiai’s attitude that doesn’t want to be positioned as a man has a full directionary to the everythings, such as allowing his santri to become fardhu prayer leader and khatib in Friday prayer. (2) Leadership characteristics motivation of Kiai includes intrinsic and extrinsic motivation. Intrinsic motivation occurs because the obligation to continue to preach lii'laikalimaatillah. The extrinsic motivation are to execute the mandate and public confidence. (3) The skills that are mastered by Kiai include: technical skill, such as teaching, farming/gardening, and livestock; interpersonal skills as an example in worship; conceptual skills as bring new ideas in education and teaching. (4) The dominant characteristics of Kiai are: tawadhu and amanah. Keywords: leadership characteristic, leadership of kiai
Manajemen kewirausahaan melalui strategi berbasis sekolah di Islamic Solidarity School Isthifa Kemal; Rossy Anggelia Hasibuan
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 5, No 1 (2017): April
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.483 KB) | DOI: 10.21831/amp.v5i1.11550

Abstract

Pemerintah telah berupaya untuk memasyarakatkan kewirausahaan, namun upaya tersebut belum membawa pengaruh yang signifikan karena masih banyak penduduk  yang tidak produktif setiap tahun. Dalam praktik di sekolah, bisa di lihat bagaimana strategi mengelola lembaga sekolah dengan menggunakan konsep kewirausahaan yang menguntungkan bagi sekolah dan siswa, dengan cara mengoptimalkan segala potensi yang dimilikinya. Hal ini bisa dilihat dari (1) syarat-syarat apa saja yang harus di miliki pengelola sekolah agar mampu menciptakan unit kewirausahaan, (2) bagaimana pola pengembangan unit kewirausahaan yang dapat di implementasikan di sekolah, (3) bagaimana cara memonitor dan mengevaluasi pengembangan kewirausahaan di sekolah. Sampel pada penelitian ini adalah SMP Islamic Solidarity School yang telah menerapakan kewirausahaan berbasis sekolah. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan memaparkan hasil penelitian. Hasil penelitian yang capai saat ini yaitu, guru belum menerapkan pembelajaran berbasis kewirausahaan dalam perencanaan pembelajaran. Ada beberapa kendala yang dihadapi pihak sekolah dalam menrapkan kewirausahaan berbasis sekolah diantaranya dana, Sumber Daya Manusia, Sarana prasarana, waktu, pemasaran  dan kerjasama pada pihak luar yang terkait.Kata kunci: manajemen pendidikan, pendidikan kewirausahaan, strategi berbasis sekolah MANAGEMENT STRATEGIES BASED ENTREPRENEURSHIP THROUGH SCHOOLS IN ISLAMIC SOLIDARITY SCHOOLAbstractThe government has made an effort to promote entrepreneurship, but these effort  seem not show a significant impact due to the fact that many people who are not productive every year. It can be seen at school practice how the management of school institutions apply the concept of entrepreneurship that is benefical for schools and students by optimizing its potential. This can bee seen from (1). The requirements that should be owned by the school manager to be able to create an entrepreneurial unit, (2). How to develop of entrepreneurial units that can be implemented in school, (3). How to monitor and evaluate the development of entrepreneurship in schools. The sample of this study is Islamic Junior High School (Solidarity School) that has been applying the school-based entrepreneurship. This is a qualitative method using descriptive approach. The current research results are the teachers have not applied a based learning entrepreneurship in lesson planning. There are several problems faced by the school in applying the school-based entrepreneurship namely: funding, human resources, facilities and infrastructure, time, marketing, and cooperation on relevant external parties.Keywords: education management, entrepreneurship education, school-based strategies
Path analysis terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi siswa Rezzy Eko Caraka; S. Sugiarto
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 5, No 2 (2017): September
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.527 KB) | DOI: 10.21831/amp.v5i2.10910

Abstract

Pendidikan merupakan aspek fundamental yang perlu diperhatikan  Tujuan utama dari pendidikan adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) baik secara personal maupun komunal. Pencerminan dari kualitas SDM yang unggul salah satunya diindikasikan dengan pencapaian prestasi seorang individu pada saat menempuh pendidikan mulai dari tingkat dasar hingga tingkat tinggi. Prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh faktor yang berasal dari dalam diri dan fakor yang berasal dari luar diri siswa. Faktor yang terdapat dalam diri siswa adalah intelegensi, motivasi, minat, bakat, kondisi fisik, sikap dan kebiasaan siswa. Sedangkan yang termasuk faktor yang berasal dari luar diri siswa adalah keadaan sosial ekonomi, lingkungan, sarana dan prasarana, guru dan cara mengajarnya. Pada penelitian ini digunakan analisis jalur yang merupakan bentuk modifikasi dari analisis regresi dimana variabel bebas yang diteliti tidak hanya mempengaruhi variabel terikat secara langsung, tetapi juga dapat mempengaruhi variabel tersebut secara tidak langsung. Variabel-variabel bebas tersebut memiliki pengaruh langsung dan pengaruh tak langsung terhadap variabel terikat. Berdasarkan hasil pembahasan, diperoleh kesimpulan bahwa  untuk meningkatkan nilai rata-rata UN variable uang saku dan lama akses internet menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh guru dan juga pihak lainnya yang terlibat pada pendidikan selain itu diketahui dari pengaruh tidak langsung.Kata kunci: prestasi, siswa, analisis jalur, pendidikan PATH ANALYSIS ON FACTORS INFLUENCING STUDENTS ACHIEVEMENTAbstractOn the one hand, education is a fundamental aspect to pay attention. The main purpose of education is the improvement of the quality of human resources (HR) both personal and communal. The reflection of the superior quality of human resources is indicated by the achievement of individual achievement at the time of education starting from the basic level to high level. Student achievement is influenced by factors that come from within self and that comes from outside. The factors contained within students is the intelligence, motivation, interests, talents, physical conditions, attitudes and habits. Likewise, the factors that come from outside the student is the socio-economic conditions, environment, facilities and infrastructure, teachers and how to teach. Apart from that, In this study, we used path analysis which is a modified form of regression analysis where the independent variables studied not only affect the dependent variable directly but also can affect the variable indirectly. These independent variables have a direct and indirect effect on the dependent variable. Based on the results of the discussion, it can be concluded that to increase the average of the national exam (UN) the variable of allowance and time of internet access become primary factors that need to be considered by teachers and also other parties involved in education other than it is known from indirect influence.Keywords: Achievement, Student, Path Analysis, Education
Kepemimpinan kepala taman kanak-kanak di persekolahan Kanisius Yogyayakarta Lusila Parida; Wiwik Wijayanti
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 6, No 1 (2018): April
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.175 KB) | DOI: 10.21831/amp.v6i1.9384

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan kepala TK dalam: (1) mengarahkan guru dan staf, (2) membuat keputusan penting (3) memberikan pendelegasian tugas dan, (4) membangun hubungan kerja sama secara internal dan eksternal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus pada tiga sekolah TK Kanisius Yogyakarta. Subjek penelitian yaitu kepala sekolah, guru, orang tua siswa (komite sekolah). Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif Milles Huberman untuk mendeskripsikan dan menganalisis empat aspek kepemimpinan yang dijalankan pada ketiga sekolah tersebut. Penelitian ini menemukan pelaksanaan kepemimpinan kepala TK Kanisius: (1) pengarahan dilakukan secara langsung dan tidak langsung melalui rapat, diskusi dan morning briefing mengenai tugas pokok, tugas khusus dan tugas penunjang, (2) proses pengambilan keputusan melalui musyawarah dengan koordinasi pihak yayasan (3) pendelegasian tugas pokok, tugas khusus dan tugas penunjang yang didasarkan pada kemampuan bawahan, durasi waktu, jenis tugas dan target pencapaian, (4) kerja sama internal dan eksternal dibangun melalui team dan mitra bersama komite sekolah yang digerakan atau disponsori oleh team orang tua. Berdasarkan temuan tersebut maka perilaku kepemimpinan kepala TK Kanisus Demangan Baru berorientasi pada perilaku supportif, perilaku kepemimpinan kepala TK Kanisius Kotabaru berorientasi pada perilaku direktif dan perilaku kepemimpinan kepala TK Kanisius Wirobrajan berorientasi pada perilaku partisipatif. Dari temuan perilaku kepemimpinan tersebut maka model kepemimpian yang diperankan ketiga kepala TK Kanisus cenderung menunjukan model kepemimpinan instruksional.Kata kunci: kepemimpinan kepala TK, perilaku kepemimpinan dan model kepemimpinan PRINCIPALS’ LEADERSHIP IN CANISIUS KINDERGARTENS YOGYAKARTAAbstractThis research aims to describe the ability of the head of kindergarten in: (1) directing teachers and staff, (2) making important decisions (3) provide the delegation of tasks and, (4) establish working relationships both internally and externally. This study uses a qualitative approach with case studies on three kindergarten Canisius Yogyakarta. The research subject is the principal, teachers, parents students (school committee). Data collection technique used observation and interview techniques. Analysis of the data used is an interactive model Milles Huberman to describe and analyze four aspects of leadership that run on all three schools. This study found the implementation of leadership in TK Canisius: (1) directly or indirectly through meetings, discussions, and briefings on main tasks, special tasks and supporting duties, (2) decision making process in compliace the board of foundation (3) task delegation that suits on the capacity of each subordinates, project timeline and target,(4) internal and external cooperation built through fundamental activities, special activities and support activities as well as maintaining relationships both personally and socially. Based on these findings, the behavior of the leadership of the head of Kanisus Demangan Baru kindergarten oriented supportive behavior, the behavior of the leadership of the head of Canisius Kotabaru kindergarten oriented directive behavior and leadership behavior Canisius head Wirobrajan kindergarten oriented participative behavior. From the findings of the leadership behavior of the model of leadership, played three head of Canisus kindergartens more trend on instructional leadership model.Keywords: kindergarten leadership, leadership behaviors and leadership models
A pattern of empowerment in improving the professionalism of school supervisors Akhmad Nirwan
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 5, No 1 (2017): April
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.97 KB) | DOI: 10.21831/amp.v5i1.13091

Abstract

This study aims to obtain a pattern of empowerment to improve the professionalism of the school supervisors in Jakarta. This study employed the qualitative approach. The research subjects were school supervisors that consisted of key-informant, school supervisors’ colleagues, and coordinators of school supervisor. The data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis. The data were analyzed using qualitative data analysis techniques by Creswell Model. This study obtained an empowerment pattern of school supervisors to improve professionalism. There are five elements related to the empowerment pattern of school. First, the empowerment is the effort to develop themselves independently based on competencies and main duty. Second, empowerment is done by the implementation of CPD which is focused on the goals of empowerment and benefit in the increase of competencies, professionalism, responsibility, initiative, performance, and job satisfaction. Third, the constraints in the empowerment of school supervisor include the lack of facilities provided and low self- motivation of the school supervisors. Fourth, the solutions to overcome the constraints of the empowerment in improving the professionalism of the school supervisors include improving the commitment of all parties. Fifth, professionalism is defined as a full-time job, competence-based, having a code of ethics, having professional organization, doing their best, and making decision independently.Keywords: empowerment, professionalism, school supervisor POLA PEMBERDAYAAN DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME PENGAWAS SEKOLAHAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menemukan pola pemberdayaan dalam meningkatkan profesionalisme pengawas sekolah di DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenalogis. Subjek penelitian ini adalah pengawas sekolah yang terdiri dari pemberi informasi utama, teman sejawat pengawas sekolah, dan koordinator pengawas sekolah. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, pengamatan partisipasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model Creswell. Hasil penelitian ini menemukan pola pemberdayaan pengawas sekolah dalam meningkatkan profesionalisme. Ada lima unsur yang terkait dengan pola pemberdayaan pengawas sekolah. Pertama, pemberdayaan adalah usaha mengembangkan diri secara mandiri sesuai kompetensi dan bidang tugas. Kedua, pemberdayaan dilaksanakan melalui Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) yang fokus pada tujuan pemberdayaan dan bermanfaat untuk meningkatnya kompetensi, profesionalisme, tanggung jawab, prakarsa, kinerja, dan kepuasan kerja. Ketiga, hambatan pemberdayaan adalah belum adanya fasilitas yang memadai dan rendahnya motivasi pengawas sekolah. Keempat, solusi mengatasi hambatan pemberdayaan dalam meningkatkan profesionalisme pengawas sekolah adalah komitmen bersama semua pihak. Kelima, makna profesionalisme adalah kerja penuh waktu, sesuai kompetensi, punya kode etik, punya organisasi profesi, melakukan yang terbaik, dan membuat putusan mandiri.Kata kunci: pemberdayaan, profesionalisme, pengawas sekolah
Manajemen mutu berbasis ISO 9001: 2008 di SMK Bantul Andrianto Hari Wibowo; Zainal Arifin
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 6, No 1 (2018): April
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.708 KB) | DOI: 10.21831/amp.v6i1.10504

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan: (1) penerapan, (2) hambatan dan, (3) hasil penyelesaian hambatan dalam perbaikan berkelanjutan di SMK Negeri 1 Sedayu Bantul dan SMK Negeri 1 Pajangan Bantul. Penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) penerapan perbaikan berkelanjutan Manajemen Mutu ISO 9001: 2008 di SMK Negeri 1 Sedayu Bantul secara umum sudah konsisten dilaksanakan. Sementara di SMK Negeri 1 Pajangan Bantul tidak dilaksanakan secara maksimal; (2) tidak terdapat faktor-faktor yang menghambat perbaikan berkelanjutan Manajemen Mutu ISO 9001: 2008 di SMK Negeri 1 Sedayu. Sementara di SMK Negeri 1 Pajangan Bantul adalah siswa dan guru; (3) penyelesaian hambatan yang terjadi dalam penerapan perbaikan berkelanjutan manajemen mutu berbasis ISO di SMK Negeri 1 Sedayu Bantul adalah dalam bentuk koordinasi Ketua Program Studi Teknik Gambar Bangunan dengan guru, guru BP, wali kelas dan orang tua siswa, dan rapat pleno. Sedangkan di SMK Negeri 1 Pajangan Bantul dilakukan berjenjang mulai dari guru, wali kelas, guru BK, Ketua Kompetensi Keahlian, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dan terakhir Kepala Sekolah.Kata kunci: manajemen mutu berbasis ISO 9001: 2008 QUALITY MANAGEMENT BASED ON ISO 9001: 2008 AT SMK BANTULAbstractThis research aims to reveal: (1) the application, (2) obstacles and, (3) the solution of obstacles in the sustainable improvement at SMK Negeri 1 Sedayu Bantul and SMK Negeri 1 Pajangan Bantul. This research was a case study applying the qualitative approach. The research results are as follows. (1) The application of sustainable improvement of ISO-based quality management at SMK Negeri 1 Sedayu Bantul is generally consistently conducted. Meanwhile, at SMK Negeri 1 Pajangan Bantul is not conducted maximally. (2) There is no inhibiting factor in the sustainable improvement of ISO-based quality management at SMK Negeri 1 Sedayu Bantul. Meanwhile at SMK Negeri 1 Pajangan Bantul students and teachers. (3) The solution to obstacles in the application of sustainable improvement of ISO-based quality management at SMK Negeri 1 Sedayu Bantul is through coordination of Building Figure Engineering Study Program Head with teachers, guidance counseling teacher, homeroom teacher, and students’ parents. Unsolved problems are brought to pleno meetings. While at SMK Negeri 1 Pajangan Bantul is conducted in stages ranging from teachers, homeroom teacher, guidance counseling teacher, Head of Skill Competence, Deputy Headmaster for Students Affair and finally Headmaster.Keywords: quality management based on ISO 9001: 2008
PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, PROFESIONALISME DAN PELATIHAN GURU TERHADAP IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 SMKN YOGYAKARTA Raden Aditya nandi Wardhana
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 4, No 2 (2016): September
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.603 KB) | DOI: 10.21831/amp.v4i2.10812

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, profesionalisme guru, dan pelatihan guru secara bersama-sama terhadap implementasi Kurikulum 2013 di lima SMK Negeri Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Dari populasi sejumlah 600 guru, diambil sampel sejumlah 234 guru dengan menggunakan teknik proportional random sampling. Analisis data penelitian menunjukkan: kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh terhadap implementasi Kurikulum 2013 di SMK Negeri Kota Yogyakarta (p 0,05). Profesionalisme guru berpengaruh terhadap implementasi Kurikulum 2013 di SMK Negeri Kota Yogyakarta (p 0,05). Pelatihan guru berpengaruh terhadap implementasi Kurikulum 2013 di SMK Negeri Kota Yogyakarta (p 0,05). Kepemimpinan kepala sekolah, profesionalisme guru, dan pelatihan guru secara bersama-sama berpengaruh terhadap implementasi Kurikulum 2013 di SMK Negeri Kota Yogyakarta (p 0,05). Kata kunci: kepemimpinan, profesionalime guru, pelatihan, kurikulum 2013 THE EFFECT PRINCIPAL’S LEADERSHIP, PROFESSIONALISM AND TEACHER TRAINING ON THE IMPLEMENTATION OF CURRICULUM 2013 IN SMKN YOGYAKARTA Abstract This study aimed to determine the effect of school leadership, teacher professionalism and teachers’ training together towards the implementation of Curriculum 2013 at five of SMK Negeri Yogyakarta. This study uses a quantitative study with a co-relational design. The research population were 600 teachers, 234 teachers were drawn as sample by using proportional random sampling technique. The data analysis showed that: school leadership affect the implementation of Curriculum 2013 in SMK Kota Yogyakarta (p0.05).Keywords: Leadership, Professionalism teacher, Training, Curriculum 2013
Back matter (index of subjects, index of authors, author guidelines) Editorial Team
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 5, No 1 (2017): April
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.099 KB) | DOI: 10.21831/amp.v5i1.13901

Abstract

Front Matter (Cover, Editorial Board, Table of Content) Editorial Team
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 5, No 2 (2017): September
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8122.755 KB) | DOI: 10.21831/amp.v5i2.16214

Abstract

Evaluasi Program In-Service Training Guru SMK di BLPT Yogyakarta Sumiharyati Sumiharyati; Suharsimi Arikunto
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 7, No 2 (2019): September
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.792 KB) | DOI: 10.21831/amp.v7i2.26654

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keberhasilan program In-service Training guru SMK di BLPT Yogyakarta yang terkait dengan komponen konteks, input, proses dan produk khususnya jurusan sipil dan furniture. Penelitian ini merupakan evaluasi ex-post facto model evaluasi Context, Input, Process, and Product (CIPP) dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Subyek penelitian ini adalah 56 guru SMK Jurusan Sipil dan Furniture di DIY yang telah mengikuti program In-service Training guru SMK di BLPT Yogyakarta. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang divalidasi dengan uji validitas corrected item total yang identik dengan korelasi product moment, serta lolos uji reliabilitas alpha cronbach. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik kuantitatif dengan kriteria. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 87,5% responden menyatakan program In-service Training guru SMK di BLPT Yogyakarta cukup bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) Komponen konteks yang berkaitan dengan relevansi program mencapai rerata skor 2,94 dengan kategori baik; 2) Komponen input mencapai rerata skor 2,99 dengan kategori baik; 3) Komponen proses mencapai rerata skor 2,90 dengan kategori baik; dan 4) Pelaksanaan program In-service Training di BLPT Yogyakarta bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru terbukti dengan rerata skor yang mencapai 3,17 dengan kategori baik.

Page 11 of 27 | Total Record : 264