cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan
ISSN : 23377895     EISSN : 24610550     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan publishes and disseminates research results in the field of educational administration/management, consisting of: - educational leadership - educational policy and planning - educational economics - educational politics
Arjuna Subject : -
Articles 264 Documents
STRATEGI SEKOLAH DALAM MEWUJUDKAN VISI DAN MISI SMA DI KECAMATAN KASIHAN BANTUL Dodi Ardi Kurniadi; Sugiyono Sugiyono
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 4, No 2 (2016): September
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.412 KB) | DOI: 10.21831/amp.v4i2.10813

Abstract

Penelitian bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan proses perumusan visi dan misi sekolah; (2) mendeskripsikan strategi yang dibuat sekolah dalam upaya mewujudkan visi dan misi; (3) mendeskripsikan gambaran ketercapaian dari visi yang telah dibuat sekolah; (4) mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi sekolah dalam upaya mewujudkan visi dan misi selama ini; dan (5) menemukan strategi yang efektif dalam mewujudkan visi dan misi yang telah dirumuskan sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Data dianalisis melalui proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) proses perumusan visi dan misi sekolah dilakukan melalui rapat internal yang dibuat oleh kepala sekolah dengan memperhatikan visi lembaga di atas sekolah, nilai-nilai dalam masyarakat, dan relevansi dengan perkembangan zaman; (2) strategi yang dibuat ketiga sekolah memang sedikit berbeda-beda namun pada dasarnya dapat dianalisis dengan dimensi proses, konten, dan konteks; (3) visi ketiga sekolah dapat dikatakan belum tercapai karena beberapa unsur yang ada di dalam visi belum sepenuhnya terwujud; (4) sumber daya manusia, pendanaan, metode, sarana prasarana, kepemimpinan sekolah, dan komunikasi mempengaruhi ketercapaian dari visi dan misi sekolah; dan (5) strategi yang efektif dalam upaya mewujudkan visi dan misi sekolah dapat dilakukan dengan cara membangun harapan individu menjadi visi bersama, membuat prioritas pembangunan dengan indikator ketercapaiannya, membangun motivasi berprestasi, meningkatkan partisipasi orang tua, dan membangun kemitraan dengan berbagai pihak. Kata kunci: strategi mewujudkan visi dan misi STRATEGIES IN ACTUALIZING VISION AND MISSION SENIOR HIGH SCHOOL IN DISTRICT KASIHAN, BANTUL Abstract This study aims to: (1) describe the formulation of schools’ vision and missions; (2) describe the schools’ strategies to actualize the vision and mission; (3) describe the illustration of vision and missions achievement formulated by schools; (4) identify factors that affect the schools in actualizing their visions and missions; and (5) find an effective strategy to actualize the vision and mission. The study used a qualitative approach with the type of phenomenology. Data were analyzed through the process of data collection, data reduction, data presentation, and conclusion. Results of the study: (1) the process formulation of schools’ vision and missions was done by internal meeting conducted by the headmaster by considering higher institution’s vision, values in society, and relevance of current development (2) strategies designed by those three schools are little bit different and can be basically analyzed with the dimension of process, content, and context (3) the schools’ visions were said to be not yet achieved since some elements/components of vision and mission have not been completed (4) human’s resource, funding, methods, facility and infrastructure, leadership in school, and communication affect the actualization of schools’ visions and missions, and (5) effective strategy to actualize vision and missions of schools can be done by uniting individual expectation into shared vision, creating development priority along with its achievement indicator, building achievement motivation, increasing parent’s participation, and building partnership with any stakeholders. Keywords: strategy in actualizing vision and mission
Manajemen program short courses Nora Saiva Jannana; Yoyon Suryono
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 5, No 1 (2017): April
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.13 KB) | DOI: 10.21831/amp.v5i1.9795

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan manajemen, faktor pendukung, faktor penghambat, dan solusi yang dilakukan pengelola untuk mengatasi penghambat program short courses di Alfabank Yogyakarta. Penelitian ini adalah penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis model interaktif Miles Huberman. Hasil penelitian: (1) Program short courses diselenggarakan guna memenuhi dengan segera kebutuhan tenaga kerja bidang komputer perbankan. Manajemen program short courses terdiri atas tahapan: pengkajian/analisis kebutuhan, perancangan, pelaksanaan, dan evaluasi program short courses. (2) Faktor pendukung: motivasi pengelola, ada job description, kebutuhan masyarakat, lulusan yang diakui, kenyamanan peserta, dan materi kursus relevan. (3) Faktor penghambat: RPP belum lengkap, pelayanan informasi terlambat, gangguan pemadaman listrik, keterbatasan pemakaian kelas, pelaksanaan kursus tidak sesuai jadwal, dan perbedaan daya tangkap peserta kursus. (4) Solusi: membentuk tim penyusun administrasi pembelajaran, menyediakan hotline service, segera bertindak atas keluhan modifikasi hardware, dan pengulangan materi kursus.Kata kunci: manajemen program, program short courses, pendidikan nonformal MANAGEMENT OF SHORT COURSE PROGRAMSAbstractThis studi aims to describe the management, find the supporting, obstacles, and solutions conducted by manager to overcome the obstacles in the management short course programs in Alfabank Yogyakarta. This research is a case study with the qualitative approach. The data were collected through interviews, observation, and documentation. The data analysis used the data analysis of Miles Huberman interactive model techniques. The results: (1) The short course programs organized to meet the immediate needs of workers in computer and banking field. The management of the short course programs consists of: needs analysis, design, implementation, and evaluation of the short course programs. (2) The supporting factors: motivation of resourse institution, the clarity of job description, the community needs, the output of Alfabank which is recognized, the comfort of course participants, and the relevant of course materials. (3) The obstacles: lesson plan  which cannot be completed, the delay of information services, the power outages, the limited use of classrooms, the implementation of short courses not according to the schedule, and the different ability of course participants. (4) The solutions: the administration of learning was created by team, the hotline services was prepared, the damage was directly checked and hardware modification by manager, and the course materials was repeated.Keywords: program management, short course programs, nonformal education
Pengaruh motivasi dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SD di Kabupaten Cilacap Apriliya Dwi Astuti
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 5, No 2 (2017): September
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.566 KB) | DOI: 10.21831/amp.v5i2.13931

Abstract

Motivasi adalah hal yang menyebabkan, menyalurkan, dan mendukung perilaku manusia, supaya mau bekerja giat dan antusias mencapai hasil yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi dan disiplin kerja  secara bersama-sama dan parsial terhadap kinerja guru SD di Kabupaten Cilacap. Penelitian ini termasuk penelitian ex post facto dengan pendekatan kuantitatif, penarikan sampel menggunakan Proportional Cluster Random Sampling dan Analisis data  dengan Analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif motivasi  secara parsial terhadap kinerja guru, disiplin kerja secara parsial tidak berpengaruh terhadap kinerja guru, dan  terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan motivasi dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SD di Kabupaten Cilacap. Upaya meningkatkan motivasi dan displin kerja perlu dilakukan secara bersama-sama dalam meningkatkan kinerja guruKata kunci:  motivasi, disisplin kerja, kinerja guru EFFECT OF MOTIVATION AND DISCIPLINE WORK ON THE PERFORMANCE OF PRIMARY SCHOOL TEACHERS IN CILACAP DISTRICTAbstractMotivation is the thing that causes, distributes, and supports human behavior, in order to work hard and enthusiastically achieve optimal results. This study aims to analyze the influence of motivation and work discipline together and partially to the performance of elementary school teachers in Cilacap regency. This research includes ex post facto research with quantitative approach, sampling using Proportional Cluster Random Sampling and Data Analysis with multiple regression analysis. Based on the results of research and discussion can be concluded that there is a positive influence of partial motivation on teacher performance, work discipline partially does not affect the performance of teachers, and there is a significant influence simultaneously motivation and work discipline on the performance of elementary school teachers in Cilacap regency. Efforts to improve motivation and work discipline need to be done jointly in improving teacher performance.Keywords: motivation, discipline work, teacher performance
Keefektifan manajemen program pembelajaran BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) di Kota Yogyakarta Ekaresta Prihardjati Saputro; Suharsimi Arikunto
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 6, No 1 (2018): April
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.003 KB) | DOI: 10.21831/amp.v6i1.8066

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi manajemen program pembelajaran BIPA di lembaga BIPA Kota Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi dengan pendekatan kombinasi kualitatif dan kuantitatif. Model evaluasi yang digunakan adalah discrepancy evaluation model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen program pembelajaran BIPA (1) aspek perencanaan program mencapai 93%, kesenjangan 7% dengan kriteria “sangat efektif”; (2) aspek pengorganisasian program mencapai 99%, kesenjangan 1% dengan kriteria “sangat efektif”; (3) aspek pelaksanaan program mencapai 93%, kesenjangan 7% dengan kriteria “sangat efektif”; (4) aspek pengawasan program mencapai 86%, kesenjangan 14% dengan kriteria “sangat efektif”. Secara keseluruhan keefektifan manajemen program pembelajaran BIPA memiliki kriteria “sangat efektif”, dengan capaian 93% kesenjangan 7%.Kata kunci: evaluasi; keefektifan; manajemen program pembelajaran BIPA THE EFFECTIVENESS OF BIPA (INDONESIAN LANGUAGE FOR FOREIGNER) PROGRAM MANAGEMENT IN YOGYAKARTAAbstractThis study is aimed to evaluate the management of BIPA learning program of BIPA course in Yogyakarta. This research is an evaluation research with the combination of qualitative and quantitative approach. Evaluation model used in this research is discrepancy evaluation model. The result of the study shows that the implementation of the management of BIPA learning program (1) the planning program is 93% performance, 7% discrepancy with criteria “very effective”; (2) the organizing aspect is 99% performance and 1% discrepancy with criteria “very effective”; (3) the implementing aspect is 93% performance and 7% discrepancy with criteria “very effective”; (4) the monitoring aspect is 86% performance 14% discrepancy with criteria “very effective”. After all the effectiveness of the management of BIPA learning program have “very effective” criteria, with 93% performance and 7% discrepancy.Keywords: evaluation, the effectiveness, BIPA program management 
Developing balanced scorecard model for vocational high school education Apri Winge Adindo
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 5, No 1 (2017): April
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.256 KB) | DOI: 10.21831/amp.v5i1.8358

Abstract

The objective of the study was to find an appropriate Balanced Scorecard model to be implemented in the vocational education management and to test the effectiveness of balanced scorecard internal model for the vocational high school education. The method that the researchers implemented in the study was the research and development designed by Borg Gall. The data in the study were gathered by means of in-depth interview, observation and documentary analysis in the five prominent vocational high schools from the Province of Southeast Sulawesi. The informants in the study were selected by means of snowball sampling. The data validity was tested by the triangulation technique. The First Stage and the Second Stage of model validation/ experiment was implemented by means of Delphi technique and the validation/experiment of both stages involved 50 leaders from the state and the private vocational high schools in the Province of Southeast Sulawesi. The study showed that the appropriate Balanced Scorecard model for the vocational high school educational management has been a system that might be implemented for identifying and for measuring the main performance of vocational high schools through four perspectives namely the financial perspective, the customer perspective, the internal process perspective and the learning and growth perspective. Balanced Scorecard model for the vocational high school education has met the criteria of quite high internal effectiveness model and has belonged to the good criteria. As a result, the Balanced Scorecard model might be implemented as the model of vocational high school managerial implementation.Keyword: balanced scorecard, vocational high school and vocational high school performance PENGEMBANGAN MODEL BALANCED SCORECARD UNTUK PENDIDIKAN SMKAbstrakTujuan penelitian ini adalah mengembangkan model Balanced Scorecard yang cocok untuk diterapkan dalam pengelolaan pendidikan kejuruan dan menguji keefektifan internal model Balanced Scorecard untuk pendidikan SMK. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (RD) rancangan Borg Gall. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen pada lima SMK Unggul di Provinsi Sulawesi Tenggara. Informan penelitian ditetapkan dengan snowball sampling. Keabsahan data diuji dengan teknik trianggulasi. Uji coba/validasi model Tahap 1 dan Tahap 2 menggunakan teknik Delphi dengan subjek penelitian sebanyak 50 orang pimpinan SMK dari 15 SMK Negeri dan SMK Swasta di Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menunjukkan bahwa model Balanced Scorecard yang cocok untuk mengelola manajemen SMK adalah suatu sistem yang digunakan untuk mengenali dan mengukur kinerja utama SMK melalui empat perspektif Balanced Scorecard meliputi perspektif keuangan, pelanggan, proses internal, pembelajaran dan pertumbuhan. Model Balanced Scorecard yang dikembangkan untuk pendidikan SMK yang diajukan telah memenuhi kriteria keefektifan internal model yang tinggi dan termasuk kategori sangat baik, sehingga layak digunakan sebagai model pelaksanaan manajemen SMK.Kata kunci: balanced scorecard, SMK, dan kinerja SMK
Penerapan sistem standar mutu ISO 9001 2008 pada sekolah menengah kejuruan M. Murniati; Nasir Usman; M. Husen; Ulfah Irani
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 6, No 1 (2018): April
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.498 KB) | DOI: 10.21831/amp.v6i1.16714

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil, implementasi, dan evaluasi sistem manajemen mutu pada SMK di Propinsi Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif kuantitatif (mixed method). Data dikumpulkan melalui interview, observasi, dan studi dokumentasi yang kemudian dianalisis menggunakan EFAS, IFAS, dan SPACE Matriks. Adapun Sekolah Menengah Kejuruan yang dilibatkan dalam penelitian ini terdiri atas 3 (tiga belas) SMK yang tersebar di wilayah Propinsi Aceh yang dipilih secara purposive sampling.Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil sistem manajemen mutu SMK di Propinsi Aceh dinyatakan melalui pernyataan visi, misi, tujuan, kebijakan, kerja sama dengan dunia usaha dan industri, dan unit produksi sekolah.Sekolah merujuk pada standar mutu ISO 9001 2008 dan Akreditas Nasional. Implementasi manajemen mutu tercermin melalui komitmen pimpinan puncak manajemen, peran tim pengembang sekolah, penyelenggaraan program, strategi, dan pelatihan, keterlibatan karyawan, perbaikan terus menerus, penerapan standar kualitas, komunikasi, serta kepuasan pelanggan. Evaluasi dilakukan secara terus menerus melalui audit internal dan eksternal sekolah, evaluasi diri sekolah dan instrumen pengawas.Kata kunci: manajemen mutu, sekolah menengah  kejuruan THE IMPLEMENTATION OF INTERNATIONAL STANDARDS ORGANIZATION 9001 2008 SYSTEM IN VOCATIONAL SCHOOLSAbstractThis study aims to describe and analyze the profile, implementation, and evaluation of Total Quality Management (TQM) at Vocational Schools (SMK) in Aceh, Indonesia. The study was descriptive qualitative-quantitative (mixed method research). Data was collected through observations, interviews, and documentary study, and analyzed through IFAS, EFAS, and SPACE matrix. The results showed that the schools’ profiles comprising their visions, missions, school resources, policies, the cooperation with the world of work, and schools’ production units. TQM implementation was executed through top-management leadership, management commitment, the role of quality department, training and education, employee involvement, continuous improvement, supplier partnership, product/service design, quality policies, quality data and reporting, communication to improve quality, and customer satisfaction orientation and employee relations. The evaluation was conducted continuously by involving the internal and external auditors, the schools’ self-evaluation and the supervisors’ instruments. Keywords: total quality management, vocational schools
KEEFEKTIFAN SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SMK NEGERI KELOMPOK TEKNOLOGI DAN REKAYASA DI KABUPATEN KEBUMEN Subagio Budi Wahono; Cepi Safrudin Abdul Jabar
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 4, No 2 (2016): September
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.49 KB) | DOI: 10.21831/amp.v4i2.10808

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru dan persepsi kepala sekolah terhadap keefektifan supervisi akademik kepala sekolah yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, tindak lanjut supervisi akademik terhadap kinerja guru. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru pada 4 (empat) Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Kelompok Teknologi dan Rekayasa di Kabupaten Kebumen. Semua kepala sekolah dijadikan subyek penelitian. Sedangkan untuk guru diambil dengan teknik simple Random Sampling sejumlah 142 orang. Pengambilan data pada penelitian ini dengan angket dan wawancara sebagai pendukung atau cross check. Uji validitas instrumen dengan menggunakan Pearson Correlation. Data kuantitatif diolah secara deskriptif dengan bantuan SPSS 16.0 for window. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan supervisi akademik menunjukkan sangat efektif, (2) Pelaksanaan supervisi akademik menunjukkan kategori efektif, (3) Tindak lanjut supervisi akademik menunjukkan kategori efektif. Kata kunci: kepala sekolah, supervisi akademik, Sekolah Menengah Kejuruan THE EFFECTIVENESS OF SCHOOL PRINCIPAL ACADEMIC SUPERVISION OF STATE SMK AT ENGINEERING AND TECHNOLOGY DEPARTMENT AT KEBUMEN REGENCY Abstract This research aimed to know perceptions of teachers and principals perceptions of the effectiveness of school principal academic supervision which covers planning, implementing, following-up academic supervision on teacher is performance. This research has a quantitative descriptive characteristic. This research population was principals and teachers of four State Vocational Schools at Technology and Engineering Department at Kebumen Regency. All school principals became the subject of the research. Meanwhile the teacher is taken by Simple Random Sampling technique of 142 people. The data sampling at this research is with questionnaire and interview as support or cross check. The instrument validity test is by using Pearson Correlation. The quantitative data is processed descriptively by the help of SPPS 16.0 for window.The result of research shows that: (1) Academic Supervision Plan shows very effective category, (2) Academic supervision implementation shows effective category, (3) Academic supervision follow-up shows effective category. Keywords: school principal, academic supervision, Vocational High School
Efektivitas manajemen praktik kerja industri di Sekolah Menengah Kejuruan Kota Yogyakarta Putut Said Permana; Sukoco Sukoco
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 5, No 2 (2017): September
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.796 KB) | DOI: 10.21831/amp.v5i2.7480

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) mengevaluasi keefektifan manajemen praktik kerja industri di SMK, (2) menganalisis kendala yang ada pada manajemen praktik kerja industri di SMK. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Analisis data menggunakan teknik persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aspek perencanaan pada manajemen praktik kerja industri (prakerin) memiliki kriteria sangat efektif. Aspek pelaksanaan pada manajemen prakerin memiliki kriteria sangat efektif. Aspek evaluasi pada manajemen prakerin memiliki kriteria sangat efektif. Secara keseluruhan efektivitas manajemen prakerin di SMK Kota Yogyakarta memiliki kriteria sangat efektif. Analisis kendala pada penelitian ini menunjukkan bahwa pada aspek perencanaan dan pelaksanaan terdapat poin yang memiliki kesenjangan tinggi, yaitu: (1) pengurus pokja prakerin di sekolah berjumlah kurang dari empat orang, (2) dunia usaha dan dunia industry (DU/DI) yang berada di sekitar sekolah tidak selalu relevan dengan program keahlian di sekolah, (3) masih ada siswa yang mencari tempat prakerin sendiri, (4) relevansi program keahlian guru pembimbing dengan siswa yang dibimbing kurang diperhatikan, (5) pelaksanaan pembekalaan masih sering terkendala kedisiplinan siswa, (6) kelompok kerja (pokja) masih menemukan peserta prakerin yang menyelesaikan kegiatan prakerinnya tidak sesuai alokasi waktu.Kata kunci: efektivitas, manajemen, praktik kerja industri EFFECTIVENESS OF THE WORK-BASED LEARNING MANAGEMENT IN VOCATIONAL HIGH SCHOOLS IN YOGYAKARTA MUNICIPALITYAbstractThis research aims to: (1) evaluate the effectiveness of the work-based learning (WBL) management in vocational high schools, and (2) analyze the existing constraints on the work-based learning (WBL) management in vocational high school. This study is an evaluation using a quantitative approach. The technique of collecting data using questionnaires. Data analysis using percentage technique. The results show that the aspects of the planning on the WBL management has a very effective criteria. On the implementation aspects, WBL management has very effective criteria. On the evaluation aspecs, WBL management has a very effective criteria. Overall, the effectiveness of WBL management in vocational high school in Yogyakarta Municipality has a very effective criteria. The constraints analysis in this study indicates that the aspects of the planning and implementation have points that have high discrepancy. Those points are: (1) member of the working group at the school less than four people, (2) industries/companies around the school is not always relevant with skills program at school, (3) there are students who are still looking for WBL place on their own, (4) relevance of teachers and students skills program did not affect the selection of WBL tutor, (5) preparatory program implementation is still often constrained with students discipline, and (6) working group still finds WBL participants who completed their activities not in accordance with the allocation of time.Keywoords: constraints analysis, management, work-based learning
Back matter (index of subjects, index of authors, author guidelines) Editorial Team
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 5, No 2 (2017): September
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.609 KB) | DOI: 10.21831/amp.v5i2.16215

Abstract

Turn Back Plagiarism! Budaya Organisasi Anti Plagiarism Rohmatun Lukluk Isnaini
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 7, No 2 (2019): September
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/amp.v7i2.24018

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui budaya organisasi antiplagiarisme di pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menyebutkan pascasarjana di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta telah menegakkan budaya organisasi antiplagiarisme melalui 3 hal, yaitu artefak, espoused value/ enacted behavior dan asumsi dasar yang dipercaya. Artefak antiplagiarisme ditunjukkan pada stiker dan tempelan dinding yang berisi redaksi penolakan tindakan plagiarism yang dipasang ditempet-tempat strategis. Espoused value/ enacted behavior ditunjukkan melalui penyusunan student handbook dan pemberlakuan checker plagiarism pada karya tulis mahasiswa. Adapun tingkatan tertinggi pada budaya organisasi adalah asumsi yang menjadi dasar nilai antiplagiarisme adalah nilai-nilai penjabaran pancasila yang sangat menjunjung tinggi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).