Articles
221 Documents
EXPLORING THE RELATIONSHIP BETWEEN GREEN VIEW INDEX AND RUNNING ACTIVITY: A CASE STUDY OF YOGYAKARTA AND SINGAPORE USING STRAVA AND GOOGLE STREET VIEW DATA
Afrianto, Firman;
Roychansyah, Muhammad Sani;
Herwangi, Yori
Jurnal Pengembangan Kota Vol 11, No 1: Juli 2023
Publisher : Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/jpk.11.1.58-70
The Development of Geospatial Data and Volunteered Geographic Information (VGI) has been significant and can be utilized in urban and regional planning. One of the notable data sources includes Google Street View and Strava running activity data. This research investigates the potential correlation between the presence of green spaces, measured by the Green View Index (GVI) using Google Street View data, and the level of running activity recorded by Strava, a popular running application. The novelty of this study lies in the integration of GVI analysis with Google Street View and Strava data, providing a comprehensive understanding of the relationship between green environments and physical activity by leveraging Big Data. In this research, two locations are compared: Yogyakarta, identified to have a low GVI category, and Singapore, identified to have a high GVI category. The findings reveal a moderate negative correlation between GVI and the Strava running index in Yogyakarta, while a moderate positive correlation is observed in Singapore. These results contribute to the growing research on urban vitality and emphasize the importance of integrating green spaces into urban planning and development using big data. This study serves as a foundation for further research on the relationship between green environments and various forms of physical activity, contributing to the development of healthier and more sustainable cities in the future.
EKSPLORASI INDIKATOR DAN PENGUKURAN INDEKS KOTA KOMPAK TERHADAP MANFAAT EKONOMI DI PROVINSI DKI JAKARTA
Mahargita, Refina;
Izdihar, Rakan Pramoe
Jurnal Pengembangan Kota Vol 12, No 1: Juli 2024
Publisher : Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/jpk.12.1.1-12
Sekitar 1,25 juta penduduk wilayah Bodetabek melakukan kegiatan utama di Provinsi DKI Jakarta. Hal tersebut menyebabkan provinsi DKI Jakarta memiliki potensi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sehingga provinsi tersebut harus mampu mengelola pertumbuhan dan mempertahankan kekompakan. Dengan kepadatan penduduk, kondisi urbanisasi dan berbagai tantangan efisiensi lahan perkotaan menjadikan kelima Kota administrasi DKI Jakarta sebagai subjek yang menarik untuk penelitian indeks kekompakan kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji indeks kekompakan kota berdasarkan keluaran (outcome) ekonomi terhadap manfaat ekonomi perkotaan dalam mencegah perluasan kota. Metode perhitungan yang digunakan adalah Urban Compactness Index yang mengacu pada 3 variabel utama yaitu: (i) population density, (ii) land development density, dan (iii) road density. Kemudian menghitung indeks entropi di tiap wilayah administrasi dan membandingkannya dengan PDRB per kapita yang dihasilkan tiap wilayah administrasi. Didapatkan Jakarta Pusat memiliki nilai indeks entropi yang lebih rendah dibandingkan dengan Jakarta Utara, namun memiliki PDRB yang lebih tinggi.
KAJIAN KARAKTERISTIK KAWASAN TUNJUNGAN SEBAGAI HERITAGE KOTA SURABAYA
Romadhonita, Novia;
Elviana, Eva
Jurnal Pengembangan Kota Vol 11, No 2: Desember 2023
Publisher : Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/jpk.11.2.181-190
Surabaya merupakan salah satu kota tertua di Indonesia. Perkembangan arsitektur turut serta bertumbuh selaju dengan pertumbuhan ekonomi, sosial, dan bisnis di Kota Surabaya. Upaya revitalisasi maupun pemanfaatan kembali bangunan pada kawasan Tunjungan digencarkan beberapa tahun terakhir. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik, langgam arsitektur, kesesuaian antara karakteristik heritage kota pada kawasan Tunjungan, serta elemen perancangan kota yang diterapkan saat ini untuk mendukung citra kota sebagai kawasan heritage dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif berdasarkan temuan sejarah. Diawali dengan menganalisa sejarah di Surabaya dari artikel, jurnal, buku, dan arsip gambar, dilanjutkan dengan melakukan observasi lapangan yakni dengan mengunjungi bangunan–bangunan heritage yang berdiri di sepanjang Jalan Tunjungan untuk mengidentifikasi langgam arsitektur yang digunakan pada bangunan heritage. Ditemukan karakteristik kawasan heritage yakni terkait fungsi, ciri, serta latar belakang sejarah bangunan. Disamping itu, karakteristik langgam arsitektur pada bangunan yang berdiri di sepanjang kawasan Tunjungan terdiri dari berbagai macam gaya dengan periodesasi yang berbeda. Penelitian ini berguna sebagai acuan perencanaan menghidupkan semangat heritage sebagai tujuan wisata Kota Surabaya pada kawasan Tunjungan dan dapat membantu perencana maupun konsultan yang melaksanakan kegiatan revitalisasi maupun konservasi bangunan.
DETERMINATION OF URBAN SPRAWL PHENOMENON IN PEKALONGAN CITY AND ITS SURROUNDING
Fatimah, Endrawati;
Anwar, Aris Choirul
Jurnal Pengembangan Kota Vol 11, No 1: Juli 2023
Publisher : Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/jpk.11.1.49-57
Urbanization defines as a spatial and socio-economic transformation process from rural to urban areas. While urban sprawl is the process of propagation of the appearance of urban physical characteristics from the inner city toward the urban fringe area. Pekalongan City has grown from a small town to a medium-sized city with a population of 300,000 people. This study aims to identify the phenomenon of urban sprawl in Pekalongan City and its surroundings (Pekalongan and Batang Regency) and identify the urban environment quality based on the condition of the public services availability in these urban areas. The data used in this study were the 2019 Village Potential (PODES) from the Central Agency on Statistics (BPS) and a digital base map from the Geospatial Information Agency (BIG). The urban-rural classification scoring from the BPS was used to identify urban areas as the method in this study. The results showed that 111 out of 285 villages in Pekalongan Regency and 63 out of 248 villages in Batang Regency could already be classified as urban areas and formed an urban agglomeration with Pekalongan City. This study also showed that the environmental quality in urban areas with urban sprawl phenomenon has met the standards and criteria for urban public services compared to other areas.
PENGARUH PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP PERKEMBANGAN KOTA UNGARAN
Atsamari, Abdul Aziz;
Pigawati, Bitta
Jurnal Pengembangan Kota Vol 12, No 1: Juli 2024
Publisher : Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/jpk.12.1.13-22
Kota Ungaran merupakan zona urban fringe dari Kota Metropolitan Semarang. Perpindahan penduduk perkotaan menuju daerah pinggiran pada umumnya bertujuan mencari tempat tinggal dengan harga yang lebih murah. Setiap tahun terjadi pertambahan penduduk dan kawasan terbangun di Kota Ungaran. Terdapatnya Gerbang pintu Jalan Tol Semarang–Solo di Kota Ungaran merupakan faktor mendorong berkembangnya aktivitas baru yang mengakibatkan perubahan penggunaan lahan. Hal ini merupakan salah satu penyebab perkembangan fisik Kota Ungaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh perubahan penggunaan lahan terhadap perkembangan Kota Ungaran. Menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan spasial dan memanfaatkan data penginderaan jauh. Hasil penelitian menunjukan Kota Ungaran dapat dibedakan menjadi 4 sub wilayah berdasarkan karakteristik perkembangannya. Berdasarkan indikator lahan permukiman dan perdagangan jasa, perkembangan kota terkonsentrasi di bagian tengah bertahap meluas ke arah selatan dan timur. Sementara berdasarkan indikator lahan industri, perkembangan Kota Ungaran meluas ke selatan.
SPESIFIKASI RUANG AKTIVITAS PKL DI KOTA KAJEN, PEKALONGAN
Widjajanti, Retno;
Kurniawati, Wakhidah;
Murbana, Parandita Anisa Fatah;
Saputri, Windy Anggista Eka
Jurnal Pengembangan Kota Vol 11, No 2: Desember 2023
Publisher : Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/jpk.11.2.167-180
Keberadaan aktivitas PKL masih dipandang menjadi masalah ruang di perkotaan, karena memicu konflik pemanfaatan ruang dan menurunkan visual fisik kawasan sehingga dianggap sebagai elemen "out of place". Padahal PKL mampu mengurangi pengangguran dan kemiskinan, memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari dan merupakan aktivitas riil perkotaan yang perlu diwadahi. Oleh karena itu penataan ruang aktivitas PKL diperlukan dan perlu sesuai dengan karakteristik aktivitasnya. Isu tumbuh dan berkembangnya PKL di ruang kota Kajen karena akibat dari adanya pemekaran wilayah kabupaten. Kawasan Perkotaan Kajen menjadi pusat aktivitas baru Kabupaten Pekalongan dan memunculkan keberadaan PKL yang terus berkembang di kawasan tersebut. Kondisi ini perlu diantisipasi agar meminimalisir timbulnya konflik penggunaan ruang di perkotaan. Penelitian ini bertujuan menemukenali spesifikasi ruang PKL di kawasan kota Kajen. Penelitian menggunakan metode kuantitatif (crosstab dan deskriptif kuantitatif). Hasil dari penelitian menunjukan bahwa spesifikasi ruang aktivitas PKL di sekitar Alun-alun Kajen adalah sekitar kawasan terdapat aktivitas beragam yaitu aktivitas perkantoran, ibadah, rekreasi/hiburan/olahraga; terdapat ruang yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat berdagang di tepi alun-alun, di trotoar, di tepi jalan, di taman; ruang di sekitar alun-alun dapat dimanfaatkan sesuai waktu aktivitas masyarakat dan terdapat banyak pengunjung; ruang dapat digunakan secara menetap dan memiliki luas yang cukup untuk aktivitas berdagang makan/minuman, persewaan mainan anak-anak dan memiliki luas yang cukup dengan sarana gerobak tenda/lesehan/gerobak/meja/motor/mobil/berbagai jenis sarana permainan; PKL dapat berdagang dengan pembatas ruang yang transparan/tanpa batas antar PKL sehingga antar PKL dapat mudah bekerjasama; ruang PKL di sekitar alun-alun mudah dilihat dan mudah dicapai oleh pengunjung; teduh dan terang; ruang yang aman untuk berdagang karena ruang yang diijinkan oleh pemerintah; tersedia ruang parkir pengunjung.
ANALISIS PERBANDINGAN GREEN URBANISM DI KOTA JAKARTA DAN SURABAYA
Syukri, Ahmad;
Purnomo, Eko Priyo
Jurnal Pengembangan Kota Vol 11, No 1: Juli 2023
Publisher : Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/jpk.11.1.37-48
Pertumbuhan penduduk di kawasan perkotaan terus meningkat dan meninmbulkan beragam permasalahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana Kota Jakarta dan Surabaya dalam menerapkan prinsip Green Urbanism. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang berfokus pada analisis perbandingan penerapan Green Urbanism di Kota Jakarta dan Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan dalam melakukan analisis data dibantu dengan perangkat lunak Nvivo 12 Plus. Hasil penelitian yaitu, Kota Jakarta lebih dominan menerapkan prinsip Urban planning and transport dengan angka 32,89% dan Water and Biodiversity sebesar 25%. Sedangkan Kota Surabaya menekankan pada prinsip urban planning and transport dengan angka 48,15% dan socio-cultural features yang memiliki angka 29,63%.
PEMBANGUNAN INKLUSIF DI URBAN HERITAGE KOTA TUA JAKARTA MELALUI PARIWISATA KREATIF
Rusata, Tatang;
Hamidah, Siti
Jurnal Pengembangan Kota Vol 11, No 2: Desember 2023
Publisher : Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/jpk.11.2.225-236
Kawasan Kota Tua merupakan urban heritage di Jakarta yang sepatutnya memperoleh perhatian lebih dari pemerintah agar tidak mengalami kemunduran kota Melalui pembangunan inklusif yang memberi akses bagi masyarakat luas untuk berpartisipasi pada kegiatan pariwisata kreatif diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah dalam merevitalisasi kawasan ini. Penelitian ini bertujuan 1) memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai kemunduran kota dan upaya revitalisasi di Kota Tua Jakarta; dan 2) mengetahui komunitas kreatif di Kota Tua yang merupakan bagian penting dari pembangunan inklusif kota Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui teknik stakeholders mapping. Data primer diperoleh dari observasi lapangan dan wawancara semi terstruktur dengan perwakilan Unit Pengelola Kawasan Kota Tua dan komunitas pada tahun 2022, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi literatur dan kepustakaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa revitalisasi Kota Tua masih menghadapi kompleksitas dari pemangku kepentingan yang menghambat proses kerjasama lintas sektoral sehingga membuat pengembangan potensi kreativitas kurang maksimal. Namun animo masyarakat untuk berkunjung memberi peluang bagi komunitas untuk berpartisipasi aktif dalam mengembangkan pariwisata kreatif di kawasan Kota Tua Jakarta. Dukungan ini dapat menyelamatkan Kota Tua dari kemunduran kota, memaksimalkan potensi kreatif, dan menghidupkan Kota Tua, sehingga memberi pengalaman berwisata yang lebih intens bagi pengunjung sesuai dengan konsep pariwisata kreatif.
THE POTENTIAL OF LAND VALUE CAPTURE FOR A TRANSIT-ORIENTED DEVELOPMENT INITIATIVE IN PEKALONGAN CITY CENTER
Pradoto, Wisnu;
Rahdriawan, Mardwi;
Safrul, Muhammad;
Ramli, Nurul Anam
Jurnal Pengembangan Kota Vol 12, No 1: Juli 2024
Publisher : Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/jpk.12.1.23-34
Investment is a trigger for increasing the economic potential of a region. Land value is an indicator that not only reflects it, but also shows its development prospects. Government applies variety instruments of land use to improve the attractiveness of an area, especially for commercial activities. This study aims to formulate the Land Value Capture model as an innovation for financing the infrastructure development as well as for generating public revenues. Pekalongan City Center, which is located around the railway station, is an economic magnet that contains several advantages for Transit Oriented Development application. This research examines the determinant variables through Multiple Linear Regression. The model shows the significance of each influencing factor to raise land value. The study finds LVC tools that possibly applied. Discussion regarding the lack of financial capacity on government side while developable land is predominated owned by public institution vis-à-vis the needs for involving private investors to optimize the economic potential for new development is interested to understand about the differences between theoretical and practical point of view.
PERAN PEREMPUAN DALAM PENGEMBANGAN KAMPUNG WISATA BERBASIS KOMUNITAS DI MASA PANDEMI COVID - 19
Rukmana, Siti Nuurlaily;
Widyastuty, Anak Agung Sagung Alit;
Sucipto, Sucipto
Jurnal Pengembangan Kota Vol 11, No 2: Desember 2023
Publisher : Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/jpk.11.2.112-123
Rencana induk pariwisata Kota Surabaya tahun 2017 mencatat terdapat 21 objek kampung wisata. Kampung wisata ini memiliki tipologi yang berbeda sesuai dengan ciri khas dan keunggulannya, seperti Kampung Arab, Kampung Gundih, Kampung Hijau dan kampung tematik lainnya. Salah satu daya tarik dari kegiatan kampung wisata adalah keikutsertaan perempuan dalam aktivitas pariwisata kreatif di kampung-kampungnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu menentukan eksistensi kampung wisata selama pandemi Covid 19 dengan pendekatan Community Based Tourism (CBT) dan peranan perempuan dalam mempertahankan kampung wisata. Metode yang digunakan deskriptif kuantitatif dengan teknik analisis skoring dan analisis Nvivo 12 plus. Berdasarkan hasil analisis, terdapat 6 kampung yang masuk dalam kategori dengan konsep CBT di masa pandemi Covid 19, yaitu Kampung Kue, Kampung Krupuk Gunung Anyar, Kampung Tempe Tenggilis, Kampung Hijau Jambangan, Kampung Sepatu Osowilangon, Kampung Herbal Genteng. Peran perempuan dalam mempertahankan kampung wisata yaitu 88% sebagai pelaksana dan 28% sebagai pemantau.