cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pengembangan Kota
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Pengembangan Kota (ISSN: 2337-7062) adalah jurnal ilmiah berisi hasil penelitian dan telaah kritis teoritis mengenai pengembangan perkotaan meliputi: Arsitektur Perkotaan; Perancangan Kota; Ekonomi Pembangunan Wilayah dan Kota; Perumahan dan Permukiman; Perencanaan Transportasi; Perencanaan Pariwisata; Lingkungan; Pengembangan Sosial-Masyarakat Kota; dan Bidang lainnya yang terkait dengan perencanaan, pembangunan dan pengembangan Wilayah dan Kota.
Arjuna Subject : -
Articles 221 Documents
FAKTOR EKSTERNAL DAN INTERNAL PERILAKU KESELAMATAN BERKENDARA PEKERJA KANTORAN PENGGUNA SEPEDA MOTOR (Wilayah Studi: Kota Tangerang Selatan) Manullang, Okto Risdianto; Waspodo, Arya Satrio Wicaksono Putra
Jurnal Pengembangan Kota Vol 11, No 1: Juli 2023
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.11.1.82-91

Abstract

Kecelakaan lalu lintas yang terjadi di kawasan perkotaan terus meningkat, seiring dengan terus meningkatnya jumlah kendaraan di jalanan. Kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Indonesia, sebagian besar disebabkan oleh faktor manusia. Salah satu upaya untuk mengatasi kecelakaan lalu lintas berdasarkan faktor manusia, dapat dilakukan dengan menganalisis perilaku pengguna jalan. Penelitian ini menggunakan metode structural equation modelling (SEM) untuk mengidentifikasi seberapa besar pengaruh faktor eksternal dan internal terhadap perilaku keselamatan berkendara pada pekerja kantoran pengguna sepeda motor di Kota Tangerang Selatan. Faktor Eksternal dilihat dari Theory of Planned Behavior, jarak tempuh, dan waktu tempuh perjalanan. Faktor internal dilihat dari trait kepribadian ekstraversi, kooperatif, neurotisme, dan kesadaran. Analisis dilakukan terhadap masing-masing golongan darah, sehingga dapat melihat faktor yang dominan. Berdasarkan hasil analisis perilaku keselamatan berkendara golongan darah A, B, dan AB lebih dipengaruhi oleh variabel dari faktor eksternal, sedangkan golongan darah O lebih dipengaruhi oleh variabel dari faktor internal.
PENILAIAN KEBERLANJUTAN KAMPUNG JAWI SEBAGAI KAMPUNG TEMATIK WISATA DI KOTA SEMARANG Maharani, Edelways Tiara; Yuliastuti, Nany
Jurnal Pengembangan Kota Vol 11, No 2: Desember 2023
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.11.2.191-201

Abstract

Kota Semarang memiliki beragam kearifan lokal yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pariwisata. Sebagaimana yang diamanatkan di dalam Sustainable Development Goals bahwa pembangunan diarahkan untuk memenuhi tujuan-tujuan berkelanjutan, salah satunya adalah pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi. Salah satu bentuk pariwisata, yakni pariwisata kampung dapat ditemukan pada kampung-kampung tematik. Salah satu kampung tematik di Kota Semarang yang cukup potensial dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat adalah Kampung Jawi yang terletak di Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati. Terdapat indikasi bahwa kualitas atraksi yang diperoleh dari pengelolaan Kampung Jawi belum maksimal sehingga mengakibatkan penurunan jumlah pengunjung. Sehingga dikhawatirkan Kampung Jawi tidak berkelanjutan di masa depan. Untuk itu, penting untuk mengetahui keberlanjutan dan hal-hal yang mempengaruhi keberlanjutan Kampung Jawi saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menilai keberlanjutan Kampung Jawi sebagai kampung Tematik wisata dilihat dari empat dimensi, yakni Pemanfaatan Lingkungan Fisik, Manfaat Ekonomi, Tata Kelola Kampung Tematik, dan Interaksi Sosial dan Budaya Masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif menggunakan MDS (Multidimensional Scaling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan tingkat keberlanjutan Kampung Jawi sebagai Kampung Tematik Wisata termasuk dalam kategori cukup berkelanjutan. Keberlanjutan dimensi pemanfaatan lingkungan fisik dikategorikan sebagai dimensi yang berkelanjutan, sedangkan dimensi manfaat ekonomi, tata kelola kampung tematik dan interaksi sosial dan budaya dikategorikan cukup berkelanjutan. Oleh karena itu, perlu adanya perbaikan pada atribut aksesibilitas, pendapatan masyarakat, kerjasama dengan pihak luar, dan keterlibatan masyarakat dalam pariwisata Kampung Jawi.
ENHANCING URBAN MICRO-MOBILITY: ENVIRONMENTAL IMPACT OF INTEGRATED BIKE SHARING AT COMMUTER RAIL STATIONS IN YOGYAKARTA URBANIZED AREA Dewayanto, Damar Pratita; Marshall, Derin
Jurnal Pengembangan Kota Vol 12, No 1: Juli 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.12.1.74-85

Abstract

Climate change, particularly CO2 emissions from the transportation sector, poses a significant global challenge. Promoting micro-mobility services, especially bike sharing programs, is crucial in addressing this issue. This study examines the environmental benefits of integrating bike sharing programs with public transportation by estimating the potential CO2 emission reductions through the avoided motorized trips approach. Data were collected via a commuter line passenger survey in the Yogyakarta Urbanized Area, resulting in 157 valid responses. The estimation considered specific data inputs: trip distance, emission factor, energy factor of transportation mode, and the number of people traveling by mode. Two scenarios related to bike sharing demand and commuter line ridership were employed. The findings reveal that bike sharing demand ranges from 16.03% to 48.08%. In terms of CO2 emissions reduction, the study indicates that avoided motorized trips through bike sharing as an egress mode can potentially reduce cumulative CO2 emissions by up to 567,158.35 tons CO2e by 2030. This reduction corresponds to 0.487% and 160.113% of the national and provincial reduction targets, respectively. These findings provide insightful information to promote sustainable transportation provision.
PEMODELAN KEPUASAN PELANGGAN PADA LAYANAN BRT DAN IMPLIKASINYA TERHADAP MOBILITAS BERKELANJUTAN: STUDI KASUS BANDA ACEH, INDONESIA Yanis, Muhammad; Saleh, Sofyan M; Achmad, Ashfa; Sari, Laina H
Jurnal Pengembangan Kota Vol 12, No 1: Juli 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.12.1.86-95

Abstract

Penelitian ini meneliti kepuasan pengguna terhadap layanan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Koetaradja di Banda Aceh, serta kontribusinya terhadap mobilitas perkotaan berkelanjutan. Meskipun BRT diperkenalkan untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, tingkat penggunaan dan kepuasan pengguna layanan ini masih rendah. Dengan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM), penelitian ini mengumpulkan data dari 500 responden pengguna Trans Koetaradja untuk mengidentifikasi pengaruh atribut kualitas layanan terhadap kepuasan pengguna. Selain itu, baik aspek pengelolaan maupun teknis terbukti berdampak positif terhadap persepsi kualitas layanan. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kepuasan pengguna dapat dicapai dengan fokus pada pemeliharaan fasilitas, peningkatan kondisi kendaraan, dan manajemen waktu serta rute yang lebih baik. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah rekomendasi bagi pemerintah untuk mengembangkan kebijakan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, guna mendorong penggunaan transportasi umum sebagai solusi mobilitas berkelanjutan di Banda Aceh.
TINGKAT ASET PENGHIDUPAN RUMAH TANGGA TERDAMPAK BANJIR ROB DI BANDENGAN, PEKALONGAN Risna, Anandharu; Esariti, Landung; Rahdriawan, Mardwi
Jurnal Pengembangan Kota Vol 12, No 1: Juli 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.12.1.96-108

Abstract

Bandengan adalah salah satu kelurahan di pesisir Kota Pekalongan yang rawan banjir rob akibat perubahan iklim dan penurunan muka tanah. Dalam menghadapi rob, rumah tangga terdampak dapat mengupayakan seluruh aset penghidupan yaitu modal manusia, modal alam, modal finansial, modal sosial, dan modal fisik untuk bertahan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kondisi aset penghidupan rumah tangga terdampak rob di Bandengan, Kota Pekalongan. Riset ini penting untuk melihat bagaimana rumah tangga di Bandengan mengelola dan memanfaatkan lima aset penghidupan dalam menghadapi resiko banjir rob. Populasi adalah rumah tangga terdampak banjir rob sebanyak 100 sampel melalui survei kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan modal alam berada pada kategori rendah sebanyak 92% dikarenakan kurangnya lahan produktif. Modal manusia berada pada kategori sedang sebanyak 66%, dikarenakan jenjang pendidikan yang masih sebatas lulusan SD. Modal sosial berada pada kategori rendah dengan persentase 48%, dikarenakan kurangnya partisipasi masyarakat dalam komunitas sosial seperti karang taruna, PKK, arisan RT/RW, serta kurangnya akses informasi peringatan dini. Adapun kondisi modal finansial berada pada kategori rendah sebanyak 72%, dikarenakan pendapatan keluarga yang mayoritas kurang dari Rp2.500.000,00. Penilaian modal fisik kategori tinggi sebesar 64% mengindikasikan mayoritas rumah tangga telah melakukan renovasi tempat tinggal melalui pengurugan, peninggian pintu, peninggian jendela. Dapat disimpulkan bahwa modal penghidupan di Kelurahan Bandengan didominasi oleh modal fisik dan modal manusia. Penelitian menjadi masukan pemerintah untuk merancang manajemen resiko bencana rob berdasarkan potensi lokal masyarakat sebagai people centered seperti penguatan peringatan dini, edukasi pelatihan kerja, membentuk komunitas arisan penanganan bencana rob, dan membentuk komunitas peduli lingkungan tingkat kelurahan. 
PERFORMANCES OF CREATIVE HUBS IN INDONESIA: LESSONS FROM SEMARANG’S EXPERIENCE Tyas, Wido Prananing; Surahman, Idha Apriliani
Jurnal Pengembangan Kota Vol 12, No 1: Juli 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.12.1.109-122

Abstract

This study evaluates the performance of Creative Hub Semarang (CHS) in fulfilling its dual objectives as a collaborative space for creative economy actors and a tourism destination. Utilizing a mixed-methods approach, the research combines quantitative surveys with visitors to capture perceptions and satisfaction and qualitative in-depth interviews with government and creative actors. Results reveal that CHS’s strategic location in Kota Lama presents an opportunity to bridge the creative economy with tourism. About its role as a creative hub, while CHS has provided essential infrastructure and networking opportunities, its operational model and fragmented management hinder its ability to foster active collaboration and innovation. Challenges include limited trust between government entities and creative actors, bureaucratic constraints, and restrictive regulations. To strengthen CHS’s role, a more integrated and collaborative management approach is needed, alongside clearer communication of its objectives.
IMPLIKASI PENETAPAN PUSAT PERTUMBUHAN TERHADAP PERUBAHAN PEMANFAATAN RUANG (STUDI KASUS: KOTA BENGKULU) Mustika, Winda; Suhartini, Ninik
Jurnal Pengembangan Kota Vol 12, No 1: Juli 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.12.1.64-73

Abstract

Pemusatan kegiatan ekonomi yang disebabkan oleh adanya pengembangan pusat pertumbuhan wilayah merupakan suatu bentuk eksternalitas positif yang menyebabkan terjadinya pertumbuhan kota, namun dibalik itu semua hal ini juga menimbulkan eksternalitas negatif yang dapat dilihat dengan munculnya sektor informal akibat dari ketidaksempurnaan praktek pembangunan yang lahir dari tingginya tingkat urbanisasi dari luar daerah ke pusat pertumbuhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis implikasi dari penetapan pusat pertumbuhan terhadap perubahan pemanfaatan ruang dengan studi kasus di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif menggunakan aplikasi Google Earth Engine (GEE) untuk mengidentifikasi perubahan tutupan lahan di Kota Bengkulu pada tahun 2013 dan 2023.  Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, luas tutupan lahan vegetasi berkurang sebesar 1.127,9 Ha (19,43%), sedangkan tutupan lahan untuk lahan terbangun, badan air, dan sawah mengalami peningkatan masing-masing sebesar 885 Ha (27,17%); 233,1 Ha (2,94%); 78,7 Ha (16,04%), serta lahan kosong berkurang sebesar 68,9 Ha (38,26%).  Hal ini mengindikasikan bahwa terjadinya perubahan penggunaan lahan vegetasi akibat adanya perluasan pembangunan. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penetapan pusat pertumbuhan memiliki implikasi terhadap perubahan penggunaan lahan dan pemanfaatan ruang yang disebabkan oleh adanya interaksi dan dinamika antara aktivitas manusia dan lingkungan alam.
KAJIAN TIPOLOGI RUANG TERBUKA HIJAU KAMPUS UNDIP DI TEMBALANG BERDASARKAN INDEKS HIJAU BIRU INDONESIA (IHBI) SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN SUSTAINABLE CAMPUS Puspita, Astrini Ayu; Prasetya, Nararya Adi; Jayanimitta, Maria Ekacarini
Jurnal Pengembangan Kota Vol 12, No 2: Desember 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.12.2.135-147

Abstract

Institusi pendidikan tinggi berperan dalam meningkatkan aspek keberlanjutan, salah satunya adalah lingkungan. Universitas Diponegoro (UNDIP) sebagai salah satu perguruan tinggi di Kota Semarang telah menerapkan konsep Green and Sustainable dalam pengembangan kampusnya. UNDIP saat ini memiliki kepadatan bangunan mencapai 48% dari luas kawasan, sehingga penyediaan RTH sangat penting untuk menjamin peningkatan ekologis kawasan Undip. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis tipologi RTH di Kampus Undip Tembalang menggunakan tipologi RTH dengan pendekatan Indeks Hijau Biru Indonesia (IHBI) menurut Peraturan Menteri ATR/BPN nomor 14/2022, serta menggunakan analisis Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa luas RTH dengan pendekatan IHBI adalah 99,67 hektar atau mencapai 66,81% dari luas kawasan. Luasan RTH terbesar adalah hutan kampus yaitu sebesar 43,86 hektar atau 44% dari luas RTH. Selain itu RTH publik di kawasan kampus saat ini hanya 16,77 hektar atau 16% sehingga perlu adanya peningkatan RTH Publik di Kawasan Kampus.
ANALISIS PERILAKU BERKESELAMATAN KURIR PENGIRIMAN BARANG DI KAWASAN PENDIDIKAN TINGGI TEMBALANG KOTA SEMARANG Manullang, Okto Risdianto; Cahyo Ariyanto, Andrik Fiter
Jurnal Pengembangan Kota Vol 12, No 2: Desember 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.12.2.123-134

Abstract

Fenomena perkembangan aplikasi mobilitas digital dinilai mendikte pola pergerakan khususnya pengiriman barang ke tujuan akhir lokasi konsumen atau biasa disebut last mile delivery/LMD secara fisik. Penelitian ini berfokus pada area kawasan pendidikan tinggi yang menjadi growth pole pertumbuhan aktivitas dan pergerakan serta fungsi permintaan barang untuk pemenuhan kebutuhan. Keselamatan kurir dalam LMD dengan menggunakan sepeda motor berpotensi tinggi mengalami risiko kecelakaan lalu lintas, dengan 61% kecelakaan disebabkan oleh faktor manusia terutama kelelahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku keselamatan kurir pengiriman barang di kawasan pendidikan tinggi Tembalang Kota Semarang. Metode SEM-PLS digunakan sebagai alat bantu dalam mengeksplorasi hubungan karakteristik aspasial dan spasial terhadap perilaku keselamatan berkendara kurir sepeda motor. Data penelitian ini diperoleh dengan melakukan penyebaran kuesioner kepada kurir sepeda motor yang memiliki wilayah kerja di kawasan pendidikan tinggi Tembalang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen kepribadian dan karakteristik spasial memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku keselamatan berkendara kurir sepeda motor, dengan masing-masing kontribusi sebesar 36,1% dan 26,8%. Selain itu, komponen kepribadian berperan sebagai variabel mediasi yang memperkuat pengaruh pola perjalanan dan aktivitas harian terhadap keselamatan berkendara sebesar 16,4%. Secara keseluruhan, kolaborasi antara faktor spasial dan aspasial terbukti berpengaruh terhadap perilaku keselamatan kurir sepeda motor di kawasan pendidikan tinggi Tembalang, menunjukkan pentingnya memperhatikan kedua aspek ini dalam upaya meningkatkan keselamatan kerja kurir.
RETURN AS KAMPUNG: A DEVELOPMENT THINKING PERSPECTIVE OF KAMPUNG SUSUN AKUARIUM REDEVELOPMENT Delfirman, Delfirman; Rahardjo, Muhammad Nabiel; Giovani, Febrian; Yuliar, Sonny
Jurnal Pengembangan Kota Vol 12, No 2: Desember 2024
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.12.2.148-161

Abstract

The Development of Kampung Susun Akuarium has caused many changes. The kampung community had experienced a downturn because they lost their homes, livelihoods and social environment, but they chose to rise again. This research uses a development thinking framework in analyzing the way of views or values of the community, ideas of progress, agents involved, resources, and patterns of change that occur in the kampung community. This framework makes it possible to see community change in various aspects and provides an alternative perspective on development. The qualitative method was carried out with observations and interviews with the community and local leaders, coupled with a review of related literature. As a result, we found that the values as a unified Kampung community continue to be maintained amidst the change. Then, independence and increased capability become the criteria of progress for the community that is being strived for. This is done by actors or institutions that mainly come from the grassroots, namely Koperasi and non-governmental organizations, through community empowerment efforts in improving livelihoods. The local government itself tends to be constrained by internal political dynamics, resulting in a lack of sustainability of the Development program. Finally, the revival of kampung communities is pursued primarily by the communities themselves.