cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Studi Sosial Program Pascasarjana P-IPS
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 245 Documents
PEMBINAAN SEMANGAT NASIONALISME SISWA MELALUI KEGIATAN INRAKULIKULER DAN EKSTRAKULIKULER Febra Anjar Kusuma; Darsono Darsono; Pargito Pargito
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 3, No 4 (2015): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to determine the nationalism spirit of students through intra and extra-curricular activities. This study used a qualitative approach with case study method. Methods of data collection were using interviews, observation and documentation.The results of this study indicated that: Fostering the spirit of nationalism through intra-curricular and extracurricular in SMPN1 Pagelaran, Pringsewu is to integrate the principles contained in nationalism , namely (1) the principles of togetherness, (2) the principle of unity, (3) the principles of democracy. Intracurricular activity in fostering the spirit of nationalism of the students are by using learning methods of Civics by conducting discussions, observation and debriefing and through extracurricular activities which is dominant there were scouts, OSIS and sport to build character and personality to be a good citizens as well as to love the nation and the country through the development of attitudes and manners .Penelitian ini bertujuan, untuk mengetahui pembinaan semangat nasionalisme siswa melalui kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode case study. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: Pembinaan semangat nasionalisme melalui kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler di SMPN 1 Pagelaran Kabupaten Pringsewuyaitu dengan mengintegrasikan prinsip yang terkandung dalam nasionalisme yaitu (1) prinsip kebersamaan, (2) prinsip persatuan dan kesatuan, (3) prinsip demokrasi. Kegiatan intrakulikuler dalam membina semangat nasionalisme siswa yaitu menggunakan metode pembelajaran PKn dengan melakukan kegiatan diskusi, observasi dan tanya jawab dan melalui kegiatan ekstrakurikuler yang dominan yaitu pramuka, OSIS dan olahraga untuk membina watak dan kepribadian menjadi warganegara yang baik serta mencintai bangsa dan negaranya melalui pembinaan sikap dan tatakrama.Kata kunci: kualitatif, pembinaan, semangat nasionalisme
PENINGKATAN MINAT DAN AKTIVITAS BELAJAR IPS MENGGUNAKAN MEDIA WAYANG KARDUS PADA SISWA Susiani Susiani; Pargito Pargito; M. Thoha B.S. Jaya
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This classroom action research aimed to describe the interest and learning activity and learning outcomes by using cardboard puppet as the media. Method used was classroom action research conducted in 3 cycles to increase the learning interest and learning activity. Data collection tools used were observation, photo documentation and testing, it was done as a basic for interpreting the results of the research of each cycle. Learning model by using cardboard puppet as media in learning Social Studies can increase the learning interest, learning activity and learning outcomes if learning process was conducted by using method which make students feel joyfull so that student can participate enthusiastically. Using cardboard puppet as media can improved the learning activity with focus on teacher explanation, enthusiasm in dealing with assignment, to ask questions and answer questions.Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mendeskripsikan minat dan aktivitas belajar serta hasil belajar dengan menggunakan media wayang kardus. Metode yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dengan 3 siklus untuk meningkatkan minat dan aktivitas belajar. Alat pengumpul data yang digunakan antara lain observasi, dokumentasi foto dan tes, hal tersebut dilakukan sebagai dasar untuk menafsirkan hasil penelitian di setiap siklus. Model pembelajaran dengan menggunakan media wayang kardus dalam pembelajaran IPS dapat meningkatkan minat belajar, aktivitas belajar dan hasil belajar siswa jika proses pembelajaran yang dilakukan menggunakan metode yang dapat membuat siswa merasa senang sehingga siswa dapat mengikuti pelajaran dengan penuh semangat. Menggunakan media wayang kardus dapat meningkatkan aktivitas belajar dengan perhatian terhadap penjelasan guru, antusias dalam mengerjakan tugas, mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan.Kata kunci: aktivitas belajar, media wayang kardus, minat
PENERAPAN DISCOVERY LEARNING MENGGUNAKAN REFLIKA UNTUK MENINGKATKAN BERPIKIR KRITIS DAN SIKAP NASIONALISME Adei Saputra; Sudjarwo Sudjarwo; Darsono Darsono
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to describe the implementation of learning by applying the model of discovery learning that used reflika can enhance critical thinking and nationalism. This study used classroom action research with three cycles through the stages of planning, implementation, observation and reflection. The results showed that the application of discovery learning models using reflika has provided a significant increase, from critical thinking test results in cycle 1 achieve mastery 51.35%, cycle 2 achieve mastery 70.27% and third cycle achieve mastery 91.89 %, the students' attitude towards nationalism also increased, from the observation of the first cycle achieve mastery 48.65%, cycle 2 achieve mastery 70.27%, and 3 cycles achieve mastery 89.19%, and the application of the model by using reflika discovery learning can enhance critical thinking and attitudes towards nationalism.Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pelaksanaan pembelajaran dengan menerapkan model discovery learning yang menggunakan reflika dapat meningkatkan berpikir kritis dan sikap nasionalisme. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas dengan tiga siklus melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model discovery learning dengan menggunakan reflika telah memberikan peningkatan yang berarti, dari hasil tes berpikir kritis pada siklus 1 mencapai ketuntasan 51,35%, siklus 2 mencapai ketuntasan 70,27% dan siklus 3 mencapai ketuntasan 91,89%, sikap siswa terhadap nasionalisme juga mengalami peningkatan, dari hasil observasi pada siklus 1 mencapai ketuntasan 48,65%, siklus 2 mencapai ketuntasan 70,27%, dan siklus 3 mencapai ketuntasan 89,19%, and penerapan model discovery learning dengan menggunakan reflika dapat meningkatkan berpikir kritis dan sikap terhadap nasionalisme.Kata kunci: berpikir kritis, discovery learning, reflika, sikap nasionalisme
HUBUNGAN PERSEPSI KARIR, DISIPLIN KERJA, MOTIVASI KERJA DENGAN KINERJA GURU Eka Fitri Yanti; Sudjarwo Sudjarwo; Sumadi Sumadi
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 3, No 4 (2015): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aimed to determine the correlation between career perceptions, discipline, work motivation of social science and citizenship teachers towards teachers performance. The method used in this research was analytical quantitative with correlation associative. The result of this research stated that: (1) there is a significant correlation between career perception towards teachers performance with partial correlation coefficient of 0.282%; (2) there is a significant correlation between work discipline towards teachers performance with partial correlation coefficient of 0.381%; (3) there is a significant correlation between work motivation towards teachers performance with partial correlation coefficient of 0.538%; (4) there is a significant correlation between perceptions of career, work discipline, and work motivation towards teachers performance with multiple correlation coefficient of 0.545% with a positive correlation. Thus, the better the perception of careers, work discipline, and work motivation towards teachers performance, then the better it will be.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi karir terhadap kinerja guru, motivasi kerja terhadap kinerja guru IPS dan PKn. Metode yang digunakan adalah kuantitatif menggunakan cara analitik, yaitu dengan assosiatif korelasi. Hasil penelitian menyatakan: (1) ada hubungan yang signifikan persepsi karir terhadap kinerja guru dengan koefisien korelasi parsial sebesar 0,282 %; (2) ada hubungan yang signifikan disiplin kerja terhadap kinerja guru dengan koefisien korelasi parsial sebesar 0,381 %; (3) ada hubungan yang signifikan motivasi kerja terhadap kinerja guru dengan koefisien korelasi parsial sebesar 0,538 %; (4) ada hubungan yang signifikan persepsi karir, disiplin kerja, dan motivasi kerja terhadap kinerja guru dengan koefisien korelasi ganda sebesar 0,545 % pada pengaruhpositif. Dengan demikian semakin baik persepsi karir, disiplin kerja, dan motivasi kerja maka akan semakin baik pula kinerja guru.Kata kunci: disiplin kerja, kinerja guru, motivasi kerja, persepsi karir
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MONOPOLI UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR GEOGRAFI SISWA Maya Siskawati; Pargito Pargito; Pujiati Pujiati
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to produce an output in term of monopoly media and to know how far is the effectiveness of monopoly media to increase students interest in learning Geography. The research method used is Research and Development (RD) which is using ASSURE development design The results of research and development experts validation show after the revised is done on display media aspect in terms of the attractiveness of the image and color clarity of the product it is stated eligible to be used as a medium of learning geography. The test results interest in learning geography experimental class using the media monopoly is higher than the control class that uses a conventional method. Coefficient value t arithmetic amounted to 20.878 and t table of 1.675. So learning by using media monopoly Geography is effective to improve student interest in learning Geography.Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa media monopoli dan mengetahui sejauh mana efektivitas media monopoli untuk meningkatkan minat siswa belajar Geografi. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (RD) yang menggunakan desain pengembangan ASSURE Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan bahwa: 1) validasi ahli menyatakan produk menarik dan layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran Geografi, 2) hasil uji kelompok kecil, besar dan lapangan menunjukkan hasil tes minat belajar Geografi kelas eksperimen yang menggunakan media monopoli lebih tinggi dari pada kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional. Nilai koefisien t hitung sebesar 20,878 dan t tabel sebesar 1,675. Sehingga pembelajaran dengan menggunakan media monopoli efektif untuk meningkatkan minat belajar Geografi siswa.Kata kunci: media monopoli, minat belajar geografi, pengembangan
PERBEDAAN PEMAHAMAN KONSEP AKUNTANSI MODEL STAD DAN KONVENSIONAL DITINJAU DARI KREATIVITAS BELAJAR Nurjannah Nurjannah; Sudjarwo Sudjarwo; R. Gunawan Sudarmanto
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The goals of this studies were the differences between understanding of accounting concept and STAD cooperative and conventional learning methodology, the differences between understanding of accounting concept and high, middle, and low learning creativities, the interaction between learning and between learning activities (hight, midht, and low) toward understanding of accounting concept, and the differences effectiveness between learning methodology. This study was a comparative study with experiment approach using 2x3 factorial designs. From the result of the analysis, concluded that students` concept understanding using STAD cooperative learning model is more better, there is an interaction between learning and learning creativity (high,midht, low) toward students` accounting concept understanding, variance analysis factorial design shows 98,7% variance on variable of ` accounting concept understanding is caused by variation or difference of variable score of learning model/method and group learning creativity, and 1,3% cannot be identified by the model, and STAD cooperative learning is more effective than conventional learning.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemahaman konsep akuntansi antara pembelajaran kooperatif STAD dan pembelajaran konvensional, perbedaan pemahaman konsep akuntansi antara kreativitas belajar tinggi, sedang dan rendah, interaksi antarpembelajaran dan antarkreativitas belajar terhadap pemahaman konsep akuntansi, dan perbedaan efektifitas antara model pembelajaran. Merupakan penelitian komparatif dengan pendekatan eksperimen dan menggunakan desain faktorial 2x3. Hasil analisis disimpulkan pemahaman konsep akuntansi siswa dengan perlakuan model pembelajaran kooperatif STAD lebih baik, ada interaksi antar pembelajaran dan antar kreativitas belajar (tinggi, sedang, rendah) terhadap pemahaman konsep akuntansi siswa, hasil analisis varian desain faktorial bahwa sebesar 98,7% varian pada variabel pemahaman konsep akuntansi disebabkan oleh variasi/perbedaan pada nilai variabel model/metode pembelajaran dan kreativitas belajar secara gabungan (bersama-sama), selebihnya sebesar1,3% tidak diketahui sebabnya, dan pembelajaran kooperatif STAD lebih efektif dari pembelajaran konvensional.Kata kunci:kreativitas belajar, model pembelajaran kooperatif, pembelajaran konvensional, pemahaman konsep akuntansi, stad
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Pkn Melalui Model Pembelajaran Jigsaw Millizal Millizal
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to find out if the use of kind of classroom cooperative attitude type jigsaw even could jazz up the activity and of study result of the student of class XII IPS-1 public senior high schools 11 Bandar Lampung. Research the act of this class to be implemented within a notebook detailing the development 2 and on a notebook detailing the development consisting of 2 meetings. A subject of study was students graduate XII IPS-1 public senior high schools 11 Bandar Lampung as many as 34 students. The technique of the collection of data by the use of sheets of observation, the technique of a test and documentation of. Of the data analysis uses the technique descriptive of qualitative. The results of the study paper work showing that the activity of of students to study every cyrcle the increase.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas XII IPS-1 SMA Negeri 11 Bandar Lampung. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus dan pada masing-masing siklus terdiri dari 2 kali pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa XII IPS-1 SMA Negeri 11 Bandar Lampung sebanyak 34 siswa. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi, teknik tes dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa aktivitas belajar siswa setiap siklusnya meningkat.Kata kunci: hasil belajar, jigsaw, pelajaran PKn
PENGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRI SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN KONSEP DIRI DAN BERFIKIR KRITIS Suri, Ima; Darsono, Darsono; Trisnaningsih, Trisnaningsih
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to see 1). Increasing students' critical thinking ability in the teaching of history by using Social Enquiry Learning Model. 2). Improved self-concept of students by using Social Enquiry Learning Model in History subect at SMAN 2 Menggala. The method that used in this research is class action research. The object of this study is the Social Enquiry Learning Model to increase the ability of critical thinking and self-concept of students. Data collection tools used were tests and observation. This study shows 1) The significant increase in the students' critical thinking ability by using a Social Enquiry Learning Model based on the results of tests conducted at the end of each cycle I, II and III. 2.) The significant increase in the students' self-concept is based on the observation during the implementation process of learning by using Learning Social Enquiry Learning Model good in cycle I, II and III.Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat 1). Pelaksanaan tahapan Model Pembelajaran Inquiri Sosial pada mata pelajaran sejarah 2). Peningkatan konsep diri dan berfikir kritis siswa dengan menggunakan model pembelajaran Inquiri Sosial. Tahapan pembelajaran Inquiri Sosial terdiri atas tahap orientasi, merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan informasi, menguji hipotesis dan membuat kesimpulan. Peningkatan konsep diri dan berfikir kritis siswa akan dilihat dari siklus kesiklus melalui tahapan Penelitian Tindakan Kelas. Setiap siklus terdiri atas 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Objek penelitian ini adalah Model Pembelajaran Inquiri Sosial terhadap peningkatan kemampuan berfikir kritis dan konsep diri siswa. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan tes. Penelitian ini menunjukan 1) Model Pembelajaran Inquiri Sosial dapat diterapkan pada mata pelajaran sejarah 2) Penggunaan Model pembelajaran Inquiri Sosial dapat meningkatkan konsep diri dan berfikir kritis siswa.Peningkatan konsep diri siswa diamati berdasarkan hasil observasi selama proses pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan Model Pembelajaran Inquiri sosial baik pada siklus I, II dan III, sedangkan peningkatan berfikir kritis siswa diketahui dari hasil tes pada setiap akhir siklus.Kata Kunci : Penelitian Tindakan Kelas, Model Pembelajaran Inquiri Sosial, kemampuan berfikir kritis dan konsep diri siswa
Meningkatkan Keterampilan Sosial Siswa Dengan Menggunakan Model Simulasi Elni Usman; Sumadi Sumadi; Edy Purnomo
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of this research was to find out the effectiveness of simulation model in improving students social skill and social skill indicators which were easy and difficult to gain. This was a class action research. This research procedures were stages of planning, action, execution, observation, and reflection to make decisions for further development. Research subjects were 32 classroom VIII D students in Public Senior High School 1 in Tumijajar. The results showed that (1) the use of simulation model in social science learning could improve students social skill, and (2) easy and difficult to gain indicator scales for social skill. All social indicators for social skill had improved and gained predetermined indicators up to cycle III, so that this research was terminated in cycle III. Only one students social skill indicator which was difficult to gain it was ability to follow the instructions. penelitian ini untuk mengetahui efektifitas model simulasi dalam meningkatkan keterampilan sosial siswa dan indikator keterampilan sosial yang mudah dicapai dan yang sulit dicapai. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Prosedur yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan tahapan perencanaan, tindakan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi untuk pengambilan keputusan guna pengembangan lebih lanjut. Subjek pernelitian ini adalah siswa kelas VIII D yang berjumlah 32 orang. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa (1) penggunaan model simulasi dalam pembelajaran IPS dapat meningkatkan keterampilan sosial siswa, dan (2) skala indikator keterampilan sosial mana yang mudah dicapai dan mana yang sulit dicapai. Seluruh indikator keterampilan sosial sudah mengalami kenaikan dan sudah mencapai indikator yang ditentukan sampai dengan siklus III. Sehingga penelitian dihentikan sampai pada siklus III. Hanya ada satu indikator keterampilan social siswa yang sulit capai yaitu kemampuan mengikuti petunjuk.Kata kunci: keterampilan sosial, PTK, simulasi
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR EKONOMI MENGGUNAKAN MODEL GABUNGAN DENGAN MEMPERHATIKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS Maya Susanti; Sudjarwo Sudjarwo; Erlina Rupaidah
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research samples were taken by using cluster random sampling. Data were collected through test. Hypothesis was tested by using two paths variance analysis and independent two samples t-test. The results showed that: 1) there were learning result differences between students using mixed learning models of problem based learning mind mapping and problem based learning think pair share; 2) the average learning result of students with high critical thinking abilities who used mixed learning model of problem based learning mind mapping was higher compared to those students used problem based learning think pair share mixed learning models; 3) those students who used problem based learning mind mapping mixed learning models; 4) there were interactions between learning models and critical thinking ability to students learning results.Populasi penelitian ditentukan dengan clusterrandom sampling. Pengumpulan data melalui tes. Pengujian hipotesis menggunakan rumus analisis varian dua jalan dan t-test dua sampel independen. Hasil analisis data menunjukkan 1) ada perbedaan kemampuan hasil belajar antara siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran gabungan Problem Based Learning dan Mind Mapping, Problem Based Learning dan Think Pair Share, 2) rata-rata hasil belajar pada siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis tinggi yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran gabungan Problem Based Learning dan Mind Mapping lebih tinggi dibandingkan yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran gabungan Problem Based Learning dan Think Pair Share, 3) rata-rata hasil belajar pada siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis rendah lebih tinggi dibandingkan yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran gabungan Problem Based Learning dan Mind Mapping, 4) ada interaksi antara model pembelajaran dengan kemampuan berpikir kritis terhadap hasil belajar siswa. Kata kunci : Hasil belajar, problem based learning, mind mapping, think pair share, berpikir kritis