cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Studi Sosial Program Pascasarjana P-IPS
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 245 Documents
Perbandingan Kemampuan Pemahaman Konsep Menggunakan TGT dan Problem Posing Memperhatikan Motivasi Belajar mey zulfia herman; Sudjarwo Sudjarwo; Darsono Darsono
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of this research was to find out the differences of students concept understanding between using TGT Learning and Problem Posing by paying attention to motivation. This was a comparative research with experiment approach. Population was 127 students in MTs. Al-Falah Muncak. Samples were determined by using cluster random sampling technique. Data were collected by using observation and test. Hypothesis was tested by using two path variance analysis and two independent samples t-test. The results showed that: (1) there were differences in the studentsconcept understanding between using TGT and PP; (2) there were differences in concept understanding between using TGT and PP in those students with high learning motivations; (3) there were differences in concept understanding between using TGT and PP in those students with low motivations; and (4) there was an interaction between the learning models and motivations in concept understanding.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pemahaman konsep siswa menggunakan model pembelajaran TGT dan Problem Posing dengan memperhatikan motivasi belajar. Metode yang digunakan adalah metode komparatif dengan pendekatan eksperimen. Populasi penelitian dilakukan di MTs Al-Falah Muncak sebanyak 127 siswa, jumlah sampel 60 siswa yang terdiri dari 26 laki-laki dan 34 perempuan. Sampel ini ditentukan dengan menggunakan Cluster Random Sampling. Pengumpulan data melalui observasi dan tes. Pengujian hipotesis menggunakan rumus analisis varian dua jalur dan t-test dua sampel independen. Hasil analisis data menunjukkan: (1) Ada perbedaan pemahaman konsep materi IPS siswa dengan menggunakan model pembelajaran Teams Games Tournament dengan model Problem Posing. (2) Ada perbedaan pemahaman konsep materi IPS siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi. (3) Ada perbedaan pemahaman konsep materi IPS siswa yang memiliki motivasi belajar rendah. (4) Ada interaksi antara model pembelajaran dengan motivasi belajar terhadap pemahaman konsep materi IPS. Kata kunci : Pemahaman konsep, TGT, problem posing, motivasi
PENANAMAN NILAI DAN NORMA DALAM PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN SISWA DI SMA MUHAMMADIYAH 2 Acepudin Acepudin; Sudjarwo Sudjarwo; Darsono Darsono
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research aims: 1) describes the cultivation of values and norms in the formation of personality, 2) know the benefits obtained by the students, 3) knowing planting resistor values and norms. The research method uses a qualitative approach and take samples of the type fenomenalogi 7 four teachers and three students, The results showed that: 1) cultivation of values and norms through the example of all the schools and integrated into all subjects, 2) benefits students is the formation of a positive character personality, 3) planting resistor values and norms: a) For teachers are: teacher sometimes prioritizing the completion of planting material without the aspect of character values, and a lack of understanding of teachers regarding the planting of character values, there is still a difficult student directed and controlled social. b). For students: the students' characteristics, family background and the response of the students understand the school rules.Penelitian bertujuan: 1) mendeskripsikan penanaman nilai dan norma dalam pembentukan kepribadian, 2) mengetahui manfaat yang diperoleh siswa, 3). mengetahui penghambat penanaman nilai dan norma. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis fenomenologi dan mengambil sampel 7 orang 4 guru dan 3 siswa, Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) penanaman nilai dan norma melalui teladan dari semua pihak sekolah dan terintegrasi ke semua mata pelajaran, 2) manfaat yang diperoleh siswa adalah terbentuknya keperibadian yang berkarakter positif, 3) penghambat penanaman nilai dan norma: a) Bagi guru adalah: guru terkadang memprioritaskan penyelesaian materi tanpa memperhatikan aspek penanaman nilai-nilai karakter, dan kurangnya pemahaman guru mengenai penanaman nilai-nilai karakter, masih ada siswa yang sulit diarahkan dan dikontrol pergaulannya. b) Bagi siswa: karakteristik siswa, latar belakang keluarga dan respon siswa memahami tata tertib sekolah.Kata kunci : Nilai, norma dan pendidikan karakter
Pengembangan LKPD E-Learning Schoology Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Sejarah Gita Ade Pradana; Darsono Darsono; Erlina Rufaidah
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The learning process has been less effective because the media used is still conventional Student Work Sheet. So the students don’t interest in learning, passively listening, writing and it’s impact on learning outcomes. This study aims to develop LKPD through History Schoology to improving the ability of critical thinking and learning outcomes to be effective. The methodology of this study follows the Borg and Gall development model. Data analysis shows that E-learning through Schoology media enhances critical thinking skills and learning outcomes in history learning. One of the main stages is the development stage, namely media creation and review of media, material and language. The objective is to suggestion for LKPD perfection that is developed so that the result of research found that E-learning through Schoology media can improve the ability of critical thinking and learning result in learning history.Proses pembelajaran selama ini kurang efektif karena media yang digunakan masih bersifat konvensional yakni Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Sehingga siswa kurang tertarik belajar, pasif mendengarkan, mencatat dan berdampak terhadap hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKPD melalui media Schoology pembelajaran Sejarah dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar menjadi efektif. Metodologi penelitian ini mengikuti model pengembangan Borg dan Gall. Analisis data menunjukkan bahwa E-learning melalui media Schoology meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar dalam pembelajaran Sejarah. Salah satu tahap yang utama adalah tahap development, yaitu pembuatan media serta review ahli media, materi dan bahasa. Tujuannya untuk kesempurnaan LKPD yang dikembangkan sehingga hasil penelitian didapatkan bahwa E-learning melalui media Schoology dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar dalam pembelajaran Sejarah. Kata Kunci : Schoology, Hasil Belajar Sejarah, Kemampuan Berpikir Kritis
Implementasi Model Pembelajaran Berbasis Masalah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Dan Kemampuan Memecahkan Masalah Mala Rusdawati; Darsono Darsono; Pujiati Pujiati
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 5, No 4 (2017): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This aims to determine the improvement of cognitive learning outcomes and problem-solving skills. Learning model used is problem based learning.This study is a classroom action research consisting of three cycles.The subject of this research is the students of class VIII in Gunadharma Junior High School Bandar Lampung, which amounts to 25 people. Data collection techniques used include observation, interviews and tests. The results showed an increase per cycle. In the first cycle cognitive learning results increased by 64%, and in the second cycle increased by 72%. Next on the third cycle reached 84%. The increase also occurred in problem solving ability seen in the first cycle of 60%, on the second cycle of 68%. Furthermore, in the third cycle of 80% means that in cycle III both the ability to solve problems and cognitive learning outcomes of students has achieved an indicator of achievement that is ? 75% of the number of students of class VIII.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar kognitif dan kemampuan memecahkan masalah. Model pembelajaran yang digunakan adalah pembelajaran berbasis masalah. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari tiga siklus. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII di SMP Gunadharma Bandar Lampung yang berjumlah 25 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara dan tes. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan per siklusnya. Pada siklus I hasil belajar kognitif mengalami peningkatan sebesar 64%, dan pada siklus II meningkat sebesar 72%. Selanjutnya pada siklus III mencapai 84%. Peningkatan juga terjadi pada kemampuan memecahkan masalah terlihat pada siklus I sebesar 60%, pada siklus II sebesar 68%. Selanjutnya pada siklus III sebesar 80% artinya pada siklus III baik kemampuan memecahkan masalah dan hasil belajar kognitif siswa telah mencapai indikator ketercapaian yaitu ? 75% dari jumlah siswa kelas VIII.Kata kunci: model pembelajaran, hasil belajar kognitif.
PENGGUNAAN MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN POLA SPASIAL GEOGRAFI Yulia Prasetiyowati; Trisnaningsih Trisnaningsih; Pujiati Pujiati
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to improve the understanding of the spatial patterns of Geography students in the learning process by using a model of Discovery Learning. The research is the research action class. This research activity was carried out as many as three cycles, each cycle consisting of the planning stages, action, observation, and reflection, which aims to improve the quality of learning. The subject of the research are all students in class XII IPS1 YASMIDA Ambarawa high school year lessons 2015-2016 as much as 19 students. Data collection tool using the pattern of spatial understanding observation sheet Geography and test the results of the study in the form of multiple choice question. Data from the results of observation and formative tests in each cycle is fundamental or material improvements in the next cycle. The results showed that: there is a growing understanding of the spatial patterns of Geography students seen from increasing student learning outcomes at each cycle after use of Discovery Learning in learning Geography.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pola spasial Geografi siswa dalam proses pembelajaran dengan menggunakan model Discovery Learning. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan sebanyak tiga siklus, tiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi, yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran. Subjek penelitian adalah seluruh siswa di kelas XII IPS1 SMA YASMIDA Ambarawa Tahun Pelajaran 2015-2016 sebanyak 19 siswa. Alat pengumpulan data menggunakan lembar pengamatan pemahaman pola spasial Geografi dan tes hasil belajar yang berupa soal pilihan ganda. Data dari hasil observasi dan tes formatif di setiap siklus menjadi dasar atau bahan perbaikan pada siklus berikutnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: terdapat peningkatan pemahaman pola spasial Geografi siswa yang terlihat dari meningkatnya hasil belajar siswa disetiap siklus setelah penggunaan model Discovery Learning pada pembelajaran Geografi.Kata Kunci: Pemahaman Pola Spasial Geografi, Hasil Belajar, Discovery Learning .
Pengembangan Modul Prakarya dan Kewirausahaan Berorientasi Pembelajaran Kontekstual Untuk Siswa SMA Darmiyati Darmiyati; Sudjarwo Sudjarwo; Pujiati Pujiati
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research to produce an interesting and suitable handicraft and entrepreneurship module. This research is following a model research and development according to Borg and Gall. This research consists six phases. The first step is analize preliminary observations and analysis curriculum. The second step is development model consisting of the development of blue print, flowchart, story board, lesson plans, and media supporters. The third step is test expert consist who of material, linguistic, and the design. The fourth step is product revision. The fifth step, test limited and the preparation of reports. The last step is main test for module. The results of the research showed that; (1) produce development the handicraft and entrepreneurship module based on oriented learning contextual and (2) The module is effective to accelerate learning achievements students of grade XII social class at SMAN 2 Kalianda South of Lampung.Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan modul pembelajaran prakarya dan kewirausahaan untuk siswa kelas XII SMA yang menarik dan layak digunakan dalam pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan mengikuti model Borg dan Gall. Penelitian ini terdiri dari enam tahap. Tahap pertama analisis kebutuhan yang terdiri dari observasi awal dan analisis kurikulum. Tahap kedua pengembangan model terdiri dari pengembangan blue print, flowchart, story board, RPP, dan media pendukung. Tahap ketiga uji ahli terdiri dari ahli materi, ahli bahasa dan ahli desain. Tahap keempat revisi produk. Tahap kelima uji terbatas dan penyusunan laporan. Tahap keenam uji utama. Hasil penelitian menunjukan bahwa; (1) menghasilkan produk pengembangan berupa modul prakarya dan kewirausahaan berorientasi pembelajaran kontekstual dan (2) modul prakarya dan kewirausahaan berorientasi pembelajaran kontekstual yang dikembangkan efektif untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas XII IPS di SMAN 2 Kalianda Lampung Selatan.Kata kunci: pengembangan, modul berorientasi pembelajaran kontekstual.
EFEKTIVITAS VCT DAN CS DALAM MENUMBUHKEMBANGKAN SIKAP TERHADAP WIRAUSAHA Ani Marlena; Sudjarwo Sudjarwo; Edy Edy
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was aimed at determining the effectiveness of VCT and CS in developing students attitudeon entrepreneurship which concerned onstudents adversity question. The method used was a quasi-experiment. Hypothesis was tested by using two paths variance analysis and independent two samples t-test. The results showed that (1) There was a difference on the students attitude on entrepreneurship between those who taught by VCT learning model and those who taught by CS learning model. (2) There was an effect of interaction between learning model and adversity question towards entrepreneurship. (3) The students taught by VCT learning model had more positive attitude towards entrepreneurship than those taught by CS learning model for the students who had high adversity question. (4) The students taught by CS learning model had more positive attitude towards entrepreneurship than those taught by VCT learning model for the students who had low adversity qustion.Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas VCT dan CS dalam menumbuhkembangkan sikap terhadap wirausaha siswa dengan memperhatikan kecerdasan adversitas.Metode yang digunakan adalah eksperimen semu.Pengujian hipotesis menggunakan rumus analisis varian dua jalan dan t-test dua sampel independen. Hasil analisis menunjukkan (1) Terdapat perbedaan sikap siswa terhadap wirausaha antara siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran VCT dengan siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran CS. (2) Ada pengaruh interaksi antara model pembelajaran dengan kecerdasan adversitas terhadap wirausaha. (3) Sikap terhadap wirausaha yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran VCT lebih positif dibandingkan dengan siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran CS pada siswa yang memiliki kecerdasan adversitas tinggi. (4) Sikap terhadap wirausaha yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran CS lebih positif dibandingkan dengan siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran VCT pada siswa yang memiliki kecerdasan adversitas rendah.Kata kunci : CS, Kecerdasan Adversitas, sikap terhadap wirausaha dan VCT
Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Make A Match Nurfarida Nurfarida
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This report aims to improve activity and PKn material study results of the democracy activity in indonesia through learning model make a match graders XI IPS-1 high school pioneer 1 Lampung 1 a half years 2016 / 2017. The research is research class action. Every cycle consisting of four phases, including planning, the action, observation, and reflection. The subject of this study is a student xi ips-1 high school pioneer 1 Lampung, which consisted of 27 students, consisting of 16 men and 11 women. Data collection in this research using observation, tests and documentation. Technique analysis the data used was descriptive qualitative and descriptive quantitative with the. Based on the research done and discussion obtained the increase in activity of students and study results.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar PKn materi Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia melalui Model Pembelajaran Make A Match Siswa Kelas XI IPS-1 SMA Perintis 1 Bandar Lampung Semester 1 Tahun Pelajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research-CAR). Setiap siklus terdiri dari dari empat tahap kegiatan, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah Siswa Kelas XI IPS-1 SMA Perintis 1 Bandar Lampung, yang berjumlah 27 siswa, yang terdiri dari 16 laki-laki dan 11 perempuan. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, tes dan dokumentasi. Teknik Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif dengan persentase. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diperoleh peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa. Kata kunci: aktivitas, hasil belajar, make a match
Pengembangan Model Pembelajaran Clam Shell Learning pada Mata Pelajaran Geografi Hanifah Hanifah; Pargito Pargito; Sumadi Sumadi
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The present research which was conducted in SMA Negeri 14 Bandar Lampung aimed to create the effective learning model that is able to increase the students activities, motivation, and achievement seen from the attainment of KKM. The research of this learning model consisted of five stages, namely the need analysis, the model development, professional experiments, and the limited test and composing the report. The results of this present study were ; (1) the product of CSL learning model was successfully developed and it was able to be implemented in learning Geography toward students on grade X in SMA Negeri 14 Bandar Lampung, (2) the use of CSL learning model could increase the interest, motivation, and learning effectiveness of the students, and also could increase students achievement or in other words it could be able to enhance the amount of students who passed the KKM.Penelitian yang dilaksanakan di SMA Negeri 14 Bandar Lampung ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran efektif yang mampu meningkatkan aktivitas, motivasi dan hasil belajar siswa ditinjau dari pencapaian KKM. Penelitian pengembangan ini terdiri dari lima tahapan Tahap pertama adalah analisis kebutuhan yang terdiri dari observasi awal dan analisis kurikulum. Tahap kedua pengembangan model yang terdiri dari pengembangan blue print, flowchart, story board, RPP, dan bahan ajar pendukung. Tahap ketiga uji ahli yang terdiri dari ahli materi geografi dan ahli desain model pembelajaran. Tahap keempat revisi produk. Tahap kelima uji terbatas dan penyusunan laporan. Hasil dari penelitian ini antara lain; (1) model pembelajaran clam shell Learning (CSL) berhasil dikembangkan dan diterapkan dalam pembelajaran geografi kelas X SMA Negeri 14 Bandar Lampung, dan (2) model pembelajaran CSL efektif dalam meningkatkan motivasi belajar dan efktivitas pembelajaran, serta mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam mencapai KKM.Kata kunci : clam shell learning, model pembelajaran.
Berfikir Kritis Menggunakan PBM, Scaffolding Dan Jenis Penugasan Drajat Kuncoro; Pargito Pargito; Edy Purnomo
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was based on the low ability of critical thinking of students in IPS learning in class VIII in MTsN 1 Lampung Selatan. This research aimed to know the students' critical thinking ability using problem based learning method compared with scaffolding and project assignment type and portfolio. The research method used quasi experiment. Technique of collecting data through test. The data analysis technique used two way variance analysis and t test. The results showed that there was a difference in critical thinking skills between students who were given project assignment and portfolio. There was an interaction between problem-based learning methods with scaffolding and project assignments and portfolios of critical thinking. Critical thinking skills of assigned project students were higher than portfolio assignments. The students' critical thinking skills were higher when using problem-based learning methods with project assignments, and higher when using scaffolding with portfolio assignments.Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya kemampuan berfikir kritis siswa dalam pembelajaran IPS pada kelas VIII di MTsN 1 Lampung Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berfikir kritis siswa menggunakan metode pembelajaran berdasarkan masalah dibandingkan dengan scaffolding dan jenis penugasan proyek dan portofolio. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu. analisis data menggunakan analisis varian 2 arah dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan kemampuan berfikir kritis siswa yang diajarkan menggunakan metode pembelajaran berdasarkan masalah dengan scaffolding, ada perbedaan kemampuan berfikir kritis siswa yang diberi penugasan proyek dan portofolio. Terdapat interaksi antara metode PBM dengan scaffolding serta proyek dan portofolio terhadap berfikir kritis. Berfikir kritis siswa dengan penugasan proyek lebih tinggi daripada portofolio. Berfikir kritis siswa lebih tinggi menggunakan metode PBM dengan penugasan proyek, dan lebih tinggi menggunakan scaffolding dengan penugasan portofolio.Kata kunci : berfikir krtis, pembelajaran berdasarkan masalah, scaffolding, penugasan.