cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Studi Sosial Program Pascasarjana P-IPS
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 245 Documents
Perbandingan Keterampilan Sosial Menggunakan Model TT dan JIGSAW II Memperhatikan Kecerdasan Emosional Ragil Dwi Setyo Putri; Darsono Darsono; Pujiati Pujiati
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research was to find out the effectiveness of social skill of students using TT and Jigsaw II learning model by emotional quotient. The method used was quasi experiments. Population in this research is all student of class VIII SMP Dwi Pangga Bandar Lampung in 2016/2017 Academic Year and the sample 69 students with determined by random cluster sampling technique. Data collection techniques using social skill observation and emotional quotient questionnaires. The result of the research showed that there are differences of students' social skills between TT learning model and Jigsaw II model on Integrated Social Studies subjects, social skills learning using TT learning model is better than using Jigsaw II learning model for students who have high emotional quotient In Integrated Social Studies subjects, social skills learning using Jigsaw II learning model is better than those using TT learning model for students who have low emotional quotient on Integrated Social Studies subjects, there is interaction between the use of learning model with emotional quotient on the subjects of social studies Integrated.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas keterampilan sosial siswa yang menggunakan model pembelajaran TT dan Jigsaw II dengan memperhatikan kecerdasan emosional. Metode yang digunakan adalah eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Dwi Pangga Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2016/2017 dan sampel 69 siswa yang ditentukan dengan teknik cluster random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi keterampilan sosial dan angket kecerdasan emosinal. Pengujian hipotesis menggunakan anava dan t-test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan keterampilan sosial siswa antara model pembelajaran TT dan model Jigsaw II pada mata pelajaran IPS Terpadu, keterampilan sosial yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran TT lebih baik dibandingkan dengan menggunakan model pembelajaran Jigsaw II bagi siswa yang memiliki kecerdasan emosional tinggi pada mata pelajaran IPS Terpadu, keterampilan sosial yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran Jigsaw II lebih baik dibandingkan dengan yang menggunakan model pembelajaran TT bagi siswa yang memiliki Kecerdasan emosional rendah pada mata pelajaran IPS Terpadu, terdapat interaksi antara penggunaan model pembelajaran dengan kecerdasan emosional pada mata pelajaran IPS Terpadu.Kata kunci : keterampilan sosial, model TT, model jigsaw II, kecerdasan emosional.
PENINGKATAN KETERAMPILAN DASAR MEMBACA PETA MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING Arief Budiman
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aimed to improve the basic skills of reading map by using problem based learning model. It is a classroom action reserach. The research activities were conducted into three cycles, each cycle consisted of planning, action, observation, and reflection, which aimed to improve the quality of learning. The subjects of this research were all of the students in the grade XII IPS 1 at MAN 1 Tanggamus in the academic year 2015/2016 with 32 students. The data collection instruments used are observation basic skill sheets of reading map. The data from the observation of each cycle become the basis or material improvement for the next cycle. In the first cycle the students who are good at reading map only 38%, in the second cycle the increase up to 59%, and in the third cycle they reached 84%. The results showed that using problem based learning model in teaching Geography has improvemed the basic skills of reading map.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dasar membaca peta dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan sebanyak tiga siklus, tiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi, yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran. Subjek penelitian adalah seluruh siswa di kelas XII IPS 1 MAN 1 Tanggamus Tahun Pelajaran 2015/2016 sebanyak 32 siswa. Alat pengumpulan data menggunakan lembar pengamatan keterampilan dasar membaca peta. Data dari hasil observasi disetiap siklus menjadi dasar atau bahan perbaikan pada siklus berikutnya. Pada siklus pertama siswa yang terampil membaca peta hanya 38%, pada siklus kedua meningkat menjadi 59%, dan pada siklus ketiga mencapai 84%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan keterampilan dasar membaca peta setelah menggunakan model pembelajaran problem based learning dalam pembelajaran Geografi.Kata kunci: keterampilan dasar membaca peta, model pembelajaran problem based learning
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Flash untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Febby Rullya Rasyid; Sudjarwo Sudjarwo; Trisnaningsih Trisnaningsih
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research was to know the effectiveness of Flash-based learning media in improving students' interest in learning. The method used in this research was Research and Development, with the development step of Borg and Gall and ASSURE model. The results of the assessment of material experts, learning media, language and student users, it could be said that Flash-based learning media development results were good and appropriate. So that Flash-based learning media product development is feasible to be used in learning Sociology in SMA Negeri 4 Bandar Lampung. Flash-based learning media effectively used in learning subjects Sociology in SMA Negeri 4 Bandar Lampung. Effectiveness Flash-based learning media is known based on increased interest in learning. This can be seen on average student's learning interest using Flash-based learning media compared with students who do not use Flash-based learning media.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas media pembelajaran berbasis Flash dalam meningkatkan minat belajar siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development, dengan langkah pengembangan Borg and Gall dan menggunakan model ASSURE. Hasil penilaian ahli materi, media pembelajaran, bahasa dan siswa pengguna, dapat dikatakan bahwa Media pembelajaran berbasis Flash hasil pengembangan baik dan sesuai. Sehingga produk Media pembelajaran berbasis Flash hasil pengembangan layak digunakan dalam pembelajaran Sosiologi di SMA Negeri 4 Bandar Lampung. Media pembelajaran berbasis Flash efektif digunakan pada pembelajaran mata pelajaran Sosiologi di SMA Negeri 4 Bandar Lampung. Efektivitas Media pembelajaran berbasis Flash diketahui berdasarkan peningkatan minat belajar. Hal ini dapat dilihat rata-rata minat belajar siswa yang menggunakan Media pembelajaran berbasis Flash dibandingkan dengan siswa yang tidak menggunakan media pembelajaran berbasis Flash.Kata kunci : pengembangan, minat belajar, flash
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR EKONOMI MENGGUNAKAN MODEL JIGSAWII DAN GI DENGAN MEMPERHATIKAN PENUGASAN Nourma Siti Aisyah; Edy Purnomo; Pujiati Pujiati
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of research to determine differences in economic learning outcomes of students using model Jigsaw II and GI with due regard to the assignment of projects and portfolio. The method used comparative experimental approach to study population of 102 students with a sample of 67 students was determined by random cluster sampling. Data collection techniques through tests. Data were analyzed using two-way ANOVA and t test. The results showed no difference in outcomes studied economics student using learning model Jigsaw II with GI, there are differences in learning outcomes of economics students were given the assignment of the project portfolio, there are differences in the interaction of the learning model with type of assignment to the learning outcomes, learning outcomes economics student using Jigsaw II higher than GI on students who were given the assignment of the project.Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan hasil belajar ekonomi siswa yang menggunakan model pembelajaran Jigsaw II dan GI dengan memperhatikan penugasan proyek dan portofolio. Metode yang digunakan komparatif dengan pendekatan eksperimen Populasi penelitian sebanyak 102 siswa dengan jumlah sampel 67 siswa yang ditentukan dengan cluster random sampling. Teknik pengumpulan data melalui tes. Teknik analisis data menggunakan anova dua jalan dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan hasil belajar ekonomi siswa yang menggunakan model pembelajaran Jigsaw II dengan GI, ada perbedaan hasil belajar ekonomi siswa yang diberi penugasan proyek dengan portofolio, ada perbedaan interaksi model pembelajaran dengan jenis penugasan terhadap hasil belajar, hasil belajar ekonomi siswa yang menggunakan model pembelajaran Jigsaw II lebih tinggi dibandingkan GI pada siswa yang diberi penugasan proyek, hasil belajar ekonomi siswa menggunakan pembelajaran Jigsaw II lebih rendah dibandingkan GI pada siswa yang diberi penugasan portofolio.Kata kunci : Hasil belajar analisis, model Jigsaw II dan GI.
Pembelajaran Think Pair Share Untuk Meningkatkan Social Skill Siswa Mata Pelajaran Kewirausahaan Adhi Gunawan; Pargito Pargito; Edy Purnomo
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 5, No 4 (2017): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to (1) describes the aplication of enterpreneurship learning model of Think Pair Share in high school students, (2) determine the aplication of of enterpreneurship learning model of Think Pair Share to improve social skill of high school students. This is a Class Action Research which applying Think Pair Share (TPS) model that involved 26 students in grade X-science as sample. The data collection retrieved by observation and documentation using descriptive data analyze technique for three cycles. The results are: First, the aplication of enterpreneurship learning model of Think Pair Share in high school students proceed properly in each fase of TPS. Second, the aplication of enterpreneurship learning model of TPS increase the social skills, they are (1) basic interaction, (2) comunication skills, (3) team building, and (4) conflict resulution.Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan penerapan pembelajaran kewirausahaan model Think Pair Share pada siswa Sekolah Menengah Atas, (2) mengetahui penerapan pembelajaran kewirausahaan model Think Pair Share dalam meningkatkan social skill pada siswa sekolah menengah atas. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindak Kelas (PTK) yang menerapkan model Think Pair Share (TPS) dengan sampel 26 orang siswa kelas X MIPA. Pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi dengan teknik analisis data deskriptif selama tiga siklus. Hasil penelitian, Pertama, penerapan pembelajaran kewirausahaan model Think Pair Share pada siswa sekolah menengah atas berjalan dengan sangat baik melalui setiap tahapan dalam model TPS. Kedua, penerapan pembelajaran model Think Pair Share dapat meningkatkan keterampilan sosial siswa yaitu (1) berinteraksi, (2) berkomunikasi, (3) membangun tim/kelompok, (4) menyelesaikan masalah.Kata kunci : Pembelajaran kewirausahaan, Think Pair Share, social skill
PERBANDINGAN MODEL PBL DAN CPS MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS DENGAN MINAT BELAJAR Dian Febrintina S; Eddy Purnomo; Darsono Darsono
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 4, No 3 (2016): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study is based on the low ability to think critically and interest learn from the classroom X in SMA Negeri 1 Seputih Mataram. The purpose of this research is the use of models creative the problem solving (CPS) and models based learning (PBL) to see a difference in the capacity think critically with regard to student learning interest. The methodology used is the apparent experiment. With look at the level eksplanasinya, this research is comparative research. Engineering data collection is done through the survey and observation. To test the instrument use of tests, reliability, the different and level of trouble. Analysis techniques data using analysis variant two roads and the t. The research results show that (1) there is a difference in reflect critical students who had use the model learning cps with of students who are taught use the model learning PBL, (2) the ability of reflect critical of students who use learning model CPS lower than pembelajarannya use the model learning PBL for students who are learning low interest, (3) the ability of reflect critical of students who use learning model CPS higher than pembelajarannya use the model learning PBL for students who are learning high interest, and (4) there are interactions among learning model with interest student learning to subjects sociologyPenelitian ini dilatarbelakangi masalah rendahnya kemampuan berpikir kritis dan minat belajar siswa di kelas X di SMA Negeri 1 Seputih Mataram. Tujuan penelitian ini adalah penggunaan model Creative Problem Solving (CPS) dan model Model Based Learning (PBL) untuk melihat perbedaan kemampuan berpikir kritis dengan memperhatikan minat belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan pendekatan eksperimen semu. Dengan melihat tingkat eksplanasinya, penelitian ini tergolong penelitian komparatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket dan observasi. Untuk uji instrument menggunakan uji validitas, reliabilitas tes, daya beda dan tingkat kesukaran. Teknik analisis data menggunakan analisis varian dua jalan dan uji t. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa (1) ada perbedaan berfikir kritis siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran CPS dengan siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran PBL, (2) kemampuan berfikir kritis pada siswa yang menggunakan model pembelajaran CPS lebih rendah dibandingkan yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran PBL bagi siswa yang tergolong minat belajar rendah, (3) kemampuan berfikir kritis pada siswa yang menggunakan model pembelajaran CPS lebih tinggi dibandingkan yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran PBL bagi siswa yang tergolong minat belajar tinggi, dan (4) ada interaksi antar model pembelajaran dengan minat belajar siswa terhadap mata pelajaran sosiologiKata kunci: CPS, kemampuan berpikir kritis, minat belajar, PBL
Pengembangan Bahan Ajar IPS Model Shared Kelas VIII Aziz Aziz; Pargito Pargito; Risma M Sinaga
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to develop teaching materials of social studies use model Shared class VIII SMP with the theme "Environment and Community Economic Activities" is feasible and interesting, and foster self-reliance in students in learning based on the test of material and media expert, And students viewed from the aspects of material / content, language, presentation, and graphic. The research method used is Research and Development (R D) Borg and Gall. Module development design and procedures follow the development steps of Hilda Taba. Technique of data collection is done by using interview technique, observation, and questionnaire. The data analysis technique uses quantitative descriptive data analysis expressed in the five scale scores. The results of the module feasibility test by the material expert obtained the assessment with the category of "good", the media experts obtained the category of "very good", teacher and students assessment get the category "good". Based on feasibility tests by experts, teachers and students indicates that the IPS module model shared of VIII class is very systematic, consistent, interesting, highly appropriate, and very appropriate, for use in learning activities.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar IPS model Shared kelas VIII SMP dengan tema Lingkungan dan Kegiatan Ekonomi Masyarakat yang layak, menarik, menumbuhkan kemandirian pada diri siswa dalam pembelajaran berdasarkan hasil uji ahli materi dan ahli media, penilaian guru dan siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Research and Development (RD) Borg and Gall. Desain dan prosedur pengembangan modul mengikuti model pengembangan Hilda Taba.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan angket.Teknik analisis data menggunakan analisis data deskriptif kuantitatif yang dinyatakan dalam skor skala lima. Hasil uji kelayakan modul oleh ahli materi memperoleh kategori baik, ahli media memperoleh kategori sangat baik, guru dan siswa memperoleh kategori baik. Berdasarkan uji kelayakan oleh ahli, guru, dan siswa menunjukkan modul IPS model shared kelas VIII sangat sistematis, konsisten, menarik, sesuai, tepat, untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran.Kata Kunci : research and development, modul IPS, dan model shared
PERBANDINGAN KETERAMPILAN SOSIAL YANG PEMBELAJARANNYA MENGGUNAKAN MODEL SAVI DAN TGT Suhardiansyah Suhardiansyah; Darsono Darsono; Edy Purnomo
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine differences in social skills of students whose learning using SAVI learning model and TGT learning model in social studies second semester of eighth grade students of SMP Negeri 21 Bandar Lampung in academic year 2016/2017. The method used in this research is a comparative study with the experimental approach. The population in this study is the second semester of eighth grade students of SMP Negeri 21 Bandar Lampung. By using cluster random sampling technique derived class VIII C as the experimental class and control class VIII E as the number of 30 students in each class. The results showed that, (1) There are differences social skills among students the learning was using learning model SAVI compared to the learning was using TGT, (2) Social skills students who have interest in learning low the learning was using learning model SAVI lower than with learning was using model TGT learning, (3) Social skills students who have high interest in learning the learning was using SAVI learning model higher compared with learning model using learning was TGT (4) There interaction between model student learning interests against social skills.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan keterampilan sosial siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran SAVI dan model pembelajaran TGT dengan memperhatikan minat belajar pada mata pelajaran IPS siswa kelas VIII semester genap SMP Negeri 21 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2016/2017. Metode penelitian eksperimental semu dengan desain By Level 2x2 Faktorial. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII semester genap SMP Negeri 21 Bandar Lampung. Dengan menggunakan teknik Cluster Random Sampling diperoleh kelas VIII C sebagai kelas eksperimen dan VIII E sebagai kelas kontrol dengan jumlah 30 siswa di masing-masing kelas. Instrumen penelitian menggunakan angket dan lembar observasi. Analisis data menggunakan Rumus Analisis Varians Dua Jalan dan t test. Hasil penelitian menunjukan bahwa, (1) Ada perbedaan keterampilan sosial antara siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran SAVI dibandingkan yang pembelajarannya menggunakan TGT, (2) Keterampilan sosial siswa yang memiliki minat belajar rendah yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran SAVI lebih rendah dibanding dengan pembelajarannya menggunakan model pembelajaran TGT, (3) Keterampilan sosial siswa yang memiliki minat belajar tinggi yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran SAVI lebih tinggi dibandingkan dengan pembelajarannya menggunakan model pembelajaran TGT (4) Ada interaksi antara model pembelajaran dengan minat belajar siswa terhadap keterampilan sosial.Kata kunci: Model Pembelajaran SAVI, Model Pembelajaran TGT, Keterampilan Sosial dan Minat Belajar
Perbandingan Hasil Belajar Menggunakan Model Everyone is a Teacher Here dan Make a Match Vevi Liasari; Sudjarwo Sudjarwo; Edy Purnomo
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to compare the learning outcomes of students on the subjects of geography XI in high schools 10 Bandar Lampung. The purpose of this research is that is to knowing the difference learning outcomes of students, between students who use the model of learning everyone is a teacher here with students who use the learning model make a match that was given the assignment and project portfolio. Research method used is experiment with specious approach. Engineering data collection is done through poll and tests. To test instrument use the validity, test reliability, the trouble, and the different.Analysis techniques data using analysis variant two roads and the hypothesi. The research results show that the difference study results students, between students who use learning model everyone is a teacher here with students who use learning model make a match given the assignment portfolio and project.Penelitian ini dilatarbelakangi masalah rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Geografi XI semester ganjil di SMA Negeri 10 Bandar Lampung. Tujuan penelitian ini adalah yaitu untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa, antara siswa yang menggunakan model pembelajaran Everyone Is A Teacher Here dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran Make A Match yang diberi Penugasan Portofolio dan Proyek. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan pendekatan eksperimen semu. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket dan tes. Untuk uji instrument menggunakan uji validitas, reliabilitas tes, tingkat kesukaran, dan daya beda. Teknik analisis data menggunakan analisis varian dua jalan dan uji t. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan hasil belajar siswa, antara siswa yang menggunakan model pembelajaran Everyone Is A Teacher Here dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran Make A Match yang diberi Penugasan Portofolio dan Proyek.Kata kunci: Model Pembelajaran, Hasil Belajar, dan Penugasan.
PERBEDAAN BERPIKIR KRITIS ANTARA MODEL PROBLEM SOLVING DAN POSING MENURUT SIKAP SISWA Iding Iding; Sudjarwo Sudjarwo; Darsono Darsono
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to compare the students critical thinking skills by using problem solving and problem posing learning models According to students attitudes towards learning social studies. The method used in this study is quasi-experimental research method with a comparative approach. The research design was a factorial by level design The testing hypotheses 1 and 4 using the formula analysis of variance (ANOVA), while hypothesis 2 and 3 using the formula t-test. Based on the analysis of data obtained research hypothesis testing results show that: 1). There are defferences in critical thingking skills of students whose learning model of problem solving and problem posing in eighth grade.2). There was no defference in the abilityof critical thinking of students whoseusing the problem solving model higher than the student whose using problem posing model at students who have a positive attitude toward social studies. 3). There was no defferencein the abilityof critical thinking of students whoseusing the problem solving modellower than the students whose using the problem posing model at students who have a negative attitude toward social studies. 4) There is interaction the learning model with students' attitudes toward on critical thinking skills.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kemampuan berpikir kritis siswa dengan menggunakan model pembelajaran problem solving dan model pembelajaran problem posing menurut sikap siswa terhadap pembelajaran IPS. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen semu dengan pendekatan komparatif. Desain penelitian yang digunakan adalah desain faktorial by level. Populasi penelitian berjumlah 91 orang siswa dengan jumlah sampel sebanyak 48 orang siswa. Pengujian hipotesis 1 dan 4 menggunakan rumus analisis analysis of variance (ANOVA), sedangkan hipotesis 2 dan 3 menggunakan rumus T-test. Berdasarkan analisis data di peroleh hasil pengujian hipotesis penelitian yang menunjukan bahwa: 1). ada perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa yang pembelajarannya menggunakan model problem solving dan model problem posing pada siswa kelas VIII 2). tidak ada perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran problem solving lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran problem posing pada siswa yang memiliki sikap positif terhadap mata pelajaran IPS 3). tidak ada perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran problem solving lebih rendah dibandingkan dengan siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran problem posing pada siswa yang memiliki sikap negatif terhadap mata pelajaran IPS 4) ada interaksi model pembelajaran dengan sikap siswa pada kemampuan berpikir kritis.Kata kunci: Berpikir kritis, Problem Solving, Problem Posing