cover
Contact Name
Rahmat Prayogi
Contact Email
rahmat.prayogi91@gmail.com
Phone
+6282282742253
Journal Mail Official
bindounila@gmail.com
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Ir. Sumantri Brojonegoro, Gedong Meneng, Kec. Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Lampung 35145
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kata: Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23388153     EISSN : 27981665     DOI : https://doi.org/10.23960/kata
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian bidang pendidikan bahasa dan sastra, meliputi linguistik teoritis, linguistik terapan, linguistik lintas disiplin, tradisi lisan, filologi, semiotika, sastra murni, sastra terapan, sastra lintas disiplin, serta sastra dan politik identitas.
Articles 554 Documents
Interferensi Leksikal Bahasa Jawa ke dalam Bahasa Indonesia pada Karangan Siswa Nindy Eka Putri; Mulyanto Widodo; Edi Suyanto
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 5, No 2 Apr (2017)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.895 KB)

Abstract

This research aimed to described forms interference lexical java language into indonesian language on students essay in the fifth grade students of SD Negeri Bukit Raya school year 2016/2017. Research method used in this research is descriptive of qualitative method. Data sources research on a students essay in the fifth grade students of SD Negeri Bukit Raya. Results of the research show that interference conducted by student includes interference in the basic from, affisx form, and reduplicated form. Based on the results on the research, was found thirty of interference conducted by students with nineteen basic forms, nine affix forms, and two reduplicated forms. Furthermore, the data is described in twenty primary meanings including lexical meanings, literal meanings, denotative meanings and ten secondary meanings covering grammatical, connotative, and figurative meanings.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk interferensi leksikal bahasa Jawa ke dalam bahasa Indonesia pada karangan siswa kelas V SD Negeri Bukit Raya tahun pelajaran 2016/2017. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian karangan siswa kelas V SD Negeri Bukit Raya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interferensi yang dilakukan siswa meliputi interferensi dalam bentuk dasar, bentuk berimbuhan, bentuk reduplikasi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, ditemukan adanya tiga puluh interferensi yang dilakukan siswa dengan komposisi sembilan belas bentuk dasar, sembilan bentuk berimbuhan dan dua bentuk reduplikasi. Selanjutnya, data tersebut diuraikan ke dalam makna primer berjumlah dua puluh meliputi makna leksikal, makna literal, makna denotatif dan makna sekunder berjumlah sepuluh meliputi makna gramatikal, konotatif, dan makna figuratif.Kata kunci: interferensi leksikal, bahasa jawa, karangan siswa.
Alih Kode dan Campur Kode Film Surga Yang Tak Dirindukan 2 dan Implikasinya Istiqomah Nurzafira; Ali Mustofa; Mulyanto Widodo
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 6, No 3 Jul (2018)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.406 KB)

Abstract

This research was aimed to describe the form and factor of the code switching and code mixing on the movie of Surga yang Tak Dirindukan 2 and the implication of Indonesian language learning in senior high school. The research method was descriptive qualitative. The data source is from the movie Surga yang Tak Dirindukan 2. The data analyzed is the conversation from the characters on the movie. The results showed that the dominant code switching used was the external code switching in the form of a transition from Indonesian to English and the most influencing factor was the speaker factor. The dominant code mixing used is the English word form into the structure of the Indonesian language and the factor that most influences is the speaker factor. The results can be used as variations in learning of Indonesian class X odd semester with the material analyze and recreate anecdotal text.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan faktor penyebab terjadinya alih kode dan campur kode pada film Surga yang Tak Dirindukan 2, serta implikasinya pada pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data adalah film Surga yang Tak Dirindukan 2. Data yang dianalisis adalah tuturan tokoh pada film. Hasil penelitian menunjukan bahwa alih kode yang dominan digunakan adalah alih kode ekstern berupa peralihan dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris dan faktor penyebab yang paling memengaruhi adalah faktor penutur. Campur kode yang dominan digunakan berbentuk kata bahasa Inggris ke dalam struktur bahasa Indonesia dan faktor penyebab yang paling memengaruhi terjadinya campur kode adalah faktor sikap penutur. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai variasi dalam pembelajaran bahasa Indonesia kelas X semester ganjil dengan dengan materi menganalisis dan membuat kembali teks anekdot.Kata kunci: alih kode, campur kode, Surga yang Tak Dirindukan 2.
Karakterisasi Tokoh Utama dalam Kumpulan Cerpen Kaki Langit dan Pembelajarannya di SMA Mei Ariyanti; Munaris Munaris; Ali Mustofa
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 6, No 1 Jan (2018)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.913 KB)

Abstract

This research described characterization the main character in the short stories of Kaki Langit short stories collection the work of high school students and to the learning literature at the Senior High School. This research used the descriptive qualitative method. The result showed that of the nine short stories in a collection of Kaki Langit shot stories (Hidupmu, Dramamu, Patilan Rantau, Secercah Asa dalam Bahasa, Biarkan Api Membakar Kami, Dandelion, Adolf Tak Bisa ke Langit, dan Lautan Darah) provides characterizing the main figure with two methods, are telling and showing, while the two short stories (Surya and Purna) only used the showing method. The result of this research organized into a design learning literature in high school with 2013 curriculum. The characterization of the short stories in a collection of Kaki Langit short stories can be used as an alternative school literary, especially literary appreciation prose.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakterisasi tokoh utama pada cerpen-cerpen dalam kumpulan cerpen Kaki Langit karya siswa SMA dan menyusun rancangan pembelajarannya dalam ranah pembelajaran sastra Indonesia di SMA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sembilan cerpen dalam kumpulan cerpen Kaki Langit tujuh cerpen (Hidupmu,Dramamu, Patilan Rantau, Secercah Asa dalam Bahasa, Biarkan Api Membakar Kami, Dandelion, Adolf Tak Bisa ke Langit, dan Lautan Darah) menyajikan karakterissai tokoh utama dengan dua metode, yakni telling dan showing sedangkan dua cerpen lain (Surya dan Purna) hanya menggunakan metode showing.Hasil penelitian ini disusun menjadi sebuah rancangan pembelajaran sastra di SMA dengan kurikulum 2013. Karakterisasi tokoh utama pada cerpen-cerpen dalam kumpulan cerpen Kaki Langit karya Siswa SMA dapat dijadikan alternatif bahan ajar dalam pembelajaran sastra khususnya apresiasi sastra prosa.Kata kunci: karakterisasi, telling, showing, and pembelajaran
Gaya Bahasa Retoris pada Kumpulan Puisi Malam Stanza dan Rancangan Pembelajarannya Winda Liahani; Kahfie Nazaruddin; Munaris Munaris
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 6, No 3 Jul (2018)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.736 KB)

Abstract

The aimed of this research were to describe the rhetorical devices in poems collected in Malam Stanza by W.S Rendra and to design its learning. The research method was descriptive qualitative model. The data source was all poems in Malam Stanza while the data were the usage of rhetorical devices. It was found that the rhetorical devices used in Malam Stanza were alliteration, assonance, apostrophe, asyndeton, polysyndeton, chiasmus, litotes, pleonasm, erotesis, syllepsis, zeugma and hyperbole. Using the above finding, the present researcher has designed a teaching plan for students of grade X with a learning objective to enable them to analyze rhetorical devices in poems.Tujuan penelitian ini mendeskripsikan gaya bahasa retoris dalam kumpulan puisi Malam Stanza karya W.S Rendra dan menyusun rancangan pembelajarannya. Metode penelitian yang dipergunakan adalah model deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah puisi dalam kumpulan puisi Malam Stanza. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah larik-larik pada bait dalam puisi dan rancangan pembelajarannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya bahasa retoris yang terdapat dalam kumpulan puisi Malam Stanza adalah aliterasi, asonansi, apostrof, asindeton, polisindeton, kiasmus, litotes, pleonasme, erotesis, silepsis, zeugma, dan hiperbol. Berdasarkan temuan itu, peneliti menyusun rancangan pembelajaran bagimurid kelas X semester genap dengan tujuan pembelajaran memampukan mereka menganalisis sarana retorika dalam puisi.Kata kunci: gaya bahasa retoris, puisi, rancangan pembelajarannya
Kemampuan Menulis Cerita Pendek Siswa Kelas IX SMA Negeri 1 Raman Utara Tahun Pelajaran 2016/2017 Ryan Mahendra; A. Effendi Sanusi; Bambang Riadi
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 5, No 4 Sep (2017)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.131 KB)

Abstract

The purpose of this study was to describe the students' ability in: (1) developing the theme of short story, (2) developing the short story, (3) developing the short story, (4) developing the background, and (5) delivering the message in the short story. This is a quantitative descriptive method. The results of the study on the ability to write short stories of students in grade XI SMA Negeri 1 Raman Utara lesson year 2016/2017, fall in the category of less with an average score of 49.87. The average score of perindicator students' abilities is: 1) average score theme is 72.22 good category; 2) average score figure is 61,66 medium category; 3) the background with an average of 61.66 medium category; 4) average score of 57,77 medium categories; and 5) mandate of average score is 67,77 good category.Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan siswa dalam : (1) mengembangkan tema cerpen, (2) mengembangkan tokoh cerpen, (3) mengembangkan alur cerpen, (4) mengembangkan latar, dan (5) penyampaian amanat dalam cerpen.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian terhadap kemampuan menulis cerita pendek siswa kelas XI SMA Negeri 1 Raman Utara tahun pelajaran 2016/2017, tergolong dalam kategori kurang dengan skor rata-rata 49,87. Skor rata-rata kemampuan siswa perindikator adalah: 1) tema skor rata-rata yaitu 72,22 kategori baik; 2) tokoh skor rata-rata yaitu 61,66 kategori sedang; 3) latar dengan rata-rata yaitu 61,66 kategori sedang; 4) alur skor rata-rata yaitu 57,77 kategori sedang; dan 5) amanat skor rata-rata yaitu 67,77 kategori baik.Kata kunci: kemampuan, menulis, dan cerita pendek.
Penggunaan Bahasa Indonesia pada Surat Dinas di Kantor Kecamatan Mesuji serta Implikasinya Cindi Yolanda; Mulyanto Widodo
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 5, No 1 Jan (2017)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.901 KB)

Abstract

The problem of this research is the use of Indonesian language in official letter at Mesuji Subdistrict Office and its implication for writing lesson at school. The purpose of this study describes the ure of Indonesian language in official letter at Mesuji Subdistrict Office and its implication for writing lesson at school. This study used descriptive qualitative method. Based on the results, misapplication in language use in official letter is 1161 data. Misspelling is 848 data with the most commor error in the capitalization use. Misapplication of diction is 207 data with the most common error in the inaccurate word selection. Misapplication of effective sentence use is 66 data with the most common error in the inaccuracy sentence writing The implication for teaching and learning at school is in the form of scenario description in official letter writing activities.Masalah penelitian ini adalah penggunaan bahasa Indonesia pada surat dinas di Kantor Kecamatan Mesuji serta implikasinya terhadap pembelajaran menulis di sekolah. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan penggunaan bahasa Indonesia pada surat dinas di Kantor Kecamatan Mesuji serta implikasinya terhadap pembelajaran menulis di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian kesalahan penggunaan bahasa pada surat dinas sebanyak 1161 data. Kesalahan penggunaan ejaan sebanyak 848 data. Kesalahan yang sering terjadi, yaitu penulisan huruf kapital. Kesalahan penggunaan pilihan kata sebanyak 207 data. Kesalahan yang sering terjadi, yaitu penulisan kata yang tidak cermat. Kesalahan penggunaan kalimat efektif sebanyak 66 data. Kesalahan yang sering terjadi, yaitu ketidakcermatan kalimat. Implikasi pada pembelajaran di sekolah berupa uraian skenario dalam kegiatan menulis surat dinas.Kata kunci: ejaan, implikasi, kalimat, pilihan kata.
Musikalisasi Puisi sebagai Media Pembelajaran Sastra di Sekolah Menengah Atas Dwi Satria Yuda; Munaris Munaris; Bambang Riadi
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 6, No 3 Jul (2018)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.293 KB)

Abstract

The discussion of this research was the study of poetry musicalization as medium of literature learning in high school. In addition, the research was aimed to describe the relation of poetry musicalization to literature learning in high school. The research method used by the researcher was qualitative descriptive approach. Based on the research result it can be generated a conclusion in relation with the developing media on poetry musicalization as poetry appreciation learning media. Meanwhile, associated with the students needs with respect to the media of poetry musicalization, it can be seen that the students need an interesting and simple media, keep with the technological developments. The results of the research can be applied to the study of literature in Indonesian language subjects in high school.Masalah dalam penelitian ini adalah pembelajaran musikalisasi puisi sebagai media pembelajaran sastra di SMA. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang keterkaitan musikalisasi puisi terhadap pembelajaran sastra di Sekolah Menengah Atas. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat dikemukakan simpulan yang berkaitan dengan pengembangan media musikalisasi puisi sebagai media pembelajaran mengapresiasi puisi. Berkaitan dengan kebutuhan siswa terhadap media musikalisasi puisi bagi siswa SMA, diketahui siswa membutuhkan media yang sederhana, menarik dan mengikuti perkembangan teknologi, siswa membutuhkan media pembelajaran dengan menggunakan bahasa sederhana. Hasil penelitian dapat diimplikasikan pada pembelajaran sastra dalam mata pelajaran bahasa Indonesia di SMA.Kata kunci : musikalisasi puisi, pembelajaran
Tindak Perlokusi dalam Percakapan Antarsiswa Kelas VII SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro Evita Sholeha Pra Yoga; Nurlaksana Eko Rusminto; Iqbal Hilal
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 5, No 4 Sep (2017)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.643 KB)

Abstract

The purpose of this research was to describe of the perlokusi act in conversation of student grade VII muhammadiyah ahmad dahlan metro junior high school 2016 / 2017. This research uses descriptive qualitative method. The data resources were students, conversation in learning activities or outside learning activities. Result of this research were (1) responsive positive perlokusi dominate by responsive positive perlokusi of partner said to literal direct speech and to literal indirect speech the least found. (2) responsive negative perlokusi dominate by responsive positive perlokusi partner said to literal direct speech was dominant. responsive negative perlokusi partner said to not literal direct speech and to not literal indirect speech the least found. (3) nonresponsive perlokusi dominate by nonresponsive perlokusi of partner said to literal direct speech was dominant. The Data not literal indirect speech was not found in this research.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tindak perlokusi dalam percakapan antarsiswa kelas VII SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian adalah tuturan antarsiswa, baik dalam kegiatan pembelajaran maupun di luar kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) tindak perlokusi responsif positif cenderung didominasi oleh tindak tutur langsung literal dan terhadap tindak tutur tidak langsung tidak literal yang paling sedikit ditemukan. (2) tindak perlokusi responsif negatif cenderung didominasi oleh tindak tutur langsung literal. Tindak perlokusi responsif negatif mitra tutur terhadap tindak tutur langsung tidak literal dan terhadap tindak tutur tidak langsung tidak literal yang paling sedikit ditemukan. (3) tindak perlokusi nonresponsif cenderung didominasi oleh tindak tutur langsung literal. Data tindak tutur tidak langsung tidak literal tidak ditemukan dalam penelitian ini.Kata kunci: tindak tutur, perlokusi, percakapan.
Denouement dan Amanat Cerpen Pilihan Kompas 2014 dan Rancangan Pembelajaran Sastra di SMA Retika Cahya Karnastuti; Kahfie Nazaruddin; Mulyanto Widodo
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 5, No 3 Jul (2017)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.811 KB)

Abstract

This research aimed to describe denouement and moral value in some short stories chosen by Kompas 2014 entitled Di Tubuh Tarra, dalam Rahim Pohon and literature lesson plan in the eleventh grade of senior high school. This research used qualitative descriptive method. The data source of this research was short story in the short story collection. Based on the data analysis, from 28 data sources that had been examined, it was found that fourteen short stories was closed-denouement and fourteen short stories was opened-denouement. Then, implicit moral value was found in 21 short stories and explicit moral value was found in seven short stories.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan denouement dan amanat pada kumpulan cerpen pilihan Kompas 2014 Di Tubuh Tarra, dalam Rahim Pohon dan rancangan pembelajaran sastra di SMA kelas XI. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah cerita pendek dalam kumpulan cerpen tersebut. Berdasarkan hasil analisis data, dari 28 sumber data yang diteliti telah ditemukan empat belas cerpen dengan penyelesaian tertutup dan empat belas cerpen dengan penyelesaian terbuka.. Amanat tersirat ditemukan pada 21 cerpen dan amanat tersurat ditemukan pada tujuh cerpen.Kata kunci: amanat, cerita pendek, denouement, rancangan pembelajaran.
GAYA BAHASA KIASAN DALAM KUMPULAN CERPEN JURAGAN HAJI DAN KELAYAKANNYA DI SMA Anteng Rairiati Lalanissa; Kahfie Nazaruddin
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 5, No 1 Jan (2017)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.981 KB)

Abstract

This research aims to describe the style of figurative language and its function in the short stories in the collection of short stories as well as its feasibility as an alternative teaching materials Indonesian literature in Senior High School. This research used descriptive qualitative method. This research showed that out of seventeen short stories in Juragan Haji short story collections found the use of the language style simile, metaphor, personification, allusions, eponymous, epithet, sinekdoke pars pro toto, sinekdoke totem pro parte, metonymy, antonomasia, irony, cynicism, sarcasm, and antifrasis. Overall the function of figurative language style is used to express certain feelings, evoke dramatic effects of certain events, and as a pointer of someone's social status. Figurative language style and its function in a collection of short stories that can be used as an alternative instructional materials and references that help Bahasa Indonesian teacher in appreciation of Indonesian literary works, especially in prose.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya bahasa kiasan dan fungsinya pada cerpen-cerpen dalam kumpulan cerpen tersebut serta menautkan kelayakannya sebagai alternatif bahan ajar sastra Indonesia di SMA.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tujuh belas cerpen dalam kumpulan cerpen Juragan Haji ditemukan penggunaan gaya bahasa simile, metafora, personifikasi, alusi, eponim, epitet, sinekdoke pars pro toto, sinekdoke totem pro parte, metonimia, antonomasia, ironi, sinisme, sarkasme, dan antifrasis.Fungsi gaya bahasa kiasan yang ditemukan secara keseluruhan digunakan untuk menyatakan perasaan-perasaan tertentu, membangkitkan kesan dramatis peristiwa tertentu, dan sebagai penunjuk status sosial seseorang.Gaya bahasa kiasan dan fungsinya dalam kumpulan cerpen tersebut dapat dijadikan alternatif bahan ajar dan referensi yang membantu guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dalam apresiasi karya sastra Indonesia khususnya dalam prosa.Kata kunci: gaya bahasa kiasan, kumpulan cerpen, kelayakannya.

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 1 Apr (2024): JURNAL KATA (BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA) Vol 11, No 2 Sep (2023): JURNAL KATA (BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA) Vol 10, No 2 Sep (2022): Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 10, No 1 Apr (2022): JURNAL KATA (BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA) Vol 9, No 2 Sep (2021): JURNAL KATA (BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA) Vol 9, No 1 Apr (2021): JURNAL KATA (BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA) Vol 8, No 2 Sep (2020): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 8, No 1 Apr (2020): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 8, No 1, Apr (2020): Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 8, No 1 Ap (2020): Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 7, No 2, Sep (2019): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 7, No 2, Nov (2019): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 7, No 2 Sep (2019): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 7, No 1 Apr (2019): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarnnya) Vol 6, No 4 Sep (2018) Vol 6, No 3 Jul (2018) Vol 6, No 2 Apr (2018) Vol 6, No 1 Jan (2018) Vol 5, No 4 Sep (2017) Vol 5, No 3 Jul (2017) Vol 5, No 2 Apr (2017) Vol 5, No 1 Jan (2017) Vol 4, No 4 Sep (2016) Vol 4, No 3 Jul (2016) Vol 4, No 2 Apr (2016) Vol 4, No 1 Jan (2016) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 9 (2013) Vol 1, No 8 (2013) Vol 1, No 7 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 1, No 1, Apr (2013): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 1, No 1, Sep (2013): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) More Issue